ASURANSI syariah dan asuransi konvension (14)

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

asuransi merupakan suatu mekanisme yang memberikan perlindungan pada tertanggung apabila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang diperjanjikan antara penanggung dan tertanggung. Hal ini diakibatkan karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan peningkatan demand masyarakat, peningkatan pertumbuhan dan perkembangan teknologi / industri kedokteran, peran swasta lebih tinggi, jumlah penduduk lebih banyak, dan masalah kesehatan semakin besar baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Ini merupakan respon atas peningkatan biaya kesehatan karena kemampuan yang dimiliki pemerintah terbatas maka perlu mobilisasi dana dari masyarakat yang biayanya dipikul bersama melalui prinsip kegotongroyongan yaitu dengan sistem konstribusi terorganisir yang dilaksanakan secara pra-upaya.

2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari Asuransi

2. Apa pengertian dari Asuransi Kesehatan 3. Prinsip dasar Asuransi Kesehatan

3. Tujuan

Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat :

(2)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Asuransi

Dari segi ekonomi, asuransi dapat dipandang sebagai suatau lembaga keuangan sebab melalui asuransi dapat dihimpun dana besar yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan , di samping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi , karena sesungguhnya asuransi bertujuan memberikan perlindungan atas kerugian keuangan yang ditimbulkan oleh peristiwa yanng tidak diduga sebelumnya. berikut adalah beberapa definisi asuransi menurut beberapa sumber :

1. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 246

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana sesorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tentu.

2. Menurut Undang-undang No. 2 Th. 1992 tentang Asuransi

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

3. Menurut Paham Ekonomi

(3)

4. Asuransi syariah (Ta`min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan atau tabarru` yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. (Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)).

B. Pengertian Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan di Indonesia relatif merupakan hal baru bagi kebanyakan penduduk Indonesia karena istilah asuransi kesehatan memang belum cukup menjadi perbendaharaan kata umum. Di banyak buku-buku teks asuransi, asuransi kesehatan mencakup produk-produk asuransi kesehatan sosial maupun asuransi kesehatan komersial. Asuransi kesehatan sosial adalah asuransi yang wajib diikuti oleh seluruh atau sebagian penduduk (misalnya pegawai), premi atau iurannya bukan nilai nominal tetapi prosentase upah yang wajib dibayarkan, dan manfaat asuransi (benefit) ditetapkan peraturan perundangan dan sama untuk semua peserta. Sedangkan asuransi kesehatan komersial adalah asuransi yang dijual oleh perusahaan atau badan asuransi lain karenanya sifat kepesertaan adalah sukarela, tergantung orang (perusahaan) mau membeli atau tidak, preminya ditetapkan sesuai dengan manfaat asuransi yang ditawarkan, dan karenanya baik premi maupun manfaat asuransi bervariasi luas (tidak sama untuk setiap peserta). Selain itu, domain asuransi kesehatan mencakup berbagai program atau produk asuransi yang mencakup subyek penggantian uang maupun pemberian pelayanan kesehatan, baik yang disebabkan oleh suatu penyakit, suatu kecelakaan kerja, kecelakaan diri di luar kecelakaan kerja, sampai pada penggantian penghasilan yang hilang karena suatu penyakit atau kecelakaan

Pembayaran atas biaya-biaya tertentu oleh suatu kelompok akibat pemanfaatan pelayanan medis, berdasarkan pada pengeluaran tertentu yang dibayarkan oleh kelompok tersebut. Pembayaran juga dapat didasarkan pada tarif yang ditetapkan oleh kelompok atau berdasarkan pengalaman. (Jacobs, 1997)

Dalam definisi tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang menjadi ciri dari konsep asuransi kesehatan, yakni :

(4)

Dalam konsep ekonomi dipahami sebagai terjadinya transaksi dengan mengeluarkan sejumlah uang, yang kemudian di sebut sebagai premi.

2. Adanya biaya.

Harus dibayarkan karena penggunaan pelayanan medis/kesehatan. 3. Adanya pelayanan medik.

Yang berupaya didapatkan sebagai respon terhadap terjadinya peristiwa sakit. 4. Kondisi sakit.

Kondisi yang merupakan sesuatu yang tidak pasti (uncertainly), tidak terkendali, dan mungkin jarang terjadi. Tapi bila hal tersebut betul-betul terjadi dapat mengakibatkan catastrophic illness, yaitu kejadian sakit yang dapat membebani ekonomi keluarga (Murti B, 2000)

C. Prinsip Dasar Asuransi Kesehatan

Dalam asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi:

1. Insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan)

Pada prinsipnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian. Kemungkian tersebut tidak dapat diperkirakan terjadinya.

b. Kewajaran. Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda atau harta yang memiliki nilai material baik bagi tertanggung maupun bagi penanggung.

c. Catastrophic. Risiko yang mungkin terjadi haruslah tidak akan menimbulkan suaatu kemungkinan rugi yang sangat besar, yaitu jika sebagian besar pertanggungan kemungkinan akan mengalami kerugian pada waktu yang bersamaan.

d. Homogen. Untuk memenuhi syarat dapat diasuransikan, barang atau harta yang akan dipertanggungkan harus homogen, yang berarti banyak barang yang serupa atau sejenis.

(5)

Dalam melakukan kontrak asuransi, kedua belah pihak dilandasi oleh itikad baik. Antar pihak tertanggung dan penanggung harus saling mengungkapkan keterbukaan. Kewajiban dari kedua belah pihak untuk mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure.

3. Indemnity

Konsep indemnity adalah mekanisme penanggung untuk mengompensasi risiko yang menimpa tertanggung dengan ganti rugi finansial. Konsep ini tidak dapat mengganti nyawa yang hilang atau anggota tubuh yang rusak atau cacat karena indemnity berkaitan dengan ganti rugi finansial.

4. Proximate Cause

Adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu persitiwa secara berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independent.

5. Subrogation

Pada prinsipnya merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian.

6. Contribution

Bahwa penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung yang lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing belum tentu sama besar.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

(6)

dipikul bersama melalui prinsip kegotongroyongan dalam mengatasi pembiayaan kesehatan oleh masyarakat yaitu dengan sistem konstribusi terorganisir yang dilaksanakan secara pra-upaya.

Asuransi kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan

Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu :  Insurable interest Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

 Utmost good faith Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

 Proximate cause Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

 Indemnity Suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).

 Subrogation Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

 Contribution Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

(7)

Sebaiknya masyarakat mengikuti program asuransi, karena program ini memiliki banyak manfaat bagi pihak tertanggung, seperti yang telah kami uraikan dalam materi makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Fatwa Dewan Syariah Nasional No.21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah

(8)

wordpres. Pengantar asuransi

Asuransi kesehatan (pengntar) . chriswardhani. FKM –MIKM UNDIP

Pamjaki(perhimpunan ahli manajemen jaminan dan asuransi kesehatan indonesia) 2005

Sulastomo, 2000, Manajemen Kesehatan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal. 190-194.

Murti Bhisma, 2000, Dasar-dasar Asuransi Kesehatan, Penerbit Kanisius,Yogyakarta, hal. 21-24

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...