BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 membuat perekonomian nasional menjadi buruk. Pada pertengahan tahun 1998, bursa ditinggalkan oleh hampir semua investor asing, hanya pemain domestik yang bertahan di bursa saat itu. Indonesia dianggap sebagai negara yang tidak kompetitif untuk investasi jangka panjang, bahkan bursa Indonesia mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir bursa beroperasi, dan kini krisis global yang terjadi sejak Oktober 2008 juga membuat perekonomian nasional menjadi limbung.
Salah satu penyebabnya adalah lemahnya penerapan praktik good corporate governance (GCG) pada perusahaan di Indonesia, seperti lemahnya hukum, standar akuntansi dan pemeriksaan keuangan (auditing) yang belum mapan, lemahnya pengawasan komisaris, dan terabaikannya hak minoritas (Kusumawati dan Riyanto, 2005). Sejak saat itu, baik pemerintah maupun investor mulai memberikan perhatian yang cukup signifikan dalam praktik corporate governance.
Brigham dan Houston (2001) menyatakan bahwa salah satu tujuan penting dalam pendirian suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemiliknya atau pemegang saham, atau dengan memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan dapat dicapai jika
perusahaan mampu beroperasi dengan mencapai laba yang ditargetkan. Melalui laba yang diperoleh tersebut perusahaan akan mampu memberikan deviden kepada pemegang saham, meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan good corporate governance (GCG) sebagai kumpulan hukum, peraturan, dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi, yang dapat mendorong kinerja sumber-sumber perusahaan untuk berfungsi secara efisien guna menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar keseluruhan (Effendi, 2009).
Secara umum, good corporate governance (GCG) adalah sistem dan struktur yang baik dalam mengelola perusahaan dengan meningkatkan nilai pemegang saham mengakomodasikan berbagai pihak yang berkepentingan perusahaan (stakeholder), seperti: kreditor, pemasok, asosiasi bisnis, konsumen, pekerja, pemerintah, dan masyarakat luas (Syakhroza, 2004).
FCGI (2001) merumuskan tujuan dari good corporate governance adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Good corporate governance yang mengandung empat unsur penting yaitu keadilan, transparansi, pertanggungjawaban, dan akuntabilitas, diharapkan dapat menjadi satu jalan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Dengan adanya tata kelola perusahaan yang baik, diharapkan nilai perusahaan akan dinilai dengan baik oleh investor.
Tata kelola perusahaan mempunyai tujuan untuk mengarahkan dan memberikan jalan kepada perusahaan sesuai dengan aturan yang ada. Jika pengelolaan tersebut
berjalan efektif maka akan berdampak pada keberlanjutan perusahaan. Banyak definisi yang dikembangkan oleh para peneliti, belum ada satu definisi yang mutlak untuk istilah good corporate governance. Meskipun demikian makna definisi tersebut sama.
Perusahaan meyakini bahwa implementasi good corporate governance merupakan bentuk lain penegakan etika bisnis dan etika kinerja yang sudah lama menjadi komitmen perusahaan, dan implementasi good corporate governance memiliki hubungan dengan peningkatan citra yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang mempraktikan good corporate governance akan mengalami perbaikan citra dan peningkatan nilai perusahaan.
Good corporate governance pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang kepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. Good corporate gorvernance dimasukkan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat di perbaiki dengan segera. Konsep dari good corporate governance ini diajukan agar tercapainya tata kelola perusahaan yang baik dan lebih transparan bagi semua para partisipan dalam suatu perusahaan, sehingga apabila konsep ini diterapkan dalam pengelolaan suatu perusahaan maka diharapkan pertumbuhan dan perkembangan
ekonomi perusahaan yang menerapkan sistem GCG ini dapat semakin bertumbuh seiring dengan keterbukaan dalam pengelolaan perusahaan.
Riset IICG (2002) menemukan bahwa alasan utama perusahaan menerapkan adalah kepatuhan terhadap peraturan. Perusahaan meyakini bahwa implementasi GCG merupakan bentuk lain penegakan etika bisnis dan etika kerja yang sudah lama menjadi komitmen perusahaan, dan implementasi GCG berhubungan dengan peningkatan nilai perusahaan. Perusahaan yang mempraktikkan GCG akan mengalami perbaikan citra, dan nilai perusahaan.
Bukti empiris yang diperoleh dari hasil riset Zhuang pada tahun 2000 menunjukkan masih lemahnya perusahaan-perusahaan publik di Indonesia dalam mengelola perusahaan dibanding negara-negara Asia Tenggara, hal ini ditunjukkan oleh masih lemahnya standar-standar akuntansi, pertanggungjawaban terhadap pemegang saham, standar-standar pengungkapan dam transparansi serta proses-proses kepengurusan perusahaan. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan masih lemahnya perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam manajemen yang baik dalam memuaskan stakeholder perusahaan.
Dalam upaya mengatasi kelemahan–kelemahan tersebut, maka para pelaku bisnis di Indonesia menyepakati penerapan good corporate governance (GCG), suatu sistem pengelolaan perusahaan yang baik. Langkah ini dilakukan sesuai dengan perjanjian Letter of Intent ( LOI ) dengan IMF tahun 1998, yang salah satu isinya adalah pencantuman jadwal perbaikan pengelolaan perusahaan di Indonesia (Sulistyanto, 2003). Melalui penerapan good corporate governance diharapkan : (1) perusahaan
mampu meningkatkan kinerjanya melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta mampu meningkatkan pelayanannya kepada stakeholder, (2) perusahaan lebih mudah memperoleh dana pembiayaan yang lebih murah sehingga dapat meningkatkan corporate value, (3) mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, (4) pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan sekaligus akan meningkatkan deviden mereka.
Beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pelaksanaan good corporate governance (GCG) dapat memperbaiki kinerja perusahaan antara lain; (1) Penelitian yang dilakukan oleh Darmawati et al (2005) terhadap perusahaan go pulic yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, menunjukkan bahwa corporate governance secara statistik signifikan mempengaruhi Return on Equity (ROE) dan Tobin’s Q sebagai variabel dependen, dan asset, growth, dan size sebagai variabel kontrol. (2) Penelitian yang dilakukan oleh Pranata (2007) untuk mengetahui pengaruh penerapan good corporate governance (GCG) terhadap ROE, NPM, Tobins’Q. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perusahaan diambil secara purposive sampling yaitu perusahaan go public yang terdaftar di BEJ selama tahun 2002-2005 dan masuk dalam kelompok 10 besar berdasarkan pemeringkatan Corporate Governance Perception Indeks (CGPI). (3) Penelitian yang dilakukan oleh Brown dan Caylor (2004) juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang melaksanakan good corporate governance (GCG) mengalami peningkatan kinerja perusahaan yang signifikan. (4) Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Paradita dan Nurzaimah
(2010) menyatakan bahwa secara parsial penerapan GCG tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Secara teoritis pelaksanaan GCG dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan meningkatkan kinerja keuangannya. Kemungkinan besar keadaan ini terjadi karena terbatasnya informasi. Padahal untuk mengukur GCG harus mengetahui informasi tentang karakteristik, budaya dan hubungan antar organ perusahaan dan semua informasi termasuk kriteria rahasia perusahaan yang tidak dipublikasikan. Selain GCG bersifat panjang sehingga tidak dapat diukur kesuksesannya jika mengandalkan satu periode saja.
Mengacu pada hasil penelitian yang terdahulu, yang menunjukkan betapa pentingnya penerapan good corporate governance (GCG) dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini diproksi dengan Return on Investment, Net Profit Margin dan Return on Equity.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan dan diuraikan diatas, maka peneliti dapat merumuskan masalah adalah sebagai berikut :
1. Apakah penerapan good corporate governance (GCG) berpengaruh terhadap return on investment?
2. Apakah penerapan good corporate governance (GCG) berpengaruh terhadap net profit margin?
3. Apakah penerapan good corporate governance (GCG) berpengaruh terhadap return on equity?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh penerapan good corporate governance (GCG) terhadap return on investment.
2. Untuk mengetahui pengaruh penerapan good corporate governance (GCG) terhadap net profit margin.
3. Untuk mengetahui pengaruh penerapan good corporate governance (GCG) terhadap return on equity.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi kepada beberapa pihak, antara lain :
1. Kontribusi Peneliti
Melalui penelitian ini diharapkan memberi manfaat berupa tambahan pengetahuan bagi penulis mengenai pengaruh penerapan good corporate
governance (GCG) terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
2. Kontribusi Praktis
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, khususnya mengenai pengaruh penerapan good corporate governance terhadap peningkatan kinerja perusahaan return on investment, net profit margin, dan return on equity sebagai tolak ukurnya. Informasi tersebut juga dapat menjadi feedback bagi perusahaan atas pelaksanaan good corporate governance (GCG) yang telah dilakukannya.
3. Kontribusi Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah bukti empiris dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai praktik Good Corporate Governance berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan.
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penelitian ini penulis memberi batasan ruang lingkup dalam hal pengambilan sampel data perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam perusahaan terbaik menurut Corporate Governance Perception (CGPI) periode 2006 – 2011. Dari populasi yang ada maka akan diambil beberapa sampel untuk menguji pengaruh penerapan GCG terhadap return on investment, net profit margin dan return on equity.