• Tidak ada hasil yang ditemukan

FISIOLOGI KERJA (II) Teknik industri 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FISIOLOGI KERJA (II) Teknik industri 2015"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

FISIOLOGI KERJA

(II)

[email protected]

(2)

Proses Metabolisme

Proses metabolisme menghasilkan panas & 

energi untuk kerja lewat sistem otot

manusia. 

Unit/satuan yang digunakan :

1 Kilokalori = 4.2 KJ

1 Watt  = 1 Joule / detik

(3)

Pengukuran Kerja Fisik

ƒ Konsep Horse Power (foot‐pounds of work per  minute) oleh Taylor (tidak memuaskan) 

ƒ Tingkat konsumsi energi untuk mengukur  pengeluaran energi

ƒ Perubahan tingkat kerja jantung dan konsumsi  oksigen (metode baru

(4)

Energi Kerja

Kalori kerja ini menunjukkan tingkat ketegangan otot tubuh manusia dalam hubungannya dengan:

– Jenis kerja berat

– Tingkat usaha kerjanya

– Kebutuhan waktu untuk istirahat

– Efisiensi dari berbagai jenis perkakas kerja – Produktivitas dari berbagai variasi cara kerja

Konsumsi Energi Total terbagi atas :

– Metabolisme basal

– Kalori untuk bersantai – Kalori untuk bekerja

(5)

Konsumsi Energi yang dipakai Manusia • 5000 • 4000 • 3000      Work  Calories • 2000 • 1000 • 1000         1600       2000      3000 Basic Metabolism Leisure Calories

(6)

Respon Fisiologi terhadap Kerja

Denyut nadi pada saat istirahat (resting pulse) adalah rata‐ rata denyut nadi sebelum pekerjaan dimulai

Denyut nadi selama bekerja (working pulse) adalah rata‐ rata denyut nadi selama seseorang bekerja

Denyut nadi untuk kerja (work pulse) adalah selisih antara denyut nadi selama bekerja dan selama istirahat

Denyut nadi selama istirahat total (total recovery cost) 

adalah jumlah aljabar denyut nadi dari berhentinya denyut pada saat suatu pekerjaan selesai dikerjakan sampai

dengan denyut berada pada kondisi istirahat

Denyut kerja total (total work or cardiac cost) adalah jumlah denyut jantung dari mulainya suatu pekerjaan sampai dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya (resting level)

(7)

Penentuan konsumsi

energi

Secara langsung ‐ mengetahui konsumsi

oksigen

‐ Douglas Bag ‐ Oxylog

Secara tidak langsung ‐ mengetahui

(8)
(9)

Konsumsi Energi berdasarkan Konsumsi Oksigen

Konsumsi oksigen adalah merupakan faktor dari proses  metabolisme yang berhubungan dengan konsumsi

energi.

Konsumsi oksigen akan tetap diperlukan walau sedang tidak bekerja/istirahat ‐ Metabolisme bassal

energi total (gross energy): energi yang dibutuhkan saat bekerja

Konsumsi energi bersih (net energy): energi total  dikurangi metabolisme bassal

Net energy = energi total – metabolisme bassal

(10)

A

• Adalah konsumsi energi secara konstant pada

saat istirahat.

Pria      (70 kg) : 1700 kcal/24 jam

Wanita (60 kg) : 1400 kcal/24 jam

Pada kondisi metabolisme basal semua energi

kimia dari zat makanan dikonversi mjd panas

(11)

B

• Konsumsi energi dimulai pada saat pekerjaan

fisik dimulai.

Semakin berat beban kerja fisik tersebut, 

maka semakin banyak pula konsumsi

energinya kalori kerja

Kalori kerja = konsumsi energi bekerja – konsumsi energi istirahat

(12)

Konsumsi Energi Berdasarkan

Denyut Jantung

• Kondisi normal / istirahat, laju detak jantung

manusia berkisar diantara 70 bit/menit.

Kondisi bekerja, rata‐rata laju detak jantung

mengalami kenaikan menjadi sekitar 110  bit/menit.

(13)

Siklus Denyut Jantung

(Grandjean, 1986)

(14)

Pengukuran Denyut Jantung

Menggunakan alat seperti cardio tachometer

dan pulse meter

Diukur secara manual dengan meraba 

denyutan pada arteri radialis kemudian Rumus :

(15)

Cardio Tachometer

Pulse Meter

Denyut nadi maksimum (DNM)

(16)

Persamaan Konsumsi Energi

a. Persamaan Garg (1976)

Persamaan untuk mengestimasi pengeluaran energi pada pekerjaan pengangkatan beban (waters et al,  1994)

(17)

Notasi :

E     = Pengeluaran energi (Kkal/menit) BW = Berat Badan (lbs)

L = Berat angkatan

S = Jenis Kelamin (pria = 1 , wanita = 0) F = Frekuensi angkatan (angkatan/menit)

(18)
(19)

Setelah kecepatan denyut jantung di konversikan ke energi, maka pengeluaran energi untuk kerja tertentu dapat dihitung

dengan menggunakan rumus :

Dengan :

KE  = Konsumsi Energi (kilokalori)

Et   = Pengeluaran energi setelah kerja (kilokalori) Ei = Pengeluaran energi saat istirahat (kilokalori)

(20)

Kriteria pekerjaan berdasar konsumsi oksigen,  denyut jantung, dan energy expenditure

(21)

21

Kerja-Konsumsi Oksigen dan Denyut Nadi

Assesment of Work Load Oxygen Consm L/mnt Lung Ventilation L/mnt Rectal Temp 0C Heart Rate Pulse/mnt Very Low (resting) 0.25-0.3 6-7 37.5 60-70 Low 0.5-1 11-20 37.5 75-100 Moderate 1-1.5 20-31 37.5-38 100-125 High 1.5-2 31-43 38-38.5 125-150 Very High 2-2.5 43-56 38.5-39 150-175 Extremely High (e.g sport) 2.4-4 60-100 Over 39 Over 175

(22)

22

Efisiensi Penggunaan Energi

100% x total energi konsumsi eksternal kerja 100% x bekerja untuk energi eksternal kerja or Energi eksternal Energi internal Metabolisme Dasar Energi untuk kerja Energi total

}

Panasdalam tubuh Panas eksternal Aktivitas % Efisiensi Mencangkul:cangkul pendek,postur  membungkuk 3 Naik turun tangga (ladder) 19 Naik turun tangga (stairs) 23

(23)

23

Faktor Apa yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Kerja ?

Personal

)Berat Badan

)Umur→ kapasitas

aerobik usia 60 tahun 70% dari usia 25 tahun )Konsumsi alkohol )Merokok )Training )Status gizi dan kesehatan )Motivasi Lingkungan 9 Polusi

9 Kualitas udara dalam ruangan

9 Ventilasi 9 Kebisingan

9 Panas atau dingin yang  ekstrim

9 Iklim

(24)

Penilaian Beban Kerja FISIK

Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kalori yang dikonsumsi, tetapi juga ditentukan oleh jumlah otot yang terlibat dan beban statis yang 

diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya yang dapat meningkatkan denyut nadi. 

denyut nadi lebih mudah dan dapat digunakan untuk menghitung indek beban kerja. Salah satu cara yang  sederhana untuk menghitung denyut nadi adalah

dengan merasakan denyutan pada arteri radialis pada pergelangan tangan.

(25)

Standard Energi Kerja

ƒ Maksimum energi yang dikonsumsi untuk melaksanakan kerja fisik berat secara terus menerus = 5,2 Kkal/menit

ƒ Dapat pula dikonversikan dalam bentuk:

– Konsumsi oksigen = 1,08 liter Oksigen/menit – Tenaga/Daya = 21,84 KJ/menit = 364 watt

(26)

Penerapan Konsumsi Energi

• Perancangan kerja untuk pemindahan beban

variabel ysng ditinjau berat beban yang  diangkat.

Perancangan produk yang mengaplikasikan

(27)

Studi Kasus : I

Seorang pekerja beraktivitas mengangkat beras beratnya 50 Kg. Denyut jantung sebelum

bekerja adalah 90 pulse , setelah bekerja 130  pulse.Hitunglah konsumsi energi pekerja

(28)

FATIGUE

ƒ Kelelahan pada syaraf dan otot sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya

ƒ Kelelahan meliputi :

1. Industry fatique:  penurunan dalam performansi kerja Pengurangan dalam kecepatan dan kualitas output yang  terjadi bila melewati suatu periode tertentu

2. Psikologis fatique: pengurangan dalam kapasitas kerja perusakan otot atau ketidakseimbangan susunan saraf untuk memberikan stimulus

3. Fungtional fatique : laporan‐laporan subyektif dari pekerja berhubungan dengan perasaan gelisah dan bosan

(29)

Pengaturan Waktu Kerja dan Istirahat

• Tujuan pemberian waktu istirahat :

)Mencegah kelelahan→penurunan kemampuan fisik dan mental, hilangnya efisiensi kerja

)Kesempatan tubuh untuk pemulihan dan penyegaran )Kesempatan untuk kontak sosial

• Macam istirahat

)Istirahat spontan : istirahat pendek setelah pembebanan kerja

)Istirahat curian : terjadi jika beban kerja tak dapat diimbangi oleh kemampuan kerja

)Istirahat tergantung dari prosedur kerja

)Istirahat yang ditetapkan atas peraturan perundangan

• Pengaturan jam kerja yang baik→minimalisasi istirahat spontan dan curian

(30)

Pengukuran periode istirahat

Murrel (1965), tubuh masih punya cadangan 25kcal  sebelum muncul asam laktat

Jika bekerja >5,2 kcal/menit cadangan energi akan hilang

1 L oksigen setara dengan 4,8 kcalBerdasarkan kapasitas oksigen

R= T(b‐s)/(b‐0.3)

R= istirahat yang dibutuhkan (menit)

T= panjang periode kerja (menit)

b= kapasitas oksigen saat kerja(L/min)

(31)

Panjang Periode Kerja dan Istirahat

A Lamanya Waktu Kerja

menit

K

Tw

5

25

=

K     = konsumsi energi selama pekerjaan berlangsung (kkal/mnt)

(K‐5) = habisnya cadangan energi (kkal/mnt) Tw = waktu kerja (working time), (menit)

(32)

B

5

.

1

)

(

=

K

S

K

T

TR

Lamanya Waktu Istirahat

T = total waktu kerja (menit)

K = konsumsi energi rata‐rata (kkal/menit)

S =pengeluaran energi rata‐rata yang direkomendasikan (biasanya 4 atau 5 kkal/menit)

(33)

• Lamanya waktu istirahat diharapkan cukup untuk menghasilkan cadangan energi tersebut

• Diasumsikan bahwa selama istirahat jumlah energi adalah 1,5  kcal/menit

• Tingkat energi dimana cadangan energi akan dapat dibangun kembali adalah (5,0‐1,5) kcal/menit, Maka periode

istirahatnya adalah:

Waktu istirahat ini adalah konstan dan diasumsikan berdasar pada cadangan energi 25 Kkal sebelum munculnya asam laktat

(34)

Studi Kasus : II

Suatu aktivitas kerja memerlukan energi rata‐ rata sebesar 5,2 Kcal/mnt selama periode 1 

jam. Standart beban kerja normal =  4KCal/mnt. Berapa waktu istirahat yang 

(35)

Studi Kasus : III

Pekerjaan Mencangkul (Shovelling) energi yang  dikeluarkan adalah sebesar 9 Kkal/menit maka

(36)

Studi Kasus : IV

Dilakukan pengukuran denyut jantung terhadap pekerja selama 30 menit. Pengukuran

dilakukan setiap 1 menit dengan

menggunakan alat pengukur denyut jantung.  Aktivitas yang dilakukan adalah pekerja

melakukan kegiatan pengeboran dan kegiatan memotong balok kayu. Berikut adalah hasil pengukuran aktivitas denyut jantung selama

30 menit. Hitunglah waktu kerja dan waktu istirahat yang dibutuhkan oleh pekerja.

(37)

37 Menit ke Denyut Nadi 1 119 2 124 3 114 4 120 5 118 6 119 7 112 8 113 9 122 10 122 11 113 12 119 13 121 14 125 15 122 Menit ke Denyut Nadi 16 120 17 121 18 123 19 121 20 121 21 122 22 129 23 110 24 112 25 118 26 128 27 128 28 116 29 114 30 125

(38)

38

Evaluasi ‘Non physical stress’

) Mental stress dapat dideteksi melalui perubahan detak jantung

) Kalaeque (1981), melakukan penelitian

pengaruh faktor mental terhadap pekerja di pabrik tembakau.

) Kelompok yang puas dalam bekerja→81  denyut/menit

) Kelompok yang tidak puas→91 denyut/menit

) Pengukuran dengan kuesioner psikologi

(39)

39

Fitness for Work

) Kinerja kerja tergantung dari :

) Tingkat keterampilan ) Motivasi

) Physical fitness

) Fitness and Health ?

) Health →tidak menderita sakit

) Fitness →Kapasitas kardiovaskuler dan VO2 max

) Prinsip ‘fit the task to the men’ →not possible to redesign the 

working environment, menempatkan pekerja sesuai dengan antara karakteristik fitness pekerja dan tuntutan tugas.

) Contoh : 

)Kategori A, denyut jantung <120 denyut/menit, cocok untuk pekerjaan

yang memerlukan usaha keras

)Kategori B, 121‐140 denyut/menit, untuk pekerjaan yang tidak terlalu

Referensi

Dokumen terkait

Pada halaman ini admin juga dapat melihat minuman apa saja yang dipesan, harga, total harga, status yang dapat diubah, waktu pesanan, serta. opsi untuk mengedit dan

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IV pada pokok bahasan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat

Selain itu, Penelitian yang di laksanakan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan dan volume jalan dalam menentukan tingkat pelayanan jalan di siang

Saat membaca wirid Dalail pada hari Senin ketika sampai pada lafadz يربَ يهللاَ Maka berhentilah kemudian mohonlah apa hajat anda. Di sinilah letak Maqom Mustajab. Ijazah Dalail yang lebih ampuh sampai

Berdasarkan Tabel di atas nilai P value sebesar 0,000 maka secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan karyawan, motivasi dan kinerja pegawai terhadap

10. Bantu pasien dalam melakukan penggantian bahan makanan untuk mendapatkan resep favorit sesuai dengan diet yang dianjurkan 11. Berikan penjelasan kepada pasien cara. membaca

Berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai bagian dari tugas akademis untuk meraih gelar Magister Humaniora dari Program

Pada tingkat kedua, siswa menghubungkan atau mengaitkan informasi itu pada pengetahuan (berupa konsep atau lainnya) yang telah dimilikinya, sehingga terjadi