• Tidak ada hasil yang ditemukan

Murjani (97-105) ISSN X Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang 8(2) 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Murjani (97-105) ISSN X Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang 8(2) 2017"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Teknis pengelompokkan siswa dalam model pembelajaran kooperatif   tipe TGT
Tabel 1 Hasil penilaian kelompok pada pembelajaran siklus I  Kelompok  Perolehan  Jumlah Kartu  pada TGT I  Skor rata-rata anggota kelompok  Peringkat  A  B  C  D  E  12 14 9 13 12  2,00 2,33 1,50 2,17 2,00  III I IV II III
Gambar 3 Hasil evaluasi pembelajaran siklus I
Tabel 4 menunjukkan bahwa kelompok yang mendapat nilai tertinggi pada  turnamen  II  dengan  perolehan  jumlah  kartu  27  dan  mendapat  predikat  sebagai  juara  I  adalah kelompok D
+3

Referensi

Dokumen terkait

Judul Skripsi : PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK NHT PADA MATERI IKATAN KIMIA, TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN

ridho- Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Penguasaan Konsep Kimia

2) Penguasaan konsep kimia siswa melalui model pembelajaran kooperatif Tipe TGT pada materi pokok larutan non-elektrolit dan elektrolit serta reaksi reduksi oksidasi dari siklus

Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik

Persentase siswa yang memiliki hasil belajar dengan kriteria rendah tidak mengala- mi perubahan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, sedangkan

untuk kelas eksperimen dan untuk kelas kontrol mempunyai nilai rata-rata sebesar 45. Artinya ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa

Pada siklus II guru telah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar

Peningkatan-peningkatan yang terjadi pada masing-masing siklus bukan tanpa alasan, mengingat model pembelajaran two stay – two stray adalah model pembelajaran kooperatif yang