• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN TIMUR TAHUN PELAJARAN 20152016 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN TIMUR TAHUN PELAJARAN 20152016 SKRIPSI"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN

PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI

STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS

IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN

TIMURTAHUN PELAJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Disusun Oleh:

NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

(2)
(3)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN

PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI

STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS

IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN

TIMURTAHUN PELAJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Disusun Oleh:

NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

(4)
(5)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN

PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI

STRATEGI COLLABORATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS

IVMI KAWENGEN 02KECAMATAN UNGARAN TIMURTAHUN

PELAJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Disusun Oleh:

NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

(6)
(7)
(8)
(9)

MOTTO

Jangan ingat lelahnya belajar tapi ingat buah manisnya yang bisa dipetik kelak ketika sukses

Jadilah kalah karena mengalah

Bukan kalah karena menyerah

Jadilah pemenang karena kemampuan

Bukan menang karena kecurangan

(10)

PERSEMBAHAN

Puji syukur selalu terpanjatkan kehadirat Allah SWT, beserta sholawat serta

salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Rasullah SAW, kupersembahkan

skripsi untuk :

1. Orang tuakutercinta yang telah membesarkanku hingga tumbuh dewasa serta

mendidik dengan penuh kasih sayang, terima kasih atas doa, nasehat, motivasi,

dan yang selalumemberikandukunganbaik moral maupun spiritual serta

pengorbanannya yang tidak pernah kenal lelah demi kesuksesan anaknya.

2. Kakak-kakakku yangtidak pernah bosan untuk selalumemberikandukungan dan

motivasi.

3. Keponakan – keponakanku yang selalu menghibur hari – hariku.

4. Keluargabesar ibu Nur Hidayah terimakasihatasdoadanmotivasi yang

selaludiberikan.

5. Ibu Dra. Nur Hasanah, M.Pd. selaku pembimbing yang selalu sabar membimbing

hingga terselesaikannya skripsi ini.

6. Seluruh Bapak Ibu dosen yang telah bersedia memberikan ilmu dan terimakasih

atas dorongan dan motivasinya.

7. Kawan-kawan seperjuangan PGMI angkatan 2012 terutama PGMI C yang selalu

menemani dan memberi kegembiraan, motivasi, serta semangat tanpa kenal

lelah.

8. Sahabatku obilyvi, illaa, uut, putri, afifah, santo, adit, amri, wulan, mip, rita, dian

yang senantiasa saling memberikan dukungan dan berjuang bersama untuk

menyelesaikan skripsinya masing-masing.

9. Seseorang yang memberikan makna, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk

menemaniku hingga selesainya skripsi ini.

10.Calon imamku

(11)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan

hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini

dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah pada Nabi Muhammad

SAW, yang senantiasa dinanti-nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti. Penyusunan skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Perubahan

Penampakan Bumi dan Benda Langit Melalui Strategi Colaborative LearningPada

Siswa Kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran

2015/2016” ini, adalah untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar

akademik sarjana pendidikan dalam bidang Islam di Institut Agama Islam Negeri

(IAIN) Salatiga.

Penyusun menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan berjalan

dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penyusun

menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:

1. BapakDr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri

(IAIN) Salatiga.

2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

(12)

3. IbuPeni Susapti, S.Si., M.Si selaku Ketua Jurusan PGMI

4. Ibu Dra. Nur Hasanah, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan

waktu, tenaga dan pikiranya guna memberikan bimbingan dan arahan dengan

penuh kesabaran dan keikhlasan hingga akhir penyusunan skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu dosen serta seluruh karyawan IAIN Salatiga yang telah

memberikan ilmu dan bimbinganya kepada penulis.

6. Kedua orang tua yang selalumemberikandukungan moral dan material.

7. Bapak Muh Koyim selaku Kepala Madrasah MI Kawengen 02 yang telah

memberikan izin untuk melakukan penelitian.

8. Bapak Tamziz, S.Pd.I. selaku wali kelas IV MI Kawengen 02 yang turut

membantu dalam penelitian.

9. Kepada seluruh siswa kelas IV MI Kawengen 02 yang telah mendukung dan

membantu peneliti dalam melakukan penelitian.

Selanjutnya penyusun hanya dapat berdo’a “jazakumullahu khairal jaza’ jazaan

katsiran”. Penyusun sangat menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata

(13)

Oleh karena itu, penyusun membuka tangan yang selebar-lebarnya terhadap

kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya,

penyusun hanya bisa berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca

pada umumnya dan penyusun pada khususnya.

Salatiga,21 Juli2016

Penulis

(14)

ABSTRAK

Wulandari, Novita Astuti 2016, Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit Melalui strategi collaborative learning Pada Siswa Kelas IV MI Kawengen 02 Tahun Pelajaran

2015/2016. Skripsi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas

Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga Pembimbing Nur Khasanah, M. Pd.

Kata kunci : Hasil belajar, perubahan penampakan bumi dan benda langit, collaborative learning.

Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur pada IPA dengan strategi

collaborative learning. Masalah yang dikaji adalah apakah penerapan strategi

collaborative learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran

IPA pada siswa kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan strategi colaborative learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran IPA materi perubahan

kenampakan bumi dan benda langit dengan strategi collaborative learning

menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari kondisi awal dari pembahasan yaitu nilai rata-rata kelas 45% siswa yang tuntas belajar, pada siklus I meningkat menjadi 65%. Selanjutnya meningkat lagi pada siklus II menjadi 90%. Berdasarkan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui strategi

collaborative learningdapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Perubahan

(15)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Hipotesis Penelitian dan Indikator Keberhasilan ... 5

E. Manfaat Penelitian ... 5

F. Definisi Operasional... 6

G. Metodologi Penelitian ... 8

H. Sistematika Penulisan... 16

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar ... 18

1. Pengertian Belajar ... 18

(16)

3. Pengertian Hasil Belajar ... 21

4. Faktor-faktor yang MempengaruhiHasilBelajar ... 22

5. PenilaianHasilBelajar ... 25

B. IPA ... 29

1. Pengertian IPA ... 29

2. Karakteristik IPA ... 31

3. Tujuan IPA ... 31

4. Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD/MI ... 32

C. Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit ... 33

1. Perubahan Penampakan Bumi... 33

2. Perubahan Penampakan Benda Langit ... 37

D. Strategi Collaborative Learning ... 40

1. PengertianStrategi Collaborative Learning ... 40

2. Langkah-langkah Strategi Collaborative Learning ... 42

3. Manfaat Strategi Collaborative Learning...44

BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. SubjekPenelitian ... 46

1. GambaranUmum MI Kawengen 02 ... 46

2. Visi, Misi Madrasah ... 47

3. Data Personalia... 48

4. Data Siswa ... 49

5. SaranaPrasaranadanFasilitas ... 50

6. PelaksanaanPenelitian ... 50

B. DeskripsiPraSiklus ... 51

C. DeskripsiSiklus I ... 51

1. TahapPerencanaan... 52

2. TahapPelaksanaan ... 52

(17)

4. Refleksi ... 54

D. Deskripsi Kegiatan Siklus II ... 55

1. TahapPerencanaan... 56

2. TahapPelaksanaan ... 56

3. Pengamatan/Observasi ... 58

4. Refleksi ... 58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HasilPenelitian ... 59

1. AnalisisData Pra –Siklus ... 59

2. AnalisiData Siklus I ... 62

3. AnalisiData Siklus II ... 74

B. Pembahasan ... 85

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 90

B. Saran ... 91

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(18)

DAFTAR TABEL

Tabel: 3.1 Data Nama-nama Guru MI Kawengen 02 48

Tabel: 3.2 Daftar Siswa MI Kawengen 02 49

Tabel: 3.3 Daftar SaranaPrasaranadanFasilitas 50

Tabel 4.1 Nilai Pra Siklus IPA 59

Tabel: 4.2 NilaiHasil Belajar Siswa Siklus 1 62

Tabel: 4.3 Hasil Pengamatan Terhadap Guru Siklus I 65

Tabel: 4.4 Hasil Pengamatan Terhadap Siswa Siklus I 70

Tabel: 4.5 NilaiHasil Belajar Siswa Siklus II 74

Tabel: 4.6 Hasil Pengamatan Terhadap Guru Sikus II 77

Tabel: 4.7 Hasil Pengamatan Terhadap Siswa Sikus II 81

Tabel: 4.8 Data HasilRekapitulasiNilaiPersiklus 85

(19)

DAFTAR GAMBAR

(20)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RencanaPelaksanaanPembelajaran I

Lampiran 2 DaftarNilaiHasilBelajarSiklusI

Lampiran 3 LembarPengamatan Guru SiklusI

Lampiran 4 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I

Lampiran5 RencanaPelaksanaanPembelajaran II

Lampiran6 DaftarNilaiHasilBelajarSiklus II

Lampiran7 LembarPengamatan Guru Siklus 1I

Lampiran8 LembarPengamatanSiswa Siklus 1I

Lampiran9 GambarDokumentasiPenelitian

Lampiran10 LembarKonsultasi

Lampiran11 SuratIjinPenelitian

Lampiran 12 SuratKeteranganPenelitian

Lampiran 13 DaftarNilai SKK

(21)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara

(Jumali, 2004: 85). Tujuan pendidikan merupakan salah satu komponen utama

pada sistem pendidikan. Dengan tujuan pendidikan diharapkan proses

pendidikan dapat mencapai hasil secara efektif dan efisien. Apabila tujuan

pendidikan tidak digariskan secara tegas, maka pendidikan akan mengalami

ketidakpastian dalam prosesnya yang akibatnya manusia sebagai

out-putPendidikan tidak memiliki patokan atas pelaksanaan hidup luhur yang

sesuai hakekatnya sebagai manusia (Jumali, 2004: 48).

IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan atas

pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam (Supatmo,

2000: 1). Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan

segala isinya. Ilmu pengetahuan alam mempunyai bentuk yang mantap

(22)

kumpulan pengetahuan alam yang cara memperolehnya belum menggunakan

cara yang dapat diandalkan (Supatmo, 2000: 6).

Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, pelajaran IPA pada

umumnya kurang disukai oleh siswa. Hal ini dikarenakan di dalam IPA

terdapat konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang sukar dipelajari siswa. Selain

itu kurangnya kesadaran siswa bahwa materi-materi yang ada pada IPA

mengajarkan untuk berpikir logis, rasional, kritis, cermat, efisien, efektif yang

akan berguna pada era yang akan datang.

Faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPA adalah guru dan siswa.

Dimana siswa kurang antusias dalam menerima pelajaran IPA, sedangkan

guru tidak dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga

siswa kurang aktif dalam pelajaran IPA. Penggunaan metode ceramah dalam

pembelajaran IPA masih banyak digunakan oleh guru, hal ini cenderung

membuat siswa pasif karena dalam mempelajari ilmu sebagian besar diperoleh

dari guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya

sendiri.

Berdasarkan observasi dan wawancara guru kelas IV mengatakan bahwa

siswanya mengalami masalah dalam pembelajaran IPA terutama pada materi

perubahan penampakan bumi dan benda langit. Hal ini disebabkan karena

siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dengan baik sehingga daya

tangkap tiap-tiap siswa masih kurang dalam menjawab soal, kurangnya

(23)

pembelajaran, kurangnya pengunaan alat peraga yang digunakan guru untuk

menunjang siswa belajar, dan kurangnya ketegasan guru sehingga masih

banyak siswa yang bermain saat proses belajar mengajar berlangsung.

Mengkaji dari KKM yang ditetapkan oleh MI Kawengen 02 pada mata

pelajaran IPA adalah 70. Siswa yang sudah mencapai KKM ada 9anak dari 20

siswa, sedangkan 11 siswa lainnya masih belum memenuhi KKM. Ini dapat

disimpulkan bahwa hanya 45% siswa yang berhasil mencapai KKM

sedangkan 55% siswa lainnya belum berhasil sehingga peneliti menarik

kesimpulan bahwa siswa belum paham mengenai materi perubahan

penampakan bumi dan benda langit yang diajarkan guru.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka penggunaan strategi collaborative

learning(Pembelajaran Kolaboratif) perlu diterapkan dalam proses

pembelajaran. Menurut Cropper (dalam Hamruni, 2012 : 3) mengatakan

bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan

tertentu yang sesuai dengan pembelajaran yang ingin dicapai. Menurut

Warsono, (2014 : 66) pembelajaran Kolaboratif(collaborative learning)

adalah situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar sesuatu secara

bersama – sama. Riset membuktikan bahwa para siswa juga mahasiswa, akan

belajar dengan lebih baik jika mereka secara aktif terlibat dalam proses

pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil.

Dengan menggunakan strategi collaborative learningpeserta didik akan

(24)

akan lebih bersungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti pembelajaran,

sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka timbulah masalah yang

mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK)

dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHAN PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUISTRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN TIMUR TAHUN PELAJARAN 2015/2016”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan strategi

collaborative learningdapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Perubahan

Penampakan Bumi dan Benda Langit pada siswa kelas IV MI Kawengen 02

Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran 2015/2016?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai penelitian ini adalah untuk

mengetahui hasil belajar IPA materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda

Langit melalui strategi colaborative learningpada siswa kelas IV MI

(25)

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi,

sebagai alternative tindakan yang dipandang paling tepat untuk memecahkan

masalah yang telah dipilih untuk diteliti melalui PTK (Mulyasa, 2011: 63).

Berdasarkan rumusan masalah di atas hipotesis dalam penelitian ini adalah

penggunaan strategi collaborative learningdalam pembelajaran IPA materi

perubahan kenampakan bumi dan benda langit dapat meningkatkan hasil

belajar siswa kelas IV MI Kawengen 02 kecamatan Ungaran Timur

Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini akan membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata

pelajaran IPA melalui strategi collaborative learningdalam pembelajaran yang

akan disampaikan secara mendalam. Adapun pelaksanaan penelitian ini akan

berguna sebagai berikut :

1. Manfaat Teoretis

Manfaat penelitian ini sebagai dasar pengembangan kajian ilmu IPA

khusus materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit melalui

strategi collaborative learningpada siswa kelas IV MI Kawengen 02

(26)

2. Manfaat Praktis

a. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran IPA

di MI.

b. Sebagai masukan bagi guru dalam meningkatkan hasil belajar pada

proses pembelajaran IPA serta menambah wawasan dalam kinerja

guru.

c. Bagi sekolah penelitian ini berfungsi untuk meningkatkan mutu

pendidikan dan memberikan sumbangan yang berguna bagi sekolah

dalam kegiatan pembelajaran.

F. Definisi Operasional

Untuk menjelaskan judul penelitian ini, maka akan kami berikan

penjelasan beberapa istilah dalam penulisan ini. Istilah-istilah yang dimaksud

adalah sebagai berikut :

1. Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit

a. Perubahan Penampakan Bumi

Perubahan penampakan bumi dapat terjadi disebabkan oleh air,

udara, dan kebakaran hutan.Daratan dapat berubah karena adanya

pasang surut air dan erosi.Erosi atau pengikisan tanah menyebabkan

tanah yang mengandung humus akan kehilangan humusnya karena

(27)

karena ulah manusia yang semena-mena melakukan pembukaan lahan

dan pertanian dengan cara membakarnya.

b. Perubahan Penampakan Benda Langit

Perubahan penampakan benda langit disebabkan oleh matahari

dan bulan. Pada saat pagi, siang, dan sore kita akan merasakan panas

yang diakibatkan oleh matahari. Cahaya bulan merupakan hasil dari

pemantulan cahaya yang berasal dari matahari. Perubahan bentuk

bulan dikenal dengan fase bulan.

2. Hasil Belajar

Merupakan gabungan dari kata hasil dan belajar. Dalam Kamus

Lengkap Bahasa Indonesia, hasil artinya sesuatu yang dapat diraih dari

jerih payah (Fajri dan Senja, 2008:351).

Definisi belajar adalah bahwa belajar menimbulkan suatu perubahan

tingkah laku yang relatif menetap (Kastolani, 2014: 57).

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti

program belajar mengajar yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah

laku.

Hasil belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara

keseluruhan, yang menjadi indikator kompetensi dasar dan derajat

(28)

3. Pembelajaran Kolaboratif (collaboratif learning)

Riset membuktikan bahwa para siswa juga mahasiswa, akan belajar

dengan lebih baik jika mereka secara aktif terlibat dalam proses

pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil. Terbukti hasil temuan sejumlah riset, seperti yang dilaporkan oleh Davis (dalam,

Warsono, 2014 : 66 ), tanpa memandang apa bahan ajarnya, para siswa

yang bekerja dalam kelompok – kelompok kecil cenderung belajar lebih banyak tentang materi ajar dan mengingatnya lebih lama dibandingkan

jika materi ajar tersebut dihadirkan dalam bentuk yang lain, misalnya

berupa bentuk ceramah oleh guru. Disamping itu, temuan riset itu juga

menyatakan bahwa para siswa yang bekerja sama dalam kelompok

kolaboratif merasa lebih puas.

G. Metodologi Penelitian 1. Rancangan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian

PTK. Menurut Mulyasa, (2011:10) penelitian tindakan kelas merupakan

penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan untuk

memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok peserta didik.

Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu pemecahan masalah yang

memanfaatkan tindakan nyata berupa siklus melalui proses kemampuan

(29)

Menurut Kurt Lewin (dalam Kunandar, 2011: 42) Penelitian Tindakan

Kelas adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni

perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

Menurut Arikunto (dalam Suyadi, 2011:18), PTK adalah gabungan

dari pengertian dari kata “penelitian, tindakan, dan kelas”. Penelitian

adalah kegiatan mengamati suatu objek, dengan menggunakan kaidah

metodologi tertentu untuk mendapatkan data yang bermanfaat bagi

peneliti dan orang lain demi kepentingan bersama. Selanjutnya tindakan

adalah suatu perlakuan yang sengaja diterapkan kepada objek dengan

tujuan tertentu yang dalam penerapannya dirangkai menjadi beberapa

periode atau siklus. Dan kelas adalah tempat dimana sekelompok siswa

belajar bersama dari seorang guru yang sama dalam periode yang sama.

Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK dapat disimpulkan

bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang

menerapkan tindakan didalam kelas yang dilakukan secara sengaja untuk

mengetahui kondisi atau masalah dalam suatu kelas serta mencari solusi

dari masalah yang ditemukan dengan menggunakan aturan sesuai dengan

metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa periode atau siklus.

Beberapa alasan penulis memilih Penelitian Tindakan Kelas yaitu:

a. Melalui PTK, guru akan menjadi tanggap dan peka terhadap segala

(30)

b. Dalam melaksanakan tahap-tahap yang ada dalam PTK, guru akan

mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu rangkaian

kegiatan untuk mengkaji secara cermat apa yang terjadi di kelas.

2. Subjek Penelitian

a. Subjek

Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas IV MI

Kawengen 02 dengan jumlah keseluruhan 20 siswa yaitu laki–laki 12 dan 8 Siswa perempuan.

b. Lokasi

Tempat penelitian ini dilaksanakan di MI Kawengen 02 Kecamatan

Ungaran Timur Kabupaten Semarang.

c. Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 April 2016sampai dengan

selesai.

3. Langkah – langkah Penelitian

Menurut Arikunto (2006 : 20), Mengemukakan bahwa tahap-tahap

dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari empat tahapan penting

yaitu meliputi : Perencanaaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi.

(31)

Gambar 1.1 skema siklus PTK Menurut Arikunto (2006 : 74)

Perencanaan

Siklus I

Refleksi Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan

Siklus II Pelaksanaan Refleksi

Pengamatan

(32)

a. Perencanaan

Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan untuk merancang kegiatan

pembelajaran IPA dengan materi perubahan penampakan bumi dan

benda langit, kegiatan ini meliputi :

1) Mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan cara observasi dan

wawancara.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

3) Menyiapkan sumber belajar dan media yang akan digunakan dalam

pembelajaran.

4) Menyususn soal evaluasi untuk siswa.

b. Pelaksanaan

Pada tahap ini peneliti melaksanakan pembelajaran dan

menerapkan apa yang telah direncanakan. Penerapan pembelajaran

sesuai dengan scenario pembelajaran yang tertulis pada RPP dan tahap

perencanaan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama

pembelajaran berlangsung, tindakan ini untuk mengetahui hasil belajar

siswa setelah melaksanakn pembelajaran dengan menggunakan

strategi colaborative learning.Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga

(33)

c. Pengamatan

Pada tahap ini, peneliti mengamati proses pembelajaran dari awal

sampai akhir dengan menggunakan lembar observasi. Hal ini

dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa mampu menyerap

konsentrasi secara maksimal atau tidak serta untuk mengetahui

aktivitas siswa ketika proses kegiatan belajar-mengajar.

d. Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa

yang sudah terjadi. Dalam kegiatan refleksi ini, data yang diperoleh

dari proses pengamatan kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk

mengetahui apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan berhasil

atau gagal. Dari hasil analisis tersebut dijadikan sebagai bahan

evaluasi untuk mengkaji kekurangan yang muncul dalam pelaksanaan

siklus pertama.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam menyusun skripsi ini, peneliti menggunakan beberapa teknik

pengumpulan data, antara lain:

a. Observasi

Menurut Arikunto dkk, observasi adalah kegiatan pengamatan

atau pengalihan data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah

(34)

dengan cara mengamati dan mencatat kegiatan yang dilakukan oleh

siswa saat proses pembelajaran.

b. Tes

Tes formatif yang digunakan peneliti, berupa tes tertulis yang

berkaitan dengan materi yang telah disampaikan oleh guru kepada

siswa. Tes ini diberikan disetiap akhir pelajaran yang digunakan untuk

mengukur tingkat keberhasilan penggunaan strategi

collaborativelearning yang diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk

meningkatkan hasil belajar siswa.

c. Dokumentasi

Dokumentasi untuk mengumpulkan data yang bersifat dokumen

seperti lembar observasi, lembar hasil tes, dan sebagainya.

Dokumentasi dapat berguna sebagai bukti pelaksanaan tindakan yaitu

melalui pemotretan dan untuk menemukan gambaran tentang

eksistensi MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur.

5. Instrumen Penelitian

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, instrument penelitian yang

digunakan peneliti untuk memperoleh data adalah sebagai berikut:

a. Lembar Observasi

Dalam kegiatan ini yang diobservasi secara langsung meliputi

(35)

dalam pengelolaan kelas, dan bagaimana proses belajar mengajar yang

berkaitan dengan upaya dari guru IPA dalam meningkatkan kualitas

proses pembelajaran yakni hasil belajar melalui penggunaan strategi

collaborative learning untuk membuat kesimpulan pelaksanaan

pembelajaran pada siklus tersebut yang akan direfleksikan pada siklus

berikutnya.

b. Tes

Tes/soal tes digunakan untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa

setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi

collaborative learning.

6. Analisis Data

Sesuai dengan rancangan penelitian yang digunakan maka analisis

data dilakukan dengan menggunakan analisis dan refleksi dalam setiap

siklusnya berdasarkan hasil penelitian yang terdapat dalam tes dan format

pengamatan lainnya. Analisis reflektif dilaksanakan peneliti bersama guru

kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur, sebagai pijakan

untuk menemukan program aksi pada siklus selanjutnya atau untuk

mendeteksi bahwa kajian tindakan kelas ini sudah mencapai tujuannya.

Peneliti ini menggunakan perhitungan presentase untuk menentukan hasil

(36)

Prosentasenya sebagai berikut:

P =

Keterangan

P = Presentase siswa yang tuntas dan belum tuntas

F = Frekuensi/jumlah siswa yang tuntas/belum tuntas

N = Jumlah siswa keseluruhan

H. Sistematika Penulisan

Dalam rangka mempermudah para pembaca dalam mengikuti uraian

penyajian data penelitian ini, maka akan penulis paparkan sistematika

penulisan sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Bab ini mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

penelitian, hipotesis tindakan, manfaat penelitian, definisi

operasional,metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

(37)

Pada bab ini penulis mengemukakan pengertian belajar,

prinsip-prinsip belajar, pengertian hasil belajar, faktor yang mempengaruhi

hasil belajar, penilaian hasi belajar, pengertian IPA, karakteristik IPA,

tujuan pembelajaran IPA, silabus IPA, materi perubahan penampakan

bumi dan benda langit, pengertian strategi colaborative learning,

manfaat strategi collaborative learning, langkah-langkah strategi

collaborative learning.

BAB III Paparan Data dan Temuan Penelitian

Bab ini berisi gambaran umum MI Kawengen 02, Kecamatan

Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dan Pelaksanaan Penelitian.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab IV ini berisi hasil penelitian meliputi diskripsi persiklus dan

pembahasan.

BAB V Kesimpulan dan Saran

(38)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar

1. Pengertian Belajar

Sebagian orang awam berasumsi bahwa dinamakan belajar apabila si

pembelajar (siswa) berhasil menghafal fakta – fakta yang tersimpan dalam buku teks atau ajaran guru. Sebagian orang juga berpendapat bahwa disebut

belajar apabila anak (siswa) telah menguasai keterampilan jasmaniah tertentu,

meski mereka tidak mengerti atau memahami hakikat dan tujuan penguasaan

keterampilan tersebut. Hal ini menyebabkan keterampilan yang sudah

dikuasai tidak mampu dikembangkan menjadi keahlian atau bekal hidup

dalam menyejahterakan kehidupannya (Kastolani, 2014: 52).

Menurut Gagne (dalam Agus, 2009: 2) mengatakan bahwa definisi

belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang

melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari

proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.

Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja

dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau

pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan

perilaku yang relatif tetap baik dalam berfikir, merasa, maupun dalam

(39)

Selanjutnya, dalam perspektif keagamaan pun (dalam hal ini Islam),

belajar merupakan kewajiban bagi setiap orang beriman agar memperoleh

ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan derajat kehidupan mereka.

Hal ini dinyatakan dalam surat Mujadalah: 11 yang berbunyi:

Artinya:

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang

-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:”Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu

pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang

kamu kerjakan” (QS. Mujadalah: 11).

2. Prinsip – prinsip Belajar

Menurut S. Nasution (dalam Kastolani, 2014: 71), prinsip – prinsip belajar meliputi:

(40)

b. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan

hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.

c. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam – macam kesukaran dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.

d. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.

e. Selain tujuan pokok yang hendak dicapainya, diperolehnya pula hasil – hasil sambilan atau sampingan. Misalnya ia tidak hanya bertambah

terampil membuat soal – soal ilmu pengetahuan alam akan tetapi juga memperoleh minat yang lebih besar untuk bidang studi itu.

f. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan (learning by

doing).

g. Seseorang (siswa) belajar sebagai keseluruhan, tidak dengan otaknya atau

secara intelektual saja tetapi juga secara sosial, emosional, etis dan

sebagainya.

h. Dalam hal belajar, siswa memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang

lain.

i. Untuk belajar harus diperlukan insight. Apa yang diperlukan harus benar

– benar dipahami.

j. Di samping mengejar tujuan yang sebenarnya, siswa sering mengejar

tujuan – tujuan lain.

k. Belajar lebih berhasil apabila usaha itu memberi sukses yang

(41)

l. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.

3. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara keseluruhan,

yang menjadi indikator kompetensi dasar dan derajat perubahan perilaku

yang bersangkutan (Mulyasa, 2009: 248). Hasil belajar adalah pola-pola

perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan

keterampilan (Agus Suprijono, 2009: 5). Merujuk pemikiran Gagne, hasil

belajar berupa:

a. Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam

bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespon secara

spesifik terhadap rangsangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak

memerlukan manipulasi symbol, pemecahan masalah maupun penerapan

aturan.

b. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep

dan lambang. Kemampuan intelektual merupakan kemampuan melakukan

aktivitas kognitif bersifat khas.

c. Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas

kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan

(42)

d. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak

jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme

gerak jasmani.

e. Sikap adalah kemmpuan menerima atau menolak objek berdasarkan

penilaian terhadap objek tersebut. Sikap merupakan kemampuan

menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.

Menurut Bloom (dalam Daryanto, 2012 : 27) hasil belajar adalah

perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi

kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorisasi oleh para

pakar pendidikan tidak dilihat secara fragmentaris atau terpisah, melainkan

komprehensif.

4. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Proses belajar merupakan hal yang kompleks. Siswalah yang sering

menentukan terjadi atau tidak terjadinya belajar. Untuk melaksanakan

tindakan atau aktivitas belajar, siswa akan menghadapi

permasalahan-permasalahan, baik secara intern maupun ekstern (Kastolani, 2014: 72).

Menurut Muhibbin Syah (dalam Kastolani, 2014: 74) mengemukakan

secara global tentang faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, yaitu:

a. Faktor Internal (faktor dalam diri siswa), yakni keadaan atau kondisi

(43)

b. Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan

disekitar siswa.

c. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi

strategi dan metode yang dipergunakan siswa untuk melakukan kegiatan

pembelajaran materi-materi pelajaran.

Menurut Daryanto, (2012: 28) secara umum terdapat dua faktor yang

mempengaruhi keberhasilan belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam diri individu yang

sedang belajar. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis dan faktor

psikologis.

1) Faktor Fisiologis

Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun

yang diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh

dan sebagainya.

2) Faktor Psikologis

Faktor psikologis adalah faktor psikis yang ada dalam diri individu.

Faktor ini bersifat bawaan maupun keturunan, yang meliputi:

a) Faktor intelektual terdiri atas

- Faktor potensial yaitu intelegensi dan bakat.

(44)

b) Faktor non intelektual yaitu komponen-komponen kepribadian

tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan,

konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya.

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terdapat dari luar diri

individu. Dalam proses belajar di sekolah, faktor eksternal berarti

faktor-faktor yang berada di luar diri siswa.

Faktor-faktor eksternal terdiri dari:

1) Faktor sosial

Faktor sosial adalah faktor-faktor di luar individu yang berupa

manusia. Faktor sosial terdiri atas:

a) Faktor keluarga

Faktor keluarga meliputi, cara orang tua mendidik, keadaan

ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan, pengertian orang

tua, suasana rumah.

b) Faktor sekolah

Faktor sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi

guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,

waktu sekolah, metode belajar dan tugas rumah.

c) Faktor masyarakat

Faktor masyarakat terdiri dari: kegiatan siswa dalam masyarakat,

(45)

2) Faktor budaya seperti: adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi,

kesenian dan sebagainya.

3) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar,

iklim dan sebagainya.

4) Faktor spiritual dan lingkungan keagamaan.

Jadi, dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan tersebut dapat

disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar tidak

hanya timbul dari dalam diri siswa saja (faktor intrinsik), namun juga

dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar diri siswa (faktor ekstrinsik) serta

faktor pendekatan yang dilakukan oleh guru dan siswa sendiri.

5. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan

untuk mengukur perubahan perilaku yang telah terjadi pada diri peserta didik.

pada umumnya hasil belajar akan memberikan pengaruh dalam dua bentuk :

a.Peserta didik akan mempunyai persfektif terhadap kekuatan dan

kelemahannya atas perilaku yang diinginkan;

b. Mereka mendapatkan bahwa perilaku yang diinginkan itu telah

meningkatbaik setahap atau dua tahap, sehingga timbul lagi kesenjangan

antara penampilan perilaku yang sekarang dengan perilaku yang

diinginkan. Kesinambungan tersebut merupakan dinamika proses belajar

(46)

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dilakukan terhadap

program, proses dan hasil belajar. Penilaian program bertujuan untuk menilai

efektifitas program yang dilaksanakan, penilaian proses bertujuan untuk

mengetahui aktifitas dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran,

sedangkan penilaian hasil bertujuan untuk mengetahui hasil belajar atau

pembentukkan kompetensi peserta didik. seluruh penilaian ini dilakukan oleh

guru, untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik,

mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk memperbaiki

proses pembelajaran, dan menentukan kenaikan kelas bagi setiap peserta

didik (Mulyasa, 2009: 224).

Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa “Penilaian hasil

belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau

proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk sebagai berikut:

a. Ulangan harian

b. Ulangan tengah semester

c. Ulangan akhir semester

d. Ulangan kenaikan kelas

Menurut Mulyasa (2009: 253) Penilaian pembelajaran pada umumnya

mencakup pre test, penilaian proses, dan post test. Ketiga hal tersebut

(47)

a. Pre Test (Tes Awal)

Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pre

tes. Pre tes ini memiliki banyak kegunaan dalam menjajaki proses

pembelajaran yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu pre tes memegang

peranan yang cukup penting dalam proses pembelajaran. Fungsi pre tes ini

antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:

1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan

pre tes maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang mereka

jawab/kerjakan.

2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan

proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan

membandingkan hasil pre tes dengan post tes.

3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik

mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses

pembelajaran.

4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai,

tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik, tujuan-tujuan

mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus.

b. Penilaian Proses

Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai kualitas pembelajaran

dan pembentukkan kompetensi dasar pada peserta didik, termasuk

(48)

dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses,

pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau

setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif,

baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran, disamping

menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang

besar, dan rasa percaya diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses

pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang

positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian

besar (75%). Lebih lanjut proses pembelajaran dikatakan berhasil dan

berkualitas apabila masukan merata, menghasilkan output yang banyak

dan bermutu tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan, perkembangan

masyarakat dan pembangunan.

c. Post Test

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post tes.

Sama halnya dengan pre tes, post tes juga memiliki banyak kegunaan,

terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. fungsi post tes antara

lain dapat dikemukakan sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap

kompetensi dasar yang telah ditentukan, baik secara individu maupun

kelompok. Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan antara

(49)

2) Untuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang dapat

dikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dasar dan tujuan-tujuan

yang belum dikuasainya. Sehubungan dengan kompetensi dasar dan

tujuan yang belum dikuasai ini, apabila sebagian besar belum

menguasainya maka perlu dilakukan pembelajaran kembali (remedial

teaching).

3) Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan

remedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan, serta untuk

mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan

belajar).

4) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap

komponen-komponen pembelajaran (modul), dan proses pembelajaran yang telah

dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun

penilaian.

B. IPA

1. Pengertian IPA

IPA merupakan rumpun ilmu, memiliki karakteristik khusus yaitu

mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (reality)

atau kejadian (event) dan berhubungan sebab akibatnya. IPA juga merupakan

(50)

(induktif) namun pada perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan

dikembangkan berdasarkan teori (dedukatif) (Eka, 2014: 22).

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan

segala isinya. Ilmu pengetahuan alam mempunyai bentuk yang mantap

sebagai ilmu baru terjadi menjelang abad XVI. Sebelumnya masih

merupakan kumpulan pengetahuan alam yang cara memperolehnya belum

menggunakan cara yang dapat diandalkan (Supatmo, 2000: 6).

IPA merupakan suatu proses terbuka menurut Lord Bullock, juga IPA

dipandang sebagai suatu studi yang banyak berhubungan dengan manusia dan

masyarakat, yaitu suatu studi yang memerlukan imajinasi, perasaan,

pengamatan, dan juga analisis (Depag, 2002: 11).

Ilmu Pengetahuan Alam yang sering disingkat menjadi IPA,

merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan

termasuk pada jenjang sekolah dasar. Ilmu Pengetahuan Alam adalah usaha

manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada

sasaran, serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran

sehingga mendapatkan suatu kesimpulan (Susanto, 2013: 165-167).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan

Alam adalah ilmu yang mempelajari gejala dan perubahan alam yang

berhubungan dengan manusia serta memerlukan imajinasi, pengamatan dan

(51)

2. Karakteristik IPA

KarakteristikIPA menurut Jacobson dan Bergman (dalam Susanto, 2013:

170), meliputi :

a. IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori.

b. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental serta mencermati fenomena

alam, termasuk juga penerapannya.

c. Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyikapi

rahasia alam.

d. IPA tidak dapat membuktikan semua tetapi hanya sebagaian atau

beberapa saja.

e. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat

objektif.

3. Tujuan IPA

Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar dalam Badan Nasional

Standar Pendidikan (dalam Susanto, 2013: 171) dimaksudkan untuk :

a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan yang Maha Esa

berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.

b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman-pemahaman konsep IPA

(52)

c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang

adanya hubungan yang saling mempengaruhi antar IPA, lingkungan,

teknologi, dan masyarakat.

d. Mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,

memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

e. Meninkatkan kesadaran untuk berperan dalam memelihara, menjaga, dan

melestarikan alam.

f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala

keturunannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan ketrampilan IPA sebagai

dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP.

4. Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD/MI Standar

daratan yang disebabkan oleh

air, udara misalnya

perubahan akibat pasang

surut air, badai, erosi dan

(53)

Menjelaskan pengaruh air

laut pasang dan surut, pasang

dan surut bagi nelayan dan

dermaga yang dangkal.

Mengumpulkan pengaruh

informasi pengaruh erosi

bagi tumbuhan, pengaruh

kebakaran hutan bagi hewan.

9.2

Mencari informasi tentang

kedudukan benda benda

langit.

C. Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit 1. Perubahan Penampakan Bumi

(54)

Daratan dapat berubah karena adanya pasang surut air dan erosi. Pada

saat-saat tertentu air laut akan meninggi, di saat yang lain air laut akan

surut. Pasang merupakan peristiwa naiknya air laut sedangkan surut

adalah peristiwa turunnya air laut. Naik dan turunnya air laut ini

disebabkan karena perputaran bumi dan gaya gravitasi bulan. Gaya

gravitasi ini terjadi karena kedudukan bulan sangat dekat dengan bumi.

Pada saat terjadi pasang, gelombang air laut sangat besar. Hal ini dapat

menyebabkan terkikisnya pasir atau tanah ketika air laut ini sampai di tepi

pantai. Karena bumi berputar, bagian bumi menghadap ke bulan akan

berputar dan menjauhi bulan. Hal ini mengakibatkan gaya gravitasi bulan

berkurang sehingga air akan surut kembali. Enam jam kemudian, air pada

bagian laut ini turun sampai rendah sekali sehingga terjadilah apa yang

disebut surut. Dalam sehari pasang surut terjadi dua kali.

(55)

Daratan dapat mengalami perubahan karena terjadinya erosi akibat

hujan dan tanah longsor. Hujan yang cukup besar di daerah yang

tanahnya gundul akan mengakibatkan terjadinya longsor. Erosi atau

pengikisan tanah menyebabkan tanah yang mengandung humus akan

kehilangan lapisan humusnya karena terbawa oleh air dan tanah longsor.

Tanah yang pada awalnya subur akibat erosi menjadi hilang

kesuburannya, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik

bahkan mati. Apabila tumbuhan mati, maka makhluk hidup yang

memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan makanannyapun akan terancam

kelangsungan hidupnya.

c. Perubahan Daratan yang Disebabkan oleh Udara

Selain oleh air, daratan dapat mengalami perubahan yang disebabkan

oleh udara atau angin. Badai merupakan angin yang bertiup sangat

kencang. Pada saat badai biasanya juga diikuti perubahan cuaca secara

(56)

kilatan-kilatan. Badai dapat mengikis daratan dan menghancurkan apa saja yang

ada dipermukaan tanah. Pohon yang besarpun bisa tumbang karena badai.

Bangunan rumah hancur, genting-genting rumah berterbangan, dan lahan

pertanian akan rusak.

d. Perubahan Daratan yang Disebabkan oleh Kebakaran

Daratan juga dapat mengalami perubahan akibat terjadinya kebakaran.

Beberapa tahun terakhir ini, di Negara Indonesia sering terjadi kebakaran

hutan. Kebakaran hutan diakibatkan karena ulah manusia yang

semena-mena melakukan pembukaan lahan pertanian dengan cara membakarnya.

Selain itu, kemarau yang cukup panjang mengakibatkan ranting-ranting

dan daun kering mudah sekali terbakar. Kebakaran hutan juga

mengakibatkan terganggunya berbagai jenis hewan yang tinggal di dalam

hutan. Sealin itu, asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan juga

(57)

2. Perubahan penampakan benda langit a. Penampakan Benda Langit

1) Matahari

Pada saat matahari terbit di pagi hari maka kita akan melihat

bentuknya bulat seperti bumi. Langit akan berwarna jingga

kemerahan pada saat matahari terbit, sedangkan pada saat terbenam di

sore hari langit akan berwarna merah tembaga. Pemandangan akan

sangat indah apabila kita dapat melihat matahari terbit dan terbenam

di pagi dan sore hari.

2) Bulan

Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya. Cahaya

bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya yang berasal

dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari.

Bentuk bulan ternyata mengalami perubahan setiap harinya. Bulan

mengitari bumi dalam jangka waktu 29.5 hari (satu bulan). Selama

bulan bergerak, terjadi perubahan sudut antara matahari, bumi, dan

bulan. Hal inilah yang menyebabkan perubahan penampakan bulan

(58)

b. Kedudukan Benda Langit

Pada saat memandang langit di malam hari, terlihat antara bintang

yang satu dengan yang lain tidak berubah kedudukannya. Bintang-bintang

yang saling berdekatan tersebut digabungkan menjadi rasi bintang.

Nama-nama Rasi Bintang :

1) Rasi bintang layang-layang

Rasi bintang layang-layang disebut juga rasi bintang pari. Kita

(59)

sebelah selatan. Rasi bintang ini biasanya digunakan sebagai petunjuk

arah selatan.

2)Rasi bintang kalajengking

Rasi bintang kalajengking dapat kita lihat ketika memandang

langit bagian tenggara. Bintang-bintang akan terlihat bergabung dan

membentuk seperti kalajengking atau scorpio.

3)Rasi bintang biduk

Rasi bintang biduk disebut juga rasi bintang beruang besar. Kita

dapat melihat rasi bintang ini ketika memandang langit sebelah utara.

Sekelompok bintang terlihat berkumpul membentuk formasi seperti

(60)

4)Rasi bintang waluku

Berbeda dengan rasi bintang yang lain, rasi bintang waluku dapat

kita liat ketika memandang langit disore hari di antara sebelah timur

dan barat. Rasi bintang ini dikenal juga dengan sebutan rasi bintang

orion. Pada jaman nenek moyang, rasi bintang orion dijadikan sebagai

petunjuk untuk memulai bercocok tanam.

D. Pembelajaran Kolaboratif (collaborative learning)

1. Pengertian Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning)

Menurut Warsono, ( 2014 : 66 ) riset membuktikan bahwa para siswa

juga mahasiswa, akan belajar dengan lebih baik jika mereka secara aktif

terlibat dalam proses pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil. Terbukti hasil temuan sejumlah riset, seperti yang dilaporkan oleh Davis

(dalam, Warsono, 2014 : 66 ), tanpa memandang apa bahan ajarnya, para

siswa yang bekerja dalam kelompok – kelompok kecil cenderung belajar lebih banyak tentang materi ajar dan mengingatnya lebih lama dibandingkan

(61)

bentuk ceramah oleh guru. Disamping itu, temuan riset itu juga menyatakan

bahwa para siswa yang bekerja sama dalam kelompok kolaboratif merasa

lebih puas.

Perlunya kolaborasi dalam meraih sukses terbukti tidak hanya

diperlukan dalam pembelajaran, tetapi juga sangat diperlukan dalam

menghadapi kehidupan di dunia kerja. Perusahaan Fortune 500 seperti yang

dilansir oleh Price George’s County Public School telah mengidentifikasi

delapan hal yang paling diperlukan dalam dunia kerja. Sesuai urutan

peringkatnya kedelapan hal tersebut adalah sebagai berikut :

a. Kecakapan antar personal, kecakapan bekerja sama dalam tim kerja

(teamworks).

b. Kecakapan pemecahan masalah dan mengambil keputusan.

c. Kecakapan komunikasi secara oral / tertulis.

d. Berpikr kreatif.

e. Kepemimpinan.

f. Penetapan tujuan / motivasi.

g. Komputerisasi / pemecahan masalah matematis.

h. Keefektifan dalam berorganisasi.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa penelitian Fortune 500

(62)

menyatakan bahwa kecakapan untuk sukses dalam dunia kerja mencakup

bermacam kecakapan sebagai berikut :

a. Kecakapan belajar (learning skills) : merencanakan, memantau, dan

mengevaluasi pengamanan belajar.

b. Kecakapan berpikir (thinking skilsl) : berpikir kreatif dan strategis untuk

mencapai tujuan.

c. Kecakapan berkomunikasi (communication skills) : merencanakan,

berpartisipasi dan mengevaluasi pengalaman komunikatif.

d. Kecakapan teknologi (technological skills) : menggunakan dan

mengevaluasi teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas kerja

dan alat pemecahan masalah.

e. Kecakapan antar personal (interpersonal skills) : bekerja dengan penuh

tanggung jawab dan bersikap kooperatif dengan orang lain.

2. Langkah-langkah Membangun kolaborasi (Collaborating)

Menurut Warsono, (2014 : 72) Diskusi dalam kelompok kecil terbukti

sebagai cara pembelajaran berbasis kolaborasi yang paling efektif. Kolaborasi

akan efektif jika ruang kelas ditata sedemikian rupa sehingga tidak

menggambarkan situasi klasikal, tetapi dapat berbentuk setengah lingkaran,

huruf U, kelompok tatap muka empat – empat, stengah lingkaran ganda, dan lain sebagainya. Intinya harus diciptakan suasana interaktif, siswa aktif

(63)

Menurut Jennifer Wagaman (dalam Warsono, 2014 : 73) menyatakan

ada empat cara untuk mengelompokkan siswa, antara lain sebagai berikut :

a. Mengelompokan siswa berdasarkan minat siswa. Dalam pembelajaran

sains atau dalam suatu proyek sosial, siswa diminta berkelompok

berdasarkan minatnya pada topik yang sama, kemudian saling bekerja

sama. Untuk itu mula – mula para siswa diberi kesempatan saling berbicara tentang minat mereka, yang memiliki minat yang sama

kemudian bergabung dalam kelompok.

b. Menelompokan siswa berdasarkan kemampuannya. Siswa – siswa yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang sama dikelompokan menjadi

satu sehingga terjadi kelompok yang homogen. Jika pengelompokan

justru dilandasi oleh kemampuan yang berbeda – beda akan terbentuk kelompok yang heterogen.

c. Mengelompokan siswa secara acak. Hal ini dapat dilaksanakan dengan

cara meminta siswa menghitung, misalnya yang termasuk kelipatan angka

3 menjadi satu kelompok, atau kelipatan 4, atau kelipatan 5 menjadi satu

kelompok, meminta siswa berpasangan dengan siswa yang duduk

disebelahnya dan sebagainya.

d. Mengelompokan siswa berdasarkan pilihan siswa. Siswa memilih sendiri

anggota kelompok mereka berdasarkan keinginan siswa untuk bekerja

(64)

tidak memiliki kelompok. Untuk itu, guru dapat menunjuk siswa tersebut

mesuk kelompok yang mana.

3. Manfaat Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning)

Banyak para ahli yang mengungkapkan manfaat yang dapat dipetik

dari implementasi pembelajaran kolaboratif. Namun dengan alasan berbagai

manfaat tersebut sudah di ungkapkan oleh Hari Srinivas sesuai penjelasan

dibawah ini, pada buku ini hanya disampaikan manfaat pembelajaran

kolaboratif versi Hari Srinivas (Warsono, 2014 : 78).

Demikian intensifnya Hari Srinivas mengamati praktik pembelajaran

kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah negara, sehingga ia sampai pada

kesimpulan tentang banyaknya manfaat pembelajaran kolaboratif, antara lain

yaitu :

a. Mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

b. Meningkatkan interaksi yang lebih familiar antara guru dengan

murid.

c. Meningkatkan daya ingat siswa.

d. Mengembangkan rasa percaya diri para siswa.

e. Meningkatkan tingkat kepuasan murid karena bertambahnya

pengalaman.

f. Meningkatkan pemahaman tentang adanya berbagai perbedaan.

g. Menjangkau harapan hasil pembelajaran yang tinggi baik bagi

(65)

h. Pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan dalam kelas personal

yang jumlah siswanya besar.

i. Meningkatkan hubungan sosial dan akademik di luar sekolah dan

antar siswa dari berbagai kelas dan sekolah.

j. Menciptakan suasana kelas tempat para siswa dapat

(66)

BAB III

PAPARAN DATA DAN TEMUANPENELITIAN A. Subjek Penelitian

1. Gambaran Umum MI Kawengen 02

Sejarah berdiri MI Kawengen 02

Pada tahun 1967 MI kawengen 02 berdiri dengan kondisi masyarakat

yang masih terbelakang pendidikannya, bahkan pada saat itu mayoritas

penduduk desa Kawengen 90% buta huruf. Pada tahun tersebut merupakan

masa pasca penjajahan sehingga tokoh agama dan tokoh masyarakat desa

Kawengen mempunyai inisiatif untuk mendirikan madrasah. Pada saat itu

madrasah didirikan dengan nama MWB (Madrasah Wajib Belajar).

Adapun tokoh pendiri madrasah adalah Bp. Rojikan (Alm), Bp.

Muthohir (Alm), dan Bp. Suratman. Beliau latar belakang pendidikannya

adalah Pondok Pesantren sehingga beliau sangat antusias dalam

melaksanakan kegiatan pendidikan.

Pada awal berdirinya madrasah para pendiri memwakafkan tanahnya

seluas 461 dari bapak Rojikan untuk digunakan sarana pendidikan,

kemudian untuk pembangunan gedung dari swadaya masyarakat dusun

Gendurit.

Pada tahun pertama jumlah gedung belajar 1 lokal dengan jumlah

(67)

dan Bapak Suratman. Kemudian seiring dengan perkembangan pendidikan di

MWB berkembang pesat dengan jumlah siswa 96 peserta didik. Setelah itu

MWB tersebut masuk kedalam Yayasan Islamic Centre Sudirman Ambarawa

pada tahun 1984 dengan nama MI Kawengen 02, akan tetapi pada

tahun-tahun terakhir Yayasan Sudirman kurang aktif dalam melaksanakan

pembinaan dan perhatian di sekolah MI Kawengen 02 sehingga pada tahun

2002 MI Kawengen 02 masuk dalam Yayasan Lembaga Pendidikan Al

Ma’arif meskipun tidak meninggalkan induk sekolah utama yaitu Yayasan

Islamic Sudirman Centre Ambarawa.

Demikianlah sejarah berdirinya MI Kawengen 02. Adapun batas-batas

wilayah MI Kawengen 02 adalah :

a. Utara : Berbatasan dengan Dusun Jatirejo, Kawengen

b. Timur :Tanah Perhutani Kabupaten Semarang

c. Selatan : Dusun Sidoarjo, Bergas

d. Barat : Tanah Perhutani Kabupaten Semarang

2. Visi, dan Misi Madrasah

a) Visi Madrasah

Meraih prestasi dengan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan

(68)

b) Misi Madrasah

Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi mutu baik secara

keilmuan maupun secara moral dan sosial, sehingga mampu menyiapkan

dan mengembangkan sumber daya insani yang mempunyai kualitas

dibidang IPTEK dan IMTAQ.

3. Data Personalia

MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur, memiliki tenaga pendidik

sebanyak 9 orang yang terdiri dari 6 guru kelas, 2 guru mata pelajaran dan 1

Kepala Sekolah.

(69)

9 Sutrasno Guru Agama SLTA

4. Data Siswa

Keadaan siswa di MI Kawengen 02 masih memiliki daya tarik yang

kurang sehingga masyarakat lebih memilih menyekolahkan anak mereka di

sekolah lain. Namun sebenarnya dari tahun ke tahun keadaan siswa semakin

meningkat, akan tetapi tahun 2012 sampai 2013 tidak ada peningkatan,

namun ditahun 2014 sampai sekarang mengalami sedikit peningkatan.

Seluruh siswa siswi di MI Kawengen memiliki 137 siswa yang terdiri 83

laki-laki dan 54 perempuan.

Tabel 3.2 Data Siswa di MI Kawengen 02 No Kelas Jumlah Peserta Didik

2014/2015 2015/2016 L P J L P J

1 I 24 10 34 19 7 26

2 II 13 9 22 17 14 31

3 III 12 8 20 13 9 22

4 IV 12 6 18 12 8 20

5 V 12 8 20 12 6 18

(70)

5. Sarana Prasarana dan Fasilitas

Tabel 3.3 Data Ruang MI Kawengen 02

No Nama Barang Kondisi Jumlah Baik Rusak

1 Gedung Sekolah 1 - 1

2 Ruang Kelas 6 - 6

3 Ruang Kepsek 1 - 1

4 Ruang Guru 1 - 1

5 Ruang Perpustakaan 1 - 1

6 Ruang UKS 1 - 1

7 Toilet 2 - 2

6. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA kelas IV tahun

ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian

tersebut menggunakan jam mata pelajaran sesuai pelajaran IPA kelas IV MI

Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur.

Waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:

1) Kegiatan pra siklus untuk observasi awal pada tanggal 28 April 2016.

2) Kegiatan siklus I dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2016.

(71)

B. Deskripsi Pra Siklus

Penelitian siklus ini dilakukan pada hari kamis tanggal 28 April 2016 dikelas

IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur. Berdasarkan hasil observasi

yang telah dilakukan peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen nilai dari wali

kelas tentang pelajaran IPA dan tentang kebiasaan siswa saat pembelajaran

berlangsung. Dari situ di dapatkan nilai-nilai siswa masih banyak siswa yang

mendapatkan nilai di bawah rata-rata, hasil tersebut diketahui nilai siswa yang

tuntas atau mencapai KKM sebanyak 9 siswa dan 11 siswa nilainya masih

dibawah standar KKM.

C. Deskripsi Siklus I

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada semester II, tanggal 4 Mei

2016. Pelaksanaan tindakan ini sesuai dengan program semester mata pelajaran

IPA kelas IV semester II. Siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

selama dua jam pelajaran (2 x 35 menit) yang diikuti oleh 20 siswa. Pelaksanaan

setiap siklus dalam penelitian ini dilakukan dalam 4 tahapan, yaitu dengan tahap

perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi

(reflekting). Adapun rincian tiap tahapan kegiatan yang dilakukan selama proses

Gambar

Gambar  1.1 skema siklus PTK Menurut Arikunto (2006 : 74)
Tabel 3.1 Data Nama-nama Guru MI Kawengen 02
Tabel 3.2  Data Siswa di MI Kawengen 02
Tabel 3.3 Data Ruang MI Kawengen 02
+7

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar dengan Model Pembelajaran Learning Cycle Materi tentang Perubahan Sifat Benda, Baik Sementara Maupun Tetap pada Siswa Kelas

Untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran IPA materi perubahan kenampakan benda langit dengan menerapkan model SAVI (Somatic Auditory Visual

Wahyu Kusuma Ajeng, 2013, Peningkatan Motivasi Belajar IPA Materi Perubahan Wujud Benda Melalui Metode CTL Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Kemuning Tahun Pelajaran 2012 /

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menggunakan pembelajaran DD/CT dengan media Power Point pada materi bumi dan benda langit kelas

Dalam penelitian tindakan kelas ini, penulis ingin meningkatkan hasil belajar siswa dalam konsep perubahan kenampakan bumi dan benda langit dengan menggunakan

Penggunaan metode resitasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SDN Jimbaran 01 Kec. Pati dengan indikator sebagai

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda Langit, setelah menggunakan

Atas ijin dan karunia- Ny a, peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul” Peningkatan Rasa Ingin Tahu dan PrestasiBelajar IPA Materi Perubahan Lingkungan Fisik Bumi