• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4 KONSEP DESAIN

4.1 Landasan Teori

Logo

Pada masa kini istilah 'logo' telah digunakan bagi menggambarkan isyarat, (emblem), (coat of arms), simbol dan juga bendera. Pada akhir rencana ini beberapa contoh jenis logo 'true' dipaparkan, yang secara amnya berbeza dengan emblem, atau tanda yang merangkumi jenis grafik bukan-teks. Emblem dengan kandungan bukan teks adalah dibezakan dengan yang jenis logo sebenarnya.

Sifat unik sesuatu jenis logo adalah penting bagi mengelakkan kekaburan dikalangan pelanggan, pembekal, pengguna, afliate, dan orang ramai. Sejauh mana sesuatu jenislogo mencapai matlamat ini, ia boleh berfungsi sebagai tanda dagang, dan boleh digunakan bagi mengenalpasti secara unik business, organisasi, peristiwa, produk, datau perkhidmatan. Apabila jenislogo direka, satu cara yang paling berkesan adalah mendaftarkannya sebagai tandadagang, agar pihak ketiga yang tidak sah tidak boleh menggunakannya, atau mengganggu pemilik menggunakannya. Sekiranya hak berkait dengan jenis logo diestablished dan dipertahankan dengan betul, ia mampu menjadi harta hakmilik intelektual (intellectual property) yang berharga.

Ramai orang menganggap sesuatu logo hanyalah satu simbol grafik atau tanda.

Walau bagaimanapun, ini bukan definisi yang tepat bagi pereka grafik dan ahli profesional pengiklanan. Sesuatu logo terdiri daripada samada nama; atau nama dan lambang. Imej-imej di kanan ialah contoh bagi dua jenis logo tersebut.

Syarikat-syarikat besar membelanjakan beratus ribu dollar untuk mengemas kini dan mendirikan logo mereka, sementara perniagaan-perniagaan kecil menggunakan khidmat pereka grafik tempatan untuk membina logo korporat mereka.

Brand

A. Definisi Pengertian Merek / Merk / Brand

Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya.

Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.

Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek

(2)

(brand loyalty). Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek.

Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

1. Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.

2. Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.

3. Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

B. Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Merek

1. Manufacturer Brand Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa.

Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.

2. Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

- Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

C. Strategi Merek / Merk (Brand Strategies)

Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

1. Individual Branding / Merek Individu Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

2. Family Branding / Merek Keluarga Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda

(3)

dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

Fotografi

Dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

Sudut pengambilan dalam fotografi disebut Angle. Ada beberapa Angle dalam fotografi :

a. Eye Angle posisi pengambilan gambar ditempatkan sejajar dengan mata objek utama. Posisi pengambilan ini biasa digunakan untuk wawancara dan pengambilan gambar secara potrait.

b. High Angle ( Bird View ) Posisi pengambilan gambar ditempatkan jauh diatas objek utama. Sifat dari Angl Bird View ini memperkecilkan objek utama, memberikan kesan luas, dan menyudutkan objek utama. Bird View Angle juga mempunyai sifat menekan objek utama.

c. Extreme Close up adalah pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau tumir dari sepatu.

d. Big Close Up adalah gambar yang diambil dari sebatas kepala hingga dagu.

e. Close Up adalah gambar yang diambil dari jarak dekat, hanya sebagian objek yang terlihat seperti muka atau sepasang kaki saja

f. Medium Close Up diambil dari dada keatas.

g. Medium Shot adalah pengambilan gambar dari jarak sedan, jika objeknya orang maka hanya terlihat separuh badan ( dari perut/pinggang keatas ) h. Full Shot adalah pengambilan gambar secara penuh dari kepala sampai kaki

(4)

Tipografi

Dalam bahasa Inggris adalah Typography ( berasal dari kata bahasa Greek typos = bentuk dan graphein = menulis ) merupakan teknik dan seni mengatur huruf menggunakan gabungan bentuk huruf cetak, ukuran font, ketebalan garis, garis pandu ( line leading ), jarak aksara, dan ruang huruf untuk menghasilkan hasil seni aturan huruf dalam bentuk fisik atau digital. Matlamat utama tipografi adalah mengatur teks ( isi ) dalam bentuk yang mudah dibaa dan menarik dipandang.

Dalam Tipografi tradisi, teks diubah untuk membentuk sesuatu yang menarik dibaca, koheren dan nampak memuaskan, tanpa disadari pembaca. Taburan sekata dengan gangguan dan kejanggalan minimum merupakan kunci jelas dan heningnya teks.

Pemilihan font barangkali merupakan aspek utama tipografi teks — tulisan fiksyen prosa, bukan fiskyen, rencana pengarang, pendidikan, keagamaan, saintifik dan komersil semuanya mempunyai ciri-ciri dan keperluan yang berbeda. Untuk bahan sejarah, font yang telah bertapak sering kali dipilih mengikut skim genre sejarah, dengan pertindihan penting antara zaman sejarah.

Susun atur teks, nada atau warna set adalah penting, dan mainan teks dengan ruang putih halaman dan unsur grafik lain bergabung untuk memberika "rasa" atau "gema"

kepada isi. Dengan media cetak, juru tipografi juga mengambil berat tentang birai kulit, pemilihan kertas dan cara cetakan.

Warna

Warna ialah sifat cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang (atau oleh kandungannya sebagai paduan untuk beberapa panjang gelombang). Julat panjang gelombang nampak untuk cahaya dikenali sebagai spektrum nampak , atau dengan mudah sahaja sebagai spektrum.a.

Warna memiliki peran dalam menciptakan suasana pembelian, pemerkuat image produk, serta peningkatan citra bisnis

Kuning : Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan, pencerahan dan intelektualitas. Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. Kuning adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.

(5)

Oranye : Energy, Keseimbangan, Kehangantan.

Merah : Power, energi, kehangatan, cinta, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian.

Biru : Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran. Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan.

Hijau : Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’

untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan.

Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan.

Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan.

Ungu atau Jingga : Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Keangkuhan, Ramah, Romantis, dan Mandiri. Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah capuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.

Hitam : Ketakutan, Power, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Seksualitas, Kesedihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Penyendiri, Disiplin, dan Berkemauan keras. warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). Menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia

Putih : Warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun.

Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna latar belakang teks hitam.

Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya.

(6)

Abu Abu : Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan. Warna Abu abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata.

Menurut Koolshas warna di masa depan yang ada di perkotaan memakai warna- warna terang / Shocking Colour.

Layout

Penerapan Konstanta dan variabel Tata letak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep/pesan yang dibawanya. Definisi layout dalam perkembangannya sudah sangat meluas dan melebur dengan definisi desain itu sendiri, sehingga banyak orang mengatakan bahwa layout itu sama saja dengan mendesain ( Buku Layout dasar dan Penerapannya, karya Surianto Rustan )

Prinsip Layout antara lain urutan, penekanan, keseimbangan, kesatuan, dan konsistensi. Urutan menunjuk pada aliran membaca. Penekanan menunjuk pada objek- objek penting dalam urutan pembacaan. Keseimbangan menunjuk pada pembagian berat ruang, termasuk ruang isi dan kosong ( ruang sela ). Kesatuan menunjuk pada usaha menciptakan kesatuan ojek, termasuk ruang secara keseluruhan. Konsistensi menunjuk pada kontrol estetik tampilan keseluruhan. Konsistensi kian terasa oada penerbitan berkala. Konsistensi selain sebagai kontrol estetik terutama berguna bagi koordinasi keseluruhan material yang dilayout.

Disamping lima prinsip diatas, terdapat dua prinsip lagi yang penting terutama untuk layout penerbitan berkala. Dua prinsip tersebut yaitu konstanta dan variabel.

“Konstanta adalah elemen-elemen yang konstan, elemen yang selalu dipertahankan,sedangkan variabel adalah elemen-elemen yang berubah.” ( Koskow, Merupa Buku, pp. 171-172 ) Konstanta dan variabel memperjelas prinsip konsistensi.yang konsisten bisa dipahami sebagai gaya selingkung sebuah penerbitan.

Dalam pemahaman yang demikian gaya selingkung tidak sebatas tata bahaasa, namun juga tata visual.

Legibility dan Keterbacaan

Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh :

Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.

Penggunaan warna

Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh :

(7)

Jenis huruf, ukuran, pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya.

( Friedl, Friedrich, Ott, Nicolaus, dan Stein, Bernard. Typographie, Wann Werr Wie.

Konemann. Dicetak di Italia : 1998 ISBN 3-89508-473-5 Tipografi dalam Desain Grafis, Danton Sihombing, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2001. ISBN 979-655- 956-0 )

4.2 Strategi Kreatif

4.2.1 Segmentasi

Demografis :

anak muda, 15-29 tahun dengan SES A-B Psikografis :

anak muda yang dinamis, aktif, berani dan mencoba sesuatu yang baru dengan pikiran yang terbuka, Kawula muda dengan gaya hidup yang kreatif, gesit, dan jujur.

Mereka memiliki pemikiran yang positif, seru, percaya diri, terkini, peduli, berada dalam kelompok (tidak individualis), menghargai nilai-nilai persahabatan., Menghargai seni dan budaya, aktif dalam aktivitas komunitas. Dan pendapat mereka dapat diterima oleh masakarat luas.

4.2.2 Big Idea

“Menjadi stasiun radio nomor.1 yang menjadi tren di kalangan anak muda di Indonesia”

4.2.3 Key Word

Anak muda, Musik, Teman, dan Informatif

4.2.4 Tone dan Manner

(8)

Simpel, Menarik perhatian, Musik

4.2.3.1 Desain

Fotografi : menunjukan penyiar-penyiar beserta Program yang dibawakan.

Warna : Warna-warna yang terang dan menyala

Tipografi : menggunakan font yang simpel namun tetap terbaca

4.3 Pemilihan Media

Media Utama :

1. Billboard 2. Poster

Media Pendukung :

3. Banner

4.

Stationary

5.

Print Ad

6.

Prambors Moving Stage

7.

Kemasan “Concept Store”

8.

Sticker

9.

Bus

10.

Social Mediaz

11.

X-Banner

12.

ID Card

13.

Kalung ID

14.

T-Shirt

15.

Website

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil terbaik tahap 1 dilanjutkan tahap 2 dimana dibuat berbagai formula ransum kambing perah laktasi berbasis kangkung, metonionin dan KT dengan uji produksi

Jasa pariwisata (perjalanan) memiliki kontribusi terbesar dalam ekspor jasa Indonesia. Diurutan kedua adalah jasa bisnis dengan kontribusi sebesar 28,79 persen. Kontribusi

Yang membedakan dengan penelitian saat ini adalah mempromosikan salah satu potensi wisata Blitar yang ada di Kelurahan Karangsari Kota Blitar agar dikenal sebagai Kampung

menayangkan tentang para pekerja keras yang hanya dipandang sebelah mata oleh pihak- pihak yang ingin mengambil dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa melihat atau

sehingga elevasi penambahan endapan sedimen maksimal yang boleh terjadi di Bendung Sei Tibun sampai elevasi pintu pengambilan adalah -0,10 m; (2) Sedimen suspensi

Penelitian dilakukan dalam dua fase, terdiri dari penyesuaian simpangan struktur model dengan simpangan terukur pada kondisi sesungguhnya untuk mendapatkan konstanta kekakuan

Berdasarkan hasil kuesioner, indikator efisiensi dinilai baik dengan skor 77.04% yang menunjukkan bahwa responden menilai audit operasional yang dilakukan terhadap

Hasil yang dikeluarkan berupa pendukung keputusan dalam menentukan lokasi gudang baru milik Roti Kuro Subang berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan menggunakan