21 - Volume 3, No. 2, Mei 2014
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP
KESELAMATAN LALU LINTAS
DI JALAN TEUKU UMAR, KOTA BANDA ACEH
Khairun1, M. Isya2, Renni Anggraini21)
Mahasiswa Magister Teknik Sipil Bidang Manajemen Rekayasa Transportasi, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk. Syeh Abdul Rauf No. 7, Darussalam Banda Aceh 23111. Email : [email protected]
2) Dosen Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Syeh Abdul Rauf No. 7, Darussalam Banda Aceh 23111. Email : [email protected]
Abstract: Along with the rapid development growth and increasing of economic activity in the
Banda Aceh City, the volume of traffic to be more increased , irregular parking of vehicles and driver compliance rate against the traffic signs become lower. These things can cause a traffic accidents. To determine the causal factors of the accident, it is necessary to do an evaluation. This study aimed to evaluate the critical points of traffic accidents (blackspot) and knowing the perception of respondents about the factors that cause traffic accidents. The evaluation is done on roads in Banda Aceh namely Jalan Teuku Umar. The study was implemented by direct observation in the study location and distributing questionnaires to find out the perceptions of the respondents. Processing and analysis of data using qualitative descriptive analysis and data analysis of questionnaire results using a Likert scale. The study results showed that the blackspots at Jalan Teuku Umar is Simpang 3 PU, intersection in front of Suzuya Mall and intersection in front of SPBU Simpang Jam. From the results of a user questionnaire on Jalan Teuku Umar found that the dominant factor in the cause of traffic accidents is the human factor. Then followed by a road factor, vehicles factor and the environment factor.
Keywords : traffic safety, traffic accidents, perception of respondent
Abstrak: Seiring dengan pertumbuhan pembangunan yang cepat dan meningkatnya kegiatan
perekonomian di Kota Banda Aceh, volume lalu lintas menjadi lebih meningkat, kendaraan parkir tidak beraturan dan tingkat kepatuhan pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas semakin berkurang. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan, perlu dilakukan suatu evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot) dan mengetahui persepsi responden mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Evaluasi dilakukan pada ruas jalan dalam Kota Banda Aceh yaitu Jalan Teuku Umar. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian dan membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis data hasil kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik blackspot di Jalan Teuku Umar adalah Simpang 3 PU, persimpangan depan Suzuya Mall dan persimpangan depan SPBU Simpang Jam. Dari hasil kuesioner user di Jalan Teuku Umar didapatkan bahwa faktor dominan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor manusia. Kemudian diikuti oleh faktor jalan, kendaraan dan lingkungan.
Kata Kunci : keselamatan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, persepsi responden
Volume 3, No. 2, Mei 2014 - 22
PENDAHULUAN
Kota Banda Aceh merupakan Ibukota Provinsi Aceh yang memiliki luas daerah 61,26 km2 dan terdiri dari 9 kecamatan dan 90 desa. (BPS Kota Banda Aceh, 2011)
Seiring dengan pertumbuhan pembangunan yang cepat dan meningkatnya kegiatan perekonomian di Kota Banda Aceh, volume lalu lintas menjadi lebih meningkat, kendaraan parkir tidak beraturan dan tingkat kepatuhan pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas semakin berkurang. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan, perlu dilakukan suatu evaluasi. Evaluasi dilakukan pada ruas jalan dalam Kota Banda Aceh. Jalan tersebut adalah Jalan Teuku Umar. Hal ini dikarenakan kedua jalan tersebut merupakan jalan utama di Kota Banda Aceh dan menjadi jalan akses langsung menuju arah luar kota. Pada jalan tersebut, volume lalu lintas relatif tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot) dan mengetahui persepsi responden tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan kebijakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam hal penerapan fasilitas keselamatan lalu lintas di Jalan Teuku Umar guna mengatasi masalah keselamatan lalu lintas. Hal ini akan berguna untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu
lintas dan korban jiwa. Dengan demikian akan tercipta keselamatan dalam berlalu lintas di jalan dalam Kota Banda Aceh.
METODE PENELITIAN
Sistematika dalam melakukan penelitian ini adalah tahapan penelitian, sumber data, proses pengumpulan data, proses pengolahan data serta analisis-analisis untuk hasil penelitian.
Tahapan penelitian ini dimulai dengan menentukan rumusan masalah yang akan diteliti, dilanjutkan melakukan studi literatur yang memuat teori-teori pendukung dan hasil kajian penelitian terdahulu sehingga dapat disusun latar belakang masalah dan rumusan masalah serta penetapan tujuan penelitian ini. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data, yaitu data primer maupun dari data sekunder.
Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lokasi penelitian dan pembagian kuesioner terhadap responden. Responden yang digunakan adalah masyarakat pengguna jalan (user). Kuesioner yang diajukan kepada responden adalah mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Data sekunder yang digunakan berupa Peta Aceh, Peta Kota Banda Aceh, data geometrik jalan serta data kecelakaan lalu lintas tahun 2010-2012.
Berdasarkan rumus Slovin dengan nilai tingkat kesalahan 10% dan volume lalu lintas maka jumlah sampel responden yang dibutuhkan dapat dilihat pada Tabel 1.
23 - Volume 3, No. 2, Mei 2014
Tabel 1. Jumlah Responden Langkah-langkah penelitian ini
selengkapnya dapat lihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Bagan alir penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Dalam kajian pustaka ini diuraikan beberapa teori yang mendukung penelitian yang dikutip dari beberapa referensi yang ada kaitan dengan penelitian.
Jalan
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, telah menetapkan pengelompokan jalan menurut fungsi dan status. Pengelompokan jalan menurut fungsinya dapat
dibedakan atas : a. Jalan Arteri, b. Jalan Kolektor, c. Jalan Lokal, dan d. Jalan Lingkungan.
Jalan menurut statusnya dapat dikelompokkan menjadi :
a. Jalan Nasional, b. Jalan Provinsi, c. Jalan Kabupaten, d. Jalan Kota, dan
Volume 3, No. 2, Mei 2014 - 24 e. Jalan Desa.
Tipe jalan perkotaan menurut MKJI 1997 adalah :
1. Jalan 2 lajur 1 arah (2/1),
2. Jalan 2 lajur 2 arah tak terbagi (2/2 UD), 3. Jalan 4 lajur 2 arah tak terbagi (4/2 UD), 4. Jalan 4 lajur 2 arah terbagi (4/2 D), dan 5. Jalan 6 lajur 2 arah terbagi (6/2 D).
Volume Lalu Lintas
Menurut Morlok (1991), volume lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melalui suatu titik/penampang melintang jalan pada satu satuan waktu tertentu.
Dimana :
q = volume lalu lintas (kend/jam/lajur); n = jumlah kendaraan yang melalui satu
penampang melintang jalan pada satu lajur gerak, dalam interval waktu T; T = interval waktu pengamatan.
Aksi Keselamatan Lalu Lintas
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2030, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian nomor 5 di dunia setelah penyakit jantung, stroke, paru-paru dan infeksi saluran pernapasan. Pada bulan Maret 2010, Majelis Umum PBB mendeklarasikan Decade of Action (DoA) for Road Safety 2011 - 2020. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan dan mengurangi tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas jalan secara global
dengan meningkatkan kegiatan yang dijalankan pada skala nasional, regional dan global. Semangat deklarasi DoA sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan. (Departemen Perhubungan, 2011)
Pemerintah Indonesia menyusun RUNK Jalan (25 tahun) dan 10 tahun pertama RUNK Jalan ditetapkan menjadi program Dekade Aksi Keselamatan Jalan Republik Indonesia 2011-2020.
Penyusunan RUNK Jalan bertujuan : a. Memberikan panduan/pedoman bagi
pemangku kebijakan agar dapat merencanakan dan melaksanakan penanganan keselamatan jalan secara terkoordinir dan selaras.
b. Dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah untuk menjabarkan langkah-langkah penanganan keselamatan jalan di wilayahnya.
Ada 5 (lima) pilar yang terdapat dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, yaitu :
1. Manajemen Keselamatan Jalan (Road Safety Management),
2. Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road), 3. Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer
Vehicle),
4. Perilaku Pengguna Jalan (Safer People), 5. Perawatan Pasca Kecelakaan (Post
25 - Volume 3, No. 2, Mei 2014
Fasilitas Keselamatan Lalu Lintas
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa : a. Rambu lalu lintas,
b. Marka jalan,
c. Alat pemberi isyarat lalu lintas, d. Alat penerangan jalan,
e. Alat pengendali dan pengaman f. pengguna jalan,
g. Alat pengawasan dan pengamanan jalan, h. Fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, dan i. penyandang cacat, dan
j. Fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas k. dan angkutan jalan yang berada di jalan l. dan di luar badan jalan.
Kecelakaan Lalu Lintas
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kecelakaan lalu lintas digolongkan atas :
a. Kecelakaan lalu lintas ringan, b. Kecelakaan lalu lintas sedang, dan c. Kecelakaan lalu lintas berat.
d. Menurut Pedoman Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Pd T-09-2004-B) yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum, lokasi rawan
kecelakaan adalah suatu lokasi dimana angka kecelakaan tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu.
Suatu lokasi dinyatakan sebagai rawan kecelakaan lalu lintas apabila :
a. Memiliki angka kecelakaan yang tinggi. b. Lokasi kejadian kecelakaan menumpuk. c. Lokasi kecelakaan berupa persimpangan
atau segmen ruas jalan sepanjang 100 – 300 m untuk jalan perkotaan, ruas jalan sepanjang 1 km untuk jalan antar kota. d. Kecelakaan terjadi dalam ruang dan
rentang waktu yang relatif sama. e. Memiliki penyebab kecelakaan dengan
faktor yang spesifik.
Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga. Dalam setiap penelitian, populasi harus disebut secara eksplisit, terkait dengan besarnya anggota populasi dan wilayah penelitian. Semakin besar sampel yang diambil akan semakin representatif data yang diperoleh. (Wardiyanto, 2006)
Volume 3, No. 2, Mei 2014 - 26 Menurut Nazir (2011), sampel adalah
bagian dari populasi. Survei sampel adalah suatu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari populasi.
Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Slovin sebagai berikut (Riduan dan Akdon, 2007) :
Dimana :
n = jumlah sampel; N = jumlah populasi; d = presisi yang ditetapkan.
Teknik Sampling
Menurut Riduan dan Akdon (2007), teknik sampling adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. Ada 2 (dua) macam teknik penarikan sampel yaitu sampel probabilita (probability sampling) dan sampel non probabilita (non-probability sampling).
Riduan dan Akdon (2007) mengemuka kan bahwa skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap variabel penelitian. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor.
HASIL PEMBAHASAN
Titik-titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (blackspot)
Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2010–2012 yang didapatkan dari Polresta Banda Aceh dan hasil pengamatan yang dilakukan, terdapat beberapa titik yang menjadi blackspot pada kedua jalan tersebut. Blackspot di Jalan Teuku Umar terletak di Simpang 3 PU, depan Terminal Lama Seutui dan depan SPBU Simpang Jam.
1. Simpang 3 PU
Gambar 2. Simpang 3 PU, Banda Aceh
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, Simpang 3 PU termasuk titik rawan kecelakaan. Hal ini berdasarkan beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :
27 - Volume 3, No. 2, Mei 2014
Merupakan kawasan persimpangan yang sangat padat, terutama pada jam puncak sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Pengaturan lampu lalu lintas yang belum optimal. Pada jam-jam atau kondisi tertentu, lampu yang menyala hanya yang berwarna kuning saja, hal ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Sikap para pengendara yang menerobos
lampu merah.
Marka jalan yang sudah tidak jelas. Kendaraan yang parkir di badan jalan
yang dekat dengan traffic light.
2. Persimpangan Depan Suzuya Mall
Gambar 3. Persimpangan Depan Suzuya Mall,
Banda Aceh
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, persimpangan depan Suzuya Mall
termasuk titik rawan kecelakaan. Hal ini berdasarkan beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :
Pada badan jalan di depan toko dekat dengan persimpangan sering terlihat kendaraan yang parkir. Hal ini menyebabkan kendaraan yang datang dari arah Simpang Jam tidak dapat melihat kendaraan yang keluar dari persimpangan.
- Pada persimpangan tidak ada rambu peringatan atau warning light untuk berhati-hati.
- Marka jalan yang sudah tidak jelas. - Merupakan kawasan persimpangan yang
sangat padat, terutama pada jam puncak sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
- Sikap para pengendara yang parkir secara sembarangan.
- Sikap para pengendara yang mengendara kendaraannya berlawanan dengan arah lalu lintas.
3. Persimpangan Depan SPBU Simpang Jam
Volume 3, No. 2, Mei 2014 - 28
Gambar 4. Persimpangan Depan SPBU Simpang
Jam, Banda Aceh
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, persimpangan depan SPBU Simpang Jam termasuk titik rawan kecelakaan. Hal ini berdasarkan beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :
Merupakan kawasan yang sangat padat, terutama pada jam puncak sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sikap para pengendara yang menerobos langsung dari SPBU tanpa menghiraukan kendaraan yang melaju dari arah simpang 3 PU.
Jarak pandang pengendara dari arah Simpang 3 PU menjadi terhalang oleh kendaraan yang masuk ke SPBU.
Kendaraan yang parkir di dekat belokan di depan SPBU.
Analisis Persepsi Responden terhadap Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas
Karakteristik responden dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia dan jenis pekerjaan. Kuesioner dibagikan kepada masyarakat pengguna jalan di Jalan Teuku
Umar, Banda Aceh. Jawaban kuesioner responden menggunakan skala Likert.
Setiap jawaban yang terdapat pada kuesioner dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau dukungan sikap responden. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu diberi skor, sangat setuju (SS) diberi skor 5, setuju (S) diberi skor 4, ragu-ragu (R) diberi skor 3, tidak setuju (TS) diberi skor 2 dan sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1.
Dari hasil kuesioner responden dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat pengguna jalan setuju bahwa manusia merupakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas terutama di jalan perkotaan, kemudian diikuti oleh faktor jalan, kendaraan dan lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor paling dominan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan perkotaan adalah faktor perilaku manusia, yaitu seperti kurangnya kesadaran pengemudi dalam mematuhi peraturan lalu lintas, menerobos lampu merah, sering tidak menggunakan helm dan memarkirkan kendaraan dengan sembarangan.
Untuk lebih jelasnya mengenai hasil kuesioner responden di Jalan Teuku Umar dapat dilihat pada Tabel 2.
29 - Volume 3, No. 2, Mei 2014
Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Kuesioner Responden di Jalan Teuku Umar
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :
a. Pada Jalan Teuku Umar, Banda Aceh terdapat 3 (tiga) blackspot yaitu Simpang 3 PU, persimpangan depan Suzuya Mall dan persimpangan depan SPBU Simpang Jam.
Volume 3, No. 2, Mei 2014 - 30 b. Persepsi responden yaitu masyarakat
pengguna jalan terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas sangat bervariasi. Pada Jalan Teuku Umar, sebagian besar responden setuju bahwa manusia merupakan faktor dominan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kemudian diikuti oleh faktor kendaraan, faktor jalan dan faktor lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor paling dominan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan perkotaan adalah faktor perilaku manusia.
Saran
Beberapa saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian dan pembahasan antara lain :
a. Perlu dilakukan kerjasama dan koordinasi yang lebih erat antara pihak-pihak yang berkompeten dalam masalah keselamatan lalu lintas guna mencegah dan mengurangi kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
b. Perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat pada proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Armo, ATD, Subarto & Jehosua, J 2012, Analisis Kecelakaan pada Ruas Jalan Aki Balak di Kota Tarakan, Prosiding pada FSTPT, Bekasi.
BPS Kota Banda Aceh 2011, Banda Aceh dalam Angka 2011, Banda Aceh. (www.bandaacehkota.go.id/images/dokum en/BDA%202011.pdf, diakses pada 12 Mei 2013)
Direktorat Jenderal Bina Marga 1997, Manual
Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Marga 2004, Pedoman
Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Pd T-09-2004-B), Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2011,
Dekade Aksi Keselamatan Jalan, Departemen Perhubungan, Jakarta (http://hubdat.dephub.go.id/spesial- konten/dokumen-publikasi/umum/1148- dekade-aksi-keselamatan-jalan-2011-2020-republik-indonesia/ download, diakses pada 30 Mei 2013)
Junaidi 2007, Audit Keselamatan Jalan terhadap Aspek Kondisi Geometrik (Studi Kasus pada Jalan Banda Aceh – Seulimum), Tesis, Darussalam, Banda Aceh.
Morlok, E. K 1991, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nazir, M 2011, Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.
Riduan dan Akdon 2007, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, Penerbit Alfabeta, Bandung.
Setijowarno, D & Frazila, R.B 2001, Pengantar Sistem Transportasi, Penerbit Unika Soegijapranata, Semarang.
Syamsul, A 2008, Keselamatan Jalan pada Bagian Jalan yang paling Rawan di Kawasan Kota Banda Aceh, Skripsi,Darussalam, Banda Aceh.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Wardiyanto 2006, Metode Penelitian dan Pariwisata, Penerbit CV Andi Offset, Yogyakarta.