• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dugaan Produksi Susu 305 Hari pada Sapi Perah FH.Herman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dugaan Produksi Susu 305 Hari pada Sapi Perah FH.Herman"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 1

DUGAAN PRODUKSI SUSU 305 HARI PADA SAPI PERAH FH

(FRIESIAN HOLSTEIN) BERDASARKAN CATATAN TEST DAY

DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI

KURVA ALI – SCHAEFFER

(Studi Kasus di PT UPBS Pangalengan)

ESTIMATED MILK PRODUCTION OF 305 DAYS IN FRIESIAN

HOLSTEIN DAIRY CATTLE BASED ON TEST DAY RECORDS

BY USING REGRESSION MODEL OF ALI – SCHAEFFER

(Cased Study at PT UPBS Pangalengan)

Herman Suherman*, Heni Indrijani, Asep Anang

Universitas Padjadjaran

*Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Tahun 2015 e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian mengenai “Dugaan Produksi Susu 305 Hari pada Sapi Perah FH (Friesian Holstein) Berdasarkan Catatan Test Day dengan Menggunakan Model Regresi Kurva Ali – Schaeffer” telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 di PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan) Pangalengan, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kurva produksi susu berdasarkan catatan Test Day (TD), mengetahui keakuratan dugaan produksi susu 305 hari dengan menggunakan model regresi Ali-Schaeffer dan korelasinya dengan produksi susu sebenarnya. Jumlah catatan TD yang digunakan sebanyak 275 catatan dari sapi perah FH periode laktasi 1 tahun 2014-2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurva produksi susu laktasi 1 dari model persamaan regresi Ali-Schaeffer mendekati bentuk kurva produksi susu sebenarnya. Nilai korelasi antara produksi susu dugaan Ali-Schaeffer dengan produksi susu 305 hari sebenarnya yaitu sebesar 0,96, sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi Ali-Schaeffer dapat digunakan untuk menduga produksi susu selama 305 hari.

Kata Kunci: Kurva Produksi Susu, Model Regresi Ali-Schaeffer, Sapi Perah, Produksi Susu 305 hari, Test Day.

ABSTRACT

The reasearch in “Estimating Milk Production of 305 Days in Friesian Holstein Dairy Cattle based on Test Day Records by Using Regression Model of Ali-Schaeffer” was conducted in August 2015 at PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan) Pangalengan, West Java. The purpose of this research was to study the curve of milk production using Test Day (TD) records, the accuracy of estimated milk production of 305 days by using regresion model of Ali-Schaeffer, and the correlation between predicted an actual milk production of 305 days. 275 TD records at first lactation from 2014-2015 were analysed. The result showed that the lactation curve of Ali-Schaeffer regression model was on the line that the curve of estimated milk production. The correlation between estimated milk yield of

(2)

Ali-Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 2 Schaeffer and actual milk yield of 305 days was 0,96, therefore Ali-Schaeffer regression model can be used to estimation of milk yield at 305 days.

Keyword: Lactation Curve, Ali-Schaeffer Regression Model, Dairy Cattle, Milk Production of 305 days, Test Day.

Pendahuluan

Sapi perah merupakan salah satu ternak penghasil susu. Tingginya produksi susu yang dihasilkan mampu menyuplai sebagian besar kebutuhan susu di Indonesia dibanding jenis ternak penghasil susu yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, maka dari itu sapi perah mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu di Indonesia. Susu yang dihasilkan oleh sapi perah merupakan salah satu sumber protein dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Produksi susu merupakan salah satu prioritas terpenting pada usaha peternakan sapi perah. Produksi susu sapi perah umumnya diukur pada satu kali masa laktasi selama 305 hari dan dibutuhkan pencatatan produksi susu harian untuk menggambarkan kemampuan daya produksi yang lebih tepat.

Sapi perah memiliki beberapa catatan diantaranya adalah identitas sapi, produksi susu, data reproduksi, dan kesehatan ternak. Catatan produksi susu merupakan salah satu faktor penting pada usaha peternakan sapi perah. Pencatatan yang digunakan saat ini adalah total selama 305 hari. Metode pencatatan ini cukup akurat jika dilakukan sesuai prosedur di lapangan, namun kurang fleksibel. Terbukti di lapangan sering terjadi catatan yang tidak lengkap karena kurangnya kesadaran peternak akan pentingnya catatan produksi susu, terlalu menyita waktu, dan biaya yang mahal, oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pencatatan yang lebih mudah dan fleksibel.

Pencatatan produksi susu yang lebih sederhana adalah menggunakan Test Day (TD). Catatan produksi susu Test day (TD) atau catatan produksi susu Hari Uji adalah catatan produksi susu total selama 24 jam yang diambil pada hari-hari pengujian tertentu saja (Indrijani, 2008).

Persamaan kurva produksi susu yang banyak digunakan yaitu persamaan kurva Ali-Schaeffer. Penggunaan catatan TD dalam catatan produksi susu masih harus dibuktikan korelasinya dengan produksi susu sebenarnya. Pendugaan catatan produksi susu 305 hari ini terus dikembangkan dan disempurnakan agar diperoleh hasil pendugaan produksi susu yang akurat.

(3)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 3 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jamrozik, at al. (1997), koefisien korelasi untuk model kurva Wood, model kurva Ali dan Schaeffer dan model kurva Wilmink masing-masing adalah 0,951; 0,975; 0,95. Penelitian lain menyebutkan bahwa nilai koefisien korelasi model kurva Ali dan Schaeffer untuk laktasi I dan laktasi II masing-masing adalah 0,995 dan 0,998 (Indrijani, 2001).

Bahan dan Metode

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak sapi perah yang memiliki catatan produksi susu periode laktasi 1. Data yang digunakan yaitu data produksi susu dari tahun 2014-2015 di PT UPBS Pangalengan. Jumlah catatan Test Day (TD) yang digunakan yaitu sebanyak 275 catatan.

Prosedur pengambilan data berupa: 1. Pengumpulan Data

2. Pemilahan Data 3. Tabulasi Data 4. Deskripsi Data 5. Analisis Data

Persamaan pendugaan produksi susu yang digunakan adalah model regresi kurva Ali dan Schaeffer. Rumus model regresi kurva Ali dan Schaeffer:

t

f

t

d

t

c

t

b

a

y

t

ln

305

ln

305

305

305

2 2

Dimana: yt = Produksi susu Test Day (TD)

t = Waktu interval test (interval 30 hari) a,b,c,d,f = Koefisien regresi yang akan dicari

Koefisien regresi diperoleh dengan menggunakan program Curve Expert, dan koefisien tersebut dimasukkan kedalam persamaan Ali-Schaeffer. Hasil produksi susu harian maupun 305 hari, bentuk kurva produksi susu, dan deskripsi satatistik diperoleh dengan menggunakan program Excel. Hasil perhitungan dengan menggunakan program Curve Expert, menghasilkan nilai R2 (Koefisien Determinasi) dan nilai SE (Standard Error). Nilai R2 dan SE menunjukkan keakuratan nilai dugaan produksi susu dan digunakan sebagai uji keakuratan kurva produksi susu.

Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui berapa nilai koefisien korelasi antara dugaan produksi susu 305 hari dengan produksi susu 305 hari sebenarnya. Analisis korelasi dihitung dengan menggunakan rumus:

(4)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 4

dimana:

r = Koefisien korelasi pearson

= Produksi 305 hari sebenarnya

= Produksi 305 hari dugaan dengan regresi Ali-Scaeffer

Hasil dan Pembahasan

1. Keadaan Umum PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan)

PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan) atau masyarakat sekitar sering menyebutnya PT. Almanak merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang Peternakan Sapi perah yang berlokasi di Dusun Cieurih, Desa Marga Mekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Perusahaan ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.400 m dpl dengan luas ±60 hektar dengan rincian ±40 hektar untuk kebun rumput, dan ±20 hektar untuk sarana dan prasarana kantor, kandang, dan gudang pakan. Lokasi Peternakan ini awalnya perkebunan teh yang berbukit-bukit, namun dengan kondisi cuaca yang ideal untuk Peternakan sapi perah maka lokasi ini dipilih untuk pembangunan Perusahaan PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan). Adapun batas-batas wilayah PT. UPBS adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Kebun Teh Rius Gunung dan Desa Pulosari. Sebelah Barat : Rancabolang dan Perkebunan Teh Dewata.

Sebelah Timur : Gunung Merapi Wayang Windu dan Desa Marga Mekar. Sebelah Selatan : Kebun Teh Malabar Pengalengan dan Desa Marga Leyu.

Jenis kegiatan yang dilakukan di PT UPBS ini adalah memproduksi susu segar yang selanjutnya dikirimkan ke PT Ultra Jaya tbk yang sesuai dengan keamanan pangan. Keberadaan PT UPBS ini tentu akan menggerakan dan meningkatkan industri persusuan nasional dan mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu di Indonesia.

Berdasarkan letak geografis dan topografinya, tempat ini merupakan dataran tinggi dengan temperatur 18-200C, sehingga tempat ini ideal untuk peternakan sapi perah. Pada kondisi tersebut, sapi perah berada di lingkungan yang nyaman dan tidak berpotensi mengalami stres panas. Ensminger & Tyler (2006) menyatakan bahwa temperatur optimum sapi perah asal eropa antara 10-210C. (Bath et al. 1985) menyatakan bahwa suhu 15,50C merupakan suhu optimal yang diperlukan agar sapi berproduksi maksimal. Sapi perah akan mengalami penurunan produksi susu jika dipelihara pada suhu lingkungan kritis yaitu sebesar 27%.

(5)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 5

2. Deskripsi Data Produksi Susu

Data yang dianalisis berasal dari 25 ekor sapi perah betina Friesian Holstein pada periode laktasi 1 dari tahun 2014-2015. Catatan produksi susu berdasarkan TD dimulai dari hari laktasi ke-5 dan selanjutnya dengan interval 30 hari, maka diperoleh 11 catatan TD, sehingga total dari 25 ekor tersebut diperoleh sebanyak 275 catatan.

Produksi susu pada laktasi 1 TD 1-11 dari setiap ternak bervariasi, untuk lebih jelasnya deskripsi produksi susu tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Deskripsi Produksi Susu berdasarkan Catatan Test Day Laktasi 1 TD Produksi Rata-rata (kg) n (ekor) Std.Deviasi (SD) Minimum (kg) Maksimum (kg) KV (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 15,60 20,21 19,05 18,02 17,36 16,49 16,24 15,37 14,69 13,30 12,03 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 2,16 1,56 1,87 1,20 1,37 1,49 2,06 1,70 2,16 2,68 2,98 11,56 17,25 15,75 15,67 14,42 12,58 10,18 10,63 11,00 9,10 6,20 19,50 23,70 22,94 20,69 19,42 20,50 18,97 18,50 19,50 17,52 17,17 13,82 7,73 9,81 6,63 7,88 9,01 12,68 11,09 14,73 20,15 24,80 Keterangan: n = Jumlah Sampel TD KV = Koefisien Variasi

Berdasarkan Tabel 1. dapat dilihat bahwa produksi susu bervariasi dari TD 1 sampai TD 11. Produksi susu bervariasi dapat dilihat dari rata-ratanya antara 12,03 kg – 20,21 kg. Peningkatan susu terjadi pada TD 1 ke TD 2 yaitu dari 15,60 kg menjadi 20,21 kg. Puncak produksi terjadi pada TD 2 atau hari ke 35 yaitu sebesar 20,21 kg. Pada TD 2 ke TD 3 terjadi penurunan produksi yaitu dari 20,21 kg menjadi 19,05 kg. Mulai dari TD 3 sampai TD 11 produksi susu terus mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan pendapat Siregar (1995) bahwa sapi perah sejak beranak memiliki produksi susu yang cepat meningkat sampai mencapai puncak pada masa produksi susu 35-50 hari setelah beranak. Setelah mencapai puncak produksi akan mengalami penurunan rata-rata 2,5% per minggu.

Berdasarkan Tabel 1. juga dapat dilihat bahwa Koefisien Variasi (KV) sangat beragam, yakni antara 6,63 % sampai 24,80 %. Koefisien Variasi merupakan suatu gambaran keragaman dari suatu sifat yang diukur, biasanya digunakan untuk membandingkan keragaman sifat-sifat yang diukur dengan satuan berbeda, dan akan mudah bila simpangan baku dinyatakan dengan persentase dari rata-rata (Warwick et al. 1995). Sesuai dengan

(6)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 6 pendapat Hasan (2004) yang menyatakan bahwa data dikatakan seragam yaitu KV 10% dan tidak efektif apabila dilakukan seleksi, sedangkan data dikatakan beragam yaitu KV 10% dan efektif apabila dilakukan seleksi. Oleh karena itu, data produksi susu tersebut dapat dikatakan beragam dan efektif untuk dilakukan seleksi.

3. Bentuk Kurva Produksi Susu Laktasi 1 Berdasarkan Catatan Test Day

Secara umum bentuk kurva produksi susu akan naik mulai dari setelah beranak menuju puncak produksi pada awal laktasi yang kemudian berangsur-angsur akan turun sampai akhir laktasi. Bentuk kurva produksi susu dapat diperoleh dari rata-rata TD sebenarnya dan TD Ali-Schaeffer.

Model umum persmaan regresi Ali-Schaeffer adalah: yt = a + b (t/305) + c (t/305)2 + d ln(305/t) + f ln(305/t)2, dengan memasukkan nilai koefisien regresi a,b,c,d,f yang telah didapatkan melalui program Curve Expert, dan nilai t yang merupakan waktu interval test, maka diperoleh produksi susu dugaan berdasarkan persamaan Ali-Schaeffer. Data catatan produksi susu sebenarnya pada masing-masing TD 1-11 dibuat nilai rata-ratanya, hal yang sama juga dilakukan pada produksi dugaan Ali-Schaeffer. Perbandingan hasil rata-rata dari TD 1-11 dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan Rata-rata Produksi Susu Test Day Laktasi 1 TD Produksi Sebenarnya (kg) Produksi dugaan Ali-Schaeffer (kg) Selisih 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 15,60 20,21 19,05 18,02 17,36 16,49 16,24 15,37 14,69 13,30 12,03 15,60 20,27 18,60 18,01 17,33 16,74 16,13 15,40 14,50 13,39 12,04 0,00 -0,06 0,45 0,01 0,03 -0,25 0,11 -0,03 0,18 -0,09 -0,02 Berdasarkan Tabel 2. dapat dilihat bahwa perbedaan TD sebenarnya dengan TD dugaan berdasarkan persamaan Ali-Schaeffer lebih rendah. Misalnya pada TD 4, TD sebenarnya sebesar 18,02 kg, dan TD Ali-Schaeffer sebesar 18,01 kg, sehingga selisihnya hanya sebesar 0,01 kg, bahkan pada TD 1 nilai dugaan tepat sama dengan nilai sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan Ali-Schaeffer memiliki keakuratan yang sangat

(7)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 7 tinggi. Keakuratannya dapat dilihat dari korelasi antara TD sebenarnya dengan TD dugaan berdasarkan persamaan Ali-Schaeffer yaitu sebesar 0,96.

Berdasarkan Tabel 2. juga dapat dilihat bahwa pada TD sebenarnya dan TD Ali-Schaeffer puncak produksi susu terjadi pada TD 2 atau pada hari ke 35, pada TD 2 ke TD 3 terjadi penurunan produksi susu yaitu dari 20,21 kg menjadi 19,05 kg pada TD sebenarnya dan dari 20,27 kg menjadi 18,60 kg pada TD dugaan Ali-Schaeffer. Mulai dari TD 3 sampai TD 11 produksi susu terus mengalami penurunan. Hasil dari perbandingan antara rata-rata TD sebenarnya dengan rata-rata TD Ali-Schaeffer dapat dibuat suatu kurva produksi susu yang dapat dilihat pada Ilustrasi 1.

Ilustrasi 1. Kurva Produksi Susu Test Day

Berdasarkan Ilustrasi 1. dapat dilihat bahwa kurva produksi susu TD Ali-Schaeffer mendekati kurva produksi susu TD sebenarnya. Peningkatan produksi susu terjadi pada TD 2 atau hari ke 35, kemudian produksi menurun mulai dari TD 3 atau hari ke 65 dan seterusnya sampai TD 11. Hal ini berbeda dengan pendapat (Kurniawan et al. 2012) yang menyatakan bahwa kurva produksi susu pada awal laktasi akan mengalami kenaikan menuju puncak laktasi yang kemudian berangsur-angsur menurun sampai akhir laktasi. Produksi susu mengalami peningkatan pada bulan pertama sampai bulan ketiga, kemudian menurun bertahap sampai masa kering. Perbedaan masa puncak laktasi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Sesuai dengan pendapat Atmadilaga (1979),

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 5 35 65 95 125 155 185 215 245 275 305 P r o d u k si S u su (k g) TD (Hari Ke-)

Kurva Produksi Susu TD Sebenarnya dan TD Dugaan Ali-Schaeffer TD Sebenarnya TD Dugaan Ali-Schaeffer

(8)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 8 menyatakan bahwa produksi susu merupakan performans produksi dari ternak yang memiliki potensi genetik untuk memproduksi susu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

4. Perhitungan Nilai Koefisien Regresi, Nilai R2 (Koefisien Determinasi), Nilai r (Koefisien Korelasi), dan Nilai SE (Standard Error)

Perhitungan untuk nilai koefisien regresi, nilai R2 (Koefisien Determinasi), nilai r (Koefisien Korelasi), dan nilai SE (Standard Error) dapat diketahui dari hasil analisis dengan menggunakan program Curve Expert. Koefsien regresi yang didapatkan berdasarkan analisis tersebut kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi Ali-Schaeffer untuk mencari hasil dugaan produksi susu harian, dan kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan dugaan produksi susu 305 hari. Misalnya pada sapi dengan nomor ternak 801236/JUSTIN memiliki nilai a = -32,753, nilai b = 68,860, nilai c = -24,322, nilai d = 29,760, dan nilai f = -4,396, sehingga persamaan produksi susu dugaannya pada t = 5 adalah y5 = -32,753 + 68,860 (5/305) + (-24,322) (5/305)2 + 29,760 ln(305/5) + (-4,396) ln(305/5)2, dan seterusnya sampai t = 305.

Nilai R2 (Koefisien Determinasi), nilai r (Koefisien Korelasi), dan nilai SE (Standard Error) digunakan untuk menunjukkan keakuratan data individu dalam menggunaan persamaan Ali-Schaeffer. Keakuratan tersebut ditunjukkan oleh nilai R2 dan nilai r. Semakin besar nilai R2 dan nilai r, maka persamaan akan semakin akurat, sedangkan nilai SE kebalikannya, yaitu semakin kecil maka persamaan akan semakin akurat.

Nilai rata-rata dari data keseluruhan R2 yaitu sebesar 0,92, nilai r rata-ratanya sebesar 0,96; dan nilai SE rata-ratanya sebesar 0,81. Hal ini sesuai dengan pendapat sugiyono (2004) bahwa nilai r = 0,80 – 1,000 adalah korelasi yang sangat tinggi, maka dapat dikatakan bahwa model regresi kurva Ali-Schaeffer memiliki keakuratan yang sangat tinggi pada semua ternak.

5. Perhitungan Produksi Susu Dugaan 305 Hari

Berdasarkan hasil penelitian dan setelah data dianalisis menggunakan program Curve Expert dan program Excel maka diperoleh data produksi susu total selama 305 hari sebenarnya, dan produksi susu dugaan 305 hari persamaan Ali-Schaeffer. Produksi susu tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.

Berdasarkan Tabel 3. dapat dilihat bahwa perbandingan antara produksi susu 305 hari sebenarnya dengan rata-ratanya sebesar 4.950 kg, dan produksi susu dugaan Ali-Schaeffer dengan rata-ratanya sebesar 5.013 kg memiliki selisih sebesar 64 kg, seperti yang terlihat pada Tabel 3.

(9)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 9 Tabel 3. Produksi Susu Laktasi 1 (dalam satuan kg)

No Nomor Ternak Produksi Susu

305 Hari Sebenarnya

Produksi Susu dugaan Ali-Schaeffer 1 800729/JIAYA 4.440 4.633 2 800828/HALEY 4.945 5.187 3 800738/MILA 4.590 4.731 4 800707/YOTA 4.072 4.208 5 801012/DEWIQ 5.038 5.170 6 800709/FREIS 4.531 4.724 7 800888/MARIE 4.865 5.035 8 801142/YUMA 1 5.754 5.886 9 801036/ASHA 4.945 4.881 10 801216/SHAKI 4.808 5.066 11 801236/JUSTIN 4.317 4.445 12 801242/RIKA 4.796 4.725 13 801314/IKEU 4.548 4.747 14 801440/DEEP 4.780 4.667 15 801411/CINTA 4.853 4.800 16 801081/CECE 5.324 5.283 17 800809/MEARA 5.480 5.500 18 800434/KIMI 5.537 5.630 19 800940/JAGER 5.139 5.043 20 800999/NADA 5.100 5.235 21 800970/LETTO 5.347 5.273 22 801071/FIFE 5.023 4.963 23 801126/LUCKY 5.329 5.297 24 800869/TRINAS 5.352 5.399 25 800601/CHESTER 4.830 4.808 Rata-rata 4.950 5.013

Berdasarkan Tabel 3. juga dapat dicari nilai tingkat keeratan hubungan atau korelasi antara produksi susu 305 hari sebenarnya dengan produksi susu dugaan 305 hari berdasarkan persamaan Ali-Schaeffer. Perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi pearson dan bantuan program Excel maka didapatkan hasil korelasinya sebesar 0,96. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa produksi susu dugaan 305 hari dengan menggunakan persamaan Ali-Schaeffer memiliki korelasi yang sangat tinggi dengan produksi susu 305 hari sebenarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2004) yang menyatakan bahwa nilai korelasi 0,80-1,00 memiliki korelasi yang sangat tinggi, sehingga persamaan Ali-Schaeffer sangat akurat digunakan untuk mencari produksi susu selama 305 hari. Berdasarkan korelasi tersebut maka dapat dikatakan bahwa dugaan produksi susu 305 hari dengan menggunakan model regresi

(10)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 10 kurva Ali-Schaeffer sangat memungkinkan digunakan untuk menghitung produksi susu harian maupun menduga produksi susu selama 305 hari.

Penggunaan metode TD dalam pencatatan produksi susu diharapkan sistem pencatatan produksi susu akan lebih efektif, efisien, dan murah. Peternak hanya cukup melakukan pencatatan pada waktu-waktu tertentu misalnya sebulan sekali, namun yang perlu diperhatikan yaitu pencatatan harus konsisten dan teratur. Sesuai pendapat Wood (1967) bahwa pencatatan produksi susu yang dilakukan setiap hari selama masa laktasi akan memerlukan banyak biaya, tenaga kerja, dan waktu. Pengambilan sampel berkala seluruh interval laktasi akan memberikan alternatif terhadap efisiensi waktu dan biaya, sebab dari sampel tersebut dapat digunakan untuk menduga produksi total selama 305 hari.

Simpulan

1. Bentuk kurva produksi susu laktasi 1 TD dugaan 305 hari berdasarkan model regresi kurva Ali-Schaeffer mendekati kurva produksi susu TD 305 hari sebenarnya. Peningkatan produksi susu terjadi pada TD 1 ke TD 2, selanjutnya produksi susu baik TD sebenarnya maupun TD dugaan Ali-Schaeffer menurun perlahan-lahan mulai dari TD 3 sampai dengan TD 11.

2. Model regresi kurva Ali-Schaeffer dapat digunakan untuk menduga produksi susu selama 305 hari karena memiliki korelasi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 0,96 antara produksi susu dugaan 305 hari persamaan Ali-Schaeffer dengan produksi susu 305 hari sebenarnya.

Saran

1. Peternakan seharusnya memiliki recording (pencatatan) yang lengkap mulai dari pencatatan nomor induk, tanggal lahir, tanggal kawin, tanggal bunting, tanggal beranak, tanggal dikeringkan, produksi susu harian, dan produksi susu total selama 305 hari, karena dengan adanya catatan lengkap akan mempermudah peternak dalam proses seleksi maupun perbaikan manajemen peternakan sapi perah.

2. Keuntungan menggunakan metode pencatatan berdasarkan Test Day (TD) yaitu lebih fleksibel dalam membantu pencatatan pada pola pengumpulan data yang berbeda, dan pencatatan pada populasi ternak yang besar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk para peternak yang selalu mengalami kendala kurang fleksibelnya suatu sistem pencatatan harian lengkap selama 305 hari. Persamaan regresi Ali-Schaeffer dapat digunakan untuk menduga produksi susu selama 305 hari, sehingga lebih mengefisienkan waktu peternak untuk melakukan pencatatan produksi susu.

(11)

Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 11

Ucapan Terimakasih

Penulis dengan rasa hormat dan bangga mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT UPBS (Ultra Peternakan Bandung Selatan) Pangalengan yang telah membantu dan memfasilitasi dalam menyelesaikan penelitian ini.

Daftar Pustaka

Atmadilaga, D. 1979. Cattle Breeding in Indonesia with Special Reference to Meat Tolerance. Disertasi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Bath, D. L., F. N. Dickinson, H. A. Lucker, & R. D Appleman. 1985. Dairy Cattle: Principle, Practica Problems and Profit. 2th Ed., Lea Febringer, Philadelphia. 189-215, 309-324.

Ensminger, M. E. & H. D. Tyler. 2006. Dairy Cattle Science. 4th Ed., The Interstate Printers and Publisher, Danville.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. Gramedia Widiasarana. Jakarta.

Hasan, M. I. 2004. Aplikasi Data Penelitian dengan Statistik. Bumi Aksara. Jakarta

Indrijani, H. 2001. Penggunaan Catatan Test Day untuk Mengevaluasi Mutu Genetik Sapi Perah. Tesis Institut Pertanian Bogor. Bogor.

__________. 2008. Penggunaan Catatan Produksi Susu 305 Hari dan Catatan Produksi Susu Test Day (Hari Uji) untuk Menduga Nilai Pemuliaan Produksi Susu Sapi Perah. Disertasi Program Pascasarjana UNPAD. Bandung.

Jamrozik, J., G.J. Kistemaker, J.C.M. Dekkers, & L.R. Schaeffer. 1997. Comparison of Posible Covariates for Use in a Random Regression Model for Analysis of Test Day Yields. Dairy Sci. 80:2550-2556.

Kurniawan, H. Indrijani, & D. S. Tasripin. 2012. Model Kurva Produksi Susu Sapi Perah dan Korelasinya pada Pemerahan Pagi dan Siang Periode Laktasi Susu. e-journal. Vol.2. No.1.

Siregar, S. 1995. Sapi Perah Jenis, Tehnik Pemeliharaan dan Analisis Usaha. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sugiyono. 2004. Statistika untuk Penelitian. CV. Alfabeta. Bandung.

Warwick, E. J., M. Astuti, & W. Hardjosubroto. 1995. Pemuliaan Ternak. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Wood, P. D. P. 1967. Algebratic Model Of The Lactation Curve In Cattle. Nature. 216:164-165.

Gambar

Ilustrasi 1. Kurva Produksi Susu Test Day

Referensi

Dokumen terkait

MODEL KURVA PRODUKSI LEMAK DAN PROTEIN SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND (FH) PADA PERIODE LAKTASI SATU DAN DUA DI.

KORELASI ANTARA BODY CONDITION SCORE DENGAN PRODUKSISUSU 305 HARI TERKOREKSI PERIODE LAKTASI 1, 2, 3,.. DAN 4 PADA SAPI FH DI

Produksi susu lengkap diestimasi menggunakan Test Interval Method (TIM), untuk menduga nilai heritabilitas dipergunakan metode korelasi saudara tiri sebapak (Paternal

Rataan produksi susu laktasi pertama yang didapat dari hasil penelitian ini sebesar 2.919,04 kilogram, nilai ripitabilitas produksi susu sebesar 0,41, rataan daya produksi

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran 11 Korelasi nilai MPPA pada produksi susu pagi, malam dan total cukup tinggi yaitu 0,97 untuk produksi susu pagi dengan

Biaya pakan dihitung dari harga pakan yang diberikan, produksi susu dihitung dari produksi total selama mass laktasi dibagi 305, kualitas susu yaitu nilai berat jenis, kadar

Rataan produksi susu laktasi pertama yang didapat dari hasil penelitian ini sebesar 2.919,04 kilogram, nilai ripitabilitas produksi susu sebesar 0,41, rataan daya produksi

Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi di Jawa Timur sebagai berikut : Persamaan regresi linear