• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SU"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

FR. SKEMA-03

Ditetapkan tanggal:

Oleh:

Nomor Dokumen : 001/SKEMA/LSPMSDMI/2015 Nomor Salinan : 0

Status Distribusi : Terkendali Tak terkendali

MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA

MANUSIA

Mahmud

Ketua Komite Skema

Dinarwulan Sutoto

Ketua Umum LSP MSDM Indonesia

(2)

1. LATAR BELAKANG

1.1. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang berbasis kompetensi dan

terstandarisasi secara nasional untuk organisasi secara umum telah

dituangkan dalam format SKKNI MSDM dan SKKNI HI.

1.2. SKKNI MSDM dan SKKNI HI ini dikembangkan menggunakan pendekatan

RMCS (Regional Model Competency Standard) berdasarkan praktek

manajemen terbaik sehingga para pelaksana dan penanggung-jawab MSDM

diharapkan mampu bersaing secara nasional, regional, dan atau

internasional.

1.3. Ketentuan dalam Pasal 12 dan 18 Undang-undang No 13 tahun 2003

tentang Ketenagakerjaan.

1.4. Proses pengembangan kompetensi profesi saat ini beragam dalam jenis

programnya maupun cara eksekusinya di setiap organisasi dan badan

usaha pemerintah.

1.5. Diperlukan pelaksana dan penanggung-jawab Manajemen Sumber Daya

Manusia (MSDM) yang kompeten di bidangnya sesuai standar kompetensi

yang berlaku secara nasional.

1.6. Perlu dipastikan bahwa pengelolaan dan pengembangan SDM di organisasi

terlaksana dengan kaidah-kaidah yang benar sehingga menghasilkan

peningkatan kapasitas dan kapabilitas organisasi.

1.7. Perlunya mengembangkan hubungan kerja yang harmonis antara

pengusaha dan pekerja melalui sistem pengelolaan SDM yang sesuai

dengan ketentuan dan perundang-undangan.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI

Skema sertifikasi ini meliputi profesi bidang manajemen sumber daya manusia

dengan penguasaan berdasarkan kerangka okupasi manager pengelolaan SDM.

Okupasi ini bertujuan untuk memastikan keselarasan perencanaan,

pelaksanaan, evaluasi serta perbaikan terhadap pengelolaan SDM telah

dilakukan berdasarkan pendekatan pengeloaan sumber daya manusia yang

benar sesuai dengan praktek terbaik serta pemenuhan sumber daya manusia

sesuai dengan kebutuhan organisasi, demi memastikan tercapainya tujuan

(3)

2.1Merencanakan dan membangun organisasi yang efektif sekaligus melakukan pengelolaan SDM untuk mencapai tujuan organisasi

2.2Merencanakan, mencari, memilih SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan organisasi saat ini dan masa yang akan dating

2.3Mengelola proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi SDM secara terinegrasi untuk menyeimbngkan antara kebutuhan pegawai dengn organisasi demi menjaga keberlangsungan organisasi secara umum

2.4Mengelola kinerja pekerja agar selaras dengan tujuan organisasi serta pemberian penghargaan yang menarik, kompetitif, dan adil

2.5Mengembangkan pola hubungan pekerja yang harmonis untuk memastikan pencapai tujuan organisasi

2.6Menyediakan dan mengembangkan layanan administrasi dan sistem informasi manajemen SDM sesuai dengan kebutuhan

Kelompok kompetensi ini dapat digunakan untuk memenuhi kualifikasi kompetensi pada jabatan-jabatan antara lain namun tidak terbatas pada: Manajer Sumber Daya Manusia, Human Capital Manager, HRD Manager,

Manajer Personalia, Kepala Personalia

3. TUJUAN SERTIFIKASI

Memastikan dan memelihara kompetensi profesi pengelolaan sumber daya

manusia pada umumnya dan atau pimpinan dibidang sumberdaya manusia

4. ACUAN NORMATIF

4.1. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi

Nasional Indonesia.

4.2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 307 tahun 2014

tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori

Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat

Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia.

4.3. Peraturan BNSP No 1 tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian

Kesesuaian-Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi.

4.4. Peraturan BNSP No 4 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan dan

(4)

5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI

5.1. Jenis Kemasan : OKUPASI

5.2. Okupasi Bidang Manajer Pengelolaan SDM

5.3. Rincian Unit Kompetensi

No. Kode Unit Judul Unit Kompetensi

1 M.701001.003.01 Merumuskan Kebijakan Organisasi yang selaras dengan Strategi Pengelolaan SDM

2 M.701001.004.01 Membuat Rancangan Model/Struktur Organisasi 3 M.701001.006.01 Menetapkan Kebutuhan akan Pekerja

4 M.701001.017.01 Merumuskan Permasalahan Organisasi 5 M.701001.018.01 Menyusun Intervensi Interpersonal 6 M.701001.019.01 Menyusun Intervensi Teknologi

7 M.701001.021.01 Menyusun Intervensi Manajemen Pekerja

8 M.701001.023.01 Melakukan Intervensi Perubahan dalam Organisasi 9 M.701001.026.01 Merancang Model Kompetensi

10 M.701001.029.01 Merancang Metode Pengukuran Kompetensi

11 M.701001.032.01 Menyelaraskan Strategi Pembelajaran dan

Pengembangan sesuai dengan Strategi Organisasi 12 M.701001.035.01 Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan 13 M.701001.042.01 Menentukan Pekerja Bertalenta

14 M.701001.044.01 Mengembangkan Manajemen Suksesi di Organisasi 15 M.701001.045.01 Melaksanakan Program Manajemen Suksesi

16 M.701001.055.01 Menyusun Strategi Pengelolaan Kinerja

17 M.701001.058.01 Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja 18 M.701001.062.01 Merancang Tindak Lanjut Hasil Penilaian Kinerja

19 M.701001.064.01 Merancang Kebijakan Remunerasi di Tingkat Organisasi

20 M.701001.068.01 Menyusun Struktur dan Skala Upah di Tingkat Organisasi

21 M.701001.069.01 Menyusun Sistem Penentuan Upah Pekerja di Tingkat Organisasi

22 M.701001.070.01 Menyusun Sistem Tunjangan dan Benefit di Tingkat Organisasi

23 M.701001.071.01 Menyusun Program Insentif di Tingkat Organisasi

24 M.701001.076.01 Membangun Komunikasi Yang Harmonis dengan Pekerja di Tingkat Organisasi

25 M.701001.078.01 Mengembangkan Peranan Pemangku Jabatan Lini dalam Menjalankan Fungsi MSDM

26 M.701001.082.01 Membuat Peraturan Perusahaan/Kepegawaian di Tingkat Organisasi

27 M.701001.083.01 Membuat Perjanjian Kerja Bersama di Tingkat Organisasi

28 M.701001.085.01 Melaksanakan Proses Pemutusan Hubungan Kerja di Tingkat Organisasi

(5)

30 M.701001.089.01

Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis dengan Wakil Pekerja atau Serikat Pekerja/ Serikat Buruh

31 M.701001.092.01 Menentukan Sistem Informasi Pekerja

5.3 Rincian Kompetensi Lunak(Soft Competency):

Untuk memenuhi Employability dan adaptability, disamping kempetensi teknis sesuai dengan rincian unit kompetensi diatas, pengelola SDM harus kompeten terhadap prasyarat dasar (soft competency) sebagai berikut :

1. Integritas (Integrity)

2. Kepemimpinan (Leadership)

3. Manajemen Relasi (Relationship management)

4. Berorientasi Pada Pelayanan (Customer Service Orientation)

5. Konsultasi (Consultation)

6. Kerjasama (Teamwork)

7. Komunikasi (Communication)

8. Pemahaman Bisnis (Business Acumen)

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI

6.1. Pendidikan dan Pengalaman :

6.1.1. Strata 1 atau setara dan berpengalaman minimal 3 tahun pada posisi

supervisor, atau

6.1.2. Diploma 3 atau setara dan berpengalaman minimal 6 tahun pada

posisi supervisor,

6.2. Memiliki sertifikat pelatihan di bidang manajemen SDM terkait

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT

7.1. Hak pemohon

7.1.1. Mendapatkan bukti pembayaran

7.1.2. Mendapatkan bukti pengesahan peserta

7.1.3. Mendapatkan panduan peserta uji sertifikasi

7.1.4. Mendapatkan pelayanan pra Asesmen

7.1.5. Mengajukan banding dalam hal keputusan sertifikasi

(6)

7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.2.1. Memelihara kompetensi yang telah disertifikasi

7.2.2. Menjaga kode etik profesi MSDM

7.2.3. Mengikuti program surveilan yang ditetapkan LSP MSDM Indonesia

7.2.4. Melaporkan rekaman kegiatan kerja secara periodik sesuai ketentuan LSP MSDM Indonesia.

7.2.5. Membuat pernyataan tidak menyalahgunakan ketentuan sebagai pemegang sertifikat.

8. BIAYA SERTIFIKASI

8.1. Biaya uji kompetensi :Rp.

5.000.000,-9. PROSES SERTIFIKASI

9.1. Persyaratan pendaftaran

9.1.1. Persyaratan permohonan:

1) Mengisi aplikasi permohonan sertifikasi FR APL 01 dan FR APL 02, 2) Melampirkan masing-masing:

3) Photo copy ijasah terakhir yang dilegalisir. 4) Pas photo berwarna 3x4 cm (2 lembar)

5) Melampirkan tanda bukti pembayaran administrasi

6) Portofolio pengalaman atau Surat keterangan pengalaman dari tempat bekerja

7) Surat rekomendasi dari atasan bilamana belum memenuhi persyaratan pendidikan dan pengalaman minimal.

8) Photo copy Sertifikasi Kompetensi yang dipersyaratkan untuk dimiliki sebelumnya.

9.1.2. Hak pemohon

1) Mendapatkan penjelasan gambaran proses sertifikasi sesuai dengan skema sertifikasi.

2) Mendapatkan informasi tentang hasil ujian sertifikasi (lulus atau tidak lulus).

3) Mengikuti ujian sertifikasi lagi untuk unit kompetensi yang dinyatakan belum kompeten.

4) Memperoleh sertifikasi tanda kompeten apabila telah lulus seluruh bagian ujian kompetensi.

9.2 Proses Asesmen

(7)

Proses sertifikasi adalah proses asesmen dalam rangka pengakuan kompetensi yang diberikan kepada peserta yang telah memastikan dirinya kompeten terhadap lingkup kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi, yaitu dengan cara, sebagai berikut :

1) mengajukan permohonan pendaftaran sebagai calon peserta sertifikasi dengan mengisi formulir permohonan pendaftaran calon peserta.

2) Bilamana pendaftaran calon diterima, selanjutnya mengisi formulir aplikasi calon peserta sertifikasi FR APL 01 FR APL 02 Asesmen mandiri, dan melampirkan persaratan sesuai dengan persaratan skema sertifikasi.

3) LSP akan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan di asesmen,

4) Asesor akan melaksanakan asesmen kepada peserta sesuai lingkup skema sertifikasi yang diminta asesi,

5) Keputusan hasil asesmen akan direkomendasikan oleh Asesor kepada LSP, selanjutnya LSP akan mengevaluasi melalui komite teknik sertifikasi untuk mengesahkan rekomendasi keputusan asesor dan menerbitkan rekomendasi pengesahan hasil uji kepada LSP untuk diterbitkan sertifikat kompetensi.

9.2.2 Materi Asesmen.

Materi asesmen baik untuk asesmen melalui uji kompetensi maupun asesmen portofolio, didasarkan pada 2 hal, yaitu :

1) Seluruh persaratan kompetensi sesuai dengan yang tertera pada butir 5.2 rincian unit kompetensi,

2) Persaratan soft competency sesuai dengan kualifikasi pada skema sertifikasi.

9.2.3 Metoda Asesmen.

Untuk menjamin mutu keluaran hasil uji kompetensi maka beberapa hal dibawah ini harus menjadi acuan didalam melaksnakan asesmen, yaitu :

1) Asesmen Uji Kompetensi.

Asesmen melalui proses uji kompetensi dilaksanakan dengan metode uji kompetensi, sebagai berikut :

a) Untuk menilai keterampilan kerja dan sikap kerja digunakan observasi pada aktifitas kerja, bisa berupa demontrasi atau aktifitas kerja ril di tempat kerja,

b) Untuk menilai pengetahuan terkait dapat ditambahkan tes tulis/lisan

c) Untuk menilai terkait kompetensi lunak (soft competency)

(8)

2) Asesmen Portofolio.

Asesmen portofolio dilakukan kepada peserta sertifikasi yang telah memiliki portofolio lainnya (diluar portofolio sebagai persaratan dasar skema sertifikasi) meliputi seluruh dokumen hasil kerja dan telah divalidasi atasan. Pelaksnaan asesmen portofolio menggunakan metoda, sebagai berikut:

a) Verifikasi portofolio, kegiatan asesmen yang dilaksanakan untuk memastikan bukti portofolio peserta sesrtifikasi memenuhi aturan bukti,

b) Wawancara untuk memastikan seluruh persaratan soft competencytelah dipenuhi.

9.2.4 Tempat Asesmen.

Asesmen dilaksanakan di tempat uji kompetensi (TUK) yang telah diverifikasi oleh LSP, yaitu yang memenuhi persaratan tempat uji kompetensi, sebagai berikut :

1) Ruangan yang memiliki ketentuan:

a. Luas ruangan dengan kapasitas minimum 20 orang

b. Tersedia Air Conditioner (AC)

c. Lampu penerangan sesuai kebutuhan untuk membaca

d. Meja dan kursi atau Kursi dengan pengalas untuk menulis.

2) Alat dan Peralatan kerja, yaitu : komputer dan printer

9.2.5 Asesor Kompetensi

Asesor Kompetensi adalah personil yang memiliki qualifikasi sebagai asesor yang kompeten pada bidang dan ruang lingkupnya sebagaimana telah ditetapkan oleh LSP, dengan persyaratan sebagai berikut:

1) Mengerti skema sertifikasi klaster Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

2) Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode uji dan dokumen uji sertifikasi Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

3) Memiliki kompetensi bidang Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

4) Mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan dalam bahasa yang digunakan dalam uji kompetensi, dan

(9)

9.3 Keputusan Sertifikasi

9.4.1 Keputusan Sertifikasi ditetapkan oleh Komite Sertifikasi LSP melalui mekanisme Rapat Pleno Komite Sertifikasi LSP. Personel yang terlibat didalam penetapan keputusan sertifikasi tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan uji atau pelatihan calon.

9.4.2 Keputusan Sertifikasi ditetapkan atas dasar hasil Asesmen Kompetensi.

9.4.3 Keputusan Sertifikasi bersifat mutlak, ketidakpuasan terhadap keputusan tersebut dapat dilakukan melalui Proses Banding.

9.4Pembekuan dan Pencabutan Sertifikasi, Penambahan dan Pengurangan Lingkup Sertifikasi

9.5.1 Kegagalan dalam menyelesaikan masalah yang mengakibatkan pembekuan sertifikat, dalam waktu yang ditetapkan oleh LSP, akan mengakibatkan pencabutan sertifikasi atau pengurangan ruang lingkup sertifikasi.

9.5.2 LSP membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikat kompetensi untuk memastikan bahwa, selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkait dengan sertifikasi yang dibekukan.

9.5.3 LSP membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikat kompetensi untuk memastikan bahwa setelah pencabutan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

9.5Pemeliharaan sertifikasi

Dalam rangka memastikan dan memelihara kompetensi para Pemegang Sertifikat, maka minimal setiap 2 (dua) tahun sekali dilakukan suveilan terhadap seluruh Pemegang Sertifikat.

9.5.1. Surveilan dilaksanakan dengan menggunakan metoda LOGBOOK (terlampir) dan atau kegiatan pemeliharaan kompetensi dengan menyertakan dokumen bukti kehadiran pada Program Penyegaran.

9.5.2. Surveilan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan LSP setiap tahunnya.

9.5.3. Kelalaian dan atau kegagalan dari surveilan akan mengakibatkan dicabutnya sertifikat kompetensi.

9.5.4. Surveilan dapat dilakukan diluar jadwal semestinya, manakala adanya keluhan pihak ke-3 atau adanya kasus sangkaan malpraktek.

9.6Proses Sertifikasi Ulang

(10)

9.6.3. Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP menjamin bahwa dalam memastikan terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikat dilakukan melalui asesmen yang tidak memihak.

9.6.4. Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP disesuaikan dengan skema sertifikasi.

9.7 Penggunaan Sertifikat, Logo dan Penanda

9.7.1. memenuhi ketentuan skema sertifikasi Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

9.7.2. menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruang lingkup setifikasi;

9.7.3. tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan pihak terkait dan tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikat yang menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah;

9.7.4. menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat acuan LSP setelah dibekukan atau dicabut sertifikatnya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP yang menerbitkannya,

9.7.5. tidak menyalahgunakan sertifikat.

9.7.6. Acuan sertifikasi yang tidak sesuai atau penyalahgunaan sertifikat dalam publikasi, katalog, dll harus ditangani oleh LSP dengan tindakan perbaikan seperti penundaan atau pencabutan sertifikasi, pengumuman pelanggaran dan jika perlu tindakan hukum lainnya.

9.8 Banding atas Keputusan Sertifikasi

9.8.1. LSP harus menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan terhadap banding.

9.8.2. LSP harus membuat kebijakan dan prosedur yang menjamin bahwa semua banding ditangani secara konstruktif, tidak berpihak, dan tepat waktu.

9.8.3. Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.

9.8.4. LSP harus bertanggung jawab atas semua keputusan di semua tingkat proses penanganan banding. LSP harus menjamin bahwa personil yang terlibat dalam pengambilan keputusan proses penanganan banding berbeda dari mereka yang terlibat dalam keputusan yang menyebabkan banding.

9.8.5. Penyerahan, investigasi dan pengambilan keputusan atas banding tidak akan mengakibatkan tindakan diskriminatif terhadap pemohon banding.

9.8.6. LSP harus menerima banding, dan memberikan laporan kemajuan serta hasil penanganannya kepada pemohon banding.

(11)

9.9 Keluhan

9.9.1. LSP harus menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan terhadap keluhan.

9.9.2. Penjelasan mengenai proses penanganan keluhan dapat diakses tanpa permintaan. Proses tersebut memperlakukan semua pihak secara adil dan setara.

9.9.3. LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang menjamin bahwa semua keluhan ditangani secara konstruktif, tidak berpihak, dan tepat waktu.

9.9.4. Setelah menerima keluhan, LSP harus melakukan konfirmasi apakah keluhan berkaitan dengan kegiatan sertifikasi yang menjadi tanggung jawab LSP, bila demikian maka LSP harus memberikan tanggapan yang sesuai.

9.9.5. LSP harus menerima keluhan, dan memberikan laporan kemajuan serta hasil penanganannya kepada pihak yang menyampaikan keluhan.

9.9.6. Setelah menerima keluhan, LSP harus bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan melakukan verifikasi semua informasi yang diperlukan untuk validasi terhadap keluhan.

9.9.7. LSP harus memberitahukan secara resmi kepada pihak yang menyampaikan keluhan pada akhir proses penanganan keluhan.

9.9.8. Keluhan tentang pemegang sertifikat yang terbukti benar akan dirujuk oleh LSP kepada pemegang sertifikat dengan meminta penjelasan pada saat yang tepat.

9.9.9. Proses penanganan keluhan oleh LSP harus mengikuti persyaratan kerahasiaan, baik yang berkaitan dengan pihak yang menyampaikan keluhan maupun subyek yang dikeluhkan.

Referensi

Dokumen terkait

Melalui surat ini, disampaikan nama-nama peserta Uji Kompetensi Hibah PSKK Tahun 2021 yang dapat melanjutkan ke Tahap Asesmen (daftar nama terlampir).. Adapun jadwal

Tuliskan Judul dan Nomor Skema Sertifikasi, Tujuan Asesmen serta Daftar Unit Kompetensi sesuai kemasan pada skema sertifikasi yang anda ajukan untuk mendapatkan pengakuan

Penyelenggaraan uji kompetensi untuk Uji Kompetensi Sertifikasi Ahli Asuransi, Lini Bisnis Usaha Asuransi Jiwa Dan Asuransi Kerugian Serta Manajemen Risiko

Skema Sertifikasi Sub Bidang Lembaga Keuangan Mikro Bukan Bank (LKMBB) ini dimaksudkan untuk memberikan standar kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja

Secara umum proses sertifikasi mencakup : peserta yang telah memastikan diri kompetensinya sesuai dengan standar kompetensi untuk paket/okupasi Teknisi Pressure

Secara umum proses sertifikasi mencakup : peserta yang telah memastikan diri kompetensinya sesuai dengan standar kompetensi untuk paket/okupasi Wellsite Geologist

Skema sertifikasi ini digunakann untuk memastikan kompetensi tenaga kerja pada jabatan Skema Sertifikasi Kompetensi Operator Muda Produksi dan sebagai acuan dalam

Tujuan sertifikasi adalah memastikan bahwa mahasiswa Universitas Islam Indonesia memiliki kompetensi untuk melakukan validasi metode pengujian kromatografi yang mengacu pada