• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengenal Etika dan Etiket di Tempat Kerja Lestari Wuryanti, S.E., M.M.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mengenal Etika dan Etiket di Tempat Kerja Lestari Wuryanti, S.E., M.M."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Lestari Wuryanti, S.E., M.M.

Pra-Magang Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Universitas Malahayati

2016

Mengenal Etika dan Etiket

di Tempat Kerja

(2)

Hakekat manusia  selalu ingin dihargai, baik

secara kodrat, harkat ataupun martabat.

Banyak orang mengetahui perbedaan antara

yang baik, dan yang tidak baik menurut

undang-undang, harus jujur, tidak curang, dan

sebagainya.

Namun demikian selalu timbul masalah-masalah

yang sukar diketahui garis pemisah antara baik

dan buruk dalam hubungan pribadi ataupun

hubungan resmi.

Sikap yang santun membuat orang lain senang,

disukai siapa saja dalam lingkup pergaulan yang

tidak terbatas, pribadi yang menyenangkan

dapat membuat suasana yang kondusif dalam

lingkungan kerjanya.

(3)

Setiap orang dituntut harus bisa berkomunikasi dan berinteraksi

terhadap sesama pegawai.

Etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas mengenai

dasar-dasar moral seseorang.

Sasaran etika adalah moralitas individu yang dapat membedakan mana

yang baik dan mana yang tidak baik.

Etika dapat diartikan sebagai moral, masyarakat sering mengaitkan

moralitas dengan adat istiadat atau kebiasaan yang baik yang berlaku

dalam masyarakat.

Etiket berarti sopan santun, etiket bukan hanya digunakan dalam

pergaulan saja, tetapi juga dapat dijadikan sebagai jalan untuk

memuluskan hubungan dan melancarkan berbagai urusan.

Dunia kerja kita kenal KODE ETIK  aturan permainan sebagai

pedoman dalam menjalankan profesi, dimana didalamnya terdapat

kaidah-kaidah standar moral yang sangat tinggi pada setiap profesi

yang harus ditaati bersama.

(4)

•TEMPAT kerja menjadi "rumah" kedua bagi kalian. Nyaris

seharian, waktu akan tersita di sini.

harus tahu bagaimana cara beretika dengan baik dan benar,

agar kamu tidak mendapat masalah sebagai

fresh gaduaters

.

•kuncinya, mengetahui peran kamu dengan orang di

sekelilingmu,paham tentang tugas masing-masing orang, mulai

dari bos besar sampai petugas kebersihan.

•Anda hanya akan tinggal di kantor selama beberapa bulan.

Sekarang, Anda akan bekerja lebih lama. Karena itu, Anda harus

memastikan dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik.

•Hindari "kehilangan muka" akibat tingkah kalian yang tidak

(5)

1. Pahami aturan tak tertulis di tempat kerja

Selain peraturan yang sudah baku, ada sejumlah aturan tak tertulis

atau etika yang juga membantu interaksi sehari-hari di tempat kerja

berjalan mulus.

–Percaya diri, tidak “over atau under confidence”

–Usahakan mampu berkomunikasi dengan diri sendiri

–Yakinlah setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan

2. Tepat waktu

Selalu mengupayakan segalanya tepat waktu sangatlah penting.

Kebiasaan baik ini menunjukkan bahwa kita menghargai waktu para

kolega dan pada gilirannya mereka pun akan menghargai kita. Pepatah

yang tepat untuk diingat, “waktu tidak akan pernah menunggu siapa

pun.” Jadi, jangan pernah sekalipun terlambat datang ataupun

(6)

3. Mengingat Nama-Nama Rekan Kerja

hal penting untuk memberi kesan positif, minimal

dalam satu divisi. Memang tidak mudah untuk

melakukan hal tersebut dalam satu minggu pertama,

mulailah bertahap dari orang yang paling sering

berinteraksi dengan Anda.

4.Kenakan busana kerja yang pantas

Kode berbusana yang wajib dipatuhi, tetaplah

berbusana yang pantas. bukan ajang pesta tempat

orang memamerkan koleksi mahal.

Busana cermin kepribadian seseorang, ukuran yang pas, rapi dan tidak kedodoran

Busana dapat menutupi kelemahan fisik seseorang.

Hindari busana yang terlalu seksi, warna tidak terlalu mencolok Pakai sepatu yang bersih dan nyaman di kaki, kaos kaki ganti tiap hari dan bersih

 Pakaian dalam jangan sampai terlihat Jangan pamer kekayaan, Jangan berlebih

Jika tidak yakin dengan busana apa yang harus

Anda kenakan, berpakaianlah formal profesional.

(7)

5. Kerjasama, inisiatif & sllu minta ijin saat

meminjam

Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tapi ingat, pastikan pekerjaan Anda tetap diselesaikan tepat waktu walau harus

membantu tugas rekan kerja lainnya.

Sedekat atau seakrab apa pun relasi dengan rekan

kerjamenyiratkan kita orang yang menghargai orang lain dengan segala kepemilikannya.

6. Jangan menyela pembicaraan

hanya akan menunjukkan keegoisan Anda  waktu dan pendapat Anda lebih penting ketimbang orang lain.

Catat, tak ada rekan kerja yang bisa menerima sikap egois. Tunggulah sejenak sampai usai bicara. Atau berilah kode memintanya segera menemui Anda begitu pembicaraannya selesai.

Selalu berikan perhatian penuh ketika seseorang berbicara dengan Anda. Sikap cuek hanya akan membuat orang lain kesal pada Anda.

(8)

7. komunikasi Menjauh dari gosip

•Menjaga komunikasi yang transparan merupakan salah satu etika kerja mendasar yang harus diingat  perhatikan dahulu bagaimana rekan kerja Anda saling berinteraksi. Lalu, ambillah petunjuk dari hasil observasi Anda itu sehingga Anda dapat

dengan mudah dan cepat membaur.

•Dengan menghindari gosip, pikiran kita tidak akan terganggu oleh hal-hal remeh yang biasanya tidak penting. Jika ingin berkomentar, sebaiknya berilah yang mengandung muatan positif.

•Salah satu hal yang bisa merusak citra Anda adalah bergosip, karena ini akan membuat Anda terlihat tidak dapat dipercaya baik oleh atasan maupun rekan kerja.

•Kalau ada yang sedang bicara pribadi di dekat Anda, pura-pura aja tak mendengarnya. Sangat disarankan, jangan ikut nimbrung kecuali Anda diajak bicara. Sangat tidak sopan, meski bukan salah Anda ada yang berbicara masalah pribadi di tempat terbuka.

(9)

8. Bertutur sopan maaf, dan selalu ucapkan terima kasih

akan mengakrabkan suasana kerja sekaligus menjaga semangat kerja. Tumbuhkan kebiasaan baik ini dan mulailah dari diri sendiri.

Kesantunan mewakili sikap Anda yang menghargai keberadaan mereka. Bahasa yang digunakan saat berinteraksi dengan orang lain juga berpengaruh terhadap relasi pribadi. Hindari pula beragam sindiran maupun lelucon yang tidak pada tempatnya.

Yang Harus Dihindari Dalam Pembicaraan

- Membicarakan kejelekan orang lain - Membicarakan hal yang sensitif - Memotong pembicaraan orang lain - Mendominasi pembicaraan

- Banyak membicarakan diri sendiri

Berbicara Simpatik

-Bisa mengimbangi lawan bicara

-Berkeinginan menyenangkan lawan bicara

-Mampu menciptakan rasa humor -Mau memuji lawan bicara

-Mampu menjadi pendengar yang baik

Etika Berbicara

- Bicara harus menatap lawan bicara -Suara harus jelas terdengar

-Menggunakan tata bahasa yang baik -Jangan menggunakan nada suara yang tinggi

(10)

9. Pelankan suara, kontrol telepon seluler

•menjaga ketenangan haruslah menjadi prioritas

karyawan.

•Saat bicara ataupun di telepon, tak perlu

berteriak atau bersuara keras. Terutama bila

Anda melakukan pembicaran pribadi.

•Menunjukkan sikap tak patut atau berkata

dengan nada tinggi cenderung membuat orang

terpancing marah. Jangan salahkan bila orang

yang bukan menjadi lawan bicara pun akan

menyimpan perasaan tidak suka dan tidak nyaman

berdekatan dengan Anda.

Kalau mau mendengarkan alunan musik selagi bekerja,

kecilkan nadanya atau kenakan headphone.

Waspada  orang suka tidak sadar ikut menyanyikan

lagu yang didengar lewat earphone dengan suara

keras

sebaik ya tidak dilakuka ….atau saat ja

istirahat…

(11)

11. Hargai privasi orang lain

•Jangan pernah membaca fax, e-mail, surat ataupun layar

komputer siapa saja.

•Jika seorang rekan kerja menutup pintu ruang kerjanya,

janganlah mengganggu sekalipun dia kelihatannya tidak

sedang sibuk.

•jika perlu mendiskusikan sesuatu yang sifatnya sensitif dan

rahasia, carilah ruang khusus.

•Hal-hal yang bersifat pribadi dan laporan kinerja karyawan

bukanlah konsumsi bagi setiap telinga di tempat kerja,

selain khusus untuk yang bersangkutan.

10.

Menjaga/Pandai Menyimpan Rahasia

•memegang teguh rahasia yang tidak boleh diketahui umum. Kita harus dapat menjauhkan diri dari rekan-rekan yang “sok kepengin tahu”. Jangan sampai hal-hal tersebut diatas

sampai menyusahkan kita, sebab mereka juga sebenarnya tahu bahwa mereka tidak berhak untuk menanyakan hal itu.

(12)

12. Jangan jadi sumber bau dan

Jaga kerapian area kerja

•Menyantap makanan tertentu yang beraroma menyengat di

meja kerja Anda

•melepas alas kaki

•mengenakan parfum menyengat atau menyemprotkan

penyegar udara saat jam kerja bisa mengganggu rekan keja

yang tergolong sensitif.

•Ingat, aroma bersifat sangat personal. Jadi, jangan pernah

berasumsi semua orang akan menyukainya sama seperti kita.

•jaga agar badan Anda tidak berbau kurang sedap. Kalau

sering keluar, seringkali baju pun jadi berbau tidak sedap,

karena itu sebaiknya bawa baju ganti, minimal atasan.

•Barang/berkas diatas meja hanya yg diperlukan

(13)

13. Loyalitas

Selama kita menjadi

anggota team di kantor,

kita harus membantu

team tersebut dan ikut

serta memecahkan

masalah yang terjadi.

Sebagai pegawai yang

loyal sudah tentu kita

tidak akan mencari

keuntungan pribadi

dengan biaya

(14)

14. Sukses Bergaul dengan Teman Sekantor

Pegawai merasa nyaman, relasi dan

konsumen kantor pun merasa puas

dengan pelayanan yang penuh

keramahan, ketulusan, persahabatan

yang menarik, simpatik dan empatik.

Dengan demikian citra institusi akan

semakin baik dimata relasi dan

rekanan.

•Keterampilan dalam berinteraksi dengan orang lain, sikap pribadi dalam

mempertimbangkan sesuatu tercermin dalam sikap perbuatan yang kita lakukan dan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita kita hrs mengetahui etiket yang berlaku di kantor.

•Apabila kita ingin sukses berinteraksi dan disegani di kantor, kita harus tahu

tentang etika dan etiket yang berlaku di kantor. Semakin kita beretika dan beretiket di kantor, maka semakin baik performa kerja dan profesionalisme kita.

Menciptakan dan membangun keharmonisan dan keeratan hubungan antar pegawai dalam suatu kantor melalui sikap, perilaku, tata krama, dapat

(15)

Magang adalah salah satu cara kita

mendapatkan pengalaman dan mengenal

dunia kerja. Tetapi, banyak juga karyawan

magang mendapatkan bonus, diterima

(16)

Selamat berlatih, mencoba, realisasikan apa

yg anda bisa realisasikan, tunjukkan kepada

dunia bahwa anda adalah SDM yg mampu &

(17)

Daftar Pustaka

• Vissia Trimurti A. Jati. Mengenal Etika

dan Etiket di Tempat Kerja. Jurnal Vol. 2

No.2 Tarakanita News Vol. 9 Nomor 1/40.

https://anggih91.wordpress.com/2013/12/1

5/mengenal-etika-dan-etiket-di-tempat-kerja/

download kamis,23 Juni 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Other conditions that can affect sleep in young people include Periodic Limb Disorder, Restless Legs Syndrome, Obstructive Sleep Apnea, Reflux, Narcolepsy, and Sleepwalking.

Berdasarkan hasil uji reliabilitas, nilai cronbach alpha untuk seluruh variabel yang digunakan yang terdiri dari harga, kualitas produk, kesadaran merek dan

Kemudian dilakukan analisis bivariat korelasi lambda untuk mengetahui adanya korelasi antara usia pasien dari hasil penentuan warna pada spektrofotometer oleh peneliti dan

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Glasser dkk, Collin dkk dan Midena E dkk yang menemukan bahwa nilai photostressrecovery

(2010), experiential marketing adalah suatu konsep pemasaran yang bertujuan membentuk pelanggan yang loyal dengan cara menyentuh emosi pelanggan dengan menciptakan

Pembahasannya meliputi, dampak peradaban modem bagi manusia, pentingnya akhlak bagi kehidupan manusia dan pendidikan akhlak sebagai pengendali dari dampak negatif

Oleh karena galur Obs-1653/Ps] clan Obs-1656/Ps] mempunyai produksi tinggi, tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1 clan 2 dan agak tahan biotipe 3 serta tahan

Peranan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Jiwasraya Madiun Branch Office). Skripsi Program Sarjana, Jurusan Manajemen, Universitas