• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBANGUN PRIBADI YANG BERKARAKTER MULIA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MEMBANGUN PRIBADI YANG BERKARAKTER MULIA (1)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MEMBANGUN PRIBADI YANG BERKARAKTER MULIA DENGAN MENEMPATKAN ALLAH SWT DALAM PIKIRAN DAN HATI

Oleh : Ulfahtun Tsaniyah baik itu benda mati dan benda hidup, semua diciptakan Allah dengan bentuk yang indah, terutama Allah menciptakan makhluk hidup dengan berbagai jenis dan bentuk, seperti halnya manusia. Allah menciptakan manusia dengan bentuk dan sifat yang berbeda-beda. Allah menjadikan manusia sebagai makhluk hidup yang sempurna, makhluk yang berbeda dengan makhluk lainnya, manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi, menjaga dan merawat bumi dengan baik menggunakan segala tenaga dan pikirannya untuk bertahan hidup.

Manusia harus senantiasa berusaha, berdoa, dan bertawakal untuk mencapai tujuan dalam hidupnya yaitu bahagia dunia dan akhirat. Manusia harus mempercayai dan mengimani dengan sepenuh hati tanpa adanya keraguan akan keberadaan dan kekuasaan-NYA, selain kita mengimani adanya Allah, kita juga perlu mengimani adanya Malaikat, Kitab Allah, Rasul, Hari Kiamat, dan Takdir baik dan buruk dari Allah. Dengan kita mengimani Allah berarti kita telah menempatkan Allah di pikiran dan hati kita, maka dengan begitu kita secara istiqomah bisa menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-NYA yang telah diterangkannya dalam Al-Qur’an dan Hadist.

(2)

dan buruk. Pembentukan karakter dalam hal ini menunjukkan watak, perilaku, sifat, tabiat yang dibawa manusia sejak lahir dan menunjukkan kepribadian seseorang.

Mengingat banyak orang yang karakternya menurun karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan karakter dalam dirinya, beberapa faktor tersebut karena pengaruh dari keluarga, sekolah, masyarakat dan perkembangan IPTEK, terutama mengikuti arus pergaulan yang kurang sehat, seperti kehidupan yang boros atau berfoya-foya, membuang-buang waktu untuk membicarakan hal yang kurang baik bersama teman-teman, dan sebagainya. Perubahan tersebut bisa terjadi pada pribadi seseorang, karena seseorang tersebut masih goyah keimanannya dan kurang maksimal dalam menjalani aturan yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadanya, serta lupa untuk selalu menempatkan Allah dipikiran dan hatinya.

Dalam mengurangi dan menghilangkan karakter yang buruk dalam diri kita, hendaknya kita harus selalu mengingat adanya Allah SWT yang selalu mengawasi dan melindungi kita dari segala bentuk bahaya. Kekuatan iman kita bisa menjaga kita dari hal-hal yang buruk. Dengan mengikuti segala aktivitas yang baik seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti seminar, talkshow, tausiyah dan lainnya yang bisa menjerumuskan pikiran dan hati kita untuk selalu berbuat baik, sehingga dengan pembiasaan bertahap dan usaha yang gigih serta hidup cerdas bisa membentuk pribadi dengan karakter yang mulia.

B. PEMBAHASAN

1. Hakikat Membangun Pribadi yang Berkarakter Mulia

Karakter adalah permata yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, manusia diciptakan utuh dan sempurna, karena manusia memiliki akal dan pikiran yang digunakan untuk menjadikan pribadinya insan yang berkarakter. Manusia yang tidak berkarakter adalah manusia yang memiliki sifat seperti halnya dengan binatang, yang tidak berkarakter dan tidak memiliki tata krama yang baik.

(3)

(skill). Karakter berasal dari kata Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan dan tingkah laku sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus, dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter buruk. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Karakter yang mulia adalah karakter manusia yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia, yang dekat dan berbakti kepada Allah SWT, mengikuti suri tauladan para nabi atau orang-orang yang rajin beribadah. Untuk membangun dan membentuk karakter yang mulia harus diawali dengan pendidikan tauhid (pengesaan kepada Allah SWT) karena tauhid dan keimanan adalah pondasi utama yang ditanamkan dalam diri setiap muslim, firman Allah SWT dalam Qs. Ali Imran :139, yang artinya :” Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman”.

Membangun pribadi yang berkarakter mulia jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu yang panjang, proses yang bertahap, niat, dan usaha yang gigih disertai dengan istiqomah. Membentuk karakter mulia dalam kehidupan merupakan asset berharga yang seharusnya diterapkan pula dalam hubungan manusia dengan Allah SWT. karakter yang baik akan tampak dalam penampilan, perkataan, dan tingkah laku seseorang.

Karakter pribadi seseorang dapat terlihat indah jika pondasi pemahaman aqidahnya kuat dan dibangun diatasnya sebuah bangunan akhlak yang sesuai dengan syariah islam. Karakter mulia seseorang bisa membawa dirinya kepada kebaikan yang hakiki dan hidup yang tenang, kebaikan yang bisa mendatangkan keberuntungan bagi dirinya.

2. Faktor yang mempengaruhi kepribadian yang mulia

(4)

Aristoteles mengatakan ada dua jenis kepribadian mulia, diantaranya: 1. Kepribadian mulia bersifat intelektual yang dikaitkan dengan kecermelangan pikiran untuk memahami , mengakui, dan menilai dengan baik; 2. Kepribadian mulia bersifat moral yang menekankan pada tuntutan berkelakuan baik dengan menjalankan proses pengulangan dan pelaziman. Contohnya, insan yang mengamalkan sifat jujur cenderung akan menjadi insan yang jujur sepanjang hidupnya.

C. PENUTUP a. Kesimpulan

Membangun pribadi yang berkarakter mulia merupakan hal yang terpenting dalam membentuk dan menjadikan pribadi yang utuh, pribadi yang mampu bertanggung jawab terhadap jiwa dan raga pribadinya. Dengan selalu menempatkan Allah SWT dalam pikiran dan hati, menjadikan jiwa menjadi tenang dan damai serta hidup bahagia, karena dengan selalu berpegangan dengan ayat suci Al-qur’an dan hadist menjadikan pribadi yang berkarakter mulia, meskipun banyak faktor yang melemahkan iman kita, kalo misalkan karakter kita sudah dibentengi dengan Al-qur’an dan Hadist serta kedekatan kita kepada Allah SWT, iman kita tidak akan goyah dan runtuh.

Untuk menjadi pribadi yang berkarakter mulia kita juga harus melakukan aktivitas yang positif mulai dari hal kecil sampai besar, seperti : membaca ayat-ayat suci Al-qur’an, memperdalam ilmu-ilmu agama, membaca buku-buku agama, mengikuti seminar, talkshow islami, mengikuti forum diskusi islami, dan pembiasaan dalam diri untuk bertata krama yang baik, jika hal-hal yang kecil saja dapat dilakukan dalam membentuk pribadi yang berkarakter dan dilakukan secara berulang, atas izin Allah SWT semua dapat berubah dan membangun pribadi yang berkarakter mulia.

Daftar Pustaka

Supriyono. (2014). Membangun Karakter Mahasiswa Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Resolusi Konflik. Jurnal Pendidikan , Vol.1, No.3.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas adalah kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman atas

Tingkat pendidikan akan mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Tingkat pendidikan yang rendah akan menjadikan orang tersebut tergantung dan berada dibawah kekuasaan

Islam adalah agama yang menempatkan keluarga pada posisi yang penting dan strategis dalam membina pribadi dan masyarakat?. Baik dan buruk kepribadian seseorang tergantung

Tantra Ikhlas Nalendro (2014) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar pajak wajib pajak orang pribadi yang berwirausaha dengan lingkungan pajak sebagai

Sementara variabel kontrol keperilakuan yang dipersepsikan dan variabel kewajiban moral mempengaruhi niat untuk patuh secara positif Wajib Pajak Orang pribadi dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap peraturan perpajakan, kontrol keperilakuan yang dipersepikan, kewajiban moral mempengaruhi niat wajib pajak orang

Hasil analisis data pengetahuan tentang kompetensi kepribadian pada indikator yang ke dua yaitu menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan

Mendeskripsikan kompetensi kepribadian guru yang menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia jika ditinjau dari guru yang sertifikasi >5 Tahun dan