UJI MINYAK BUMI DAN
UJI MINYAK BUMI DAN
1. Densitas, Berat Jenis
dan Gravitas API
•
Densitas minyak adalah massa minyak persatuan
volume pada suhu tertentu.
•
Berat spesifik atau rapat relatif (
relative density
)
minyak adalah perbandingan rapat minyak pada suhu
tertentu dengan rapat air pada suhu tertentu.
tertentu dengan rapat air pada suhu tertentu.
•
Untuk minyak bumi suhu yang digunakan adalah 15
oC
atau 60
oF.
•
Gravitas API adalah besaran yang merupakan fungsi
dari berat jenis yang dapat dinyatakan dengan
persamaan :
5
,
131
)
F
60
/
60
(
S
5
,
141
API
•
Densitas, berat jenis dan gravitas API minyak
2. Tekanan Uap Reid
• Uji tekanan uap reid (Reid Vapor Pressure-RVP, ASTM D
323-90) dikenakan kepada bensin, minyak mentah yang volatil dan produk minyak bumi lainnya yang volatil.
• Tekanan uap Reid adalah tekanan mutlak pada suhu 37,8oC
(100oF) dalam psi atau kPa.
• Tekanan uap Reid tidak sama dengan tekanan uap sampel • Tekanan uap Reid tidak sama dengan tekanan uap sampel
yang sesungguhnya karena terjadinya sedikit penguapan pada sampel dan karena adanya uap air dan udara dalam ruangan.
• Untuk menentukan tekanan uap elpiji, digunakan metode
Dalam praktek, uji tekanan uap reid mempunyai
arti yang penting sehubungan dengan:
1) Keamanan dalam pengangkutan bahan bakar
2) Sumbatan uap (
vapor lock
) dalam sistem
pengumpanan bensin
pengumpanan bensin
3. Distilasi Produk Minyak Bumi
•
Distilasi produk minyak bumi (ASTM D86-90) ini
dikenakan kepada produk minyak bumi yaitu : bensin
alam, bensin motor, bensin pesawat terbang, avtur, nafta,
kerosin, minyak gas dan minyak bakar
distilat
dan
produk minyak bumi yang serupa.
•
Distilasi serupa yang dikenal dengan nama distilasi Engler
telah digunakan pada waktu yang lampau, sehingga distilasi
telah digunakan pada waktu yang lampau, sehingga distilasi
ASTM sering disebut distilasi Engler.
•
Dari data distilasi tersebut selanjtnya dapat dibuat kurva
distilasi ASTM yang menunjukkan hubungan suhu dengan
persen penguapan pada kondisi uji.
•
Setiap bensin mempunyai kurva distilasi tertentu, dan
4. Titik Nyala dan Titik Bakar
• Titik nyala (flash point) adalah suhu terendah di mana uap
minyak bumi dan produknya dalam camprannya dengan udara akan menyala jika dikenai nyala uji (test flame) pada kondisi tertentu.
• Titik bakar (fire point) adalah suhu terendah dimana uap
minyak bumi dan produknya akan menyala dan terbakar secara ters menerus jika dikenai nyala uji (test flame) pada kondisi ters menerus jika dikenai nyala uji (test flame) pada kondisi tertentu.
• Ada tiga macam alat uji yang dapat digunakan untuk
menentukan titik nyala dan titik bakar minyak bumi dan produknya:
o Alat uji cawan terbuka Cleveland (ASTM D 92-90)
o Alat uji cawan tertutup Pensky-Martens (ASTM D-93-80)
5. Warna
• Pemeriksaan warna produk minyak bumi dapat dilakukan dengan
menggunakan beberapa kolorimeter, antara lain dengan:
o Tintometer Lovibond (IP 17/52), untuk menentukan warna semua produk
minyak bumi baik yang diberi zat warna atau tidak, kecuali minyak hitam (black oils) dan bitumen.
o Khromometer Saybolt (ASTM D 156-87), untuk menentukan warna
minyak yang telah diolah seperti bensin motor dan bensin pesawat terbang yang tidak diberi warna, bahan bakar propulsi jet, nafta, kerosin, terbang yang tidak diberi warna, bahan bakar propulsi jet, nafta, kerosin, malam parafin dan minyak putih farmasi
o Kolorimeter ASTM (ASTM D 1500-87), untuk produk minyak bumi
seperti minyak pelumas, minyak pemanas, bahan bakar diesel dan malam parafin.
• Warna dapat digunakan sebagai petunjuk tentang kesempurnaan dalam
7. Viskositas Kinematis
• Viskositas kinematis minyak bumi dan produknya dapat
ditentukan dengan vikosimeter.
• Viskosimeter yang banyak digunakan adalah viskosimeter pipet
yang bekerja berdasarkan hukum Poisulle yang berlaku untuk cairan yang mengalir dalam pipa.
• Ada bermacam-macam viskosimeter tipe pipet yang dapat • Ada bermacam-macam viskosimeter tipe pipet yang dapat
digunakan untuk menentukan viskositas kinematis baik untuk produk yang tembus pandang (transparan) maupun tidak (ASTM D 445-79)
• Di samping viskosimeter tipe pipet di atas, viskositas minyak
bumi dan produknya pernah ditentukan dengan viskosimeter Saybolt (ASTM D 88)
7. Titik Asap
• Titik asap (smoke pint) didefinisikan sebagai tinggi nyala
maksimum dalam milimeter dimana kerosin terbakar tanpa timbul asap apabila ditentukan dalam alat uji baku pada kondisi tertentu.
• Disampaing dikenakan pada kerosin, uji titik asap juga
dikenakan kepada bahan bakar jet (ASTM D 1332-90)
• Titik asap ditentukan dengan cara membakar sampel atau • Titik asap ditentukan dengan cara membakar sampel atau
bahan bakar jet dalam lampu titik asap.
• Nyala dibesarakan dengan cara menaikkan sumbu sampai
timbul asap, kemdian nyala dikecilkan sampai asap tepat hilang. Tinggi nyala dalam keadaan terakhir ini dalam milimeter adalah titik asap sampel.
•
Kepentingan smoke point dalam praktek
adalah untuk menentukan kualitas kerosin yang
penggunaan utamanya adalah sebagai bahan
bakar lampu penerangan.
•
Kerosin yang baik harus mempunyai titik asap
•
Kerosin yang baik harus mempunyai titik asap
8. Korosi Lempeng Tembaga
•
Uji korosi lempeng tembaga (ASTM D 130-88)
•
Korosi minyak bumi terhadap berbagai macam
logam disebabkan oleh senyawa belerang korosif
yang terdapat dalam produk minyak bumi. Tidak
sema senyawa belerang yang terdapat dalam
fraksi minyak bumi bersifat korosif.
fraksi minyak bumi bersifat korosif.
•
Khusus untuk elpiji, uji korosi lempeng tembaga
9.Sisa Karbon
•
Ada dua macam cara uji sisa karbon, yaitu uji sisa
karbon Conradson (ASTM D 189-88) dan uj sisa
karbon Ramsbottom (ASTM D 524-88).
•
Kedua cara uji ini dimaksudkan
untk mengetahui
kecenderungan pembentukan kokas produk minyak
bumi yang sulit menguap.
bumi yang sulit menguap.
•
Sisa karbon Conradson (Conradson Carbon Residue)
• Uji ini umumya dikenakan pada produk minyak bumi yang
relatif kurang volatil yang sebagian akan terurai pada distilasi tekanan atmosferik, seperti bahan bakr solar, minyak gas, minyak bakar dan minyak pelumas.
• Sisa karbon sesungghnya bukan seluruhnya karbon , tetapi
kokas yang masih bisa diubah lebih lanjut dengan jalan pirolisis.
• Sisa karbon romboston adalah sisa karbon yang tertinggal
setelah sampel bahan bakar minyak yang sukar menguap yang ditempatkan dalam bola gelas khusus yang memiliki yang ditempatkan dalam bola gelas khusus yang memiliki lubang pipa kapiler dalam pembakar koking logam (metal coking furnace)
• CCR dan RCR digunakan sebagai petunjuk mengenai
10. Titik Kabut
•
Titik kabut (
cloud point
) adalah suhu tertinggi dimana
kristal malam parafin akan terlihat sebagai kabut pada
dasar tabung uji apabila minyak didinginkan pada kondisi
tertentu (ASTM 2500-88).
•
Uji ini hanya dapat dikenakan kepada produk minyak
•
Uji ini hanya dapat dikenakan kepada produk minyak
bumi yang tembus pandang pada ketebalan 38 mm (1,5
in) dan dengan titik kabut kurang dari 49
oC (120
oF)
•
Titik kabut dapat digunakan sebagai petunjuk mengenai
11. Titik Tuang
• Titik tuang (por point) adalah suhu terendah dimana minyak
bumi dan produknya masih dapat dituang atau mengalir apabila didinginkan pada kondisi tertentu (ASTM D97-98).
• Uji titik tuang dapat dikenakan kepada setiap produk minyak
bumi
• Alat uji titik tuang pada dasarnya sama dengan alat uji titik • Alat uji titik tuang pada dasarnya sama dengan alat uji titik
kabut, perbedannya adalah kedudukan termometer sampel.
• Titik tuang dapat digunakan sebagai petunjuk mengenai
12. Angka Oktan
•
Kecenderungan bensin untuk memberikan ketukan
dalam mesin dinyatakan dengan angka oktan (octan
number)
•
Angka kinerja suatu bahan bakar adalah perbandingan
antara daya yang ditimbulkan oleh bahan bakar
pembanding dalam sebuah mesin
pembanding dalam sebuah mesin
•
Untuk menentukan angka oktan bensin digunakan
mesin uji satandar CFR ASTM.
•
Bensin premium dikatakan memiliki angka oktan 88