• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUESIONER PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KUESIONER PENELITIAN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1

KUESIONER PENELITIAN

EFEKTIVITAS PENYULUHAN METODE CERAMAH DAN SIMULATION

GAME TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT

TENTANG PENYAKIT MALARIA DI DESA SIDOJADI KECAMATAN BUKIT MALINTANG KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2015

PETUNJUK KUESIONER

1. Isilah data pada lembaran kuesioner ini 2. Baca dahulu pertanyaan yang tersedia

3. Pilihlah salah satu jawaban yang menurut anda paling benar 4. Setelah selesai kembalikan kuesiner pada peneliti

IDENTITAS RESPONDEN

Nama responden :

Usia :

Pendidikan : ( ) Tidak sekolah ( ) SD/sederajat ( ) SMP/sederajat ( ) SMA/sederajat ( ) Perguruan tinggi

(2)

I. PENGETAHUAN

1. Apakah penyakit malaria itu?

a. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles b. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypty c. Penyakit yang disebab oleh nyamuk mansonia

d. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk culex

2. Dibawah ini adalah tanda khas penyakit malaria, kecuali… a. Demam tinggi/ kejang-kejang

b. Menggigil

c. Demam yang naik turun dan teratur d. Berkeringat, timbul setelah demam

3. Apakah yang dikandung nyamuk anopheles sehingga bisa menyebabkan penyakit malaria …

a. Parasit b. Virus c. Bakteri d. Fungi

4. Berikut cara mencegah malaria, kecuali a. Menghindari kontak dengan penderita

b. Memakai obat anti nyamuk (oles, semprot,dll) c. Memakai kelambu saat tidur

d. Memasang kawat kasa jendela

5. Penyakit malaria ditularkan dari 1 orang ke orang lain melalui ….. a. Udara

b. Vektor c. Air

d. Permukaan kulit

6. Nyamuk malaria menggigit manusia pada saat … a. Pagi

b. Siang c. Sore d. Malam

(3)

7. Berapa kali penyemprotan rumah dengan insektida dilakukan dalam setahun? a. 1

b. 2 c. 5 d. 4

8. Yang merupakan tempat perindukan nyamuk malaria adalah, kecuali … a. Genangan air

b. Persawahan

c. Bekas roda yang tergenang air d. Bak mandi

9. Apa yang mempengaruhi penyebaran penyakit malaria, kecuali ? a. Nyamuk

b. Perilaku manusia c. Lingkungan kotor

d. Kontak fisik dengan penderita

10. Pertolongan pertama pada penderita malaria, kecualia … a. Berikan air minum sebanyak-banyaknya

b. Kompres dengan air dingin c. Berikan obat penurun panas d. Berikan larutan air garam

(4)

II. SIKAP

Berilah tanda check list (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Pilihan : SS = Sangat Setuju ST = Setuju

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

NO PERTANYAAN PILIHAN

SS ST TS STS

1. Lingkungan sehat merupakan pencegahan terjadinya penyakit malaria.

2. Pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk adalah kewajiban staf kesehatan masyarakat dan sukarelawan di bidang kesehatan

3. Anda adalah salah satu orang yang berperan penting dalam pencegahan malaria

4. Jika sudah ada penderita 3 orang atau lebih dalam satu lingkungan sebaiknya tidak perlu dilakukan penyemprotan rumah dalam menanggulangi malaria

5. Tidur pakai kelambu merupakan salah satu upaya mencegah penularan penyakit malaria

6. Hanya penyemprotan sudah cukup mampu memberantas nyamuk malaria

7. Dengan kekuatan dan kesehatan seseorang, maka ia tidak akan terserang penyakit malaria

8. Masyarakat yang tinggal di daerah endemis biasanya mempunyai imunitas alami sehingga mempunyai pertahanan alamiah terhadap infeksi malaria

9. mengubur barang-barang bekas adalah mencegah penularan penyakit malaria

10. Penyemprotan dilakukan cukup satu kali saja setahun

11. Apabila orang dewasa terkena malaria tidak perlu diobati karena malaria hanya rentan bagi anak-anak

(5)

NO PERTANYAAN PILIHAN

SS ST TS STS

12. Wajib membayar petugas kalau dilakukan penyemprotan jentik nyamuk

13. Adanya genangan air disekitar rumah dapat menimbulkan resiko terjadinya penyakit malaria 14. Apabila ada parit atau saluran yang tersumbat di

sekitar rumah oleh sampah maka langsung dibersihkan.

15. Perlu dilakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit malaria

(6)

Lampiran 2

MATERI PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MALARIA

Tujuan : Masyarakat mengetahui dan memahami serta mempunyai sikap yang positif tentang penyakit malaria dimulai dari pengertian, penyebab, gejala, pengobatan, serta pencegahan malaria.

Waktu : 60 menit Metode : Ceramah Media : slide bergerak

A. PENGERTIAN MALARIA

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus plasmodium yang dapat ditularkan melalui gigitam nyamuk anopheles. Istilah malaria diambil dari dua kata bahasa Italia, yaitu “mal” (=buruk) dan “area” (=udara) atau udara buruk karena dahulu banyak terdapat di daerah rawa-rawa yang mengeluarkan bau busuk.

(7)

B. FAKTOR PENYEBAB 1. Parasit Malaria

Penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit malaria yaitu suatu protozoa darah yang termasuk genus plasmodium yang dibawah oleh nyamuk anopheles.

2. Nyamuk Anopheles

Penyakit malaria pada manusia hanya dapat ditularkan nyamuk anopheles betina. Diseluruh dunia terdapat sekitar 2000 spesies anopheles, 60 spesies diantaranya diketahui sebagai penular malaria. Di Indonesia ada sekitar 80 jenis, 24 jenis diantaranya telah terbukti penular malaria. Nyamuk ini hidup di daerah yang beriklim penular malaria.

3. Manusia Yang Rentan Terhadap Infeksi Malaria

Perpindahan penduduk dari dan daerah endemis malaria hingga kini masih menimbulkan masalah. Sejak dulu, telah diketahui bahwa wabah penyakit ini sering terjadi di daeah pemukiman baru, seperti di daerha perkebunan dan transmigrasi. Hal ini terjadi karena pekerja yang dating dari daerah lain belum mendapatkan kekebalan sehingga rentan infeksi.

4. Lingkungan

Adanya danau air payau, genangan air dihutan, persawahan, tambak ikan, pembukaan hutan dan pertambangan di suatu daerah akan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit malaria karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat perindukan malaria.

(8)

5. Iklim

Suhu dan curah hujan disutau daerah berperan penting dalam penularan malaria. Biasanya sering terjadi pada musim hujan Karena air hujan akan menimbulkan genangan air sehingga tempat perindukannya bertambah.

C. GEJALA MALARIA

Gejala serangan malaria pada penderita terdiri dari beberapa jenis yaitu : 1. Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah

non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas), atau yang pertama kali menderita malaria.

• Menggigil (selama 15-60 menit)

• Demam (selama 2-6 jam), dengan suhu badan sekitar 37°C, 5-40°C • Berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam

2. Gejala malaria dalam program pemberantas malaria • Demam

• Menggigil

• Dapat disertai dengan gejala lain: sakit kepala, mual dan muntah • Diare

• Nyeri otot atau pegal-pegal, menggigil 3. Gejala malaria berat atau komplikasi

• Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit) • Kejang, beberapa kali kejang

(9)

• Panas tinggi diikuti gangguan kesadaran • Mata kuning dan tubuh kuning

• Perdarahan di hidung, gusi dan saliran pencernaan • Jumlah kencing kurang (oliguri)

• Warna urin seperti teh tua

• Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri) • Nafas sesak

D. PENGOBATAN PENYAKIT MALARIA  Tujuan pengobatan malaria:

• Menyembuhkan penderita • Mencegah kematian • Mengurangi kesakitan

• Mencegah komplikasi dan relaps

• Mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria)  Syarat obat yang ideal:

• Membunuh semua stadium dan jenis parasit • Menyembuhkan infeksi akut, kronis dan relaps • Efek samping sedikit

• Mudah cara pemberiannya

• Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat • Obat malaria

(10)

1) Klorokuin

o Merupakan obat pilihan untuk pengobatan berbagai macam penyakit malaria yang belum jelas jenis penyebabnya

o Takaran untuk dewasa 25mg/kg BB, takaran untuk anak-anak 5mg/kg BB o Efek samping : gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, gangguan

penglihatan, rambut rontok dan alergi pada kulit 2) Sulfadoksin – pirimetamin

o Merupakan obat pilihan bagi penderita malaria falciparum yang sudah sangat kebal terhadap korokuin

o Diberikan dalam bentuk tablet dengan takaran 500mg sulfadoksin dan pirimetamin

o Efek samping : mual muntah, alergi, diare, luka pada lambung, batuk, sakit kepala, napas pendek dan anemia

3) Kina

o Digunakan untuk membasmi semua jenis parasite malaria dalam tubuh manusia

Efek samping : sakit kepala, rasa panas di kulit, mual, sakit perut, gangguan penglihatan, bingung, reaksi alergi, gagal ginjal akut dan gangguan jantung

E. PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA Mengurangi kontak dengan vektor

(11)

untuk memakai baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah, terutama pada malam hari. Karena biasanya malaria menggigit pada malam hari. 2) Pada daerah endemis sebaiknya dilakukan pemasangan kawat kasa di jndela dan

ventilasi rumah, serta menggunakan kelambu pada saat tidur (Mubarak, 2007). Dalam melindungi individu atau keluarga dari gigitan nyamuk dengan kelambu celup untuk mengurangi resiko malaria pada sekelompok penduduk. Cara ini dapat menggunakan berbagai macam insektisida yang dapat dipergunakan diantaranya : Permethrin, Delta methrin, Lambda cyhalothrin. Nyamuk yang hinggap di kelambu dengan segera mati oleh karena itu kelambu berinsektisida dengan seseorang tidur di dalamnya merupakan perangkap bagi nyamuk. Racun serangga yang digunakan adalah racun serangga yang mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan secara permanen. Untuk mencegah terjadinya resistensi maupun cross resistensi (resisten terhadap beberapa jenis insektisida), maka dalam aplikasi perlu adanya pengaturan yang ketat dari pemerintah pusat dengan jalan menetapkan penggunaan insektisida yang sama jenisnya dalam satu pulau besar/kelompok pulau besar, dan tiap pemakaian satu jenis insektisida dibatasi hanya 2 tahun (paling lama 3 tahun) hal ini untuk menghindari terjadinya resistensi pada vector (Munif, 2005).

3) Masyarakat juga dapat memakai minyak anti nyamuk saat tidur di malam hari agar tercegah dari gigitan nyamuk malaria

4) Pemberian obat pencegahan malaria. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, serta timbulnya gejala-gejala penyakit malaria.

(12)

Pemberian vaksin malaria. Tindakan ini diharapkan dapat membantu mencegah infeksi malaria sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi malaria. Tapi sampai saat ini vaksin malaria yang baik dan efektif masih dalam penelitian.

(13)

MATERI PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MALARIA

Tujuan : untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria.

Waktu : 60 menit

Metode : simulation game Media : Permainan Bowling

A. MATERI

PENGERTIAN MALARIA

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus plasmodium yang dapat ditularkan melalui gigitam nyamuk anopheles. Istilah malaria diambil dari dua kata bahasa Italia, yaitu “mal” (=buruk) dan “area” (=udara) atau udara buruk karena dahulu banyak terdapat di daerah rawa-rawa yang mengeluarkan bau busuk.

FAKTOR PENYEBAB 1. Parasit Malaria

Penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit malaria yaitu suatu protozoa darah yang termasuk genus plasmodium yang dibawah oleh nyamuk anopheles.

(14)

2. Nyamuk Anopheles

Penyakit malaria pada manusia hanya dapat ditularkan nyamuk anopheles betina. Diseluruh dunia terdapat sekitar 2000 spesies anopheles, 60 spesies diantaranya diketahui sebagai penular malaria. Di Indonesia ada sekitar 80 jenis, 24 jenis diantaranya telah terbukti penular malaria. Nyamuk ini hidup di daerah yang beriklim penular malaria.

3. Manusia Yang Rentan Terhadap Infeksi Malaria

Perpindahan penduduk dari dan daerah endemis malaria hingga kini masih menimbulkan masalah. Sejak dulu, telah diketahui bahwa wabah penyakit ini sering terjadi di daeah pemukiman baru, seperti di daerha perkebunan dan transmigrasi. Hal ini terjadi karena pekerja yang dating dari daerah lain belum mendapatkan kekebalan sehingga rentan infeksi.

4. Lingkungan

Adanya danau air payau, genangan air dihutan, persawahan, tambak ikan, pembukaan hutan dan pertambangan di suatu daerah akan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit malaria karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat perindukan malaria.

5. Iklim

Suhu dan curah hujan disutau daerah berperan penting dalam penularan malaria. Biasanya sering terjadi pada musim hujan Karena air hujan akan menimbulkan genangan air sehingga tempat perindukannya bertambah.

(15)

GEJALA MALARIA

Gejala serangan malaria pada penderita terdiri dari beberapa jenis yaitu :

1. Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas), atau yang pertama kali menderita malaria.

• Menggigil (selama 15-60 menit)

• Demam (selama 2-6 jam), dengan suhu badan sekitar 37°C, 5-40°C • Berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam

2. Gejala malaria dalam program pemberantas malaria • Demam

• Menggigil

• Dapat disertai dengan gejala lain: sakit kepala, mual dan muntah • Diare

• Nyeri otot atau pegal-pegal, menggigil 3. Gejala malaria berat atau komplikasi

• Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit) • Kejang, beberapa kali kejang

• Panas tinggi diikuti gangguan kesadaran • Mata kuning dan tubuh kuning

• Perdarahan di hidung, gusi dan saliran pencernaan • Jumlah kencing kurang (oliguri)

(16)

• Warna urin seperti teh tua

• Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri) • Nafas sesak

PENGOBATAN PENYAKIT MALARIA  Tujuan pengobatan malaria:

• Menyembuhkan penderita • Mencegah kematian • Mengurangi kesakitan

• Mencegah komplikasi dan relaps

• Mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria)  Syarat obat yang ideal:

• Membunuh semua stadium dan jenis parasit • Menyembuhkan infeksi akut, kronis dan relaps • Efek samping sedikit

• Mudah cara pemberiannya

• Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat • Obat malaria

1) Klorokuin

o Merupakan obat pilihan untuk pengobatan berbagai macam penyakit malaria yang belum jelas jenis penyebabnya

(17)

o Efek samping : gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, gangguan penglihatan, rambut rontok dan alergi pada kulit

2) Sulfadoksin – pirimetamin

o Merupakan obat pilihan bagi penderita malaria falciparum yang sudah sangat kebal terhadap korokuin

o Diberikan dalam bentuk tablet dengan takaran 500mg sulfadoksin dan pirimetamin

o Efek samping : mual muntah, alergi, diare, luka pada lambung, batuk, sakit kepala, napas pendek dan anemia

3) Kina

Digunakan untuk membasmi semua jenis parasite malaria dalam tubuh manusia.

Efek samping : sakit kepala, rasa panas di kulit, mual, sakit perut, gangguan penglihatan, bingung, reaksi alergi, gagal ginjal akut dan gangguan jantung

PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA Mengurangi kontak dengan vektor

1) Pada daerah pedesaan yang banyak sawah, rawa-rawa, tambak ikan, disarankan untuk memakai baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah, terutama pada malam hari. Karena biasanya malaria menggigit pada malam hari. 2) Pada daerah endemis sebaiknya dilakukan pemasangan kawat kasa di jndela dan

(18)

Dalam melindungi individu atau keluarga dari gigitan nyamuk dengan kelambu celup untuk mengurangi resiko malaria pada sekelompok penduduk. Cara ini dapat menggunakan berbagai macam insektisida yang dapat dipergunakan diantaranya : Permethrin, Delta methrin, Lambda cyhalothrin. Nyamuk yang hinggap di kelambu dengan segera mati oleh karena itu kelambu berinsektisida dengan seseorang tidur di dalamnya merupakan perangkap bagi nyamuk. Racun serangga yang digunakan adalah racun serangga yang mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan secara permanen. Untuk mencegah terjadinya resistensi maupun cross resistensi (resisten terhadap beberapa jenis insektisida), maka dalam aplikasi perlu adanya pengaturan yang ketat dari pemerintah pusat dengan jalan menetapkan penggunaan insektisida yang sama jenisnya dalam satu pulau besar/kelompok pulau besar, dan tiap pemakaian satu jenis insektisida dibatasi hanya 2 tahun (paling lama 3 tahun) hal ini untuk menghindari terjadinya resistensi pada vector (Munif, 2005).

3) Masyarakat juga dapat memakai minyak anti nyamuk saat tidur di malam hari agar tercegah dari gigitan nyamuk malaria

4) Pemberian obat pencegahan malaria. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, serta timbulnya gejala-gejala penyakit malaria

Pemberian vaksin malaria. Tindakan ini diharapkan dapat membantu mencegah infeksi malaria sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi malaria. Tapi sampai saat ini vaksin malaria yang baik dan efektif masih dalam penelitian.

(19)

B. ALAT DAN BAHAN 1. Botol plastic 2. Kelereng 3. Bola tenis

C. LANGKAH-LANGKAH DALAM PERMAINAN BOWLING

1. Membuat pertanyaan yang berkaitan dengan malaria, 10 pertanyaan

2. Menyiapkan bola tenis, kelereng, dan botol plastic berukuran sedang, 5 botol 3. Setiap botol diberi angka 1-5

4. Dalam masing-masing botol dimasukkan kelereng sebagai pemberat

5. Setiap botol menyimpan 2 pertanyaan yang sudah diberi nomor sesuai dengan nomor botol

6. Membagi responden menjadi beberapa kelompok

7. Untuk permainan bowling, diatur jarak yang cukup antara posisi pemain dengan botol

8. Pemain melempar bola tenis kearah botol dan apabila botol nomor 1 yang jatuh

9. Jika pemain menjawab pertanyaan benar, maka akan memperoleh hadiah 10. Permainan bisa diulang beberapa kali sampai semua kelompok mendapat

(20)

D. PERTANYAAN UNTUK PEMAIN BOWLING 1. Apa itu malaria ?

2. Apa nama nyamuk yang menyebabkan Malaria ? 3. Dimana tempat-tempat yang disukai nyamuk Malaria ?

4. Mengapa kita tidak boleh menggantung baju terlalu banyak di kamar ? 5. Mengapa kamar tidur tidak boleh dibiarkan gelap ?

6. Apa manfaat menguras bak mandi ? 7. Apa tanda-tanda awal penyakit Malaria ?

8. Bagaimana cara untuk mencegah penyakit Malaria ? 9. Mengapa ketika tidur kita harus menggunakan kelambu ?

10. Sebutkan 3 cara yang sering digunakan untuk mecegah panyakit malaria ! E. JAWABAN PERTANYAAN PERMAINAN BOWLING

1. Malaria ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi.

2. Nyamuk Anopheles

3. Di genangan air, pakaian yang digantung, dan ditempat gelap 4. Karena dapat menjadi sarang nyamuk

5. Karena dapat menjadi tempat perkembang biakkan nyamuk 6. Agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk

7. Penderita merasa dingin dan sakit kepala. Kemudian menggigil dan dikuti dengan demam. Setelah itu penderita berkeringat dan keadaan tubuh menjadi lemah. Kemudian kadang-kadang penderita merasa mua dan muntah

(21)

8. memakai minyak anti nyamuk saat tidur di malam hari agar tercegah dari gigitan nyamuk malaria, dan pemasangan kawat kasa dijendela.

9. Agar terhindar dari gigitan nyamuk yang mungkin dapat menyebabkan malaria

10. Menggunakan gerakan 3M, yaitu memasang kawat kasa dijendela, menggunakan kelambu saat tidur dan memakai minyak anti nyamuk saat tidur atau sedang beraktifitas di malam hari.

(22)

Lampiran 3

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

PENGETAHUAN Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .880 10 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 5.4000 8.662 .855 .850 P2 5.4333 8.875 .750 .858 P3 5.5333 9.706 .425 .883 P4 5.4000 9.697 .462 .879 P5 5.6667 9.540 .493 .877 P6 5.3000 9.941 .435 .880 P7 5.3667 8.999 .747 .858 P8 5.6000 9.834 .381 .886 P9 5.4000 8.800 .800 .854 P10 5.5000 8.741 .775 .855

(23)

SIKAP Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .923 15 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 29.4333 83.495 .660 .918 P2 28.9667 81.964 .509 .923 P3 29.2000 79.890 .807 .913 P4 29.3667 77.757 .739 .915 P5 29.4000 85.766 .414 .924 P6 29.6667 84.644 .546 .921 P7 29.2333 82.599 .667 .917 P8 29.2000 79.338 .768 .914 P9 29.5333 79.154 .758 .914 P10 29.3667 82.723 .678 .917 P11 29.3000 84.976 .395 .926 P12 29.2667 78.271 .732 .915 P13 29.4000 79.559 .699 .916 P14 29.2667 83.651 .487 .923 P15 29.4667 78.257 .810 .912

(24)

Lampiran 4

ANALISIS UNIVARIAT DAN BIVARIAT

PRE_PENGETAHUAN_CERAMAH

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 17 85.0 85.0 85.0

BAIK 3 15.0 15.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

PRE_SIKAP_CERAMAH

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 3 15.0 15.0 15.0

BAIK 17 85.0 85.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

POST_PENGETAHUAN_CERAMAH

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 3 15.0 15.0 15.0

BAIK 17 85.0 85.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

POST_SIKAP_CERAMAH

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(25)

PRE_PENGETAHUAN_SIMULASI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 15 75.0 75.0 75.0

BAIK 5 25.0 25.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

PRE_SIKAP_SIMULASI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 5 25.0 25.0 25.0

BAIK 15 75.0 75.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

POST_PENGETAHUAN_SIMULASI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 13 65.0 65.0 65.0

BAIK 7 35.0 35.0 100.0

Total 20 100.0 100.0

POST_SIKAP_SIMULASI

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid KURANG BAIK 1 5.0 5.0 5.0

BAIK 19 95.0 95.0 100.0

(26)

PAIRED T-TEST A. CERAMAH

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 PENGETAHUAN_PRE_CERA MAH 4.15 20 1.565 .350 PENGETAHUAN_POST_CERA MAH 7.10 20 1.518 .340 Pair 2 SIKAP_PRE_CERAMAH 44.10 20 5.200 1.163 SIKAP_POST_CERAMAH 48.45 20 4.559 1.019

Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2-tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Mean Std. Deviation Std. Error

Mean Lower Upper

Pair 1 PENGETAHUAN_PR E_CERAMAH - PENGETAHUAN_P OST_CERAMAH -2.950 1.504 .336 -3.654 -2.246 -8.775 19 .000 Pair 2 SIKAP_PRE_CERA MAH - SIKAP_POST_CERA MAH -4.350 4.987 1.115 -6.684 -2.016 -3.901 19 .001

(27)

B. SIMULASI

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 PRE_PENGETAHUAN_SIMUL ASI 3.7000 20 1.94936 .43589 POST_PENGETAHUAN_SIMU LASI 4.7000 20 1.62546 .36346 Pair 2 PRE_SIKAP_SIMULASI 42.6000 20 5.94182 1.32863 POST_SIKAP_SIMULASI 47.2500 20 5.35945 1.19841

Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. (2-tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Mean Std. Deviation Std. Error

Mean Lower Upper

Pair 1 PRE_PENGETAHU AN_SIMULASI - POST_PENGETAH UAN_SIMULASI -1.00000 1.80642 .40393 -1.84543 -.15457 -2.476 19 .023 Pair 2 PRE_SIKAP_SIMU LASI - POST_SIKAP_SIM ULASI -4.65000 4.27077 .95497 -6.64878 -2.65122 -4.869 19 .000

(28)

3. INDEPENDENT T-TEST A. PENGETAHUAN

Group Statistics

METODE N Mean Std. Deviation

Std. Error Mean PRE_PENGETAHUAN CERAMAH 20 4.15 1.565 .350 SIMULASI GAME 20 3.70 1.949 .436 POST_PENGETAHUAN CERAMAH 20 7.10 1.518 .340 SIMULASI GAME 20 4.70 1.625 .363

Independent Samples Test Levene's Test

for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of the Difference F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Differe nce Std. Error Differe

nce Lower Upper

PRE_PENG ETAHUAN Equal variances assumed 2.136 .152 .805 38 .426 .450 .559 -.682 1.582 Equal variances not assumed .805 36.306 .426 .450 .559 -.683 1.583 POST_PEN GETAHUAN Equal variances assumed 1.485 .231 4.825 38 .000 2.400 .497 1.393 3.407 Equal variances not assumed 4.825 37.825 .000 2.400 .497 1.393 3.407

(29)

B. SIKAP

Group Statistics

METODE N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

PRE_SIKAP CERAMAH 20 44.10 5.200 1.163

SIMULASI GAME 20 42.60 5.942 1.329

POST_SIKAP CERAMAH 20 48.45 4.559 1.019

SIMULASI GAME 20 47.25 5.359 1.198

Independent Samples Test Levene's

Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence Interval of the Difference F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Differen ce Std. Error

Difference Lower Upper PRE_SIKA P Equal variances assumed .489 .489 .850 38 .401 1.500 1.766 -2.074 5.074 Equal variances not assumed .850 37.344 .401 1.500 1.766 -2.076 5.076 POST_SIK AP Equal variances assumed .855 .361 .763 38 .450 1.200 1.573 -1.985 4.385 Equal variances not assumed .763 37.048 .450 1.200 1.573 -1.988 4.388

(30)

Lampiran 5

MASTER DATA

NO NAMA USIA USIA

KAT PENDIDIKAN METODE

PENGETAHUAN SIKAP

PRE POST PRE POST

1 NUR MAINAH 55 1 SD CERAMAH 1 4 43 48

2 SRI KHAIRANI 55 1 SD CERAMAH 5 7 47 56

3 FITRI 26 0 SMA CERAMAH 3 5 50 49

4 SYAHRUN 26 0 SMP CERAMAH 4 6 35 37

5 SRI ASTUTI 22 0

PERGURUAN

TINGGI CERAMAH 4 10 41 46

6 SUNAR 35 0 SD CERAMAH 1 5 51 54

7 SARLINA 38 1 SMA CERAMAH 4 7 49 51

8 ARI KURNIAWAN 25 0 SMA CERAMAH 4 6 50 49

9 PUTRI 42 1 SD CERAMAH 5 8 47 48

10 SARIANTO 40 1 SMA CERAMAH 3 7 45 49

11

MUHAMMAD

AGUNG 31 0 SMA CERAMAH 6 7 33 51

12 IRWAN 27 0 PERGURUAN TINGGI CERAMAH 5 7 47 46 13 NISA 25 0 PERGURUAN TINGGI CERAMAH 5 8 48 50

14 MUKMINAH 37 0 SMA CERAMAH 2 7 47 54

15 MASLIANA 18 0 SMA CERAMAH 7 7 47 50

16 JULI 29 0 SMA CERAMAH 5 10 41 47

17 RANI 33 0 SMA CERAMAH 6 7 36 50

18 MUSLIM 45 1 SMA CERAMAH 4 7 40 38

19 SUPRIANTO 56 1 SMP CERAMAH 5 9 42 48

20 SURIANI 22 0 SMP CERAMAH 4 8 43 48

21 RIKA AMELIA 19 0 SMA

SIMULASI GAME 2 5 35 52 22 WILDANA 22 0 PERGURUAN TINGGI SIMULASI GAME 5 5 49 51 23 JURIANA 35 0 SMA SIMULASI GAME 1 3 51 55 24 SAMSUL 50 1 SMP SIMULASI GAME 6 3 52 54 25 SUMARTI 18 0 SMP SIMULASI GAME 6 7 43 49 26 FITRI 23 0 SMA SIMULASI GAME 7 7 35 40 27 AMIN 30 0 SMA SIMULASI GAME 6 6 41 49 28 YULIANDANI 19 0 SMA SIMULASI GAME 4 4 46 50

(31)

29 RINA 49 1 SMA

SIMULASI

GAME 3 2 42 51

30 SARIFAH AINI 28 0 SMA

SIMULASI GAME 2 4 46 47 31 UDEN 40 1 SMA SIMULASI GAME 2 3 35 43 32 MISDI 27 0 SMP SIMULASI GAME 0 4 49 50 33 NASEB 52 1 SMP SIMULASI GAME 3 3 47 48 34 JURIANI 32 0 SMA SIMULASI GAME 4 3 45 47 35 YUNI 24 0 PERGURUAN TINGGI SIMULASI GAME 2 4 47 46 36 LAILA 22 0 SMA SIMULASI GAME 5 6 34 35 37 ZULIANDI 33 0 SMP SIMULASI GAME 4 5 33 36 38 AYU 43 1 SMA SIMULASI GAME 2 7 39 50 39 MEGA 22 0 SMA SIMULASI GAME 4 6 40 44 40 SUKRON 21 0 SMA SIMULASI GAME 6 7 43 48

(32)

Lampira 6

DOKUMENTASI PENELITIAN

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Karena pemuaian panas minyak isolasi lebih tinggi dibandingkan dengan pemuaian volume dari kabel, tidak akan cukup tempat didalam selubung logam untuk mengakomodasi jumlah

&. +uatu pedoman yang ditetapkan pimpinan rumah sakit sebagai auan dalam memberikan pelayanan makanan pada pasien dan karya%an yang sekurang8kurangnya menakup a) ketentuan

b. Pengesahan Hibah Langsung yang bersumber dari Dalam Negeri dalam bentuk uang sebesar yang telah diterima dan belanja yang bersumber dari hibah langsung yang bersumber dari

Kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang sudah ada di sekolah akan dikolaborasikan dengan kegiatan kewirausahaan yang telah ada di SMA Negeri 9 Tangerang. Siswa sangat

Terbitan tahun 2014 ini lebih fokus ke 2 Provinci yaitu Jawa Tengah & Jawa Timur dan merupakan hasil up-dating dari direktori sebelumnya dan tambahan beberapa perusahaan

X-banner ini mengunakan konsep “Simplicity”, maka dari itu menggunakan ilustrasi foto-foto sungai di Denpasar yang terkena pencemaran limbah B3, Ilustrasi fotografi

Pada bagian ruang lingkup unit kerja, penulis akan menjelaskan tentang ruang lingkup pekerjaan yang menjadi tanggung jawab bagian processing di PT. Memproses dan

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata variabel X siswa 69,96 berkategori “cukup” kemudian setelah diterapkan model discovery