KONFIGURASI FREERADIUS SEBAGAI RADIUS
SERVER MENGGUNAKAN CENTOS 6.5 DI
PT. TELEKOMUNIKASI SELULER DEPARTMENT IT
OPERATION REGIONAL SUMBAGUT
11 Agustus 2014
–
11 September 2014
Oleh:
MUHAMMAD ASFIANDA
1104105010028
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
iii
PENGESAHAN
Telah melaksanakan kerja praktek dengan judul “KONFIGURASI FREERADIUS
SEBAGAI RADIUS SERVER MENGGUNAKAN CENTOS 6.5 DI
PT. TELEKOMUNIKASI SELULAR DEPARTMENT IT OPERATION
REGIONAL SUMBAGUT” pada Departemen IT Operational Regional Sumbagut
dari tanggal 11 Agustus 2014 sampai dengan 11 September 2014, guna memenuhi
sebahagian persyaratan akademik pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala.
Medan, 11 September 2014
Pembimbing
(Lamhot MT Hutabarat)
Staff IT Operation Support Sumbagut.
Mengetahui Oleh.
(Cahyo Utomo)
iv
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis ucapakan kepada Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
melaksanakan Kerja Praktek serta dapat menyelesaikan dengan tepat waktu
penulisan laporan Kerja Praktek Lapangan di PT. Telkomsel Department IT
Operation Regional Sumatera Bagian Utara.
Untuk dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini, penulis banyak
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis ingin
mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Kepada Ibunda/Ayahanda serta keluarga tercinta.
2. Bapak Dr. Ir. Rizal Munadi, MM., MT selaku Pembantu Dekan Satu (PD I)
3. Bapak Dr. Teuku Yuliar Arif, ST., M.Kom selaku Ketua Jurusan Teknik
Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
4. Bapak Prof. Dr. Ir. Yuwaldi Away, M.Sc selaku Pembimbing Kerja Praktek.
5. Bapak Ahmadiar, ST., M.Sc selaku Pembimbing Akademik
6. Bapak Lamhot MT Hutabarat selaku Pembimbing Lapangan dan seluruh
karyawan Telkomsel Area Sumbagut.
7. Alvis Kautsar, Rony Kurnia, Yusrizal, dan teman-teman seluruh mahasiswa
Teknik Elektro angkatan 2011 serta semua pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Kerja Praktek ini masih
terdapat banyak kekurangan dan penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya
serta bermanfaat buat penulis sendiri maupun kita semuanya.
Banda Aceh, September 2014
Muhammad Asfianda
v
DAFTAR ISI
JUDUL ...
i
LEMBAR PENGESAHAN JURUSAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN INSTANSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR SINGKATAN ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Topik Pembahasan ... 3
1.3 Batasan Permasalahan ... 3
1.4 Tujuan ... 4
1.5 Metode Pembahasan... 4
1.6 Sistematika Penulisan... 4
BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 6
2.1 Sejarah Singkat PT. Telkomsel ... 6
2.2 Arti Logo PT. Telkomsel ... 8
2.3 Visi dan Misi PT. Telkomsel ... 9
2.4 Produk dan Layanan PT. Telkomsel ... 9
2.4.1KartuHALO... 10
2.4.1.1HALO Fit ... 10
2.4.1.2HALO Keluarga ... 10
2.4.1.3HALO Hybrid ... 11
2.4.1.4HALO Data ... 11
2.4.2Kartu As ... 12
2.4.3Kartu SimPATI ... 13
2.4.4TELKOMSEL Flash ... 15
vi
BAB III DASAR TEORI... 19
3.1 RADIUS ... 19
3.1.1Gambaran Mengenai AAA ... 20
3.1.2Format Paket Data RADIUS ... 22
3.1.3Prinsip Kerja RADIUS ... 23
3.2 MySQL ... 25
3.2.1Sejarah MySQL ... 25
3.2.2Keistimewaan MySQL ... 26
3.3 FreeRADIUS ... 28
BAB IV KONFIGURASI FreeRADIUS SEBAGAI RADIUS SERVER MENGGUNAKAN CentOS 6.5... 31
4.1 Instalasi RADIUS Server ... 31
4.2 Konfigurasi RADIUS Server ... 32
4.2.1Konfigurasi MySQL... 32
4.2.2Konfigurasi FreeRADIUS ... 35
4.3 Menambahkan User Untuk Autentikasi ... 38
4.4 Melakukan Tes Autentikasi... 40
BAB V PENUTUP ... 44
5.1 Kesimpulan ... 44
5.2 Saran ... 44
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kepemilikan Saham PT. Telkomsel ... 7
Gambar 2.2 Logo PT. TELKOMSEL ... 8
Gambar 2.3 KartuHALO ... 10
Gambar 2.5 Kartu As ... 12
Gambar 2.4 Kartu simPATI ... 14
Gambar 2.6 TELKOMSELFlash ... 15
Gambar 3.1 Struktur Paket Data RADIUS ... 22
Gambar 3.2 Ilustrasi RADIUS Sebagai Authentication dan Authorization ... 23
Gambar 3.3 Ilustrasi Prinsip Kerja RADIUS Sebagai Accounting ... 24
Gambar 3.4 Logo MySQL ... 25
Gambar 3.5 Logo FreeRADIUS ... 28
Gambar 4.1 Pembuatan Database Pada MySQL ... 33
Gambar 4.2 Import Tabel ke Database Dari schema.sql ... 34
Gambar 4.3 Tabel radcheck Dalam Database ... 39
Gambar 4.4 Tes User Access-Accept ... 40
viii
DAFTAR SINGKATAN
AAA : Authentication, Authorization and Accounting
AP : Access Point
API : Application Programming Interface
BSD : Berkeley Software Development
BSS : Base Station System
CHAP : Challenge/Handshake Authentication Protocol
CS : Costumer Service
DBMS : Database Management System
DHCP : Dynamic Host Configuration Protocol
DSL : Digital Subscriber Line
EAP : Extensible Authentication Protocol
EAP-TTLS : Extensible Authentication Protocol Tunneled Transport
Layer Security
EDGE : Enhanced Data rates for GSM Evolution
GM : General Manager
GNU GPL : GNU General Public License
GPRS : General Packet Radio Service
GSM : Global System for Mobile Communications
HA : High Availability
HSDPA : High-Speed Downlink Packet Access
IETF : Internet Engineering Task Force
IP : Internet Protocol
ISAM : Indexed Sequential Access Method
ISDN : Integrated Services Digital Network
ISP : Internet Service Provider
IVR : Interactive Voice Response
JSE : Jakarta Stock Exchange
KPN : Koninklijke PTT Nederland
ix
LSE : London Stock Exchange
MA : Manager Area
MHz : MegaHertz
MMS : Multimedia Messaging Service
mSQL : MiniSQL
NAS : Network Access Server
NYSE : New York Stock Exchange
OS : Operating System
PAM : Pluggable Authentication Modules
PAP : Password Authentication Protocol
PC : Personal Computer
PCMCIA : Personal Computer Memory Card International
Association
PDA : Personal Digital Assistant
PEAP : Protected Extensible Authentication Protocol
PHP : Personal Home Page
PKI : Public Key Infrastructure
PT : Perseroan Terbatas
RADIUS : Remote Authentication Dial-In User Service)
RAS : Remote Access Server
RDBMS : Relational Database Management System
RFC : Request For Comment
SGX : Singapore Exchange
SingTel Mobile : Singapore Telecom Mobile
SMS : Short Message Service
SQL : Structured Query Language
TCP : Transmission Control Protocol
VP : Vice President
WAP : Wireless Application Protocol
WEP : Wired Equivalent Privacy
Wi-Fi : Wireless Fidelity
x
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Saat sekarang ini dunia teknologi dan informasi mengalami
perkembangan yang cukup pesat seiring dengan kebutuhan layanan yang cepat
dan efisien. Salah satu perubahan utama yang tejadi dibidang telekomunikasi
adalah maraknya pengguna wireless untuk melakukan koneksi ke jaringan
komputer atau internet. Dengan menggunakan wireless membuat pengguna lebih
nyaman tanpa harus terikat serta dapat mengambil manfaat dan mobilitas dari
penggunaan smertphone dan juga labtop yang bisa dibawa kemana-mana.
Beberapa tahun terakhir ini penggunan wireless begitu banyak hingga disertai
dengan pemasangan wireless diberbagai bidang seperti sekolah, kampus, mall,
kantor, cafe, bandara dan tempat umum lainnya.
Pada wireless keamanan yang paling umum digunakan adalah dengan
menggunakan metode enkripsi yaitu WEP (Wired Equivalent Privacy). [1] Pada
WEP system keamanan menggunakan satu kata kunci enkipsi untuk semua
pengguna wireless yang digunakan bersama-sama. Hal ini menyebabkan metode
WEP menjadi tidak cocok dipasang ditempat-tempat umum karena memiliki
keamanan yang kurang baik karena dapat dimasuki oleh pihak-pihak yang berhak
sehingga tidak disarankan lagi untuk menggunakan metode keamanan ini. Sistem
keaman selain WEP adalah WPA (Wi-Fi Protected Access), sistem keaman WPA
telah mampu menggeser metode WEP dan menghasilkan keamanan yang lebih
baik. Implementasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible
Authentication Protocol) [2] sehingga mengghasil keamanan yang lebih baik
dengan proses autentikasi pengguna. Pada proses ini setiap pengguna harus
melakukan proses autentikasi ke server autentikasi sebelum terhubung ke internet.
Pada umumnya proses autentikasi ini menggunakan username dan password.
Pada PT. Telekomunikasi Seluler Sumatera Bagian Utara telah
2
atau internet. Pada sistem keamanan autentkasi pengguna wireless, setiap
pengguna yang ingin melakukan koneksi ke jaringan komputer atau internet harus
terlebih dahulu di daftarkan ke server autentikasi agar dapat melakukan koneksi.
Dalam kerja praktek ini saya akan membangun server autentikasi sebagai
autentikasi wireless pada sebuah PC. Autentikasi wireless yang akan dibangun
adalah radius server. RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service)
adalah merupakan metode standar yang digunakan untuk mengatur komunikasi
antara NAS (Network Access Server) dan AAA (Authentication, Authorization
and Accounting) server. Dalam hal ini AAA yang digunakan merupakan radius
server. Sehingga semua aktivitas internet yang dilakukan oleh pelanggan dapat
diatur secara detail dengan menggunakan radius server.
Radius server yang digunakan adalah FreeRADIUS. FreeRADIUS
merupakan radius server gratis yang cukup popular. FreeRADIUS dikembangkan
pada tahun 1999 oleh Alan DeKok dan Miquel van Smoorenburg. Sebelum
mengembangkan FreeRADIUS, Miquel pernah mengembangkan Cistron
RADIUS, namun tidak dilanjutkan dan dilanjutkan dengan mengembangkan
FreeRADIUS. FreeRADIUS dimulai untuk membuat RADIUS Server dengan
menggunakan desain modular. Seiring perkembangan waktu FreeRADIUS
semakin banyak digunakan, sehinga FreeRADIUS terus dikembangkan, sehingga
selain support text file, FreeRADIUS juga support LDAP, SQL, PostgreSQL,
Oracel dan banyak database lainnya. Selain itu FreeRADIUS mendukung semua
autentikasi PAP popular termasuk PEAP dan EAP-TTLS. Dalam FreeRADIUS
juga telah dimasukkan hingga lebih dari 100 dictionaries vendor dan kompabilitas
dengan berbagai jenis perangkat NAS serta dapat berjalan dibanyak platform OS
seperti keluarga Linux/Unix, Windows, Mac OS dan Sun Solaris. Hingga
FreeRADIUS diklaim cukup cepat, kaya fitur, skalabel dan dapat diandalkan. [3]
FreeRADIUS akan di install dan dikonfigurasi pada PC yang telah di
install CentOS sever 6.5. Sehingga PC tersebut akan menjadi Radius Server yang
akan memanajeman dalam mengatur koneksi pelanggan ke jaringan internet.
Dengan demikian, sistem RADIUS akan menjadi sebuah keamanan yang penting
3
internet. Dan menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk
mengatur pelanggan dalam melakukan koneksi ke jaringan internet.
Setiap user yang akan melakukan koneksi ke jaringan internet akan di
arahkan ke radius server sebelum terkoneksi ke internet untuk melakukan
autentikasi terlebih dahulu. Pada saat autentikasi, user akan diminta memasukkan
username dan password untuk dapat melakukan koneksi ke internet. Jika user
memasukkan username dan password dengan benar maka user akan dapat
melakukan koneksi ke internet, namun jika belum terdaftar user tidak akan bias
login dan tidak dapat melakukan koneksi ke jaringan internet. Nanum yang akan
dibahas dalam laporan ini adalah hingga sukses melakukan konfigurasi
FreeRADIUS sebagai radius server dan dapat berjalan dengan baik pada localhost
untuk autentikasi user.
1.2 TOPIK PEMBAHASAN
Dalam laporan Kerja Praktek Lapangan ini penulis membahas tentang
proses autentikasi user dengan meggunakan FreeRADIUS. Pertama dilakukan
penginstalan FreeRADIUS yang akan digunakan untuk autentikasi user.
Dilanjutkan dengan penginstalan MySQL Server sebagai database dan
dikoneksikan dengan FreeRADIUS. Melakukan konfigurasi FreeRADIUS agar
dapat digunakan sebagai autentikasi user serta proses autentikasi pada lokalhost.
1.3 BATASAN PERMASALAHAN
Dalam laporan Kerja Praktek Lapangan penulis membatasi permasalahan
sesuai dengan yang dikerjakan di PT. Telekomunikasi Seluler Divisi IT
Operational Regional Sumatera Bagian Utara sehingga pembahasan akan tepusat
pada permasalah. Batasan permasalahan adalah sebagai berikut :
1. Pembahasan dalam laporan Kerja Praktek Lapangan ini mengenai cara
insatalasi FreeRADIUS, dan MySQL Server.
2. Melakukan konfigurasi pada FreeRADIUS sehingga FreeRADIUS terkoneksi
dengan database MySQL dan dapat dilakukan autentikasi user.
4
1.4 TUJUAN
Tujuan dilakukan Kerja Praktek Lapangan di PT. Telekomunikasi Seluler
Divisi IT Operational Regional Sumatera Bagian Utara selain untuk memenuhi
salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Studi Strata Satu (S-1)
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala adalah sebagai
berikut :
1. Mengetahui proses instalasi FreeRADIUS, dan MySQL Server.
2. Mengetahui cara konfigurasi FreeRADIUS sebagai RADIUS Server.
3. Mengetahui proses mengkoneksikan database MySQL dengan FreeRADIUS.
4. Mengetahui prose autentikasi user dengan menggunakan FreeRADIUS
sebagai RADIUS Server.
1.5 METODE PEMBAHASAN
Untuk dapat memperoleh data yang objektif dalam melaksanakan Kerja
Praktek Lapangan dibutuhkan metode pembahasan untuk memenuhi penulisan
laporan kerja praktek. Adapun metode pembahasan yang digunakan pada laporan
kerja praktek adalah sebagai berikut :
1. Studi literature yaitu penulis membaca referensi dari web, ebook, jurnal, dan
buku lainnya untuk memperoleh informasi mengenai autentikasi dengan
menggunakan FreeRADIUS.
2. Metode observasi yaitu penulis memperoleh data dengan melakukan praktek
langsung pada PC yang digunakan sebagai Radius Server.
3. Metode interview yaitu penulis bertanya langsung tentang autentikasi user
kepada karyawan maupun pimbimbing di PT. Telekomunikasi Seluler Divisi
IT Operational Regional Sumatera Bagian Utara.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan laporan Kerja Praktek Lapangan yang telah penulis
lakukan dalam adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, topik pembahasan, batasan
5
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Terdiri dari gambaran umum tentang sejarah singkat PT.
Telekomunikasi Seluler, struktur organisasi PT. Telekomunikasi
Seluler serta layanan yang diberikan.
BAB III : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini terdiri dari gambaran umum dari beberapa referensi tentang
teori yang menyangkut dengan RADIUS, FreeRADIUS, MySQL
Server, dan autentikasi user.
BAB IV : KONFIGURASI FREERADIUS SEBAGAI RADIUS SERVER MENGGUNAKAN CENTOS 6.5
Berisi penjelasan tentang cara penginstalasi FreeRADIUS, MySQL
Server, konfigurasi FreeRADIUS, cara menghubungkan data dari
database MySQL dengan FreeRADIUS, pembuatan user untuk
autentikasi serta hasil dari melakukan autentikasi user pada
localhost.
BAB V : PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang daftar referensi yang digunakan selama proses penulisan
Laporan Kerja Praktek.
LAMPIRAN
Berisi data-data yang perlu dilampirkan dan berhubungan dengan
6
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 SEJARAH SINGKAT PT.TELKOMSEL
Telkomsel merupakan perusahaan yang beroperasi dibidang layanan jasa
telekomunikasi selular. Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler
GSM (Global Sistem for Mobile communications) di Indonesia, perusahaan ini
berdiri pada tanggal 26 Mel 1995.
Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT. Telkom 51% dan
PT. Indosat 49%. Kemudian pada November 1997 Telkomsel menjadi operator
seluler pertama di Asia yang menawarkan Iayanan prabayar GSM. Telkomsel
mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan
26,9 juta pelanggan dan memiliki market share sebesar 55% (Maret 2006).
Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar),
KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).
Telkomsel menyediakan layanan selular GSM di Indonesia, yang secara
nasional melalui jaringan GSM dual band 900/1800 MHz dan yang secara
intemasional melalui 288 mitra roaming international di 155 negara (pada akhir
2007). Pada September 2006, Telkomsel menjadi penyelenggara pertama di
indonesia dengan meluncurkan layanan 3G.
Perusahaan menyediakan pilihan bagi pelanggannya yaitu kartu prabayar
simPATI dan Kartu As, atau layaanan kartuHALO pasca bayar, serta berbagai
layanan dan program menguntungkan lainnya.
Telkomsel di Indonesia telah berkembang sejak peluncuran layanan
pasca bayar pada 26 Mel 1995. Pada November 1997, Telkomsel menjadi
penyelenggara telekomunikasi selular pcrtama di Asia dengan memperkenalkan
layanan prabayar GSM rechargeable. Pendapatan kotor Telkomsel telah
meningkat dari Rp 3,59 triliun tahun 2000 menjadi Rp 44,38 triliun tahun 2007.
Telkomsel memiliki cakupan jaringan terbesar dari semua penyelenggara
7
penduduk Indonesia dan merupakan satu-satunya penyelenggara di Indonesia
yang mencakup seluruh propinsi dan kabupaten serta seluruh kecamatan di
Sumatra, Jawa, dan Bali/Nusra. Perusahaan menawarkan GSM Dual Band (900 &
1800), GPRS, Wi-Fi, EDGE, dan Teknologi 3G.
Para pemegang saham Telkomsel adalah Perusahaan Perseroan (Persero)
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Singapore Telecom Mobile Pte
Ltd(SingTel Mobile).
Telkom, yang memiliki 65% modal saham Telkomsel, merupakan
penyelenggara telekomunikasi layanan penuh di Indonesia. Telkom terdaftar pada
the Jakarta Stock Exchange (JSE). SingTel merupakan salah satu penyelenggara
layanan telekomunikasi terdepan di Asia. SingTel terdaftar pada the Singapore
Exchange (SGX). Mayoritas kepemilikan SingTel oleh Pemerintah Singapura.
Pada akhir 2001, SingTel Mobile membeli saham di Telkomsel yang
kemudian dipegang oleh KPN Royal Dutch Telecom of The Netherlands 17,28%
dan Setdco Megacell Asia 5%. Pada 2002 SingTel Mobile mengakuisisi tambahan
12.72% dari Telkom sehingga jumlahnya sekarang menjadi 35%. dan the
Australian Stock Exchange Limited dengan mayoritas kepimilikan saham oleh
Pemerintah Indonesia.
SingTel Mobile memiliki 35% modal saham Telkomsel dan merupakan
kepemilikan anak perusahaan Singapore Telecommunication Limited, the New
York Stock Exchange (NYSE) dan the London Stock Exchange (LSE).
8
Perusahaan ini memiliki kantor pusat yang berlokasi di Wisma Mulia lt.
M-19 Jl. Gatot Subroto Kav-42, Jakarta. Dan memiliki 42 kantor cabang yang
tersebar di 32 propinsi.
2.2 ARTI LOGO PT. TELKOMSEL
Gambar 2.2 Logo PT. TELKOMSEL
Logo Telkomsel merupakanbrand imagesekaligus identitas perusahaan.
Selain dibuat agar produknya mudah diingat dan melekat dihati pelanggan, di
dalamnya juga terdapat filosofi. Begitu pula dengan desain logo telkomsel tidak
dibuat asal jadi, melainkan telah dipikirkan secara matang bentuk dan warna yang
mewakili semangat perusahaan telkomsel. Adapun arti lambang dan warna yang
terdapat dalam logo Telkomsel adalah sebagai berikut:
Lingkaran elips vertikal pada logo Telkomsel merupakan simbol yang
melambangkan tekad untuk menjadi penyelenggara jasa telekomunikasi
internasional di Indonesia (PT. Indosat) sebagai salah satu ͞The Founding
Father͟.
Heksagon merah, bentuk Heksagon adalah simbol seluler sedangkan warna
merah mengandung makna bahwa perusahaan Telkomsel memiliki tekad dan
keberanian untuk menghadapi segala kemungkinan di masa depan.
Heksagon abu-abu kehitam-hitaman pada logo Telkomsel, mengandung
filosofi bahwa telkomsel siap mengayomi dan memenuhi kebutuhan
9
Warna abu-abu merupakan simbol warna logam yang menyiratkan kesejukan,
keluwesan, dan sikap fleksibel.
Ada pertemuan dua lingkaran elips berwarna putih, dimana kedua lingkaran
elips tersebut berpotongan di atas heksagon merah yang membentuk huruf ͞t͟
yang merupakan huruf awal dari Telkomsel. Warna putih tersebut bermakna
kebersihan, keterbukaan, dan transparansi.
Adapun Slogan Telkomsel yang sering kita dengar melalui siaran iklan baik di
radio maupun di televisi adalah "Begitu Dekat, Begitu Nyata". Melalui slogan
ini, Telkomsel memiliki harapan menjadi salah satu perusahaan jasa
telekomunikasi dengan jumlah pelanggan terbanyak. Selain itu, Telkomsel
berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan kualitas dan memperluas
kapasitas jaringan serta memberikan pelayanan terbaik untuk para
pelanggannya.
2.3 VISI DAN MISI PT.TELKOMSEL
Visi dan misi bagi sebuah perusahaan merupakan sesuatu yang penting
karena menyangkut pedoman dan tujuan perusahaan. Tanpa visi dan misi, sebuah
perusahaan tidak akan kuat bertahan dan tak jelas arah. Visi dan Misi Telkomsel
adalah sebagai berikut.
Visi Telkomsel
Menjadi penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang
terpercaya.
Misi Telkomsel
Memberikan layanan dan solusi mobile digital yang melebihi ekspektasi
pelanggan, memberikan nilai tambah kepada para stakeholders, dan
mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.
2.4 PRODUK DAN LAYANAN PT. TELKOMSEL
Produk yang ditawarkan oleh PT. Telkomsel kepada seluruh pelangganya
10
2.4.1kartuHALO
KartuHalo adalah kartu perdana yag dikeluarkan Telkomsel, dimana
dalam kartuHALO tertampung data pelanggan, fasilitas/jasa yang dapat dinikmati
pelanggan serta PIN (kode akses rahasia yang terdiri dari 4-8 angka yang hanya
diketahui oleh pemilik kartu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjaga).
Gambar 2.3 KartuHALO
Tampilan kartuHALO memiliki keunikan yang tidak terdapat pada sim
card lainnya. Dengan menampilkan gambar yang menonjolkan adat istiadat dari
seluruh propinsi di Indonesia Telkomsel ingin menyampaikan pesan melalui
kartuHALO ini bahwa Telkomsel adalah operator yang memiliki cakupan di
seluruh tanah air dan semangat jiwa nasionalisme. Tedapat beberapa macam
kartuHalo, yaitu:
2.4.1.1 HALO Fit
HALO Fit adalah solusi untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan
kebutuhan pelanggan dalam berkomunikasi. Dengan beragam paket yang
ditawarkan, didukung oleh semua kenyamanan fasilitas dan layanan kartuHALO
dan jaringan terluas dan berkualitas Telkomsel.
2.4.1.2 HALO Keluarga
HALO Keluarga biasanya digunakan untuk anggota keluarga yang sering
berkomunkasi satu sama lain melalui telepon selular. Dengan layanan ini,
pelanggan dapat menikmati fasilitas bebas roaming nasional setiap menerima
telepon dari anggota paket HALO Keluarga yang terdaftar. Ditambah diskon
11
abodemen yang lebih murah untuk kartuHALO tambahan, komunikasi antar
anggota jadi makin hemat lagi.
2.4.1.3 HALOhybrid
HALOhybrid biasanya didesain khusus agar pelanggan dapat menikmati
keuntungan dari fitur-fitur yang terdapat pada dua layanan sekaligus, prabayar dan
pascabayar.
2.4.1.4 HALOData
Fungsi operator seluler kini bukan saja sebagai peyedia layanan voice
namun juga sudah berkembang menjadi penyedia layanan data atau internet. Saat
ini Telkomsel belum memiliki produk yang dedikasi menyediakan layanan khusus
bagi pelanggan yang menginginkan akses ke layanan data.
Layanan data yang disediakan operator seluler melalui teknologi GPRS
(General Packet Radio Service) mulai dipandang sebagai salah satu solusi untuk
mengatasi kelangkaan infrastruktur internet di Indonesia. Memanfaatkan ponsel
sebagai sebuah modem yang terhubung dengan komputer maupun komputer saku
melalui infrared kini sudah sering dilakukan orang di Indonesia. Ponsel kini
semakin banyak di pasaran bahkan dengan harga yang relatif murah. Untuk
Telkomsel sebagai operator seluler perlu membuat suatu inovasi yang dapat
memberikan kemudahan bagi pelanggannya untuk mengakses layanan GPRS
maupun layanan Data lainnya dengan tanpa mengurangi kegiatan melakukan
voice call. Tujuan diberikannya layanan kartuHALO Data, antara lain:
1) Guna memenuhi kebutuhan untuk dapat melakukan akses WAP dan internet
dari mobile terminal (notebook, PDA, dll).
2) Sebagai SIM Card tambahan untuk digunakan pada terminal dengan
PCMCIA, Ponsel, dan lain-lain untuk mengakses Internet melalui GPRS.
3) Dengan kartuHALO Data pengguna tidak perlu memindahkan SIM card dari
telepon selulernya saat hendak melakukan akses layanan data dengan
menggunakan terminal lain selain telepon selulernya.
KartuHALO Data adalah produk kartuHALO yang diperuntukan bagi
pelanggan yang membutuhkan akses layanan DATA melalui jaringan
12
Spesifikasi kartuHALO Data adalah memiliki kemampuan akses ke
layanan data dengan tarif variable sesuai dengan pemakaian pelanggan.
kartuHALO Data memiliki MSISDN sendiri dan sebagai kartuHALO tambahan
agar dapat digunakan untuk mengakses layanan DATA.
KartuHALO Data dapat diperoleh di grapari terdekat, dengan persyaratan
sebagai berikut:
1) Pelanggan telah memiliki kartuHALO Regule, HALO Bebas Free Roaming
atau Free SMS.
2) Mengisi Formulir berlangganan dan membayar biaya registrasi sebesar Rp.
50.000 (Limapuluh ribu rupah)
3) Pelanggan hanya di ijinkan memiliki 1 (satu) buah kartuHALO Data.
2.4.2Kartu As
Gambar 2.5 Kartu As
Kartu As merupakan Kartu Prabayar (prepaid) yang dikeluarkan oleh
Telkomsel. Kartu As dapat diisi ulang seperti halnya dengan kartu prabayar yang
ada di Indonesia. Kartu As dapat digunakan di seluruh Indonesia, tarif percakapan
sangat kompetitif karena mempunyai 2 tarif khusus, yaitu :
1) Tarif Murah (tarif flat kartu As ke pelanggan non Telkomsel)
2) Tarif Super Murah (tarif flat kartu As ke seluruh pelanggan Telkomsel) Salah satu inovasi yang dimiliki Kartu As adalah Gak Ada Matinya,
13
1) Periode aktif Perdana dimulai saat pelanggan mengaktifkan kartu As dan
langsung memiliki masa aktif selama 30 hari dan masa isi ulang selama 30
hari.
2) Masa aktif tidak tergantung pada besarnya nilai pulsa yang dimasukkan, akan
tetapi bergantung pada jumlah pemakaian. Cukup dengan menggunakan pulsa
senilai Rp. 10.000 per 30 hari, maka kartu As akan tetap aktif atau gak ada
matinya.
3) Penggunaan pulsa dalam masa aktif kurang dari minimum penggunaannya
(Rp. 10 rb / 30 hr), maka sisa pulsa yang ada tidak akan dipotong, akan tetapi pelanggan akan masuk pada masa isi ulang (grace periode). Selama masa isi
ulang pelanggan tidak dapat melakukan panggilan maupun SMS, tetapi hanya
dapat menerima panggilan.
4) Pengisian pulsa pada masa aktif tidak akan mengubah masa periode aktif.
Berapapun nilai pulsa yang diisikan, kartu As akan selalu aktif jika terus
digunakan.
5) Pengisian pulsa pada masa isi ulang akan menambah masa aktif selama 30
hari kedepan dihitung sejak pulsa diisikan.
6) Sisa pulsa kartu As tidak pernah negatif atau minus.
Beberapa Nomor Khusus yang dapat digunakan oleh pelanggan kartu As, adalah sebagai berikut:
1) 116 untuk menghubungi call center/layanan pelanggan, tidak dikenakan biaya.
2) 888 untuk melakukan pengisian pulsa.
3) 188 untuk mengetahui sisa kredit pulsa dengan panduan suara (IVR).
4) *888# untuk mengetahui sisa kredit pulsa, masa aktif dan total penggunaan
5) selama masa aktif.
6) *887# untuk mengetahui jumlah pemakaian terakhir.
7) *889# untuk mengetahui jumlah bonus yang masih ada.
2.4.3Kartu simPATI
SimPATI merupakan Kartu Prabayar (prepaid) yang dikeluarkan oleh
14
terjangkau, telepon hemat ke sesama pelanggan Telkomsel maupun operator lain
dan SMS hemat untuk mengirim pesan di dalam mauapun ke luar negeri.
Gambar 2.4Kartu simPATI
Fitur & Layanan 1) MMS & GPRS
Pelanggan dapat mengirim atau menerima pesan dalam bentuk teks,
gambar, klip suara ataupun kombinasi. Pastikan kita sudah mengaktifkan layanan
ini atau ketik GPRS SMS ke 6616.
2) Roaming Internasional
Layanan langsung aktif di lebih 200 negara, tetap bisa berkomunikasi
saat berada di luar negeri.
3) Transfer Pulsa
Anda dapat mengirimkan pulsa ke nomor simPATI lainnya, sesuai
kebutuhan dengan cara hubungi *858# dan ikuti petunjuknya.
4) Video Call
15
2.4.4TELKOMSEL Flash
Gambar 2.6 TELKOMSELFlash
TELKOMSELFlash adalah layanan internet tanpa kabel (wireless) yang
disediakan oleh TELKOMSEL untuk seluruh pelanggannya (kartuHALO,
simPATI, dan kartu As). Layanan ini didukung dengan teknologi
HSDPA/3G/EDGE/GPRS TELKOMSEL yang dapat menghasilkan kecepatan
uduh sampai dengan 7,2 Mbps.
TELKOMSELFlash menawarkan suatu pengalaman baru dalam
melakukan koneksi jaringan internet dengan kecepatan tinggi dan lokasi akses
yang dapat dilakukan dimana saja dalam jaringan HSDPA/3G/EDGE/GPRS
TELKOMSEL.
TELKOMSELFlash memberikan keuntungan-keuntungan kepada
pelanggan, yaitu:
1) Mudah dikontrol
Dengan pilihan paket Unlimited, kita dapat menggunakan internet sepuasnya
tanpa khawatir dengan batasan waktu dan kelebihan biaya akses. Bagi
pengguna kartu prabayar (simPATI atau kartu As), kita bisa lebih mudah
mengontrol penggunaan internet dan pengeluaran kita dengan memilih paket
berbasis waktu (Time Based).
2) Fleksibel
Kita dapat menggunakan dan mendaftarkan kartu Telkomsel apa saja.
3) Kecepatan tinggi
Kita dapat menikmati pengalaman akses internet dengan kecepatan sampai 7,2
16
4) Jangkauan Jaringan Yang Luas
Akses internet dimana saja dan kapan saja, dalam jangkauan jaringan
3G/HSDPA Telkomsel.
2.5 STUKTUR ORAGANISASI PT. TELKOMSEL SUMATERA AREA MEDAN
Untuk mengerakkan suatu perusahaan dibutuhkan suatu Organisasi yang
mengerakkan sebuah perusahan dimana masing-masing personil memiliki tangung
jawab dan wewenang masing-masing.
Adapun suasana sistem Organisasi pada PT. Telkomsel Sumatera Area
Medan adalah sebagai berikut:
A. VP (Vice President)
VP ini membawahi 2 (dua) bagian yaitu GM (General Manager) dan MA
(Manager Area).
B. GM (General Manager)
GM (General Manager) ini di bagi atas 5 (lima ) bagian, yaltu:
1. Sales dan CS Regional Sumbagut
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
a. GraPARI
GraPARI ini membawahi 4 (empat) bagian,yaitu:
1) Sales Sub Department.
2) Customer Relation Managemant Sub Department
3) Finance dan Administration Sub Department.
4) Service Outlet Sub Department.
b. Corporate Account Management Department.
2. Sales dan CS Regional Riau Kepulauan dan Riau Daratan.
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
a. GraPARI
GraPARI ini membawahi 4 (empat) bagian. yaitu:
1) Sales Sub Depatment
2) Customer Relation Management Sub Deparment
17
4) Service Outlet Sub Department.
b. Corporate Account Management Department
3. Sales dan CS Regional Sunibasel.
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
a. GraPARI
GraPARI ini membawahj 4 (empat) bagian, yaitu:
1) Sales Sub Depatment
2) Costomer Relation Management Sub Deparment
3) Finance dan Administration Sub Department.
4) Service Outlet Sub Department.
b. Corporate Account Management Department
4. Network Operation Regional Sumbagut.
Bagian ini membawahi 5 (lima) bagian, yaitu:
1) Senvice Quality Assurance Sumbagut Departement.
2) Swetching, VAS, and Datacom Department.
3) BSS Banda Aceh dan Medan Departmen.
4) BSS Sumbar dan Pekan Baru Department.
5) BSS Batam Department
5. Network Operation Regional Sumbasel.
Bagian ini membawahi 4 (empat) bagian, yaltu:
1) Seavice Quality Assurance Sumbagut Departement.
2) Swetching, VAS, and Datacom Department
3) BSS Palembang, Bengkulu dan Jambi Department.
4) BSS Lampung Department.
C. MA (Manager Area).
MA (Manager Area) ini di bagi atas 6 (enam) bagian, yaitu:
1. Channel Management Department
Bagian ini membawahi 3 (tiga) bagian, yaitu:
1) Dealer Management Sub Department
2) Gerai Management Sub Department
18
2. Marketing Area Department
Bagian ini membawahi 3 (tiga) bagian, yaitu:
1) Marketing Operational Sub Depatment
2) Service Quality Sub Departmen
3) Billing dan Collecion Sub Depatment
3. Human Resoure dan Admistration Department
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
1) Human Resouree Sub Department
2) General Affairs dan Inventory Sub Depertment
4. Finance Department
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
1) Finance Operational Sub Department
2) Finance Regional sub Department
5. IT Area Operation Department
6. Project Management Department
Bagian ini membawahi 2 (dua) bagian, yaitu:
1) Project Fin Liaison Sumbagut Sub Department
19
BAB III
DASAR TEORI
3.1 RADIUS
RADIUS (Remote Access Dial-in User Service) adalah salah satu
mekanisme untuk melakukan akses kontrol dalam mengecek dan melakukan
autentikasi (authentication) user atau pengguna yang bedasarkan pada mekanisme
autentikasi yang sebelumnya sudah banyak dilakukan, yaitu menggunakan metode
response/challenge. Remote Access Dial-in User Service (RADIUS)
dikembangkan pada pertengahan tahun 1990 oleh Livingstone Enterprise
(sekarang Lucent Technologies). Pada awal perkembangannya RADIUS
mengunakan port 1645, namun port tersebut bentrok dengan layanan datametrics.
Sehingga port RADIUS diganti dan sekarang port yang digunakan oleh RADIUS
adalah port 1812 dengan format standarnya ditetapkan pada RFC (Request for
Command) 2138. [4]
Server RADIUS memiliki mekanisme keamanan utuk melakukan
autentikasi dan autorisasi kepada pengguna sebelum melakukan koneksi. Pada
saat computer client ingin melakukan koneksi ke jaringan, maka server RADIUS
akan melakukan autentikasi terlebih dahulu dengan meminta identitas pengguna
yang merupakan username dan password untuk dicocokkan dengan data yang
terdapat dalam database server RADIUS. Selanjutnya RADIUS akan menentukan
apakah pengguna dapat menggunakan layanan jaringan komputer atau tidak. Jika
proses autentikasi suksek dilakukan maka akan dilakukan proses pelaporan, yaitu
mencatat semua aktivitas koneksi yang dilakukan oleh pengguna di jaringan, baik
menghitung durasi waktu koneksi dan jumlah transfer data yang dilakukan oleh
pengguna didalam jaringan. Proses pelaporan server RADIUS terhadap pengguna
jaringan bias dalam bentuk waktu (detik, menit, jam) maupun dilakukan dalam
20
RADIUS merupakan protocol yang dikembangkan untuk melakukan
proses AAA (authentication, authorization, and accounting). Berikut ini
merupakan RFC (Request For Comment) yang berhubungan dengan RADIUS:
RFC 2548 : Microsoft Vendor-Specific RADIUS Attributes
RFC2865 : Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)
RFC 2866 : RADIUS Accounting
RFC 2867 : RADIUS Accounting for Tunneling RFC 2868 : RADIUS Authentication for Tunneling RFC2869 : RADIUS Extensions
RFC 3162 : RADIUS over IP6
RADIUS pada umumnya digunakan oleh penyedia layanan internet atau
ISP (Internet Service Provider) untuk melakukan authentication (pembuktian
keaslian pengguna), Authorize (mengatur pemberian hak/otoritas) dan Accounting
(mencatat pengguna layanan yang digunakan). [5]
3.1.1Gambaran Mengenai AAA
RADIUS dibangun dengan kerangka kerja yang dikenal dengan proses
AAA, yaitu terdiri dari Authentication (pembuktian keaslian), Authorize (pemberi
hak/otoritas) dan Accounting (akuntansi). Service model ini digunakan untuk
melaporkan dan mengatur semua transaksi dari mulai awal menggunakan jaringan
hingga selesai menggunakan jaringan. Arsitektur AAA merupakan strategi yang
lebih baik dari pada yang lainnya. Sebelum diperkenalkan AAA, telah digunakan
peralatan individu untuk melakukan autentikasi para pengguna. Namun tanpa
standar yang formal, masing-masing mesin memiliki sistem autentikasi yang
berbeda-beda, mungkin saja menggunakan autentikasi CHAP
(Challenge/Handshake Authentication Protocol) sedangkan yang lainnya
menggunakan profile. Dan yang lainnya lagi menggunakan query databases
internal dengan SQL. Masalah utama ketika menggunakan model yang tidak
beraturan seperti ini adalah skalabilitas salah satunya.
Untuk menciptakan arsitektur yang fungsional dibentuk kelompok AAA
oleh IETF yang akan memetakan keterbatasan dari sistem yang digambarkan
21
monitoring penggunaan pada jaringan komputer yang beragam. Sehingga ISP-ISP
mulai menawarkan tidak hanya dial up, akan tetapi mulai menawarkan ISDN,
xDSL dan koneksi menggunakan kabel modem. Oleh sebab itulah diperlukan
suatu cara standar agar dapat memerifikasi para pengguna untuk masuk kedalam
suatu sistem dan memonitoring melalui jaringan. Karena kebutuhan tersebut dan
melalui sebuah proses maka lahirlah arsitektur AAA.
Model arsitektur AAA berfokus pada tiga aspek yang paling penting dari
kontrol akses penguna yaitu Autentikasi, Authorisasi dan Akuntansi.
1. Authentication
Authentication merupakan proses yang digunakan untuk melakukan verifikasi
terhapat identitas yang digunakan pengguna untuk dapat masuk kedalam suatu
sistem atau service menggunakan username dan password, dan seperti yang
kita ketahui password akan mewakili bagaimana pengguna akan diverifikasi.
Jika password sampai diketahui oleh pihak lain maka hal tersebut akan
menghancurkan metode authentication dimana orang yang tidak berhak dapat
masuk kedalam suatu system. Dalam situs e-commerce dan situs-situs internet
bisnis lainnya, membutuhkan authentication yang jauh lebih kuat dan dapat
dipercaya. Secara digital sertifikasi merupakan salah satu solusinya dan
mungkin 5 sampai 10 tahun kedepan sertifikasi secara digital akan menjadi
bagian dari PKI (Public Key Infrastructure) yang menjadi rekomendasi
authenticator di internet.
2. Authorization (Otorisasi)
Authorization merupakan aturan penggunaan yang memutuskan apa saja yang
dapat dilakukan oleh pengguna yang telah melakukan autentikasi dalam suatu
sistem. Sebagai contoh, dalam kasus ISP, ISP akan memutuskan untuk
memberikan alamat IP (Internet Protocol) dari hasil DHCP atau alamat IP
Static. Untuk mendifinisikan peraturan ini dilakukan oleh seorang sistem
administrator.
3. Accounting (Akutansi)
Bagian terakhir dari kerangkan kerja AAA adalah accounting, accounting
dapat mencatat dan mengukur sumber daya yang digunakan, termasuk jumlah
22
jumlah waktu yang digunakan dan besarnya kecepatan penggunaan pelanggan.
Sistem accounting terselenggara oleh penggunaan informasi dan pembukuan
statistic serta digunakan untuk kegiatan kendali pemberian hak (otoritas),
analisa trend (kecenderungan), billing, rencana kapasitas dan pemanfaatan
sumber daya. [6]
3.1.2Format Paket Data RADIUS
Pada format paket data RADIUS tediri dari 5 bagian yaitu Code,
Identifier, Length, Authenticator dan Attributes seperti yang ditunjukkan pada
gambar dibawah ini:
Gambar 3.1 Struktur Paket Data RADIUS
1. Code
Code digunakan untuk membedakan tipe pesan yang dikirim RADIUS dan
memiliki panjang 1 byte (8 bit). Tipe pesan RADIUS dapat berupa access
accept, access request, access challenge dan accessreject.
2. Identifier
Identifier digunakan untuk menyesuaikan antara paket data permintaan dengan
paket respon dari server RADIUS dan mempunyai panjang 1 byte (8 bit).
3. Length
Length digunakan untuk memberikan informasi mengenai panjang paket dan
panjang length adalah 2 byte. Apabila paket kurang atau lebih daripada yang
diidentifikasikan pada length maka paket tersebut akan dibuang.
4. Authenticator
Authenticator digunakan untuk melakukan autentikasi tanggapan dari server
23
5. Attributes
Attributes berisi autentikasi, autorisasi dan informasi, panjang yang dimiliki
oleh attributes tidak tetap. Contoh dari attribute RADIUS adalah username
dan password.
3.1.3Prinsip Kerja RADIUS
RADIUS bekerja sebagai protocolsecurity dengan menggunakan sistem
client-server terdistribusi yang digunakan bersamaan AAA untuk mengamankan
jaringan dari pengguna yang tidak berhak. Dalam melakukan autentikasi user,
RADIUS melakukan serangkaian komunikasi antara client dan server. Bila user
berhasil melakukan autentikasi maka user akan dapat menggunakan layanan yang
disediakan jaringan. [7] Prinsip kerja RADIUS dapat diilustrasikan sebagai
berikut:
1. Prinsip kerja RADIUS sebagai Authentication dan Authorization
Gambar 3.2 Ilustrasi RADIUS Sebagai Authentication dan Authorization
Dari ilustrasi gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pertama user mengirimkan request kepada Remote Access Server (RAS)
2) Kemudian RAS mengirim pesan RADIUS Accest Request kepada
RADIUS server untuk meminta authorization dengan memberikan akses
melalui protocol RADIUS. Request yang dikirimkan oleh RAS
mengandung identitas user seperti username, password, IP address dan
24
3) RADIUS server melakukan pengecekan apakah informasi yang dikirim
RAS benar menggunakan authenticationschemes seperti EAP, CHAP dan
PAP.
4) Dari proses tersebut terdapat tiga respon pada RADIUS server, yaitu:
Accept (user telah mendapatkan akses)
Reject (user gagal melakukan verifikasi)
Challenge (verifikasi terhadap user belum dapat diselesaikan oleh
RADIUS server)
2. Prinsip kerja RADIUS sebagai Accounting
Setelah user berhasil melakukan autentikasi dan masuk kedalam jaringan,
maka akan dimulai proses accounting.
Gambar 3.3 Ilustrasi Prinsip Kerja RADIUS Sebagai Accounting
Dari ilustrasi gambar diata tedapat 3 tipe request user pada accounting, yaitu:
1) Acct-Status-Type attribute dengan value “start”. Pesan tersebut dikirim
oleh NAS kepada RADIUS server sebagai sinyal bahwa user telah memlai
akses jaringan.
2) Acct-Status-Type attribute dengan value “interim update”. Ini merupakan
update status user.
3) Acct-Status-Type attribute dengan value“stop”. Ini merupakan sinyal yang
dikirim ke RADIUS server bahwa user telah berhenti melakukan
25
3.2 MySQL
Gambar 3.4 Logo MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak gratis yang dibuat oleh
MySQL AB dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka
juga menjual untuk kasus-kasus dimana penggunanya tidak cocok dengan
penggunaan GPL dibawah lisensi komersial. MySQL digunakan untuk sistem
manajemen basis data SQL atau DBMS (Database Management System) yang
multithread dan multi user dengan sekitar 6 juta instalasi diseluruh dunia.
MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial
Swedia MySQL AB yang mana memegang hak cipta hampir atas semua kode
sumbernya. Berbeda halnya dengan proyek-proyek seperti Apache yang mana
perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum sehingga hak cipta untuk
kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing. Yang mendirikan MySQL
AB adalah dua orang Swedia dan satu orang Finlandia, yaitu David Axmark, Allan Larsson dan Micheal “Monty” Widenius. [9]
3.2.1Sejarah MySQL
MySQL pada awalnya diciptakan oleh Micheal “Monty” Widenius pada tahun 1979, Monty merupakan seorang programmer kompotur asal Swedia.
Monty mengembangkan sistem database sederhana yang dinamakan UNIREG
dengan menggunakan koneksi low-level ISAM database engine dengan indexing.
Saat itu Monty bekerja pada sebuah perusahaan bernama TcX di Swedia.
Pada tahun 1994 TcX mulai mengembangkan aplikasi berbasis web dan
berencana menggunakan UNIREG sebagai sistem database. Sayangnya UNIREG
26
Kemudia TcX mencoba mencari alternatif lain sebagai sistem database,
salah satunya adalah mSQL (miniSQL). Namun mSQL versi 1 tidak mendukung
indexing, karena kekurangan tersebut sehingga performanya tidak terlalu bagus.
Monty mencoba menghubungi David Hughes (programmer yang
mengembangkan mSQL) dengan tujuan untuk memperbaiki performa mSQL,
Monty menanyakan apakah Hughes tertarik untuk mengembangkan sebuah
koneksi di mSQL yang dapat dihubungkan dengan UNIREG ISAM sehingga
mendukung indexing. Dengan alasan sedang mengembangkan teknologi indexing
yang independen untuk mSQL versi 2, Hughes menolak tawaran tersebut.
Disebabkan penolakan tersebut, akhirnya David Hughes, TcX (dan juga
Monty) memutuskan untuk merancang dan mengembangkan konsep system
database baru. Sistem ini merupakan sebuah RDBMS baru yang dirilis dengan
menggunakan nama MySQL pada May 1995 dan merupakan gabungan dari
UNIREG dan mSQL dengan source kodenya dapat bebas digunakan.
Rekanan TcX, David Axmark dari Detron HB mengusulkan agar
MySQL di jual dengan bisnis model baru, yaitu dengan mengusulkan agar
MySQL dikembangkan dan dirilis dengan gratis. Namun pendapatan perusahaan akan diperoleh dari menjual jasa “support” untuk perusahaan yang ingin
mengimplementasikan MySQL. Konsep bisnis ini sekarang dikenal dengan istilah
Open Source.
TcX juga berubah nama menjadi MySQL AB pada tahun 1995 dengan
pendirinya Micheal Widenius, David Axmark dan Allan Larsson. Titel AB dibelakang MySQL adalah singkatan dari “Aktiebolag” yang merupakan istilah PT (Personal Terbatas) bagi perusahaan Swedia. [10]
3.2.2 Keistimewaan MySQL
Terdapat beberapa manajemen database yang murah atau bahkan gratis,
diantaranya MySQL, mSQL, PostgresSQL atau salah satu produk komersial yang
gratis. Namun banyak hal yang harus diperhatikan dari sistem database, karena
harus memilih sistem database yang sesuai dengan yang dibutuhkan, baik itu
27
masalah harga. Dengan semua pertimbangan berikut ini adalah keistimewaan dari
MySQL.
1. Portabilitas
MySQL dapat berjalan dengan stabil pada berbagai sistem operasi seperti
Linux, Windows, FreeBSD, Mac OS X Server, Amiga, Solari dan
lain-lainnya.
2. Multiuser
MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan
tanpa mengalami masalah atau konflik.
3. Perangkat lunak sumber terbuka
MySQL dapat digunakan secara gratis karena dibawahi lisensi GPL dan
didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka.
4. Ragam tipe data
Ragam tipe data yang dimiliki MySQL sangat kaya, seperti signed/unsigned
integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lainnya.
5. Performancetuning
Kecepatan menakjubkan yang dimiliki MySQL untuk menangani query
sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL dalam per
satuan waktu.
6. Keamanan
MySQL mempunyai beberapa level keamanan seperti nama host, subnetmask,
dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi
terenkripsi.
7. Peritah dan fungsi
MySQL mempunyai operator dan fungsi yang mendukung secara penuh
perintah Select dan Where dalam perintah (query).
8. Skalabilitas dan pembatasan
MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah
rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris.
28
9. Lokalisasi
MySQL mampu mendeteksi kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih
dari 20 bahasa, meskipun bahasa Indonesia belum termasuk didalamnya.
10.Konektifitas
MySQL mampu melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol
TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
11.Struktur tabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani
ALTER TABLE dibandingkan basis data lainnya seperti Oracle ataupun
PostgreSQL.
12.Klien dan peralatan
MySQL memiliki berbagai tool (peralatan) yang digunakan untuk administrasi
basis data dan disertai petunjuk online.
13.Antar muka
MySQL mempunyai interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan
bahasa pemrograman dengan menggunakan fugsi API (Application
Programming Interface). [9]
3.3 FreeRADIUS
Gambar 3.5 Logo FreeRADIUS
FreeRADIUS merupakan modular yang dikembangkan untuk dapat
bekerja dengan performa tinggi dan didistribusikan dibawah lisensi GNU
(General Public License). FreeRADIUS bisa diuduh dan digunakan secara gratis.
Meskipun gratis, didalam FreeRADIUS sudah mengandung RADIUS server,
PAM, module Apache dan banyak tambahan tool lainnya.
FreeRADIUS adalah RADIUS server yang paling banyak digunakan
29
Source. FreeRADIUS suport dengan semua protokol autentikasi dan dilengkapi
dengan web administrasi pengguna berbasis PHP yang disebut dialupadmin.
FreeRADIUS juga mengandung AAA yang dibutuhkan oleh banyak perusahan
seperti perusahaan telekomunikasi. FreeRADIUS juga merupakan server yang
cepat dan memiliki banyak fitur. [11]
FreeRADIUS dikembangkan oleh Alan Dekok dan Miquel Smoorenburg
pada Agustus 1999. Sebelum mengembangkan FreeRADIUS, Miquel
mengembangkan Cistron RADIUS server, namun tidak dikembangkan lagi.
Seiring perkembangan waktu FreeRADIUS terus dikembangkan dan suport
dengan banyak fitur selain support teks file juga support LDAP, MySQL,
PostgreSQL, Oracle dan banyak fitur lainnya. Fitur FreeRADIUS secara garis
besar adalah sebagai berikut:
Mempunyai performance yang tinggi dan mendukung HA, Fail-Over
Mendukung banyak Operating System, kaya fitur, EAP, Database,
fungsionalitas AAA, Virtual Server, Proxy dan lainnya.
Skalabilitas, untuk beban yang tinggi FreeRADIUS mensuport bedasarkan
maksimum request dan maksimum server.
Modular, mendukung addon/plugin tambahan dan dapat diimplementasikan
pada embeddedsystem. [12]
Alasan utama banyak yang memilih FreeRADIUS adalah mahalnya harga
RADIUS server komersial. Sebagai contoh: harga Interlink’s Secure XS mulai
dari $2375 untuk 250 pengguna, Funk Odyssey server $2500, VOP Radius Small
Business mulai dari $995 untuk 100 pengguna. Harga RADIUS server komersial
tersebut tidak akan terjangkau untuk pengguna hotspot, terutama untuk kampus.
Salah satu contoh RADIUS server non-komersial adalah FreeRADIUS.
FreeRADIUS tidak kalah dengan RADIUS server komersial. Salah satu buktinya
FreeRADIUS sudah mendukung beberapa Access point (AP)/Network Access
Server (NAS) dibawah ini:
3Com/USR Hiper Arc Total Control 3Com/USR TotalControl
3Com/USR NetServer
30
Selain FreeRADIUS, terdapat beberapa RADIUS server non-komersial
lainnya, diantanya adalah sebagai berikut:
1. Cistron RADIUS Server
Cistron RADIUS dibuat oleh Miguel van Smoorenburg yang merupakan free
software dibawah lisensi GNU GPL
2. ICRADIUS
ICRADIUS merupakan varian dari Cistron dan menggunakan MySQL untuk
menyimpan database nama dan password pengguna serta berbasis web,
sehingga akan memudahkan administrator untuk mengelola server ini.
3. JRADIUS
Merupakan Java plugin untuk FreeRADIUS.
4. XtRadius
XtRadius adalah software RADIUS server yang berbasiskan pada Cistron
RADIUS. Perbedaan utama dari XtRadius dengan RADIUS server lainnya
adalah kita dapat mengeksekusi script untuk menangani autentikasi.
5. OpenRADIUS
OpenRADIUS dapat berjalan dibeberapa system operasi UNIX. OpenRADIUS
merupakan software gratis yang dapat dilakukan modifikasi bila dianggap
perlu.
6. YARDRADIUS
YARDRADIUS merupakan software gratis yang berasal dari open source
Livinston RADIUS Server 2.1. YARDRADIUS didibaca Y-A-R-D RADIUS
31
BAB IV
KONFIGURASI FreeRADIUS SEBAGAI RADIUS SERVER
MENGGUNAKAN CentOS 6.5
4.1 INSTALASI RADIUS SERVER
Untuk melakukan autentikasi user tentunya diperlukan tahap-tahap
instalasi yang harus dilakukan telebih dahulu, yang mana akan dijelaskan dibawah
ini.
RADIUS server akan bertugas untuk melakukan AAA (Authentication,
Authorization, Accounting). Pada dasarnya radius server dapat melakukan
autentikasi user, autorisasi servis dan juga untuk perhitungan nilai servis yang
digunakan oleh setiap user. RADIUS server merupakan proses yang harus dilalui
oleh setiap user agar dapat mengakses jaringan. Pertama user akan mengirimkan
username dan password untuk melakukan autentikasi, selanjutnya server akan
mencocokkan username dan password tesebut dengan data yang terdapat pada
database radius server. Data tersebut adalah data pendaftaran user yang
dimasukkan ke database radius server. Jika data yang dimasukkan oleh user tidak
cocok dengan data yang terdapat dalam database radius server maka akses user
akan ditolak karena dianggap tidak terdaftar. Sebaliknya jika yang dimasukkan
sesuai dengan database radius server maka akses user akan diterima. Untuk
membangun radius server dibuhkan instalasi sebaga berikut :
1. Instalasi CentOS 6.5 Server, yang mana akan berfungsi sebagai System
Operasi Radius Server.
2. Instalasi FreeRADIUS
Dalam proses instalasi FreeRADIUS yang akan menjadi paket pendukung
untuk Radius Server dilakukan pada CentOS 6.5 dengan perintah berikut :
32
3. Instalasi FreeRADIUS MySQL
Dalam proses instalasi FreeRADIUS MySQL yang akan menjadi paket
pendukung untuk Radius Server dilakukan pada CentOS 6.5 dengan perintah
berikut :
[root@telkomsel ~]# yum install freeradius-mysql
4. Instalasi MySQL
Dalam proses instalasi mysql yang akan menjadi paket pendukung untuk
Radius Server dilakukan pada CentOS 6.5 dengan perintah berikut :
[root@telkomsel ~]# yum install mysql
4.2 KONFIGURASI RADIUS SERVER
Setelah selesai melakukan tahap-tahap instalasi paket-paket yang
diperlukan Radius Server untuk melakukan autentikasi user. Maka dilakukan
konfigurasi pada masing-masing paket tersebut.
4.2.1Konfigurasi MySQL
Setelah selesai melakukan instalasi MySQL maka dilakukan tahap
konfigurasi. Terdapat beberapa tahap konfigurasi yang dilakukan pada mysql,
yaiut:
1. Tahap pertama yang dilakukan adalah membuat password untuk mysql user
root, hal ini karena pada default dari mysql adalah tidak memiliki password.
Untuk membuat password dapat dilakukan dengan perintah berikut:
[root@telkomsel ~]# mysqladmin –u root password ********
Dari perintah diatas username untuk login mysql root dengan password
********.
2. Setelah selesai membuat password untuk user root mysql, masuk ke mysql
dengan menggunakan password yang telah dibuat. Selanjutnya buat database
33
Gambar 4.1 Pembuatan Database Pada MySQL
3. Setelah selesai membuat database pada mysql, selanjutnya memberikan izin
akses FreeRADIUS ke database mysql. Perintah yang digunakan adalah:
[root@telkomsel ~]# mysql –u root p
Enter password:
mysql> grant all on radius.* to „root‟@‟localhost‟ identified by “********”; mysql> flush privileges;
mysql> exit
4. Tahap terakhir yang dilakukan untuk pada konfigurasi mysql adalah
mengimpor table schema.sql ke dalam database yang telah dibuat dalam
mysql user root.
[root@telkomsel ~]# mysql –u root –p radius <
/etc/raddb/sql/mysql/schema.sql
Enter password:
Selanjutnya buka database radius untuk memastikan bahwa tabel dari
34
Gambar 4.2 Import Tabel ke Database Dari schema.sql
5. Menjalankan mysql otomatis setiap kali restart server
[root@telkomsel ~]# /etc/init.d/mysqld start
Starting mysqld: [ OK ]
35
4.2.2Konfigurasi FreeRADIUS
Untuk melakukan konfigurasi pada FreeRADIUS, tedapat beberapa file
yang harus dikonfigurasi agar dapat melakukan autentikasi user. Adapun
konfigurasi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Konfigurasi radiusd.conf
Uncomment baris berikut pada radius.conf:
[root@telkomsel ~]# vim /etc/raddb/radius.conf …
$INCLUDE sql.conf …
2. Konfigurasi file default
Konfiurasi filedefault menjadi seperti berikut ini.
36
Konfigurasi sql.conf menjadi seperti berikut:
37
4. Konfigurasi file client.conf
Konfigurasi file client.conf menjadi seperti berikut ini:
[root@telkomsel ~]# vim /etc/raddb/client.conf
5. Konfigurasi file hosts
Ubah menjadi seperti berikut:
[root@telkomsel ~]# vim /etc/hosts
127.0.0.1 localhost localhost.localdomain localhost4 localhost4.localdomain4
telkomsel telkomsel.telkomseldomain
::1 localhost localhost.localdomain localhost6 localhost6.localdomain6
telkomsel telkomsel.telkomseldomain
6. Menjalankan freeRADIUS
Untuk menjalankan freeRADIUS dilakukan dengan perintah berikut:
38
… listen {
type = "auth"
ipaddr = 127.0.0.1
port = 18120
}
... adding new socket proxy address * port 51963
Listening on authentication address * port 1812
Listening on accounting address * port 1813
Listening on command file /var/run/radiusd/radiusd.sock
Listening on authentication address 127.0.0.1 port 18120 as server
inner-tunnel
Listening on proxy address * port 1814
Ready to process requests.
Jika sudah berjalan seperti diatas, maka konfigurasi FreeRADIUS sebagai
RADIUS server sudah sukses. Selanjutnya menjalankan freeRADIUS otomatis
setiap kali server restart dengan perintah berikut:
[root@telkomsel ~]# /etc/init.d/radiusd start
Starting mysqld: [ OK ]
[root@telkomsel ~]# chkconfig radiusd on
4.3 MENAMBAHKAN USER UNTUK AUTENTIKASI
Setelah selesai melakukan autentikasi, selanjutkan menambahkan user
kedalam database mysql agar user dapat melakukan autenikasi. Karena untuk
melakukan autentikasi user harus terdaftar terlebih dahulu. Untuk menambahkan
user ke database dilakukan sebagai berikut:
1. Masuk kedalam database mysql dan pilih database radius
[root@telkomsel ~]# mysql –u root –p
Enter password:
39
2. Tambahkan user dengan perintah berikut:
mysql> Insert into radcheck (username, attribute, value) values („test‟,‟User -Password‟,‟coba‟);
mysql> Insert into radcheck (username, attribute, value) values („adi‟,‟User -Password‟,‟adi‟);
mysql> Insert into radcheck (username, attribute, value) values („user‟,‟User -Password‟,‟password‟);
mysql> Insert into radcheck (username, attribute, value) values („Riki‟,‟User -Password‟,‟login‟);
mysql> Insert into radcheck (username, attribute, value) values („Fadil‟,‟User -Password‟,‟bandaaceh‟);
mysql> select * from radcheck;
Gambar 4.3 Tabel radcheck Dalam Database
3. RestartfreeRADIUS dan mysql
[root@telkomsel ~]# /etc/init.d/radiusd restart
Stopping radiusd: [ OK ]
Starting radiusd: [ OK ]
[root@telkomsel ~]# /etc/init.d/mysqld restart
Stopping mysqld: [ OK ]
40
4.4 MELAKUKAN TEST AUTENTIKASI
Dilakukan beberapa tes autentikasi, seperti yang telihat pada gambar
berikut:
1. Proses autentikasi sukses
Gambar 4.4 Tes User Access-Accept
Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa radius membalasnya sebagai
41
rad_recv: Access-Accept packet from host 127.0.0.1 port 1812, id=149, length=20
Sebelum mengirim balasan tersebut, pada radius server akan melakukan
pengecekan terlebih dahulu. Berikut ini proses yang dilakukan pada radius server.
rad_recv: Access-Request packet from host 127.0.0.1 port 48768, id=56,
length=75
User-Name = "Fadil"
User-Password = "bandaaceh" …
[sql] User found in radcheck table …
[pap] login attempt with password "bandaaceh"
[pap] Using clear text password "bandaaceh"
[pap] User authenticated successfully …
Sending Access-Accept of id 56 to 127.0.0.1 port 48768 …
Dari balasan yang diterima dari radius server dapat kita simpulkan bahwa
autentikasi sukses dengan mendapat balasan Access-Accept. Hal ini karena
username dan password yang sudah didaftarkan.