• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Kelor (Moringaoleifera Lam.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Kelor (Moringaoleifera Lam.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

43

DAFTAR PUSTAKA

Cowan. (1999). Plant Product As Antimicrobial Agents. Oxford: Miamy University. Halaman 331.

Depkes RI. (1980). Materia Medika Indonesia. Jilid IV. Cetakan I. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Halaman 94-98.

Depkes RI. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Cetakan VI. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Halaman 247-251, 199-304, 321-325.

Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 9, 33.

Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 855, 896, 898, 1035.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 1, 10-11.

Dwidjoseputro.(1978). Dasar- Dasar Mikrobiologi.Jakarta : Penerbit Djambatan. Halaman 15-17.

Dzen, S.M., Santoso, S., Roekistiningsih., dan Winarsih S. (2003). Bakteriologi Medik. Malang: Bayumedia Publishing. Halaman 31-32, 120.

Eilert U, Wolters B, Nadrtedt A. (1981). The antibiotic principle of seeds of Moringa oleifera and Moringa stenopetala.Planta. Med 42: 55–61.

Farnsworth, N. R. (1966). Biological and Phytochemical Screening of Plants, Journal of Pharmaceutical Sciences. Volume 55.Number 3. Chicago: Reheis Chemical Company. Halaman 262-264.

Ferawaty, A.S., Agus, S., dan Delianis, P. (2012).Potensi Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Terhadap Bakteri Penyakit Kulit Pseudomonas aerufinosa, Staphlococcus epidermis dan Micrococcus luteus.Journal of Marine Research.1(2):152-160.

Guether, E. 1987.Minyak Atsiri. Jakarta: Universitas Jakarta. Halaman 21-23.

Harborne, J. B. (1987). Phytochemical Method. Terbitan Kedua. Penerjemah: Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 147.

Hayek, S. A., Gyawali, R., dan Ibrahim, S. A., (2013).Antimicrobial Natural Product. Dalam: Vilas, A. M. (ed). Microbial Pathogens and Strategies for Combating them: Science, Technology and Education. Halaman 911, 915-916.

(2)

44

Holt, G.J., Kneg, N.R., Sneath, A.H., Starley, T.J, Witirams, T.S. (1988). Ninth edition.Bergey’s Manual Od Determinative Bacteriology. London: Williams & Wilkins Company. Halaman 187.

Kiswandono, A.A. (2008). Pengaruh Proses Maserasi & Refluks pada Daun dan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam.)Terhadap Identifikasi dan Rendemen Senyawa Bioaktif yang dihasilkan. Medan: Universitas Trikarya. Halaman 45-48.

Krisnadi, D. (2012). E-Book Kelor Super Nutrisi. Diakses: 10 Februari 2015. http: www.kelorina.com. Halaman 25, 29, 56-57.

Kurniasih.(2013).Khasiat dan Manfaat Daun Kelor. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Halaman 166-169.

Lay, W.B. (1994). Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Halaman71-73.

Madduluri, S., Rao, B. K., dan Taram, S. B. (2013).In Vitro Evaluation of Antibacterial Activity of Five Indigenous Plants Extract Againts Five Bacterial Pathogens of Human. International Journal of Pharmacy and Pharmaceuticals Science.5(4): 683-684.

Madsen M, Schlundt J, Omer El-FE. (1987). Effect of water coagulation by seeds of Moringa oleifera on bacterial concentration.J Trop Med Hyg.90: 101– 109.

Moyo, B. (2012). Antimicrobial activities of Moringa oleifera Lam leaf extracts. African Journal of Biotechnology 11(11): 2797-2802.

Olsen A. (1987). Low technology water purification by bentonite clay and Moringa oleifera seed flocculation as performed in Sudanese villages: effects on Schistosoma mansoni cercariae. Water Res. 21: 517–522.

Oxoid. (1982). The Oxoid Manual of Culture Media, Ingredients and Other Laboratory Service. Edisi ke-5. Basingstoke: Oxoid Ltd. Halaman 20.

Palada MC, Changl LC .(2003). Suggested cultural practices for Moringa.International Cooperators’ Guide AVRDC. AVRDC pub # 03– 545 www.avrdc.org. Palada MC, Changl LC. 2003. Suggested cultural practices for Moringa. International Cooperators’ Guide AVRDC. AVRDC

Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman 105 117, 140-142.

Robinson, T. (1995).Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB. Halaman 71-72.

(3)

45

Rosmarkam, A., dan Yuwono, N.W. (2002).Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Kanisius. Halaman 37, 43, 63.

Stefanovic, O & Comic, L. (2012).Synergistic Antibacteria Interaction Between Melissa offinalis Extract and Antibiotics. Journal Of Apllied Pharmaceutical Science. Halaman 1-5

Supardi, I dan Sukamto. (1999). Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan.Bandung : Penerbit Alumni. Halaman 138-141; 175-177; 182-184.

Suriawiria.(2003). Aneka Manfaat Kelor Diakses Tanggal 29 Oktober 2015. Halaman 2-4

Sutherland, J.P., Folkard, G.K., Mtawali, M.A. and Grant, M.A. (1994).Moringa Oleifera as a Natural Coagulant.Paper 20th WWEDC Confrence Affordable Water Supply And Sanitation. Srilangka: Colombo. Halaman 1-2

Tilong, A.D. (2012). Ternyata Kelor Penakluk Diabetes. Yogyakarta: DIVA Press. Halaman 10–14.

Tim Mikrobiologi FK Universitas Brawijaya. (2003). Bakteriologi Medik. Cetakan Pertama. Malang: Bayu Media Publisher. Halaman 12, 59.

Todar, K. (2008). Staphylococcus aureus and Staphylococcal Disease.USA : Wisconsin, Madison. Available from: textbookofbakteriology.net/staph.html. Halaman 6-8.

Trease, G.E. and Evans, W. C. (1983).Pharmacognosy.Twelfth Edition. London: Bailiere Tindal. Halaman 527-544.

Volk, W.A. dan Wheeler, M.F. (1993).Mikrobiologi Dasar. Jilid I. Alih Bahasa: Markam. Jakarta: Erlangga. Halaman 33-40; 218-219.

World Health Organization. (1992). Quality Control Methods For Medicinal Plants. New York: Plenum Press. Halaman 9

Referensi

Dokumen terkait

Serbuk biji tua kelor ( Moringa oleifera Lam. ) telah diketahui sangat bermanfaat untuk penjernih air, yaitu dengan earn mengkoagulasi partikel, bakteri dan kotoran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas koagulan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) secara in vitro dengan parameter waktu koagulasi darah dan bentuk

Telah dilakukan penelitian tentang UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 80% BIJI KELOR (Moringa oleifera Lmk) TERHADAP BAKTERI Swtaphylococcus aureus DAN Sarcina lutea

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu laboratorium eksperimental dengan melakukan uji aktivitas inhibitor tirosinase ekstrak daun kelor (Moringa oleifera

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol kulit buah kelor (Moringa oleifera) dan mengetahui aktivitas antibakteri

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun Kelor ( Moringa oleifera, Lamk) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui

Perbandingan penelitian lain yang dilakukan oleh Sayeed et al (2012), dengan ekstrak buah kelor ( Moringa oleifera Lmk.) yang sama-sama menggunakan bakteri Shigella

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KELOR Moringa oleifera Lamk TERHADAP BAKTERI Staphyloccocus aureus ATCC 25923 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik guna