• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Dasar Jurnalistik Radio .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prinsip Dasar Jurnalistik Radio ."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

romelteamedia.com http://www.romelteamedia.com/2015/08/prinsip-dasar-jurnalistik-radio.html

Prinsip Dasar Jurnalistik Radio

Prinsip Dasar Jurnalistik Radio: Tekniks & Non-Teknis. Keterampilan, Wawasan, dan Etika Jurnalisme Penyiaran Radio.

SEBUAH panitia workshop kepenyiaran meminta saya menjadi salah satu narasumber dengan tema "Prinsip Jurnalistik di Lembaga Penyiaran Radio". Saya ringkas saja menjadi "Prinsip Jurnalistik Radio".

Menurut Kamus Bahasa (KBBI), prinsip artinya asas atau dasar. Prinsip Jurnalistik Radio, dengan demikian, sama dengan Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Teknik Dasar Jurnalistik Radio yang sudah saya share

sebelumnya di blog saya yang lain.

Secara "lengkap" dan "ilmiah", jurnalistik radio sudah saya tulis dalam buku Broadcast Journalism: Panduan Reporter, Penyiar, dan Scriptwriter (Penerbit Nuansa, Bandung, 2009).

Pengertian Jurnalistik Radio

Jurnalistik Radio –disebut juga radio journalism, broadcast journalism, jurnalisme audio, jurnalistik penyiaran– yaitu proses penyebarluasan informasi (berita) melalui media radio.

Karena radio is sound, media komunikasi massa yang hanya memproduksi suara sebagai penyampai pesan, maka karya jurnalistik (berita, feature, artikel) yang disajikan melalui radio pun berupa suara (sound), baik suara manusia (human voice) maupun suara lain seperti Sound Effect (FX) dan rekaman suasana lokasi peristiwa (wildtracking).

Jurnalistik radio adalah penyebarluasan infomasi aktua dengan cara “bercerita” (storytelling), yakni menceritakan atau menuturkan sebuah peristiwa atau masalah secara lisan (verbal) dengan gaya percakapan (conversational).

Karakteristik Jurnalistik Radio

Karakteristik jurnalistik radio tidak lepas dari karakter radio, yaitu:

1. Auditif. Untuk didengarkan, untuk telinga, untuk dibacakan atau disuarakan.

2. Spoken Language. Menggunakan bahasa tutur atau kata-kata yang biasa diucapkan dalam obrolan sehari-hari (spoken words). Kata-kata yang dipilih mesti sama dengan kosakata pendengar biar langsung dimengerti.

3. Sekilas. Tidak bisa diulang. Karenanya harus jelas, sederhana, dan sekali ucap langsung dimengerti. 4. Global. Tidak detail, tidak rumit. Angka-angka dibulatkan, fakta-fakta diringkaskan.

Prinsip Dasar Jurnalistik Radio: Teknis

Prinsip atau dasar-dasar jurnalistik radio dibagi menjadi dua bagian, yaitu teknis dan non-teknis.

Secara teknis, dasar jurnalistik radio yang mesti dipahami atau dikuasai oleh jurnalis, reporter, news presenter,

news anchor, atau praktisi jurnalistik radio meliputi:

1. Writing Skills 2. Speaking Skills

Writing Skills

(2)

radio yang harus menggunakan bahasa tutur atau bahasa percakapan dengan menggunakan kata-kata yang biasa digunakan sehari-hari (spoken words), ringkas, jelas, sederhana, dan mudah dimengerti.

Jurnalis radio harus menguasai teknik penulisan berita secara umum, termasuk soal etika pemberitaan (kode etik jurnalistik), elemen pemberitaan (5W+1H), nilai berita (news values), angle (sudut berita), bahasa jurnalistik yang hemat kata dan lugas, serta struktur penulisan berita yang bertumpu pada teras (news lead).

Naskah berita radio dibuat untuk "dibacakan" atau disampaikan kepada pendengar, bukan untuk dibaca pendengar. Karenanya, saat naskah "dibaca", harus terdengar seperti percakapan (spoken-reading).

Untuk itu, naskah berita radio (news script) harus menggunakan bahasa tutur plus Sign Posting --tanda-tanda khusus untuk panduan penyampaian naskah di ruang siaran (on air), seperti tanda jeda (/), akhir kalimat (//), dan mengatur pacing (dash).

Speaking Skills

Berbeda dengan jurnalis media cetak dan online, jurnalis radio wajib memiliki "suara standar" dan audible yang bisa dibentuk dengan latihan teknik pernafasan dan teknik vokal.

Hal itu karena reporter radio kerap menyajikan laporannya secara langsung (live) berupa suara atau kutipan wawancara berupa potongan suara tanya-jawab dengan narasumber (sound bite).

Jurnalis radio juga wajib menguasa teknik wawancara, terutama wawancara lisan dan/atau wawancara langsung (live on air).

Prinsip Dasar Jurnalistik Radio: Nonteknis

Prinsip jurnalistik radio secara teknis membutuhkan keterampilan atau keahlian menulis dan berbicara.

Secara nonteknis, jurnalis radio wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan peraturan perundangan yang berlaku di lembaga penyiaran, termasuk pedoman siaran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) Bab XVIII Pasal 22 tentang prinsip jurnalistik disebutkan sebagai berikut:

(1) Lembaga penyiaran wajib menjalankan dan menjunjung tinggi idealisme jurnalistik yang menyajikan

informasi untuk kepentingan publik dan pemberdayaan masyarakat, membangun dan menegakkan demokrasi, mencari kebenaran, melakukan koreksi dan kontrol sosial, dan bersikap independen.

(2) Lembaga penyiaran wajib menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik, antara lain: akurat, berimbang, adil, tidak beritikad buruk, tidak menghasut dan menyesatkan, tidak mencampuradukkan fakta dan opini

pribadi, tidak menonjolkan unsur sadistis, tidak mempertentangkan suku, agama, ras dan antargolongan, serta tidak membuat berita bohong, fitnah, dan cabul.

(3) Lembaga penyiaran dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS).

(4) Lembaga penyiaran wajib menerapkan prinsip praduga tak bersalah dalam peliputan dan/atau menyiarkan program siaran jurnalistik.

(5) Lembaga penyiaran wajib menjaga independensi dalam proses produksi program siaran jurnalistik untuk tidak dipengaruhi oleh pihak eksternal maupun internal termasuk pemodal atau pemilik lembaga penyiaran.

Demikian Prinsip-Prinsip Jurnalisme Radio atau Dasar-Dasar Jurnalistik Radio yang secara umum dibagi ke dalam di bagian, yakni teknis (skills/expertise) dan non-teknis (knowledge& ethics). Wasalam.

Referensi

Dokumen terkait

Wartawan merupakan sebuah profesi, dimana untuk menjadi seorang wartawan yang professional, dia harus mematuhi yang dinamakan kode etik jurnalistik. Disebutkan oleh Bill Kovach dan

Shinta Bela Dewanti, D1211075, KODE ETIK JURNALISTIK DALAM PENERAPAN (Studi Deskriptif Kualitatif Praktek Penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam Kegiatan

Itu sebabnya setiap jurnalis disarankan untuk mengadvokasi pemenuhan hak korban dalam pemberitaanTPPO Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, tindakan khusus dan layanan

Pada umumnya kode etik adalah suatu yang menjadi pedoman bagi setiap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya. Perlu disadari pada saat ini kode etik

Setidaknya ada sebeles 11 pasal kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai pedoman dalam menjalankan profesi sebagai jurnalistik.. Sebelas 11 pasal tersebut

KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 22 Ayat 3 serta Standar Program Siaran Komisi

Apabila ditinjau dari segi Kode Etik Jurnalistik yang berlaku, tindakan Para Penggugat telah melanggar Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik yang berbunyi, “Wartawan Indonesia tidak membuat

Temuan penelitian ini menunjukkan pandangan jurnalis foto terhadap foto jenazah Covid-19 yang ditayangkan dan dipilih oleh peneliti memenuhi kode etik jurnalistik, meskipun pada masa