BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Dalam mengantisipasi perkembangan pembangunan ekonomi Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, sektor Industri dan Perdagangan tetap menjadi tumpuan dalam peningkatan pendapatan nasional, penyerapan tenaga kerja dan perolehan devisa. Keberhasilan sektor ini memerlukan dukungan
sektor lainnya, disamping peningkatan kegiatan yang
terkoordinasi dengan baik, seperti pemasaran produk dalam negeri dan ekspor daya saing industri dan perdagangan, sehingga dapat terjamin kelancaran arus barang dan jasa, terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat, terbentuknya harga yang wajar serta terhindar dari ekonomi biaya tinggi.
Kebijaksanaan pembangunan dan pengembangan Industri dan Perdagangan Kabupaten Banjar bertitik tolak pada arahan kebijaksanaan strategi pembangunan dan pengembangan Industri dan Perdagangan Nasional serta bertumpu pada arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar dengan memperhatikan lingkungan strategis regional.
Strategi tersebut meliputi upaya pembinaan dan pengembangan potensi Industri dan Perdagangan yang sudah ada, penciptaan wirausaha-wirausaha baru serta menumbuh kembangkan industri - industri baru yang ramah lingkungan, peningkatan dan pemantapan perdagangan serta pengendalian
tingkat inflasi dan peningkatan ekspor non migas,
mengendalikan impor untuk melindungi industri dalam negeri dan mendukung produk dalam negeri.
merupakan organisasi yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati Banjar, dibentuk oleh Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Banjar Nomor 09 Tahun 2008 sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 08 Tahun 2015 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar.
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, merupakan penjabaran dari visi, misi, program, dan kegiatan serta faktor–faktor penentu keberhasilan dan tujuan pembangunan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan yang diinginkan dan dapat dicapai, yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2011-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar Tahun 2016 - 2020.
Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran. Organisasi adalah unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari DPRD, kepala daerah/wakil kepala daerah, dan SKPD.
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat dengan Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Rencana Kerja dan Anggaran SKPD, yang selanjutnya disingkat dengan RKA SKPD adalah dokumen perencanaan
dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan SKPD yang merupakan penjabaran dari RKPD dan Renstra SKPD yang bersangkutan dalam satu tahun anggaran, serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.
Review RPJMD dan Renstra SKPD Perindustrian dan
Perdagangan adalah kegiatan yang ditujukan untuk
mengidentifikasi fungsi, urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam lima tahun kedepan. Untuk ini perlu dilakukan Pertemuan dengan stakeholder yang relevan.
Review Rancangan Awal RKPD adalah kegiatan yang ditujukan untuk mengidentifikasi prioritas program dan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD Perindustrian dan Perdagangan.
Review dan Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Perindustrian dan Perdagangan Tahun lalu adalah kegiatan yang ditujukan untuk:
• mengidentifikasi program dan kegiatan mana yang belum optimal
• mengidentifikasi program dan kegiatan perlu dilakukan perubahan, dikembangkan atau dihentikan
• mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan baik diperingkat kebijakan ataupun operasional. Untuk ini perlu dilakukan Pertemuan dengan stakeholder yang relevan.
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.
visi kedalam tujuan-tujuan besar (strategic goals) yang dapat mempedomani dan memberikan fokus pada penilaian dan perumusan strategi, kebijakan dan program.
Kebijakan pembangunan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat.
Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan.
Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD.
Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output ) dalam bentuk barang/jasa.
Pagu indikatif merupakan ancar-ancar pagu anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja SKPD.
Pagu prakiraan maju (forward estimate) adalah perhitungan kebutuhan dana untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun yang direncanakan guna memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang telah disetujui dan menjadi dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.
Bentuk hubungan (keterkaitan) antara Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016-2020 dengan dokumen perencanaan lainnya adalah sebagai berikut.
Bentuk hubungan (keterkaitan) antara Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016-2021 dengan dokumen perencanaan lainnya adalah sebagai berikut:
1.1.1. Hubungan Renstra Dinas Perindusrtrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar.
a. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
menyiapkan Rancangan Awal Renstra Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016-2021 sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan berpedoman pada Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Banjar;
b. Rancangan Awal Renstra SKPD Kabupaten Banjar termasuk Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar menjadi input bagi Bappeda Kabupaten Banjar untuk memutakhirkan rancangan RPJMD Kabupaten Banjar.
Jangka Menengah Kabupaten Banjar;
d. Hasil Musrenbang Jangka Menengah Kabupaten Banjar digunakan dalam penyusunan Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Banjar;
e. Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Banjar
digunakan sebagai pedoman dan acuan bagi SKPD Kabupaten Banjar dalam pemutakhiran Rancangan Renstra SKPD menjadi Rancangan Akhir Renstra SKPD, dimana diantaranya adalah Rancangan Akhir Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar; f. Pada tahap akhir, Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Banjar ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Berpedoman pada Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Banjar maka SKPD Kabupaten Banjar menetapkan Rancangan Akhir Renstra SKPD menjadi Renstra SKPD, dimana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar juga menetapkan Peraturan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar tentang Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016-2021. g. Selanjutnya Renstra SKPD menjadi landasan maupun
pedoman bagi penyusunan Renja SKPD dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).
1.1.2. Hubungan Renstra Dinas Perndustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Dengan Rencana Kerja (Renja) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
a. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar menyiapkan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan berpedoman pada Rancangan Awal RKPD Kabupaten Banjar dan mengacu pada Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar melalui Forum SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar;
b. Rancangan Awal Renja SKPD Kabupaten Banjar termasuk Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Banjar menjadi input bagi Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar untuk memutakhirkan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Banjar menjadi Rancangan RKPD Kabupaten Banjar. c. Rancangan RKPD Kabupaten Banjar dibahas dalam
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Banjar;
d. Hasil Musrenbang Kabupaten Banjar digunakan dalam penyusunan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Banjar; e. Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Banjar digunakan
sebagai pedoman dan acuan bagi SKPD Kabupaten Banjar dalam pemutakhiran Rancangan Renja SKPD menjadi Rancangan Akhir Renja SKPD, dimana diantaranya adalah Rancangan Akhir Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar;
f. Pada tahap akhir, Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Banjar ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Berpedoman pada Peraturan Bupati tentang RKPD Kabupaten Banjar maka SKPD Kabupaten Banjar menetapkan Rancangan Akhir Renja SKPD menjadi Rencana Kerja SKPD, dimana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar juga menetapkan Rencana Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
1.2. Landasan Hukum
Dalam penyusunan Renstra SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Banjar Tahun 2016-2021, Peraturan Perundangan yang digunakan sebagai landasan hukum adalah : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 Tentang Penerapan
Undang-Undang Darurat Nomor 03 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan sebagai Undang-Undang (LN Tahun 1959 No. 72, TLN No. 1820);
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (LNRI Tahun 1999 No. 75, TLNRI No. 3851);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara (LNRI Tahun 2003 No. 47, TLNRI No. 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan negara (LNRI Tahun 2004 No. 5, TLNRI No.4286);
5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang
Pembentukan peraturan perundang-undangan (LNRI Tahun 2004 No. 53, TLNRI No. 4389);
6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban
keuangan negara (LNRI Tahun 2004 No. 66, TLNRI No. 4410);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem perencanaan pembangunan Nasional (LNRI Tahun 2004 No. 104, TLNRI No. 4421);
8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan keuangan antara Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (LNRI Tahun 2004 No. 75, TLNRI No. 4438);
9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (LNRI Tahun 2007 No. 33, TLNRI No. 4700);
10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (LNRI Tahun 2014 No. 23, TLNRI No. 4959);
11. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian 12. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan
(LNRI Tahun 2014 No. 45, TLNRI No. 5512);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan keuangan Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerah propinsi, pemerintahan daerah kabupaten/kota;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang wilayah nasional;
18. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019; 19. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang tahapan, tata
cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah;
20. Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 03 Tahun 2012, Tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 09 Tahun 2008 Tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata kerja Perangkat Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar;
21. Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor ... Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banjar Tahun 2016-2021;
1.3. Maksud dan Tujuan 1.3.1. Maksud
Maksud disusunnya Rencana Strategis Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016 – 2021 adalah :
a. Sebagai Pedoman bagi Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Banjar dalam menyusun
program dan kegiatan dalam Pembangunan Industri dan Perdagangan selama lima tahun kedepan;
b. Untuk menentukan sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan prioritas Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam perencanaan jangka menengah;
c. Untuk menjadi dasar dalam penilaian kinerja
yang mencerminkan penyelenggaran pembangunan
Industri dan Perdagangan yang transparan dan akuntabel.
1.3.2. Tujuan
Tujuan disusunnya Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar adalah :
a. Menjamin keterkaitan dan konsistensi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pada setiap tahun anggaran;
b. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efektif, efisien dan berkelanjutan;
c. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergitas antar pelaku pembangunan bidang Industri dan Perdagangan.
1.4. Sistematika Penulisan
Rencana strategis (RENSTRA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar Tahun 2016-2021 ini terdiri dari 7 Bab yang diuraikan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab I Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang dibuatnya Rencana Strategis dan landasan hukum yang memayunginya, selain itu juga diuraikan tentang maksud dan tujuan pembuatan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar. Untuk memudahkan pembahasan diuraikan secara sistematik.
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS
PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR
Pada Bab II Gambaran Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menguraikan tentang Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar beserta sumber dayanya. Bab ini juga menguraikan Kinerja Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar serta melihat/meng-inventarisir Peluang
dan Tantangan Pengembangan Pelayanan Dinas
BAB III ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS
DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR
Bab ini menguraikan tentang Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, Telaahan Rencana Strategi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan dan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi K a l i m a n t a n S e l a t a n serta Telaahan Rencana Tata ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang selanjutnya ditentukan Isu–isu Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
BAB IV MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR
Setelah ditentukan Isu – isu Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar pada bab II maka pada pada Bab ini diuraikan tentang Misi dan Tujuan pada RPJMD Kabupaten Banjar yang ingin dicapai beserta Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar yang diikuti dengan Strategi dan Kebijakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN,
DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS
PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR
Bab ini menguraikan tentang penyusunan Rencana Program dan Kegiatannya yang akan dilaksanakan selama lima tahun beserta indikator kinerja, dan sasaran yang akan menjadi objek kegiatan yang diuraikan setiap tahunnya.
BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BANJAR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR
Bab ini menguraikan tentang target indikator Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar yang akan dicapai selama lima tahun yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD yang telah ditentukan .
BAB VII PENUTUP
Bab penutup menguraikan tentang pedoman transisi dalam rangka mengisi kekosongan periode dokumen perencanaan dan kesimpulan dari penyusunan Rencana Strategis yang akan dilaksanakan selama lima tahun periode 2016-2021.
BAB II
GAMBARAN UMUM PELAYANAN SKPD
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Dasar Hukum Pembentukan Organisasi Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar tertuang pada Lembaran Daerah Kabupaten Banjar Nomor 08 Tahun 2015 dan Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 08 Tahun 2015, Tentang Perubahan kelima Atas Peraturan Daerah
Kabupaten Banjar Nomor 09 Tahun 2008 Tentang
Pembentukan, Organisasi dan Tata kerja Perangkat Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar.
Kedudukan Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah. Dinas Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
2.1.1. Tugas
Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas
pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang perindustrian dan Perdagangan.
2.1.2. Fungsi
Dalam menjalankan tugas tersebut diatas maka Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
menyelenggarakan fungsinya, antara lain adalah:
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang perindustrian dan perdagangan sesuai kebijakan yang ditetapkan Bupati. 2. Pembinaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di
elektronika serta tekstil dan aneka.
3. Pembinaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di bidang industri kimia, agro dan hasil hutan.
4. Pembinaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di bidang perdagangan.
5. Pemberian pelayanan umum di bidang Perindustrian dan Perdagangan.
6. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan. 7. Pembinaan terhada unit pelaksana teknis.
8. Pembinaan terhaap kelompok jabatan fungsional.
2.1.3. Struktur Organisasi
Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Banjar terdiri dari : 1. Kepala Dinas
2. Sekretariat yang terdiri dari ;
- Sub bagian Umum dan Kepegawaian; - Sub bagian Program;
- Sub bagian Keuangan
3. Bidang Industri Logam, Mesin, elektronika Dan Aneka yang terdiri dari
- Seksi Industri Logam, Mesin & Rekayasa - Seksi Alat Transportasi & Elektronika - Seksi Industri Tekstil & Aneka
4. Bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan yang terdiri dari ;
- Seksi Industri Kimia - Seksi Industri Agro
- Seksi Industri Hasil Hutan
5. Bidang Perdagangan yang terdiri dari ;
- Seksi Pengembangan Usaha Dan Pendaftaran Perusahaan
- Seksi Perlindungan Konsumen Pengawasan Barang Beredar
6. Unit Pelayanan Teknis (UPT) LPSB yang terdiri dari ; - Kepala UPT
- Kasubag Tata Usaha
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam struktur organisasi di bawah ini :
2.1.4. Uraian Tugas
Berdasarkan Peraturan Bupati Banjar Nomor 48 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, dapat diuraikan Uraian tugas Kepala, sekretaris dan Kepala Bidang sebagai berikut;
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas: a. Merumuskan program kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan berdasarkan kebijakan umum Bupati Banjar dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja;
b. Mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan
penyelenggaraan kegiatan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan agar sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. Memonitor dan mengevaluasi penyelenggaraan tugas di lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Daerah; d. Mengadakan hubungan kerjasama dengan instansi-instansi
terkait dalam rangka kelancaran penyelenggaraan dan pengaturan kegiatan bidang Perindustrian Perdagangan; e. Membina administrasi, organisasi dan tata laksana serta
personil di lingkungan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan;
f. Merumuskan kebijakan operasional pembinaan,
pengendalian dan fasilitasi pengembangan SDM dan jaringan Perindustrian dan Perdagangan;
g. Memberikan sarana dan pertimbangan kepada Kepala Daerah tentang langkah-langkah yang perlu diambil
dibidang tugasnya;
h. Membuat laporan pertanggungjawaban/LAKIP kepada Kepala Daerah;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan bidang Perindustrian dan Perdagangan.
2. Sekretariat
Sekretaris mempunyai tugas :
a. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya penyusunan program kerja dinas, pengumpulan, pengolahan data, dan evaluasi data serta pembuatan laporan;
b. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya pengelolaan keuangan dan perbendaharaan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
c. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya pengelolaan kepegawaian, urusan perlengkapan, surat menyurat, hubungan masyarakat dan protokol;
d. Memberikan saran dan telaahan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
e. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan. 2.1. Sub Bagian Program
Sub Bagian Program mempunyai tugas :
a. Menyusun program kerja berdasarkan bahan-bahan masukan dari satuan organisasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
b. Melaksanakan monitoring pelaksanaan program di lingkungan Dinas dalam rangka pengendaliannya;
berdasarkan bahan masukan dari satuan organisasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
d. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
e. Membuat laporan pelaksanakan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
f. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan. 2.2. Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas :
a. Menyusun rencana anggaran keuangan berdasarkan bahan-bahan masukan dari satuan organisasi di lingkungan Dinas;
b. Menyelenggara urusan administrasi keuangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tentang penerimaan dan pengeluarannya;
c. Menyelenggarakan pembukuan dan pertanggungjawaban keuangan serta perhitungan evaluasi perbendaharaan; d. Menyelenggarakan kegiatan pengurusan keuangan
perjalanan dinas Kepala Daerah dan pegawai yang ditugaskan, pembayaran gaji dan tunjangan lainnya sesuai petunjuk dan ketentuan yang berlaku;
e. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas Pemegang Kas, Kasir, Penerimaan Uang dan Kasir Pembayaran Uang dalam melaksanakan tugasnya;
f. Memberikan bimbingan teknis terhadap Pemegang Kas, Kasir, Penerimaan Uang dan Kasir Pembayaran Uang dalam melaksanakan tugasnya;
Perindustrian dan Perdagangan;
h. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan. 2.3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas : a. Melakukan kegiatan ketatausahaan yang meliputi surat
menyurat, pengetikan, penggandaan dan pengelolaan
kearsipan sesuai petunjuk teknis administrasi
perkantoran;
b. Mengatur dan memberikan pelayanan alat-alat tulis kantor dan perlengkapan lainnya terhadap satuan organisasi di lingkungan Dinas;
c. Mengatur dan melaksanakan administrasi perjalanan Dinas Kepala Dinas atau pegawai yang diserahi tugas kedinasan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tuga;
d. Mengatur dan mengawasi persiapan ruang rapat untuk rapat, upacara dan pertemuan-pertemuan sesuai petunjuk Pimpinan;
e. Mengumpulkan, mengolah dan mensistematisasikan data kepegawaian;
f. Melaksanakan urusan kepegawaian meliputi usul
pengangkatan, pemberhentian/pensiun, mutasi,
promosi, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, cuti,
pembuatan karis/karsu, taspen asuransi, DUK,
nominatif DSP dan DP-3;
g. Mengatur dan menyusun usul pendidikan dan latihan pegawai;
h. Mengatur dan menyusun rekapitulasi absensi pegawai serta menjaga disiplin pegawai;
i. Menyusun laporan kepegawaian berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
j. Memberikan saran dan telaahan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
k. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.
3. Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika Dan Aneka ;
a. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya penyusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pegembangan di bidang industri logam, mesin, dan rekayasa;
b. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya penysusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan di bidang industri alat trasportasi dan elektronika;
c. Merencanakan, mengatur dan mengawasi terselenggaranya penyusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pegembangan di bidang industri tekstil dan aneka;
d. Memberikan saran/telahaan kepada atasan sesuai dengan dibidang dan tugasnya.
e. Membuat Laporan pelaksanaan Tugas kepada atasan sebagai bahan informasi.
3.1. Seksi Industri Logam, Mesin dan Rekayasa
Seksi Industri Logam, Mesin dan Rekayasa mempunyai tugas:
a. Menyusun Program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sesuai pedoman kerja ;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri logam, mesin dan rekayasa;
c. Mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan
informasi mengenai promosi produk daerah, baik didalam maupun luar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi / unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi, Wasdal, penanganan masalah, pencermaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai prosedur kerja agar terjalin kerjasama yang harmonis;
e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan industri logam, mesin dan rekayasa sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaraan pelaksanaan tugas; f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha
produksi industri logam, mesin dan rekayasa serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Menyusun telaahan staf permasalahan pengembangan usaha produksi industri serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sesuai analisis data sebagai bahan perumusan kebijakan;
produksi logam, mesin, rekayasa sesuai dengan analisis data guna tersedianya data yang akurat;
i. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan
pengembangan usaha dan produksi industri logam, mesin dan rekayasa;
j. Menyiapkan rekomendasi persetujuan/perubahan
terhadap luasan PMDN dan PMA yang berkenaan dengan industri logam, mesin dan rekayasa;
k. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan usaha dan produksi penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai program agar diketahui, realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
l. Menyusun rencana jangka panjang industri dan RPJM SKPD dibidang industri logam, mesin dan rekayasa; m. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai
bidang tugasnya;
n. Membuat laporan pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;
o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
3.2. Seksi Industri Alat transportasi dan Elektronika
Seksi Industri Alat transportasi dan Elektronika
mempunyai tugas :
a. Menyusun program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri alat transportasi dan elektronika;
c. Mengumpulkan, menyusun dan meyebarluaskan informasi mengenai promosi produk daerah, baik didalam maupun diluar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi / unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi, wasdal, penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai prosedur kerja agar terjalin kerjasama yang harmonis;
e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan industri alat transportasi dan elektronika sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha produksi industri alat transportasi dan elektronika serta penanganan maslah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Menyusun telaahan staf permasalahan pengembangan usaha produksi industri serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sesuai analisis data sebagai bahan perumusan kebijakan;
h. Merumuskan data pelaksanaan pengembangan usaha produksi industri alat transportasi dan elektronika sesuai analisis data guna tersedianya data yang akurat;
i. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan
pengembangan usaha dan produksi industri alat transportasi dan elektronika;
j. Mengonsep rekomendasi / keputusan / edaran Bupati
berkenaan dengan pembinaan, pengawasan,
pengendalian dan penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya;
k. Menyiapkan rekomendasi persetujuan, perubahan/ menyiapkan rekomendasi persetujuan perubahan luasan PMDN dan PMA yang berkenaan dengan industri alat transportasi dan elektronika;
l. Menyusun rencana jangka panjang industri dan RPJM SKPD dibidang alat industri logam, mesin dan rekayasa; m. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan
usaha dan produksi penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai program agar diketahui, realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
n. Memberikan saran telahaan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
o. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;
3.3. Seksi Industri Tekstil dan Aneka
Seksi Industri Tekstil dan Aneka mempunyai tugas :
a. Menyusun program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri tekstil dan aneka
c. Mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan informasi mengenai promosi produk daerah, baik didalam maupun diluar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi,
pengawasan dan pengendalian, penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai prosedur kerja agar terjalin kerjasama yang harmonis; e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan
masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan industri alat tekstil dan aneka sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha produksi industri Alat Tekstil dan Aneka serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Menyusun telaahan staf permasalahan pengembangan usaha produksi industri serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sesuai analisis data sebagai bahan perumusan kebijakan;
h. Merumuskan data pelaksanaan pengembangan usaha produksi industri alat tekstil dan aneka sesuai analisis data guna tersedianya data yang akurat;
i. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan dan pengembangan usaha dan produksi industri alat tekstil dan aneka sesuai petunjuk teknis untuk kelancaran pelaksanaan teknis;
j. Mengonsep rekomendasi/keputusan/edaran Bupati
berkenaan dengan pembinaan pengawasan dan
pengendalian serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya;
k. Menyiapkan rekomendasi persetujuan, perubahan luasan PMDN dan PMA yang berkenaan dengan industri tekstil dan aneka;
l. Menyusun rencana jangka panjang industri dan RPJM SKPD dibidang industri tekstil dan aneka;
m. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan usaha dan produksi penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai program agar diketahui realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
n. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
o. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;
4. Bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan
Bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan mempunyai tugas:
a. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi
terselenggaranya penyusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pegembangan di bidang industri kimia;
b. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi
terselenggaranya penyusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pegembangan di bidang industri agro;
c. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi
terselenggaranya penyusunan program kerja, pedoman dan petunjuk teknis serta pelaksanaan pembinaan dan pegembangan di bidang industri hasil hutan;
d. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
e. Membuat Laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan informasi dan evaluasi;
f. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan atasan. 4.1 Seksi Industri Kimia
Seksi Industri Kimia mempunyai tugas :
a. Menyusun Program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri kimia;
c. Mengumpulkan, menyusun dan menyeebarluaskan informasi mengenai manajemen pelaksanaan dan manajemen promosi produk daerah, baik didalam maupun diluar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi, pengawasan dan pengendalian, penanganan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan industri kimia, sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha produksi industri kimia serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Merumuskan data pelaksanaan pengembangan usaha produksi industri kimia sesuai analisis data guna tersedianya data yang akurat;
h. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan dan pengembangan usaha dan produksii industri kimia,
sesuai petunjuk teknis untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
i. Mengonsep rekomendasi/keputusan/edaran Bupati
berkenaan dengan pembinaan, pengawasan dan pengendalian serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya;
j. Menyiapkan rekomendasi persetujuan, perubahan luasan PMDN dan PMA yang berkenaan denan industri kimia;
k. Menyusun rencana jangka panjang industri dan RPJM SKPD dibidang Industri kimia;
l. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan usaha dan produksii penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuaii program kerja, agar diketahui realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
m. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
n. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
4.2 Seksi Industri Agro
Seksi Industri Agro mempunyai tugas :
a. Menyusun Program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri agro; c. Mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan
informasi mengenai manajemen pelaksanaan dan manajemen promosi produk daerah, baik didalam maupun di luar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi, pengawasan dan pengendalian, penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai prosedur kerja agar terjalin kerjasama yang harmonis; e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan
masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan industri kimia, sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha produksi industri agro serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Merumuskan data pelaksanaan pengembangan usaha produksi industri agro sesuai analisis data guna tersedianya data yang akurat;
h. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan dan pengembangan usaha dan produksii industri agro, sesuai petunjuk teknis untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
i. Mengonsep rekomendasi/keputusan/edaran Bupati
berkenaan dengan pembinaan, pengawasan dan pengendalian serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya;
j. Menyiapkan rekomendasi persetujuan, perubahan luasan PMDN dan PMA yang berkenaan denan industri agro;
SKPD dibidang Industri agro;
l. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan usaha dan produksii penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuaii program kerja, agar diketahui realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
m. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
n. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;
4.3 Seksi Industri Hasil Hutan
Seksi Industri Hasil Hutan, mempunyai tugas :
a. Menyusun Program rencana kegiatan seksi sesuai rencana kerja bidang dan program kerja tahun lalu sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan industri hasil hutan;
c. Mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan informasi mengenai manajemen pelaksanaan dan manajemen promosi produk daerah, baik didalam maupun di luar negeri;
d. Mengadakan kerjasama dengan instansi/unit kerja terkait dalam kegiatan pengembangan usaha produksi, pengawasan dan pengendalian, penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuai prosedur kerja agar terjalin kerjasama yang harmonis; e. Mengonsep petunjuk teknis pembinaan dan penanganan
industri hasil hutan, sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menganalisa data dan informasi pengembangan usaha produksi industri kimia serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangan sebagai bahan evaluasi;
g. Merumuskan data pelaksanaan pengembangan usaha produksi industri hasil hutan sesuai analisis data guna tersedianya data yang akurat;
h. Memberikan bimbingan teknis pelaksanaan dan pengembangan usaha dan produksii industri hasil hutan, sesuai petunjuk teknis untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
i. Mengonsep rekomendasi/keputusan/edaran Bupati
berkenaan dengan pembinaan, pengawasan dan pengendalian serta penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya;
j. Menyiapkan rekomendasi persetujuan, perubahan luasan PMDN dan PMA yang berkenaan degnan industri hasil hutan;
k. Menyusun rencana jangka panjang industri dan RPJM SKPD dibidang Industri hasil hutan;
l. Memantau dan mengevaluasi kegiatan pengembangan usaha dan produksii penanganan masalah pencemaran lingkungan dan penanggulangannya sesuaii program kerja, agar diketahui realisasi permasalahan dan upaya pemecahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
m. Memberikan saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
n. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;
5. Bidang Perdagangan
Bidang Perdagangan mempunyai tugas :
a. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi terselenggaranya penyusunan pedoman dan petunjuk teknis tentang pembinaan perusahaan, bimbingan teknis dan pembinan pendaftaran perusahaan, pemantauan dan pengawasan pelaksanaan pendaftaran perusahaan;
b. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi terselenggaranya penyusunan pedoman dan petunjuk teknis bimbingan usaha, penyaluran, promosi dan sarana perdagangan, bimbingan teknis pengembangan usaha export import dan teknis
pembinaan sarana persana dan prasarana usaha
perdagangan, pengelolaan Izin Usaha Perdagangan dan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB), serta pengembangan manajemen promosi dagang di dalam dan di luar negeri;
c. Merencanakan, Mengatur dan Mengawasi terselenggaranya penyusunan pedoman dan petunjuk teknis perlindungan konsumen, ukuran massa, takar, dan timbangan, alat ukur arus, panjang dan volume serta melaksanakan penyuluhan terhadap penggunaan alat ukur;
d. Memberikan sarantelaahan kepada atasan sesuai bidang dan tugasnya.
e. Membuat Laporan pelaksanaan Tugas kepada atasan sebagai bahan informasi
f. Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan atasan. 5.1 Seksi Pengembangan Usaha dan Pendaftaran Perusahaan
Seksi Pengembangan Usaha dan Pendaftaran perusahaan, mempunyai tugas :
a. Menghimpun dan mempelajari perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan bidang pendaftaran dan pembinaan perusahaan;
b. Menyusun pedoman dan petunjuk teknis tentang pendaftaran dan pembinaan perusahaan;
c. Menyelenggarakan bimbingan teknis pendaftaran dan pembinaan perusahaan;
d. Memantau perkembangan pelaksanaan pendaftaran
perusahaan dalam rangka pengendaliannya;
e. Menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka peningkatan pengawasan terhadap pelanggaran tentang Wajib Daftar Perusahaan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
f. Memberikan informasi kepada perusahaan dalam
memanfaatkan Buku Daftar Perusahaan secara optimal; g. Menyimpan dan memelihara data / informasi Wajib Daftar
Perusahaan;
h. Memberi saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
i. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan; 5.2 Seksi Sarana dan Distribusi Perdagangan
Seksi Sarana dan Distribusi Perdagangan, mempunyai tugas : a. Menghimpun dan mempelajari Peraturan
Perundang-Sarana dan Distribusi Perdagangan;
b. Menyusun pedoman dan petunjuk teknis serta
melaksanakan bimbingan teknis tentang Sarana dan Distribusi Perdagangan;
c. Melaksanakan pengumpulan data pengelolaan arsip / dokumen penerbitan Surat Keterangan Asli Barang (SKA) serta memberikan bimbingan teknis kepada pengusaha dalam hal penyelesaian formulir SKA;
d. Menyelenggarakan bimbingan teknis pembinaan sarana dan usaha perdagangan serta pembinaan iklim usaha, pemanfaatan keterkaitan antara usaha dan antar sektor, peningkatan kerja sama dunia usaha dalam pemanfaatan dan pengembangan sarana dan usaha perdagangan;
e. Menyelenggarakan bimbingan teknis peningkatan
kemampuan dan keterampilan pengusaha dalam
melaksanakan kegiatan perdagangan, terutama
kemampuan teknis manajemen kewiraswastaan, penerapan standarisasi dan persaingan usaha;
f. Mengumpulkan, menyusun dan menyebarluaskan
informasi mengenai pelaksanaan dan manajemen promosi dagang di dalam dan di luar negeri;
g. Mengevaluasi pelaksanaan promosi, distribusi dan sarana perdagangan;
h. Memberi saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
i. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
5.3 Seksi Perlindungan Konsumen dan engawasan Barang Beredar Seksi Perlindungan Konsumen dan engawasan Barang Beredar, mempunyai tugas :
a. Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya yang berkaitan dengan Bina Sumber daya Manusia Perdagangan;
b. Menyusun pedoman dan petunjuk teknis ukuran massa timbangan, arus panjang dan volume;
c. Melaksanakan pendataan pemilik alat-alat ukur massa timbangan, arus panjang dan volume;
d. Melaksanakan tera ulang alat-alat ukur massa, takar, timbangan, arus panjang dan volume;
e. Melaksanakan pemeriksaan dan pengujian standart untuk alat ukur massa, takar, timbangan, arus panjang dan volume;
f. Melaksanakan pengawasan dan penyuluhan terhadap penggunaan alat ukur massa, takar, timbangan, arus panjang dan volume;
g. Melaksanakan penyelidikan terhadap tindak pidana Undang-Undang Meterologi Ilegal;
h. Memberi saran/telaahan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
i. Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan informasi dan evaluasi;
6. Unit Pelayanan Teknis LPSB
Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batu Mulia (LPSB) merupakan Unit Pelaksana Teknis yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan analisa untuk pemberian sertifikat dan memo batu mulia dan batu permata serta pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan mutu produk batu mulia dan batu permata.
2.2 Sumber Daya Dinas perindag
Dalam melaksanakan tugas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar didukung oleh pegawai sejumlah 87 orang terdiri :
a. Berdasarkan Status Pegawai
No Pegawai Jumlah %
1 Pegawai Negeri Sipil (PNS)
54 62.07
2 Tenaga Kontrak 33 37.93
Total 87 100%
Grafik 2.1 Jumlah Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar
b. Berdasarkan Jenis Kelamin :
No Pegawai Jumlah %
1 Laki- Laki 50 57.47
2 Perempuan 37 42.53
Grafik 2.2 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin c. Berdasarkan Pendidikan :
Pasca Sarjana (S2) : 4 Orang
Sarjana (S1) : 32 Orang
Sarjana Muda / D3 : 3 Orang
SLTA : 35 Orang
SLTP : 8 Orang
SD : 5 Orang
d. Berdasarkan Golongan Kepangkatan :
Golongan IV : 8 Orang
Golongan III : 33 Orang
Golongan II : 12 Orang
Golongan I : 1 Orang
Tenaga Kontrak/Honorer : 33 Orang
Grafik. 2.4. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan
e. Berdasarkan Diklat Perjenjangan :
Diklat Pim II/ SPAMEN : 1 Orang
Diklat Pim III/ SPAMA : 5 Orang
Grafik 2.5 Jumlah Pegawai Berdasarkan Perjenjangan
Sumber daya yang ada (Pegawai/Aparatur) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah menempati posisi yang cukup strategis dan mempunyai peran dominan dalam membawa Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mencapai tujuannya, demikian penting dan strategisnya peran pegawai/aparatur ini menuntut diselenggarakannya manajemen sumber daya manusia secara baik, tepat dan terarah, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan efektifitas Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selain dari pada sumber daya manusia yang memadai, untuk mencapai tujuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dibutuhkan juga adanya dukungan dari peralatan kantor berupa sarana dan prasarana yang cukup secara kualitas maupun kuantitas, diperlukan sebagai unsur pendukung bagi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
Sarana dan prasarana itu meliputi bangunan gedung kantor, mebeleur, alat transportasi dan komunikasi serta computer dan
lain-Tabel 2.2
Sarana dan Prasarana
NO NAMA BARANG JUMLAH KETERANGAN
1 Tanah 3 Bidang Besertifikat
2 Kendaraan Roda 4 7 Unit Layak pakai
3 Kendaraan Roda 2 8 Unit Layak pakai
4 Meja Kursi Tamu 1 unit Layak pakai
5 Meja Rapat 3 Buah Layak pakai
6 Kursi Rapat 70 Buah Layak pakai
7 Meja Kerja 25 Buah Layak pakai
8 Kursi Kerja 47 Buah Layak pakai
9 Komputer 14 Buah Layak pakai
10 Laptop 12 Buah Layak pakai
11 Printer 20 Buah Layak pakai
12 Kamera 8 Buah Layak pakai
13 Telepon Faximile 2 Buah Layak pakai
14 Kipas Angin 3 Buah Layak pakai
15 AC 8 Buah Layak pakai
16 LCD Proyektor 2 Buah Layak pakai
17 Mesin Ketik Manual 4 Buah Rusak Berat
2.3 Kinerja Pelayanan Disperindag
Kinerja pelayanan pada Dinas Perindag Kabupaten Banjar adalah sesuai dengan Peraturan Bupati Banjar Nomor 23 Tahun 2009. Untuk menyikapi hal ini maka terdapat pelayanan yang dilaksanakan unit unit lini organisasi (bidang Teknis dan UPT) bersifat sangat rinci dan teknis yang langsung ditujukan kepada masyarakat atau kepada instansi pemerintah lainnya yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Tabel 2.3.1.
Pencapaian Kinerja Pelayanan Disperindag Kabupaten Banjar periode 2011 s/d 2015
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1
Peningkatan Jum lah Unit Us aha Indus tri Kecil dan Menengah
7.100 7.500 7.820 7.943 6.939 7.799 8.741 8.978 98% 104% 112% 113% 2 Peningkatan Jum lah
Produk Indus tri Kecil 382.726.721 416.187.005 408.813.375 422.211.153 381.725.721 416.187.005 444.860.142 465.931.153 100% 100% 109% 110% 3 Peningkatan Nilai
Inves tas i Indus tri 95.752.122 101.727.102 100.029.572 106.379.900 95.752.122 101.727.102 101.190.694 108.971.022 100% 100% 101% 102% 4
Peningkatan Jum lah Bahan Baku Indus tri Kecil dan Menengah
203.320.176 214.969.864 217.244.314 224.089.709 256.320.176 214.969.864 234.032.989 245.046.270 126% 100% 108% 109% 5
Jum lah IKM yang m elakukan pam eran dan prom os i di luar
16 19 21 23 17 19 33 37 106% 100% 157% 161%
8 Pengawas an barang
beredar 26 24 20 17 26 24 20 13 100% 100% 100% 76%
9 Penerbitan alat ukur
unit takar, tim bang 3 3 4 5 3 3 5 10 100% 100% 125% 200%
10
Unit Us aha Indus tri Kecil dan Menengah yang m enggunakan teknologi indus tri
20 30 40 50 26 30 46 52 130% 100% 115% 104%
11
Jum lah Indus tri Kecil dan Menengah yang m endapat
pem binaan teknologi
135 165 180 200 140 165 265 240 104% 100% 147% 120%
12 Peningkatan jum lah
produk s ertifikas i 1.384 2.309 3234 4.500 2.471 3.653 8.265 7.701 179% 158% 256% 171% 13
Jum lah perus ahaan yang terdaftar yang bergerak di s ektor
556 576 597 615 565 576 601 625 102% 100% 101% 102%
14 Peningkatan s arana
perdagangan 1 1 2 2 1 1 3 6 100% 100% 150% 300%
15 Jum lah dis tribus i
barang beredar 4 4 5 5 4 4 5 5 100% 100% 100% 100%
16 Jum lah nilai ekspor
barang dan jas a 489.414.074 217.893.155 239.682.471 263.650.718 490365024,01 494.508.312 383.193.062 264.161.309 100% 227% 160% 100%
Tugas dan Fungsi Indikator Kinerja
sesuai
Tabel 2.3.2.
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Disperindag Kabupaten Banjar 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 ANGG REAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PENDAPATAN DAERAH 30.000.000 50.000.000 200.000.000 250.000.000 500.000.000 65.077.000 191.095.000 295.732.500 572.507.500 611.815.000 216,92 382,19 147,87 229,00 122,36 123% 87% Pendapatan Hasil Daerah 30.000.000 50.000.000 200.000.000 250.000.000 500.000.000 65.077.000 191.095.000 295.732.500 572.507.500 611.815.000 216,92 382,19 147,87 229,00 122,36 123% 87% Hasil Retribusi Daerah 30.000.000 50.000.000 200.000.000 250.000.000 500.000.000 65.077.000 191.095.000 295.732.500 572.507.500 611.815.000 216,92 382,19 147,87 229,00 122,36 123% 87% BELANJA DAERAH 7.025.175.778 7.666.393.420 11.277.098.618 15.221.471.759 24.991.050.783 6.596.564.722 7.045.214.263 10.120.788.308 13.900.535.559 23.506.467.699 93,90 91,90 89,75 91,32 94,06 39% 39% Belanja Tidak Langsung 4.112.005.778 4.291.000.420 3.948.840.618 3.994.850.759 4.800.630.783 3.842.311.538 3.848.441.043 3.524.395.557 3.870.295.242 4.402.315.908 93,44 89,69 89,25 96,88 91,70 4% 4% Belanja Pegaw ai 4.112.005.778 4.291.000.420 3.948.840.618 3.994.850.759 4.800.630.783 3.842.311.538 3.848.441.043 3.524.395.557 3.870.295.242 4.402.315.908 93,44 89,69 89,25 96,88 91,70 4% 4% Belanja Langsung 2.913.170.000 3.375.393.000 7.328.258.000 11.226.621.000 20.190.420.000 2.754.253.184 3.196.773.220 6.596.392.751 10.030.240.317 19.104.151.791 94,54 94,71 90,01 89,34 94,62 67% 66% Belanja Pegaw ai 559.050.000 639.635.000 894.485.000 860.760.000 1.254.550.000 514.200.000 610.125.000 768.285.000 791.994.000 1.134.650.000 91,98 95,39 85,89 92,01 90,44 24% 23% Belanja Barang/jasa 1.802.270.000 2.216.128.000 3.319.150.000 4.156.001.500 5.283.092.000 1.762.575.534 2.155.417.020 3.172.498.251 3.851.046.992 4.910.596.519 97,80 97,26 95,58 92,66 92,95 31% 30% Belanja Modal 551.850.000 519.630.000 3.114.623.000 6.209.859.500 13.652.778.000 477.477.650 431.231.200 2.655.609.500 5.387.199.325 13.058.905.271,76 86,52 82,99 85,26 86,75 95,65 178% 188%
uraian Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun (%)
Rata-rata Pertumbuhan
Tabel 2.3.3
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Disperindag Kabupaten Banjar
NO Uraian program/Kegiatan 2011 2012 2013 2014 2015 Realisasi 2011 Realisasi 2012 Realisasi
2013 Realisasi 2014 Realisasi 2015 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 DINAS PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN 2.913.170.000 3.375.393.000 7.328.258.000 11.226.621.000 20.150.170.600 2.754.253.184 3.196.773.220 6.596.392.751 10.030.240.317 13.089.688.364 BIDANG PERDAGANGAN 441.115.000 718.817.000 2.681.238.000 5.675.100.500 12.222.855.000 421.540.000 612.030.000 2.319.160.610 4.826.367.422 11.463.411.093
15 Program Perlindungan Konsumen dan
Pengawasan Perdagangan 40.000.000 60.000.000 324.500.000 423.587.500 853.150.000 39.985.000 57.925.000 282.641.240 385.198.560 816.066.655
03 Peningkatan pengawasan
peredaran barang dan jasa 40.000.000 60.000.000 324.500.000 423.587.500 853.150.000 39.985.000 57.925.000 282.641.240 385.198.560 816.066.655
18 Program Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam Negeri 355.275.000 612.977.000 883.620.000 1.112.050.000 11.181.105.000 352.165.000 516.200.000 671.812.900 739.909.445 10.647.344.438
03 Kegiatan Pengembangan Pasar
dan Distribusi Barang/produk 314.775.000 572.477.000 818.120.000 945.050.000 11.064.100.000 314.775.000 480.240.000 611.012.900 583.026.238 10.545.384.438
01
Kegiatan Penyempurnaan Perangkat Peraturan, kebijakan dan pelaksanaan operasinal
25.000.000 25.000.000 50.000.000 82.000.000 62.500.000 23.170.000 20.630.000 45.300.000 75.349.000 51.100.000
06 Kegiatan peningkatan sistem dan
18 Program Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam Negeri (DAK) 1.363.168.000 3.974.463.000 1.261.268.000 3.542.137.037
08 Kegiatan Pengembangan Pasar
dan (DAK) 1.363.168.000 3.974.463.000 1.261.268.000 3.542.137.037
18 Program Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam Negeri (DAK) - 3.974.463.000 - 3.542.137.037
09 Kegiatan Pengembangan Pasar
dan (DAK 2015) 1.916.800.000 1.821.251.000
17 Program peningkatan dan
pengembangan ekspor 45.840.000 45.840.000 109.950.000 165.000.000 188.600.000 29.390.000 37.905.000 103.438.470 159.122.380
02
Kegiatan pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri
45.840.000 45.840.000 109.950.000 165.000.000 188.600.000 29.390.000 37.905.000 103.438.470 159.122.380 166.874.564
BIDANG PERINDUSTRIAN 912.765.000 1.214.545.000 3.224.610.000 4.147.000.000 6.061.560.000 810.717.650 1.194.731.200 3.034.000.110 3.979.925.461
16 Program Pengembangan Industri Kecil
dan Menengah 597.275.000 732.545.000 1.145.110.000 1.311.400.000 4.676.575.000 570.837.750 717.828.200 1.104.329.700 1.269.789.927
01
Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap
pemanfaatan sumber daya
513.475.000 578.595.000 659.954.200 1.124.540.000 1.759.095.000 491.857.750 565.078.200 643.503.200 1.086.283.599 1.667.433.671
03
Penyusunan kebijakan industri terkait dan industri penunjang industri kecil dan menengah
14.600.000 9.500.000 157.560.000 143.520.000 160.880.000 11.100.000 8.780.000 148.422.600 140.166.328 127.464.788
06
Fasilitasi kemitraan Industri Mikro, kecil dan menengah dengan swasta
69.200.000 144.450.000 327.595.800 43.340.000 512.000.000 67.880.000 143.970.000 312.403.900 43.340.000 447.254.330
17 01 Pembinaan Kemampuan
Teknologi Industri 115.000.000 31.000.000 944.500.000 1.356.500.000 2.244.600.000 95.570.000 31.000.000 810.444.480 1.307.717.706 337.602.500
18 02 Program Penataan Struktur
Industri 25.500.000 25.200.000
15 Program Peningkatan Kapasitas Iptek
Sistem Produksi 174.990.000 451.000.000 1.135.000.000 1.479.100.000 1.384.985.000 119.109.900 445.903.000 1.119.225.930 1.402.417.828 04 Pengembangan Kapasitas Pranata Pengukuran StanDarisasi,Pengujian dan kualitas 174.990.000 451.000.000 1.135.000.000 1.479.100.000 1.384.985.000 119.109.900 445.903.000 1.119.225.930 1.402.417.828 1.296.062.844
SEKRETARIAT 1.559.290.000 1.442.031.000 1.422.410.000 1.404.520.500 1.865.755.600 1.521.995.534 1.390.012.020 1.243.232.031 1.223.947.434 1.626.277.271
01 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran 1.343.440.000 1.232.531.000 938.550.000 1.073.990.000 1.514.945.000 1.311.197.034 1.182.655.970 822.802.361 919.814.584 1.423.265.371
2 Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air dan listrik 25.000.000 63.500.000 55.500.000 76.000.000 90.360.000 17.779.934 45.416.570 37.495.211 37.362.931 73.914.259
6
Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional
4.290.000 7.200.000 9.900.000 570.000 6.527.500 4.526.500
7 Penyediaan jasa administrasi
keuangan 7.270.000 7.055.000 3.800.000 3.800.000 4.560.000 7.198.000 6.970.000 3.800.000 3.800.000 3.690.000
8 Penyediaan jasa kebersihan
kantor 8.000.000 7.800.000 5.000.000 5.000.000 6.000.000 7.986.100 7.799.700 4.966.000 5.000.000 6.000.000
10 Penyediaan alat tulis kantor 35.000.000 39.500.000 55.000.000 42.500.000 43.500.000 34.970.050 39.461.500 54.874.000 42.500.000 43.500.000
11 Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan 32.500.000 31.000.000 33.000.000 45.090.000 89.600.000 32.382.450 30.971.400 32.991.600 42.031.400 89.478.200
12 Penyediaan komponen instalasi
listrik/penerangan bangunan 8.000.000 7.000.000 4.300.000 4.300.000 4.360.000 7.486.500 6.960.000 4.285.000 3.793.488 8.189.850
13 Penyediaan peralatan dan
perlengkapan kantor 42.500.000 103.000.000 45.200.000 58.395.000 39.167.000 100.500.000 42.306.800 58.300.000
17 Penyediaan makanan dan
18 Rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi ke luar daerah 841.220.000 695.576.000 182.000.000 192.500.000 388.100.000 827.960.000 685.561.800 181.333.300 180.638.465 373.246.562
19 Penyediaan Pendukung Teknis
Administrasi 283.950.000 321.100.000 425.750.000 447.650.000 524.850.000 277.350.000 299.950.000 335.150.000 373.604.000 504.100.000
02 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur 159.850.000 158.000.000 367.000.000 203.000.000 136.600.000 154.798.500 155.863.550 304.546.170 178.344.350 10 Pengadaan Mebeleur 10.000.000 9.984.000 22 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 82.350.000 95.000.000 247.000.000 95.000.000 19.600.000 82.003.100 94.596.500 204.616.500 94.218.000 19.600.000 24 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan 45.000.000 48.000.000 77.000.000 90.000.000 100.000.000 41.136.550 46.271.050 57.229.670 69.812.350 113.949.730 28 Pemeliharaan rutin/berkala
peralatan gedung kantor 22.500.000 15.000.000 43.000.000 18.000.000 17.000.000 21.674.850 14.996.000 42.700.000 14.314.000 16.970.000
03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 34.760.000 34.760.000
02 Pengadaan pakaian dinas
beserta Perlengkapannya 34.760.000 34.760.000
05 Program Peningkatan Kapasitas Sumber
03 Bimbingan teknis implementasi
Peraturan Perundang-undangan 28.000.000 27.200.000 100.400.000 110.000.000 175.000.000 28.000.000 27.200.000 99.423.500 108.361.500 165.801.900
06
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
28.000.000 24.300.000 16.460.000 17.530.500 4.450.600 28.000.000 24.292.500 16.460.000 17.427.000 2.450.000
01
Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD