BAB 19.
BAB 19.
MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN PERBANKANPerbankan merupakan sektor usaha yang diatur
Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur
dengan sangat ketat
dengan sangat ketat karena alasan-alasankarena alasan-alasan
tertentu.
tertentu.
Bagian pertama bab ini
Bagian pertama bab ini membicarakanmembicarakan
manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite
manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite
Basel, yang berujung pada perhitungan modal
Basel, yang berujung pada perhitungan modal
yang berbasis risiko.
yang berbasis risiko. Pembicaraan diteruskanPembicaraan diteruskan
dengan membahas peraturan manajemen risiko
dengan membahas peraturan manajemen risiko
bank di Indonesia.
bank di Indonesia.
Bagian kedua membicarakan manajemen risiko
Bagian kedua membicarakan manajemen risiko
di Chase Manhattan Bank. Chase
di Chase Manhattan Bank. Chase merupakanmerupakan
bank dengan operasi global.
Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur
Perbankan merupakan sektor usaha yang diatur
dengan sangat ketat
dengan sangat ketat karena alasan-alasankarena alasan-alasan
tertentu.
tertentu.
Bagian pertama bab ini
Bagian pertama bab ini membicarakanmembicarakan
manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite
manajemen risiko yang dirumuskan oleh Komite
Basel, yang berujung pada perhitungan modal
Basel, yang berujung pada perhitungan modal
yang berbasis risiko.
yang berbasis risiko. Pembicaraan diteruskanPembicaraan diteruskan
dengan membahas peraturan manajemen risiko
dengan membahas peraturan manajemen risiko
bank di Indonesia.
bank di Indonesia.
Bagian kedua membicarakan manajemen risiko
Bagian kedua membicarakan manajemen risiko
di Chase Manhattan Bank. Chase
di Chase Manhattan Bank. Chase merupakanmerupakan
bank dengan operasi global.
RISIKO PERBAN
RISIKO PERBAN
KAN
KAN
Komite Basel merupakan komite yang terdiri dari perwakilan bank Komite Basel merupakan komite yang terdiri dari perwakilan bank sentral dari negara !" plus dua negara
sentral dari negara !" plus dua negara lainnya, yang mempunyailainnya, yang mempunyai tiga tujuan dalam kaitannya
tiga tujuan dalam kaitannya dengan regulasi mengenai perbankan.dengan regulasi mengenai perbankan. Ketiga tujuan tersebut adalah#
Ketiga tujuan tersebut adalah#
!. Memperkuat kelayakan dan stabilitas sistem perbankan !. Memperkuat kelayakan dan stabilitas sistem perbankan internasional
internasional
$. Menciptakan kerangka yang adil
$. Menciptakan kerangka yang adil untuk mengukur kecukupanuntuk mengukur kecukupan modal bank internasional
modal bank internasional
%. Mempunyai kerangka yang bisa diterapkan secara konsisten untuk %. Mempunyai kerangka yang bisa diterapkan secara konsisten untuk menyamakan &le'el playing (ield) *ketidaksamaan landasan
menyamakan &le'el playing (ield) *ketidaksamaan landasan kompetisi+ antar bank internasional.
kompetisi+ antar bank internasional.
Komite tersebut merumuskan regulasi perbankan, yang pada Komite tersebut merumuskan regulasi perbankan, yang pada akhirnya banyak diadopsi oleh regulator perbankan di negara akhirnya banyak diadopsi oleh regulator perbankan di negara lainnya. Bagian ini membicarakan rumusan aturan yang
lainnya. Bagian ini membicarakan rumusan aturan yang dikembangk
dikembangkan oleh an oleh komite Basel.komite Basel.
Komite Basel ! untuk pengawasan perbankan didirikan pada tahun Komite Basel ! untuk pengawasan perbankan didirikan pada tahun ! oleh gubernur bank sentral /egara !" plus $
! oleh gubernur bank sentral /egara !" plus $ negara lainnyanegara lainnya *0panoly dan 1u2emburg+.
0alah satu rumusan Basel ! untuk mencapai tujuannya adalah konsep risk weighted assets *3set berbobot risiko+. 3set berbobot risiko
adalah aset bank yang dikalikan dengan bobot risiko *risk weight+, yang kemudian dipakai
untuk perhitungan modal yang disyaratkan.
0emakin tinggi risiko aset bank, semakin tinggi bobot risiko aset tersebut.
Komite Basel menggunakan lima kategori kelas aset, yang berarti menggunakan lima kategori bobot risiko, yaitu "4, !"4, $"4, 5"4, dan !""4.
0ebagai contoh, misal bank memberikan pinjaman kepada bank non-67C8 dengan jangka waktu enam bulan, sebesar 9p!
milyar. 3set berbobot risiko untuk pinjaman tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.
3set berbobot risiko : 9p! milyar 2 $"4 : 9p$"" juta
0elanjutnya, Komite Basel merumuskan target rasio modal yang ditetapkan sebesar ;4 dari aset berbobot risiko. <arget rasio modal bisa dirumuskan sebagai berikut ini.
<arget rasio 7ligible capital
Modal : --- 2 !""4 : ;4 9isk weighted assets
8alam contoh di atas, modal yang diperlukan *yang dipegang+ jika bank memberikan pinjaman kepada bank non-67C8 adalah#
7ligible capital : ","; 2 9p$"" juta : 9p!= juta
Perhatikan bahwa jika bank mempunyai aset dengan risiko yang tinggi, maka bank tersebut harus memegang modal yang juga lebih besar.
Ekuivalen Risiko Kredit
Item-item o((-balance sheet *diluar neraca
tetapi mempunyai konsekuensi sama
dengan item on-balance sheet+ harus
dimasukkan dalam perhitungan modal.
Contoh item on-balance sheet# hutang
Contoh item o((-balance sheet# menjamin
*berjanji+ akan memberikan hutang
Item o((-balance sheet dirubah ke
on-balance sheet melalui (aktor kon'ersi
Kontrak deri'ati'e merupakan kontrak kontinjensi *o(( balance sheet+ lainnya, tetapi mendapat perlakukan khusus.
Contoh kotrak tersebut adalah (orward, (utures, opsi, dan swap *lihat bab mengenai deri'ati'e+.
8alam kontrak deri'ati'e, besarnya kewajiban biasanya tidak sebesar nilai nominal kontrak. 0ebagai contoh, misal dua bank melakukan swap tingkat bungan dengan nilai nominal 9p! milyar. Bank 3 membayarkan tingkat bunga tetap sebesar !"4 kepada bank B. 0ebaliknya, bank B membayarkan tingkat bunga
mengambang ke bank 3 *misal 1IB69>!4+. ?ika tingkat bunga 1IB69 adalah !!4, maka bank 3 membayarkan !"4, dan
menerima !$4. 8alam hal ini bank 3 hanya menerima sisa sebesar $4 *!$4 -!"4+, kemudian dikalikan dengan nilai nominalnya sebesar 9p! milyar, yaitu 9p$" juta. Bank 3 menerima 9p$" juta meskipun nilai kontraknya adalah 9p! milyar.
3da dua metode perhitungan credit e@ui'alence untuk kontrak deri'ati'e, yaitu#
Current e2posure method
Current Method
Credit e@ui'alence *C7+ untuk transaksi deri'ati'e sebagai berikut ini.
C7 : nilai pasar saat ini > *notional amount 2 add on+
<ambahan *add on+ dilakukan karena risiko kredit dari transaksi deri'ati'e bisa berubah-ubah *tidak konstan+. Antuk mengantisipasi perubahan risiko kredit tersebut, maka ada semacam &cadangan) kompensasi untuk
Misalkan Bank A melakukan kontrak swap dengan bank OECD senilai Rp1 milyar dengan jangka waktu enam tahun. isa kontrak adalah dua tahun !kontrak sudah berjalan selama empat tahun". Bank A berjanji untuk
membayar bunga tetap #$% dan akan menerima tingkat bunga &'BOR !tingkat bunga mengambang% bisa berubah(ubah. Biasanya perubahan diatur setiap enam bulan". )ingkat bunga saat ini mengalami kenaikan sehingga swap tersebut bernilai positi*% misal nilai pasar kontrak tersebut adalah Rp1#+ juta. Berapa modal yang harus dipegang bank tersebut,
METODE ORIGINAL EXPOSURE
-ntuk menghitung Credit Eui/alen0e% angka tersebut
!dalam tabel di atas"% dikalikan dengan nilai nominal untuk perhitungan CE. Dengan metode tersebut% bank tidak perlu untuk menghitung nilai pasar kontrak tersebut.
ELIGIBLE CAPITAL
<ier !# 0aham biasa yang disetor penuh
dan saham pre(eren non-kumulati(
perpetual, dan disclosed reser'es
<ier $# Andisclosed reser'es, cadangan
dari re'aluasi aset, pro'isi umum,
cadangan kerugian kredit, instrument
hybrid, dan hutang subordinasI
<ier $ tidak boleh melebihi 5"4 dari total
modal.
Modal dasar tidak memasukkan# oodwill
In'estasi pada perusahaan keuangan dan banking yang tidak dikosolidasi
In'estasi pada modal bank lain dan perusahaan keuangan *berdasarkan kebijakan pengawas di /egara tersebut+
In'estasi minoritas di perusahaanbank yang tidak dikonsolidasi
<ier % hanya bisa digunakan hanya untuk mendukung porto(olio perdagangan.
Perbaikan Risiko Pasar (Market
Risk Amendment 199!
Metode yang dikembangkan Basel 3ccord tersebut masih
mempunyai kekurangan, terutama sensiti'itas terhadap risiko yang dirasa masih kurang. Pada tahun != komite Basel
mengeluarkan Market 9isk 3mendment !=.
3mendment tersebut mem(okuskan pada risiko pasar. Perbaikan *amendment+ tersebut dilakukan setelah komite melakukan
in'estigasi mengenai metodologi internal yang sering digunakan oleh bank-bank besar untuk mengukur risiko perbankan.
Metodologi tersebut seringkali berbeda secara signi(ikan dengan metode aset berbobot risiko yang dikembangkan oleh komite
Basel. In'estigasi tersebut mengarah pada penerimaan metodologi internal yang dikembangkan oleh bank-bank besar tersebut.
Model kuantitati( yang banyak digunakan oleh bank dan akhirnya diadopsi oleh komite Basel adalah 39 *alue 3t 9isk+. Bab
mengenai pengukuran risiko pasar membicarakan tehnik perhitungan 39.
Basel II
Basel I mempunyai kelemahan seperti risiko yang dicakup untuk perhitungan permodalan adalah risiko kredit, yang kemudian diperbaiki dengan memasukkan risiko pasar.
Bobot risiko untuk risiko kredit masih &kasar) dimana untuk pinjaman kepada perusahaan, hanya mempunyai satu tingkat pembobotan, yaitu !""4. Padahal risiko kredit perusahaan bisa berbeda satu sama lain. 0ebagai contoh, perusahaan dengan rating rendah *misal 333+ mempunyai risiko yang rendah. Menggunakan hanya satu tingkat risiko dengan demikian kurang tepat.
Pada tahun !, komite Basel bekerja sama dengan
beberapa bank besar untuk mengembangkan permodalan bank yang baru. Basel II mempunyai kerangka permodalan yang lebih kompleks dibandingkan dengan Basel I. 8ari sisi risiko, jika Basel I hanya membicarakan risiko kredit dengan risiko pasar, maka Basel II memasukkan risiko operasional dan lainnya.
Kerangka (Tga P!ar" Ba#e! II
Pilar !# Modal minimum
Bank diwajibkan menghitung modal minimum yang harus dipegang untuk menutup risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Pilar $# 9e'iew Pengawasan
Proses re'iew pengawasan ditujukan untuk mem(ormalkan praktek sekarang yang dilakukan banyak regulator, khususnya bank sentral 3merika 0erikat dan Inggris. 9e'iew pengawasan ditujukan untuk
mem(okuskan perhatian pada perhitungan modal diatas modal
minimum pada pilar ! dan tindakan awal yang diperlukan jika bank mengalami kesulitan. Pilar $ juga memasukkan re'iew risiko spesi(ik yaitu risiko tingkat bunga yang dihadapi perbankan *dituliskan pada paper ?uli $""+.
Pilar %# 8isclosure
Pilar % mem(okuskan pada disiplin pasar yang dide(inisikan sebagai mekanisme corporate go'ernance internal dan eksternal di pasar bebas diluar inter'ensi lansung dari pemerintah.
Basel II untuk pertama kalinya mencantumkan risiko
operasional. 8engan demikian Pilar ! Basel II mencantumkan risiko kredit, pasar, dan operasional.
9isiko operasional dide(inisikan sebagai risiko kerugian karena proses internal yang tidak memadai atau gagal, sistem dan orang, dan dari kejadian eksternal. 9isiko operasional
mencakup aspek yang sangat luas.
Beberapa contoh sumber risiko operasional adalah#
9isiko eksekusi, gangguan bisnis, transaksi
9isiko orang, manajemen yang jelek
9isiko criminal, pencurian, perampokan, dan lainnya
9isiko teknologi, aset (isik
9isiko kepatuhan dan risiko legal
9isiko in(ormasi
D 9isiko tersebut mencakup aspek yang luas, meskipun ada beberapa risiko yang belum masuk dalam cakupan risiko operasional, seperti risiko bisnis, risiko strategis, dan risiko reputasi.
Revie" Pen#a"asan
Basel II memasukkan re'iew pengawasan sehingga regulator bisa meminta bank tertentu untuk
meningkatkan modalnya jika regulator merasa bahwa bank tersebut mempunyai risiko yang lebih tinggi *risiko lainnya atau residual risks+.
Pilar $ juga mencakup risiko yang spesi(ik yaitu risiko perubahan tingkat bunga.
?ika suatu bank mempunyai risiko tingkat bunga yang
tinggi, maka pengawas bank bisa meminta bank tersebut untuk menambah modalnya. 8isamping itu Pilar $ juga mencakup proses pengawasan sehingga tindakan dini bisa dilakukan jika suatu bank mengalami kesulitan.
Mana$emen Risiko Perbankan
Indonesia
Perbankan di Indonesia diawasi oleh Bank Indonesia, yang merupakan bank sentral di Indonesia.
0ecara umum, Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mempertahankan nilai 9upiah.
Antuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia bertanggung jawab terhadap#
Merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter
Menjaga dan mempertahankan sistem pembayaran
Mengatur dan mengawasi perbankan
D Manajemen risiko perbankan diatur melalui Peraturan Bank Indonesia *PBI+ 5;PBI$""% yaitu mengenai Pelaksanaan Manajamen 9isiko Bank.
Bank diharuskan mengelola risiko secara terintegarsi dan membuat sistem, struktur manajemen yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Bank Indonesia mengharuskan bank untuk mengelola empat risiko berikut ini#
Pasar# risiko karena harga pasar yang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan
Kredit# risiko karena counterparty mengalami gagal bayar *tidak bisa memenuhi kewajibannya+
6perasional# risiko yang terjadi karena proses internal yang gagal, tidak memadai, kesalahan manusia,
kegagalan sistem, dan masalah eksternal yang mempengaruhi operasi bank
1ikuiditas# risiko yang terjadi karena bank tidak bisa memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo
Antuk bank yang lebih besar dan kompleks, bank juga diharuskan untuk mengelola risiko#
!. 9isiko legal# risiko yang muncul karena tindakan atau tuntutan hukum
$. 9isiko reputasi# risiko yang muncul karena
publisitas dan persepsi negati( mengenai operasi bank
%. 9isiko strategis# risiko karena pelaksanaan strategi yang kurang baik, pengambilan
keputusan yang kurang baik, kurangnya respons terhadap perubahan eksternal
. 9isiko kepatuhan# risiko kegagalan bank patuh terhadap hukum, peraturan, dan perundangan yang berlaku
I%&S'RASI MANAEMEN RISIKO PERBANKAN ) *+ASE MAN+A''AN
Chase Manhattan merupakan bank dengan bisnis global yang mencakup tiga kelompok bisnis besar# lobal 0er'ices, Consumer 0er'ices, dan lobal Bank
0ebagai bank besar, kegiatan bisnis Chase Manhattan lebih luas dibandingkan dengan kegiatan bisnis perbankan tradisional.
Kegiatan bisnis perbankan tradisional mem(okuskan pada menarik dana dari masyarakat dan meminjamkan dana tersebut. Bank memperoleh
interest income dari bisnis tersebut. Kegiatan bank kon'ensional semacam itu mendatangkan dua risiko, yaitu risiko kredit *jika kredit yang diberikan macet+ dan risiko likudiitas *jika masyarakat menarik dananya di luar
perkiraan bank+.
Chase menjual sebagian besar kredit yang diberikan *hampir "4+. Chase kemudian memperoleh pendapatan dari (ee *komisi+ untuk memulai
*credit initiation+ dan melayani *ser'icing+ kredit tersebut. Chase
mengurangi risiko kredit, menghemat modal yang dipakai untuk bisnisnya *modal tidak perlu terikat pada kredit yang diberikan+. Eampir separuh dari laba Chase berasal dari kegiatan pasar modal dan in'estasi saham indi'idu *pri'ate e@uity in'estment+ risiko pasar cukup besar.
Chase percaya bahwa kunci untuk mengelola
risiko adalah di'ersi(ikasi dan pengendalian yang kuat. Bagian penting dari proses pengendalian adalah komite manajemen risiko.
Chase muluncurkan program 03 sebagai
bagian dari manajemen risiko bank tersebut. Chase ingin mengkomunikasikan konsep
manajemen risiko yang tidak terlalu kompleks, mudah dipahami oleh semua tingkatan dalam organisasi. 03 pada dasarnya merupakan
konsep residual income, yaitu menghitung laba dengan mengurangkan beban untuk modal dari pendapatan operasional.
03 : Pendapatan operasional F Beban untuk modal
Bagaimana cara kerja SVA?
SVA = Pendapatan operasional – beban modal
Misalkan ada dua orang trader (A dan B) sama-sama menggunakan dana sebesar p!"" juta# $rader A
memperdagangkan surat ber%arga pemerinta% &ang risikon&a lebi% renda%# $rader B memperdagangkan sa%am &ang
risikon&a lebi% tinggi# 'arena risikon&a lebi% renda%
keuntungan &ang dis&aratkan (beban modal) untuk A adala% * sedangkan untuk B adala% !!* (karena risikon&a lebi% tinggi)# +ika A ingin memperole% SVA &ang positi, maka ia %arus memperole% keuntungan sebesar minimal *
sementara bagi B ia %arus memperole% keuntungan sebesar minimal !!*# Melalui cara seperti itu risiko akan secara otomatis diper%itungkan dalam ealuasi kinerja trader tersebut#
Risiko Pasar
Cha#e
Chase menggunakan beberapa ukuran risiko pasar, yaitu alue 3t 9isk *39+, stress-testing, dan ukuran non-statistik lainnya.
Ketiga ukuran tersebut diharapkan memberikan gambaran risiko pasar yang komprehensi( yang dihadapi oleh Chase.
Chase menggunakan 39 harian dengan con(idence le'el 4. Chase menghitung 39 dengan metode histories, yaitu dengan
menggunakan data satu tahun terbaru untuk indikator pasar seperti tingkat bunga, perubahan kurs, harga pasar saham dan komoditas, dengan asumsi indikator tersebut bisa memprediksi kondisi di masa mendatang. Metode simulasi data histories digunakan dengan
menggunakan nilai indikator harian pada saat pasar tutup. Chase menghitung 39 untuk setiap posisi indi'idu, dan agregat
berdasarkan tipe bisnis, geogra(is, 'aluta asing, dan tipe risiko. <entu saja Chase juga menyadari bahwa 'aliditas model tersebut tergantung dari kualitas data yang dipakai, karena itu Chase juga melakukan back-testing untuk melihat akurasi model 39 tersebut.
Chase melengkapi AR dengan analisis stress(test yang 0ukup rin0i. Berikut ini 0ontoh hasil analisis stress(test yang dilakukan oleh Chase.
&kuran Risiko Pasar Non,Statistik
(Non,Kuantitati-!
Indikator risiko pasar non-statistik digunakan untuk melengkapi indikator kuantititai(. Indikator yang
digunakan antara lain adalah posisi terbuka bersih *net open position+, nilai basis poin, konsentrasi posisi, dan perputaran posisi.
Indikator tersebut diharapkan memberikan tambahan in(ormasi mengenai besar dan arah dari eksposur.
0ebagai contoh, nilai basis poin porto(olio
menunjukkan apakah perubahan indikator pasar sebesar satu basis poin *! bps atau !!"" dari !""4+ akan mengakibatkan kerugian atau
Mana$emen Risiko Pasar
Beberapa manajemen risiko pasar yang digunakan oleh Chase adalah penetapan batas 39 dan stress-test yang disetujui oleh 8ewan 8ireksi dan memasukkan ekspsur stress-test dalam metologi perhitungan
alokasi modal. ?ika batas tersebut terlewati, maka secara otomatis porto(olio akan dire'iew.
Pengendalian yang pokok dilakukan melalui penetapan batas. 0truktur penetapan batas tersebut berlanjut sampai ke le'el bawah *le'el trading desk+, dan mencakup instrument yang bisa diperdagangkan,
pengalaman dari trader, batas non-statistik, dan konsultasi kerugian. 39 dihitung baik pada le'el agregat maupun unit bisnis.
Pembatasan non-statistik diperlukan karena dalam kondisi tertentu, misal krisis keuangan, asumsi statistic tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Batas non-statistik memasukkan (aktor-(aktor likuiditas pasar, strategi bisnis, kinerja sebelumnya, pengalaman manajer.
Batas risiko dire'iew secara regular minimal dua kali dalam satu tahun. Chase juga menggunakan anjuran stop-loss untuk mengendalikan
risiko. 8engan demikian, Chase menggunakan indikator statistic *39, stress-test+, non-statistik, anjuran stop-loss, untuk mengelola risiko pada kondisi pasar normal dan tidak normal
Risiko Kredit
Chase menggunakan tehnik statistic untuk mengestimasi
kerugian yang diharapkan dan kerugian yang tidak diharapkan *di luar perkiraan+. Kerugian yang tidak diharapkan
merupakan penyimpangan dari kerugian yang diharapkan. 7stimasi tersebut menentukan alokasi biaya kredit untuk unit-unit bisnis, yang kemudian dimasukkan ke dalam pengukuran 03 unit bisnis.
Antuk kredit ritel *consumer+, Chase menggunakan model porto(olio yang canggih, model scoring kredit, dan alat
kuantitati( lainnya untuk menghitung dan menetapkan standar risiko kredit ritel. Parameter ditentukan sejak awal, dan biaya kredit *misal persentase yang macet+ merupakan bagian
integral untuk penentuan haga dan e'aluasi kredit. Porto(olio kredit ritel dimonitor untuk mengidenti(ikasi penyimpangan dari standar yang diharapkan, dan pergeseran pola perilaku nasabah.
Antuk kredit komersial, proses manajemen risiko kredit dimulai dengan proses pemilihan nasabah. Pendekatan industri global yang dilakukan Chase membantu
pengenalan risiko industri yang muncul, sehingga antisipasi bisa dilakukan lebih awal. /asabah
internasional juga penting diperhatikan. Chase
mem(okuskan pada perusahaan terbesar, pemimpin dalam sektornya, dengan kebutuhan pendanaan
internasional. Manajemen konsentrasi kredit juga
penting dilakukan. Chase mengelola konsentrasi kredit berdasarkan tingkat risiko, industri, produk, lokasi
Mana$emen Risiko Kredit
!. Mentrans(er risiko kredit ke pihak lain melalui penjualan kredit. Chase memberikan kredit sekitar G5"" milyar setiap tahunnya, tetapi hanya menahan sekitar 4 dari kredit tersebut. Penjualan semacam itu secara signi(ikan mengurangi risiko kredit Chase. Chase memperoleh (ee dari kegiatan memulai kredit dan
pelayanan kredit. 8isamping itu modal bisa cepat kembali, yang kemudian diputar lagi.
Meskipun penjualan kredit cukup gencar dilakukan oleh Chase, tetapi Chase masih mempertahankan sebagian *kecil+ dari kredit tersebut. Chase berargumen bahwa dengan mempertahankan sebagai kredit tersebut, Chase ingin menunjukkan bahwa Chase masih mempunyai komitmen dengan bisnis kredit tersebut. ?ika ada kesulitan yang berkaitan dengan kredit, Chase masih bisa membantu dan mempunyai keahlian untuk menangani kredit tersebut.
$. Menggunakan metode 03 untuk menge'aluasi kinerja unit pemberi kredit. Melalui metode 03, manajer unit kredit akan melihat risiko dari kredit yang akan diberikan sehingga mereka akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pemberian kredit.
Risiko Oerasional
Kerugian dari risiko operasional lebih sulit diprediksi dan lebih sulit untuk dikuanti(isir. 9isiko operasional mencakup hal-hal seperti kejahatan oleh karyawan atau pihak luar,
transaksi yang tidak diberi otorisasi, kesalahan pencatatan, kesalahan karena sistem computer atau telekomunikasi yang tidak berjalan
sebagaimana mestinya.
Chase sudah melakukan pengendalian yang
cukup, tetapi tidak ada jaminan bahwa kerugian akibat risiko operasional tidak terulang di masa mendatang.
9isiko operasional akan mempengaruhi
perhitungan 03, tetapi metodologi pengukuran risiko operasional masih relati'e sederhana.
Perhitungan modal berdasarkan risiko operasional dilakukan setiap kuartal.
Perhitungan risiko operasional didasarkan pada tiga hal#
Biaya operasional *dalam dolar+
0kor dari audit internal
9anking e'aluasi risiko
Manajer unit yang memperoleh skor risiko 3
*risiko rendah+, maka modalnya *berbasis risiko+ akan diperhitungkan lebih rendah, sehingga