• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembanganmodel Dan Analisa Respon Parking Bumper Dari Bahan Polymeric Foam Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Terhadap Beban Impak Jatuh Bebas Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembanganmodel Dan Analisa Respon Parking Bumper Dari Bahan Polymeric Foam Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Terhadap Beban Impak Jatuh Bebas Chapter III V"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu

3.1.1. Tempat

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pusat Riset Impak dan

Keretakan Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera

Utara. Beberapa kegiatan penelitian yang dilakukan seperti diperlihatkan pada

tabel 3.1.

Tabel 3.1. Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Lokasi Penelitian Keterangan

1 Pengolahan serat Laboratorium impak

dan keretakan unit I

2 Pembuatan

spesimen

Laboratorium Impak

dan Keretakan Unit I

Spesimen uji impak

Alat uji impak jatuh

bebas kecepatan

tinggi.

3.1.2 Waktu

Waktu pelaksanaan penelitian ini direncanakan selama 5 (lima) bulan

dimulai Oktober 2012 s.d. Maret 2013

3.2. Desain StrukturParking Bumper

Pada penelitian ini disain struktur parking bumper yang akan dibuat adalah desain dengan bentuk setengah bola dan bidang lurus dengan variasi sudut

(2)

0

3.2.1. Analisa Gaya padaParking Bumperredesain

Analisa gaya yang terjadi pada parking bumper yang akan dibuat dalam

penelitian ini dapat dilihat dimana ban mobil menyentuh parking bumper

sehingga akan terjadi gaya tekan yang bekerja pada parking bumper tersebut, hal ini untuk melihat kerusakan yang terjadi akibat benturan tersebut. Ilustrasi ban

mobil saat menyentuhparking bumperditunjukkan pada gambar 3.1. Ket :

1 = BAN MOBIL

2 = PARKING BUMPER 3 = BETON

4 = PERMUKAAN LANTAI

1

2

3

4

Gambar 3.1 Ilustrasi pembebanan pada parking bumper

3.2.

Analisa Gaya yang terjadi dapat kita uraikan menjadi seperti pada gambar

fs P

F 45 F

W cos W sin

W

(3)

)

Untuk menganalisa distribusi gaya seperti pada gambar 3.12 dapat

diasumsikan bahwa W tersebut adalah berat bobot mobil, dan P adalah gaya

normal yang selanjutnya kita beri nama gaya tekan yang terjadi pada parking bumper, sehingga besarnya nilai gaya tekan tersebut adalah:

∑ = 0

g = Percepatan gravitasi (

v = Kecepatan ( )

= Sudut Kemiringan (⁰)

fs= gaya gesek (N)

μ s= koefisien gesek

3.3. Material KompositPolymeric Foam

3.3.1. Bahan

(4)

3.3.1.1.Polyester ResinTak Jenuh

Jenis resin yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah resin

unsaturated polyesterBQTN-157, seperti diperlihatkan pada gambar 3.3.

Gambar 3.3. ResinUnsaturated PolyesterBQTN-157

3.3.1.2.Blowing Agents

Jenis blowing agent yang digunakan adalah polyurethane yaitu campuran antara polyol dan isosianat yang akan bereaksi antara keduanya. Larutan polyol

danisosianat seperti diperlihatkan pada gambar 3.4.

a b

(5)

Gambar 3.6. Bahan-bahan larutan NaOH, (a) NaOH padatan, (b) air aquades 3.3.1.3. Katalis

Jenis katalis yang digunakan adalah jenis Methyl Ethyl Ketone Peroksida

(MEKP), seperti diperlihatkan pada gambar 3.5.

Gambar 3.5. Katalis jenis MEKP (Methyl Ethyl Ketone Peroksida)

3.3.1.4. Pembersih Serat

Pembersih serat tandan kosong kelapa sawit digunakan NaOH yang

dicampur dengan air bersih sebelum dilakukan perendaman. Pembersih ini

berfungsi untuk menghilangkan kadar minyak yang masih terkandung dalam serat

serta mikroba–mikroba yang terdapat dalam serat. NaOH dapat dilihat pada gambar 3.6.

(6)

3.3.1.5. Pelumas Khusus

Untuk memudahkan dalam pembongkaran spesimen yang telah dicetak

maka digunakan pelumas, pelumas ini berfungsi untuk melapisi antara cetakan

dan spesimen yang akan dicetak sehingga sewaktu pembukaan spesimen dari

cetakan tidak merekat. Pelumas khusus dapat dilihat pada gambar 3.7.

Gambar 3.7. Pelumas Wax (Mirror Glaze)

3.3.1.6. Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

Serat tandan kosong kelapa sawit yang berfungsi sebagai penguat matriks

komposit polymeric foam diperoleh dari hasil pengolahan tandan kosong kelapa sawit yang diolah menjadi serat dilakukan dalam beberapa proses. Serat tandan

kosong kelapa sawit yang diperlihatkan pada gambar 3.8.

a b

(7)

±

K

Proses pembuatan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat dilihat

pada gambar 3.9.

TKKS dari PKS TKKS yang telah dicabik cabik

(8)

Gambar 3.11. Timbangan digital

Serat tandan kosong kelapa sawit yang diperlihatkan pada gambar 3.10

adalah serat yang telah diproses sehingga menjadi serbuk–serbuk halus.

Gambar 3.10. Serat TKKS yang telah dihaluskan

3.3.2. Peralatan

Peralatan yang dipergunakan pada penelitian ini terdiri dari:

3.3.2.1. Alat Ukur

Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah:

1. Alat Ukur Berat Jenis

Alat ukur untuk mengetahui berat jenis spesimen digunakan timbangan

digital, dengan cara terlebih dahulu harus mengetahui massa dan volume

spesimen. Timbangan digital yang dipergunakan pada penelitian ini seperti

(9)

Cetakan parking bumper diperlihatkan pada gambar 3.14. 2. Alat Ukur Volume

Untuk mengetahui besarnya volume digunakan gelas ukur. Gelas ukur yang

digunakan dalam penelitian ini seperti terlihat pada gambar 3.12.

Gambar 3.12. Gelas ukur volume

Pengukuran volume air dilakukan dengan menggunakan gelas ukur 1000

ml. dan volume NaOH menggunakan gelas ukur dengan volume 100 ml.

3. Alat Ukur Dimensi

Untuk mengukur dimensi cetakan digunakan dua buah alat ukur yaitu:

mistar baja dan jangka sorong. Jangka sorong yang digunakan seperti terlihat pada

gambar 3.13.

Gambar 3.13. Jangka sorong

3.3.2.2 Alat Pembuatan Spesimen

Dalam prosees pembuatan spesimen ada beberapa alat yang digunakan yaitu

sebagai berikut:

(10)

Gambar 3.14. Cetakan parking bumper

Cetakan yang digunakan terbuat dari bahan tripleks dengan dilapisi kaca

pada bagian dalam cetakan .dapat dilihat pada gambar 3.15.

a b

Gambar 3.15. Cetakan setelah dimodifikasi, (a) Die cetakan, (b) Mold cetakan

Cetakan ini digunakan untuk mendapatkan permukaan spesimen yang rata,

sehingga dilapisi dengan kaca yang memiliki ketebalan 5 mm pada bagian dalam

die cetakan, lalu untuk menghindari terjadinya pecah pada kaca tersebut maka

(11)

untuk memudahkan pembukaan cetakan. Mold cetakan terbuat dari triplek dan

kayu.

2. Mesin Penghalus Serat

Mesin penghalus serat digunakan untuk menghaluskan serat TKKS menjadi

berukuran 0,1–0,8 mm. Gambar mesin penghalus serat dapat dilihat pada gambar

3.16.

Gambar 3.16. Mesin penghalus serat

Spesifikasi mesin penghalus serat dapat dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2. Spesifikasi mesin penghalus serat

No. Spesifikasi Satuan Besaran

1. Jenis Motor Listrik Induksi

2. Daya Keluaran HP/kW 1 / 0,75

3. Frekuensi Hz 50

4. Voltage V 220

5. Arus Listrik A 8

6. Putaran Mesin Rpm 1450

7. Fase 1

(12)

Gambar 3.17. Alat pengujian Impak Jatuh Bebas Tabel 3.3. Alat-alat digunakan proses pembuatan serat

No Nama Jml Sat. Jenis Material Ukuran

(mm)

1 Ember 1 Bh Plastik

2 Martil 1 Bh Besi

3 Selang 1 Bh Plastik

4 Gunting 3 Bh Besi

5 Sarung tangan 1 Bh Besi

3.3.2.3.Alat Uji

a. Impak Jatuh Bebas

Pengujian impak jatuh bebas didefinisikan adalah sebuah benda jatuh bebas

dari keadaan mula berhenti mengalami pertambahan kecepatan selama benda

tersebut jatuh. Jika benda jatuh ke bumi dari ketinggian tertentu relatif kecil

dibandingkan jari-jari bumi, maka benda mengalami pertambahan kecepatan ke

bawah dengan harga yang sama setiap detik. Hal ini berarti bahwa percepatan

benda berkurang dengan harga yang sama jika sebuah benda ditembakkan ke atas

kecepatannya berkurang dengan harga yang sama setiap detik dan perlambatan

(13)

3.4. Prosedur Pembuatan Parking Bumper

Untuk peralatan dan material yang akan digunakan dalam pembuatan

spesimenpolymeric foamseperti diperlihatkan pada tabel 3.3.

Tabel 3.4. Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan spesimen

Ukuran

No Nama Jml Sat. Jenis Material

Alat

Kayu dilapisi

1 Cetakan spesimen 1 Set

kaca

2 Gelas Ukur 1000 ml 1 Bh Kaca

3 Gelas Ukur 100 ml 1 Bh Kaca

4 Ember 1 Bh Kaca

5 Pengaduk 1 Bh Besi

(mm)

1 Matriks gr Unsaturated

polyester

2 Serat gr TKKS

3 Katalis gr MEKPO

4 Blowing Agent gr Polyol dan

Isocyanate

7 Pelumas gr Wax

8 Lembaran pelapis

cetakan

(14)

Gambar 3.18. Pemberian lapisan emisah pada bagian dalam 3.4.1. Metode PembuatanParking Bumper

Proses pembuatan parking bumper dimulai dengan menentukan komposisi sebagaimana terlihat pada tabel 3.4. Penelitian ini menggunakan komposisi dua

karena memiliki karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan komposisi

satu dan tiga.

Tabel 3.5. Pembagian komposisi untuk pembuatan parking bumper [17]

No. Nama Blowing

1 Komposisi Satu 10 75 10 5

2 Komposisi dua 15 70 10 5

3 Komposisi Tiga 20 65 10 5

3.4.1.1. Proses Pencetakan Parking Bumper

Proses pencetakan Parking Bumper dilakukan dengan langkah-langkah

sebagai berikut:

1. Pemberian lapisan pemisah (Pelumas Wax) pada cetakan. Oleskan

lapisan pemisah pada bagian dalam cetakan agar tidak terjadi ikatan

yang kuat atau lengket antara permukaan cetakan dan produk yang

dibentuk. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pembongkaran.

(15)

2. Persiapan bahan-bahan yang diperlukan yaitu serat, kemudian

ditimbang. Proses penimbangan serat sesuai dengan berat campuran

yang ditetapkan. Berat volume isi cetakan adalah 6303 gram.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan untuk membuat campuran

cairan polymeric foam seberat yang diinginkan sebanyak 85%. Penimbangan serat terlihat pada gambar 3.19.

Gambar 3.19. Penimbangan serat

3. Campurkan terlebih dahulu polyester resin dan serat tandan kosong kelapa sawit kemudian aduk hingga merata seperti yang terlihat pada

gambar 3.20.

(16)

adukanPolyol + Isocyanate

polyester resin tak jenuh dan serat tandan kosong kelapa sawit yang dipergunakan. Proses pencampuran antara polyester resin dengan serat TKKS diaduk selama ± 30 menit.

4. Campurkan katalis kedalam campuran serat dan resin dan aduk hingga

merata terlihat pada gambar 3.21.

Gambar 3.21. Campuran katalis dengan Serat dan resin tak jenuh

5. Campurkan bahan pembentuk polyurethane dengan komposisi polyol

55% dan isocyanate 45%, dan aduk hingga merata seperti diperlihatkan pada gambar 3.22.(a), dan (b).

a b

(17)

6. Masukkan campuran polyol + isocyanate kedalam campuran resin dan serat tandan kosong kelapa sawit. Setelah itu campurkan dengan katalis

lalu aduk hingga campuran merata, seperti ditunjukkan pada gambar

3.23.

Gambar 3.23. Pengadukan bahanpolymeric foamdan serat TKKS

7. Tuangkan campuran tersebut kedalam cetakan yang telah dipersiapkan

seperti diperlihatkan pada gambar 3.24.

(18)

8. Proses penuangan matriks dan serat kedalam cetakan. seperti

diperlihatkan pada gambar 3.25.

Gambar 3.25. Proses penuangan kedalam cetakan

3.4.1.2. Proses Pengerasan

Selanjutnya biarkan campuran tersebut bereaksi pada pada tekanan atmosfir

dan suhu kamar. Proses polimerisasi akan terjadi disertai dengan terbentuknya gelembung gas pada seluruh bagian komposit yang dituangkan dan pada proses

ini pun terjadi pengembangan pada campuran tadi. Reaksi yang terjadi dapat

dilihat pada gambar 3.26.

(19)

Dengan demikian akan terbentuk spesimen komposit berongga atau lebih

dikenal dengan istilahpolymeric foamterlihat pada gambar 3.27.

Gambar 3.27. Proses pengerasan setelah 24 jam

3.4.1.3. Proses Pembuatan Beton Pemberat

Setelah spesimen dibuka dari cetakan dan dipotong sesuai ukuran yang

diinginkan maka tahap terakhir yaitu menyisipkan beton pemberat pada bagian

bawah spesimen yaitu dapat dilihat pada gambar 3.28.

DAERAH DISISIPKAN BETON

Gambar 3.28. Bahagian yang akan diisikan beton

Fungsi beton pada spesimen yaitu sebagai pemberat apabila ada gaya

ataupun gangguan terhadap parking bumper maka posisi parking bumper tidak berpindah dari posisi semulanya selain itu beton ini juga bisa sebagai pengikat

(20)

Gambar 3.30. Bagian yang telah diisikan beton Tahapan pembuatan serta penyisipan beton yaitu sebagai berikut:

1. Aduk terlebih dahulu bahan pasir dan semen dengan perbandingan

volume 2:1 hingga merata

2. Lalu campurkan air kedalam campuran semen dan pasir yang sudah

merata dengan volume 1:5 dari volume pasir

3. Aduk kembali sehingga merata lalu tuangkan kebahagian parking bumper yang telah disediakan namun sebelum dituangkan terlebih dahulu parking bumper ditancapkan paku yang berfungsi untuk mempererat beton sehingga tidak lepas dari parking bumper setelah beton kering. Bahagian yang akan disi beton dan ditancapkan paku

tampak pada gambar 3.29.

Paku

Paku

Gambar 3.29. Bagian yang akan diisi beton pemberat

4. Setelah disikan ratakan permukaan beton hingga sama dengan

(21)

Gambar 3.32.AssemblingAlat Pen

gujian Impak Jatuh Bebas

5. Tunggu hingga 24 jam agar beton mengering sempurna seperti tampak

pada gambar 3.31.

Gambar 3.31. Beton yang telah kering

3.5. Alat Uji (Uji Impak Jatuh Bebas)

Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat uji impak jatuh

bebas. Pengujian ini untuk mengetahui respon tegangan pada material akibat efek

rambatan gelombang regangan dengan laju rambatan gelombang yang tinggi.

Pengujian dilakukan dengan ketinggian jatuh impaktor 0.5 m dan 1 m, dan berat

test rig sebesar 5 Kg [17]. Replika alat dapat dilihat pada gambar 3.32 berikut.

Keterangan :

7 6. Testrikatas 7. Batang Pemegang 6 8. Landasan Bandul

(22)

nAnvil

3.5.1. Set-up Pengujian Impak

Sebelum dijalankan pengujian maka harus dilakukan langkah – langkah untuk menghidupkan alat uji yaitu sebagai berikut [16]:

1. Hubungkan semua koneksi seperti: loadcell, sensor posisi, kabel USB dan Power DAQ, Lab-Jack U3-LV. Peralatan dapat dilihat pada gambar 3.33 berikut.

a b

Gambar 3.33. Komponen-komponen alat impak jatuh bebas, (a)Loadcelldan kabel, (b) DataEquisition

2. Aktifkansoftware DAQFor Helmet Impact Testing dari Icon yang ada didekstop.

3. Persiapkan peralatan uji jatuh bebas dan pastikan bahwa loadcell dan dudukan loadcell sudah terpasang dengan baik begitu juga dengan

anvil supportseperti gambar 3.34.

a b

(23)

4. Masukkan Anvil pada Anvil Support sesuai dengan kebutuhan pengujian pengambilan data.

5. Siapkan sampel uji yang akan dilakukan pengujian seperti terlihat pada

gambar 3.35 berikut.

Gambar 3.35. Posisi spesimen yang akan diuji

3.5.2. Prosedur Pengujian Impak

Adapun langkah – langkah penempatan spesimen ke alat pengujian yaitu sebagai berikut [16]:

1. Pasangkan sampel uji yang akan dilakukan pengujian pada test rig.

2. Tentukan posisi jarak ketinggian jatuh impaktor yang diinginkan, dan

pastikan sensor proximity dalam kondisi aktif dan pada penelitian ini

di uji pada jarak 0,5 meter dan 1 meter.

3. Tekan tombol Start padasoftware DAQ for Helmet Impact Testing. 4. Setelah jarak ketinggian ditentukan dan memastikan bahwa sensor

proximity sudah berfungsi, spesimen uji sudah terpasang, maka

impaktor siap untuk dijatuhkan dengan cara melepaskan tali penahan

luncuran impaktor.

5. Tekan tombol STOP setelah beberapa saat impaktor menumbuk spesimen pada anvil.

6. Tekan tombol SAVE untuk menyimpan data hasil uji ke dalam file berformat txt, dan akan tersimpan dalam drive C folder DATAEXP

(24)

7. lalu data hasil pengujian tersebut diolah dengan menggunakan program

software MS-EXCEL.

3.5.3. Prosedur Kalibrasi

Pengujian impak jatuh bebas dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan

kalibrasi pada DAQ Lab-Jack dan DAQ For Helmet Impact Testing Software

sesuai dengan alat loadcell yang memang sudah mendapatkan sertifikasi kalibrasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk kapasitas maksimum 20.000 Kg

beban statis, untuk pengujian ini loadcell dikalibrasi dengan DAQ for Helmet impact testing softwaresebesar 3500 Kg.

Prosedur kalibrasi adalah sebagai berikut [16]:

1. Letakkan loadcell pada alat penekan dan hubungkan kabel loadcell

dengandigital display calibrator.

2. Jalankansoftware DAQ For Helmet Impact Testingdan buka program

Calibrationseperti terlihat pada gambar 3.36.

Gambar 3.36.DAQ for Helmet Impact testing Software.

3. DAQ For Helmet Impact Testing Software akuisisi data khusus untuk memonitor pengujian dengan metode software menerima masukan (input) gaya dari sinyal loadcell dan titik tumbukan pada saat posisi impaktor menumbuk spesimen lalu dan diteruskan ke loadcell. Posisi ketinggian impaktor direkam beserta waktunya dan ditandai dengan

berubahnya warna merah pada tampilan posisi diinterface user.

(25)

up program kalibrasi.

5. Lepaskan kabel loadcell dari digital display dan masukan atau hubungkan kabel tersebut dengan DAQ Lab-Jack U3-LV seperti

terlihat pada gambar 3.37.

Gambar 3.37. Kabelloadcelldengan DAQ Lab-Jack U3-LV

6. Pilih channel loadcell AINO pada interface user CALIBRATION PROGRAMseperti terlihat pada gambar 3.38.

Gambar 3.38.Calibration Program

7. Tekan START dan akan terbaca padatext Voltage(atas kanan).

8. Isilah atau ketiklah entry value pada text VALUE MAX nilai 3500

dan tekan OKE (sebelah kanan).

9. Lepaskan beban penekanloadcell.

10. Isilah entri value pada teks VALUE MIN nilai 0 dan tekan OKE (sebelah kanannya).

11. Tekan tombolCONFIRMmaka akan muncul nilai CONVERTIONdan

OFSET.

12. Tekan SAVE to FILE untuk menyimpan data hasil kalibrasi kedalam secara otomatis.

13. Tekan tombol finish untuk mengakhiri proses kalibrasi.

(26)

alir penelitian 3.6. Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian ditunjukkan oleh Gambar 3.39.

(27)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proses pembuatan dan

menganalisa respon parking bumper dari bahan polymeric foam diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit ( TKKS ). Pengujian yang dilakukan adalah uji impak

dengan menggunakan sistem beban jatuh bebas terhadap spesimen. Spesimen

telah mengalami perubahan model atau redesain dari bentuk – bentuk pada penelitian sebelumnya.

4.2. PembuatanParking BumperRedesain

Pemakaian komposisi pada bahan untuk material parking bumper ini menggunakan hasil terbaik uji komposisi pada penelitian sebelumnya. Pembuatan

parking bumper dilakukan dengan cetakan yang berukuran 1000×200×130 (mm). Pada saat mencetak maka volume isi cetakan yang ideal adalah sepertiga dari

ketinggian cetakan, hal ini dikarenakan sewaktu terjadinya reaksi pengerasan

maka akan terjadi pengembangan atau penggelembungan gas-gas. Setelah

terjadinya penggelembungan gas tersebut, produk akan mengeras pada suhu

kamar. Hasil spesimen dapat dilihat pada gambar 4.1.

a b

Gambar 4.1. Spesimen Hasil (a) Spesimen contoh dengan dimensi 250×200×130

(28)

Polyester resin 70

Katalis 5

Blowing Agent 15

Untuk dimensi dari parking bumper dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut:

Gambar 4.2. Dimensi spesimen yang telah dibuat

Tabel 4.1. Spesifikasiparking bumper

No Nama Satuan Nilai

1 Massa Jenis ( ) 17,78

Fungsi beton terhadap parking bumper ini hanya sebagai pemberat apabila

parking bumper mengalami gaya eksternal saat diletakkan diparkiran. Untuk komposisi beton tidak ada variasi yang dilakukan yaitu 2 Kg volume pasir : 1 Kg

semen.

4.3. PengujianParking Bumper

(29)

dan menghitung tegangan serta energi yang diperoleh. Selain itu diperlukan juga

responparking bumperterhadap pengujian-pengujian yang dilakukan

4.3.1. Pengujian Impak

Pengujian impak dilakukan dengan metode impak jatuh bebas, dan sampel

diambil dengan 3 (dua) buah sampel dengan variasi ketinggian diantaranya 0,5 m

dan 1 m, hal ini dilakukan untuk mendapatkan tegangan yang bekerja pada

material tersebut sehingga akan diperoleh hasil akhir bahwa material tersebut

memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh parking bumper. Sehingga pada pemakaian parking bumper dapat bekerja secara maksimal. Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4.3 spesimen yang akan di uji.

a b

Gambar 4.3. Pengujian impak, (a) Pengujian pada jarak 0,5 m, (b) spesimen saat

dikenaitestrikalat pengujian

Dengan ketinggian 0,5 meter, grafik diperlihatkan seperti pada gambar 4.4.

dimana perubahan hampir tidak berbeda antar spesimen 1, spesimen 2, dan

(30)

0

PENGUJIAN PADA KETINGGIAN 0.5 METE 25

Gambar 4.4. Grafik gaya impak.pada ketinggian 0,5 meter

Dari gambar 4.4. terlihat bahwa untuk kategori ketinggian 0,5 meter rata– rata diperoleh gaya impak sebesar 21,62 Kgf = 223,7988 N , sementara untuk

ketinggian impak 1 meter dapat dilihat pada gambar 4.5.

PENGUJIAN PADA KETINGGIAN 1.0 METER

30

Gambar 4.5. Grafik gaya impak pada ketinggian 1 meter.

Pada grafik 1 meter diperoleh nilai rata-rata gaya impak yaitu 25,83 Kgf =

(31)

A

273,9933 N pada spesimen 3. Sementara untuk nilai gaya maksimum

diperlihatkan pada gambar 4.6.

GRAFIK GAYA IMPAK VS WAKTU

30

Gambar 4.6. Grafik maksimum seluruh spesimen

Pada daerah pembebanan, luas daerah pembebanan adalah 0,0078 m2 yang

merupakan luas penampang, hasil dari perbandingan antara gaya impak dengan

luas penampang maka akan dihasilkan tegangan. Sedangkan energi diperoleh dari

hasil kali gaya impak dengan ketinggian hasil ini ditabulasikan dalam tabel 4.1.

berikut.

Tabel 4.2. Hasil pengujian impak jatuh bebasparking bumpersetelah diredesain.

No Spesimen Ketinggian

Spesimen 1 0,5 238,5792 119,2896 3,0587

1 Spesimen 2 0,5 212,0922 106,0461 2,7191

Spesimen 3 0,5 220,7250 110,3625 2,8298

Spesimen 1 1 212,0922 212,0922 2,7191

2 Spesimen 2 1 229,7502 229,7502 2,9455

(32)

men 1,(b) spesimen 2,(c) Spesimen 3 Tabel 4.3. Hasil pengujian impak jatuh bebasparking bumpersebelum

diredesain[10].

K1(10:75:10:5) 0,5 27,03 13,515 2,2065

1 K2(15:70:10:5) 0,5 26,33 13,165 2.1493

K3(20:65:10:5) 0,5 17,12 8,56 1,397

K1(10:75:10:5) 1 35,14 35,14 2,868

2 K2(15:70:10:5) 1 28,83 28,83 2,353

K3(20:65:10:5) 1 24,32 24,32 1,985

Pada tabel 4.2 adalah hasil data pada penelitian sebelumnya. Apabila

dibandingkan parking bumper setelah diredesain meningkat sebesar 0,7199 MPa untuk jarak 0,5 m dan 0,6306 MPa untuk jarak 1 m. Ini membuktikan bahwa

redesain parking bumper membuat sifat mekanik dari parking bumper semakin membaik.

4.3.2. ResponParking Bumper

Setelah dilakukannya pengujian maka spesimen akan berubah dari

keadaannya semula, inilah yang disebut respon dari parking bumper. Setelah dilakukannya pengujian untuk jarak 0,5 meter dan 1 meter maka spesimen dapat

dilihat pada gambar 4.7 berikut.

a

b

c

(33)

apabi

Tampak pada gambar tidak ada perubahan bentuk ataupun crack yang terjadi pada parking bumper sedangkan untuk melihat ketahanan maksimal

parking bumper dilakukan beberapa variasi pengujian mulai dari pengujian 1,5 meter; 2 meter; 2,5 meter; 3 meter; 3,5 meter. Didapat hasil bahwa pada pengujian

3,5 meter terjadicrackpada salah satu spesimen yaitu terllihat pada gambar 4.8

a b

Gambar 4.8. Salah satu spesimen setelah diuji 3,5 meter, (a) salah satu pesimen,

(b) daerahcrakpada spesimen

Daerah yang dilingkari merah merupakan daerah crack akibat beban impak dengan jarak pengujian 3,5 meter ataupun dengan kecepatan impak 8,28 =

29,6 la dikonversikan kekecepatan mobil. Untuk data-data hasil

pengujian beserta foto dapat dilihat pada lampiran.

4.3.3. Validasi

Untuk menilai ataupun membandingkan keakuratan dari mesin uji Impak

Jatuh Bebas maka dilakukan validasi nilai antar nilai yang diperoleh dari teori

(34)

Pengujian (m) Teori (N) Pengujian (N)

1 0,5 215,70997 223,7988 2,35

2 1 216,5507 232,7259 6.95

Pengujian (m) Teori (Pa) Pengujian (Pa)

1 0,5 27655,12 28692,15 2,35

2 1 27762,92 29836,65 6,95

Tabel 4.4. Hasil validasi nilai gaya.

Jarak

No Nilai Nilai Ralat (%)

Untuk nilai tegangan yang diperoleh hasil validasi persen ralat sama seperti

nilai pada tabel 4.2. Untuk lebih jelas nilai validasi tegangan dapat dilihat pada

tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.5. Hasil validasi nilai tegangan.

Jarak

(35)

Energi = 110,3625 J dan Teg

angan = 2,8298 MPa.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh beberapa hasil yang

merupakan jawaban dari tujuan yang dijadikan kesimpulan penelitian ini di

antaranya:

1. Pembuatanparking bumperredesain

Pembuatanparking bumper menggunakan komposisi yang telah diteliti pada penelitian sebelumnya yaitu Serat = 10 %, Resin = 70 % , Katalis = 5

%, blowing agents = 15 % berdimensi 75×200×130 mm untuk pengujian impak jatuh bebas dan 250×200×130 mm untuk contoh konkrit. Proses

pembuatan menggunakan metode penuangan kecetakan setelah bahan

dicampurkan kedalam sebuah wadah lalu dituang kedalam cetakan yang

telah dimodifikasi sesuai bentuk yang diinginkan. Pada permukaan cetakan

yang terkena bahan dilapisi pelumas wax agar pada proses pembukaan

cetakan spesimen tidak lengket terhadap cetakan. Bukan hanya itu sebelum

diolesi pelumas permukaan die cetakan dilapisi dengan lembaranaluminium foil agar semakin memudahkan pembuatan spesimen dari cetakan. Setelah 24 jam dibiarkan mengering maka cetakan dibuka dan spesimen dipotong

sesuai dimensi yang dibutuhkan. Spesimen yang sudah sesuai dimensinya

masing-masing disisipkan beton pemberat sebelum dilaksanakan pengujian

sedangkan untuk spesimen contoh konkrit akan dipoles agar tampak lebih

bagus.

2. Karakteristik Sifat Mekanik Bahan

Hasil pengujian impak jatuh bebas

 Pada ketinggian 0,5 m untuk; spesimen 1 ; F max. = 238,5792 N,

energi = 119,2896 J dan tegangan = 3,0587 MPa. spesimen 2 ;

Dan hasil F max. = 212,0922 N, Energi = 106,0461 J dan

(36)

 Pada ketinggian 1 meter: Spesimen 1, F max. = 212,0922 N,

Energi = 212,0922 J dan Tegangan = 2,7191 MPa. Spesimen 2,

F max = 229,7502 N, Energi = 229,7502 J dan Tegangan =

2,9455 MPa. Spesimen 3 F max. = 256,3353 N, Energi =

256,3353 J dan Tegangan = 3,2863 MPa

Pada penelitian sebelumnya sifat mekanik parking bumper terbaik untuk pengujian 0,5 m yaitu F max. = 258.2973 N, Energi = 13,165 J dan

Tegangan =2,1493 MPa dibandingkan hasil penelitian ini untuk F max

rata-rata = 223,7988 N, Energi rata-rata-rata-rata = 111,8994 J dan Tegangan rata-rata-rata-rata =

2,8692 MPa.

Pada pengujian 1 m untuk penelitian sebelumnya F max = 282,8223 N,

Energi = 28,83 J dan Tegangan 2,353 MPa dan untuk penelitian penulis F

max rata-rata = 232,7259 N, energi = 238,3926 J, tegangan = 2,9836 MPa

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan meningkat setelah

parking bumper mengalami redesain dan ini semakin memperbaiki sifat mekanikparking bumper polymeric foamyang diperkuat serat TKKS

5.2. Saran

 Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk semakin memperbaiki sifat

mekanik parking bumper ini serta membuatnya semakin efisien dan ekonomis.

 Dalam pembuatan spesimen perlu ada ide – ide agar spesimen tidak rusak sewaktu dibuka dari cetakan hal ini perlu diamati pada penelitian

selanjutnya karena semakin rumitnya bentuk profil spesimen maka

semakin sulit juga proses pembukaannya dari cetakan dan kalau

Gambar

Gambar 3.14. Cetakan parking bumper
Tabel 3.2. Spesifikasi mesin penghalus serat
Tabel 3.3. Alat-alat digunakan proses pembuatan serat
Tabel 3.4. Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan spesimen
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: Melakukan pembuatan knalpot untuk di uji jatuh bebas dengan menggunakan komposit polyester resin tak jenuh

Kata Kunci: Cover bumper, Parking bumper, Concrete foam, Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Sofware ANSYS, Simulasi static, Simulasi Dinamic. Universitas

Struktur material yang dihasilkan berbentuk crosslink dengan keunggulan pada daya tahan yang lebih baik terhadap jenis pembebanan statik dan impak.Hal ini disebabkan molekul

sekaligus sebagai parking bumber dari material concrete foam yang diperkuat serat TKKS agar diperoleh desain struktur penutup drainase yang lebih baik dan lebih. aman

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis respon mekanik produk Speed Bump dari bahan Concrete Foam diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dikenai beban impak

Gambar anvil untuk peletakkan spesimen dan testrik yang nantinya anvil ini akan diletakkan pada batang pengh.. Gambar Testrik sebagai tempat diletakkannya spesimen uji, posisi

Gambar Testrik sebagai tempat diletakkannya spesimen uji, posisi testrik yaitu diatas anvil.. Gambar Posisi Mesin bor tangan yang berfungsi sebagai

Penelitian ini berfokus pada pembuatan dan analisa kekuatan material untuk mendapatkan komposisi komposit polymeric foam yang tepat dengan kandungan serat tandan