• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN 1.1 Landasan Teori / Metode Teori Brand Identity Teori Logo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN 1.1 Landasan Teori / Metode Teori Brand Identity Teori Logo"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

8

KONSEP DESAIN 1.1 Landasan Teori / Metode

1.1.1 Teori Brand Identity

Menurut Kristin Zhivago Brand bukanlah icon, slogan ataupun pernyataan dari sebuah misi, melainkan sebuah janji yang pasti dapat dipenuhi oleh perusahaan. Brand adalah janji yang dibuat dan dapat dipegang pada setiap aktifitas marketing, setiap tindakan, setiap keputusan yang dibuat dan pada setiap interaksi dengan konsumen. Brand juga merupakan kumpulan dari pikiran dan perasaan dari pengalaman memakai suatu merek. Brand identity merupakan persepsi keseluruhan merek di pasar yang dibentuk oleh personality dan positioning. Brand merupakan sesuatu yang diciptakan dari persepsi konsumen

1.1.2 Teori Logo

Logo berasal dari bahasa Yunani yaitu Logos yang berarti kata, pemikiran, pembicaraan, akal budi. Pada awalnya yang lebih dulu populer adalah istilah logotype yang diartikan sebagai tulisan nama entitas yang didesain secara khusus dengan menggunakan teknik lettering atau memakai jenis huruf tertentu. Pada perkembangannya logo semakin unik karena ada penambahan elemen gambar di dalamnya. Diantaranya fungsi logo adalah sebagai berikut :

1. Sebagai identitas diri untuk membedakan dengan identitas milik orang lain

2. Tanda kepemilikan untuk membedakan milik kita dengan milik orang

lain

3. Tanda jaminan kualitas

4. Mencegah peniruan atau pembajakan

Jadi secara umum logo adalah simbol pada identitas visual. Menurut pendapat John Murphy dan Michael Rowe, logo terbagi dalam beberapa jenis yaitu :

1. Name – Only Logo

Adalah logo yang diambil dari sebuah nama dengan menggunakan gaya grafis khusus dengan tujuan memberikan ketegasan dan pesan langsung kepada konsumen, contohnya seperti SONY, Toshiba, Panasonic, Nikon, dsb.

2. Name / Symbol Logo

Adalah logo yang terdiri dari nama produk atau perusahaan dan tersusun atas bentuk – bentuk grafis seperti oval, lingkaran dan kotak. Contohnya Ford, Du Pont, Hertz, dsb.

3. Initial Letter Logo

Adalah logo yang menggunakan huruf awal (inisial) nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut. Contohnya BCA, IBM, RCTI dsb.

(2)

4. Pictorial Names Logo

Adalah logo yang menggunakan nama produk atau perusahaan sebagai komponen penting dari gaya logo yang keseluruhan logo ini memiliki gaya khusus. Contohnya Coca Cola, McDonald, dsb.

5. Assosiative Logo

Adalah logo yang berdiri bebas yang tidak memuat nama produk atau perusahaan tetapi memiliki asosiasi langsung dengan nama, produk atau wilayah aktifitasnya. Contohnya Shell, 20th Century Fox, dsb. 6. Allusive Logo

Adalah logo yang bersifat kiasan. Contohnya seperti logo Mercedes Benz, dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil.

7. Abstract Logo

Adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan yang dipengaruhi daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk logo ini sangat abstrak. Contohnya logo Citroen.

Menurut Surianto Rustan, S.sn dalam bukunya “Mendesain Logo”, sebuah logo yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Unik, yaitu dari bentuknya yang tidak membosankan, menarik perhatian dan memiliki perbedaan dengan logo lain.

2. Simpel, yaitu mudah ditangkap mata, dikenali, diingat dan mudah dibaca.

3. Fleksibel, yaitu mudah diterapkan sesuai dengan kondisi berbagai media dan bahan, mudah dikembangkan, mudah dibongkar pasang tanpa kehilangan jati dirinya dan memiliki versi ukuran besar dan kecil yang khusus dirancang sehingga logo tetap terlihat jelas dalam kondisi media dengan berbagai ukuran ruang.

1.1.3 Teori Konsumen

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya. Konsumen bersikap rasional dengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.

1.1.4 Teori Komunikasi

Komunikasi adalah proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok organisasi dan masyarakat menciptakan serta menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan atau orang lain. Umumnya komunikasi dilakukan secara verbal melalui bahasa yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, namun dapat pula dilakukan secara

(3)

non verbal yaitu menggunakan gerak – gerik tertentu atau menunjukkan sikap tertentu. Ada 5 faktor yang mempengaruhi komunikasi yaitu : 1. Latar Belakang Budaya

Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budayanya maka komunikasi akan semakin efektif.

2. Ikatan Kelompok atau Grup

Nilai – nilai yang dianut suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

3. Harapan

Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.

4. Pendidikan

Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi suatu pesan yang disampaikan.

5. Situasi

Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan atau situasi. 1.1.5 Teori Tipografi

Tipografi merupakan seni memilih huruf dengan pengaturan penyebaran pada ruang – ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus sehingga akan menolong pembaca mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Ada 4 jenis huruf dalam tipografi yaitu :

1. Huruf tidak berkait (Sans Serif)

Huruf ini memiliki ciri – ciri yaitu tidak memiliki kait, ujungnya berbentuk tajam atau tumpul, sifatnya kurang formal atau sederhana dan sangat mudah dibaca, contoh : Arial, MS. San Serif, Futura, dsb. 2. Huruf berkait (Serif)

Huruf ini memiliki ciri – ciri yaitu memiliki terminal, sifatnya formal, elegan, mewah dan anggun, kurang mudah dibaca, contoh : Times New Roman, Garamond, dsb.

3. Huruf tulis (Script)

Huruf ini memiliki ciri – ciri yaitu setiap huruf terkait seperti tulisan tangan, sifatnya agung, ekslusif, romantis dan tradisional, contoh : Brush Script, Lucida Handwriting, dsb.

4. Huruf dekorasi (decorative)

Huruf ini memiliki ciri – ciri yaitu setiap hurufnya dibuat mendetail dan komplit, sifatnya bebas dan istimewa, sangat sulit dibaca dan biasanya hanya sebagai alternatif Drop Cap, contoh : Chiller, Harlow, Curlz MT, dsb.

1.1.6 Teori Ilustrasi

Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari tulisan dengan teknik menggambar, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk. Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya agar mudah dicerna. Beberapa fungsi ilustrasi yaitu :

(4)

2. Memberikan bayangan bentuk alat yang digunakan dalam tulisan ilmiah

3. Memberikan bayangan langkah kerja

4. Menghubungkan tulisan dengan kreativitas

Ilustrasi dapat menciptakan ikatan emosional antara viewers dengan kejadian – kejadian dalam kehidupan mereka.

1.1.7 Teori Warna

Brewster menyederhanakan kelompok warna ke dalam 4 kelompok warna yaitu warna primer, sekunder, tersier dan warna netral. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna Brewster.

1. Warna Primer, merupakan warna dasar yang bukan warna campuran

dari warna – warna lain. Yang termasuk dalam golongan warna ini adalah merah, biru dan kuning.

2. Warna Sekunder, merupakan warna hasil pencampuran warna – warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga yang dihasilkan dari pencampuran warna merah dan kuning.

3. Warna Tersier, merupakan pencampuran antara warna primer

dengan salah satu warna sekunder.

4. Warna Netral, merupakan hasil pencampuran ketiga warna dasar dengan proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna – warna kontras di alam. Biasanya hasil pencampuran yang tepat akan menuju ke warna hitam.

1.2 Strategi Kreatif

1.2.1 Strategi Komunikasi 1. Fakta Kunci

PT. Perkasa Adiguna Sembada merupakan perusahaan jasa konstruksi swasta yang berfokus pada konstruksi jalan dan retail hotmix aspal. Perusahaan ini sudah cukup terkenal di kalangan perusahaan konstruksi besar lainnya namun sayang belum memiliki identitas visual yang baik sehingga masih sulit bagi perusahaan ini untuk menyebarkan materi promosi yang baik kepada konsumennya.

2. Masalah yang akan di Komunikasikan - Tujuan Komunikasi

Mengkomunikasikan dengan tepat bahwa PT. Perkasa Adiguna Sembada merupakan perusahaan konstruksi yang dapat memberi rasa aman dan mutu terbaik.

- Attention

Menarik perhatian konsumen dengan identitas visual baru yang sesuai dengan karakter perusahaan.

- Interest

Menarik perhatian konsumen dengan identitas yang unik - Desire

Membuat konsumen ingin terus bekerja sama dengan PT. Perkasa Adiguna Sembada

(5)

- Action

Konsumen tetap menjalin kerja sama di bidang konstruksi dan retail

3. Profil Konsumen Demografis :

- Jenis kelamin : laki – laki - Usia : 40 – 60th

- Kelas ekonomi : A-B

Geografis :

- Tinggal di daerah perkotaan besar seperti Jakarta (urban) Psikografis :

- Memiliki gaya hidup yang modern dengan hobi liburan (jalan

– jalan), penampilan sederhana namun rapih, aktif dan sibuk, senang berkumpul dengan teman – teman seprofesi dan sering menghabiskan waktu makan bersama di restoran, senang bercanda.

1.3 Strategi Desain

1.3.1 Positioning / USP (Unique Selling Point)

PT. Perkasa merupakan perusahaan jasa konstruksi nasional swasta yang memberikan rasa aman dan percaya kepada konsumen maupun partnernya baik dalam segi mutu maupun hubungan kerjasama yang terjalin.

1.3.2 Keywords

trust, safe, eco friendly, partnership 1.3.3 Brand Essence

Long lasting partnership 1.3.4 Big Idea

Aman! Dapat dijabarkan sebagai berikut ; Arif pada lingkungan

Mutu tiada tandingan Awet kerjasamanya Nyaman hasil kerjanya 1.3.5 Moods / Tone and Manner

Memberi kesan kepercayaan dan ramah lingkungan serta rasa aman dengan warna – warna seperti biru, hijau dan putih. Didukung dengan menggunakan tipografi yang aktif sesuai dengan karakter perusahaan dan segi pandang konsumen serta partner pada perusahaan.

1.3.6 Key Messages

PT. Perkasa Adiguna Sembada memberikan solusi tepat berbasis kepercayaan serta ramah lingkungan.

(6)

1.4 Strategi Media

4.4.1 Utama : - Logo

- Graphic Standard Manual - Stationary

4.4.2 Pendukung : - Brosur

- Seragam

- Stiker ID untuk jaket proyek - Stiker ID untuk heavy equipment

- Stiker ID untuk peralatan lainnya (helm, bendera, dst) - Papan nama proyek

- Pembatas jalan proyek - Jaket lab

- Resepsionis

Referensi

Dokumen terkait

Bab ini berisi tentang teori-teori yang mencakup brand (merek) yakni nama, logo, simbol yang mengidentifikasi sebuah produk sehingga berbeda dengan produk

Brand identity atau visual identity adalah semua tampilan visual maupun verbal dari sebuah brand, yang terwujud dalam semua penerapan desain, seperti logo, kop surat,

Karakter akan dibentuk dengan gaya model yang kurang lebih sama dengan karakter iklan nippon paint, memiliki bentuk simpel dan karakter yang kuat untuk menjadi model

Tentunya desainer yang sudah berpengalaman mempunyai kebiasaan / cara kerjanya sendiri.Tahapan kerja yang di tampilkan di sini hanya merupakan pola umum yang dapat

Desain baru logo Ragusa akan terdiri dari logotype yang menggunakan tipografi yang mencerminkan bentuk es krim dan logogram dengan style visual yang menonjolkan Ragusa

Dalam mendesain kemasan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tertanam di benak calon konsumen, dan mereka meyakini bahwa produk ini layak

Visual style yang akan digunakan untuk karakter adalah karikatur semi realis yang dipadukan dengan gaya tiga dimensi yang halus dan simple tetapi masih ada ciri khas orang

Sebagaimana gambar yang telah menelurkan banyak gaya, animasi (dan ber- animasi) juga memiliki gaya yang sangat beragam. Sebagai contoh, anda tentu bisa