PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN
PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI
STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS
IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN
TIMURTAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Disusun Oleh:
NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN
PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI
STRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS
IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN
TIMURTAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Disusun Oleh:
NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMATERI PERUBAHAN
PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUI
STRATEGI COLLABORATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS
IVMI KAWENGEN 02KECAMATAN UNGARAN TIMURTAHUN
PELAJARAN 2015/2016SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Disusun Oleh:
NOVITA ASTUTI WULANDARI (115-12-088)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
MOTTO
Jangan ingat lelahnya belajar tapi ingat buah manisnya yang bisa dipetik kelak ketika sukses
Jadilah kalah karena mengalah
Bukan kalah karena menyerah
Jadilah pemenang karena kemampuan
Bukan menang karena kecurangan
PERSEMBAHAN
Puji syukur selalu terpanjatkan kehadirat Allah SWT, beserta sholawat serta
salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Rasullah SAW, kupersembahkan
skripsi untuk :
1. Orang tuakutercinta yang telah membesarkanku hingga tumbuh dewasa serta
mendidik dengan penuh kasih sayang, terima kasih atas doa, nasehat, motivasi,
dan yang selalumemberikandukunganbaik moral maupun spiritual serta
pengorbanannya yang tidak pernah kenal lelah demi kesuksesan anaknya.
2. Kakak-kakakku yangtidak pernah bosan untuk selalumemberikandukungan dan
motivasi.
3. Keponakan – keponakanku yang selalu menghibur hari – hariku.
4. Keluargabesar ibu Nur Hidayah terimakasihatasdoadanmotivasi yang
selaludiberikan.
5. Ibu Dra. Nur Hasanah, M.Pd. selaku pembimbing yang selalu sabar membimbing
hingga terselesaikannya skripsi ini.
6. Seluruh Bapak Ibu dosen yang telah bersedia memberikan ilmu dan terimakasih
atas dorongan dan motivasinya.
7. Kawan-kawan seperjuangan PGMI angkatan 2012 terutama PGMI C yang selalu
menemani dan memberi kegembiraan, motivasi, serta semangat tanpa kenal
lelah.
8. Sahabatku obilyvi, illaa, uut, putri, afifah, santo, adit, amri, wulan, mip, rita, dian
yang senantiasa saling memberikan dukungan dan berjuang bersama untuk
menyelesaikan skripsinya masing-masing.
9. Seseorang yang memberikan makna, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk
menemaniku hingga selesainya skripsi ini.
10.Calon imamku
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah pada Nabi Muhammad
SAW, yang senantiasa dinanti-nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah nanti. Penyusunan skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Perubahan
Penampakan Bumi dan Benda Langit Melalui Strategi Colaborative LearningPada
Siswa Kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran
2015/2016” ini, adalah untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
akademik sarjana pendidikan dalam bidang Islam di Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Salatiga.
Penyusun menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan berjalan
dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penyusun
menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
1. BapakDr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Salatiga.
2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
3. IbuPeni Susapti, S.Si., M.Si selaku Ketua Jurusan PGMI
4. Ibu Dra. Nur Hasanah, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan
waktu, tenaga dan pikiranya guna memberikan bimbingan dan arahan dengan
penuh kesabaran dan keikhlasan hingga akhir penyusunan skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu dosen serta seluruh karyawan IAIN Salatiga yang telah
memberikan ilmu dan bimbinganya kepada penulis.
6. Kedua orang tua yang selalumemberikandukungan moral dan material.
7. Bapak Muh Koyim selaku Kepala Madrasah MI Kawengen 02 yang telah
memberikan izin untuk melakukan penelitian.
8. Bapak Tamziz, S.Pd.I. selaku wali kelas IV MI Kawengen 02 yang turut
membantu dalam penelitian.
9. Kepada seluruh siswa kelas IV MI Kawengen 02 yang telah mendukung dan
membantu peneliti dalam melakukan penelitian.
Selanjutnya penyusun hanya dapat berdo’a “jazakumullahu khairal jaza’ jazaan
katsiran”. Penyusun sangat menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata
Oleh karena itu, penyusun membuka tangan yang selebar-lebarnya terhadap
kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya,
penyusun hanya bisa berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan penyusun pada khususnya.
Salatiga,21 Juli2016
Penulis
ABSTRAK
Wulandari, Novita Astuti 2016, Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit Melalui strategi collaborative learning Pada Siswa Kelas IV MI Kawengen 02 Tahun Pelajaran
2015/2016. Skripsi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga Pembimbing Nur Khasanah, M. Pd.
Kata kunci : Hasil belajar, perubahan penampakan bumi dan benda langit, collaborative learning.
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur pada IPA dengan strategi
collaborative learning. Masalah yang dikaji adalah apakah penerapan strategi
collaborative learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
IPA pada siswa kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan strategi colaborative learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran IPA materi perubahan
kenampakan bumi dan benda langit dengan strategi collaborative learning
menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari kondisi awal dari pembahasan yaitu nilai rata-rata kelas 45% siswa yang tuntas belajar, pada siklus I meningkat menjadi 65%. Selanjutnya meningkat lagi pada siklus II menjadi 90%. Berdasarkan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui strategi
collaborative learningdapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Perubahan
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN... vi
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Hipotesis Penelitian dan Indikator Keberhasilan ... 5
E. Manfaat Penelitian ... 5
F. Definisi Operasional... 6
G. Metodologi Penelitian ... 8
H. Sistematika Penulisan... 16
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar ... 18
1. Pengertian Belajar ... 18
3. Pengertian Hasil Belajar ... 21
4. Faktor-faktor yang MempengaruhiHasilBelajar ... 22
5. PenilaianHasilBelajar ... 25
B. IPA ... 29
1. Pengertian IPA ... 29
2. Karakteristik IPA ... 31
3. Tujuan IPA ... 31
4. Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD/MI ... 32
C. Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit ... 33
1. Perubahan Penampakan Bumi... 33
2. Perubahan Penampakan Benda Langit ... 37
D. Strategi Collaborative Learning ... 40
1. PengertianStrategi Collaborative Learning ... 40
2. Langkah-langkah Strategi Collaborative Learning ... 42
3. Manfaat Strategi Collaborative Learning...44
BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. SubjekPenelitian ... 46
1. GambaranUmum MI Kawengen 02 ... 46
2. Visi, Misi Madrasah ... 47
3. Data Personalia... 48
4. Data Siswa ... 49
5. SaranaPrasaranadanFasilitas ... 50
6. PelaksanaanPenelitian ... 50
B. DeskripsiPraSiklus ... 51
C. DeskripsiSiklus I ... 51
1. TahapPerencanaan... 52
2. TahapPelaksanaan ... 52
4. Refleksi ... 54
D. Deskripsi Kegiatan Siklus II ... 55
1. TahapPerencanaan... 56
2. TahapPelaksanaan ... 56
3. Pengamatan/Observasi ... 58
4. Refleksi ... 58
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HasilPenelitian ... 59
1. AnalisisData Pra –Siklus ... 59
2. AnalisiData Siklus I ... 62
3. AnalisiData Siklus II ... 74
B. Pembahasan ... 85
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 90
B. Saran ... 91
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel: 3.1 Data Nama-nama Guru MI Kawengen 02 48
Tabel: 3.2 Daftar Siswa MI Kawengen 02 49
Tabel: 3.3 Daftar SaranaPrasaranadanFasilitas 50
Tabel 4.1 Nilai Pra Siklus IPA 59
Tabel: 4.2 NilaiHasil Belajar Siswa Siklus 1 62
Tabel: 4.3 Hasil Pengamatan Terhadap Guru Siklus I 65
Tabel: 4.4 Hasil Pengamatan Terhadap Siswa Siklus I 70
Tabel: 4.5 NilaiHasil Belajar Siswa Siklus II 74
Tabel: 4.6 Hasil Pengamatan Terhadap Guru Sikus II 77
Tabel: 4.7 Hasil Pengamatan Terhadap Siswa Sikus II 81
Tabel: 4.8 Data HasilRekapitulasiNilaiPersiklus 85
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 RencanaPelaksanaanPembelajaran I
Lampiran 2 DaftarNilaiHasilBelajarSiklusI
Lampiran 3 LembarPengamatan Guru SiklusI
Lampiran 4 Lembar Pengamatan Siswa Siklus I
Lampiran5 RencanaPelaksanaanPembelajaran II
Lampiran6 DaftarNilaiHasilBelajarSiklus II
Lampiran7 LembarPengamatan Guru Siklus 1I
Lampiran8 LembarPengamatanSiswa Siklus 1I
Lampiran9 GambarDokumentasiPenelitian
Lampiran10 LembarKonsultasi
Lampiran11 SuratIjinPenelitian
Lampiran 12 SuratKeteranganPenelitian
Lampiran 13 DaftarNilai SKK
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara
(Jumali, 2004: 85). Tujuan pendidikan merupakan salah satu komponen utama
pada sistem pendidikan. Dengan tujuan pendidikan diharapkan proses
pendidikan dapat mencapai hasil secara efektif dan efisien. Apabila tujuan
pendidikan tidak digariskan secara tegas, maka pendidikan akan mengalami
ketidakpastian dalam prosesnya yang akibatnya manusia sebagai
out-putPendidikan tidak memiliki patokan atas pelaksanaan hidup luhur yang
sesuai hakekatnya sebagai manusia (Jumali, 2004: 48).
IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan atas
pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam (Supatmo,
2000: 1). Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan
segala isinya. Ilmu pengetahuan alam mempunyai bentuk yang mantap
kumpulan pengetahuan alam yang cara memperolehnya belum menggunakan
cara yang dapat diandalkan (Supatmo, 2000: 6).
Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, pelajaran IPA pada
umumnya kurang disukai oleh siswa. Hal ini dikarenakan di dalam IPA
terdapat konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang sukar dipelajari siswa. Selain
itu kurangnya kesadaran siswa bahwa materi-materi yang ada pada IPA
mengajarkan untuk berpikir logis, rasional, kritis, cermat, efisien, efektif yang
akan berguna pada era yang akan datang.
Faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPA adalah guru dan siswa.
Dimana siswa kurang antusias dalam menerima pelajaran IPA, sedangkan
guru tidak dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga
siswa kurang aktif dalam pelajaran IPA. Penggunaan metode ceramah dalam
pembelajaran IPA masih banyak digunakan oleh guru, hal ini cenderung
membuat siswa pasif karena dalam mempelajari ilmu sebagian besar diperoleh
dari guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya
sendiri.
Berdasarkan observasi dan wawancara guru kelas IV mengatakan bahwa
siswanya mengalami masalah dalam pembelajaran IPA terutama pada materi
perubahan penampakan bumi dan benda langit. Hal ini disebabkan karena
siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dengan baik sehingga daya
tangkap tiap-tiap siswa masih kurang dalam menjawab soal, kurangnya
pembelajaran, kurangnya pengunaan alat peraga yang digunakan guru untuk
menunjang siswa belajar, dan kurangnya ketegasan guru sehingga masih
banyak siswa yang bermain saat proses belajar mengajar berlangsung.
Mengkaji dari KKM yang ditetapkan oleh MI Kawengen 02 pada mata
pelajaran IPA adalah 70. Siswa yang sudah mencapai KKM ada 9anak dari 20
siswa, sedangkan 11 siswa lainnya masih belum memenuhi KKM. Ini dapat
disimpulkan bahwa hanya 45% siswa yang berhasil mencapai KKM
sedangkan 55% siswa lainnya belum berhasil sehingga peneliti menarik
kesimpulan bahwa siswa belum paham mengenai materi perubahan
penampakan bumi dan benda langit yang diajarkan guru.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka penggunaan strategi collaborative
learning(Pembelajaran Kolaboratif) perlu diterapkan dalam proses
pembelajaran. Menurut Cropper (dalam Hamruni, 2012 : 3) mengatakan
bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan
tertentu yang sesuai dengan pembelajaran yang ingin dicapai. Menurut
Warsono, (2014 : 66) pembelajaran Kolaboratif(collaborative learning)
adalah situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar sesuatu secara
bersama – sama. Riset membuktikan bahwa para siswa juga mahasiswa, akan
belajar dengan lebih baik jika mereka secara aktif terlibat dalam proses
pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil.
Dengan menggunakan strategi collaborative learningpeserta didik akan
akan lebih bersungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti pembelajaran,
sehingga diharapkan akan lebih meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka timbulah masalah yang
mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK)
dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHAN PENAMPAKAN BUMI DAN BENDA LANGIT MELALUISTRATEGI COLLABORATIVE LEARNINGPADA SISWA KELAS IV MI KAWENGEN 02 KECAMATAN UNGARAN TIMUR TAHUN PELAJARAN 2015/2016”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan strategi
collaborative learningdapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Perubahan
Penampakan Bumi dan Benda Langit pada siswa kelas IV MI Kawengen 02
Kecamatan Ungaran Timur Tahun Pelajaran 2015/2016?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai penelitian ini adalah untuk
mengetahui hasil belajar IPA materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda
Langit melalui strategi colaborative learningpada siswa kelas IV MI
D. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi,
sebagai alternative tindakan yang dipandang paling tepat untuk memecahkan
masalah yang telah dipilih untuk diteliti melalui PTK (Mulyasa, 2011: 63).
Berdasarkan rumusan masalah di atas hipotesis dalam penelitian ini adalah
penggunaan strategi collaborative learningdalam pembelajaran IPA materi
perubahan kenampakan bumi dan benda langit dapat meningkatkan hasil
belajar siswa kelas IV MI Kawengen 02 kecamatan Ungaran Timur
Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini akan membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPA melalui strategi collaborative learningdalam pembelajaran yang
akan disampaikan secara mendalam. Adapun pelaksanaan penelitian ini akan
berguna sebagai berikut :
1. Manfaat Teoretis
Manfaat penelitian ini sebagai dasar pengembangan kajian ilmu IPA
khusus materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit melalui
strategi collaborative learningpada siswa kelas IV MI Kawengen 02
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran IPA
di MI.
b. Sebagai masukan bagi guru dalam meningkatkan hasil belajar pada
proses pembelajaran IPA serta menambah wawasan dalam kinerja
guru.
c. Bagi sekolah penelitian ini berfungsi untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan memberikan sumbangan yang berguna bagi sekolah
dalam kegiatan pembelajaran.
F. Definisi Operasional
Untuk menjelaskan judul penelitian ini, maka akan kami berikan
penjelasan beberapa istilah dalam penulisan ini. Istilah-istilah yang dimaksud
adalah sebagai berikut :
1. Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit
a. Perubahan Penampakan Bumi
Perubahan penampakan bumi dapat terjadi disebabkan oleh air,
udara, dan kebakaran hutan.Daratan dapat berubah karena adanya
pasang surut air dan erosi.Erosi atau pengikisan tanah menyebabkan
tanah yang mengandung humus akan kehilangan humusnya karena
karena ulah manusia yang semena-mena melakukan pembukaan lahan
dan pertanian dengan cara membakarnya.
b. Perubahan Penampakan Benda Langit
Perubahan penampakan benda langit disebabkan oleh matahari
dan bulan. Pada saat pagi, siang, dan sore kita akan merasakan panas
yang diakibatkan oleh matahari. Cahaya bulan merupakan hasil dari
pemantulan cahaya yang berasal dari matahari. Perubahan bentuk
bulan dikenal dengan fase bulan.
2. Hasil Belajar
Merupakan gabungan dari kata hasil dan belajar. Dalam Kamus
Lengkap Bahasa Indonesia, hasil artinya sesuatu yang dapat diraih dari
jerih payah (Fajri dan Senja, 2008:351).
Definisi belajar adalah bahwa belajar menimbulkan suatu perubahan
tingkah laku yang relatif menetap (Kastolani, 2014: 57).
Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti
program belajar mengajar yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah
laku.
Hasil belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara
keseluruhan, yang menjadi indikator kompetensi dasar dan derajat
3. Pembelajaran Kolaboratif (collaboratif learning)
Riset membuktikan bahwa para siswa juga mahasiswa, akan belajar
dengan lebih baik jika mereka secara aktif terlibat dalam proses
pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil. Terbukti hasil temuan sejumlah riset, seperti yang dilaporkan oleh Davis (dalam,
Warsono, 2014 : 66 ), tanpa memandang apa bahan ajarnya, para siswa
yang bekerja dalam kelompok – kelompok kecil cenderung belajar lebih banyak tentang materi ajar dan mengingatnya lebih lama dibandingkan
jika materi ajar tersebut dihadirkan dalam bentuk yang lain, misalnya
berupa bentuk ceramah oleh guru. Disamping itu, temuan riset itu juga
menyatakan bahwa para siswa yang bekerja sama dalam kelompok
kolaboratif merasa lebih puas.
G. Metodologi Penelitian 1. Rancangan Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian
PTK. Menurut Mulyasa, (2011:10) penelitian tindakan kelas merupakan
penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan untuk
memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok peserta didik.
Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu pemecahan masalah yang
memanfaatkan tindakan nyata berupa siklus melalui proses kemampuan
Menurut Kurt Lewin (dalam Kunandar, 2011: 42) Penelitian Tindakan
Kelas adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni
perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
Menurut Arikunto (dalam Suyadi, 2011:18), PTK adalah gabungan
dari pengertian dari kata “penelitian, tindakan, dan kelas”. Penelitian
adalah kegiatan mengamati suatu objek, dengan menggunakan kaidah
metodologi tertentu untuk mendapatkan data yang bermanfaat bagi
peneliti dan orang lain demi kepentingan bersama. Selanjutnya tindakan
adalah suatu perlakuan yang sengaja diterapkan kepada objek dengan
tujuan tertentu yang dalam penerapannya dirangkai menjadi beberapa
periode atau siklus. Dan kelas adalah tempat dimana sekelompok siswa
belajar bersama dari seorang guru yang sama dalam periode yang sama.
Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK dapat disimpulkan
bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang
menerapkan tindakan didalam kelas yang dilakukan secara sengaja untuk
mengetahui kondisi atau masalah dalam suatu kelas serta mencari solusi
dari masalah yang ditemukan dengan menggunakan aturan sesuai dengan
metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa periode atau siklus.
Beberapa alasan penulis memilih Penelitian Tindakan Kelas yaitu:
a. Melalui PTK, guru akan menjadi tanggap dan peka terhadap segala
b. Dalam melaksanakan tahap-tahap yang ada dalam PTK, guru akan
mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu rangkaian
kegiatan untuk mengkaji secara cermat apa yang terjadi di kelas.
2. Subjek Penelitian
a. Subjek
Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas IV MI
Kawengen 02 dengan jumlah keseluruhan 20 siswa yaitu laki–laki 12 dan 8 Siswa perempuan.
b. Lokasi
Tempat penelitian ini dilaksanakan di MI Kawengen 02 Kecamatan
Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
c. Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 April 2016sampai dengan
selesai.
3. Langkah – langkah Penelitian
Menurut Arikunto (2006 : 20), Mengemukakan bahwa tahap-tahap
dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari empat tahapan penting
yaitu meliputi : Perencanaaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi.
Gambar 1.1 skema siklus PTK Menurut Arikunto (2006 : 74)
Perencanaan
Siklus I
Refleksi Pelaksanaan
Pengamatan
Perencanaan
Siklus II Pelaksanaan Refleksi
Pengamatan
a. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan untuk merancang kegiatan
pembelajaran IPA dengan materi perubahan penampakan bumi dan
benda langit, kegiatan ini meliputi :
1) Mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan cara observasi dan
wawancara.
2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3) Menyiapkan sumber belajar dan media yang akan digunakan dalam
pembelajaran.
4) Menyususn soal evaluasi untuk siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti melaksanakan pembelajaran dan
menerapkan apa yang telah direncanakan. Penerapan pembelajaran
sesuai dengan scenario pembelajaran yang tertulis pada RPP dan tahap
perencanaan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama
pembelajaran berlangsung, tindakan ini untuk mengetahui hasil belajar
siswa setelah melaksanakn pembelajaran dengan menggunakan
strategi colaborative learning.Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga
c. Pengamatan
Pada tahap ini, peneliti mengamati proses pembelajaran dari awal
sampai akhir dengan menggunakan lembar observasi. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa mampu menyerap
konsentrasi secara maksimal atau tidak serta untuk mengetahui
aktivitas siswa ketika proses kegiatan belajar-mengajar.
d. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa
yang sudah terjadi. Dalam kegiatan refleksi ini, data yang diperoleh
dari proses pengamatan kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk
mengetahui apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan berhasil
atau gagal. Dari hasil analisis tersebut dijadikan sebagai bahan
evaluasi untuk mengkaji kekurangan yang muncul dalam pelaksanaan
siklus pertama.
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam menyusun skripsi ini, peneliti menggunakan beberapa teknik
pengumpulan data, antara lain:
a. Observasi
Menurut Arikunto dkk, observasi adalah kegiatan pengamatan
atau pengalihan data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah
dengan cara mengamati dan mencatat kegiatan yang dilakukan oleh
siswa saat proses pembelajaran.
b. Tes
Tes formatif yang digunakan peneliti, berupa tes tertulis yang
berkaitan dengan materi yang telah disampaikan oleh guru kepada
siswa. Tes ini diberikan disetiap akhir pelajaran yang digunakan untuk
mengukur tingkat keberhasilan penggunaan strategi
collaborativelearning yang diterapkan dalam pembelajaran IPA untuk
meningkatkan hasil belajar siswa.
c. Dokumentasi
Dokumentasi untuk mengumpulkan data yang bersifat dokumen
seperti lembar observasi, lembar hasil tes, dan sebagainya.
Dokumentasi dapat berguna sebagai bukti pelaksanaan tindakan yaitu
melalui pemotretan dan untuk menemukan gambaran tentang
eksistensi MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur.
5. Instrumen Penelitian
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, instrument penelitian yang
digunakan peneliti untuk memperoleh data adalah sebagai berikut:
a. Lembar Observasi
Dalam kegiatan ini yang diobservasi secara langsung meliputi
dalam pengelolaan kelas, dan bagaimana proses belajar mengajar yang
berkaitan dengan upaya dari guru IPA dalam meningkatkan kualitas
proses pembelajaran yakni hasil belajar melalui penggunaan strategi
collaborative learning untuk membuat kesimpulan pelaksanaan
pembelajaran pada siklus tersebut yang akan direfleksikan pada siklus
berikutnya.
b. Tes
Tes/soal tes digunakan untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa
setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi
collaborative learning.
6. Analisis Data
Sesuai dengan rancangan penelitian yang digunakan maka analisis
data dilakukan dengan menggunakan analisis dan refleksi dalam setiap
siklusnya berdasarkan hasil penelitian yang terdapat dalam tes dan format
pengamatan lainnya. Analisis reflektif dilaksanakan peneliti bersama guru
kelas IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur, sebagai pijakan
untuk menemukan program aksi pada siklus selanjutnya atau untuk
mendeteksi bahwa kajian tindakan kelas ini sudah mencapai tujuannya.
Peneliti ini menggunakan perhitungan presentase untuk menentukan hasil
Prosentasenya sebagai berikut:
P =
Keterangan
P = Presentase siswa yang tuntas dan belum tuntas
F = Frekuensi/jumlah siswa yang tuntas/belum tuntas
N = Jumlah siswa keseluruhan
H. Sistematika Penulisan
Dalam rangka mempermudah para pembaca dalam mengikuti uraian
penyajian data penelitian ini, maka akan penulis paparkan sistematika
penulisan sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab ini mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, hipotesis tindakan, manfaat penelitian, definisi
operasional,metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
Pada bab ini penulis mengemukakan pengertian belajar,
prinsip-prinsip belajar, pengertian hasil belajar, faktor yang mempengaruhi
hasil belajar, penilaian hasi belajar, pengertian IPA, karakteristik IPA,
tujuan pembelajaran IPA, silabus IPA, materi perubahan penampakan
bumi dan benda langit, pengertian strategi colaborative learning,
manfaat strategi collaborative learning, langkah-langkah strategi
collaborative learning.
BAB III Paparan Data dan Temuan Penelitian
Bab ini berisi gambaran umum MI Kawengen 02, Kecamatan
Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dan Pelaksanaan Penelitian.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada bab IV ini berisi hasil penelitian meliputi diskripsi persiklus dan
pembahasan.
BAB V Kesimpulan dan Saran
BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar
1. Pengertian Belajar
Sebagian orang awam berasumsi bahwa dinamakan belajar apabila si
pembelajar (siswa) berhasil menghafal fakta – fakta yang tersimpan dalam buku teks atau ajaran guru. Sebagian orang juga berpendapat bahwa disebut
belajar apabila anak (siswa) telah menguasai keterampilan jasmaniah tertentu,
meski mereka tidak mengerti atau memahami hakikat dan tujuan penguasaan
keterampilan tersebut. Hal ini menyebabkan keterampilan yang sudah
dikuasai tidak mampu dikembangkan menjadi keahlian atau bekal hidup
dalam menyejahterakan kehidupannya (Kastolani, 2014: 52).
Menurut Gagne (dalam Agus, 2009: 2) mengatakan bahwa definisi
belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang
melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari
proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.
Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja
dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau
pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan
perilaku yang relatif tetap baik dalam berfikir, merasa, maupun dalam
Selanjutnya, dalam perspektif keagamaan pun (dalam hal ini Islam),
belajar merupakan kewajiban bagi setiap orang beriman agar memperoleh
ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan derajat kehidupan mereka.
Hal ini dinyatakan dalam surat Mujadalah: 11 yang berbunyi:
Artinya:
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang
-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:”Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan” (QS. Mujadalah: 11).
2. Prinsip – prinsip Belajar
Menurut S. Nasution (dalam Kastolani, 2014: 71), prinsip – prinsip belajar meliputi:
b. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan
hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
c. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam – macam kesukaran dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
d. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
e. Selain tujuan pokok yang hendak dicapainya, diperolehnya pula hasil – hasil sambilan atau sampingan. Misalnya ia tidak hanya bertambah
terampil membuat soal – soal ilmu pengetahuan alam akan tetapi juga memperoleh minat yang lebih besar untuk bidang studi itu.
f. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan (learning by
doing).
g. Seseorang (siswa) belajar sebagai keseluruhan, tidak dengan otaknya atau
secara intelektual saja tetapi juga secara sosial, emosional, etis dan
sebagainya.
h. Dalam hal belajar, siswa memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang
lain.
i. Untuk belajar harus diperlukan insight. Apa yang diperlukan harus benar
– benar dipahami.
j. Di samping mengejar tujuan yang sebenarnya, siswa sering mengejar
tujuan – tujuan lain.
k. Belajar lebih berhasil apabila usaha itu memberi sukses yang
l. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.
3. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan prestasi belajar peserta didik secara keseluruhan,
yang menjadi indikator kompetensi dasar dan derajat perubahan perilaku
yang bersangkutan (Mulyasa, 2009: 248). Hasil belajar adalah pola-pola
perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan
keterampilan (Agus Suprijono, 2009: 5). Merujuk pemikiran Gagne, hasil
belajar berupa:
a. Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam
bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespon secara
spesifik terhadap rangsangan spesifik. Kemampuan tersebut tidak
memerlukan manipulasi symbol, pemecahan masalah maupun penerapan
aturan.
b. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep
dan lambang. Kemampuan intelektual merupakan kemampuan melakukan
aktivitas kognitif bersifat khas.
c. Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas
kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan
d. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak
jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme
gerak jasmani.
e. Sikap adalah kemmpuan menerima atau menolak objek berdasarkan
penilaian terhadap objek tersebut. Sikap merupakan kemampuan
menjadikan nilai-nilai sebagai standar perilaku.
Menurut Bloom (dalam Daryanto, 2012 : 27) hasil belajar adalah
perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi
kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorisasi oleh para
pakar pendidikan tidak dilihat secara fragmentaris atau terpisah, melainkan
komprehensif.
4. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Proses belajar merupakan hal yang kompleks. Siswalah yang sering
menentukan terjadi atau tidak terjadinya belajar. Untuk melaksanakan
tindakan atau aktivitas belajar, siswa akan menghadapi
permasalahan-permasalahan, baik secara intern maupun ekstern (Kastolani, 2014: 72).
Menurut Muhibbin Syah (dalam Kastolani, 2014: 74) mengemukakan
secara global tentang faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, yaitu:
a. Faktor Internal (faktor dalam diri siswa), yakni keadaan atau kondisi
b. Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan
disekitar siswa.
c. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi
strategi dan metode yang dipergunakan siswa untuk melakukan kegiatan
pembelajaran materi-materi pelajaran.
Menurut Daryanto, (2012: 28) secara umum terdapat dua faktor yang
mempengaruhi keberhasilan belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam diri individu yang
sedang belajar. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis dan faktor
psikologis.
1) Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun
yang diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh
dan sebagainya.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis adalah faktor psikis yang ada dalam diri individu.
Faktor ini bersifat bawaan maupun keturunan, yang meliputi:
a) Faktor intelektual terdiri atas
- Faktor potensial yaitu intelegensi dan bakat.
b) Faktor non intelektual yaitu komponen-komponen kepribadian
tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan,
konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terdapat dari luar diri
individu. Dalam proses belajar di sekolah, faktor eksternal berarti
faktor-faktor yang berada di luar diri siswa.
Faktor-faktor eksternal terdiri dari:
1) Faktor sosial
Faktor sosial adalah faktor-faktor di luar individu yang berupa
manusia. Faktor sosial terdiri atas:
a) Faktor keluarga
Faktor keluarga meliputi, cara orang tua mendidik, keadaan
ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan, pengertian orang
tua, suasana rumah.
b) Faktor sekolah
Faktor sekolah, meliputi: metode mengajar, kurikulum, relasi
guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,
waktu sekolah, metode belajar dan tugas rumah.
c) Faktor masyarakat
Faktor masyarakat terdiri dari: kegiatan siswa dalam masyarakat,
2) Faktor budaya seperti: adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi,
kesenian dan sebagainya.
3) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar,
iklim dan sebagainya.
4) Faktor spiritual dan lingkungan keagamaan.
Jadi, dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan tersebut dapat
disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar tidak
hanya timbul dari dalam diri siswa saja (faktor intrinsik), namun juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar diri siswa (faktor ekstrinsik) serta
faktor pendekatan yang dilakukan oleh guru dan siswa sendiri.
5. Penilaian Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan
untuk mengukur perubahan perilaku yang telah terjadi pada diri peserta didik.
pada umumnya hasil belajar akan memberikan pengaruh dalam dua bentuk :
a.Peserta didik akan mempunyai persfektif terhadap kekuatan dan
kelemahannya atas perilaku yang diinginkan;
b. Mereka mendapatkan bahwa perilaku yang diinginkan itu telah
meningkatbaik setahap atau dua tahap, sehingga timbul lagi kesenjangan
antara penampilan perilaku yang sekarang dengan perilaku yang
diinginkan. Kesinambungan tersebut merupakan dinamika proses belajar
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dilakukan terhadap
program, proses dan hasil belajar. Penilaian program bertujuan untuk menilai
efektifitas program yang dilaksanakan, penilaian proses bertujuan untuk
mengetahui aktifitas dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran,
sedangkan penilaian hasil bertujuan untuk mengetahui hasil belajar atau
pembentukkan kompetensi peserta didik. seluruh penilaian ini dilakukan oleh
guru, untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik,
mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik untuk memperbaiki
proses pembelajaran, dan menentukan kenaikan kelas bagi setiap peserta
didik (Mulyasa, 2009: 224).
Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa “Penilaian hasil
belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau
proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk sebagai berikut:
a. Ulangan harian
b. Ulangan tengah semester
c. Ulangan akhir semester
d. Ulangan kenaikan kelas
Menurut Mulyasa (2009: 253) Penilaian pembelajaran pada umumnya
mencakup pre test, penilaian proses, dan post test. Ketiga hal tersebut
a. Pre Test (Tes Awal)
Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pre
tes. Pre tes ini memiliki banyak kegunaan dalam menjajaki proses
pembelajaran yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu pre tes memegang
peranan yang cukup penting dalam proses pembelajaran. Fungsi pre tes ini
antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan
pre tes maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang mereka
jawab/kerjakan.
2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan
proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan
membandingkan hasil pre tes dengan post tes.
3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik
mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses
pembelajaran.
4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai,
tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik, tujuan-tujuan
mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus.
b. Penilaian Proses
Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai kualitas pembelajaran
dan pembentukkan kompetensi dasar pada peserta didik, termasuk
dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dari segi proses,
pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau
setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif,
baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran, disamping
menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang
besar, dan rasa percaya diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses
pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang
positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian
besar (75%). Lebih lanjut proses pembelajaran dikatakan berhasil dan
berkualitas apabila masukan merata, menghasilkan output yang banyak
dan bermutu tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan, perkembangan
masyarakat dan pembangunan.
c. Post Test
Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post tes.
Sama halnya dengan pre tes, post tes juga memiliki banyak kegunaan,
terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. fungsi post tes antara
lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap
kompetensi dasar yang telah ditentukan, baik secara individu maupun
kelompok. Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan antara
2) Untuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang dapat
dikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dasar dan tujuan-tujuan
yang belum dikuasainya. Sehubungan dengan kompetensi dasar dan
tujuan yang belum dikuasai ini, apabila sebagian besar belum
menguasainya maka perlu dilakukan pembelajaran kembali (remedial
teaching).
3) Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan
remedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan, serta untuk
mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan
belajar).
4) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap
komponen-komponen pembelajaran (modul), dan proses pembelajaran yang telah
dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun
penilaian.
B. IPA
1. Pengertian IPA
IPA merupakan rumpun ilmu, memiliki karakteristik khusus yaitu
mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (reality)
atau kejadian (event) dan berhubungan sebab akibatnya. IPA juga merupakan
(induktif) namun pada perkembangan selanjutnya IPA juga diperoleh dan
dikembangkan berdasarkan teori (dedukatif) (Eka, 2014: 22).
Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan
segala isinya. Ilmu pengetahuan alam mempunyai bentuk yang mantap
sebagai ilmu baru terjadi menjelang abad XVI. Sebelumnya masih
merupakan kumpulan pengetahuan alam yang cara memperolehnya belum
menggunakan cara yang dapat diandalkan (Supatmo, 2000: 6).
IPA merupakan suatu proses terbuka menurut Lord Bullock, juga IPA
dipandang sebagai suatu studi yang banyak berhubungan dengan manusia dan
masyarakat, yaitu suatu studi yang memerlukan imajinasi, perasaan,
pengamatan, dan juga analisis (Depag, 2002: 11).
Ilmu Pengetahuan Alam yang sering disingkat menjadi IPA,
merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan
termasuk pada jenjang sekolah dasar. Ilmu Pengetahuan Alam adalah usaha
manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada
sasaran, serta menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran
sehingga mendapatkan suatu kesimpulan (Susanto, 2013: 165-167).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan
Alam adalah ilmu yang mempelajari gejala dan perubahan alam yang
berhubungan dengan manusia serta memerlukan imajinasi, pengamatan dan
2. Karakteristik IPA
KarakteristikIPA menurut Jacobson dan Bergman (dalam Susanto, 2013:
170), meliputi :
a. IPA merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori.
b. Proses ilmiah dapat berupa fisik dan mental serta mencermati fenomena
alam, termasuk juga penerapannya.
c. Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyikapi
rahasia alam.
d. IPA tidak dapat membuktikan semua tetapi hanya sebagaian atau
beberapa saja.
e. Keberanian IPA bersifat subjektif dan bukan kebenaran yang bersifat
objektif.
3. Tujuan IPA
Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar dalam Badan Nasional
Standar Pendidikan (dalam Susanto, 2013: 171) dimaksudkan untuk :
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan yang Maha Esa
berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman-pemahaman konsep IPA
c. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang
adanya hubungan yang saling mempengaruhi antar IPA, lingkungan,
teknologi, dan masyarakat.
d. Mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
e. Meninkatkan kesadaran untuk berperan dalam memelihara, menjaga, dan
melestarikan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keturunannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan ketrampilan IPA sebagai
dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP.
4. Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD/MI Standar
daratan yang disebabkan oleh
air, udara misalnya
perubahan akibat pasang
surut air, badai, erosi dan
Menjelaskan pengaruh air
laut pasang dan surut, pasang
dan surut bagi nelayan dan
dermaga yang dangkal.
Mengumpulkan pengaruh
informasi pengaruh erosi
bagi tumbuhan, pengaruh
kebakaran hutan bagi hewan.
9.2
Mencari informasi tentang
kedudukan benda benda
langit.
C. Materi Perubahan Penampakan Bumi dan Benda Langit 1. Perubahan Penampakan Bumi
Daratan dapat berubah karena adanya pasang surut air dan erosi. Pada
saat-saat tertentu air laut akan meninggi, di saat yang lain air laut akan
surut. Pasang merupakan peristiwa naiknya air laut sedangkan surut
adalah peristiwa turunnya air laut. Naik dan turunnya air laut ini
disebabkan karena perputaran bumi dan gaya gravitasi bulan. Gaya
gravitasi ini terjadi karena kedudukan bulan sangat dekat dengan bumi.
Pada saat terjadi pasang, gelombang air laut sangat besar. Hal ini dapat
menyebabkan terkikisnya pasir atau tanah ketika air laut ini sampai di tepi
pantai. Karena bumi berputar, bagian bumi menghadap ke bulan akan
berputar dan menjauhi bulan. Hal ini mengakibatkan gaya gravitasi bulan
berkurang sehingga air akan surut kembali. Enam jam kemudian, air pada
bagian laut ini turun sampai rendah sekali sehingga terjadilah apa yang
disebut surut. Dalam sehari pasang surut terjadi dua kali.
Daratan dapat mengalami perubahan karena terjadinya erosi akibat
hujan dan tanah longsor. Hujan yang cukup besar di daerah yang
tanahnya gundul akan mengakibatkan terjadinya longsor. Erosi atau
pengikisan tanah menyebabkan tanah yang mengandung humus akan
kehilangan lapisan humusnya karena terbawa oleh air dan tanah longsor.
Tanah yang pada awalnya subur akibat erosi menjadi hilang
kesuburannya, sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik
bahkan mati. Apabila tumbuhan mati, maka makhluk hidup yang
memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan makanannyapun akan terancam
kelangsungan hidupnya.
c. Perubahan Daratan yang Disebabkan oleh Udara
Selain oleh air, daratan dapat mengalami perubahan yang disebabkan
oleh udara atau angin. Badai merupakan angin yang bertiup sangat
kencang. Pada saat badai biasanya juga diikuti perubahan cuaca secara
kilatan-kilatan. Badai dapat mengikis daratan dan menghancurkan apa saja yang
ada dipermukaan tanah. Pohon yang besarpun bisa tumbang karena badai.
Bangunan rumah hancur, genting-genting rumah berterbangan, dan lahan
pertanian akan rusak.
d. Perubahan Daratan yang Disebabkan oleh Kebakaran
Daratan juga dapat mengalami perubahan akibat terjadinya kebakaran.
Beberapa tahun terakhir ini, di Negara Indonesia sering terjadi kebakaran
hutan. Kebakaran hutan diakibatkan karena ulah manusia yang
semena-mena melakukan pembukaan lahan pertanian dengan cara membakarnya.
Selain itu, kemarau yang cukup panjang mengakibatkan ranting-ranting
dan daun kering mudah sekali terbakar. Kebakaran hutan juga
mengakibatkan terganggunya berbagai jenis hewan yang tinggal di dalam
hutan. Sealin itu, asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan juga
2. Perubahan penampakan benda langit a. Penampakan Benda Langit
1) Matahari
Pada saat matahari terbit di pagi hari maka kita akan melihat
bentuknya bulat seperti bumi. Langit akan berwarna jingga
kemerahan pada saat matahari terbit, sedangkan pada saat terbenam di
sore hari langit akan berwarna merah tembaga. Pemandangan akan
sangat indah apabila kita dapat melihat matahari terbit dan terbenam
di pagi dan sore hari.
2) Bulan
Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya. Cahaya
bulan sebenarnya merupakan hasil pemantulan cahaya yang berasal
dari matahari. Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari.
Bentuk bulan ternyata mengalami perubahan setiap harinya. Bulan
mengitari bumi dalam jangka waktu 29.5 hari (satu bulan). Selama
bulan bergerak, terjadi perubahan sudut antara matahari, bumi, dan
bulan. Hal inilah yang menyebabkan perubahan penampakan bulan
b. Kedudukan Benda Langit
Pada saat memandang langit di malam hari, terlihat antara bintang
yang satu dengan yang lain tidak berubah kedudukannya. Bintang-bintang
yang saling berdekatan tersebut digabungkan menjadi rasi bintang.
Nama-nama Rasi Bintang :
1) Rasi bintang layang-layang
Rasi bintang layang-layang disebut juga rasi bintang pari. Kita
sebelah selatan. Rasi bintang ini biasanya digunakan sebagai petunjuk
arah selatan.
2)Rasi bintang kalajengking
Rasi bintang kalajengking dapat kita lihat ketika memandang
langit bagian tenggara. Bintang-bintang akan terlihat bergabung dan
membentuk seperti kalajengking atau scorpio.
3)Rasi bintang biduk
Rasi bintang biduk disebut juga rasi bintang beruang besar. Kita
dapat melihat rasi bintang ini ketika memandang langit sebelah utara.
Sekelompok bintang terlihat berkumpul membentuk formasi seperti
4)Rasi bintang waluku
Berbeda dengan rasi bintang yang lain, rasi bintang waluku dapat
kita liat ketika memandang langit disore hari di antara sebelah timur
dan barat. Rasi bintang ini dikenal juga dengan sebutan rasi bintang
orion. Pada jaman nenek moyang, rasi bintang orion dijadikan sebagai
petunjuk untuk memulai bercocok tanam.
D. Pembelajaran Kolaboratif (collaborative learning)
1. Pengertian Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning)
Menurut Warsono, ( 2014 : 66 ) riset membuktikan bahwa para siswa
juga mahasiswa, akan belajar dengan lebih baik jika mereka secara aktif
terlibat dalam proses pembelajaran dalam suatu kelompok – kelompok kecil. Terbukti hasil temuan sejumlah riset, seperti yang dilaporkan oleh Davis
(dalam, Warsono, 2014 : 66 ), tanpa memandang apa bahan ajarnya, para
siswa yang bekerja dalam kelompok – kelompok kecil cenderung belajar lebih banyak tentang materi ajar dan mengingatnya lebih lama dibandingkan
bentuk ceramah oleh guru. Disamping itu, temuan riset itu juga menyatakan
bahwa para siswa yang bekerja sama dalam kelompok kolaboratif merasa
lebih puas.
Perlunya kolaborasi dalam meraih sukses terbukti tidak hanya
diperlukan dalam pembelajaran, tetapi juga sangat diperlukan dalam
menghadapi kehidupan di dunia kerja. Perusahaan Fortune 500 seperti yang
dilansir oleh Price George’s County Public School telah mengidentifikasi
delapan hal yang paling diperlukan dalam dunia kerja. Sesuai urutan
peringkatnya kedelapan hal tersebut adalah sebagai berikut :
a. Kecakapan antar personal, kecakapan bekerja sama dalam tim kerja
(teamworks).
b. Kecakapan pemecahan masalah dan mengambil keputusan.
c. Kecakapan komunikasi secara oral / tertulis.
d. Berpikr kreatif.
e. Kepemimpinan.
f. Penetapan tujuan / motivasi.
g. Komputerisasi / pemecahan masalah matematis.
h. Keefektifan dalam berorganisasi.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa penelitian Fortune 500
menyatakan bahwa kecakapan untuk sukses dalam dunia kerja mencakup
bermacam kecakapan sebagai berikut :
a. Kecakapan belajar (learning skills) : merencanakan, memantau, dan
mengevaluasi pengamanan belajar.
b. Kecakapan berpikir (thinking skilsl) : berpikir kreatif dan strategis untuk
mencapai tujuan.
c. Kecakapan berkomunikasi (communication skills) : merencanakan,
berpartisipasi dan mengevaluasi pengalaman komunikatif.
d. Kecakapan teknologi (technological skills) : menggunakan dan
mengevaluasi teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas kerja
dan alat pemecahan masalah.
e. Kecakapan antar personal (interpersonal skills) : bekerja dengan penuh
tanggung jawab dan bersikap kooperatif dengan orang lain.
2. Langkah-langkah Membangun kolaborasi (Collaborating)
Menurut Warsono, (2014 : 72) Diskusi dalam kelompok kecil terbukti
sebagai cara pembelajaran berbasis kolaborasi yang paling efektif. Kolaborasi
akan efektif jika ruang kelas ditata sedemikian rupa sehingga tidak
menggambarkan situasi klasikal, tetapi dapat berbentuk setengah lingkaran,
huruf U, kelompok tatap muka empat – empat, stengah lingkaran ganda, dan lain sebagainya. Intinya harus diciptakan suasana interaktif, siswa aktif
Menurut Jennifer Wagaman (dalam Warsono, 2014 : 73) menyatakan
ada empat cara untuk mengelompokkan siswa, antara lain sebagai berikut :
a. Mengelompokan siswa berdasarkan minat siswa. Dalam pembelajaran
sains atau dalam suatu proyek sosial, siswa diminta berkelompok
berdasarkan minatnya pada topik yang sama, kemudian saling bekerja
sama. Untuk itu mula – mula para siswa diberi kesempatan saling berbicara tentang minat mereka, yang memiliki minat yang sama
kemudian bergabung dalam kelompok.
b. Menelompokan siswa berdasarkan kemampuannya. Siswa – siswa yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang sama dikelompokan menjadi
satu sehingga terjadi kelompok yang homogen. Jika pengelompokan
justru dilandasi oleh kemampuan yang berbeda – beda akan terbentuk kelompok yang heterogen.
c. Mengelompokan siswa secara acak. Hal ini dapat dilaksanakan dengan
cara meminta siswa menghitung, misalnya yang termasuk kelipatan angka
3 menjadi satu kelompok, atau kelipatan 4, atau kelipatan 5 menjadi satu
kelompok, meminta siswa berpasangan dengan siswa yang duduk
disebelahnya dan sebagainya.
d. Mengelompokan siswa berdasarkan pilihan siswa. Siswa memilih sendiri
anggota kelompok mereka berdasarkan keinginan siswa untuk bekerja
tidak memiliki kelompok. Untuk itu, guru dapat menunjuk siswa tersebut
mesuk kelompok yang mana.
3. Manfaat Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning)
Banyak para ahli yang mengungkapkan manfaat yang dapat dipetik
dari implementasi pembelajaran kolaboratif. Namun dengan alasan berbagai
manfaat tersebut sudah di ungkapkan oleh Hari Srinivas sesuai penjelasan
dibawah ini, pada buku ini hanya disampaikan manfaat pembelajaran
kolaboratif versi Hari Srinivas (Warsono, 2014 : 78).
Demikian intensifnya Hari Srinivas mengamati praktik pembelajaran
kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah negara, sehingga ia sampai pada
kesimpulan tentang banyaknya manfaat pembelajaran kolaboratif, antara lain
yaitu :
a. Mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
b. Meningkatkan interaksi yang lebih familiar antara guru dengan
murid.
c. Meningkatkan daya ingat siswa.
d. Mengembangkan rasa percaya diri para siswa.
e. Meningkatkan tingkat kepuasan murid karena bertambahnya
pengalaman.
f. Meningkatkan pemahaman tentang adanya berbagai perbedaan.
g. Menjangkau harapan hasil pembelajaran yang tinggi baik bagi
h. Pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan dalam kelas personal
yang jumlah siswanya besar.
i. Meningkatkan hubungan sosial dan akademik di luar sekolah dan
antar siswa dari berbagai kelas dan sekolah.
j. Menciptakan suasana kelas tempat para siswa dapat
BAB III
PAPARAN DATA DAN TEMUANPENELITIAN A. Subjek Penelitian
1. Gambaran Umum MI Kawengen 02
Sejarah berdiri MI Kawengen 02
Pada tahun 1967 MI kawengen 02 berdiri dengan kondisi masyarakat
yang masih terbelakang pendidikannya, bahkan pada saat itu mayoritas
penduduk desa Kawengen 90% buta huruf. Pada tahun tersebut merupakan
masa pasca penjajahan sehingga tokoh agama dan tokoh masyarakat desa
Kawengen mempunyai inisiatif untuk mendirikan madrasah. Pada saat itu
madrasah didirikan dengan nama MWB (Madrasah Wajib Belajar).
Adapun tokoh pendiri madrasah adalah Bp. Rojikan (Alm), Bp.
Muthohir (Alm), dan Bp. Suratman. Beliau latar belakang pendidikannya
adalah Pondok Pesantren sehingga beliau sangat antusias dalam
melaksanakan kegiatan pendidikan.
Pada awal berdirinya madrasah para pendiri memwakafkan tanahnya
seluas 461 dari bapak Rojikan untuk digunakan sarana pendidikan,
kemudian untuk pembangunan gedung dari swadaya masyarakat dusun
Gendurit.
Pada tahun pertama jumlah gedung belajar 1 lokal dengan jumlah
dan Bapak Suratman. Kemudian seiring dengan perkembangan pendidikan di
MWB berkembang pesat dengan jumlah siswa 96 peserta didik. Setelah itu
MWB tersebut masuk kedalam Yayasan Islamic Centre Sudirman Ambarawa
pada tahun 1984 dengan nama MI Kawengen 02, akan tetapi pada
tahun-tahun terakhir Yayasan Sudirman kurang aktif dalam melaksanakan
pembinaan dan perhatian di sekolah MI Kawengen 02 sehingga pada tahun
2002 MI Kawengen 02 masuk dalam Yayasan Lembaga Pendidikan Al
Ma’arif meskipun tidak meninggalkan induk sekolah utama yaitu Yayasan
Islamic Sudirman Centre Ambarawa.
Demikianlah sejarah berdirinya MI Kawengen 02. Adapun batas-batas
wilayah MI Kawengen 02 adalah :
a. Utara : Berbatasan dengan Dusun Jatirejo, Kawengen
b. Timur :Tanah Perhutani Kabupaten Semarang
c. Selatan : Dusun Sidoarjo, Bergas
d. Barat : Tanah Perhutani Kabupaten Semarang
2. Visi, dan Misi Madrasah
a) Visi Madrasah
Meraih prestasi dengan meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan
b) Misi Madrasah
Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi mutu baik secara
keilmuan maupun secara moral dan sosial, sehingga mampu menyiapkan
dan mengembangkan sumber daya insani yang mempunyai kualitas
dibidang IPTEK dan IMTAQ.
3. Data Personalia
MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur, memiliki tenaga pendidik
sebanyak 9 orang yang terdiri dari 6 guru kelas, 2 guru mata pelajaran dan 1
Kepala Sekolah.
9 Sutrasno Guru Agama SLTA
4. Data Siswa
Keadaan siswa di MI Kawengen 02 masih memiliki daya tarik yang
kurang sehingga masyarakat lebih memilih menyekolahkan anak mereka di
sekolah lain. Namun sebenarnya dari tahun ke tahun keadaan siswa semakin
meningkat, akan tetapi tahun 2012 sampai 2013 tidak ada peningkatan,
namun ditahun 2014 sampai sekarang mengalami sedikit peningkatan.
Seluruh siswa siswi di MI Kawengen memiliki 137 siswa yang terdiri 83
laki-laki dan 54 perempuan.
Tabel 3.2 Data Siswa di MI Kawengen 02 No Kelas Jumlah Peserta Didik
2014/2015 2015/2016 L P J L P J
1 I 24 10 34 19 7 26
2 II 13 9 22 17 14 31
3 III 12 8 20 13 9 22
4 IV 12 6 18 12 8 20
5 V 12 8 20 12 6 18
5. Sarana Prasarana dan Fasilitas
Tabel 3.3 Data Ruang MI Kawengen 02
No Nama Barang Kondisi Jumlah Baik Rusak
1 Gedung Sekolah 1 - 1
2 Ruang Kelas 6 - 6
3 Ruang Kepsek 1 - 1
4 Ruang Guru 1 - 1
5 Ruang Perpustakaan 1 - 1
6 Ruang UKS 1 - 1
7 Toilet 2 - 2
6. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran IPA kelas IV tahun
ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian
tersebut menggunakan jam mata pelajaran sesuai pelajaran IPA kelas IV MI
Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur.
Waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:
1) Kegiatan pra siklus untuk observasi awal pada tanggal 28 April 2016.
2) Kegiatan siklus I dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2016.
B. Deskripsi Pra Siklus
Penelitian siklus ini dilakukan pada hari kamis tanggal 28 April 2016 dikelas
IV MI Kawengen 02 Kecamatan Ungaran Timur. Berdasarkan hasil observasi
yang telah dilakukan peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen nilai dari wali
kelas tentang pelajaran IPA dan tentang kebiasaan siswa saat pembelajaran
berlangsung. Dari situ di dapatkan nilai-nilai siswa masih banyak siswa yang
mendapatkan nilai di bawah rata-rata, hasil tersebut diketahui nilai siswa yang
tuntas atau mencapai KKM sebanyak 9 siswa dan 11 siswa nilainya masih
dibawah standar KKM.
C. Deskripsi Siklus I
Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada semester II, tanggal 4 Mei
2016. Pelaksanaan tindakan ini sesuai dengan program semester mata pelajaran
IPA kelas IV semester II. Siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
selama dua jam pelajaran (2 x 35 menit) yang diikuti oleh 20 siswa. Pelaksanaan
setiap siklus dalam penelitian ini dilakukan dalam 4 tahapan, yaitu dengan tahap
perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi
(reflekting). Adapun rincian tiap tahapan kegiatan yang dilakukan selama proses