43 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012
PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA,
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KEGIATAN PENGENDALIAN TERHADAP NILAI
INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN SKPD
PADA PROVINSI ACEH
Hendra Wansyah1, Darwanis2, Usman Bakar3
1) Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
2,3)
Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
Abstract: The purpose of this study to examine the effect implementation of the influence of human resource capacities, exploiting of information technology and operation activity for information value of financial reporting SKPD at Province Aceh. The population in this study where 42 SKPD in Province Aceh and each represented by three person namely the Head SKPD, Financial Administration Officer (PP K), and financial reporting staff as respondents. The study is a census of research and data collection is done directly by using a questionnaire containing 31 statements. While the tools of analysis used was multiple regression with SPSS program. The results show that the variable human resource capacities, exploiting of information technology and operation activity simultaneously have influence to information value of financial reporting SKPD. The results show that the partial human resource capacities, exploiting of information technology and operation activity implementation has influence to the informastion value o ianncial reporting SKPD at Province Aceh.
Keywords: Human Resource Capacities, Exploiting of Information Technology, Operation Activity, Information Value of Financial Reporting
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh. Populasi dalam penelitian ini yaitu 42 SKPD pada provinsi Aceh dan tiap SKPD diwakili oleh 3 orang yaitu Kepala SKPD, Pejabat Penatausahaan Keuangan Daerah (PPK) serta staf pelaporan keuangan sebagai responden. Penelitian ini merupakan penelitian sensus, dan pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang berisikan 31 pernyataan. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian secara simultan berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
Kata Kunci : Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kegiatan Pengendalian, Nilai Informasi Pelaporan Keuangan
PENDAHULUAN
Sebagai salah satu bentuk
pertanggungjawaban dalam
penyelenggaraan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 44 pemerintah, baik pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah adalah dengan
menyampaikan laporan
pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
Laporan keuangan pemerintah yang dihasilkan harus memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan yang telah diterima secara umum. Laporan keuangan pemerintah daerah merupakan kompilasi laporan keuangan seluruh SKPD yang menjadi perangkat daerah, laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban keuangan kepala daerah kepada lembaga legislatif (DPR/DPRD) dan masyarakat umum setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Laporan keuangan yang dihasilkan oleh pemerintah daerah akan digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Fenomena pelaporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia merupakan sesuatu hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Dari berbagai tulisan yang berhasil peneliti temukan dari internet, ternyata di dalam laporan keuangan SKPD maupun pemerintah daerah masih banyak disajikan data-data yang tidak sesuai. Selain itu juga masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang berhasil ditemukan oleh BPK dalam pelaksanaan audit laporan keuangan pemerintah daerah. Beberapa tulisan yang berhasil dihimpun adalah sebagai berikut:
1. Laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemerintah Aceh kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Dari hasil pemantauan terhadap penyelesaian kerugian daerah per 26 Agustus 2011, terdapat 145 kasus senilai Rp 43,03 miliar yang terjadi pada periode TA 2004 hingga 2009. Dari 145 kasus yang sudah ditanggani, baru 40 kasus yang sudah ditindaklanjuti senilai Rp 3,59 miliar. Dan sisanya 105 kasus senilai Rp 39,43 miliar belum tuntas. Sedangkan ada 15 temuan yang bersifat administratif, 12 temuan kelemahan sistem dan prosedur dan dua temuan mengenai ekonimos, efisiensi dan efektivitas. Keterlambatan penyerahan LHP-BPK atas laporan keuangan penggunaan anggaran APBA 2011 dikarenakan Pemerintah Aceh lambat menyerahkan laporan keuangan dan lambat menanggapi hasil pemeriksaan BPK. www.medanbisnisdaily.com 2. Selain itu, temuan potensi kerugian
45 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 penyampaian laporan keuangan SKPD tersebut menyebabkan telatnya penyampaian laporan keuangan oleh Pemerintah Aceh kepada BPK. http://liranews.com
3. Keterlambatan tersebut semata-mata karena masalah teknis karena ada sejumlah SKPD yang belum selesai menyusun Rencana Kerja Anggaran-nya (RKA) untuk tahun 2012. Molornya pengesahan APBA, jelas tidak sehat. Ini artinya, masa kerja APBA 2012 akan semakin singkat dan dampaknya, penggunaan anggaran untuk pembangunan tak tercapai maksimal, baik secara kuantitas maupun kualitas. http://harian-aceh.com
Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, dapat dinyatakan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan oleh SKPD maupun pemerintah daerah masih belum memenuhi kriteria nilai informasi yang disyaratkan, diantaranya keandalan dan ketepatwaktuan. Mengingat bahwa keandalan dan ketepatwaktuan merupakan unsur penting dalam Laporan Keuangan Perangkat Daerah (LKPD) sebagai dasar pengambilan keputusan.
Untuk menghasilkan informasi keuangan yang bermanfaat bagi para pemakai, maka laporan keuangan harus disusun oleh personel yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan keuangan daerah dan sistem akuntansi
(Tuasikal, 2007). Disinilah peran aparatur sebagai sumber daya manusia yang memiliki kapasaitas yang baik untuk mengelola keuangan daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh aparatur dalam peningkatan kapasitas SDM dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga tujuan pengelolaan keuangan daerah yang baik dapat dicapai.
Kewajiban pemanfaatan teknologi informasi oleh Pemerintah Daerah dan SKPD diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah. Manfaat yang ditawarkan oleh suatu teknologi informasi antara lain kecepatan pemrosesan transaksi dan penyiapan laporan, keakuratan perhitungan, penyimpanan data dalam jumlah besar, biaya pemrosesan yang lebih rendah, dan kemampuan multiprocessing (Wahana Komputer,2003). Namun, pengimplementasian teknologi informasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, apabila teknologi informasi tidak atau belum mampu dimanfaatkan secara optimal, maka implementasi teknologi menjadi sia-sia dan semakin mahal.
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 46 Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah terdapat 3 fungsi yang terlihat dari definisi pengendalian intern yaitu: (a) keterandalan pelaporan keuangan, (b) efisiensi dan efektivitas operasi, dan (c) kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
2. Apakah kapasitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
3. Apakah pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
4. Apakah kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
2. Untuk mengetahui pengaruh kapasitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
3. Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh. 4. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan
pengendalian terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD pada Provinsi Aceh.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Pelaporan Keuangan SKPD
47 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 peraturan perundang-undangan.
Adapun laporan keuangan pokok yang harus disusun oleh pemerintah sebagaimana tercantum dalam PP Nomor 71 Tahun 2010 meliputi: (1) Laporan Realisasi Anggaran, (2) Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, (3) Neraca, (4) Laporan Operasional, (5) Laporan Arus Kas, dan (6) Laporan Perubahan Ekuitas, (7) Catatan atas Laporan Keuangan. Mengingat pada Pemerintah Aceh masih dalam tahap peralihan (transisi), maka yang digunakan adalah PP Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Lampiran II.
Nilai Informasi
Menurut PP 71 Tahun 2010 informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi. Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Keterandalan adalah kemampuan informasi untuk memberi keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid.
Tepat waktu berdasarkan PP 71 Tahun 2010 dimasudkan bahwa informasi yang disajikan dengan tepat waktu maka akan berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan. Ketepatwaktuan
adalah tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada saat dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan kekuatan untuk mempengaruhi keputusan. Dalam hal tertentu, mengejar keberpautan dan ketepatwaktuan untuk mencapai kebermanfaatan harus dibarengi dengan mengorbankan kualitas lain yaitu keakuratan/presisi (accuracy/precision) atau keterandalan.
Kapasitas Sumber Daya Manusia
Berdasarkan laporan akhir studi GTZ & USAID/CLEAN Urban (2001), menyebutkan kapasitas sumber daya manusia merupakan suatu kemampuan baik dalam tingkatan individu, organisasi/kelembagaan, maupun sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kapasitas harus dilihat sebagai kemampuan untuk mencapai kinerja, untuk menghasilkan keluaran-keluaran (outputs) dan hasil-hasil (outcomes).
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 48 Kegagalan sumber daya manusia
Pemerintah Daerah dalam memahami dan menerapkan logika akuntansi akan berdampak pada kekeliruan laporan keuangan yang dibuat dan ketidaksesuaian laporan dengan standar yang ditetapkan pemerintah (Warisno, 2009).
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Menurut Jurnali dan Supomo (2002) pemanfaatan teknologi informasi merupakan tingkat integrasi teknologi informasi pada pelaksanaan tugas-tugas akuntansi. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup adanya (a) pengolahan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik dan (b) pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah negeri ini (Hamzah, 2009).
Teknologi informasi meliputi komputer (mainframe, mini, micro), perangkat lunak (software), database, jaringan (internet, intranet), electronic commerce, dan jenis lainnya yang berhubungan dengan teknologi (Wilkinson et al., 2000). Teknologi informasi selain sebagai teknologi komputer (hardware dan software) untuk pemrosesan dan penyimpanan informasi, juga berfungsi sebagai teknologi komunikasi untuk penyebaran informasi. Komputer sebagai salah satu komponen dari teknologi informasi merupakan alat yang bisa
melipatgandakan kemampuan yang dimiliki manusia dan komputer juga bisa mengerjakan sesuatu yang manusia mungkin tidak mampu melakukannya. Kegiatan Pengendalian
Untuk menghasilkan laporan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, gubernur dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintah. Kegiatan pengendalian merupakan aplikasi dari Sistem Pengendalian Intern (SPI) pada pemerintah daerah, yang dirancang dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
PP No. 60 Tahun 2008 Bagian III menyebutkan bahwa kegiatan pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang dapat membantu memastikan dilaksanakannya arahan pimpinan Instansi Pemerintah untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi selama proses penilaian risiko.
METODE PENELITIAN
Populasi Penelitian
49 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 Tabel 1. Data Responden Penelitian
No Nama SKPD KPA,
PPK&PP
1 Dinas Pendidikan 3
2 Badan Pendidikan Dayah 3
3 Sekretariat Majelis
Pendidikan Daerah 3
4 Dinas Kesehatan 3
Komunikasi, Informatika & Telematika
3
12 Bappedalda 3
13
Badan Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
3
14 Dinas Sosial 3
15 Dinas Tenaga Kerja dan
Mobilitas Penduduk 3
16 Badan Investasi & Promosi 3
17 Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata 3
18 Sekretariat Majelis Adat Aceh 3 19 Dinas Pemuda dan Olahraga 3
20 Badan Kesbang Politik dan
Perlindungan Masyarakat 3
21 Satuan Polisi Pamong Praja
dan Wilayatul Hisbah 3
22 Dewan Perwakilan Rakyat
Aceh 3
23 Kepala Daerah/Wakil Kepala
Daerah 3
24 Sekretariat Daerah 3
25 Sekretariat DPRA 3
26 Dinas Pengelolaan Keuangan
dan Kekayaan Aceh 3
27 Inspektorat Aceh 3
28 Kantor Penghubung
Pemerintah Aceh 3
29 Badan Kepegawaian,
Pendidikan dan Pelatihan 3
30 Dinas Syariat Islam 3
35 Badan Pemberdayaan
Masyarakat 3
41 Dinas Kelautan dan Perikanan 3
42
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM
3
Jumlah 126
Sumber: Qanun Aceh No.5 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Daerah
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelitian lapangan (field research), yaitu data yang diperoleh dengan menggunakan survey kuesioner dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan secara terstruktur dimana setiap responden dibatasi dalam memberikan jawaban pada alternatif jawaban tertentu saja. Kuisioner diberikan langsung kepada Kepala SKPA, PPK dan staf bagian akuntansi.
Operasionalisasi Variabel
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu kapasitas sumber daya mansuia (X1), pemanfaatan
teknologi informasi (X2), kegiatan
pengendalian (X3). Sedangkan yang
menjadi variabel dependen adalah nilai informasi pelaporan keuangan SKPD (Y). Berikut dijelaskan definisi dan operasionalisasi variabel:
a. Kapasitas sumber daya manusia (X1)
yaitu suatu kemampuan baik dalam
tingkatan individu,
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 50 sistem untuk melaksanakan
fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Kapasitas harus dilihat sebagai kemampuan untuk mencapai kinerja, untuk menghasilkan keluaran-keluaran (outputs) dan hasil-hasil (outcomes). GTZ & USAID/CLEAN Urban (2001).
b. Pemanfaatan teknologi akuntansi (X2)
yaitu, tingkat integrasi teknologi informasi pada pelaksanaan tugas-tugas akuntansi. (Jurnali dan Supomo: 2002).
c. Kegiatan pengendalian (X3), yaitu
proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan (PP No 60 Tahun 2008).
d. Nilai informasi pelaporan keuangan SKPD (Y), yaitu memiliki tingkat keterandalan dimana informasi yang dihasilkan dapat memberi keyakinan bahwa informasi tersebut benar atau valid. Dan memiliki tingkat ketepatwaktuan dimana tersedianya informasi pada saat dibutuhkan (PP Nomor 71 Tahun 2010 Tentang SAP).
Metode Analisis
Untuk menganalisis data digunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada metode kualitatif, semua data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif berdasarkan pendapat para ahli sebagai landasan teori. Kuesioner yang telah diisi oleh responden dikuantitatifkan terlebih dahulu sehingga menghasilkan keluaran-keluaran berupa angka yang selanjutnya dianalisis melalui program SPSS (Statistical Package for Social Science).
Untuk menganalisis data dilakukan pengujian data dan pengujian hipotesis.
Uji validitas
Uji Validitas dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana instrumen yang digunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur dan memastikan bahwa masing-masing pertanyaan akan terklasifikasi pada variabel yang telah ditetapkan (construk validity). Untuk uji validitas dalam penelitian ini digunakan factor analysis yang menjelaskan korelasi (hubungan) diantara sejumlah variabel dengan menggunakan satu set dimensi yang disebut faktor. Untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan memiliki validitas atau tidak, maka akan dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan uji pearson product moment. Ukuran data dianggap valid
51 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 Uji Reliabilitas, untuk mengukur kehandalan kuesioner, digunakan uji reliabilitas. Umumnya pendekatan yang digunakan adalah dengan cara menghitung Cronbach Alpha masing-masing variabel yang terlibat. Cronbach Alpha menafsirkan korelasi antara skala yang dibuat dengan semua skala variabel yang ada. Dimana suatu instrumen dapat dikatakan reliabel bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar : (a) <0.6 tidak reliabel, (b) 0.6-0.7 acceptable, (c) 0.7-0.8 baik dan (d) >0.8 sangat baik (Sekaran,2006).
Rancangan Pengujian Hipotesis
Tehnik analisis data pada pengujian hipotesis menggunakan pengujian analisis regresi linier berganda yang merupakan tehnik statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dua atau lebih variabel dan untuk melihat pengaruh secara parsial dan simultan.
Persamaan model empiris yang digunakan dalam meneliti pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yaitu:
Y = + 1X1 + 2 X 2 + 3X3 + e ... (1)
Keterangan :
Y = Nilai Informasi Pelaporan Keuangan SKPD.
X1 = Kapasitas Sumber Daya Manusia.
X2 = Pemanfaatan Teknologi Informasi.
X3 = Kegiatan Pengendalian.
1,2,3 = Koefisien X1,X2,X3.
= konstanta. ε = error..
HASIL PEMBAHASAN
Lingkup Pengembalian Kuesioner
Kuesioner merupakan data primer yang digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner yang disebarkan sebanyak 126 kuesioner pada 42 SKPD di Provinsi Aceh. Pengembalian kuesioner yang diterima peneliti sebanyak 122 kuesioner. Alasan pengembalian kuesioner tidak sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan dalam penelitian ini karena ada kuesioner yang tidak dapat dipakai (tidak lengkap lembar kuesioner) dan ada beberapa responden pada SKPD yang tidak mengembalikan kuesioner yang diterima. Berdasarkan hal tersebut maka jumlah kuesioner yang diterima dengan baik dan dapat diolah sebanyak 122 kuesioner.
Karakteristik Responden
Karakteristik responden berdasarkan kuesioner yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Data Karakteristik Responden
No Jenis Kelamin Jumlah %
1 Laki-Laki 84 69%
2 Perempuan 38 31%
Jumlah 122 100%
No Bidang Ilmu Jumlah %
1 Akuntansi 77 63%
2 Lain-lain 45 37%
Jumlah 122 100
No Umur Jumlah %
1 26-30 Tahun 38 31%
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 52
3 36-40 Tahun 21 17%
4 > 40 Tahun 31 26%
Jumlah 122 100%
Hasil Uji Validitas
Berdasarkan output komputer dari 31 pernyataan dinyatakan valid karena nilai korelasi yang diperoleh masing-masing pernyataan untuk 31 item berada di atas nilai kritis korelasi product moment. Dari hasil yang diperoleh nilai kritis 5% (untuk N=122) yaitu 0,176. Jika nilai korelasi
lebih besar dari nilai kritis maka pernyataan-pernyataan tersebut adalah signifikan dan valid.
Hasil Uji Reliabilitas
Hasil Uji Reliabilitas diketahui nilai koefisien alpha untuk masing-masing variabel berada diatas 0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang dijadikan alat ukur dalam penelitian ini layak untuk digunakan.
Hasil Pengujian Hipotesis
Dari hasil analisis didapatkan persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y =1,098 +0,316X1+0,140X2+0,314X3+e (2)
Berdasarkan persamaan tersebut, dapat diketahui hasil-hasil penelitian yaitu: 1. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,601
menunjukkan bahwa derajat hubungan (korelasi) antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 60,1%. Artinya kapasitas
sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian memiliki hubungan terhadap nilai informasi pelaporan keuangan sebesar 60,1%.
2. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,362 artinya nilai informasi pelaporan keuangan sebesar 36,2% dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan kegiatan pengendalian sedangkan sebesar 63,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. 3. Konstanta sebesar 1,098 artinya jika
kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalin dianggap konstan, maka besarnya nilai yang diperoleh dari variabel nilai informasi pelaporan keuangan adalah sebesar 1,098 pada satuan skala likert.
a. Koefisien regresi (β1) sebesar 0,316
menunjukkan bahwa setiap kenaikan kapasitas sumber daya manusia sebesar 1% maka akan diikuti oleh kenaikan nilai informasi pelaporan keuangan sebesar 31,6%. Dengan asumsi variabel independent lainnya tetap (konstan). Dengan demikian hipotesis HA diterima (1 ≠ 0) dan
menolak H0.
b. Koefisien regresi (β2) sebesar 0,140
53 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 kenaikan nilai informasi pelaporan keuangan sebesar 14%. Dengan asumsi variabel independent lainnya tetap (konstan). Dengan demikian hipotesis HA diterima (2 ≠ 0) dan
menolak H0.
c. Koefisien regresi (β3) sebesar 0,314
menunjukkan bahwa setiap kenaikan kegiatan pengendalian sebesar 1% maka akan diikuti oleh kenaikan nilai informasi pelaporan keuangan sebesar 31,4%. Dengan asumsi variabel independent lainnya tetap (konstan). Dengan demikian hipotesis HA
diterima (3≠ 0) dan menolak H0.
Pengujian Secara Simultan Pengaruh
Kapasitas Sumber Daya Manusia,
Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan
Kegiatan Pengendalian terhadap Nilai
Informasi Pelaporan Keuangan
Pengujian secara simultan dilakukan dengan melihat nilai R2. Berdasarkan hasil pengujian pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan kegiatan pengendalian terhadap nilai informasi pelaporan keuangan secara simultan diperoleh nilai koefisien R2 sebesar 0,362 atau 36,2%, artinya pengaruh antara variabel independen terhadap dependen sebesar 36,2%. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama yang menyebutkan bahwa kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan
kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
Dengan memperhatikan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki baik pada tingkatan sistem, kelembagaan, maupun individu, kemudian didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin, serta adanya rancangan kegiatan pengendalian yang memadai diharapkan pihak pengelola keuangan daerah khususnya bagian akuntansi pada seluruh SKPD di Provinsi Aceh, mampu melaksanakan tugas dan fungsi akuntansi dengan baik yang akhirnya dapat menghasilkan laporan keuangan pemerintah daerah yang bernilai yaitu andal dan tepat waktu.
Pengaruh Kapasitas Sumber Daya
Manusia terhadap Nilai Informasi
Pelaporan Keuangan
Pengujian secara parsial dilakukan dengan melihat nilai koefisien regresi (β) variabel independen. Hasil pengujian menunjukkan nilai β untuk X1 adalah 0,316.
Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa terdapat hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 31,6%. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yang telah dirumuskan yaitu kapasitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 54 akuntansi/tata usaha keuangan sudah
dinilai memiliki kapasitas sumber daya manusia yang baik, hal tersebut dapat dilihat dari jawaban kuesioner penelitian terhadap variabel kapasitas sumber daya manusia. Pada SKPD di Provinsi Aceh, latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh bagian akuntansi/tata usaha keuangan sebagian besar berlatar belakang ilmu akuntansi sehingga bidang pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kemudian aparatur SKPD yang berada di bagian akuntansi/tata usaha keuangan rata-rata menjawab setuju/sangat setuju bahwa diperlukan pelatihan dan pendidikan guna membantu penguasaan dan pengembangan keahlian dalam tugas. Hal tersebut bertujuan agar bagian akuntansi/tata usaha keuangan dapat menyusun dan menghasilkan laporan keuangan yang bernilai.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi
Informasi terhadap Nilai Informasi
Pelaporan Keuangan
Hasil pengujian secara parsial selanjutnya menunjukkan nilai β untuk X2
adalah 0,140. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa terdapat hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 14% Hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga yang telah dirumuskan yaitu pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah disebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan daerah, dan menyalurkan Informasi Keuangan Daerah kepada pelayanan publik. Dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, maka dapat membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengakses, mengelola, dan mendayagunakan informasi keuangan daerah secara cepat dan akurat.
Pengaruh Kegiatan Pengendalian
terhadap Nilai Informasi Pelaporan
Keuangan
Hasil pengujian secara parsial yang terakhir menunjukkan nilai β untuk X3
adalah 0,314. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa terdapat hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 31,4% . Hasil penelitian ini mendukung hipotesis keempat yang telah dirumuskan yaitu kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
55 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012 yang disyaratkan, yaitu keandalan. Permasalahan lain yaitu masih terlambatnya penyampaian laporan keuangan, dan hingga saat ini LKPD untuk Provinsi Aceh masih mendapatkan opini WDP (2005-2010). Berdasarkan kenyataan tersebut diperlukan perbaikan pengendalian intern khususnya kegiatan pengendalian terhadap nilai informasi pelaporan keaungan, sehingga laporan keuangan yang disajikan lebih bernilai.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Setelah dilakukan pengujian dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya:
1. Kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
2. Kapasitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
3. Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
4. Kegiatan pengendalian berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan SKPD.
Keterbatasan
Beberapa keterbatasan yang ada
dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Instrumen dan daftar pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar dikembangkan sendiri oleh peneliti, selebihnya mengadopsi dari beberapa penelitian terdahulu yang memiliki variabel sama dengan penelitian ini. Peneliti berusaha menyesuaikan dengan kondisi yang ada dan telah melakukan beberapa kali perbaikan namun tetap memiliki kelemahan-kelemahan.
2. Kurangnya pemahaman dari responden terhadap pernyataan-pernyataan dalam kuisioner serta sikap kurang kepedulian dan keseriusan dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang ada. Masalah subjektivitas dari responden dapat mengakibatkan hasil penelitian ini rentan terhadap biasnya jawaban responden.
Saran
Dalam kaitannya terhadap kualitas audit, peneliti ingin memberikan saran-saran sebagai berikut:
Saran untuk SKPD di Kota Banda Aceh
Dalam upaya peningkatan nilai informasi pelaporan keuangan, peneliti memberi beberapa saran:
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 56 bidang pekerjaan yang digeluti
dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki (prinsip the right man in the right place). Hal ini diharapkan agar
hasil yang diperoleh dapat lebih baik sehingga meminimalisasikan kesalahan dan kecurangan. Hal tersebut dapat dilihat dari data responden yang membuktikan bahwa masih banyaknya aparatur yang bekerja di bagian akuntansi/tata usaha keuangan berlatar belakang pendidikan non akuntansi (Lain-lain). 2. Sebaiknya instansi pada pemerintah
daerah dapat bekerja dengan efektif dan efisien sehingga laporan keuangan dapat dihasilkan degan cepat. Hal ini juga merupakan langkah pemerintah daerah untuk menghindari keterlambatan penyampaian laporan keuangan seperti yang menjadi permasalahan selama ini. Keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat dihindari apabila pemerintah daerah menerapkan system pengendalian intern yang baik diseluruh SKPD pada Provinsi Aceh. 3. Sebaikanya aparatur yang bekerja di
seluruh instansi pemerintah diberikan pendidikan dan pelatihan terhadap software akuntansi ataupun software
yang digunakan dalam bidang pekerjaannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari langkah pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas sumber daya
manusia (dalam hal ini adalah aparatur). Pemahaman yang baik terhadap sotware yang digunakan akan membuat aparatur lebih dapat menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas.
Saran untuk Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk peneliti selanjutnya. Untuk perbaikan selanjutnya peneliti memberi beberapa saran yaitu:
1. Memperbaiki terlebih dahulu kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini atau menggunakan kuesioner yang tingkat validitas dan reliabilitasnya lebih tinggi.
2. Mempertimbangkan variabel-variabel lain yang diduga berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan misalnya latar belakang pendidikan, pengalaman kerja aparatur, maupun peran internal auditor yang dianggap memiliki pengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Alimbudiono, R. S. & Fidelis, Arastyo Andono. 2004. Kesiapan Sumber Daya Manusia Sub Bagian Akuntansi Pemerintah
Daerah “XYZ” dan Kaitannya Dengan
Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kepada Masyarakat: Renungan Bagi Akuntan Pendidik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik. Vol. 05 No. 02. Hal: 18-30.
Azhar, S., 2007, Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
57 - Volume 1, No. 1, Agustus 2012
Batang). Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.
Badan Pemeriksa Keuangan RI. 2006. Konsep Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. Bastian, I., 2006. Akuntansi Sektor Publik:
Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga. Bastian, I., 2007. Sistem Akuntansi Sektor
Publik. Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat. Bellamy, C., dan Taylor, J., A., 1998.
Governing In The Information Age. Buckingham, UK: Open University Press.
Darwanis dan Desi Dwi Mahyani. 2009. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Tehnologi Informasi Dan Pengendalian Intern Akuntansi Terhadap Keterhandalan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah. Jurnal Telaah & Riset Akuntansi. Vol. 2. No. 2. Hal: 133-151.
Hamzah, A., 2009. Pengaruh Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, Faktor Sosial, Kesesuaian Tugas dan Kondisi yang Memfasilitasi Pemakai terhadap Minat Pemanfaatan Sistem Informasi (Studi Empiris Pada Pemerintahan Kabupaten di Pulau Madura). Simposium Nasional Sistem Teknologi Informasi. UGM.
Indriasari, D. dan Ertambang Nahartyo. 2008. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, dan Pengendalian Intern Sistem Akuntansi terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah. Simposium Nasional Akuntansi VII. Pontianak. Istianingsih dan Setyo Hari Wijanto. 2008.
Pengaruh Kualitas Sistem informasi, Kualitas Informasi, dan Percived Usefulness Terhadap Kepuasan Pengguna Software Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi IX. Pontianak.
Jurnali, T. & Bambang Supomo. 2002. Pengaruh Faktor Kesesuaian Tugas-Teknologi dan Pemanfaatan TI terhadap Kinerja Akuntan Publik. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 5 No. 2 Hal: 214-228.
Mahmudi. 2007. Analisis La poran Keuangan Daerah: Panduan Bagi Eksekutif, DPRD, dan Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi, Sosial, dan Politik. UPP STIM YKPN. Mardiasmo. 2006. Perwujudan Transparansi
dan Akuntabilitas Publik Melalui Akuntansi Sektor Publik: Suatu Sarana Good Governance. Jurnal Akuntansi
Pemerintah. Vol. 2 No. 1. Hal: 1-17. Pemerintah Aceh. 2007. Qanun Aceh No.5
Tahun 2007 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas, Lembaga Teknis Daerah, dan Lembaga Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah.
Republik Indonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Risa, D., 2008. Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Daerah, Penggunaan Software Akuntansi dan Nilai Laporan Keuangan Pemerintah. Fakultas Ekonomi, UNS.
Sekaran, U., 2006. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. John Wiley & Sons, Inc.
Thalib, S. B., 2008. Evaluasi Kesiapan Sumber Daya Manusia Di Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Ende Dalam Rangka Implementasi Konsep Value For Money Audit Untuk Penelitian Kinerja. Thesis. UGM.
Tim GTZ-USAID/CLEAN Urban. Januari 2001. Pengembangan Kapasitas bagi Pemerintahan Daerah-Suatu Kerangka Kerja bagi Pemerintah dan Dukungan Donor. Laporan Akhir: Studi Pengkajian Kebutuhan Pengembangan Kapasitas bagi Pemerintah Daerah dan DPRD. www.gtzsfdm.or.id.
Tuasikal, A. 2007. Pengaruh Pemahaman Sistem Akuntansi, Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (Studi pada Kabupaten Maluku Tengah di Provinsi Maluku). Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Sektor Publik. Vol. 08, No. 01. Hal:1466-1468.
Undang-Undang Republik Indonesia. Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Volume 1, No.1, Agustus 2012 - 58
Medan.
Wahana Komputer. 2003. Panduan Aplikatif Sistem Akuntansi Online Berbasis Komputer. Yogyakarta: ANDI.
Widodo, J., 2001. Good Governance : Telaah dan Dimensi Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi pada Era Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Surabaya: Insan Cendekia.
Wilkinson, W. Joseph, Michael J. Cerullo, Vasant Raval, & Bernard Wong-On-Wing. 2000. Accounting Information Systems: Essential Concepts and Applications. John Wiley and Sons. Inc. Winidyaningrum, C. dan Rahmawati. 2010.
Pengaruh Sumberdaya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Keterandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Variabel Intervening Pengendalian Intern Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi XIII. Purwokerto.
http://www.medanbisnisdaily.com http://www.liranews.com