• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Jagung (Zea Mays l.)Terhadap Penyakit Karat Daun (Puccinia Polysora Underw.)Di Dataran Rendah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Ketahanan Beberapa Varietas Jagung (Zea Mays l.)Terhadap Penyakit Karat Daun (Puccinia Polysora Underw.)Di Dataran Rendah"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T., dan Y.D. Widyastuti, 2000. Meningkatkan Produksi Tanaman Jagung di Lahan Kering, Sawah dan Pasang Surut. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm. 50-51.

Agrios, G. N., 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hlm. 465.

Alexopoulus, C. J. dan C. W. Mims., 1979. Introductory Mycology. Third Edition. John Wiley & Sons, New York.

Bakhri, S, 2007. Budidaya Jagung Dengan Konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BTTP), Sulawesi Tengah.

Bangun, M.K., 1991. Perancangan Percobaan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara Press, Medan. Hlm. 44.

Birch, C.J., Robertson, M.J., Humphreys, E., and Hutchins, N. 2003. Agronomy Of Maize-In Review and Prospect. In C.J Birch, SR Wilson, eds. Versatile maize-Golden Opportunities: 5th Australian Maize Conference, City Golf

Club, Toowoomba, 18-20 Februari 2003.

Burhanuddin. 2009. Komponen Teknologi Pengendalian Penyakit Karat Puccinia polysora Underw (uredinales: pucciniaceae) Pada Tanaman Jagung. Prosiding Seminar Nasional Serealia. Hlm 427-434.

Chavez-Medina, J. A., Leyva-López, N. E., and Pataky, J. K. 2007. Resistance to

Puccinia polysora in maize accessions. Plant Dis. 91:1489-1495.

Dinas Pertanian Pertanian Sumatera Utara . 2010. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Jagung Menurut Kabupaten. Badan Pusat Statisitik. Jakarta.

Flint, K. M., and Thomson, S. V. 2000. Seasonal infection of the weed dyer’s woad by a Puccinia sp. rust used for biocontrol, and effects of temperature on basidiospore production. PlantDis. 84:753-759.

Galinat, W.C. 1988. The origin of corn. In G.F Sprague and J.W. Dudley, Eds. Corn and corn improvement. Agronomy Monographs No.18; pp. 1-31. American Society of Agronomy: Madison, Wisconsin.

Holliday, P., 1980. Fungus Diseases Of Tropical Crops. Cambridge Univ. Press, Cambridge. 607 hlm.

(2)

Hooker, A. L. (1979). Estimating disease losses based on the amount of healthy leaf tissue during the plant reproductive period.Genetika 11,181–192

Irriani, E. 1994. Efikasi fungisida Captafol dan Triadimefon untuk mengendalikan penyakit karat pada jagung. Risalah Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan Tahun 1993. Balittan

Kranz J., H. Schmutterrer, and W. Kock. 1997. Disease, Pest, and Weeds in Tropical Crops. Paul Parey, Berlin. 666p.

Mejaya, M.J., M. Azrai, dan R. Neni Iriany. 2010. Pembentukan Varietas Unggul Jagung Bersari Bebas. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.

Melching, J. S. (1975). Corn rusts: Types, races, and destructive potential. Proc. 30th Annu. Corn Sorghum Res. Conf., pp. 90–115.

Melching, J. S. (1981). The effect of inoculum density on urediospore germination and infection of corn by Puccinia polysora, the cause of southern corn rust. Phytopathology 71, 769.

Pandey, B.P. 1969. Taksonomy Of Angiosperm. S Cand & Company Ltd, New Delhi.

Pasandaran. P.,dan Tangejaya.B., 2004. Prospek Produksi Jagung diIndonesia.

Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Renfro, B. L. dan A. J. Ultstrup. 1976. A comparison of maize diseases in temperate and in tropical environment. PANS 22(4):491-498.

Roduel R. A., Gene E. Scot and Stanley B. King. 1988. Maize yield losses cause by viticola. Indian Phytopathology 39(6)812-814. Russel, G. E. 1978. Plant breeding for pest and disease resistance. Worth Butter, London, 458 p.

Santiago-Oro, R., and Exconde, O. R. (1974). Penetration and infection of corn by Puccinia polysora Underwent. Philipp. Agric. 58, 50–60. Saxena, K. M. S., and Hooker, A. L. (1968). On the structure of a gene for disease resistance in maize. Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A.

Schieber, E. 1977. Puccinia sorgi, P. polysora, Physopella zeae. P. 164-166. In. J. Kranz, H. Shumutterer and W. Koch. 1977. Disease, Pest, and Weeds in Tropical Crops. West Germany.

Semangun, H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gajah Mada University. Yogyakarta. Hlm. 36.

. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gajah Mada University. Yogyakarta. Hlm. 36-38.

(3)

. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gajah

Mada University. Yogyakarta. Hlm. 40.

Semangun, H. 1993. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gajah

Mada University. Yogyakarta.

Shurtleff MC, 1980. A compendium of corn diseases. 2nd Edition. St. Paul, Minnesota, USA: American Phytopathological Society.Sim TIV, 1980. Southern rust of corn recognized in Kansas. Plant Disease.

Shurtleff MC, 1980. A compendium of corn diseases. 2nd Edition. Dalam

Semangun, H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia.

Gajah Mada University. Yogyakarta.

Steenis, C.G.G.J., G.H. Bloembergen., P.J. Eyma. 2005. Flora. PT. Pradya Paramitha, Jakarta.

Sugandi, E dan Sugiarto. 1994. Rancangan Percobaan. Andi Offset, Yogyakarta. Hlm. 8.

Sudjono, M. S. 1988. Penyakit Jagung dan Pengendaliannya. Hal. 205-241.

Dalam. Subandi, M. Syam, dan A. Wdjono (ed.), Jagung. Pusat Peneitian dan Pengembangan Tanaman pangan, Bogor.

Sudjono, S. dan Sudarmadi. 1989. Teknik Pengamatan Hama dan Penyakit. Fakultas Pertanian. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hlm. 43.

Sudjono, M. S., dan Sukmana. 1995. Pengaruh masa tanam jagung terhadap penyakit dan hasil di Kecamatan Playen, kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Kongres Nasional XIII dan Seminar Ilmiah PFI, 25-27 September 1995. Mataram.

Sumartini. 1989. Penyaringan ketahanan varietas jagung terhadap penyakit karat dan bercak daun Helminthosporium. Prosiding Kongres Nasional X dan Seminar Ilmiah PFI, 14-16 Nopember 1989. Denpasar: 15159

Sumartini. 1992. Pengendalian penyakit bercak daun dan karat pada jagung secara kimiawi. Risalah Hasil Penelitian Tanaman Pangan tahun 1991. Balittan Malang: 31-35.

Sumartini dan Sri Hardaningsih. 1995. Penyakit Jagung dan Pengendaliannya. p. 19-40. Dalam: Pengenalan Hama dan Penyakit Tanaman Jagung serta Pengendaliannya. Monograf Balittan Malang, No. 13. Badan Litbang Pertanian. Puslitbang Tanaman Pangan. Balittan Malang.

Syafruddin, Faesal dan M. Akil., 2007. Pengelolaan Hara pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. Hlm. 213-214.

(4)

Tapsoba, H., and Wilson, J. P. 1997. Effects of temperature and light on germination of urediniospores of the pearl millet rust pathogen, Puccinia substriata var. indica. Plant Dis. 81:1049-1052.

Tim Bimbingan Teknis BPTP/LPTP, 1999. Metodologi Pengkajian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta. Hlm. 28- 29.

Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wakman, W. dan Burhanuddin., 2007. Pengelolaan Penyakit Prapanen Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. Hlm. 310-313.

Referensi

Dokumen terkait

Pengambilan ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang beroperasi di perairan pantai Karang-karangan Kabupaten Luwu dengan menggunakan alat tangkap

2) Mencit yang akan digunakan sebagai sampel yakni mencit jantan karena tidak terpengaruhi oleh hormon-hormon pada siklus menstruasi dan yang berumur 2-3 bulan, dengan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Docker Container sangat cocok untuk desain arsitektur sistem dengan pendekatan microservice, karena masing-masing service

[r]

Ada pengaruh penyuluhan kesehatan dengan media audiovisual terhadap sikap wanita usia subur dalam mengikuti program keluarga berencana di dusun Nogotirto Gamping

This study aims to examine the role of visual representation in physics learning (Dynamic Fluid, Impulse & Momentum, and Rotate Motion) and to compare the

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya yang menyangkut kegunaannya dalam

6 Faktor pendapatan rumah tangga, dengan kata lain tingkat perekonomian keluarga, selama ini juga diduga berpengaruh pada pemberian ASI eksklusif menurut Rahayu