• Tidak ada hasil yang ditemukan

PREDIKSI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER II TAHUN 2015/2016 MATA KULIAH HUKUM PERDATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PREDIKSI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER II TAHUN 2015/2016 MATA KULIAH HUKUM PERDATA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PREDIKSI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER II

TAHUN 2015/2016

MATA KULIAH HUKUM PERDATA

Disusun oleh

MUHAMMAD NUR JAMALUDDIN

NPM. 151000126

KELAS D

UNIVERSITY

7D744149

081223956738

16jamal

muh.jamal08

KADER HmI KOMHUK UNPAS-BANDUNG

(2)

Silakan follow ya

   [email protected] muhnurjamaluddin.blogspot.co.id mnurjamaluddin.blogspot.co.id creativityjamal.blogspot.co.id [email protected] SAAT INI

Jalan PH. Hasan Mustapa Nomor 23, Gang Senang Raharja, ASAL

Kampung Pasir Galuma, RT 02, RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut,

Provinsi Jawa Barat, Indonesia

(3)

Renungan

Ya Tuhan, saya lupa

Saya benar-benat lupa, padahal sudah belajar dan menghafalnya Ingat:

Ingatlah Aku, maka akan Ku ingatkan pula semua yang kamu lupa? Ya Tuhan, karena saya lupa

Izinkan saya untuk melihat pekerjaan temanku

Izinkan pula saya untuk menyontek melalui Hand Phone Atau melalui buku yang sudah saya bawa ini

Atau melalui catatan kecil yang sudah saya siapkan ini Ingat:

Bukankah Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui? Bukankah Aku lebih dapat melihat apa yang kamu sembunyikan itu? Ya Tuhan, karena saya ingin mendapat nilai terbaik

Supaya dapat membanggakan diriku, kelurgaku dan juga yang lainnya

Izinkan saya mengahalalkan semua cara ini Ingat:

Bukankah yang memberikan nilai terbaik itu Aku? Dosen hanyalah sebagai perantara saja dariku? Jikalau kamu ingin mendapatkan kebahagian di dunia

Dan juga kebahagiaan di akhirat

Jangan pernah menghalalkan semua yang telah Aku haramkan Ingat:

(4)

UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG FAKULTAS HUKUM

Jalan Lengkong Besar Nomor 68 Bandung 40261

UJIAN AKHIR SEMESTER II TAHUN AKADEMIK 2015/2016

MATA KULIAH : HUKUM PERDATA

HARI, TANGGAL : RABU, 01 JUNI 2016 KELAS/SEMESTER : A-B-C-D-E-F-G-H/II

WAKTU : 90 MENIT

DOSEN : TIM DOSEN

SIFAT UJIAN : CLOSE BOOK

SOAL

1. X dan Y adalah penduduk tinggal di Kepulauan Maluku merupakan korban tenggelamnya kapal Feri “Rama” di perairan Majene akhir April 2010 yang sampai hari ini belum ditemukan:

a. Bagaimana seseorang dikatakan dalam keadaan tak hadir menurut Hukum Perdata, dan bagaimana seseorang itu dapat dipersangkakan mati, baik secara sementara maupun secara definitif?

Jawaban:

Sebagaimana menurut Pasal 463 KUHPerdata bahwa seseorang dikatakan dalam keadaan tak hadir menurut Hukum Perdata dapat terjadi apabila seseorang meninggalkan tempat tinggalnya tanpa membuat suatu surat kuasa untuk mewakilinya dalam usahanya serta kepentingannya atau dalam mengurus hartanya serta kepentingannya atau jika kuasa yang diberikan tidak berlaku lagi. Artinya, jika seseorang meninggalkan tempat tinggalnya, kemudian seseorang tersebut tidak sempurna mewakilkan kepentingannya pada seseorang, maka seseorang tersebut dianggap tak hadir.

(5)

Kemudian seseorang itu dapat dipersangkakan mati, baik secara sementara maupun secara definitif, yaitu:

1) Pengambilan tindakan sementara atau dapat disebut dipersangkakan mati secara sementara bahwa masa ini diambil jika ada alasan-alasan yang mendesak untuk mengurus seluruh atau sebagian harta kekayaannya. Tindakan sementara ini dimintakan kepada Pengadilan Negeri oleh orang yang mempunyai kepentingan terhadap harta kekayaannya. Misalnya istrinya, para kreditur, sesama pemegang saham dan lain-lain, juga jaksa dapat memohon tindakan sementara tersebut.

Dalam tindakan sementara ini hakim memerintahkan BPH (Balai Harta Peninggalan) untuk mengurus seluruh harta kekayaan serta kepentingan dari orang tak hadir. Adapun kewajiban BHP adalah:

a) Membuat pencatatan harta yang diurusnya.

b) Membuat daftar pencatatan harta, surat-surat lain uang kontan, kertas berharga dibawa ke kantor BHP.

c) Memperhatikan segala ketentuan untuk seseorang wali mengenai pengurusan harta seorang anak (Pasal 464 KUHPerdata).

d) Tiap tahun memberi pertanggungjawaban kepada jaksa dengan memperlihatkan surat-surat pengurusan dan efek-efek (Pasal 465 KUHPerdata).

e) BHP berhak atasa upah yang besarnya sama dengan seorang wali (Pasal 411 KUHPerdata).

2) Masa pewarisan definitif atau dapat disebut dipersangkakan mati secara definitif bahwa masa ini terjadi apabila lewat 30 tahun sejak tanggal tentang “mungkin sudah meninggal” atas keputusan hakim, atau setelah lewat 100 tahun setelah lahirnya si tak hadir. Akibat-akibat permulaan masa pewarisan definitif:

a) Semua jaminan dibebaskan.

b) Para ahli waris dapat mempertahankan pembagian harta warisan sebagaimana telah dilakukan atau membuat pemisahan dan pembagian definitif.

c) Hak menerima warisan secara terbatas berhenti dan para ahli waris dapat diwajibkan menerima warisan atau menolaknya.

d) Seandainya orang yang tidak hadir kembali setelah masa pewarisan definitif, ia ada hak untuk meminta kembali hartanya dalam keadaan sebagaimana adanya berikut

(6)

b. Dalam kecalakaan di atas, bagaimana Hukum Perdata menyelesaikan keadaan tak hadirnya seseorang yang disebabkan karena kecelakaan?

Jawaban:

Proses Hukum Perdata menyelesaikan keadaan tak hadirnya seseorang yang disebabkan karena kecelakaan di atas berdasarkan pada Pasal 463 KUHPerdata bahwa jika seseorang meninggalkan tempat tinggalnya tanpa membuat suatu surat kuasa untuk mewakilinya dalam usahanya serta kepentingannya atau dalam mengurus hartanya serta kepentingannya atau jika kuasa yang diberikan tidak berlaku lagi. Kemudian cara menyelesaiakan keadaan tak hadirnya seseorang yang disebabkan karena kecelakaan seperti di atas, yaitu:

1) Pengambilan tindakan sementara bahwa masa ini diambil jika ada alasan-alasan yang mendesak untuk mengurus seluruh atau sebagian harta kekayaannya. Tindakan sementara ini dimintakan kepada Pengadilan Negeri oleh orang yang mempunyai kepentingan terhadap harta kekayaannya. Misalnya istrinya, para kreditur, sesama pemegang saham dan lain-lain, juga jaksa dapat memohon tindakan sementara tersebut. Dalam tindakan sementara ini hakim memerintahkan BPH (Balai Harta Peninggalan) untuk mengurus seluruh harta kekyaan serta kepentingan dari orang tak hadir. Adapun kewajiban BHP adalah:

a) Membuat pencatatan harta yang diurusnya.

b) Membuat daftar pencatatan harta, surat-surat lain uang kontan, kertas berharga dibawa ke kantor BHP.

c) Memperhatikan segala ketentuan untuk seseorang wali mengenai pengurusan harta seorang anak (Pasal 464 KUHPerdata).

d) Tiap tahun memberi pertanggungjawaban kepada jaksa dengan memperlihatkan surat-surat pengurusan dan efek-efek (Pasal 465 KUHPerdata).

e) BHP berhak atasa upah yang besarnya sama dengan seorang wali (Pasal 411 KUHPerdata).

(7)

2) Masa kemungkinan sudah meninggal bahwa seseorang dapat diputuskan kemungkinan sudah meninggal jika:

a) Tidak hadir 5 tahun, bila tidak meninggalkan surat kuasa (Pasal 467 KUHPerdata), dimulai pada hari ia pergi tidak ada kabar yang diterima dari orang tersebut atau sejak kabar terakhir diterima.

b) Tidak hadir 10 tahun, bila surat kuasa ada tetapi sudah habis berlakunya (pasal 470 KUHPerdata), dimulai pada hari ia pergi tidak ada kabar yang diterima dari orang tersebut atau sejak kabar terakhir diterima.

c) Tidak hadir 1 tahun, bila orangnya termasuk awak atau penumpang kapal laut atau pesawat udara (S. 1922 No. 455), dimulai sejak adanya kabar terakhir dan jika tidak ada kabar sejak hari berangkatnya.

d) Tidak hadir 1 tahun, jika orangnya hilang pada suatu peristiwa fatal yang menimpa sebuah kapal laut atau pesawat udara (S. 1922 No. 455), di mulai sejak tanggal terjadinya peristiwa.

e) Dalam Peraturan Pemerintah No. 9/1975, dikatakan bahwa apabila salah satu pihak meninggalkannya 2 tahun berturut-turut, pihak yang ditinggalkan boleh mengajukan perceraian.

Akibat-akibat dari masa kemungkinan sudah meninggal bagi para ahli waris dan penerima hibah wasiat/legataris adalah:

a) Menuntut pembukaan surat wasiat.

b) Mengambil (menerima) harta orang yang tak hadir dengan kewajiban membuat pencatatan harta yang diambil serta memberi jaminan yang harus disetujui oleh hakim (pasal 472 KUHPerdata).

c) Meminta pertanggungjawaban oleh BHP, bila BHP dahulu mengurusnya.

d) Mengoper segala kewajiban dan gugatan orang tak hadir (Pasal 488 KUHPerdata). Para ahli waris yang diperkirakan demi hukum menerima harta warisan secara terbatas (Pasal 277 KUHPerdata).

e) Pada umumnya mereka bertindak sebagai orang yang mempunyai hak pakai hasil (Pasal 474 KUHPerdata).

f) Berhak mengadakan pemisahan dan pembagian dengan ketentuan harta tetap tidak dapat dijual kecuali dengan izin hakim (Pasal 478 dan 481 KUHPerdata).

(8)

3) Masa pewarisan definitif bahwa masa ini terjadi apabila lewat 30 tahun sejak tanggal tentang “mungkin sudah meninggal” atas keputusan hakim, atau setelah lewat 100 tahun setelah lahirnya si tak hadir. Akibat-akibat permulaan masa pewarisan definitif:

a) Semua jaminan dibebaskan.

b) Para ahli waris dapat mempertahankan pembagian harta warisan sebagaimana telah dilakukan atau membuat pemisahan dan pembagian definitif.

c) Hak menerima warisan secara terbatas berhenti dan para ahli waris dapat diwajibkan menerima warisan atau menolaknya.

d) Seandainya orang yang tidak hadir kembali setelah masa pewarisan definitif, ia ada hak untuk meminta kembali hartanya dalam keadaan sebagaimana adanya berikut harga dari harta yang tidak dipindatangankan, semuanya tanpa hasil dan pendapatannya (Pasal 486 KUHPerdata).

2. Soalnya, yaitu:

a. Benda berdasarkan pasal 499 KUHPerdata, adalah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak yang dapat dikuasai oleh hak milik. Jelaskan maksudnya!

Jawaban:

Pasal 499 KUHPerdata yang berbunyi “Menurut paham undang-undang yang dinamakan kebendaan ialah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak yang dapat dikuasai oleh hak milik”. Berdasarkan Pasal 499 KUHPerdata tersebut terdapat dua istilah yaitu benda (zaak) dan barang (goed). Pada umumnya yang diartikan dengan benda itu berupa benda yang berwujud, bagian kekayaan, ataupun yang berupa hak ialah segala sesuatu yang dapat dikuasai manusia dan dapat dijadikan objek hukum. Kemudian kata “dapat” dalam definisi tersebut mengandung arti/mempunyai arti yang penting karena membuka berbagai kemungkinan yaitu pada saat tertentu sesuatu itu belum berstatus sebagai objek hukum, namun pada saat-saat yang lain merupakan objek hukum seperti aliran listrik. Jadi, untuk dapat menjadi objek hukum ada syarat yang harus dipenuhi yaitu penguasaan manusia dan mempunyai nilai ekonomi dan karena itu dapat dijadikan sebagai objek hukum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa maksud dari Pasal 499 KUHPerdata benda (zaak) dan barang (goed) berupa benda yang berwujud, bagian kekayaan, ataupun yang berupa hak atau barang ialah segala sesuatu yang dapat dikuasai manusia dan dapat dijadikan objek hukum.

(9)

b. Jelaskan pengaruh Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok Agraria, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fudisia terhadap berlakunya Buku II KUHPerdata!

Jawaban:

1) Pengaruh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok Agraria terhadap berlakunya Buku II KUHPerdata

Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) membawa perubahan besar terhadap berlakunya Buku II KUHPerdata di Indonesia. Yakni pada dictum UUPA yang mencabut Buku II KUHPerdata yang mengatur bumi, air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, kecuali ketentuan-ketentuan mengenai hipotik yang masih berlaku pada saat UUPA mulai berlaku. Dicabutnya ketentuan-ketentuan dalam Buku II KUHPerdata tersebut merupakan perwujudan dari upaya unifikasi hukum agraria di Indoneisia. Oleh karenanya sebelum berlakunya UUPA, hukum Agraria di Indonesia bersumber pada hukum barat dan hukum adat. Adapun akibat dari berlakunya UUPA terhadap Buku II KUHPerdata adalah sebagai berikut:

a) Ada pasal-pasal yang masih berlaku penuh, yaitu:

 Pasal 505, serta Pasal 209 s.d. Pasal 518 yang mengatur mengenai benda bergerak.  Pasal 612 dan Pasal 613 yang mengatur mengenai penyerahan benda bergerak.  Pasal 826 dan Pasal 827 yang mengatur mengenai bewoning.

 Pasal 830 s.d. Pasal 1130 yang mengatur mengenai waris.

 Pasal 1131 s.d. Pasal 1149 yang mengatur mengenai piutang yang diistimewakan (privilege).

(10)

b) Ada pasal-pasal yang menjadi tidak berlaku, yaitu:

 Pasal-pasal yang mengatur mengenai benda tidak bergerak yang hanya mengatur mengenai hak atas tanah.

 Pasal-pasal yang mengatur mengenai cara memperoleh hak milik atas tanah.  Pasal 621 s.d. Pasal 623 yang mengatur mengenai pemberian penegasan hak atas

tanah yang menjadi wewenang Pengadilan Negeri.

 Pasal-pasal yang mengatur mengenai penyerahan benda-benda tidak bergerak.  Pasal 673 mengenai kerja rodi.

 Pasal 625 s.d. Pasal 672 yang mengatur mengenai hak dan kewajiban pemilik pekarangan yang bertetangga.

 Pasal 674 s.d. Pasal 710 yang mengatur mengenai pengabdian pekarangan (erfdienstbaarheid).

 Pasal 711 s.d. Pasal 719 yang mengatur mengenai hak opstal.  Pasal 720 s.d. Pasal 736 yang mengatur mengenai hak erfpact.

 Pasal 737 s.d. Pasal 755 yang mengatur mengenai bunga tanah dan hasil sepersepuluh.

c) Ada pasal-pasal yang masih berlaku tetapi tidak penuh, yaitu:  Pasal-pasal mengenai benda pada umumnya.

 Pasal 503 s.d. Pasal 505 yang mengatur mengenai membedakan benda.

 Pasal 529 s.d. Pasal 568 yang mengatur mengenai sepanjang tidak mengenai tanah.  Pasal 756 yang mengatur mengenai hak memungut hasil (vruchgebruuk)

sepanjang tidak mengenai tanah.

 Pasal 818 yang mengatur mengenai hak pakai sepanjang tidak mengenai tanah.  Pasal 1162 s.d. Pasal 1232 yang mengatur mengenai hipotik sepanjang tidak

(11)

2) Pengaruh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fudisia terhadap berlakunya Buku II KUHPerdata

Akibat berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fudisia terhadap berlakunya Buku II KUHPerdata terhadap berlakunya ketentuan mengenai hipotik dan fidusia dalam Buku II KUHPerdata yaitu pengaturan mengenai hipotik dalam KUHPerdata terdapat dari Pasal 1162 s.d. Pasal 1232.

Dengan berlakunya Undang-Undang ini, ketentuan mengenai credietverband sebagaimana dalam Staatsblad 1908-542 jo. Staatsblad 586 dan Staatsblad 1909-584 sebagai yang telah diubah dengan Staatsblad 1937-190 jo. Staatsblad 1937-191 dan ketentuan mengenai hipotik dan fidusia sebagaimana tersebut dalam Buku II KUHPerdata Indonesia sepanjang mengenai pembebanan hak tanggungan pada hak atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dari isi ketentuan diatas dapat dikatakan bahwa ketentuan-ketentuan yang berada di KUHPerdata dinyatakan tidak berlaku lagi sepanjang mengenai pembebanan hak atas tanah beserta benda yang berkaitan dengan tanah dan pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. Hal ini berarti hak tanggungan atas tanah saja yang berada di KUHPerdata yang dinyatakan tidak berlaku lagi. Kemudian ketentuan hipotik dan fidusia selama benda-benda bukan tanah masih tetap berlaku namun sekarang ini telah ada undang-undang lain yang mengatur tentang hipotik dan fidusia lainnya.

(12)

c. Apa dasar hukum berlakunya UUPA itu bagi hukum tanah di Indonesia? Jawaban:

Dasar hukum berlakunya UUPA itu bagi hukum tanah di Indonesia, yaitu: 1) Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959.

2) Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

”Bumi, Air, Ruang Angkasa serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”.

3) Penetapan Presiden No. 1 tahun 1960 (Lembaran-Negara 1960 No. 10) tentang Penetapan Manifesto Politik Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1959 sebagai Garis-Garis Besar Dari Pada Haluan Negara dan Amanat Presiden tanggal 17 Agustus 1960.

4) Pasal 5 juncto 20 Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

d. Jelaskan macam-macam benda, dan jelaskan mengapa membedakan benda bergerak dan benda tidak bergerak penting dalam Hukum Perdata!

Jawaban:

Berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, benda dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu benda bergerak dan benda tidak bergerak. Mengenai benda tidak bergerak, diatur dalam Pasal 506 s.d. Pasal 508 KUHPerdata. Kemudian untuk benda bergerak, diatur dalam Pasal 509 s.d. Pasal 518 KUHPerdata. Selanjutnya menurut Frieda Husni Hasbullah pentingnya membedakan benda bergerak dan benda tidak bergerak berkaitan dengan lima hal yaitu bezit, pembebanan, penyerahan, pembuktian dan daluwarsa serta penyitaan. Kelima hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Kedudukan berkuasa (bezit) bahwa sebagaimana dalam Pasal 1977 KUHPerdata, bezit atas benda bergerak berlaku sebagai titel yang sempurna. Tidak demikian halnya bagi mereka yang menguasai benda tidak bergerak, karena seseorang yang menguasai benda tidak bergerak belum tentu adalah pemilik benda tersebut.

2) Pembebanan (bezwaring) bahwa sebagaimana dalam Pasal 1150 KUHPerdata, pembebanan terhadap benda bergerak harus dilakukan dengan gadai, sedangkan pembebanan terhadap benda tidak bergerak menurut Pasal 1162 KUHPerdata harus dilakukan dengan hipotik.

(13)

Kemudian sejak berlakunya Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, maka atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah hanya dapat dibebankan dengan Hak Tanggungan. Selanjutnya untuk benda-benda bergerak juga dapat dijaminkan dengan lembaga fidusia menurut Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. 3) Penyerahan (levering) bahwa sebagaimana dalam Pasal 612 KUHPerdata, penyerahan

benda bergerak dapat dilakukan dengan penyerahan nyata (feitelijke levering). Dengan sendirinya penyerahan nyata tersebut adalah sekaligus penyerahan yuridis (juridische levering). Kemudian menurut Pasal 616 KUHPerdata, penyerahan benda tidak bergerak dilakukan melalui pengumuman akta yang bersangkutan dengan cara seperti ditentukan dalam Pasal 620 KUHPerdata antara lain membukukannya dalam register. Selanjutnya dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), maka pendaftaran hak atas tanah dan peralihan haknya menurut ketentuan Pasal 19 UUPA dan peraturan pelaksananya.

4) Pembuktian dan daluwarsa (verjaring) bahwa terhadap benda bergerak, tidak dikenal daluwarsa sebab menurut Pasal 1977 ayat (1) KUHPerdata, bezit atas benda bergerak adalah sama dengan eigendom karena itu sejak seseorang menguasai suatu benda bergerak, pada saat itu atau detik itu juga ia dianggap sebagai pemiliknya. Kemudian terhadap benda tidak bergerak dikenal daluwarsa karena menurut Pasal 610 KUHPerdata, hak milik atas sesuatu kebendaan diperoleh karena daluwarsa.

5) Penyitaan adalah suatu tindakan hukum oleh hakim yang bersifat eksepsional, atas permohonan salah satu pihak yang bersengketa, untuk mengamankan barang-barang sengketa atau yang menjadi jaminan dari kemungkinan dipindahtangankan, dibebani, sesuatu sebagai jaminan, dirusak atau dimusnahkan oleh pemegang atau pihak yang menguasai barang-barang tersebut untuk menjamin agar putusan hakim nantinya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Penyitaan ini merupakan tindakan persiapan untuk menjamin dapat dilaksanakannya putusan perdata. Barang-barang yang disita untuk kepentingan kreditur (penggugat) dibekukan ini berarti bahwa barang-barang itu disimpan (diconserveer) untuk jaminan dan tidak boleh dialihkan atau dijual (Pasal 197 ayat 9, 199 HIR, 212, 214 Rbg). Oleh karena itu, penyitaan ini disebut juga sita conservatoir atau sita jaminan.

(14)

e. Jelaskan cara-cara yang diperoleh subjek hukum dalam memperoleh hak milik, baik yang diatur dalam KUHPerdata maupun diluar KUHPerdata!

Jawaban:

Secara umum cara memperoleh hak milik diatur dalam Pasal 584 KUHPerdata, yaitu:

1) Pemilikan/pendakuan (toeeigening) adalah suatu cara untuk memperoleh hak milik atas benda bergerak yang belum ada pemiliknya (res nullius), misalnya mengail ikan di sungai, mengambil sarang burung tawon di hutan, mengail ikan di laut dan lain-lain.

2) Perlekatan/ikutan (natrekking) adalah cara memperoleh hak milik atas benda karena benda itu mengikuti benda yang lain, misalnya kalau kita membeli tanah otomatis sudah termasuk apa yang ada di atas dan dibawahnya.

3) Daluwarsa/lampaunya waktu (verjaring) adalah suatu cara untuk setelah lewatnya suatu waktu tertentu memperoleh hak atau dibebaskan dari suatu ikatan atau hak, misalnya bebas dari pembayaran sesuatu hutang.

4) Pewarisan (erfopvolging) adalah cara memperoleh hak milik dengan cara warisan baik menurut undang-undang ataupun menurut wasiat yang selanjutnya akan dibahas dalam Hukum Waris.

5) Penunjukan/penyerahan (levering) adalah cara memperoleh hak milik dengan cara penyerahan suatu benda oleh eigenaar atau atas namanya kepada orang lain sehingga orang lain itu memperoleh hak milik atas benda itu.

Kemudian cara memperoleh hak milik yang diatur diluar KUHPerdata, yaitu:

1) Pembentukan benda (zaaksvorming) yaitu dengan cara membentuk atau menjadikan benda yang sudah ada menjadi benda yang baru.

2) Penarikan buahnya (vruchttrekking) yaitu dengan menjadi bezitter te goeder trouw suatu benda dapat menjadi pemilik (eigenaar) dari buah-buah hasil benda yang dibezitnya.

3) Persatuan atau percampuran benda (vereniging) yaitu memperoleh hak milik karena bercampurnya beberapa macam benda kepunyaan beberapa orang.

4) Pencabutan hak (onteigening) yaitu cara memperoleh hak milik bagi penguasa (pemerintah) dengan jalan pencabutan hak milik atas suatu benda kepunyaan seseorang/beberapa orang. 5) Perampasan (verbeurdverklaring) yaitu cara memperoleh hak milik atas suatu benda

kepunyaan terpidana yang biasanya dipergunakan untuk melakukan tindak pidana.

6) Pembubaran suatu badan hukum yaitu cara memperoleh hak milik karena pembubaran suatu

(15)

3. Soalnya, yaitu:

a. Jelaskan pengertian hak kebendaan dan sifat-sifat yang dimiliki hak kebendaan! Jawaban:

Hak kebendaan (zakelijkrecht) adalah hak yang mutlak atas sesuatu benda di mana hak itu memberikan kekuasaan langsung atas sesuatu benda dan dapat dipertahankan terhadap siapapun. Hak perdata itu diperinci atas dua hal:

1) Hak mutlak (hak absolut), ini diperinci:

a) Hak kepribadian, misalnya hak atas namanya, kehormatannya, hidup, kemerdekaan dan lain-lain.

b) Hak-hak yang terletak dalam hukum keluarga, yaitu hak-hak yang timbul karena adanya hubungan antara suami istri, karena adanya hubungan antara orang tua dan anak.

c) Hak mutlak atas sesuatu benda, inilah yang disebut hak kebendaan.

2) Hak nisbi (hak relatif) atau hak persoonlijk, yaitu semua hak yang timbul karena adanya hubungan perutangan, sedangkan perutangan itu timbul dari perjanjian, undang-undang dan lain-lain.

Ciri-ciri/sifat-sifat dari hak kebendaan, yaitu: 1) Hak kebendaan merupakan hak yang mutlak.

2) Hak kebendaan itu mempunyai zaakgevolg atau droit de suit (hak yang mengikuti). 3) Hak kebendaan yang lebih dulu terjadi tingkatannya lebih tinggi daripada yang terjadi

kemudian.

4) Memunyai droit de preference (hak terlebih dahulu).

5) Dapat diajukan gugatan kebendaan terhadap siapa saja yang mengganggu hak kebendaan seseorang.

(16)

b. Jelaskan hak-hak kebendaan yang dapat memberikan jaminan, dan hak kebendaan yang dapat dijaminkan, disertai contoh!

Jawaban:

Hak-hak kebendaan yang dapat memberikan jaminan, dan hak kebendaan yang dapat dijaminkan, yaitu:

1) Gadai yang diatur dalam Pasal 1150 sampai dengan Pasal 1160 KUHPerdata bahwa dalam gadai, benda yang dapat dijadikan jaminan utang adalah barang bergerak dan piutang-piutang yang telah ada pada saat penjaminan tersebut dilakukan sebagaimana yang dimaksud Pasal 1150 dan Pasal 1152 KUHPerdata. Berdasarkan Pasal 1152 KUHPerdata, benda yang digadaikan harus diletakkan di bawah kekuasaan si berpiutang atau pihak ketiga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Ini berarti tidak mungkin barang tersebut barang yang akan ada di kemudian hari. Contohnya Angel meminjam uang kepada Bintang dengan menggadaikan Emas yang dia miliki sebagai jaminan. Dengan perjanjian emas akan dikembalikan Bintang saat pembayaran utang telah dilunasi Angel. 2) Fidusia yang diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia, serta peraturan-peraturan pelaksananya bahwa benda yang dapat dijadikan jaminan dalam fidusia adalah benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak bewujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam UU Hak Tanggungan Pasal 1 angka 2 UU Fidusia. Kemudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 UU Fidusia bahwa benda adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dialihkan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, yang bergerak maupun tidak begerak yang tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotik. Selain itu menurut Pasal 9 UU Fidusia bahwa jaminan fidusia juga dapat berupa benda, termasuk piutang, baik yang telah ada pada saat jaminan diberikan maupun yang diperoleh kemudian. Selanjutnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 UU Fidusia bahwa jaminan fidusia juga meliputi hasil dari benda yang menjadi objek jaminan fidusia, serta meliputi juga klaim asuransi dalam hal benda yang menjadi objek jaminan fidusia diasuransikan.

(17)

Contohnya A meminjam uang kepada B. Sebagai jaminan, A menyerahkan BPKB motornya kepada B tetapi motor tersebut tetap dikuasai oleh A. Praktik ini termasuk fidusia karena hak kepemilikan motor A yang dibuktikan dengan BPKB telah diserahkan kepada B sedangkan penguasaan atas barang jaminan (motor) tetap pada A.

3) Hak tanggungan yang diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, serta peraturan-peraturan pelaksananya bahwa mengenai benda yang dapat dijadikan jaminan utang dengan hak tanggungan, berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU Hak Tanggungan, adalah hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria bahwa benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu. Lebih lanjut dalam Pasal 4 dan Pasal 27 UU Hak Tanggungan diuraikan hak-hak atas tanah tersebut, yaitu:

a) hak milik; b) hak guna usaha; c) hak guna bangunan;

d) hak pakai atas tanah negara yang menurut ketentuan yang berlaku wajib didaftar dan menurut sifatnya dapat dipindahtangankan;

e) hak milik atas satuan rumah susun.

Contohnya hak atas kepemilikan bangunan atau hak guna usaha.

4) Hipotik kapal yang diatur dalam Pasal 1162 sampai dengan Pasal 1232 KUHPerdata serta Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta peraturan-peraturan pelaksananya bahwa untuk hipotik, saat ini yang dapat dijadikan objek adalah kapal. Hal tersebut karena tanah yang dahulu dijaminkan dengan hipotik telah dijaminkan dengan Hak Tanggungan sejak adanya UU Hak Tanggungan. Try Widiyono, S.H., M.H., Sp.N., dalam bukunya yang berjudul Agunan Kredit Dalam Financial Engineering, mengatakan bahwa Pasal 1162 KUHPerdata memberikan batasan tentang hipotik, yaitu suatu hak kebendaan atas benda-benda tidak bergerak untuk mengambil penggantian daripadanya bagi pelunasan suatu perikatan. Kapal dengan bobot 7 (tujuh) ton ke atas atau isi 20 m3 termasuk benda tidak bergerak. Contohnya PT Propelat mendapat pinjaman sejumlah uang dengan jangka waktu yang telah ditentukan serta dikenakan bunga yang telah ditentukan oleh pihak kreditur dan debitur. Hutang dibayar perperiode, sebagai pinjaman

(18)

5) Resi gudang yang diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang sebagaimana telah diubah dengan Undang No. 9 Tahun 2011 Undang-Undang No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang, serta peraturan-peraturan pelaksananya bahwa dalam resi gudang, yang dijadikan objek jaminan adalah resi gudang berdasarkan pada Pasal 1 angka 9, Pasal 4, Pasal 12 s.d. Pasal 16 UU Resi Gudang. Resi Gudang itu sendiri adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang yang diatur dalam Pasal 1 angka 2 UU Resi Gudang. Contohnya resi gudang sebagai surat berharga.

c. Jelaskan perbedaan antara hak kebendaan dan hak perorangan disertai contoh dalam kehidupan sehari-hari!

Jawaban:

Perbedaan antara hak kebendaan dan hak perorangan, yaitu:

1) Hak kebendaan bersifat mutlak, artinya dapat dipertahankan siapa pun juga, sedangkan hak perorangan hanya dapat dipertahankan kepada pihak yang terlibat dalam perjanjian. 2) Hak kebendaan memiliki hak yang mengikuti (droit de suit) yang berarti hak tersebut akan

terus mengikuti bendanya di tangan siapa pun benda tersebut berada, sedangkan hak perorangan terhadap seseorang yang berarti dengan berpindahnya hak atas benda, maka hak perorangan menjadi berhenti.

3) Hak kebendaan yang terjadi terlebih dulu memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibanding hak kebendaan yang terjadi setelahnya, sedangkan hak perorangan yang lebih dulu maupun terjadi belakangan memiliki kedudukan yang sama.

4) Hak kebendaan mengenal hak untuk didahulukan (droit de preference) yaitu seseorang yang memiliki hak kebendaan berhak untuk memperoleh pemenuhan haknya lebih dahulu dibanding pihak lain, sedangkan hak perorangan pemenuhannya dilakukan secara proporsional.

5) Hak kebendaan seseorang yang memiliki hak kebendaan berhak untuk mengajukan gugatan terhadap siapa pun yang menganggu haknya atau disebut gugat kebendaan, sedangkan hak perorangan gugatan hanya dapat diajukan terhadap pihak lawannya atau disebut gugat perorangan.

(19)

Contoh hak kebendaan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bezit, hak milik (eigendom), hak memungut hasil, hak pakai, hak mendiami, hak gadai (pandrechts), hipotik, credietverband, privilege (piutang yang di istimewakan), dan fiducia. Kemudian contoh hak perorangan dalam kehidupan sehari-hari yaitu meminjam dan sewa menyewa.

d. Jelaskan asas yang dianut antara tanah dan apa yang melekat pada tanah, baik yang diatur dalam Hukum Adat maupun Hukum Barat, disertai contohnya!

Jawaban:

Asas yang dianut dan melekat pada tanah yaitu asas pemisahan horizontal. Asas pemisahan horizontal adalah kebalikan dari asas pelekatan yang mengatakan bangunan dan tanaman merupakan satu kesatuan dengan tanah. Sebaliknya, asas pemisahan horizontal menyatakan bangunan dan tanaman bukan merupakan bagian dari tanah. Konsekuensinya hak atas tanah tidak dengan sendirinya maliputi pemilikan bangunan dan tanaman yang ada di atasnya. Berdasarkan asas pemisahan horizontal, dimungkinkan dalam satu bidang tanah yang sama terdapat beberapa hak kepemilikan atas tanah secara bersamaan. Contohnya ada tanah hak milik individu, di atasnya dibuat perjanjian dengan pihak konstruktor agar dapat dibangun gedung perkantoran yang dilekatkan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30 tahun dan bisa diperpanjang 20 tahun. Jadi dalam sebidang tanah, ada dua hak yang melekat. Hak primer yaitu hak milik (individu ataupun hak menguasai negara), dan hak sekunder (hak pakai, hak pengelolaan, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan lain-lain).

(20)

4. Untuk mengembangkan usaha rumah makan, A membeli tanah dari B seharga Rp 3 milyar, dengan jaminan tanah dan bangunan berlokasi di Jalan Surapati Nomor 32 Bandung. Dalam rangka meningkatkan hasil usaha A juga menjamin uang dari X Rp 1 milyar, yang akan digunakan pengembangan kantor baru, managerial dan promosi. Selain itu, A me-leasing motor 10 buah dari Adira Finance, seharga Rp 150 juta.

a. Jelaskan syarat sahnya perjanjian, yang harus dipenuhi A dalam melakukan transaksi di atas dengan para krediturnya!

Jawaban:

Syarat sahnya perjanjian, yang harus dipenuhi A dalam melakukan transaksi di atas dengan para krediturnya, yaitu:

1) Adanya kesepakatan kehendak (consensus, agreement) antara A dan B. Dengan syarat kesepakatan kehendak dimaksudkan agar suatu kontrak dianggap sah oleh hukum, kedua belah pihak mesti ada kesesuaian pendapat tentang apa yang diatur oleh kontrak tersebut. 2) Wenang/kecakapan berbuat menurut hukum (capacity) antara A dan B. Syarat wenang berbuat maksudnya adalah bahwa pihak yang melakukan kontrak haruslah orang yang oleh hukum memang berwenang membuat kontrak tersebut.

3) Objek/perihal tertentu yaitu objeknya tanah. Dengan syarat perihal tertentu dimaksudkan bahwa suatu kontrak haruslah berkenaan dengan hal yang tertentu, jelas dan dibenarkan oleh hukum.

4) Kausa yang diperbolehkan/halal/legal yaitu jual beli tanah. Maksudnya adalah bahwa suatu kontrak haruslah dibuat dengan maksud/alasan yang sesuai hukum yang berlaku. Jadi tidak boleh dibuat kontrak untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

(21)

b. Jelaskan hubungan antara perikatan dengan perjanjian, disertai contoh! Jawaban:

Hubungan antara perikatan dan perjanjian adalah bahwa perjanjian itu menerbitkan perikatan. Perjanjian adalah sumber perikatan, disamping sumber-sumber yang lain. Suatu perjanjian juga dinamakan persetujuan, karena dua pihak itu setuju untuk melakukan sesuatu. Dapat dikatakan bahwa dua perkataan (perjanjian dan persetujuan) itu adalah sama artinya. Perkataan kontrak, lebih sempit karena ditujukan kepada perjanjian atau persetujuan yang tertulis. Contohnya A membeli tanah dari B, peristiwa tersebut akan menimbulkan perikatan dan perjanjian yang saling mengikat kedua belah pihak secara hukum.

c. Jelaskan penjaminan yang dapat dilakukan dalam perjanjian di atas, dengan cara bagaimana sehingga A dapat melakukan perjanjian penjaminan!

Jawaban:

A dapat melakukan perjanjian penjaminan kepada B dengan cara memberikan jaminan atas tanah dan bangunan berlokasi di Jalan Surapati Nomor 32 Bandung dan A me-leasing motor 10 buah dari Adira Finance, seharga Rp 150 juta agar senantiasa dapat membeli tanah B.

d. Jelaskan siapa kreditur preferen, dan siapa kreditur konkuren dalam kasus di atas! Jawaban:

Kreditur preferen adalah kreditur yang mempunyai hak pengambilan pelunasan terlebih dahulu daripada kreditur lain dan kreditur preferen itu tagihannya didahulukan atau diistimewakan daripada tagihan-tagihan kreditur lain, dalam kasus di atas yang termasuk kreditut preferen adalah B. Kemudian kreditur konkuren adalah kreditur yang tidak mempunyai hak pengambilan pelunasan terlebih dahulu daripada kreditur lain dan kreditur konkuren itu piutangnya tidak dijamin dengan suatu hak kebendaan tertentu, dalam kasus di atas yang termasuk kreditut konkuren adalah A.

(22)

5. PT. Propelat sebagai Holding Company (Perusahaan Induk) mempunyai beberapa anak perusahaan, satu diantaranya adalah PT. Pronaka bergerak di bidang mebeul. Untuk mengembangkan usaha dan memenuhi permintaan export ke Australia meminjam uang sebesar 350 juta dengan jaminan sebidang tanah beserta benda-benda yang ada diatasnya kepada Bank BRI Cabang Cimahi.

a. Dalam peristiwa hukum tersebut, lembaga jaminan apa yang dapat dipergunakan, dan sebutkan asasnya!

Jawaban:

Lembaga/Kantor Pertanahan. Menggunakan asas:

1) Asas publisitas yang diatur dalam Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1946 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah bahwa pemberian hak tanggungan wajib didaftarkan pada kantor pertanahan. Hal tersebut supaya mendapat syarat mutlak untuk lahirnya hak tanggungan dan mengikatnya hak tanggungan terhadap pihak ketiga.

2) Asas spesialitas yang diatur dalam Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1946 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah bahwa wajib mencatumkan secara lengkap mengenai subjek, objek dan utang yang dijamin pelunasannya dengan hak tanggungan. Jika tidak dicantumkan maka hak tanggungan batal demi hukum.

3) Asas tidak dapat dibagi-bagi yang diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1946 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah bahwa hak tanggungan membebani secara utuh objek hak tanggungan. Dengan dilunasinya sebagai utang tidak berarti terbebasnya sebagian objek hak tanggungan benda, melainkan hak tanggungan tetap membebani seluruh yang diperjanjikan secara tegas hak tanggungan yang bersangkutan.

(23)

b. Jelaskan perbedaan antara gadai, hipotik, hak tanggungan dan fidusia dilihat dari 4 aspek! Jawaban:

Perbedaan gadai dan hipotik, yaitu:

1) Gadai harus disertai dengan pernyataan kekuasaan atas barang yang digadaikan, sedangkan hipotik tidak.

2) Gadai hapus jika barang yang digadaikan berpindah tangan ke orang lain, sedangkan hipotik tidak, tetapi tetap mengikuti bendanya walaupun bendanya dipindahtangankan ke orang lain.

3) Satu barang tidak pernah dibebani lebih dari satu gadai walaupun tidak dilarang, tetapi beberapa hipotik yang bersama-sama dibebankan diatas satu benda adalah sudah merupakan keadaan biasa.

4) Adanya gadai dapat dibuktikan dengan segala macam pembuktian yang dapat dipakai untuk membuktikan perjanjian pokok sedangkan adanya perjanjian hipotik dibuktikan dengan akta otentik.

Kemudian perbedaan antara hak tanggungan, fidusia dan gadai intinya terletak pada jaminan yang dijaminkan oleh kreditur. Adapun penjelasannya:

1) Hak tanggungan yang dijaminkan adalah sertifikat dari benda tidak bergerak. 2) Fidusia yang dijaminkan adalah surat tanda kepemilikan benda bergerak.

3) Gadai yang dijaminkan adalah barangnya langsung. Namun, sering sekali bisa kita lihat dibanyak iklan dari perusahaan finance yang menyebutkan gadai BPKB kendaraan, padahal sebenarnya adalah termaksud dalam ruang lingkup Hukum Fidusia.

(24)

c. Dalam peristiwa tersebut ada berapa perjanjian dan perikatan dan siapa yang dibebani schuld dan haftung dalam peristiwa di atas, dan bagaimana dalam perikatan apakah ke-2 unsur tersebut juga selalu ada? Jelaskan!

Jawaban:

Ada dua, yaitu perjanjian konsensual dan perjanjian real. Adapun penjelasannya:

1) Perjanjian konsensual adalah perjanjian dua belah pihak yang telah mencapai kehendak untuk mengadakan perikatan. Sebagaimana menurut Pasal 1338 KUHPerdata bahwa perjanjian ini sudah mempunyai kekuatan mengikat.

2) Perjanjian real merupakan perjanjian yang hanya berlaku setelah terjadi penyerahan barang. Sebagaimana peristiwa di atas yaitu apabila jaminan sebidang tanah beserta benda-benda yang ada diatasnya kepada Bank BRI Cabang Cimahi sudah memenuhi syarat, maka uang sebesar 350 juta baru bisa didapatkan.

Kemudian schuld merupakan kewajiban debitur untuk melakukan sesuatu terhadap kreditur. Dalam peristiwa di atas yang termasuk schuld adalah Bank BRI Cabang Cimahi. Kemudian haftung merupakan kewajiban debitur mempertanggungjawabkan harta kekayaan debitur sebagai pelunasan schuld. Dalam peristiwa di atas yang termasuk haftung adalah PT. Propelat. Selanjutnya schuld dan haftung ada dalam perikatan yaitu yang dimaksud dengan para pihak bahwa yang berhak atas prestasi adalah kreditur, sedangkan yang wajib memenuhi prestasi adalah debitur.

d. Jelaskan unsur-unsur yang harus ada dalam suatu perikatan, dan apakah hal ini juga berlaku terhadap perjanjian?

Jawaban:

Unsur-unsur perikatan berlaku juga terhadap perjanjian. Adapun unsur-unsur yang harus ada dalam suatu perikatan, yaitu:

1) Hubungan hukum, maksudnya adalah bahwa hubungan yang terjadi dalam lalu lintas masyarakat, hukum melekatkan hak pada satu pihak dan kewajiban pada pihak lain dan apabila salah satu pihak tidak menjalankan kewajibannya, maka hukum dapat memaksakannya.

2) Harta kekayaan, maksudnya adalah untuk menilai bahwa suatu hubungan hukum dibidang harta kekayaan, yang dapat dinilai dengan uang. Hal ini yang membedakannya dengan

(25)

3) Para pihak, yang berhak atas prestasi adalah kreditur, sedangkan yang wajib memenuhi prestasi adalah debitur.

4) Berdasarkan Pasal 1234 KUH Perdata prestasi, meliputi: a) Memberikan sesuatu.

b) Berbuat sesuatu. c) Tidak berbuat sesuatu.

e. Jelaskan perbedaan dari wanprestasi, perbuatan melawan hukum dan overmacht disertai contoh!

Jawaban:

1) Wanprestasi timbul dari persetujuan (agreement). Artinya untuk mendalilkan suatu subjek hukum telah wanprestasi, harus ada lebih dahulu perjanjian antara kedua belah pihak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Contohnya Andi yang berjanji kepada Rio untuk melunasi hutangnya dengan cara mencicil selama 1 bulan, namun Andi tidak melakukan pencicilannya sama sekali.

2) Kemudian perbuatan melawan hukum lahir karena undang-undang sendiri yang menentukan. Hal ini sebagaimana dimaksud Pasal 1352 KUHPerdata. Artinya, perbuatan melawan hukum semata-mata berasal dari undang-undang, bukan karena perjanjian yang berdasarkan persetujuan dan perbuatan melawan hukum merupakan akibat perbuatan manusia yang ditentukan sendiri oleh undang-undang. Contohnya Andi melakukan hacker terhadap akun Facebook Rio.

3) Selanjutnya overmacht (keadaan memaksa) adalah suatu keadaan dimana debitur tidak dapat melakukan prestasinya kepada kreditur setelah dibuatnya persetujuan, yang menghalangi debitur untuk memenuhi prestasinya, dimana debitur tidak dapat dipersalahkan dan tidak harus menanggung risiko serta tidak dapat menduga pada waktu persetujuan dibuat yang disebabkan adanya kejadian yang berbeda di luar kuasanya. Hal ini sebagaimana diatur dalam Buku III pasal 1244 dan Pasal 1245 KUHPerdata. Contohnya Andi yang sudah berjanji akan membayar hutangnya kepada Rio pada hari Minggu, kemudian Andi memutuskan untuk menyerahkan uang tersebut ke rumah Rio. Namun, diperjalanan Andi menabrak mobil orang lain, sehingga uang yang akan dibayarkan kepada Rio dipakai untuk memperbaiki motor Andi dan mobil yang

Referensi

Dokumen terkait

• Hak atas tanah berikut bangunan, tanaman, dan hasil karya yang telah ada atau akan ada yang merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut, dan yang merupakan milik pemegang

Warga Negara Indonesia dapat menguasai hak milik atas satuan rumah susun yang dibangun di atas tanah hak milik, hak guna bangunan bahkan hak pakai.Dalam hak atas tanah bersama

a) Pasal 108 dan 110 tentang kewenangan istri melakukan perbuatan hukum dan menghadap di muka Pengadilan. b) Pasal 284 ayat (3) mengenai pengakuan anak yang lahir

Berdasarkan Pasal 37 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997, peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar

(2) Atas kesepakatan antara pemegang Hak Guna Bangunan dengan pemegang Hak Milik, Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Milik dapat diperbaharui dengan pemberian Hak Guna Bangunan baru

a. Kepemilikan atas tanah yang bersifat primer adalah hak atas tanah yang berasal dari Negara, seperti hak milik, hak guna usaha, hak bangunan atas

Menurut Plato bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang dipegang oleh rakyat. Plato juga menyatakan bahwa demokrasi bukan merupakan hasil pemerosotan dalam pelaksanaan sistem

Dokumen ini berisi soal ujian akhir semester mata kuliah Hukum Acara Perdata di Fakultas Hukum Universitas