• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR DASAR PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DASAR DASAR PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR-DASAR PEMAHAMAN TINGKAH LAKU

“TINGKAH LAKU DALAM DIMENSI STRUKTUR KEPRIBADIAN TEORI PSIKOANALISA”

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas kuliah dasar-dasar pemahaman tingkah laku

Disusun oleh :

1. Rahmawati Cahyaningtyas (1301415075) 2. Dian Paramita (13014150

3. Ayu Setia Sari Rahmani (1301415084)

BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015

(2)

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Tingkah Laku Dalam Dimensi Struktur Kepribadian Psikoanalisa” tepat pada waktunya.

Makalah ini dibuat untuk memberikan tambahan wawasan ilmu tentang teori psikoanalisis Sigmund Freud terutama pembahasan mengenai struktur kepribadian, menurut Sigmun Freud.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan, saran, serta bantuan yang telah diberikan untuk menjadikan makalah ini lebih baik, kepada Bu Carti selaku pengampu mata kuliah dasa-dasar pemahaman tingkah laku.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayah-Nya atas segala amal perbuatan yang diberikan.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Penulis juga berusaha semaksimal mungkin dalam penyelesaiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat menyempurnakan penulisan makalah ini.

Akhir kata, penulis mengharapkan semoga penyusunan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Semarang , 06 Desember 2015

Penyusun

(3)

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2Rumusan Masalah...1

1.3Tujuan Penulisan...2

1.4Metode Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN ...3

2.1 Kepribadian...3

2.1.1 pengertian...3

2.2 Struktur Kepribadian ...3

2.2.1Tingkat Kehidupan Mental...3

2.2.2Wilayah Pikiran...4

BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan...7

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi ini banyak sekali warga Negara Indonesia yang mempunyai kepribadian kurang baik. Kepribadian sangat mencerminkan perilaku seseorang, maka dengan adanya mata kuliah ini kita diajarkan menjadi seorang pribadi yang mempunyai kepribadian yang sangat baik. Setiap orang sama seperti kebanyakan atau bahkan semua orang lain, kita bisa tahu apa yang diperbuat seseorang dalam situasi tertentu berdasarkan pengalaman diri kita sendiri. Kenyataannya, dalam banyak segi, setiap orang adalah unik, khas. Akibatnya yang lebih sering terjadi adalah kita mengalami salah paham dengan teman di kampus, tetangga atau bahkan dengan orang tua kita dirumah. Oleh karena itu, kita membutuhkan sejenis kerangka acuan untuk memahami dan menjelaskan tingkah laku diri sendiri dan orang lain. Psikologi kepribadian adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi kepribadian merupakan salah satu ilmu dasar yang penting guna memahami ilmu psikologi. Manusia sebagai objek material dalam pembelajaran ilmu psikologi tentu memiliki kepribadian dan watak yang berbeda satu dengan yang lainnya bahkan tidak semua orang dapat memahami kepribadian dirinya sendiri. Hal itulah yang menjadi latar belakang kami membuat makalah tentang tingkah laku dalam dimensi struktur kepribadian psikoanalisa.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu kepribadian ?

2. Apa saja yang termsuk struktur kepribadian dalam psikoanalisis ?

1.3 Tujuan Penulisan

(5)

1.4 Metode Penulisan

Metode yang penulis gunakan dalam penulisan makalah ini adalah pustaka. Metode pustaka yaitu dengan mencari beberapa referensi dari berbagai judul buku. Dan dari referensi itu dirangkum dan dikumpulkan serta diambil kesimpulan sehingga makalah ini selesai.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kepribadian

(6)

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam diri dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam.(Depkes, 1992).

Dalam bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu psikologi menurut, Gordon W.Allport : suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.

Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita.

2.2 Struktur Kepribadian

Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar, prasadar, dan tak sadar. Pada tahun 1923 Freud mengenalkan tiga model struktural yang lain, yakni id, ego dan superego. Struktur baru ini tidak mengganti struktur lama tetapi melengkapi/menyempurnakan gambaran mental terutama dalam fungsi dan tujuannya.

2.2.1 Tingkat Kehidupan Mental 1. Sadar (Conscious)

Tingkat kesadaran yang berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu. Menurut Freud hanya sebagian kecil saja dari kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan, dan ingatan) yang masuk ke kesadaran (consciousness).

2. Prasadar (Preconscious)

Prasadar disebut juga ingatan siap (available memory), yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak sadar. Pengalaman yang ditinggal oleh perhatian, semula disadari tetapi kemudian tidak lagi dicermati, akan ditekan pindah ke daerah prasadar.

(7)

Taksadar adalah bagian yang paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dri jiwa manusia. Secara khusus Freud membuktikan bahwa ketidaksadaran bukanlah abstraksi hipotetik tetapi itu adalah kenyataan empirik. Ketidaksadaran itu berisi insting, impuls, dan drives yang dibawa dari lahir, dan pengalam-pengalaman traumatik (biasanya pada masa anak-anak) yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah tak sadar.

2.2.2 Wilayah Pikiran 1. Id (Das Es)

Id adalah sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Dari id ini kemudian akan muncul ego dan superego. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Plesure principle diproses dengan dua cara :

a. Tindak Refleks (Refleks Actions)

Adalah reaksi otomatis yang dibawa sejak lahir seperti mengejapkan mata dipakai untuk menangani pemuasan rangsang sederhana dan biasanya segera dapat dilakukan.

b. Proses Primer (Primery Process)

(8)

Id hanya mampu membayangkan sesuatu, tanpa mampu membedakan khayalan itu dengan kenyataan yang benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu menilai atau membedakan benar-benar salah, tidak tahu moral. Alasan inilah yang kemudian membuat id memunculkan ego.

2. Ego (Das Ich)

Ego berkembang dari id agar orang mampu menangani realita sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita (reality principle) usaha memperoleh kepuasan yang dituntut id dengan mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda kenikmatan sampai ditemukan objek yang nyata-nyata dapat memuaskan kebutuhan.

Ego adalah eksekutif atau pelaksana dari kepribadian, yang memiliki dua tugas utama ; pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kedua, menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan tersedianya peluang yang resikonya minimal. Ego sesungguhnya bekerja untuk memuaskan id, karena itu ego yang tidak memiliki energi sendiri akan memperoleh energi dari id.

3. Superego (Das Ueber Ich)

Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (edialistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistik dari ego. Superego berkembang dari ego, dan seperti ego, ia tak punya sumber energinya sendiri. Akan tetapi, superego berbeda dari ego dalam satu hal penting – superego tak punya kontak dengan dunia luar sehingga tuntutan superego akan kesempurnaan pun menjadi tidak realistis.

(9)

Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Ada tiga fungsi superego ; (1) mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan-tujuan moralistik, (2) merintangi impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat, (3) mengejar kesempurnaan.

BAB III PENUTUP

(10)

Dalam teori psikoanalisis, kepribadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur atau sistem yakni id, ego dan superego ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta membentuk suatu totalitas. 1. Id, adalah sistem kepribadian yang paling dasar, yang didalamnya terdapat

naluri-naluri bawaan. Dalam menjalankan fungsi dan operasinya, id bertujuan untuk menghindari keadaan tidak menyenangkan dan mencapai keadaan yang menyenangkan.

2. Ego, adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada dunia objek tentang kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan. Adapun proses yang dimiliki dan dijalankan ego adalah upaya memuaskan kebutuhan atau mengurangi tegangan oleh individu.

3. Superego,adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (edialistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistik dari ego.Adapun fungsi utama dari superego adalah : (1) mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan moralistik, (2) merintangi impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat, (3) mengejar kesempurnaan.

Freud menyatakan gagasan bahwa energi fisik bisa diubah menjadi energi psikis, dan sebaliknya. Yang menjembatani energi fisik dengan kepribadian adalah id dengan naluri-nalurinya (insting).

3.2 Saran

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Sikap kepribadian moral yang kuat ini terdapat dalam prinsip etika Bushido, seperti halnya kejujuran sebagai suatu kekuatan resolusi, keberanian yang merupakan kemampuan

Dengan menggunakan pendekatan penelitian dari Baron dan Kenny (1986) peneliti menempatkan kepribadian produktif sebagai variabel eksogen yang berpengaruh terhadap tingkah laku

Kode kehormatan Pramuka yang terdiri atas janji yang disebut Satya dan ketentuan moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari metode kepramukaan dan alat

Id berhubungan erat dengan proses fisik untuk mendapatkan enerji psikis yang digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya.. • Id

yaitu dari kata ethos yang berarti adat kebiasaan tetapi ada yang memakai istilah lain yaitu moral. • Menurut Martin (1993), “

Salah satu sifat yang istimewa dari geometri proyektif ialah prinsip dualitasnya (principle of duality) yang menyatakan, bahwa dalam bidang proyektif setiap

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif di bidang filsafat. Data dikumpulkan dari buku kepustakaan, Objek material yang dibahas adalah problem moral tokoh

Keywords: Development, Morale, Personality, Elementary Children ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pemanfaatan perkembangan moral dan kepribadian