• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 19.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 19.ppt"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

 BAB 19.

 BAB 19.

MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN PERBANKAN

(2)

Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur

Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur

dengan sangat ketat

dengan sangat ketat karena alasan-alasankarena alasan-alasan

tertentu.

tertentu.

Bagian pertama bab ini

Bagian pertama bab ini membicarakanmembicarakan

manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite

manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite

Basel, yang berujung pada perhitungan modal

Basel, yang berujung pada perhitungan modal

yang berbasis risiko.

yang berbasis risiko. Pembicaraan diteruskanPembicaraan diteruskan

dengan membahas peraturan manajemen risiko

dengan membahas peraturan manajemen risiko

bank di Indonesia.

bank di Indonesia.

Bagian kedua membicarakan manajemen risiko

Bagian kedua membicarakan manajemen risiko

di Chase Manhattan Bank. Chase

di Chase Manhattan Bank. Chase merupakanmerupakan

bank dengan operasi global.

(3)

Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur

Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur

dengan sangat ketat

dengan sangat ketat karena alasan-alasankarena alasan-alasan

tertentu.

tertentu.

Bagian pertama bab ini

Bagian pertama bab ini membicarakanmembicarakan

manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite

manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite

Basel, yang berujung pada perhitungan modal

Basel, yang berujung pada perhitungan modal

yang berbasis risiko.

yang berbasis risiko. Pembicaraan diteruskanPembicaraan diteruskan

dengan membahas peraturan manajemen risiko

dengan membahas peraturan manajemen risiko

bank di Indonesia.

bank di Indonesia.

Bagian kedua membicarakan manajemen risiko

Bagian kedua membicarakan manajemen risiko

di Chase Manhattan Bank. Chase

di Chase Manhattan Bank. Chase merupakanmerupakan

bank dengan operasi global.

(4)

 RISIKO PERBAN

 RISIKO PERBAN

KAN 

KAN 

Komite Basel merupakan komite yang terdiri dari perwakilan bank Komite Basel merupakan komite yang terdiri dari perwakilan bank sentral dari negara !" plus dua negara

sentral dari negara !" plus dua negara lainnya, yang mempunyailainnya, yang mempunyai tiga tujuan dalam kaitannya

tiga tujuan dalam kaitannya dengan regulasi mengenai perbankan.dengan regulasi mengenai perbankan. Ketiga tujuan tersebut adalah#

Ketiga tujuan tersebut adalah#

!. Memperkuat kelayakan dan stabilitas sistem perbankan !. Memperkuat kelayakan dan stabilitas sistem perbankan internasional

internasional

$. Menciptakan kerangka yang adil

$. Menciptakan kerangka yang adil untuk mengukur kecukupanuntuk mengukur kecukupan modal bank internasional

modal bank internasional

%. Mempunyai kerangka yang bisa diterapkan secara konsisten untuk %. Mempunyai kerangka yang bisa diterapkan secara konsisten untuk menyamakan &le'el playing (ield) *ketidaksamaan landasan

menyamakan &le'el playing (ield) *ketidaksamaan landasan kompetisi+ antar bank internasional.

kompetisi+ antar bank internasional.

Komite tersebut merumuskan regulasi perbankan, yang pada Komite tersebut merumuskan regulasi perbankan, yang pada akhirnya banyak diadopsi oleh regulator perbankan di negara akhirnya banyak diadopsi oleh regulator perbankan di negara lainnya. Bagian ini membicarakan rumusan aturan yang

lainnya. Bagian ini membicarakan rumusan aturan yang dikembangk

dikembangkan oleh an oleh komite Basel.komite Basel.

Komite Basel ! untuk pengawasan perbankan didirikan pada tahun Komite Basel ! untuk pengawasan perbankan didirikan pada tahun ! oleh gubernur bank sentral /egara !" plus $

! oleh gubernur bank sentral /egara !" plus $ negara lainnyanegara lainnya *0panoly dan 1u2emburg+.

(5)
(6)

0alah satu rumusan Basel ! untuk mencapai tujuannya adalah konsep risk weighted assets *3set berbobot risiko+. 3set berbobot risiko

adalah aset bank yang dikalikan dengan bobot risiko *risk weight+, yang kemudian dipakai

untuk perhitungan modal yang disyaratkan.

0emakin tinggi risiko aset bank, semakin tinggi bobot risiko aset tersebut.

Komite Basel menggunakan lima kategori kelas aset, yang berarti menggunakan lima kategori bobot risiko, yaitu "4, !"4, $"4, 5"4, dan !""4.

(7)
(8)

0ebagai contoh, misal bank memberikan pinjaman kepada bank non-67C8 dengan jangka waktu enam bulan, sebesar 9p!

milyar. 3set berbobot risiko untuk pinjaman tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.

 3set berbobot risiko : 9p! milyar 2 $"4 : 9p$"" juta

0elanjutnya, Komite Basel merumuskan target rasio modal yang ditetapkan sebesar ;4 dari aset berbobot risiko. <arget rasio modal bisa dirumuskan sebagai berikut ini.

<arget rasio 7ligible capital

Modal : --- 2 !""4 : ;4 9isk weighted assets

8alam contoh di atas, modal yang diperlukan *yang dipegang+  jika bank memberikan pinjaman kepada bank non-67C8 adalah#

7ligible capital : ","; 2 9p$"" juta : 9p!= juta

Perhatikan bahwa jika bank mempunyai aset dengan risiko yang tinggi, maka bank tersebut harus memegang modal yang juga lebih besar.

(9)

 Ekuivalen Risiko Kredit 

Item-item o((-balance sheet *diluar neraca

tetapi mempunyai konsekuensi sama

dengan item on-balance sheet+ harus

dimasukkan dalam perhitungan modal.

Contoh item on-balance sheet# hutang

Contoh item o((-balance sheet# menjamin

*berjanji+ akan memberikan hutang

Item o((-balance sheet dirubah ke

on-balance sheet melalui (aktor kon'ersi

(10)
(11)

Kontrak deri'ati'e merupakan kontrak kontinjensi *o(( balance sheet+ lainnya, tetapi mendapat perlakukan khusus.

Contoh kotrak tersebut adalah (orward, (utures, opsi, dan swap *lihat bab mengenai deri'ati'e+.

8alam kontrak deri'ati'e, besarnya kewajiban biasanya tidak sebesar nilai nominal kontrak. 0ebagai contoh, misal dua bank melakukan swap tingkat bungan dengan nilai nominal 9p! milyar. Bank 3 membayarkan tingkat bunga tetap sebesar !"4 kepada bank B. 0ebaliknya, bank B membayarkan tingkat bunga

mengambang ke bank 3 *misal 1IB69>!4+. ?ika tingkat bunga 1IB69 adalah !!4, maka bank 3 membayarkan !"4, dan

menerima !$4. 8alam hal ini bank 3 hanya menerima sisa sebesar $4 *!$4 -!"4+, kemudian dikalikan dengan nilai nominalnya sebesar 9p! milyar, yaitu 9p$" juta. Bank 3 menerima 9p$" juta meskipun nilai kontraknya adalah 9p! milyar.

 3da dua metode perhitungan credit e@ui'alence untuk kontrak deri'ati'e, yaitu#

 Current e2posure method

(12)

Current Method 

Credit e@ui'alence *C7+ untuk transaksi deri'ati'e sebagai berikut ini.

C7 : nilai pasar saat ini > *notional amount 2 add on+

<ambahan *add on+ dilakukan karena risiko kredit dari transaksi deri'ati'e bisa berubah-ubah *tidak konstan+. Antuk mengantisipasi perubahan risiko kredit tersebut, maka ada semacam &cadangan) kompensasi untuk

(13)

Misalkan Bank A melakukan kontrak swap dengan bank OECD senilai Rp1 milyar dengan jangka waktu enam tahun. isa kontrak adalah dua tahun !kontrak sudah berjalan selama empat tahun". Bank A berjanji untuk

membayar bunga tetap #$% dan akan menerima tingkat bunga &'BOR !tingkat bunga mengambang% bisa berubah(ubah. Biasanya perubahan diatur setiap enam bulan". )ingkat bunga saat ini mengalami kenaikan sehingga swap tersebut bernilai positi*% misal nilai pasar kontrak tersebut adalah Rp1#+ juta. Berapa modal yang harus dipegang bank tersebut,

(14)

 METODE ORIGINAL EXPOSURE 

-ntuk menghitung Credit Eui/alen0e% angka tersebut

!dalam tabel di atas"% dikalikan dengan nilai nominal untuk perhitungan CE. Dengan metode tersebut% bank tidak perlu untuk menghitung nilai pasar kontrak tersebut.

(15)

 ELIGIBLE CAPITAL

<ier !# 0aham biasa yang disetor penuh

dan saham pre(eren non-kumulati(

perpetual, dan disclosed reser'es

<ier $# Andisclosed reser'es, cadangan

dari re'aluasi aset, pro'isi umum,

cadangan kerugian kredit, instrument

hybrid, dan hutang subordinasI

<ier $ tidak boleh melebihi 5"4 dari total

modal.

(16)

Modal dasar tidak memasukkan# oodwill

In'estasi pada perusahaan keuangan dan banking yang tidak dikosolidasi

In'estasi pada modal bank lain dan perusahaan keuangan *berdasarkan kebijakan pengawas di /egara tersebut+

In'estasi minoritas di perusahaanbank yang tidak dikonsolidasi

<ier % hanya bisa digunakan hanya untuk mendukung porto(olio perdagangan.

(17)

 Perbaikan Risiko Pasar (Market

 Risk Amendment 199!

Metode yang dikembangkan Basel 3ccord tersebut masih

mempunyai kekurangan, terutama sensiti'itas terhadap risiko yang dirasa masih kurang. Pada tahun != komite Basel

mengeluarkan Market 9isk 3mendment !=.

 3mendment tersebut mem(okuskan pada risiko pasar. Perbaikan *amendment+ tersebut dilakukan setelah komite melakukan

in'estigasi mengenai metodologi internal yang sering digunakan oleh bank-bank besar untuk mengukur risiko perbankan.

Metodologi tersebut seringkali berbeda secara signi(ikan dengan metode aset berbobot risiko yang dikembangkan oleh komite

Basel. In'estigasi tersebut mengarah pada penerimaan metodologi internal yang dikembangkan oleh bank-bank besar tersebut.

Model kuantitati( yang banyak digunakan oleh bank dan akhirnya diadopsi oleh komite Basel adalah 39 *alue 3t 9isk+. Bab

mengenai pengukuran risiko pasar membicarakan tehnik perhitungan 39.

(18)

 Basel II 

Basel I mempunyai kelemahan seperti risiko yang dicakup untuk perhitungan permodalan adalah risiko kredit, yang kemudian diperbaiki dengan memasukkan risiko pasar.

Bobot risiko untuk risiko kredit masih &kasar) dimana untuk pinjaman kepada perusahaan, hanya mempunyai satu tingkat pembobotan, yaitu !""4. Padahal risiko kredit perusahaan bisa berbeda satu sama lain. 0ebagai contoh, perusahaan dengan rating rendah *misal 333+ mempunyai risiko yang rendah. Menggunakan hanya satu tingkat risiko dengan demikian kurang tepat.

Pada tahun !, komite Basel bekerja sama dengan

beberapa bank besar untuk mengembangkan permodalan bank yang baru. Basel II mempunyai kerangka permodalan yang lebih kompleks dibandingkan dengan Basel I. 8ari sisi risiko, jika Basel I hanya membicarakan risiko kredit dengan risiko pasar, maka Basel II memasukkan risiko operasional dan lainnya.

(19)

 Kerangka (Tga P!ar" Ba#e! II 

Pilar !# Modal minimum

Bank diwajibkan menghitung modal minimum yang harus dipegang untuk menutup risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Pilar $# 9e'iew Pengawasan

Proses re'iew pengawasan ditujukan untuk mem(ormalkan praktek sekarang yang dilakukan banyak regulator, khususnya bank sentral  3merika 0erikat dan Inggris. 9e'iew pengawasan ditujukan untuk

mem(okuskan perhatian pada perhitungan modal diatas modal

minimum pada pilar ! dan tindakan awal yang diperlukan jika bank mengalami kesulitan. Pilar $ juga memasukkan re'iew risiko spesi(ik yaitu risiko tingkat bunga yang dihadapi perbankan *dituliskan pada paper ?uli $""+.

Pilar %# 8isclosure

Pilar % mem(okuskan pada disiplin pasar yang dide(inisikan sebagai mekanisme corporate go'ernance internal dan eksternal di pasar bebas diluar inter'ensi lansung dari pemerintah.

(20)

Basel II untuk pertama kalinya mencantumkan risiko

operasional. 8engan demikian Pilar ! Basel II mencantumkan risiko kredit, pasar, dan operasional.

9isiko operasional dide(inisikan sebagai risiko kerugian karena proses internal yang tidak memadai atau gagal, sistem dan orang, dan dari kejadian eksternal. 9isiko operasional

mencakup aspek yang sangat luas.

Beberapa contoh sumber risiko operasional adalah#

 9isiko eksekusi, gangguan bisnis, transaksi

 9isiko orang, manajemen yang jelek 

 9isiko criminal, pencurian, perampokan, dan lainnya

 9isiko teknologi, aset (isik 

 9isiko kepatuhan dan risiko legal

 9isiko in(ormasi

D 9isiko tersebut mencakup aspek yang luas, meskipun ada beberapa risiko yang belum masuk dalam cakupan risiko operasional, seperti risiko bisnis, risiko strategis, dan risiko reputasi.

(21)

 Revie" Pen#a"asan

Basel II memasukkan re'iew pengawasan sehingga regulator bisa meminta bank tertentu untuk

meningkatkan modalnya jika regulator merasa bahwa bank tersebut mempunyai risiko yang lebih tinggi *risiko lainnya atau residual risks+.

Pilar $ juga mencakup risiko yang spesi(ik yaitu risiko perubahan tingkat bunga.

?ika suatu bank mempunyai risiko tingkat bunga yang

tinggi, maka pengawas bank bisa meminta bank tersebut untuk menambah modalnya. 8isamping itu Pilar $ juga mencakup proses pengawasan sehingga tindakan dini bisa dilakukan jika suatu bank mengalami kesulitan.

(22)

 Mana$emen Risiko Perbankan

 Indonesia

Perbankan di Indonesia diawasi oleh Bank Indonesia, yang merupakan bank sentral di Indonesia.

0ecara umum, Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mempertahankan nilai 9upiah.

Antuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia bertanggung jawab terhadap#

 Merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter

 Menjaga dan mempertahankan sistem pembayaran

 Mengatur dan mengawasi perbankan

D Manajemen risiko perbankan diatur melalui Peraturan Bank Indonesia *PBI+ 5;PBI$""% yaitu mengenai Pelaksanaan Manajamen 9isiko Bank.

(23)

Bank diharuskan mengelola risiko secara terintegarsi dan membuat sistem, struktur manajemen yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Bank Indonesia mengharuskan bank untuk mengelola empat risiko berikut ini#

 Pasar# risiko karena harga pasar yang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan

 Kredit# risiko karena counterparty mengalami gagal bayar *tidak bisa memenuhi kewajibannya+

 6perasional# risiko yang terjadi karena proses internal yang gagal, tidak memadai, kesalahan manusia,

kegagalan sistem, dan masalah eksternal yang mempengaruhi operasi bank 

 1ikuiditas# risiko yang terjadi karena bank tidak bisa memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo

(24)

Antuk bank yang lebih besar dan kompleks, bank  juga diharuskan untuk mengelola risiko#

!. 9isiko legal# risiko yang muncul karena tindakan atau tuntutan hukum

$. 9isiko reputasi# risiko yang muncul karena

publisitas dan persepsi negati( mengenai operasi bank 

%. 9isiko strategis# risiko karena pelaksanaan strategi yang kurang baik, pengambilan

keputusan yang kurang baik, kurangnya respons terhadap perubahan eksternal

. 9isiko kepatuhan# risiko kegagalan bank patuh terhadap hukum, peraturan, dan perundangan yang berlaku

(25)

 I%&S'RASI MANAEMEN RISIKO PERBANKAN  ) *+ASE MAN+A''AN 

Chase Manhattan merupakan bank dengan bisnis global yang mencakup tiga kelompok bisnis besar# lobal 0er'ices, Consumer 0er'ices, dan lobal Bank 

0ebagai bank besar, kegiatan bisnis Chase Manhattan lebih luas dibandingkan dengan kegiatan bisnis perbankan tradisional.

Kegiatan bisnis perbankan tradisional mem(okuskan pada menarik dana dari masyarakat dan meminjamkan dana tersebut. Bank memperoleh

interest income dari bisnis tersebut. Kegiatan bank kon'ensional semacam itu mendatangkan dua risiko, yaitu risiko kredit *jika kredit yang diberikan macet+ dan risiko likudiitas *jika masyarakat menarik dananya di luar

perkiraan bank+.

Chase menjual sebagian besar kredit yang diberikan *hampir "4+. Chase kemudian memperoleh pendapatan dari (ee *komisi+ untuk memulai

*credit initiation+ dan melayani *ser'icing+ kredit tersebut. Chase

mengurangi risiko kredit, menghemat modal yang dipakai untuk bisnisnya *modal tidak perlu terikat pada kredit yang diberikan+. Eampir separuh dari laba Chase berasal dari kegiatan pasar modal dan in'estasi saham indi'idu *pri'ate e@uity in'estment+  risiko pasar cukup besar.

(26)

Chase percaya bahwa kunci untuk mengelola

risiko adalah di'ersi(ikasi dan pengendalian yang kuat. Bagian penting dari proses pengendalian adalah komite manajemen risiko.

Chase muluncurkan program 03 sebagai

bagian dari manajemen risiko bank tersebut. Chase ingin mengkomunikasikan konsep

manajemen risiko yang tidak terlalu kompleks, mudah dipahami oleh semua tingkatan dalam organisasi. 03 pada dasarnya merupakan

konsep residual income, yaitu menghitung laba dengan mengurangkan beban untuk modal dari pendapatan operasional.

03 : Pendapatan operasional F Beban untuk modal

(27)

Bagaimana cara kerja SVA?

SVA = Pendapatan operasional – beban modal

Misalkan ada dua orang trader (A dan B) sama-sama menggunakan dana sebesar p!"" juta# $rader A

memperdagangkan surat ber%arga pemerinta% &ang risikon&a lebi% renda%# $rader B memperdagangkan sa%am &ang

risikon&a lebi% tinggi# 'arena risikon&a lebi% renda%

keuntungan &ang dis&aratkan (beban modal) untuk A adala% * sedangkan untuk B adala% !!* (karena risikon&a lebi% tinggi)# +ika A ingin memperole% SVA &ang positi, maka ia %arus memperole% keuntungan sebesar minimal *

sementara bagi B ia %arus memperole% keuntungan sebesar minimal !!*# Melalui cara seperti itu risiko akan secara otomatis diper%itungkan dalam ealuasi kinerja trader tersebut#

(28)

 Risiko Pasar 

 Cha#e

Chase menggunakan beberapa ukuran risiko pasar, yaitu alue 3t 9isk *39+, stress-testing, dan ukuran non-statistik lainnya.

Ketiga ukuran tersebut diharapkan memberikan gambaran risiko pasar yang komprehensi( yang dihadapi oleh Chase.

Chase menggunakan 39 harian dengan con(idence le'el 4. Chase menghitung 39 dengan metode histories, yaitu dengan

menggunakan data satu tahun terbaru untuk indikator pasar seperti tingkat bunga, perubahan kurs, harga pasar saham dan komoditas, dengan asumsi indikator tersebut bisa memprediksi kondisi di masa mendatang. Metode simulasi data histories digunakan dengan

menggunakan nilai indikator harian pada saat pasar tutup. Chase menghitung 39 untuk setiap posisi indi'idu, dan agregat

berdasarkan tipe bisnis, geogra(is, 'aluta asing, dan tipe risiko. <entu saja Chase juga menyadari bahwa 'aliditas model tersebut tergantung dari kualitas data yang dipakai, karena itu Chase juga melakukan back-testing untuk melihat akurasi model 39 tersebut.

(29)
(30)

Chase melengkapi AR dengan analisis stress(test yang 0ukup rin0i. Berikut ini 0ontoh hasil analisis stress(test yang dilakukan oleh Chase.

(31)

&kuran Risiko Pasar Non,Statistik

(Non,Kuantitati-!

Indikator risiko pasar non-statistik digunakan untuk melengkapi indikator kuantititai(. Indikator yang

digunakan antara lain adalah posisi terbuka bersih *net open position+, nilai basis poin, konsentrasi posisi, dan perputaran posisi.

Indikator tersebut diharapkan memberikan tambahan in(ormasi mengenai besar dan arah dari eksposur.

0ebagai contoh, nilai basis poin porto(olio

menunjukkan apakah perubahan indikator pasar sebesar satu basis poin *! bps atau !!"" dari !""4+ akan mengakibatkan kerugian atau

(32)

 Mana$emen Risiko Pasar 

Beberapa manajemen risiko pasar yang digunakan oleh Chase adalah penetapan batas 39 dan stress-test yang disetujui oleh 8ewan 8ireksi dan memasukkan ekspsur stress-test dalam metologi perhitungan

alokasi modal. ?ika batas tersebut terlewati, maka secara otomatis porto(olio akan dire'iew.

Pengendalian yang pokok dilakukan melalui penetapan batas. 0truktur penetapan batas tersebut berlanjut sampai ke le'el bawah *le'el trading desk+, dan mencakup instrument yang bisa diperdagangkan,

pengalaman dari trader, batas non-statistik, dan konsultasi kerugian.  39 dihitung baik pada le'el agregat maupun unit bisnis.

Pembatasan non-statistik diperlukan karena dalam kondisi tertentu, misal krisis keuangan, asumsi statistic tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Batas non-statistik memasukkan (aktor-(aktor likuiditas pasar, strategi bisnis, kinerja sebelumnya, pengalaman manajer.

Batas risiko dire'iew secara regular minimal dua kali dalam satu tahun. Chase juga menggunakan anjuran stop-loss untuk mengendalikan

risiko. 8engan demikian, Chase menggunakan indikator statistic *39, stress-test+, non-statistik, anjuran stop-loss, untuk mengelola risiko pada kondisi pasar normal dan tidak normal

(33)

 Risiko Kredit 

Chase menggunakan tehnik statistic untuk mengestimasi

kerugian yang diharapkan dan kerugian yang tidak diharapkan *di luar perkiraan+. Kerugian yang tidak diharapkan

merupakan penyimpangan dari kerugian yang diharapkan. 7stimasi tersebut menentukan alokasi biaya kredit untuk unit-unit bisnis, yang kemudian dimasukkan ke dalam pengukuran 03 unit bisnis.

Antuk kredit ritel *consumer+, Chase menggunakan model porto(olio yang canggih, model scoring kredit, dan alat

kuantitati( lainnya untuk menghitung dan menetapkan standar risiko kredit ritel. Parameter ditentukan sejak awal, dan biaya kredit *misal persentase yang macet+ merupakan bagian

integral untuk penentuan haga dan e'aluasi kredit. Porto(olio kredit ritel dimonitor untuk mengidenti(ikasi penyimpangan dari standar yang diharapkan, dan pergeseran pola perilaku nasabah.

(34)

Antuk kredit komersial, proses manajemen risiko kredit dimulai dengan proses pemilihan nasabah. Pendekatan industri global yang dilakukan Chase membantu

pengenalan risiko industri yang muncul, sehingga antisipasi bisa dilakukan lebih awal. /asabah

internasional juga penting diperhatikan. Chase

mem(okuskan pada perusahaan terbesar, pemimpin dalam sektornya, dengan kebutuhan pendanaan

internasional. Manajemen konsentrasi kredit juga

penting dilakukan. Chase mengelola konsentrasi kredit berdasarkan tingkat risiko, industri, produk, lokasi

(35)

 Mana$emen Risiko Kredit 

!. Mentrans(er risiko kredit ke pihak lain melalui penjualan kredit. Chase memberikan kredit sekitar G5"" milyar setiap tahunnya, tetapi hanya menahan sekitar 4 dari kredit tersebut. Penjualan semacam itu secara signi(ikan mengurangi risiko kredit Chase. Chase memperoleh (ee dari kegiatan memulai kredit dan

pelayanan kredit. 8isamping itu modal bisa cepat kembali, yang kemudian diputar lagi.

Meskipun penjualan kredit cukup gencar dilakukan oleh Chase, tetapi Chase masih mempertahankan sebagian *kecil+ dari kredit tersebut. Chase berargumen bahwa dengan mempertahankan sebagai kredit tersebut, Chase ingin menunjukkan bahwa Chase masih mempunyai komitmen dengan bisnis kredit tersebut. ?ika ada kesulitan yang berkaitan dengan kredit, Chase masih bisa membantu dan mempunyai keahlian untuk menangani kredit tersebut.

$. Menggunakan metode 03 untuk menge'aluasi kinerja unit pemberi kredit. Melalui metode 03, manajer unit kredit akan melihat risiko dari kredit yang akan diberikan sehingga mereka akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pemberian kredit.

(36)

 Risiko Oerasional 

Kerugian dari risiko operasional lebih sulit diprediksi dan lebih sulit untuk dikuanti(isir. 9isiko operasional mencakup hal-hal seperti kejahatan oleh karyawan atau pihak luar,

transaksi yang tidak diberi otorisasi, kesalahan pencatatan, kesalahan karena sistem computer atau telekomunikasi yang tidak berjalan

sebagaimana mestinya.

Chase sudah melakukan pengendalian yang

cukup, tetapi tidak ada jaminan bahwa kerugian akibat risiko operasional tidak terulang di masa mendatang.

(37)

9isiko operasional akan mempengaruhi

perhitungan 03, tetapi metodologi pengukuran risiko operasional masih relati'e sederhana.

Perhitungan modal berdasarkan risiko operasional dilakukan setiap kuartal.

Perhitungan risiko operasional didasarkan pada tiga hal#

 Biaya operasional *dalam dolar+

 0kor dari audit internal

 9anking e'aluasi risiko

Manajer unit yang memperoleh skor risiko 3

*risiko rendah+, maka modalnya *berbasis risiko+ akan diperhitungkan lebih rendah, sehingga

Referensi

Dokumen terkait

The release profiles at the doses of 10 kGy, 20 kGy and 30 kGy are similar to those control, but the amounts of captopril release at 4 h of study period were higher than those

telah di dapat bahwa pada saat ketinggian mobil 1 cm mobil belum terbaca oleh sensor, pengujian selanjutnya dengan ketinggian mobil 1,5 cm mobil yang masuk kedalam slot parkir masih

average response time for batch systems, it would be nice if it could be used for interactive processes as well. To a certain extent, it

Ways to make your first Web page rich with carefully arranged text, graphics, and multimedia, plus the information you need to go beyond your first Web page and create a

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Leher dengan Kualitas Tidur.. The association between body mass index (BMI) and neck circumference with

Salah satu permasalahan yang ada di masyarakat Dusun Lungguh, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Yogyakarta adalah kurangnya ilmu dan pengetahuan dalam

Proses penyisipan (Embedding) dilakukan dengan memilih 1 dari 5 host Audio yang telah disiapkan sebelumnya dan memprosesnya sebelum dapat melalui proses selanjutnya

Before you compile and upload a program to the Arduino, you have to configure two things in the IDE: the type of Arduino you’re using and the serial port your Arduino is connected