akan berjalan dengan bagian luar kakinya,
akan berjalan dengan bagian luar kakinya, yang mungkyang mungkin menimbulkin menimbulkan nyeri dan atau disabilitas. Meskipunan nyeri dan atau disabilitas. Meskipun b
beeggiittuu, , hhaal l iinni i mmaassiih h mmeenjnjaaddi i ttaantntaannggaan n bbaaggi i kkeetteerraammppililaah h ppaarra a aahhlli i bbeeddah ah oorrttooppeeddiik k aakkiibbaat t aaddaannyyaa kecenderungan kelainan ini menjadi relaps, tanpa memperdulikan apakah kelainan tersebut diterapi secara kecenderungan kelainan ini menjadi relaps, tanpa memperdulikan apakah kelainan tersebut diterapi secara operatif maupun konservatif. Salah satu alasan terjadinya relaps antara lain adalah kegagalan ahli bedah dalam operatif maupun konservatif. Salah satu alasan terjadinya relaps antara lain adalah kegagalan ahli bedah dalam mengenali kelainan patoanatomi yang mendasarinya. Clubfoot seringkali secara otomatis dianggap sebagai mengenali kelainan patoanatomi yang mendasarinya. Clubfoot seringkali secara otomatis dianggap sebagai deformitas equinovarus, namun ternyata terdapat permutasi dan kombinasi lainnya, seperti Calcaneovalgus, deformitas equinovarus, namun ternyata terdapat permutasi dan kombinasi lainnya, seperti Calcaneovalgus, Equinovalgus dan calcaneovarus yang mungkin saja terjadi.
Equinovalgus dan calcaneovarus yang mungkin saja terjadi.
1 1
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI ANATOMI Articulatio talocruralis Articulatio talocruralisJenis sendi ada lah gynglimus sinovial yang meliputi tibia, fibula dan talus. Penguat sendi ligamentum mediale Jenis sendi ada lah gynglimus sinovial yang meliputi tibia, fibula dan talus. Penguat sendi ligamentum mediale (del
(deltoidetoideum) um) pars tibionapars tibionavicuvicularis, pars laris, pars tibiotibiocalcacalcanea, pars nea, pars tibiotibiotalartalaris is anteanterior, pars rior, pars tibiotibiotalartalaris is postposterioerio.. Ligamentum talofibulare posterius dan ligamentum calcanofibulare. Sumbu gerak pada sendi ini adalah sumbu Ligamentum talofibulare posterius dan ligamentum calcanofibulare. Sumbu gerak pada sendi ini adalah sumbu frontal yang berjalan dari kraniomedialis ujung bawah malleolus medialis sampai kaudolateralis ujung bawah frontal yang berjalan dari kraniomedialis ujung bawah malleolus medialis sampai kaudolateralis ujung bawah p
paadda ma maalllleeoolluus ls laatteerraallisis. S. Suummbbu iu inni mi meemmbbeennttuuk sk suudduut pt paadda ba biiddaanng g ttrraannssvveerrssa sa seebbeessaar 7r 7oo. Bila dilihat dari atas. Bila dilihat dari atas anteromedial ke posterolateral dan membentuk sudut 13
anteromedial ke posterolateral dan membentuk sudut 13oodari bidang frontal.dari bidang frontal. Gerak sendi fleksi dorasalis meliputi M. Tibialis anterior,
Gerak sendi fleksi dorasalis meliputi M. Tibialis anterior, M. Extensor digitoM. Extensor digitorum longus, M. Peronerum longus, M. Peroneus tertius,us tertius, dan M. Exte
dan M. Extensor hallucis longunsor hallucis longus. s. Tulang-tuTulang-tulang kaki selain metatarlang kaki selain metatarsal dan falang di sebut tulang tasal dan falang di sebut tulang tarsal. rsal. Tulang Tulang--tulang tarsal itu
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
CT
CTEV EV (Co(Congngenenitaital l TaTaliplipes es EqEquiuino no VaVarurus) s) sersering ing didisebsebut ut jujuga ga clclububfoofoot t adaadalalahh deformitas yang meliputi flexi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki deformitas yang meliputi flexi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki depan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Taliper berasal dari kata depan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Taliper berasal dari kata talus (ankle) dan pes (foot), menunjukan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan talus (ankle) dan pes (foot), menunjukan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan pende
penderitanya ritanya berjalan berjalan pada pada angkeangke-nya. -nya. Sedang Sedang EquinEquinovarus ovarus berasal berasal dari dari kata kata equinoequino (meng.kuda) dan varus (bengkok ke arah dalam/medial).
(meng.kuda) dan varus (bengkok ke arah dalam/medial).
EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI
Insidens CTEV yaitu 1 dari setiap 1000 kelahiran hidup. Lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki Insidens CTEV yaitu 1 dari setiap 1000 kelahiran hidup. Lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki daripada
daripada perempuan perempuan (2:1). (2:1). 50% 50% bersifat bilatebersifat bilateral.ral.
ETIOLOGI ETIOLOGI
Sampai saat ini masih banyak perdebatan dalam etiopatologi CTEV. Banyak teori telah Sampai saat ini masih banyak perdebatan dalam etiopatologi CTEV. Banyak teori telah diajukan sebagai penyebab deformitas ini, termasuk faktor genetik, defek sel germinativum diajukan sebagai penyebab deformitas ini, termasuk faktor genetik, defek sel germinativum primer, anom
primer, anomali vaskular, faktor jaringan lunaali vaskular, faktor jaringan lunak, faktor intrauterine dan faktor miogk, faktor intrauterine dan faktor miogenik. Telahenik. Telah diketahui bahwa kebanyakan anak dengan CTEV memiliki atrofi otot betis, yang tidak hilang diketahui bahwa kebanyakan anak dengan CTEV memiliki atrofi otot betis, yang tidak hilang setelah terapi, karenanya mungkin terdapat hubungan antara patologi otot dan deformitas ini. setelah terapi, karenanya mungkin terdapat hubungan antara patologi otot dan deformitas ini. Beb
Beberaperapa a teoteori ri yang yang dikdikemuemukakkakan an menmengengenai ai penpenyebyebab ab clubclubfootfoot. . PerPertamatama, , adaadalah lah kukumanman plasma primer
plasma primer yang merusak yang merusak talus talus menymenyebabkaebabkan n flexi flexi plantar yang plantar yang berkelberkelanjutan dan anjutan dan inversiinversi pada
pada tulang tulang tersebuttersebut, , dan dan selanjutselanjutnya nya diikudiikuti ti perubaperubahan han pada pada jaringan jaringan lunak, lunak, pada pada sendi sendi dandan ko
kompmpleleks ks mumuskskululototenendidinonousus. . TeTeorori i lalaininnynya a kekelalaininan an jajariringngan an lulunanak k prprimimer er bebesesertrtaa neurom
neuromuskular akibat uskular akibat perubperubahan tulang ahan tulang sekundsekunder. er. KlinisnyKlinisnya, a, anak dengan anak dengan CTECTEV V mempmempunyaiunyai hipotrofi arteritibialis anterior dalam penambahan terhadap atrofi dari muskular sekitar betis. hipotrofi arteritibialis anterior dalam penambahan terhadap atrofi dari muskular sekitar betis. Beberapa penulis telah mendokumentasikan distribusi abnormal dari tipe I dan tipe 2 muscle Beberapa penulis telah mendokumentasikan distribusi abnormal dari tipe I dan tipe 2 muscle fibers pada clubfoot.Kaki abnormal mungkin 1,5-1 ukurannya lebih kecil pada panjang dan fibers pada clubfoot.Kaki abnormal mungkin 1,5-1 ukurannya lebih kecil pada panjang dan lebarnya.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Typical Clubfoot
Typical ClubfootMerupakan kaki pengkor klasik yang hanya menderita kaki pengkor saja tanpaMerupakan kaki pengkor klasik yang hanya menderita kaki pengkor saja tanpa disertai kelainan lain. Umumnya dapat dikoreksi setelah lima kali pengegipan dan dengan disertai kelainan lain. Umumnya dapat dikoreksi setelah lima kali pengegipan dan dengan manajemen ponseti mempunyai hasil jangka panjang yang baik atau memuaskan.
manajemen ponseti mempunyai hasil jangka panjang yang baik atau memuaskan. Positional
Positional clubfoot clubfoot sangsangat at jarajarang ng diteditemukmukan, an, sangsangat at flekfleksibesibel l dan dan diddiduga uga akibakibat at jepijepitantan intrauterin. Pada umumnya koreksi dapat dicapai dengan satu atau dua kali pengegipan.
intrauterin. Pada umumnya koreksi dapat dicapai dengan satu atau dua kali pengegipan. Delayed treate
Delayed treated clubfoot d clubfoot ditemukan pada anak berusia 6 bulan atau lebih.ditemukan pada anak berusia 6 bulan atau lebih. Recurren
Recurrent t typical typical clubfoot clubfoot dapdapat at terjterjadi adi baibaik k padpada a kasukasus s yanyang g awaawalnylnya a ditditangangani ani dendengangan metode ponseti maupun dengan metode lain. Relaps lebih jarang terjadi dengan metode ponseti metode ponseti maupun dengan metode lain. Relaps lebih jarang terjadi dengan metode ponseti dan umumnya diakibatkan pelepasan brace yang terlalu dini. Rekurensi supinasi dan equinus dan umumnya diakibatkan pelepasan brace yang terlalu dini. Rekurensi supinasi dan equinus paling
paling sering sering terjadi. terjadi. AwalnyAwalnya a bersifat bersifat dinamik dinamik namun namun dengdengan an berjalanberjalannya nya waktu waktu menjadmenjadii fixed
fixed ..
Alternatively
Alternatively treated treated typical typical clubfoot clubfoot termasuk kaki pengkor yang ditangani secara operatif termasuk kaki pengkor yang ditangani secara operatif atau pengegipan dengan metode non-Ponseti.
atau pengegipan dengan metode non-Ponseti. A
Atytyppicicaal l cclluubbffoooot t kategori ini pada biasanya berhubungan dengan penyakit lain. kategori ini pada biasanya berhubungan dengan penyakit lain. Mulailah penanganan denganMulailah penanganan dengan metode ponseti. Koreksi umumnya lebih sulit.
metode ponseti. Koreksi umumnya lebih sulit. Rigid
Rigid atau atau Resistant Resistant atypical atypical clubfoot clubfoot dapat kurus atau gemuk. Kasus dengan kaki yangdapat kurus atau gemuk. Kasus dengan kaki yang gemuk lebih sulit ditangani. Kaki tersebut umumnya kaku, pendek, gemuk dengan lekukan gemuk lebih sulit ditangani. Kaki tersebut umumnya kaku, pendek, gemuk dengan lekukan ku
kulit lit yayang ng dadalam lam papada da teltelapaapak k kakaki ki dadan n didibagbagian ian bebelaklakang ang pepergergelanlangagan n kakakiki, , teterdrdapaapatt pemen
pemendekan dekan metatarsal metatarsal pertama pertama dengdengan an hiperekhiperekstensi stensi sendi sendi metatarsometatarsophalangphalangeal. eal. DeformDeformitasitas ini terjadi pada bayi yang menderita kaki pengkor saja tanpa disertai kelainan yang lain.
ini terjadi pada bayi yang menderita kaki pengkor saja tanpa disertai kelainan yang lain. Syndromic clu
Syndromic clubfoot bfoot
Selain kaki pengkor ditemukan juga kelainan kongenital lain. Jadi kaki pengkor merupakan Selain kaki pengkor ditemukan juga kelainan kongenital lain. Jadi kaki pengkor merupakan bagian
bagian dari dari suatu suatu sindromsindroma. a. Metode Metode ponsetponseti i tetap tetap merupmerupakan akan standar standar penangpenanganan, anan, tetapitetapi mun
mungkigkin n lebilebih h sulsulit it dendengan gan hasihasil l kurkurang ang dapdapat at diradiramalmalkankan. . HasHasil il akhakhir ir penpenanganganaanan n leblebihih ditentukan oleh kondisi yang mendasarinya daripada kaki pengkornya sendiri
ditentukan oleh kondisi yang mendasarinya daripada kaki pengkornya sendiri Tetralogic clubfoot
Tetralogic clubfoot --seperti pada congenital tarsal synchondrosis.--seperti pada congenital tarsal synchondrosis. Neurogen
Neurogenic clubfoot ic clubfoot -- berhubungan dengan kelainan neurologi seperti meningomyelocele.-- berhubungan dengan kelainan neurologi seperti meningomyelocele. Acquired clu
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Clubfoot bukan merupakan malformasi embrionik. Kaki yang pada mulanya normal Clubfoot bukan merupakan malformasi embrionik. Kaki yang pada mulanya normal akan menjadi clubfoot selama trimester kedua kehamilan. Clubfoot jarang terdeteksi pada janin akan menjadi clubfoot selama trimester kedua kehamilan. Clubfoot jarang terdeteksi pada janin yang berumur dibawah 16 minggu. Pada clubfoot, ligamen-ligamen pada sisi lateral dan medial yang berumur dibawah 16 minggu. Pada clubfoot, ligamen-ligamen pada sisi lateral dan medial ankle serta sendi tarsal sangat tebal dan kaku, yang dengan kuat menahan kaki pada posisi ankle serta sendi tarsal sangat tebal dan kaku, yang dengan kuat menahan kaki pada posisi equines dan membuat navicular dan calcaneus dalam posisi adduksi dan inversi. Ukuran equines dan membuat navicular dan calcaneus dalam posisi adduksi dan inversi. Ukuran otot-otot betis berbanding terbalik dengan derajat deformitasnya. Pada kaki pengkor yang sangat otot betis berbanding terbalik dengan derajat deformitasnya. Pada kaki pengkor yang sangat berat,
berat, gastrosgastrosoleus oleus tampak sebagai tampak sebagai otot otot kecil kecil pada sepertiga pada sepertiga atas atas betis. Sintesis betis. Sintesis kolagekolagen n yangyang berleb
berlebihan ihan pada pada ligamenligamen, , tendo tendo dan dan otot otot terus terus berlangberlangsung sung sampai sampai anak anak berumuberumur r 3-4 3-4 tata huhu nn dan
dan munmungkin gkin merupmerupakan akan penypenyebab ebab relaps relaps (kek(kekambuambuhan). han). DibawDibawah ah mikromikroskopskop,, be
be rkrk aas s sserer abab ut ut koko lala gegen n memenunu njnj ukukkaka n n gaga mbmb arar an an bebe rgrgelel omom baba ng ng yayanng g didi kekenana ll sebag
sebagai ai crimp (kerutan). Kerutan crimp (kerutan). Kerutan ini ini menmenyebabyebabkan kan ligamligament ent mudamudah h diregdiregangkangkan.an. Peregan
Peregan gan gan ligamen ligamen pada pada bayi, bayi, yang yang dilakukadilakuka n n dengan gdengan genentltlee, tid, tidak mak memembabahahayayakakan.n. Ke
Kerurutan tan akakan an mumuncncul ul laglagi i bebebeberaprapa a harhari i beberikrikututnyanya, , yayang ng mememumungngkikinknkan an didilaklakukukanan perega
peregangan ngan lebih lebih lanjut. lanjut. Inilah Inilah sebabnsebabnya ya mengamengapa pa korekkoreksi si deformdeformitas itas secara secara manual manual mudamudahh dilakukan.
dilakukan.
Sebagian besar deformitas terjadi ditarsus. Pada saat lahir, tulang tarsal, yang hampur Sebagian besar deformitas terjadi ditarsus. Pada saat lahir, tulang tarsal, yang hampur seluruhnya masih berupa tulang rawan, berada dalam posisi fleksi, adduksi, dan inversi yang seluruhnya masih berupa tulang rawan, berada dalam posisi fleksi, adduksi, dan inversi yang berleb
berlebihan. ihan. Talus Talus dalam dalam posisi posisi plantar plantar fleksi fleksi hebat, hebat, collumcollumnya nya melengmelengkung kung ke ke medial medial dandan plantar, dan kaputny
plantar, dan kaputnya berbentuk baji. Navikula berbentuk baji. Navikular bergeser jauh ke ar bergeser jauh ke medialmedial, mendekati malleolus, mendekati malleolus medialis dan berartikulasi dengan permukaan medial caput talus. Calcaneus adduksi dan inversi medialis dan berartikulasi dengan permukaan medial caput talus. Calcaneus adduksi dan inversi dibawah talus. Sendi-sendi tarsal secara fungsional saling tergantung. Pergerakan satu tulang dibawah talus. Sendi-sendi tarsal secara fungsional saling tergantung. Pergerakan satu tulang tarsal akan menyebabkan pergeseran tulang tarsal disekitanya. Pergerakan sendi ditentukan tarsal akan menyebabkan pergeseran tulang tarsal disekitanya. Pergerakan sendi ditentukan ol
oleh eh kekelelengngkukungngan an pepermrmukukaaaan n sesendndi i sasan n ololeh eh ororieientntasasi i dadan n ststruruktktur ur liligagamemen n yayangng men
mengikgikatkatkanyanya. a. TiaTiap-tip-tiap ap sensendi di memmempunpunyai yai polpola a perpergergerakaakan n yang yang khakhas. s. OleOleh h karekarena na itu,itu, korek
koreksi si tulang tarsal kaki pengkor yang inverse serta bergeser jauh ke tulang tarsal kaki pengkor yang inverse serta bergeser jauh ke medial, harus dilakukmedial, harus dilakukanan den
dengan mengggan menggeser eser navnaviculicular, ar, cubcuboidoid, , dan calcanedan calcaneus us ke ke arah arah latelateral ral secasecara ra berbertahatahap p dandan simu
simultanltan, , sebesebelum lum meremereka ka dapdapat at diedieversversi i kepkeposiosisi si netnetral. ral. PerPergesegeseran ran ini ini mudmudah ah diladilakukkukanan karena ligamenta tarsal dapat
karena ligamenta tarsal dapat diregadiregangkan secara bertahap. Koreksi tulang tarsal ngkan secara bertahap. Koreksi tulang tarsal kaki pengkor kaki pengkor yang telah bergeser hebat memerlukan pengertian yang baik mengenai anatomi fungsional yang telah bergeser hebat memerlukan pengertian yang baik mengenai anatomi fungsional talus. Banyak alhi ortopedik menangani kaki pengkor dengan asumsi yang salah bahwa sendi talus. Banyak alhi ortopedik menangani kaki pengkor dengan asumsi yang salah bahwa sendi sub
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
akan menyebabkan forefoot lebih pronasi lagi dan akibatnya akan memperberat cavus dan akan menyebabkan forefoot lebih pronasi lagi dan akibatnya akan memperberat cavus dan menekan calcaneus yang adduksi pada talus. Akibatnya calcaneus varus tetap tidak terkoreksi. menekan calcaneus yang adduksi pada talus. Akibatnya calcaneus varus tetap tidak terkoreksi.
MANIFESTASI KLINIS MANIFESTASI KLINIS
Gambaran klinisnya dapat dibagi 2: Gambaran klinisnya dapat dibagi 2:
1.
1. TyType rigid (intrpe rigid (intrinsiinsic) (resistec) (resistent) => nt) => TidTidak dapat dikoak dapat dikorekreksi dengasi dengan n manmanipuipulasi. Tulasi. Tumitmit kec
kecil, il, equequinusinus, , dan dan inveinversi. rsi. KulKulit it dordorsolasolaterateral l perpergelagelangangan n kakkaki i tipis tipis dan dan tereteregangang,g, sedangkan kulit medial terlipat.
sedangkan kulit medial terlipat. 2.
2. TyType fleksipe fleksibel (extbel (extrinsirinsic) (easyc) (easy) => ) => DapDapat dimanat dimanipulipulasi. Tuasi. Tumit normmit normal dan terdaal dan terdapatpat lipatan kulit pada bagian dorsolateral pergelangan kaki.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
•
• Tendo archiles pendek Tendo archiles pendek •
• Bagian distal fibula menonjolBagian distal fibula menonjol •
• Kaki lebar dan pendek Kaki lebar dan pendek •
• Metatarsal I pendek Metatarsal I pendek
DIAGNOSIS DIAGNOSIS
Kelainan ini mudah didiagnosis, dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir (early diagnosis Kelainan ini mudah didiagnosis, dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir (early diagnosis afte
after r birtbirth). h). PadPada a baybayi i yanyang g nornormal mal dendengan gan equequinovinovaruarus s postposturalural, , kakkaki i dapdapat at menmengalgalamiami do
dorsrsififleleksksi i dadan n eveverersi si hihingngga ga jajariri-j-jarari i kakaki ki memenynyenentutuh h babagigian an dedepapan n titibibia. a. “P“Pasassisiveve manipulationdorsiflexion → Toe touching tibia → normal”.
manipulationdorsiflexion → Toe touching tibia → normal”. Berupa deformitas pada :
Berupa deformitas pada :
•
• AdduksiAdduksi dandan supinasisupinasikaki depan pada sendi mid dorsalkaki depan pada sendi mid dorsal •
• SubluksasiSubluksasi sendi talonavikularesendi talonavikulare •
• EquinusEquinus kaki belakang pada sendi anklekaki belakang pada sendi ankle •
• VarusVarus kaki belakang pada sendi subtalar kaki belakang pada sendi subtalar •
• Deviasi medial seluruh kaki terhadap lututDeviasi medial seluruh kaki terhadap lutut •
• InversiInversi tumittumit
Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan Radiologi
X-ray dibuat bayi umur 3-6 bulan, menilai keberhasilan serial plateringm menentukan X-ray dibuat bayi umur 3-6 bulan, menilai keberhasilan serial plateringm menentukan apa
apa perlperlu u tindtindakaakan n opeoperasi rasi untuntuk uk memmemperoperoleh leh korkoreki eki yanyang g makmaksimasimal, l, menmenentuentukan kan berberatat ringannya CTEV. Cara yang paling sederhana yaitu membuat foto AP dan akan kelihatan talus ringannya CTEV. Cara yang paling sederhana yaitu membuat foto AP dan akan kelihatan talus dan calcaneus tumpang tindih. Penting untuk menilai x-ray apakah ada “paralelisme” antara dan calcaneus tumpang tindih. Penting untuk menilai x-ray apakah ada “paralelisme” antara
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
untuk melihat adanya flat topped talus. Sering x-ray selain untuk operatif dan post-operatif di untuk melihat adanya flat topped talus. Sering x-ray selain untuk operatif dan post-operatif di pakai in
pakai intraoperatraoperatif untuk tif untuk melihat melihat apakah apakah release dan release dan realigmerealigment sudah nt sudah cukup.cukup.
PENATALAKSANAAN PENATALAKSANAAN
KOREKSI CLUBFOOT DENGAN GIPS PONSETI KOREKSI CLUBFOOT DENGAN GIPS PONSETI Menentukan letak kaput talus dengan tepat
Menentukan letak kaput talus dengan tepat
Tahap ini sangat penting [3]. Pertama, palpasi kedua malleoli (garis biru) dengan ibu jari dan Tahap ini sangat penting [3]. Pertama, palpasi kedua malleoli (garis biru) dengan ibu jari dan jaritelunj
jaritelunjuk uk dari dari tangan tangan A A sementarsementara a jari-jari jari-jari dan dan metatarsmetatarsal al dipegdipegang ang dengdengan an tangan tangan B.B. Kemudian[4], geser ibu jari dan jari telunjuktangan A ke depan untuk dapat meraba caput talus Kemudian[4], geser ibu jari dan jari telunjuktangan A ke depan untuk dapat meraba caput talus (g
(gararis is memerarah) h) di di dedepapan n pepergrgelelanangagan n kakakiki. . KaKarerena na nanavivicuculalar r bebergrgeseser er ke ke memedidial al dadann tuberositasnya hampir menyentuh malleolus medialis, kita dapat meraba penonjolan bagian tuberositasnya hampir menyentuh malleolus medialis, kita dapat meraba penonjolan bagian lateral dari caput talus (merah) yang hanya tertutup kulit di depan malleolus lateralis. Bagian lateral dari caput talus (merah) yang hanya tertutup kulit di depan malleolus lateralis. Bagian anterior calcaneus dapat diraba dibawah caput talus. Dengan menggerakkan forefoot dalam anterior calcaneus dapat diraba dibawah caput talus. Dengan menggerakkan forefoot dalam posisi
posisi supinasupinasi si kearah kearah lateral, lateral, kita kita dapat dapat meraba meraba navicunavicular lar bergesebergeser r -- -- meskipumeskipun n sedikit sedikit -- --didepan caput talus sedangkan tulang calcaneus akan bergerak ke lateral di bawah caput talus. didepan caput talus sedangkan tulang calcaneus akan bergerak ke lateral di bawah caput talus.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Ti
Tindndakaakan n mamaninipupulaslasi i adaadalah lah memelaklakukukan an ababduduksksi i dadari ri kakaki ki didibabawawah h cacapuput t taltalus us yayangng tela
telahdishdistabitabilkalkan. n. TenTentuktukan an letaletak k talutalus. s. SelSeluruuruh h defodeformirmitas tas kakkaki i penpengkogkor, r, keckecuali uali equequinuinuss ank
ankle,tle,terkerkorekoreksi si secsecara ara berbersamasamaan. an. AgAgar ar dapdapat at menmengogorekreksi si kelakelainan inan ini, ini, kita kita harharus us dapdapatat menentukanletak caput talus,yang menjadi titik tumpu koreksi.
menentukanletak caput talus,yang menjadi titik tumpu koreksi. Mengoreksi (memperbaiki) cavus
Mengoreksi (memperbaiki) cavus
Bagian pertama metode Ponseti adalah mengoreksi cavus dengan memposisikan kaki depan Bagian pertama metode Ponseti adalah mengoreksi cavus dengan memposisikan kaki depan (fo
(forerefoofoot) t) dadalam lam alaligignmnmenent t yayang ng tetepat pat dedengngan an kakaki ki bebelalakakang ng (hi(hindndfoofoot t ). ). CaCavuvus, s, yayangng merupakan lengkungan tinggi di bagian tengah kaki [ 1 garislengkung kuning], disebabkan oleh merupakan lengkungan tinggi di bagian tengah kaki [ 1 garislengkung kuning], disebabkan oleh pronasi
pronasiforefoot forefoot terhadaterhadap p hindfoohindfoot. t. Cavus Cavus ini ini hampir hampir selalu suselalu supel padpel pada a bayi bayi baru baru lahir lahir dandan den
dengan gan menmengelgelevasevasikan ikan jari jari perpertama tama dan dan metmetataratarsal sal pertpertama ama makmaka a arcuarcus s lonlongitgitudiudinal nal kakkakii kemba
kembali normal [2 li normal [2 dan3]. Forefodan3]. Forefoot disupinasikaot disupinasikan sampai secara n sampai secara visual kita dapat melihat arcusvisual kita dapat melihat arcus plantar pedis yangnorma
plantar pedis yangnormal l -- -- tidak terlalu tinggi tidak terlalu tinggi ataupuataupun n terlalu datar. Alignment (kesegarisanterlalu datar. Alignment (kesegarisan)) forefoo
forefoot t danhindanhindfoot untuk mencapai arcus plantaris yang dfoot untuk mencapai arcus plantaris yang normal sangat penting agar normal sangat penting agar abdukabduksisi -- yangdilakukan untuk mengoreksi adduksi dan varus -- dapat efektif.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Dr. Ponseti merekomendasikan penggunaan bahan gips karena lebih murah dan molding lebih Dr. Ponseti merekomendasikan penggunaan bahan gips karena lebih murah dan molding lebih presisi d
presisi dibanding ibanding dengadengan fibergn fiberglass.lass. Man
Manipulasi ipulasi AwaAwall SebSebelum elum gipgips s dipdipasanasang, g, kakkaki i dimdimanipanipulaulasi si leblebih ih dahdahuluulu. . TumTumit it tidatidak k disentuh sedikitpun agar calcaneus bisa abduksi bersama-sama dengan kaki [4].
disentuh sedikitpun agar calcaneus bisa abduksi bersama-sama dengan kaki [4]. Mem
Memasanasang g paddipaddingng PaPasansang g padpaddiding ng yayang ng tiptipis is sasaja ja [5[5] ] ununtutuk k mememumudahdahkakan n momoldldinging.. Pertahankan kaki dalam posisi koreksi yang maksimal dengan cara memegang jari-jari dan Pertahankan kaki dalam posisi koreksi yang maksimal dengan cara memegang jari-jari dan counter pressure
counter pressure pada caput talus selama pemasangan gips.pada caput talus selama pemasangan gips. Pemasangan Gips
Pemasangan Gips Pasang gips di bawah lutut lebih dulu kemudian lanjutkan gips sampai pahaPasang gips di bawah lutut lebih dulu kemudian lanjutkan gips sampai paha atas. Mulai dengan tiga atau empat putaran disekeliling jari-jari kaki [6] kemudian ke proksimal atas. Mulai dengan tiga atau empat putaran disekeliling jari-jari kaki [6] kemudian ke proksimal sam
sampapai i lulutut tut [7[7]. ]. PaPasansang g gigips ps dedengngan an cecermarmat. t. SaSaat at mememamasansang g gigips ps didiatatas as tutumimit, t, gigipsps dikencangkan sedikit. Kaki harus dipegang pada jari-jari, gips ”dilingkarkan” di atas jari-jari dikencangkan sedikit. Kaki harus dipegang pada jari-jari, gips ”dilingkarkan” di atas jari-jari pemeg
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
melakukan molding gips di atas caput talus sedangkan tangan kanan molding forefoot (dalam melakukan molding gips di atas caput talus sedangkan tangan kanan molding forefoot (dalam posisi
posisi supinasisupinasi). ). Arcus Arcus plantaris plantaris dimolddimolding ing dengdengan an baik baik untuk untuk mencegmencegah ah terjadinyterjadinyaa flatfoo flatfoot t atau
atau rocker-bottom deformityrocker-bottom deformity. Tumit dimolding dengan baik dengan. Tumit dimolding dengan baik dengan ”membentuk””membentuk” gips di atasgips di atas tu
tubeberosrositaitas s popostesteriorior r calcalcancaneueus. s. MaMallelleololus us didimomoldlding ing dedengngan an babaik. ik. PrPrososes es momoldlding ing iniini hendaknya merupakan proses yang dinamik, sehingga jari-jari harus sering digerakkan untuk hendaknya merupakan proses yang dinamik, sehingga jari-jari harus sering digerakkan untuk menghindari tekanan yang berlebihan pada satu tempat. Molding dilanjutkan sambil menunggu menghindari tekanan yang berlebihan pada satu tempat. Molding dilanjutkan sambil menunggu gips keras.
gips keras. Lanj
Lanjutanutankan kan gips gips samsampai pai pahapaha Gunakan padding yang tebal pada proksimal paha untuk Gunakan padding yang tebal pada proksimal paha untuk mencegah iritasi kulit [2]. Gips dapat dipasang berulang bolak-balik pada sisi anterior lutut mencegah iritasi kulit [2]. Gips dapat dipasang berulang bolak-balik pada sisi anterior lutut untuk memperkuat gips disisi anterior [3] dan untuk mencegah terlalu tebalnya gips di fossa untuk memperkuat gips disisi anterior [3] dan untuk mencegah terlalu tebalnya gips di fossa poplite
poplitea, yang a, yang akan meakan mempersulit mpersulit pelepasapelepasan gips.n gips. Potong gips
Potong gips Biarkan gips pada sisi plantar pedis untuk menahan jari-jari [4] dan potong gipsBiarkan gips pada sisi plantar pedis untuk menahan jari-jari [4] dan potong gips dibagian dorsal sampai mencapai sendi metatarsophalangeal. Potong gips dibagian tengah dulu dibagian dorsal sampai mencapai sendi metatarsophalangeal. Potong gips dibagian tengah dulu kemudian dilanjutkan kemedial dan lateral dengan menggunakan pisau gips. Biarkan bagian kemudian dilanjutkan kemedial dan lateral dengan menggunakan pisau gips. Biarkan bagian dor
dorsal sal semsemua ua jari-jari-jari jari bebbebas as sehsehinggingga a dapdapat at eksekstenstensi i penpenuh. Perhatuh. Perhatikan bentuk ikan bentuk gipgips s yangyang pertama
pertama [5]. Kak[5]. Kaki equini equinus, dan us, dan forefooforefoot dalam t dalam keadaakeadaan supinan supinasi.si. Ciri dari abduksi yang adekuat
Ciri dari abduksi yang adekuat Pastikan abduksi kaki cukup adekuat terlebih dulu agar kitaPastikan abduksi kaki cukup adekuat terlebih dulu agar kita dap
dapat at melmelakuakukan dorso kan dorso flekfleksi si kakkaki i 0 0 samsampai pai 5 5 derderajat ajat dendengan aman gan aman sebesebelum melaklum melakukaukann tenotomi.
tenotomi.
Tanda terbaik
Tanda terbaik abduksi yang adekuat adalah kita dapat meraba processusabduksi yang adekuat adalah kita dapat meraba processus anterior anterior calcaneucalcaneuss yang terabduksi keluar dari bawah talus.
yang terabduksi keluar dari bawah talus. Kaki dapat diabduksi sekitar 60 derajat
Kaki dapat diabduksi sekitar 60 derajat terhadap bidang frontal tibia.terhadap bidang frontal tibia. Calcaneus neutral atau sedikit valgus.
Calcaneus neutral atau sedikit valgus. Hal ini ditentukan dengan meraba bagian posterior Hal ini ditentukan dengan meraba bagian posterior dari calcaneus.
dari calcaneus. Inga
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
yang penuh, lengkap dan dalam batas normal ini, membantu mencegah rekurensi dan tidak yang penuh, lengkap dan dalam batas normal ini, membantu mencegah rekurensi dan tidak menciptakan over-koreksi atau kaki pronasi.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Brace Brace
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Perawatan pasca pembedahan Perawatan pasca pembedahan
Biasanya pasien dirawat inap semalam. Lepas gips setelah 6 minggu. Anak dapat berjalan Biasanya pasien dirawat inap semalam. Lepas gips setelah 6 minggu. Anak dapat berjalan dengan kaki menumpu berat badan sesuai toleransi. Penderita tidak perlu menggunakan brace. dengan kaki menumpu berat badan sesuai toleransi. Penderita tidak perlu menggunakan brace. Periksa pasien 6 bulan kemudian untuk menilai efek dari transfer tendo. Pada beberapa kasus Periksa pasien 6 bulan kemudian untuk menilai efek dari transfer tendo. Pada beberapa kasus diperlukan fisioterapi untuk memulihkan kembali kekuatan dan cara berjalan yang normal. diperlukan fisioterapi untuk memulihkan kembali kekuatan dan cara berjalan yang normal.
BAB III BAB III KESIMPULAN KESIMPULAN
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Typical Clubfoot
Typical Clubfoot Merupakan kaki pengkor klasik yang hanya menderita kaki pengkor saja tanpaMerupakan kaki pengkor klasik yang hanya menderita kaki pengkor saja tanpa disertai kelainan lain. Umumnya dapat dikoreksi setelah lima kali pengegipan dan dengan disertai kelainan lain. Umumnya dapat dikoreksi setelah lima kali pengegipan dan dengan manajemen ponseti mempunyai hasil jangka panjang yang baik atau memuaskan.
manajemen ponseti mempunyai hasil jangka panjang yang baik atau memuaskan. Positional
Positional clubfoot clubfoot sangsangat at jarajarang ng diteditemukmukan, an, sangsangat at flekfleksibesibel l dan dan diddiduga uga akibakibat at jepijepitantan intrauterin. Pada umumnya koreksi dapat dicapai dengan satu atau dua kali pengegipan.
intrauterin. Pada umumnya koreksi dapat dicapai dengan satu atau dua kali pengegipan. Delayed treate
Delayed treated clubfoot d clubfoot ditemukan pada anak berusia 6 bulan atau lebih.ditemukan pada anak berusia 6 bulan atau lebih. Recurren
Recurrent t typical typical clubfoot clubfoot dapdapat at terjterjadi adi baibaik k padpada a kasukasus s yanyang g awaawalnylnya a ditditangangani ani dendengangan metode ponseti maupun dengan metode lain. Relaps lebih jarang terjadi dengan metode ponseti metode ponseti maupun dengan metode lain. Relaps lebih jarang terjadi dengan metode ponseti dan umumnya diakibatkan pelepasan brace yang terlalu dini. Rekurensi supinasi dan equinus dan umumnya diakibatkan pelepasan brace yang terlalu dini. Rekurensi supinasi dan equinus paling
paling sering sering terjadi. terjadi. AwalnyAwalnya a bersifat bersifat dinamik dinamik namun namun dengdengan an berjalanberjalannya nya waktu waktu menjadmenjadii fixed
fixed ..
Alternatively
Alternatively treated treated typical typical clubfoot clubfoot termasuk kaki pengkor yang ditangani secara operatif termasuk kaki pengkor yang ditangani secara operatif atau pengegipan dengan metode non-Ponseti.
atau pengegipan dengan metode non-Ponseti. A
Atytyppicicaal l cclluubbffoooot t kategori ini kategori ini pada biasanya berhubungan dengan penyakit lain. pada biasanya berhubungan dengan penyakit lain. Mulailah penanganan denganMulailah penanganan dengan metode ponseti. Koreksi umumnya lebih sulit.
metode ponseti. Koreksi umumnya lebih sulit. Rigid
Rigid atau atau Resistant Resistant atypical atypical clubfoot clubfoot dapat kurus atau gemuk. Kasus dengan kaki yangdapat kurus atau gemuk. Kasus dengan kaki yang gemuk lebih sulit ditangani. Kaki tersebut umumnya kaku, pendek, gemuk dengan lekukan gemuk lebih sulit ditangani. Kaki tersebut umumnya kaku, pendek, gemuk dengan lekukan ku
kulit lit yayang ng dadalam lam papada da teltelapaapak k kakaki ki dadan n didibagbagian ian bebelaklakang ang pepergergelanlangagan n kakakiki, , teterdrdapaapatt pemen
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Rasjad, CRasjad, Chairuddhairuddin. Penin. Pengantar Ilmgantar Ilmu Bedau Bedah Ortopeh Ortopedi. Edisi 3di. Edisi 3, 200, 2009. Jakarta : P9. Jakarta : PT.T. Yarsif Watampone