• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Metode Koagulasi, Sedimentasi dan Variasi Filtrasi terhadap Penurunan Kadar TSS, COD dan Warna pada Limbah Cair Batik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Metode Koagulasi, Sedimentasi dan Variasi Filtrasi terhadap Penurunan Kadar TSS, COD dan Warna pada Limbah Cair Batik"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil pemeriksaan kadar TSS, COD dan warna limbah cair batik setelah pengolahan metode koagulasi,   sedimentasi  dan  variasi filtrasi dengan media filtrasi arang aktif, pasir kuarsa dan zeolite
Tabel  3  menunjukan  bahwa  berdasarkan  hasil  uji  post  hoc  untuk melihat   variasi filtrasi  yang paling  tinggi  dalam  menurunkan  kadar  TSS, COD  dan   warna  dapat  dilakukan  dengan   melihat  nilai  p-value

Referensi

Dokumen terkait

Tabel Hasil Pengukuran Proses Filtrasi Dengan Media Zeolit dan Karbon Aktif Terhadap Penurunan Kadar Total Suspended Solid (Tss) Limbah Cair Tahu. Perhitungan Kadar Total

Setelah air sungai melalui pengolahan menggunakan alat uji model filtrasi buatan dengan filtrasi pasir kuarsa, zeolit dan arang batok mengalami perubahan sebagai

Hasil uji laboratorium pada pengolahan air limbah laundry dengan filtrasi multimedia filter dengan ketebalan media variasi II menunjukkan penurunan kadar COD yang lebih besar

Unit pengolahan air payau menjadi air minum terdiri dari proses koagulasi, sedimentasi, oksidasi (reaktor) dan filtrasi bertingkat yang terdiri dari filter pasir,

Filtrasi merupakan proses penjernihan atau penyaringan air limbah melalui media (pada penelitian ini digunakan variabel massa kerikil, pasir, pasir silika dan arang

Pada penelitian ini, media filtrasi yang digunakan ada 3 bahan media yaitu pasir silika, arang aktif dan zeolit dengan variasi susunan yang berbeda yaitu pasir

Penelitian pendahuluan pembuatan arang aktif sebagai adsorben untuk pengolahan limbah cair industri tahu telah dilakukan oleh Mantong dkk,(2019); pembuatan arang

Moesriati, “Pemanfaatan Biji Asam Jawa ( Tamarindus indica L) Sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah