• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah perkembangan masa prenatal hingg

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah perkembangan masa prenatal hingg"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah perkembangan masa prenatal hingga bayi

1. 1. MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIKPERKEMBANGAN MASA PRENATAL HINGGA BAYI Disusun oleh : Nama : DHIAH FEBRI WIJAYANTI Prodi/kelas : PENDIDIKAN FISIKA/ D NIM : 09302244059 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU

PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

BAB I

PENDAHULUAN

Salah satu ciri khas manusia adalah mengalami pertumbuhan dan perkembanganselama hidupnya. Dengan ciri khas tersebut, manusia pasti mengalami fase prenatal

hinggadewasa. Pertumbuhan itu sendiri memiliki pengertian bertambahnya ukuran dan jumlah selserta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian ataukeseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Sedangkanperkembangan dapat diartikan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleksdalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dankemandirian. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda denganpertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusatdengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler,kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalamkehidupan manusia yang utuh. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut terjadi hingga akhirhayat manusia. Proses tumbuh kembang manusia, khususnya pada anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut : Perkembangan yang menimbulkan sebuah perubahan Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal akan mnentukan perkembangan selanjutnya Pertumbuhan dan perkembangan memiliki kecepatan yang berbeda Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan Perkembangan mempunyai pola yang tetap Perkembangan memiliki tahap yang berurutan Pada umumnya, manusia dalam hal ini adalah anak, memiliki pola pertumbuhan danperkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor- faktor tersebut antara lain : Faktor internal yang berpengaruh pada tumbuh kembang manusia (anak) 1.

Ras/etnik atau bangsa 2. Keluarga 3. Umur 4. Jenis kelamin

(2)

berkaitan danberkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Tumbuh kembang anakterbagi dalam beberapa periode, yaitu sebagai berikut: Masa prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan). Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu : Masa zigot/mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8/12 minggu Masa janin/fetus, sejak umur kehamilan 9/12 minggu sampai akhir kehamilan. Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:

3. 4. Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester ke-2 kehidupan intra uterin. Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Masa bayi (infancy) umur 0 sampai 11 bulan. Masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu :  Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari. Masa neonatal dibagi menjadi 2, yaitu : Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari. Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari. Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan. Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan). Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan). Perkembangan berlangsung secara terus menerus ke arah kemajuan, kelengkapan,dan kesempurnaan berdasar pada suatu tahapan yang teratur. Setiap aspek perkembangandipengaruhi dan mempengaruhi aspek perkembangan lain, sehingga setiap aspekperkembangan tidak dapat berkembang secara terpisah-pisah atau sendiri-sendiri.Perkembangan organisme berlangsung secara

komprehensif dalam satu kesatuan, meskipunsetiap aspek memiliki fungsi sendiri. Di samping itu dalam proses perkembangan dapatterjadi satu aspek berkembang lebih cepat, di sisi lain satu aspek berkembang secara lambat.Dalam hal ini, perkembangan

dipengaruhi berbagai faktor dari dalam diri maupun dari luarindividu. Dalam makalah ini, saya hanya akan membahas mengenai perkembangan anak padafase prenatal hingga bayi.

4. 5. BAB II PEMBAHASAN A. Perkembangan Masa Prenatal Menurut ajaran Islam, kehidupan manusia telah dimulai pada saat sebelum lahir.Manusia diberikan ruh yang telah hidup sebelum kelahirannya di dunia. Manusia terusberkembang dalam rahim sang ibunda. Setiap tahapan perkembangan sangatlah penting.Diantara perkembangan yang penting tersebut adalah tahapan pada saat manusia beradadalam kandungan ibu atau sering disebut perkembangan masa prenatal. Masa prenatal adalahperiode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi ( selepas persenyawaan ),yakni ketika ovum dibuahi oleh sperma hingga seorang manusia terlahir ke dunia.

Jangkawaktunya sekitar 266 hari selepas persenyawaan atau 280 hari dari pertama haid yangterakhir sebelum seseorang hamil. Periode pra kelahiran (pre natal period) mulai pada saat pembuahan (konsepsi) danberakhir pada saat kelahiran (kira-kira 38 minggu). Periode ini memiliki ciri khas khusus,yaitu : Periode di mana sifat bawaan dan jenis kelamin ditentukan Kondisi-kondisi dalam tubuh ibu dapat mendorong atau

mengganggu pola perkembangan prenatal  Pertumbuhan dan perkembangan secara proporsional lebih besar dan lebih cepat daripada periode-periode perkembangan lainnya Banyak terdapat bahaya fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi pola

(3)

periode awal kejadian manusia. Proses ini dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap telur dalam proses pembuahan, yang normalnya terjadi akibat

5. 6. hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Pada tahap ini zigot dibentuk. Zigot terbentuk dari campuran sperma dan sel telur. Sel telur yang telah dibuahi, atau zigot, bergerak menuju rahim. Pergerakan ini membutuhkan waktu selama empat hari dan selama pergerakan ini, zigot yang semula berupa satu sel, melalui proses mitosis membelah menjadi dua sel identik. Pembelahan ini terjadi setiap sekitar 30 jam. Dalam proses pembelahan ini, bayi masih disebut dengan blastocyte (Blastula), yang terdiri dari 100 sel. Blastocyte yaitu lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal ini, sel-selnya berkembang menjadi embrio. Bagian luar blastocyte akan menjadi placenta, sedangkan bagian dalam akan menjadi embrio. Setelah sekitar tiga hari blastokis mengandung sekitar 60 sel. Tetapi karena jumlahnya semakin banyak maka sel ini semakin mengecil sebab blastokis tidak mungkin lebih besar dari zigotnya yang asli. Pada minggu kedua, blastokis terdiri dari sekitar 150 sel. Pada saat terjadinya

pembelahan blastokis mengapung dan berproses disepanjang tubafalopi. Placenta mulai terbentuk, bagian dalam sel memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic disc), yang terdiri dari lapisan ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Dari ectoderm berkembang membentuk kulit ari dan kelenjar kulit (indera peraba), panca indra dan sistem saraf (otak), tulang belakang, dan lensa mata. Juga lapisan epidermis (enamel gigi, kulit, rambut, kuku). Lapisan tengah atau mesoderm berkembang menjadi otot, tulang dan cartilage, sistem buah pelir dan genitalia, sistem pembuangan kotoran dan sistem peredaran darah, serta kulit lapisan dalam. Lapisan paling dalam, disebut endoderm (endoblast), nantinya akan berkembang menjadi sistem pernafasan dan pencernaan, juga berbagai kelenjar seperti pankreas, hati, thyroid, dan thymus. Dalam waktu singkat plasenta, tali pusar, dan kantong amniotik juga akan terbentuk dari sel blastokis. Setelah beberapa hari setelah konsepsi blastokis menempel di dinding rahim, inilah yang disebut embrio dan peristiwa ini menandakan akhir dari tahap germinal.2) Tahap Embriotik Tahap ini dimulai dari dua minggu sampai delapan minggu setelah pembuahan. Tahap embrio mulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Dalam tahap ini, sistem dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Meskipun bentuk luar masih jauh berbeda dibandingkan manusia dewasa, beberapa bentuk seperti mata dan tangan, bahkan telinga dan kaki mulai dapat dikenali. Selama periode ini, pertumbuhan terjadi dalam dua pola yaitu cephalocaudal dan

6. 7. proximodistal. Cephalocaudal artinya proses pertumbuhan yang dimulai dari bagian kepala, kemudian terus kebawah sampai ke bagian ekor dengan kata lain, kepala,

(4)

berdenyut. Pada minggu awal perkembangan tahap fetal ini, kebanyakan organ dan jaringan utama telah dibentuk. Bentuk wajah telah terbentuk dengan baik. Lobang telinga mulai terbentuk. Perkembangan mata juga terlihat hampir penuh, meski selaput mata masih tertutup dan tidak akan terbuka sampai minggu ke-28. Tangan, lengan, kaki, paha dan jari jemari telah terbentuk penuh. Fetus dapat membentuk tinju dari jari-jemarinya. Kuku mulai terbentuk dan bakal gigi mulai berkembang pada daging mulut, jantung telah hampir berkembang penuh, dan detak jantung telah dapat didengar dengan mesin

Doppler. Sel darah merah mulai diproduksi dalam hati. Testosterone (hormon seks laki-laki) telah diproduksi pada testes fetus laki-laki. Dalam psikologi Islam, setelah janin dalam kandungan genap berumur empat bulan, yaitu ketika janin telah berbentuk sebagai manusia maka ditiupkan ruh ke dalamnya. Pada trimester kedua (minggu ke 13-16), otak telah berkembang penuh. Fetus dapat menghisap, mengunyah, dan membuat suara nafas yang belum teratur. Fetus juga sudah dapat merasakan sakit. Kulit fetal masih transparan. Jaringan otot memanjang dan tulang semakin kuat. Hati dan organ lain memproduksi cairan yang dibutuhkan. Alis dan garis mata muncul. Fetus sangat aktif bergerak, termasuk menendang bahkan jungkir balik. Pada minggu ke dua puluh, gerakan bayi biasanya telah dapat dirasakan pada perut ibu, seperti menonjok-nonjok atau menendang-nendang. Pada saat ini panjang

7. 8. janin kira-kira 4,5 inci. Pada permulaan bulan ke-tujuh, panjang janin sudah mencapai kira-kira enam belas inci dengan berat kira-kira 1,5-2,5 kilogram. Kuku tangan dan jari kaki telah muncul. Lanugo, bulu halus pada bayi menutup seluruh tubuh. Fetus dapat mendengar dan mengenali suara ibu. Alat kelamin dapat dilihat dengan menggunakan ultrasound. Pada trimester ketiga zat lilin pelindung yang disebut vernix menutupi kulit. Vernix berguna untuk mengatur temperatur badannya setelah kelahiran. Pada kelahiran, vernix umumnya akan hilang dan sisanya akan dengan cepat diserap. Fetus telah memulai refleks terkejut pada tangannya. Sidik jari pada kaki dan tangan mulai terbentuk. Fetus mulai berlatih pernafasan dengan menghirup cairan amniotic pada paru-parunya yang sedang berkembang. Pada bulan ke-delapan, berat janin sudah mencapai kira-kira 2,5-3,5 kilogram. Janin dalam perut ibu juga telah mampu mendengarkan atau merespon

(5)

8. 9. penentuan jumlah anak penentuan urutan anak. Periode prenatal merupakan periode awal yang sangat menentukan polaperkembangannya pada periode-periode selanjutnya. Sifat-sifat bawaan yang di turunkansekali untuk selamanya dan berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya,ditentukan pada periode ini. Kondisi yang baik dalam tubuh ibu, dabpat menunjangperkembangan sifat bawaan, sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambatperkembangannya, bahkan merusak perkembangan selanjutnya. Di samping itu, periodeprenatal juga merupakan periode penentuan jenis kelamin individu. Jenis kelamin yang sudahditentukan pada saat pertumbuhan ini tidak dapat diubah, karena itu jelas akan memengaruhipola perkembangan di kemudian hari. Di samping terjadinya perkembangan yang lebih cepat, periode prenatal juga ditandaidengan lebih banyaknya terjadi perkembangan dan pertumbuhan secara normal

dibandingkandengan periode-periode lain dalam seluruh rentang kehidupan individu. Hal ini dapatdipahami, betapa selama 9 bulan sebelum kelahiran, individu tumbuh dari sel yang sangatkecil menjadi bayi yang panjangnya menjadi 20 inci dengan berat rata-rata 3,5 kg.Diperkirakan bahwa selama masa prenatal ini berat badan bertambah 11 juta kali. Demikianjuga, dikatakan bahwa bahwa pada periode prenatal terjadi perkembangan cepat, karena darisebuah sel berbentuk bulat berkembanglah anggota-anggota tubuh, baik eksternal maupuninternal, sehingga pada saat kelahiran bayi dapat dikenali sebagai manusia. Meskipun periode prenatal merupakan periode di mana perkembangan danpertumbuhan terjadi lebih banyak dan lebih cepat, namun periode ini juga

mengandungbanyak bahaya, baik fisik maupun psikologis yang sangat memengaruhi pola perkembanganselanjutnya bahkan dapat mengakhiri perkembangan atau kematian. Periode prenatal juga merupakan saat di mana calon orang tua menentukan

sikapnyaterhadap anak yang akan lahir. Sikap ini akan sangat memengaruhi cara bagaimana orang tuamemperlakuukan atau mengasuh anaknya, terutama selama tahun-tahun pertamapembentukan kepribadian. III. Pengaruh Prenatal pada Tingkah Laku Sesudah Dilahirkan Tahap prenatal yang berlangsung, memberikan beberapa pengaruh terhadap tingkahlaku anak pasca kelahiran. Beberapa faktor tersebut adalah : 1. Faktor Lingkungan

9. 10. a. Faktor ekstern yang diperkirakan mempengaruhi tingkah laku pos-natal antara lain : Sinar Rontgen dapat mempengaruhi tingkah laku motorik, gerak bebas,

pembuangan, aktivitas, belajar diskriminatif dan tingkah laku persetubuhan. Akibat penyinaran memiliki hubungan dengan usia kehamilan dan banyak sedikitnya penyinaran pada satu pihak dengan besar kecilnya akibat yang ditimbulkan, makin banyak dosis penyinaran makin buruk akibatnya Pemakian obat-obat penenang seperti softenon atau thalidomid dapat mengakibatkan cacat berat. Penelitian antara tahun 1959-1962

menemukan bahwa cacat yang disebabkan thalidomid terjadi antara hari ke-34 dan ke-50, jadi antara minggu kelima dan ketujuh usia kehamilan. Usaha-usaha pengguguran

(6)

sesudah anak dilahirkan. Dalam penelitian Geissler menunjukkan bahwa adaperubahan sikap ibu terhadap anak yang dikandungnya, yakni dari sikap positif ke negatif,dan dari sikap negatif ke positif, dan sikap yang berubah-ubah itu akhirnya menjadi positif,yaitu sika menerima terhadap anak yang dilahirkan. IV. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal Sebagian besar proses pertumbuhan janin sangat bergantung pada kondisi internal ibu,baik kondisi fisik maupun psikisnya. Sebab ibu dan janin merupakan satu unitas organik yangtunggal. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal yaitu:

10.11. a. Kesehatan ibu Penyakit yang di derita ibu hamil dapat mempengaruhi

perkembangan masaprenatal apalagi penyakit yang bersifat kronis dapat mengakibatkan lahirnya bayi-bayiyang cacat. Demikian pula bila terjadi benturan ketika janin berusia 3 bulan disertaidengan gangguan kesehatan pada ibu dapat merusak perkembangan janin. Apabla ibuhamil terserang campak rubellah (campak jerman) dapat dipastikan

60%kemungkinan bayi lahir dalam keadaan cacat. Jika campak rubellah menyerang padadua bulan pertama kahamilan, mengakibatkan kebutaan, ketulian, kelainan

jantung,kerusakan pada system syaraf pusat, serta keterbelakangan mental dan emosional. Jikaterjadi pada trisemester kedua setelah fetus terbentuk, dampaknya kecil

sekali.Mungkin hanya gangguan pada pendengaran, penglihatan, dan bicara. (seifert danhoffnung, 1964-1965). Besarnya dampak kesehatan ibu hamil terhadap perkembangan masa prenataljuga terlihat jelas ketika ibu menderita sydrom kehilangan kekebalan tubuh. Yanglebh dikenal dengan AIDS. AIDS adalah penyebab utama kematian peringkat kedelapan di kalangan anak-anak dari usia 1-4 tahun pada tahun 1989. Mayoritas ibuyang menularkan HIV kepada keturunannya terinfeksi melalui penggunaan obat-obatan yang disuntikan ke dalam pembuluh darah atau hubungan heteroseksualdengan para pengguna obat-obatan suntik (santock, 1995)b. Gizi ibu Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan masa prenataladalah gizi ibu. Hal ini adalah karena janin yang sedang berkembang sangattergantung pada gizi ibunya, yang diperoleh melalui darah ibunya. Oleh sebab itumakanan ibu-ibu yang sedang hamil harus mengandung cukup protein, lemak,vitamin, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi. Anak-anak yang dilahirkanoleh ibu yang kekurangan gizi cenderung cacat.c. Pemakaian bahan-bahan kimia oleh ibu Bahan-bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan atau makanan yang adadalam peredaran darah ibu yang tengah hamil dapat mempengaruhi

perkembanganjanin. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek samping baik pada fisikmaupun pada system kimiawi dalam tubuh janin yang dinamakan metabolite. Salahsatu jenis obat mengandung bahan kimia yang membahayakan perkembangan janinadalah thalidomide.

(7)

dengan bayiyang sangat aktif, cepat marah, dan tidak teratur dalam makan, tidur, dan buang air. V. Bahaya Fisik Selama Periode PrenatalPeriode Zigot  Ovum yg dibuahi kemungkinan akan mati kelaparan sebelum menempel di dinding rahim karena lamanya waktu yg dibutuhkan melewati tuba falopi  tidak adanya persiapan dinding rahim untuk menerima ovum yg dibuahi karena ketidakseimbangan antara kelenjar pituitary dan ovarium ibu  melekatnya ovum yg dibuahi pada dinding tuba falopi mengakibatkan tidak adanya makanan atau ruangan untuk tumbuhPeriode Embrio  Jatuh, kejutan emosi, kekurangan gizi, gangguan kelenjar, kekurangan vitamin, dan penyakit berbahaya seperti pneumonia dan diabetes, dapat mengakibatkan embrio keluar dr tempatnya di dinding uterus, yg menyebabkan keguguran--sering terjadi pd minggu ke-10 dan 11 setelah pembuahan  Malnutrisi ibu, pemakaian obat-obatan dan alkohol secara berlebihan mengakibatkan gangguan perkembangan yg normalPeriode Fetus  Keguguran

12.13.  Kelahiran prematur  Komplikasi pada saat melahirkan  Ketidakteraturan perkembangan VI. Bahaya Kepercayaan tradisional tentangPsikologis Selama Perkembangan Prenatal prenatal 1. Keinginan mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu Stress2. Gangguan perkembangan karena faktor keturunan, terutama ibu ibu selama prenatal: 1. Tidak menghendaki kehadiran anak 2. Gangguan-gangguan fisik selama prenatal 3. Ketakutan anaknya mengalami Sikap negatif terhadap

prenatalkecacatan/keterlambatan mental 1. Anak yg tidak diinginkan 2. Tidak menghendaki anak saat ini 3. Lebih menyukai anak dengan jenis kelamin tertentu 4. Konsep anak impian 5. Menghendaki aborsi VII. Teratologi dan GangguanPerkembangan Prenatal Teratogen: setiap agen/unsur lingkungan yang menyebabkan gangguan kelahiran Teratologi: ilmu yg mengkaji sebab-sebab kelainan kelahiran Pengaruh teratogen muncul sejak 3 minggu setelah pembuahan dan menyebabkan: Kerusakan struktural/anatomis organ selama periode embrionik Kerusakan fungsional organ selama periode fetal Jenis-jenis Teratogen dalah sebagai berikut : a. Penyakit dan Kondisi Ibu Campak Rubella (Jerman) menyebabkan retardasi mental, kebutaan, ketulian, dan kelainan jantung--terutama ketika kehamilan pada usia 3 dan 4 minggu Sifilis, jantung--terutama ketika kehamilan bulan ke-4, merusakan organ tubuh yg sudah terbentuk:kerusakan mata, kulit, sistem syaraf pusat, dan pencernaan

(8)

ketidakmampuan menaruh perhatian pada masa bayi, dan jumlah banyak berasosiasi dengan fetal alcohol syndrome (kecacatan wajah, tungkai, lengan, dan jantung;

intelegensi di bawah rata-rata, retardasi mentald. Bahaya Lingkungan Radiasi dan zat-zat kimia dapat menyebabkan mutasi gen yaitu perubahan yang tiba-tiba tetapi permanen dalam di dalam bahan pembawa gen Polutan lingkungan dan limbah beracun:

karbonmonoksida, merkuri, dan timbal--retardasi mental, autisme Toxoplasmosis: suatu infeksi ringan yang menyebabkan gejala flu ringan atau suatu penyakit yang tidak jelas pada orang dewasa. Toxoplasmosis merupakan teratogen bagi bayi yang belum lahir, yang

14.15. menyebabkan kemungkinan kerusakan mata, kerusakan otak, dan kelahiran prematur Mandi sauna terlalu lama bagi ibu yang sedang hamil menyebabkan demam yang membahayakan bagi janin (demam panas yang tinggi mempengaruhi pemecahan sel, menyebabkan kelainan kelahiran, dan kematian janin).B. Perkembangan Masa Bayi a. Tahap-tahap kelahiran Tahap pertama terjadi kontraksi peranakan yang berlangsung 15-20menit. Kontraksi ini menyebabkan leher rahim terentang dan terbuka ketika tahap pertama berlangsung kontraksi semakin sering yang terjadi setiap 2-5 menit.

Intensitasnya juga meningkat. Pada akhir tahap kelahiran, kontraksi memperlebar leher rahim hingga terbuka sekitar 4 inci sehingga bayi dapat bergerak dari peranakan ke saluran kelahiran.  Tahap kedua di mulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan saluran kelahiran. Tahap ini berakhir ketika bayi benar-benra keluar dari tubuh ibu. Tahap ini berlangsung kira-kira 1 ½ jam. Pada setiap kontraksi ibu mengalami kesakitan untuk mendorong bayi keluar dari tubuhnya. Waktu kepala bayi keluar dari tubuh ibu, kontraksi terjadi hampir setiap menit. Tahap ketiga setelah bayi lahir. Pada waktu ini ari-ari, tali pusar, dan selaput lain dilepaskan dan di buang. Tahap akhir inilah yang paling pendek. b. Pengaruh Kelahiran terhadap Perkembangan Pasca Lahir Kondisi-kondisi kelahiran yang mempengaruhi perkembangan pasca lahir: 1. Jenis kelahiran Secara umum kelahiran dapat dibedakan atas empat jenis, kelahiran normal atau spontan, kelahiran dengan peralatan, kelahiran melintang, kelahiran pembedahan ceasar. 2.

Pengobatan ibu Obat-obtanan yang digunakan ibu yang digunakan sebelum dan selama proses kelahiran dapat mempengaruhi kelahiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak obat yang diberikan pada ibu saat melahirkan, semakin lama dan sulit bayi menyesuaikan diri dengan

15.16. kehidupan pasca lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang memakan oxytocin cendurung mengalami penyakit kuning. Demikian juga kelahiran yang dipaksakan dengan dibantu oleh obat-obatan pembunuh rasa sakit, akan semakin banyak perawatan kesehatan

(9)

menyesuaikan diri dengan lingkungan pasca lahir dibandingkan dengan bayi yang normal sekalipun.5. Perawatan pasca lahir Perhatian dan perawatan yang dilakukan ibu terhadap bayi yang baru dilahirkan mempunyai pengaruh positif terhadap perkembangannya. Bayi yang mendapat perhatian dan perawatan dengan baik cenderung lebih waspada, lebih aktif, dan lebih tanggap terhadap rangsangan luar dibandingkan dengan bayi yang kurang mendapat perawatan. Beberapa dokter rumah sakit meyakini bahwa periode singkat setelah kelahiran memiliki arti penting bagi perkembangan bayi oleh karena itu selama waktu ini, orang tua dan bayi perlu membentuk hubungan kedekatan emosional yang memberi landasan bagi perkembangan yang optimal pada tahun-tahun ke depan. Bayi yang dipisahkan dari ibunya setelah lahir, dapat menyulitkan perkembangan ikatan. Menempatkan bayi yang baru lahir di sebelah tempat

16.17. tidur ibunya dimaksudkan agar ibu segera dapat merespon dan memenuhi kebutuhan perawatan bagi ibunya. Disamping itu metode lain yang dilakukan adalah dengan meletakkan bayi yang baru lahir di atas perut ibu segera setelah lahir, dengan keyakinan bahwa penempatan itu akan mendorong ikatan emosional ibu dan bayi. 6. Sikap orang tua Hubungan baik orang tua dengan anak dapat membantu bayi dalam menyesuaikan diri dengan lingkuungan baru yang di alami setelah lahir. Demikian pentingnya kondisi atau sikap ibu terhadap penyesuaian diri bayi yang baru lahir, seorang ayah sangat dituntut dalam persalinan anak sebab kehadiran ayah dalam ruang persalinan, dapat memberikan dukungan dan kekuatan emosional bagi ibu pada saat melahirkan bayi. Disamping itu, dilihatkan dalam konteks psikologi Islam, pentingnya kehadiran ayah dalam ruang persalinan mempunyai kaitan erat dengan tanggung jawab pemberian pendidikan pertama, yakni menyuarakan lafadz adzan di telinga kanan dan khomat di telinga kiri pada saat ia lahir.c. Perkembangan pada masa bayi i. Pertumbuhan Fisik 1. Tinggi dan berat badan Pada saat baru lahir bayi memiliki kepala yang sangat besar dibandingkan bagian tubuh lainnya. Pada saat rentang waktu 12 tahun perkembangan bayi sudah banyak berubah dimana bayi sudah bisa duduk, berdiri, membungkuk, memanjat dan bahkan berjalan. Pada saat lahir panjang bayi ± 20 inci atau 50 cm dengan berat badan 3,4 kg. Selama bulan-bulan pertama kehidupannya, berat badan bayi bertambah sekitar 5 hingga 6 ons per minggu. Pada usia 2 tahun berat badan mencapai sekitar 13 hingga 19 dengan tinggi sekitar 32 hingga 35 inci. 2. Perkembangan refleks Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak terkoordinir sebagai reaksi terhadap

rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuaian diri terhadap lingkungan. Refleks-refleks utama pada bayi yang baru lahir, Selfert dan Hoffinung menyebutkan ada 12 gerakan refleks yaitu: pernapasan, menghisap,

17.18. mencari, menelan, mengedip, biji mata, moro, memegang, penguatan leher, bebinski, melangkah, berenang. Kedua bentuk refleks tersebut : a. Refleks survival b. Refleks primitif3. Refleks menghisap dan mencari Refleks menghisap terlihat pada saat bayi baru lahir secara otomatis akan menghisap benda yang ditempatkan dimulutnya dengan refleks menghisap akan memudahkan bayi memperoleh makanan sebelum mereka

(10)

respons tersebut apabila ia terkejut.5. Refleks menggenggam (grasping refleks) Refleks menggenggam merupakan langkah awal bagi bayi untuk lebih memudahkan melakukan aktivitas menggenggam selanjutnya yang lebih sengaja. Refleks ini terjadi ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi dan bayi akan merespons dengan cara menggenggam dengan kuat. Beberapa refleks yang muncul pada bayi yang baru lahir yang menghilang karena bergabung ke dalam beberapa tindakan yang lebih konfleks dan spontan.6. Rangkaian tingkah laku dan keadaan bayi Perkembangan refleks dalam fungsi metorik pada bayi kemuidan memunculkan serangkaian tingkah laku yang lebih kompleks. Dengan tingkah laku yang kompleks tersebut telah memungkinkan bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup.7. Pola tidur dan bangun

18.19. Bayi yang baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur. Rata-rata bayi yang baru lahir selama 16 hingga 17 jam sehari. Biasanya jumlah tidur bayi itu berkurang secara teratur setiap bulan. Tingkah Laku Ciri Utama adalah sebagai

berikut : Siklus tidur dan bangun Neonatal : 80 % waktu dihabiskan untuk tidur. 6 – 7 bulan : tidur sepanjang malan tanpa bangun. 12 bulan : 50 % dihabiskan waktu untuk tidur.  Tingkah laku Neonatal : basah dan BAB setiap saat. 2 bulan : bayi BAB 2 kali sehari 4 bulan : interval makan dan BAB bisa diramalkan. Tingkah laku makan dan minum Neonatal : bayi makan 7 – 8 kali sehari. 1 bulan : bayi makan 5 – 6 kali sehari. 2 bulan : memakan makanan padat. 12 bulan : makan 3 kali sehari.8. Pola makan dan minum Perkembangan fisik pada bayi tergantung makanan yang baik selama 2 tahun pertama. Bayi membutuhkan makanan yang mengandung sejumlah protein, kalori, vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 4 – 6 bulan pertama, ASI atau susu formula lain merupakan sumber makanan dan energi yang utama. Memberi ASI berarti susu yang bersih dan dapat dicerna serta menolong mengimunisasi bayi yang baru lahir dari penyakit.9. Pola buang air Kemampuan untuk mengendalikan buah air ini sangat

tergantung pada kematangan otot dan motivasi yang mereka miliki. Ketika baru lahir bayi belum mampu mengendahkan buang airnya sehingga buang air setiap saat. Pada usia empat bulan, interval buang airnyasudah bisa diramalkan.10. Perkembangan

keterampilan motorik

19.20. Secara garis besarnya, urutan perkembangan keterampilan motorik ini mengikuti dua prinsip, yaitu : Prinsip cephalocaudal (dari kepala keekor), menunjukkan urutan

perkembangan, dimana bagian atas badan lebih dahulu berfungsi dan terampil digunakan sebelum bagian yang lebih rendah.  Prinsip proximodistal (dari dekat kejauh),

(11)

20.21. Keterampilan motorik halus meliputi otot-otot kecil yang ada diseluruh tubuh, seperti menyentuh dan memegang. Bayi dilahirkan dengan dilengkapi seperangkat komponen penting yang kelak akan menjadi gerakan-gerakan lengan, tangan dan jari yang

terkoordinir dengan baik. Meskipun demikian, pada saat baru dilahirkan bayi masih mengalami kesulitan dalam mengontrol keterampilan motorik halusnya.13.

Perkembangan sensor Bayi yang baru lahir telah dilengkapi dengan peralatan yang dirancang sedemikian rupa untuk mengumpulkan informasi alat-alat yang berfungsi untuk menangkap informasi inilah yang disebut dengan indera (sense) atau sistem sensorik.14. Pengecapan Bayi yang baru lahir juga telah memiliki kepekatan rasa hal ini terbukti dengan jelas bahwa bayi lebih menyukai rasa manis dan mereka akan menghisap labuh kuat dan cepat ketika mengeluarkan air gula dibanding dengan mengeluarkan air biasa atau air tawar.15. Penciuman Bayi yang baru lahir juga telah memiliki reaksi terhadap berbagai bau, baik bau harum atau bau busuk bayi yang baru lahir juga dapat mengenali bau payudara ibunya.16. Pendengaran Setelah lahir bayi sudah bisa dapat mendengar sekalipun belum sempurna, namun pendengaran bayi ini akan berkembang sehingga ia akan memperlihatkan kemampuan melokalisasi sumber suara dan

membedakan keras atau lunaknya serta durasi melalui respons yang berbeda.17.

Penglihatan Secara psikologis dan anatomis, bayi yang baru lahir telah memiliki kesiapan untuk merespons secara diferensial berbagai aspek penglihatannya. Dari penelitian yang dilakukan oleh Fantz dapat ditarik kesimpulan bahwa: Bayi yang baru lahir telah mampu membuat diskriminasi visual secara baik.

21.22. Bayi merespons secara selektif berbagai stimulasi visual. Misalnya bayi lebih senang melihat pola atau bentuk daripada warna atau kecerahan. 18. Perkembangan otak Pada waktu bayi masih berada dalam kandungan ibunya, bedanya telah membentuk sekitar 1,5 milyar sel-sel saraf permenit. Pada saat lahir berat otak bayi seperdelapan otak dewasanya, maka pada saat umur 2 tahun kedua otak bayi sudah mencapai kira-kira 75 % dari otak dewasanya. ii. Perkembangan Kognitif Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Pengertian kognitif itu sendiri dapat dipahami sebagai sebuah istilah yang digunakan psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan dan pengelolaan informasi yang

memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah.iii.

Perkembangan Attachment Attachment yang menggambarkan pertalian atau ikatan antara ibu dan anak dan Attachment mengacu pada ikatan antara dua orang individu atau lebih; sifatnya adalah hubungan psikologis yang diskriminatif dan spesifik serta mengikat seseorang dengan orang lain dalam rentang waktu dan ruang tertentu. Tahap-Tahap Pembentukan Attachment Tahap 1 Indiscriminate Sociability pada umur 0 – 2 bulan. Bayi tidak membedakan antara orang-orang yang ada disekelilingnya dan merasa senang dengan orang yang dikenal Tahap 2 Attachment makin terasa dan terlihat pada umur 2 – 7 bulan. Bayi mulai mengakui dan menyukai orang-orang yang dikenal, tersenyum pada orang yang lebih dikenal.

(12)

berpisah dari ibu atau pengasuh pertamanya dalam jangka waktu yang lainnya. iv. Perkembangan Rasa Percaya (Trust) Erikson menyatakan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan ditandai oleh perkembangan rasa percaya (trust) dan rasa tidak percaya

(mistrust). Keadaan percaya pada umumnya mengandung tiga aspek, yaitu: - Bahwa bayi belajar percaya pada kesamaan dan kesinambungan dari pengaruh di luarnya - Bahwa bayi menganggap dirinya cukup dapat dipercaya pada kemampuan organ-organnya sendiri untuk menanggulangi dorong-dorongan. - Bahwa bayi menganggap dirinya cukup dapat dipercaya sehingga mengasuh tak perlu waspada dirugikan. - Bukti pertama yang menunjukkan adanya kepercayaan sosial pada bayi terlihat pada kesenangan menikmati air susu, kepulasan tidur dan kemudahan buang air besar.v. Perkembangan Otonomi Otonomi adalah kebebasan individu manusia untuk memilih, untuk menjadi kesatuan yang bisa memerintah, menguasai dan menentukan dirinya sendiri. Ada juga yang menyatakan bahwa otonomi atau kemandirian merupakan tahap kedua psikososial yang berlangsung pada akhir masa bayi dan masa baru pandai berjalan. Otonomi dibangun atas perkembangan kemampuan mental dan kemampuan motorik.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penurunan sifat golongan darah sistem A,B,O, seorang laki-laki yang dituduh sebagai ayah dari seorang bayi bergolongan darah O yang lahir dari seorang

kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.

Adalah kelainan pada bayi baru lahir yang terjadi karena. trauma lahir akibat tindakan, cara persalinan

Dari definisi ilmu psikologi diatas dan setelah memahami apa itu masa prenatal dan post-natal dapat ditarik hubungkan yang amat penting antara keduanya, yaitu jika

penyalahgunaan Narkoba dapat dimulai sejak dini, usaha pencegahan itu bisa dimulai ketika seorang bayi masih dalam kandungan ibu. Bagaimana sikap seorang ayah terhadap ibu

Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru

Pada hakekatnya seorang ibu selama proses persalinan memiliki lima kebutuhan diantaranya asuhan fisik, psikologis, kehadiran seorang pendamping secara terus menerus, pengurangan rasa

Penerapan Asuhan Kebidanan Kepada Ibu “CE” selama Proses Persalinan dan Bayi Baru Lahir Asuhan kebidanan ibu “CE” selama proses persalinan dari kala I sampai kala IV hingga bayi baru