• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH HYPNOTHERAPY TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI STIKES KARYA HUSADA SEMARANG. Sri Puji Lestari, Herman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH HYPNOTHERAPY TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI STIKES KARYA HUSADA SEMARANG. Sri Puji Lestari, Herman"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH HYPNOTHERAPY TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI STIKES KARYA HUSADA SEMARANG

Sri Puji Lestari, Herman

S1 Keperawatan STIKES Karya Husada Semarang

[email protected], [email protected]

ABSTRAK

Latar Belakang : Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium

uterus. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenorea. Di Amerika Serikat diperkirakan 45-90%perempuan mengalami dismenorea, dan 12% nyeri berat, 37% sedang, 49% ringan. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tidak dapat dipastikan secara mutlak di karena akan kurangnya kesadaran penderita untuk berkunjung/melaporkan ke dokter. Boleh dikatakan 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenorea. Selain tindakan farmakologis untuk menanggulangi nyeri ada pula tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, salah satunya yaitu Hypnosis. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang. Metode : metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dan menggunakan desain pre-post test with control group dengan pemberian Hypnosis. Hasil : pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji t dependent dengan hasil penelitian yang menunjukkan (p= 0.000 dan α= 0,05). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang.

Kata Kunci : Hypnotherapy, nyeri dismenore

THE EFFECT OF HYPNOTHERAPY ON CHANGES IN DYMENORORE PAIN LEVEL OF STUDENTS AT KARYA HUSADA HEALTH AND SCIENCE COLLEGE OF SEMARANG

ABSTRACT

Menstruation was vaginal bleeding on a regular basis due to release of the endometrial lining of the uterus. An average of more than 50% of women in every country experiencing dysmenorrhoea. In the United States an estimated 45-90% of women experience dysmenorrhea, and 12% severe pain, 37% moderate, 49% lighter. In Indonesia the incidence of dysmenorrhea can not be ascertained as absolute as it will be a lack of awareness of patients to visit / report to the doctor. Arguably 90% of women in Indonesia have experienced dysmenorrhea. In addition to pharmacological action to cope with the pain there is also non-pharmacological measures to manage pain, one of which is Hypnosis. The purpose of this research was to determine the effect on changes in the level of pain on a student Dysmenorrhea at STIKES Karya Husada Semarang. This study was a Quasi-Experimental and using pre-post test design with control group by administering Hypnosis. Collection of the data was done by the researcher and the data obtained were analyzed using univariate and bivariate using t dependent test with the results of studies showing (p= 0.000, α= 0,05). Based on the results of research and discussion can be concluded that there is a effect changes in the level of pain on a student Dysmenorrhea at STIKES Karya Husada Semarang.

(2)

Pendahuluan

Pada sebagian wanita yang mengalami menstruasi akan timbul nyeri saat menstruasi yang biasanya disebut dismenore. Angka kejadian dismenorea didunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenorea (Fajaryati, 2010). Di Amerika Serikat diperkirakan 45-90%perempuan mengalami dismenorea, dan 12% nyeri berat, 37% sedang, 49% ringan, yang mengakibatkan 14% remaja putri tidak hadir disekolah. Selain ketidakhadiran disekolah, dismenorea ini juga berdampak pada kerugian ekonomi di Amerika Serikat tiap tahun yang diperkirakan mencapai 600 juta jam kerja dan dua miliar dolar (Anurogo & Wulandari, 2011). Sedangkan di Indonesia angka kejadian dismenorea tidak dapat dipastikan secara mutlak di karena akan kurangnya kesadaran penderita untuk berkunjung/melaporkan ke dokter. Boleh dikatakan 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenorea (Anurogo &Wulandari, 2011).

Sedangkan menurut (Depkes RI, 2010). Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap Negara mengalami nyeri menstruasi. Di Indonesia angka kejadian prevalensi nyeri menstruasi berkisar 55% dikalangan usia produktif. Di Amerika Serikat, Klein dan Litt melaporkan prevalensi dismenore mencapai 59,7%, dan di Swedia sekitar 72%. Angka kejadian nyeri menstruasi berkisar 45-95% dikalangan wanita usia produktif dengan upaya penanganan dismenore dilakukan 51,2% dengan terapi obat, 24,7% dengan relaksasi dan 24,1% dengan distraksi atau pengalihan nyeri. Di Indonesia dismenore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda (Ernawati dkk, 2010).

Hasil Sensus Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Tahun 2010, 11,78% adalah remaja dari jumlah penduduk 32.548.687 jiwa. Indonesia menempati urutan nomor 5 di dunia dalam hal jumlah penduduk, dengan remaja sebagai bagian dari penduduk yang ada. Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2010 berpenduduk 32.548.687 jiwa dengan jumlah remaja putrid usia 10- 19 tahun sebanyak 2.761.577 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenorea di propinsi Jawa Tengah mencapai 1.518.867 jiwa (Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, 2010).

Di Semarang yang dilakukan survey pada mahasiswa ditemukan kejadian dismenore ringan sebanyak 18%, dismenore sedang 62% dan dismenore berat 20%, hal ini akan dapat mengganggu aktifitas dan kegiatan belajar sehingga akan dapat mengganggu prestasi belajar mahasiswa.

(3)

Menurut Tamsuri (2006), selain tindakan farmakologis untuk menanggulangi nyeri ada pula tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, salah satunya yaitu Hypnosis. Hipnosis banyak digunakan di bidang kesehatan, untuk mengurangi nyeri luka operasi, persalinan, cabut gigi, mengurangi nyeri sendi, menurunkan disabilitas, dan lainnya. Beberapa bukti empiris juga menunjukkan bahwa hypnosis dapat menurunkan nyeri (Prabowo. 2009).

Dari hasil surve studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di STIKES Karya Husada Semarang pada tanggal 20 Juni 2016 membutikan bahwa 10 mahasiswi dari tingkat I-IV 1 diantaranya sering memakai obat apabila nyeri tidak hilang, 2 diantaranya kadang-kadang memakai obat akantetapi lebih memilih tidur untuk menghilangkan nyeri, 7 diantaranya tidak menggunakan obat dan memilih untuk tidur serta mendengarkan music relaksasi.

Dilihat dari fenomena diatas peneliti tertarik untuk meneliti dengan mengaplikasikan

hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri dismenore pada Mahasiswi STIKES Karya

Husada Semarang. Tujuan dilakukan penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui pengaruh

Hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri Diesmenore pada Mahasiswi STIKES Karya

Husada Semarang.

Tinjauan Teoritis

Nyeri merupakan mekanisme protektif yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesadaran telah atau akan terjadi kerusakan jaringan (Andarmoyo S, 2013). Dismenore adalah nyeri di perut bagian bawah ataupun di pungung bagian bawah akibat dari gerakan rahim yang meremas-remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas (Faizah, 2000).

Nyeri disminore menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Keluhan ini berhubungan dengan ketidakhadiran berulang di sekolah ataupun di tempat kerja, sehingga dapat mengganggu produktivitas.40-70% wanita pada masa reproduksi mengalami disminore, dan sebesar 10% mengalaminya hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri disminore akan berpengaruh pada aktivitas akademis, sosial dan olahraga (Puji, 2010).

Hypnotherapy atau hipnoterapi merupakan salah satu teknik terapi pikiran dengan

menggunakan metode hipnotis yang bertujuan untuk hal-hal positif dan kemajuan seseorang. Hipnoterapi ini biasanya digunakan untuk terapi bagi para pasien/subyek yang sedang mengalami masalah di dalam dirinya, misalnya sedang menderita penyakit, kurang percaya diri, trauma, dan lain sebagainya. Hypnotherapymerupakan salah satu ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan, dan perilaku(Irfan,

(4)

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental. Jenis desain dalam penelitian ini menggunakan pre-post test with control group. Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2015-Juli 2016 pada mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswi S1 Keperawatan tingkat I-IV STIKES Karya Husada Semarang yaitu sebanyak 220 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yaitu sebanyak 142 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan purposive

sampling.instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan alat ukur skala nyeri

dan lembar ceklist. Data ini akan diolah dengan menggunakan uji statistik normalitas dan uji t-tes dependen.

Hasil Penelitian 1. Analisa Univariat

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Rata-rata Responden Tingkat Nyeri Disminore Pre Dan Post Nyeri Disminore Pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang

No Kategori Mean Median Min Max SD

1. Pre hypnoteraphy nyeri disminore 5,73 2,00 1 9 2,508 2. Post hypnoteraphy nyeri disminore 2,06 2,00 1 6 1,005

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai pre nyeri disminore dengan nilai rata-rata pre nyeri disminore yaitu 5,73 dan nilai post nyeri disminore dengan nilai rata- rata yaitu 2,06, nilai median pre dan post nyeri disminore yaitu 2,00. Kemudian untuk nilai minimum dan maksimum pre dan post nyeri disminore pada responden yaitu 1 sedangkan nilai maksimum pre nyeri disminore yaitu 9 dan nilai maksimum pada post nyeri disminore yaitu 6 dengan nilai SD pre test 2,508 dan post nyeri disminore yaitu 1,005.

(5)

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Nyeri Disminore Pre Dan Post Nyeri Disminore Pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang

No Kategori Frekuensi Persentase %

1. Pre nyeri disminore

Nyeri ringan 115 81

Nyeri sedang 24 16,9

Nyeri berat 3 2,1 2. Post nyeri disminore

Nyeri ringan Nyeri sedang 123 19 86,6 13,4

Berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan hasil bahwa responden pada pre nyeri disminore tingkat nyeri ringan ada 115 responden (81%), tingkat nyeri sedang sebanyak 24 responden (16,9%) dan tingkat nyeri berat sebanyak 3 orang responden (2,1%). Sedangkan pada responden pada post nyeri disminore setelah diberikan hypnoterapy yaitu pada tingkat nyeri ringan sebanyak 123 responden (86,6%) dan tingkat nyeri ringan sebanyak 19 responden (13,4%).

2. Analisis Bivariat

Tabel 4.3. Kenormalan Data Tingkat Pre dan Post Hypnoteraphy Nyeri Disminore

Sig

Pre hypnoteraphy nyeri disminore 0,675 Normal

Post hypnoteraphy nyeri disminore 0,750 Normal

Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan α = 0,05 diperoleh nilai signifikasi (sig.) uji kolmogorov pada uji normalitas pre dan post

hypnoteraphy nyeri disminore (sig. 0,675 dan 0,750) > α = 0,05. Jadi, dapat

disimpulkan bahwa data normal, maka analisa bivariat dengan uji paired t test.

Tabel 4.4 Pengaruh Tingkat Nyeri Disminore Pre Dan Post Nyeri Disminore Pada Mahasiswi STIKES Karya Husada Semarang

Variable Mean SD N P value

Pre hypnoteraphy nyeri 5,73 3,580 142 disminore

0,000 Post hypnoteraphy nyeri 2,17 2,065 142

(6)

Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai mean pre hypnoteraphy nyeri disminore sebesar 5,73 dengan SD 3,580 dan nilai mean Post hypnoteraphy nyeri disminore sebesar 2,17 dengan SD 2,065. Hasil uji statistik di dapatkan nilai p value = 0,000 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan

hypnoterapy terhadap tingkat nyeri disminore.

Pembahasan

Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa nilai pre nyeri disminore dengan nilai rata- rata pre nyeri disminore yaitu 5,73 dan nilai post nyeri disminore dengan nilai rata-rata yaitu 2,06. Hal ini terjadi mengingat nyeri merupakan hal yang bersifat subjektif dan hanya seseorang yang mengalami kondisi tersebut yang dapat mendeskripsikan besarnya nyeri yang dirasakan. Sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan skor intensitas nyeri pada masing - masing responden. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika, (2012) yaitu nilai Rata-rata (mean) intensitas nyeri pada saat sebelum dilakukan yoga adalah 4,48 dan rata-rata intensitas nyeri setelah dilakukan yoga adalah 1,91.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden pada pre nyeri disminore tingkat nyeri ringan ada 115 responden (81%), tingkat nyeri sedang sebanyak 24 responden (16,9%) dan tingkat nyeri berat sebnayak 3 orang responden (2,1%). Sedangkan pada responden pada post nyeri disminore setelah diberikan hypnoterapy yaitu pada tingkat nyeri ringan sebanyak 123 responden (86,6%) dan tingkat nyeri ringan sebanyak 19 responden (13,4%).

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktifa dkk, (2011) yang meneliti pengaruh hipnoterapi terhadap penurunan tingkat nyeri pada remaja yang mengalami dismenore di Pasuruan. Dalam penelitian tersebut, setelah responden dilakukan tindakan hipnoterapi selama 10 menit terjadi penurunan tingkat nyeri dari tingkat nyeri berat dan sedang menjadi tingkat nyeri ringan sebanyak 18 orang (85,71%), dan sebagian responden mengalami penurunan tingkat nyeri dari nyeri berat menjadi nyeri sedang sebanyak 3 orang (14,29%).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean pre hypnoteraphy nyeri disminore sebesar 5,73 dengan SD 3,580 dan nilai mean Post hypnoteraphy nyeri disminore sebesar 2,17 dengan SD 2,065. Hasil uji statistik di dapatkan nilai p value = 0,000 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan hypnoterapy terhadap tingkat nyeri disminore.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Aun, (2015) yang berjudul Pengaruh Hypnoterapi Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore Di SMPN 16 Pontianak mendapatkan hasil bahwa dari jumlah sampel sebanyak 16 orang hasil pre dan post tingkat

(7)

nyeri pada responden didapatkan nilai p value 0,000 dengan hasil ada pengaruh hypnoterapi terhadap tingkat nyeri disminore di SMPN 16 Pontianak.

Spasme otot dapat menimbulkan rasa nyeri pada saat menstruasi. Rasa nyeri disebabkan oleh pengaruh spasme otot yang menekan pembuluh darah dan menyebabkan iskemik. Nyeri akibat iskemik jaringan terjadi bila aliran darah yang menuju jaringan terhambat. Hal ini terjadi karena terkumpulnya sejumlah besar asam laktat dalam jaringan yang terbentuk akibat metabolisme anaerobik, mungkin juga ada bahan kimia lain seperti bradikinin, prostaglandin dan enzim proteolitik yang terbentuk dalam jaringan akibat kerusakan sel. Bahan-bahan ini dan asam laktat akan merangsang ujung saraf nyeri (Guyton dan Hall, 2006).

Simpulan

1. Hasil penelitian tingkat nyeri dismenore sebelum dilakukan hypnotherapy yaitu nilai mean 5,73

2. Hasil penelitian perubahan tingkat nyeri disminore setelah dilakukan hypnotherapy yaitu nilai mean 2,06.

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh hypnotherapy terhadap perubahan tingkat nyeri disminore dengan hasil nilai p value = 0,000 <  (0,05).

Saran

1. Bagi Pendidikan Keperawatan

Saran bagi tenaga profesi keperawatan, diharapkan penelitian ini menambah pengetahuan dan wawasan perawat yang lebih luas tentang hypnoterapi untuk menangani dismenore dan dapat menjadi salah satu alternatif tindakan manajemen nyeri secara non farmakologi yang dapat dijadikan sebagai metode untuk menurunkan intensitas nyeri yang dapat diterapkan pada klien dengan dismenore.

2. Bagi Mahasiswa

Untuk mahasiswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk menanggulangi atau mengurangi nyeri disminore yang dialami dan memperlancar aktivitas sehari-hari.

3. Bagi Peneliti lain

Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian lanjutan untuk lebih mengeksplore mengenai terapi hypnoteraphy sebagai cara untuk mengendalikan penyakit yang lain

(8)

Daftar pustaka

Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. (2010). Penduduk Menurut Kelompok Umur

Dan Jenis Kelamin, http://jateng.bps.go.id/ diunduh 25 September 2015.

Ernawati. 2010. Terapi relaksasi terhadap nyeri dismenore pada mahasiswi Universitas

muhammadiyah semarang. Tersedia di http:// jurnal unimus.ac.id.vol 1 no 1. Diakses

tanggal 27 Januari 2016.

Hermawan. (2012). Dismenore. Tersedia dihttp://ayupermatasarihermawan. blogspot.com. Diakses tanggal 10 Februari 2016

Irfan, F. (2007). Hipnoteraphy. Yogyakarta : Pustaka Larasati.

Judha, M. et al. (2012). Teori Pengukuran Nyeri. Yogyakarta. Nuha Medika.(Kart, 2000; Mottern, 2010).

Lusa. (2013).Konsep Keperawatan Nyeri. Yogyakarta. Visimedia.

Prabowo. (2009). Hipnomedik, Hipnoterapi dan Hipnopregnancy. Yogyakarta :Nuha Medika. Puji. (2010).Master Hipnotis Yogyakarta : Pustaka Araska Media Utama.

Tamsuri, (2006). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta : EGC

Unsal, A. (2010). Prevalence of dysmenorrhea and its effect on quality of life among a group

of female university students. Tersedia diwww.ncbi.nlm.nih.gov/ v 115 (2).Diakses

Referensi

Dokumen terkait

berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan

12.30 WIB (waktu pemberian penjelasan) sebanyak 8 pertanyaan, seluruhnya telah dijawab dan penjelasan yang bersifat merubah dokumen pengadaan atau belum tercantum dalam

Dengan mengambil analogi di atas, maka proyek pemetaan seperti yang pertama kali akan dilakukan oleh swasta melalui proyek NEXTMap Indonesia ini pun sejatinya

Dan untuk pelaksanaan pelayanan penyuluhan kepada masyarakat di Kelurahan Pelabuhan masih belum maksimal karenakan beberapa hal antara lain yaitu pertama masyarakat

Batasan struktur dalam penelitian ini adalah bentuk yang menyertai keishiki meishi mono dan jenis kelas kata yang mengikutinya, serta makna yang

Selain metode demonstrasi guru juga menambahkan metode bercakap-cakap saat pembelajaran berlangsung, karena dengan bercakap-cakap dapat mengasah kemampuan anak

Sofyan Tsauri menyebutkan bahwa para pengikut gerakan Islam radikal pada umumnya adalah mereka yang merasa tertindas, teraniaya dan kemudian berupaya melakukan perubahan

Bagaimana tinjauan maslahah pada pelaksanaan mediasi terhadap perkara perceraian di Pengadilan Agama Semarang.