DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN.

128 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA

MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial

(S.Sos.I)

Oleh: Henni Farikhatin

B02212016

PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM JURUSAN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Henni Farikhatin. NIM. B02212016. DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

Pembangunan di bidang kepemudaan merupakan mata rantai tak terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Keberhasilan pembangunan pemuda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing, merupakan salah satu kunci untuk membuka peluang untuk keberhasilan di berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh karena itu, pembangunan kepemudaan dianggap sebagai salah satu program yang tidak dapat diabaikan dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan.Dalam pendampingan ini, fasilitator mendalami tentang kesusksesan masa lalu yang pernah dicapai oleh masyarakat Balun. Pendampingan yang dilakukan kepada masyarakat

Balun menggunakan Assed Based Community Development (ABCD).

Pendampingan ini memanfaatkan potensi yang ada di Desa Balun. Salah satu asset yang dimiliki Desa balun adalah karang taruna yang merupakan asset institusi. Peran partisipatif pemuda dibutuhkan dalam proses pemberdayaan ini dalam pembentukan kesadaran kritis pemuuda, Adanya karang taruna serta kesuksesannya dimasa lalu merupakan asset yang harus dikembangkan dan dipertahankan. Untuk menimbulkan kesadaran kritis pemuda Balun, maka dimulai dengan Pengaktifan kembali karang taruna yang tidak berjalan sesuai dengan fungsinya selama 2 tahun, sebagai tempat atau wadah bagi pemuda Balun mengeluarkan gagasan-gagasan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi karang taruna . Melalui kelompok kelembagaan masyarakat dapat membentuk berbagai macam kegiatan maupun gerakan yang dapat meningkatkan perekonoomian masyarakat dan menimbulkan partisipasi pemuda. Pengelolahan bandeng presto merupakan upaya pemuda dalam memanfaatkan kekayaan ikan yang dimilki oleh Desa Balun, kegiatan tersebut bekerjasama dengan ibu-ibu PKK Desa Balun. Pemberdayaan ini juga menghasilkan pola pikir yang kritis terhadap pemuda dalam mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat.

(8)

ABSTRACT

Henni Farikhatin. NIM. B02212016. Dakwah youth empowerment through youth groups village balun kecamatan turi kabupaten lamongan

Development in the field of youth was the link inseparable from human development targets intact and the indonesian public entirely. Youth development success as human resources qualified and having excellence competitiveness, is one of the key to opening opportunities for success in various sectors other development. Hence, youth development is regarded as one of the programs cannot be ignored in preparing life of the people in the depan.dalam this flanking, facilitators kesusksesan scrutinizes about the past ever achieved by the community balun.Flanking done to the public using assed balun based community development ( abcd ). This flanking harness the potential that exists in the village of balun .One asset possessed village balun taruna is coral which is institutional assets. The role of participative youth needed in this process of empowerment in the formation of consciousness. To inflict critical awareness youth balun, so begins with enabling back the organization that does not run in accordance with their responsibilities for 2 years, as a or container for youth balun issue gagasan-gagasan to make kegiatan - kegiatan noble for the organization. Through groups community institutions can form various activities and movement that can improve perekonoomian the jurors participation youth. Pengelolahan a presto it seeks youth in use wealth fish dimilki by the village balun, the event is working with ibu-ibu pkk balun village. This empowerment also produces mindset who is critical of youth in developing the potential a community owned .

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

PERNYATAAN KEASLIAN... iv

MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... ix

ABSTRAK ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR TABEL ... xvii

DAFTAR BAGAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Pendampingan ... 8

C. Pihak-Pihak Terkait ... 8

D. Agenda Pendampingan... 9

(10)

BAB II PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS ASET (TINJAUAN TEOROTIK)

A. Definisi Konsep... 15

1. Dakwah... 15

2. Pemberdayaan... 16

3. Pemuda ... 17

4. Karang Taruna ... 19

B. Landasan Teori ... 21

1. Organisasi ... 21

2. Perubahan Sosial ... 22

3. Pengembangan Masyarakat Islam Menggunakan Dakwah Bil Hal ... 24

4. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 28

BAB III METODOLOGI PENDAMPINGAN A. Pendekatan ... 31

B. Teknik Pengumpulan Data ... 32

a. Penemuan Apresiatif (Apresiatif Inquiry)... 32

b. Pemetaan Komunitas (Community Mapping) ... 33

c. Penelusuran Wilayah (Transect)... 34

d. Pemetaan Asosiasi dan Institusi... 34

e. Pemetaan Aset Individu ... 35

(11)

g. Skala Prioritas... 35

C. Subjek Dampingan ... 36

D. Strategi Pendampingan... 36

E. Teknik Analisis Data ... 37

F. Teknik Validasi Data ... 38

BAB IV GAMBARAN UMUM A. Sejarah Desa Balun ... 40

B. Letak Geografis ... 43

C. Kondisi Demografis ... 45

D. Kondisi Pendidikan ... 47

E. Kondisi Kesehatan ... 49

BAB V PENGENALAN ASET DAN POTENSI PENDAMPINGAN A. Aset Institusi ... 51

B. Aset Ekonomi... 57

C. Aset Manusia... 64

D. Aset Fisik ... 68

E. Aset Sosial... 70

BAB VI DINAMIKA PENDAMPINGAN MASYARAKAT BALUN A. Discovery ... 76

B. Dream dan Design... 78

(12)

b. Pendidikan Kritis Untuk Pemuda Karang Taruna ... 87

C. Destiny ... 88

a. Pengolahan Bandeng Presto ... 88

b. Seminar Pengolahan Bandeng Presto ... 89

c. Dinamika Membangun kelompok ... 91

d. Proses Pembuatan Bandeng... 93

e. Pengemasan ... 98

f. Mendampingi Menembus Akses Pasar... 100

BAB VIII REFLEKSI PENDAMPINGAN BERBASIS ASET DESA BALUN A. Refreksi Teoritis: Berdaya dengan Aset yang Dimiliki... 108

B. Refleksi Empiris: Mengorganisir Pemuda Tidak Lepas Dari Hambatan dan Tantangan ... 111

BAB IX PENUTUP A. Kesimpulan ... 114

B. Rekomendasi ... 115

DAFTAR PUSTAKA

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 : Tugu Batas Desa Balun Kec. Turi Kab. Lamongan ...44

Gambar 4.2 : Peta Wilayah Desa Balun Kec. Turi Kab. Lamongan ...45

Gambar 5.1 : Mayoritas Penduduk Balun Bekerja sebagai Petani Tambak ...62

Gambar 5.2 : Tahlilan yang Dihadiri Oleh Masyarakat Lintas Agama ...74

Gambar 6.1 : FGD 1 - Ramah tama dengan anggota kartar dan pemetaan wilayah Desa Balun...79

Gambar 6.2 : FGD 2 - Memimpikan Masa Depan Karang Taruna ...81

Gambar 6.3 : FGD 3–Mendata Pengurus Kartas Baru dengan Remaja Putri ...83

Gambar 6.4 : FGD 4–Dalam kegiatan PKK Ibu-Ibu...89

Gambar 6.5 : Seminar Pengelolaan Bandeng Oleh Ibu-Ibu PKK di Kantor Balai Desa ...90

Gambar 6.6 : Dokumentasi Kelompok Pada Saat Pembentukan Kelompok ...93

Gambar 6.7 : Proses Pembuatan Bumbu Bandeng Presto...96

Gambar 6.8 : Dokumentasi Kelompok Saat Produksi Bandeng Presto ...100

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 : Jadwal Pendampingan ...10

Tabel 4.1 : Jumlah Penduduk ...46

Tabel 4.2 : Tamatan Sekolah Masyarakat...48

Tabel 5.1 : Kegiatan yang pernah dilakukan karang taruna ...55

Tabel 5.2 : Dana yang diperoleh Karang Taruna...57

Tabel 5.3 : Pekerjaan Masyarakat Desa Balun...58

Tabel 5.4 : Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Desa Balun...59

Tabel 5.5 : Jadwal Lebon Tambak...60

Tabel 5.6 : Hasil Panen Tambak Desa balun ...61

Tabel 5.7 : Transect Wilayah Desa Balun ...63

Tabel 5.8 : Usia Produktif Masyarakat Desa Balun ...65

Tabel 5.9 : Sekolah Masyarakat ...66

Tabel 5.10 : Keterampilan yang Dimiliki Warga ...77

Tabel 5.11 : Aset Fisik...68

Tabel 6.1 : Struktur Kepengurusan Karang Taruna Desa Balun Tahun 2016 ...82

Tabel 6.2 : Program Kerja Karang Taruna Desa Balun...84

Tabel 6.3 : Bumbu-Bumbu yang dipakai Dalam Pembuatan Bandeng Presto...95

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan di bidang kepemudaan merupakan mata rantai tak

terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat

Indonesia seluruhnya. Keberhasilan pembangunan pemuda sebagai sumber

daya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing,

merupakan salah satu kunci untuk membuka peluang untuk keberhasilan di

berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh karena itu, pembangunan

kepemudaan dianggap sebagai salah satu program yang tidak dapat diabaikan

dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan.

Kata-kata Pemuda selalu dikaitkan dengan konsep-konsep yang sering

diberati oleh nilai-nilai. Hal ini terutama disebabkan karena pemuda bukanlah

semata-mata istilah ilmiah tetapi lebih sering merupakan pengertian ideologis

atau kulturil. Pemuda harapan bangsa, pemuda pemilik masa depan atau

pemuda harus dibina dan sebagainya.1

1

(16)

2

Memasuki era globalisasi mau tidak mau memang harus meningkatkan

mutu sumber daya manusia. Pendidikan non formal mengacu pada kwalitas

kehidupan masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri dan berdaya saing.

Pemuda merupakan aset bangsa yang perlu dikembangkan potensinya

karena merupakan potensi bangsa di masa datang karena kalau tidak ditangani

dengan baik maka akan menjadi penghambat pembangunan dan akan menjadi

beban negara. Untuk itu perlu diarahkan dan dikembangkan bakatnya melalui

kegiatan yang produktif.

Desa Balun terletak di sebelah selatan kota Lamongan, tepatnya di

Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Desa terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun

Balun dan Dusun Ngagrik, yang terdiri dari 2 rw dan 11 rt. Dusun Balun

terdapat 8 rt sedangkan di Dusun Ngagrik terdapat 3 rt. Desa Balun terkenal

dengan desa pancasilanya karena di Desa Balun terdapat keberagaman agama

yang sampai sekarang masih terjaga dengan baik. Tidak hanya terkenal akan

toleransinya, namun Desa Balun juga terkenal dengan potensi hasil panen

ikannya yang melimpah.. Desa Balun juga memiliki bonus demografi yaitu

generasi muda, terdapat kurang lebih 2.000 pemuda yang ada terdapat di

seluruh Dusun di Desa Balun.2

Karang taruna merupakan salah satu institusi penting yang dimiliki

Desa Balun. Institusi karang taruna diikuti oleh Remaja Desa Balun yang

2

(17)

3

berusia antara 17 tahun – 35 tahun3. Kegiatan yang dilakukan oleh karang

taruna adalah membantu kegiatan yang diadakan oleh pemerintah, menjaga

hubungan baik antar umat beragama, mengadakan kegaitan-kegiatan

kepemudaan di Desa balun.

Organisasi ini sudah ada sejak tahun 1990, pada tahun tersebut jumlah

anggota hanya beranggotakan 20 orang, namun dengan semakin

berkembangnya zaman, karang taruna sampai sekarang telah memilki 100

Anggota tetap. Akan tetapi karena kurangnya kepeduliaan dari anggotanya,

kegiatan karang taruna tidak berjalan dengan baik selama 2 tahun terakhir ini.

Berikut adalah struktur kepengurusan karang taruna pada tahun 2012.4

Banyak kesuksesan yang telah diraih oleh karang taruna Desa Balun

sebelum mengalami masa fakum seperti sekarang ini, antara lain:

mengadakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh karang taruna Desa Balun

antara lain mengadakan kegiatan bakti sosial di Kediri. Kegiatan tersebut

diadakan setiap 3 tahun sekali untuk membantu komunitas maupun

masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti; korban banjir, longsor,

gunung meletus. Dana yang digunakan untuk melakukan kegiatan bakti sosial

adalah dari dana pemerintah Balun yang sudah disediakan untuk karang

taruna.

3

Wawancara dengan Herman (Ketua karang taruna 2008-2012) pada tanggal 6 Mei 2016 4

(18)

4

Kegiatan lain yang pernah diadakan adalah pertemuan intens dengan 3

agama, berdasarkan keterangan dari Herman (ketua karang taruna

2008-2012). Acara tersebut berisikan tentang arti kerukunan dan toleransi antar

agama. Narasumber yang dihadirkan adalah ketua FKUB (Forum Kerukunan

Umat Beragama) Lamongan.

Kegiatan lainnya adalah karnaval dan lomba agustusan yang selalu

diadakan setiap tahun hingga tahun 2012. Kegiatan tersebut tampak sangat

meriah di Desa Balun karena setiap dusut desa dihiasi oleh lampu dan

lampion yang berwarna-warni.

Bersih desa diadakan setiap 3 bulan sekali, kegiatan tersebut diadakan

oleh karang taruna bekerjasama dengan pemerintah desa untuk

mengumpulkan warga dan memberikan contoh kepada warga yang lain untuk

menjaga desa

Kurangnya partisipasi pemuda dalam karang taruna karena keadaan

tingkat pendidikan dari segi kesadaran masyarakat juga sarana pendidikan di

Balun masih rendah namun lebih baik daripada generasi sebelumnya.

Sedangkan dari tingkat kesadaran masyarakatnya, anak-anak di Desa Balun

lebih memilih merantau setelah lulus SMA. Sarana pendidikan formal kurang

tersedia, terbukti hanya terdapat PAUD, TK dan pendidikan dasar (SD).

(19)

5

Sedangkan kepala keluarga di Desa Balun jarang mereka mendapat

pendidikan sampai perguruan tinggi. Karena terbatasnya ekonomi mereka

yang memang kurang sehingga mereka hanya gigit jari.

Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah kurangnya upaya

yang dilakukan dalam memberdayakan pemuda melalui karang taruna.

Pemuda sebagai salah satu potensi sumber daya yang ada di desa kurang

dimanfaatkan dalam proses pembangunan. Mereka kurang diperhitungkan

karena minimnya kegiatan yang dilakukan terutama yang berhubungan

langsung dengan upaya untuk membantu pembangunan desa. Kondisi ini yang

menyebabkan pemuda tidak menjadi primadona yang diidolakan oleh

masyarakat. Oleh karenanya keberadaan karang taruna sebagai wadah yang

mengelola kegiatan kepemudaan kurang berkembang sesuai dengan yang

diharapkan.

Sementara jika dicermati bahwa pemuda akan menempati posisi

penting dan strategis, sebagai pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai

generasi penerus untuk berkiprah di masa depan. Hal ini menjadi alasan utama

karena itu pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu memiliki

kualitas daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan serta tantangan dan

(20)

6

Harapan dalam pemberdayaan ini adalah pengaktifan karang taruna

merupakan tonggak dari partisipasi pemuda. Dengan tujuan pemuda kembali

aktif dalam pembangunan Desa Balun. Banyak faktor yang dibutuhkan dalam

upaya meyakinkan pemuda untuk menghidupkan kembali karang taruna di

Desa Balun. Salah satunya adalah menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan

pemerintah desa terhadap pemuda. Dalam kehidupan masyarakat, seorang

tokoh penggerak adalah figur yang akan memotivasi masyarakat dalam hal

kegiatan yang positif. Untuk itu, perlu dikembangkan kaderisasi yang baik,

kritis serta kreatif agar menjadi penggerak masyarakat yang idealis dan

membela kepentingan masyarakat. Faktor kedua adalah menciptakan generasi

penggerak pemuda, pentingnya generasi ini diharapkan agar kegiatan pemuda

tidak kembali fakum, dan pemuda dapat menciptakan inovasi-inovasi bagi

Desa Balun.

Dilihat dakam perspektif ilmu dakwah pengembangan masyarakat atau

pemberdayaan masyarakat dapat diposisikan sebagai bagian dari dakwah

Islam, yang secara konseptual dapat dibedakan dakwah bil lisan dan dakwah

bil hal, yang secara prinsipil tidak ada perbedaan. Bentuk yang pertama lebih

menekankan kepada pendekatan lisan, dan yang kedua lebih menekankan

kepada pendekatan perbuatan. Dakwah bil hal yang telah diterima oleh

(21)

7

masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan sosial ekonomi dan

kebudayaan menurut ajaran Islam.

Pengembangan masyarakat Islam adalah salah satu wujud dakwah bil

hal. Karena pengembangan Islam menawarkan sistem tindakan nyata yang

menawarkan model pemecahan masalah dalam bidang sosial, ekonomi,

lingkungan, politik, budaya yang mengacu pada perspektif Islam.5 Pada

dasarnya perubahan adalah suatu kemestian, sebab setiap ciptaan Allah pasti

akan mengalami perubahan, baik dalam arti perubahan yang menuju

perkembangan atau menuju kemusnahan.6 Sebab seluruh ciptaan tuhan pasti

hancur kecuali tuhan sendiri. Perubahan yang dimaksud oleh manusia bukan

secara individu melainkan perubahan antar pribadi seluruh komunitas

masyarakat.

Perubahan yang terjadi terlihat pada kurangnya keikutsertaan pemuda

dalam setiap karang taruna, hal tersebut terjadi karena mulai pendidikan,

kurang adanyapartisipasi dan kesadaran kritis, hilangnya rasa gotong-royong

dan pengaruh dari luar baik itu media maupun dari tempat lain. Seperti yang

diketahui Desa Balun merupakan desa yang terkenal dengan kerukunan dan

toleransinya mulai terkikis oleh zaman. Banyaknya perubahan sikap dari

masyarakat disebabkan oleh mulai hilangnya tokoh-tokoh agama maupun

5

Amirullah Ahmad,Dakwah Islam dan Perubahan Sosial.(Jakarta: PLP2M, 1986) , hal. 47

6

(22)

8

tokoh masyarakat yang sangat mempengaruhi kerukunan antar umat beragama

disana.

Masa remaja adalah masa yang rawan akan konflik karena emosi yang

belum stabil. Remaja merupakan pihak yang paling rentan dan mudah

terpengaruh. Tidak menutup kemungkinan Oleh karena itu untuk megulang

kejayaan karang taruan Desa Balun diperlukan kerjasama antar pemuda

masyarakat desa untuk menghindari penetrasi dari luar. Karang taruna dan

hasil panen ikan Desa Balun merupakan Aset yang harus dipertahankan dan

dikembangkan ditengah banyaknya konflik yang terjadi didalam organisasi

yang ada di Indonesia. Faktor utamanya adalah karena tidak adanya

komunikasi antar pemuda Balun sehingga menimbulkan kesenjangan sosial

yang terjadi.

B. Fokus Pendampingan

Pendampingan yang dikaukan adalah pemberdayaan pemuda melalui

karang taruna. Fokus pemberdayaan pemuda adalah melalui pengaktifan

kembali karang taruna. Dilakukan secara partisipatif dengan pemuda karang

(23)

9

C. Pihak-Pihak Terkait

Dalam melancarkan pendampingan ini, dibutuhkan pihak-pihak yang

terkait diantaranya adalah :

a. Perangkat Desa Balun

Dalam proses ini perangkat Desa Balun sangat berperan penting

didalamnya. Karena tanpa perizinan dan persetujuan dari kepala desa dan

perangkatnya, peneliti tidak mungkin bisa terjun di tengah masyarakat dan

melakukan pendampingan. Selain itu perangkat desa juga berperan dalam

mengorganisir masyarakat setempat, dan masyarakat lebih mudah terorganisir

karena ada dukungan dan kepedulian perangkat desa terhadap masyarakat.

b. Pemuda Desa Balun

Remaja merupakan pihak yang berperan aktif dalam penguatan asset

yang dimiliki oleh Desa Balun. Dengan adanya remaja Desa Balun akan

sangat membantu dalam proses pendampingan.

c. Lembaga atau Perkumpulan Masyarakat

Keterlibatan karang taruna dan ibu-ibu PKK sangat membantu dalam

proses pendampingan dan penyusunan rencana program. Karena karang

taruna merupakan fokus dari pemberdayaan ini, sehingga mungkin

melaksanakan pendampingan sendiri tanpa ada keterlibatan dari anggota

karang taruna maupun ibu-ibu PKK Desa Balun.

(24)

Masyarakat merupakan pihak yang akan melancarkan kegiatan ini.

Karena peneliti mengetahui informasi, masalah yang dihadapi di Desa Balun

serta harapan dari masyarakat sewaktu pendampingan berlangsung.

e. Tokoh Agama atau Tokoh Masyarakat

Tokoh Agama atau Tokoh Masyarakat merupakan pihak yang paling

berpengaruh kepada tindakan dan keputusan yang diambil oleh masyarakat.

Sehingga dalam pendampingan yang dilakukan sangat dibutuhkan peran aktif

dari tokoh agama atau tokoh masyarakat di Desa Balun.

D. Agenda Pendampingan

Rencana pendampingan ini merupakan jadwal pendampingan yang

akan dilakukan. Adanya jadwal ini bisa memudahkan pendamping untuk

melakukan kegiatan yang terstruktur dan terjadwal sehingga proses

pendampingan akan berjalan tepat waktu dan sesuai keinginan. Berikut

merupakan agenda pemberdayaan pemuda melalui karang taruna di Desa

Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan :

(25)

11

1 Inkulturasi X 1 Bulan

2 Discovery X 1 Pertemuan

3 Dream

X

1

Peretemuan

4 Design X 1 Pertemuan

5 a. Define X 1 Pertemuan

6 b. Destiny X 1 Minggu

7 c. Evaluasi X 1 Pertemuan

8 d. Pelaporan X 1 Bulan

Penjabaran tabel diatas adalah jadwal pendampingan kelembagaan

dalam kerukunan antara umat beragama Islam, Kristen dan Hindu

sebagaimana berikut;

1. Inkulturasi

Proses inkulturasi ini berlangsung selama 1 bulan, lebih tepatnya pada

bulan Mei 2016. Kegiatan yang dilakukan selama proses inkulturasi adalah

(26)

12

2. Discovery

Discovery terjadi tanggal 4 Juni 2016, proses ini lebih menekankan

pada bagaimana proses pemaparan pengungkapan hal-hal yang sudah ada di

masyarakat, berkaitan dengan pluralitas agama yang ada di sana.

3. Dream

Proses pendampingan memimpikan apa yang diinginkan masyarakat

dan mengilustrasikannya dalam bentuk gambar. Proses ini berlangsung pada

tanggal 18 Juni 2016.

4. Design

Proses ini merancang hal apa saja yang dibutuhkan, seperti: keuangan,

pembentukan anggota, pengetahuan, pengurusan surat-surat dll. Proses ini

berlangsung pada tanggal 26 Juni 2016. Langkah ini merancang dari apa yang

diimpikan pada pertemuan sebelumnya.

5. Destiny

Proses ini berlangsung selama 1 minggu pada tanggal 17 Juli 2016

sampai tanggal 24 Juli 2016, proses dimana masyarakat memulai bersama

membangun impian mereka atas semua proses yang ditentukan pada proses

define. Destiny ini sebagai klimaks atas semua proses yang ada pada

(27)

13

6. Pelaporan

Pelaporan ini dilakukan sebagai kewajiban akademis, agar dapat

dibaca dan dilihat agar menjadi refleksi bersama. Sebagai bahan

pemberdayaan pemuda melalui karang taruna di Desa Balun.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dipaparkan dengan tujuan untuk memudahkan

pembahasan masalah-masalah dalam penelitian ini. Agar dapat dipahami

permasalahannya lebih sistematis, maka pembahasaan ini akan disusun

penulis sebagai berikut:

BAB I

Berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, fokus

pendampingan, tujuan pendampingan, metodologi pendampingan, rencana

pendampingan, pihak-pihak terkait dan sistematika pembahasan.

BAB II

Merupakan kajian pustaka dan kajian teoritik yang membahas tentang

kajian teori pluralisme dalam satu lingkungan sosial dan kerukunan antar

umat beragama merupakan kearifan lokal

BAB III

Membahas tentang metodologi dan strategi pendampingan berbasis

(28)

14

BAB IV

Memaparkan hasil penelitian atau data penelitian mengenai:

gambaran umum desa Balun, pandangan masyarakat Balun terhadap

pluralisme agama dan bagaimana cara agar masyarakat tetap menjalin

kerukunan antar sesama. Kemudian, analisis data yang sudah diperoleh hingga

menghasilkan skripsi yang valid.

BAB V

Membahas tentang aset dan potensi yang dimiliki meliputi: Aset

Sosial, aset budaya, aset fisik, aset mata pencaharian, peluang dan tantangan

pendampingan.

BAB VI

Membahas tentang proses pendampingan mulai dari discovery,

dreams, design, define dan destiny.

BAB VII

Membahas tentang refleksi atas dampingan yang dilakukan, mulai

dari proses pra-dampingan, saat dampingan, pasca dampingan serta simpulan

refleksi atas ketiga sub proses tersebut.

BAB VIII

Membahas tentang penutup dari proses pendampingan yang meliputi

kesimpulan akan perubahan dari proses dampingan ini, adanya saran serta

(29)

15

BAB II

PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS ASET

(TINJAUAN TEORITIK)

A. Definisi Konsep 1. Dakwah

Secara etimologis, kata “dakwah” berasal dari bahasa Arab yang

mempunyai arti: panggilan, ajakan, dan seruan. Sedangkan dalam ilmu tata

bahasa Arab, kata dakwah adalah bentuk dari Islam masdar yang berasal dari

kata kerja :ةﻮ ﻋ د ,ﻮﻋﺪﯾ ,ﺎﻋ د artinya : menyeru, memanggil, mengajak.

Dalam pengertian yang integralistik dakwah merupakan suatu proses

yang berkesinambungan yang ditangani oleh para pengemban dakwah untuk

mengubah sasaran dakwah agar bersedia masuk ke jalan Allah, dan secara

bertahap menuju perikehidupan yang islam.7

Sedangkan ditinjau dari segi terminologi, banyak sekali perbedaan

pendapat tentang definisi dakwah di kalangan para ahli, antara lain:8

a) Menurut A. Hasmy dalam bukunya Dustur Dakwah Menurut Al-Qur’an,

mendefinisikan dakwah yaitu: mengajak orang lain untuk meyakini dan

7

Ahmad amin, ilmu dakwah, (Jakarta: Mawardi Prima, 1994), hal. 13

8

(30)

16

mengamalkan akidah dan syariat Islam yang terlebih dahulu telah

diyakini dan diamalkan oleh pendakwah itu sendiri.

b) Menurut Syekh Ali Mahfud. Dakwah Islam adalah memotivasi manusia

agar melakukan kebaikan menurut petunjuk, menyuruh mereka berbuat

kebajikan dan melarang mereka berbuat kemungkaran, agar mereka

mendapat kebahagian dunia dan akhirat.

c) Menurut Amrullah Ahmad .ed, dakwah islami merupakan aktualisasi

imani (Teologis) yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan

manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara

teratur untuk mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap, dan

bertindak.

2. Pemberdayaan

Secara terminologis, istilah pemberdayaan atau pemberkuasaan

(empowerment), berasal dari ‘power’ (kekuasaan atau keberdayaan). Karena

menurut Suharto (2005), ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep

mengenai kekuasaan.9 Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya

kelompokrentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan dalam:10a.

memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan (freedom), b.

menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan

9

Agus Afandi, dkk,Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat Islam, hal. 156

10

(31)

17

pendapatannya dan memperoleh barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan; dan c.

berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi

mereka.

Untuk memberdayakan masyarakat diperlukan pendekatan utama

adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan sebagai obyek melainkan subyek

dari berbagai upaya pembangunan oleh karena itu pemberdayaan harus

mengikuti pendekatan-pendekatan sebagai berikut :

a) upaya pemberdayaan harus terarah ( targeted)

b) program pemberdayaan harus langsung mengikutsertakan atau bahkan

dilaksanakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

c) menggunakan pendekatan kelompok

3. Pemuda

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering

diberati oleh nilai-nilai. Hal ini terutama disebkan karena keduanya bukanlah

semata-mata istilah ilmiah tetapi sering lebih merupakan pengertian ideologis

atau kulturil.11 TDidalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang

potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi

pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat

diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

11

(32)

18

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan

masyarakat, antara lain:

a) Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan

gagasan-gagasan yang baru

b) Semangat pengabdiannya

c) Sepontanitas dan dinamikanya

d) Inovasi dan kereativitasnya

e) Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru

f) Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan

keperibadiannya yang mandiri

g) Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan

pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.

Kalau dilihat lebih mendalam, pemuda pada garis besarnya

mempunyai peranan sebagai :

a) agent of change

b) agent of development

c) agent of modernizatiom

Sebagai agent of change, pemuda bertugas untuk mengadakan

(33)

19

Sedangkan agent of development, pemuda bertugas untuk melancarkan

pembangunan di segala bidang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Sebagai agent of modernization, pemuda bertugas dan bertindak sebagai

pelopor dalam pembaharuan.

4. Karang Taruna

Organisasi karang taruna adalah organisasi yang berada di lingkungan

penduduk dalam lingkup satu Rukun Tetangga atau Rukun Warga,

pengurusnya terdiri dari para pemuda pemudi yang berada di lingkungan itu.12

Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda non-partisan,

yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh

dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan

atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang

kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan13

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan

serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis

produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan

baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai

12

(34)

20

organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan

Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus

dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan

sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi

organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang

Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART

nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 - 45

tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 - 35 tahun.

Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan

pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian,

ekonomi, olahraga, advokasi, keagamaan dan kesenian.

B. Landasan Teori 1. Organisasi

Henry Fayol menyatakan adanya 14 prinsip organisasi yang

mendasari organisasi agar efektif. 14 Prinsip Organisasi teersebut adalah:14

a) Pembagian kerja (Membuat para pekerja lebih efisien)

b) Wewenang (Manajemen harus memberi perintah)

14

(35)

21

c) Disiplin (Anggota organisasi harus menaati dan menghormati peraturan

organisasi

d) Kesatuan komando (setiap pegawai hanya menerima perintah dari seorang

atasan

e) Kesatuaan arah (Organisasi mempunyai tujuan, dengan dipimpin seorang

manajer melaksanakan pekerjaan yang telah direncanakan menuju

tercapainya tujuan

f) Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi

g) Pemberian Upah

h) Sentralisasi

i) Hierarki

j) Tata tettib (orang dan pekerjaan harus ditempatkan pada tempat dan waktu

yang cocok dengan pekerjaannya)

k) Keadilan

l) Stabilitas

m) Inisiatif (member kesempatan untuk berinisiatif)

n) Esprit de corps (semangat kelompok dalam rangka meningkatkan rasa

memiliki organisasi

Dari 14 belas prinsip organisasi diatas, dapat terdapat beberapa

prinsip organisasi yang yang tidak sejalan dengan karang taruna, antara lain:

Dalam karang taruna tidak ditemukan sistem komando seperi yang

(36)

22

kegiatan, karang taruna melakukan tugas dan fungsinya masing-masing

sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kepengurusan. Tidak ada istilah

atasan maupun bawahan dalam karang taruna, melainkan terdapat sistem

kepengerusan yang bersaskan keseimbangan.

Prinsip lain yang tidak sesuai dengan karang taruna adalah pemberian

upah. Karang taruna merupakan wadah dan sarana pengembangan setiap

anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan

tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat yang bergerak

dibidang kesejahteraan sosial. Anggota karang taruna dengan sukarela tanpa

adanya upah, berkumpul dalam sebuah wadah untuk membantu Desa dalam

peningkatan kesejahteraan Desa.

Dalam organisasi karang taruna tidak ada hierarki seperti yan terdapat

dalam prinsip organisasi yang dijelaskan oleh heny fayol. Karang taruna

adalah sebuah organisasi sosial yang bekerja secara bersama-sama dalam

rangka pembinaan dan pmberdayaan pemuda. Tidak ada pemegang kekuasaan

tertinggi dalam karang taruna. namun karang taruna bernaung dibawah

pemerintah Desa.

2. Perubahan Sosial

Antoni Giddens dalam J. Dwi Narwoko, mengatakan kita hidup di era

(37)

23

yang sangat berbeda dari yang pernah terjadi sebelumnya.15 Yang demikian

yang berarti bahwa realitas sosial adalah sebuah perubahan. Perubahan yang

terjadi dalam suatu kelompok atau komunitas masyarakat adalah perubahan

yang bersifat positif maupun negatif. Selanjutnya Ginsberg mengatakan

bahwa perubahan sosial sebagai suatu perubahan penting dalam struktur

sosial, termasuk didalamnya perubahan norma, nilai, dan fenomena cultural.

Satu hal yang perlu diingat bahwasanya setiap masyarakar pasti akan

mengalami sebuah perubahan, meskipun dalam masyarakat primitif dan

masyarakat kuno sekalipun. Setiap perubahan yang terjadi dimasyarakat, tidak

selalu berarti bahwa semua harus seragam dan harus semodern barat. Namun

bagimana masyarakat menyiasati perubahan tersebut sebagai peubahan yang

menuju kebaikan. Dalam artian merubah pola pikir atau mindset yang ada

dalam masyarakat, ketika pola pikir berubah maka dengan sedirinya

masyarakat akan sadar apa yang menjadikan masyarakat berdaya dan mampu

memanfaatkan potensi di sekelilingnya.

Masyarakat disini berarti suatu jaringan kelompok dan individu yang

saling terikat dalam hubungan atas-bawah. Karena itu setiap upaya

melaksanakan perubahan, perlu mobilisasi dan memanipulasi kekuasaan

terhadap orang lain. Strategi kekuasaan benar-benar adalah rencana untuk

15

(38)

24

mengiring perubahan yang mengakui fakta mendasar kehidupan sosial ini.16

Sebagai sebuah proses pemberdayaan, serangkaian aktivitas yang terorganisir

dan ditujukan untuk meningkatkan kekuasaan, kapsitas atau kemampuan

personal, interpersonal sehingga individu maupun masyarakat mampu

melakukan tindakan guna memperbaiki situasi-situasi yang mempengaruhi

kehidupannya.

Tentu setiap masyarakat mempunyai impian-impian yang di inginkan

untuk kehidupan mereka kedepannya. Karena bayangan tentang masa depan

akan mengarahkan jalannya perubahan dalam masayarakat itu.17 Dalam artian

positif impian tentang masa depan berfungsi mengarahkan tindakan apa saja

yang akan dilakukan maupun direncanakan oleh masyarakat. Dengan adanya

impian tersebut masyarakat mengerti apa yang mereka inginkan maupun

butuhkan.

3. Pengembangan Masyarakat Islam Menggunakan Dakwah Bil Hal

Pemuda sebagai sosok yang sangat berpengaruh sebagai sosok

penerus bangsa yang ada disana harusnya bersikap aktif untuk lebih

merekatkan persatuan di Desa Balun. Mereka sebagai agent of change,

menginginkan Desa yang aman, nyaman dan rukun. Oleh karena itu diperluka

perubahan pola pikir mereka terhadap toleransi beragama.

16

Robert H. Lauer,Perspektif Tentang Perubahan Sosial.(Jakarta : PT Rineka Cipta, 1993), hal. 496-497

17

(39)

Keadaan sosial tercipta karena perbuatan manusia itu sendiri. Oleh

sebab itu manusia akan mengalami perkembangan dan perubahan jika

manusia itu sendiri mau berusaha untuk merubahnya bukan oleh Tuhan.

Dalam surat Al-Anfal ayat 55 pun juga dijelaskan yang berbunyi :

Artinya: (siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah.(Q.S. Al–Anfaal: 53)18

Dari ayat Al-Qur’an diatas telah jelas menjelaskan bahwasanya

keadaan suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu sendiri yang

merubahnya. Dakwah dalam bentuk pengembangan masyarakat adalah proses

dari serangkaian kegiatan yang mengarah pada peningkatan taraf hidup dan

kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini dakwah setidaknya ditempuh karena

paling mendasar dan mendesak, dakwah dalam bentuk aksi-aksi nyata.19

Pemberdayaan ekonomi pemuda menjadi salah satu cara dalam

mengurangi perilaku negatif pada pemuda. melalui karang taruna, para

18

Departemen Agama RI,Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: CV. Pustaka Agung Harapan, 2006), hal. 248

19

(40)

26

pemuda diberdayakan dan dibimbing untuk lebih bertanggung jawab dalam

setiap program yang dijalankan. Perubahan perilaku pemuda maupun

masyarakat tidak bisa datang sendiri kalau pemuda tersebut tidak mau

merubahnya. Dengan adanya program karang taruna, maka pemudadapat

berperan aktif dalam kehidupan sosial, saling membantu dan menghargai

antara satu dengan yang lain

Merujuk kepada apa yang dilakukan Rasulullah, upaya penyampaian

ajaran Islam (dakwah) dapat dilakukan dengan 3 .(tiga) pendekatan, yaitu lisan,

tulisan dan perbuatan. Bahkan perUaku beliau pun merupakan dakwah.

Pendekatan Lisan (bil-Lisan) adalah upaya dakwah yang mengutamakan pada

kemampuan lisan. Pendekatan Tulisan (Ul-risalah) adalah dakwah yang

dilakukan dengan melalui tulisan baik berupa buku, brosur, maupun media

elektronik. Sedang pendekatan perbuatan(dakwah bil-hal)yakni kegiatan dakwah

yang mengutamakan kemampuan kreativitas perilaku da'i secara luas atau yang

dikenal dengan action approach atau perbuatan nyata. Misal menyantuni

fakir-miskin, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan ketrampilan dan

sebagainya.

Menurut Abdullah Naseh Ulwan20golongan pemuda adalah golongan

yang memikul beban amanah untuk melanjutkan proses pengembangan

dakwah dan generasi penerus bagi pembangunan umat. Peranan pemuda

20

(41)

27

sangat penting karena golongan ini adalah pewaris masa depan sesebuah

negara dan kepimpinan umat. Berbagai hadis Nabi yang berkaitan dengan

peranan golongan pemuda telah di utarakan untuk menyadarkan para pemuda

tentang hak dan tanggungjawab yang perlu dipikul oleh mereka dalam sebuah

institusi masyarakat menurut kaidah yang telah ditetapkan oleh Islam.

Metode yang dipakai dalam dakwah adalah metode pemberdayaan

masyarakat, yaitu dakwah dengan upaya untuk membangun daya, dengan cara

mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang

dimiliki serta berupaya untuk mengembangkannya dengan dilandasi proses

kemandirian. Metode ini selalu berhubungan antara tiga faktor, yaitu masyarakat

(komunitas), pemerintah dan agen (dai). Melalui hubungan ketiga actor ini, kita

bisa membuat tekniknya.

Metode lainnya dalam dakwah bil hal adalah metode kelembagaan yaitu

pembentukan dan pelestarian norma dalam wadah organisasi sebagai instrumen

dakwah. Metode kelembagaan dan metode ini adalah terletak pada arah

kebijakannya bersifat dari atas ke bawah. Sedangkan strategi pemberdayaan lebih

bersifat desentralistik dengan kebijakan dari bawah ke atas. Perbedaan yang lain

(42)

keduanya berbeda, metode kelembagaan menggerakkan lembaga, sedangkan

metode pemberdayaan mengembangkan lembaga.21

Pengembangan masyarakat Islam adalah salah satu wujud dakwah bil

hal. Karena pengembangan Islam menawarkan sistem tindakan nyata yang

menawarkan model pemecahan masalah dalam bidang sosial, ekonomi,

lingkungan, politik, budaya yang mengacu pada perspektif Islam.22 Pada

dasarnya perubahan adalah suatu kemestian, sebab setiap ciptaan Allah pasti

akan mengalami perubahan, baik dalam arti perubahan yang menuju

perkembangan atau menuju kemusnahan.u23Sebab seluruh ciptaan tuhan pasti

hancur kecuali tuhan sendiri. Perubahan yang dimaksud oleh manusia bukan

secara individu melainkan perubahan antar pribadi seluruh komunitas

masyarakat.

Dalam Al-Qur’an pun telah dijelaskan mengenai konsep perubahan

masyarakat yang berbunyi :

Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya

21

Ibid, hal. 381

22

Amirullah Ahmad.Dakwah Islam dan Perubahan Sosial.(Jakarta.: PLP2M, 1986.), hal. 47 23

(43)

atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah. Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. (Q.S. Ar– Ra’d:11)24

Dalam ayat tersebut dapat diartikan bahwa bahwa pemecahan masalah

seseorang atau suatu kelompok orang akan sangat arif dan bermanfaat bagi

mereka jika mereka sendiri yang mencari pemecahannya, orang lain (da'i)

hanya membantu bukan pelaku utama. Ini artinya bahwa pemecahan masalah

seseorang atau suatu kelompok orang akan sangat arif dan bermanfaat bagi

mereka jika mereka sendiri yang mencari pemecahannya, orang lain hanya

membantu bukan pelaku utama, karena sejatinya da’i atau agen adalah

masyarakat itu sendiri.

C. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Untuk menelaah lebih komprehensif, maka penulis berusaha untuk

melakukan kajian-kajian terhadap penelitian terdahulu yang mempunyai

relevan terhadap pendampingan yang dilakukan, dan juga menggunakan

sumber yang relevan termasuk menggunakan literatur guna memperkuat

pendampingan.

24

(44)

30

Penelitian terdahulu sebagai acuan dari pendampingan ini penulis

peroleh dari Andi Awaluddin, skripsi yang berjudul “Peningkatan Partisipasi

Pemuda di Desa Sawotratap – Sidoarjo”. Pendampingan tersebut

menggunakan metode ABCD, yakni pendampingan yang dilatar belakangi

dengan melihat aset pemuda. Dalam pendampingan tersebut, penulis

melakukan aksi pengorganisiran pemuda IPPNU yang fakum untuk diaktifkan

kembali dan membuat agenda kegiatan lingkungan yang bersumber dari

pemuda itu sendiri.

Skrpisi yang ditulis oleh Moh. Izzat yang berjudul “ Melangkah

Menuju Pemuda Terampil” (Upaya Pendampingan Terhadap Pemuda

Pengangguran Di Kampung Demak Jaya Kelurahan Tembok Dukuh

Kecamatan Bubutan Surabaya). pendampingan tersebut menggunakan metode

PAR. Sedangkan aksi yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan usaha

bengkel oleh pemuda pengangguran.

Penelitian yang dilakukan oleh Dodi Kurniawan dengan judul

“Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Industri Kerajinan Sapu

Rayung di Dusun Krepekan Desa Bojong Kecamatan Mungkid Kabupaten

Magelang. Skripsi ini membahas tentang keberhasilan dalam memproduksi

(45)

31

daya manusia yang dimiliki. Dari adanya usaha tersebut masyarakat

mendapatkan penghasilan tambahn selain dari sektor pertanian.

Penelitian yang dilakukan oleh Syarifudin Yusuf, AGAMA DAN

KEARIFAN LOKAL Upaya Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Berbasis

Komunitas Budaya Lokal Di Argosari, Lumajang, Jawa Timur, Jurnal

SMART (Studi Masyarakat dan Tradisi), Volume 1 Nomor 2 Desember 2015.

Dalam jurnal tersebut menjelaskan tentang nilai-nilai kearifan lokal yang

potensial dan fungsional dalam pembinan kerukunan umat beragama berbasis

komunitas lokal.

Jurnal Merry Andriany (PublikA, Jurnal S-1 Ilmu Administrasi

Negara Volume 2 Nomor 1, April 2013) yang berjudul “Pemberdayaan

Pemuda Melalui Program Kewirausahaan Pemuda” dalam jurnal tersebut

disebutkan bahwa Pelatihan Kewirausahaan Pemuda merupakan kegiatan

(46)

32

BAB III

METODOLOGI PENDAMPINGAN

A. Pendekatan

Pendekatan berbasis aset memasukkan cara pandang baru yang lebih

holistik dan kreatif dalam melihat realitas, seperti melihat gelas setengah

penuh mengapresiasi apa yang bekerja dengan baik di masa lampau, dan

menggunakan apa yang kita miliki untuk mendapatkan apa yang kita

inginkan.25 Pendekatan ini lebih memilih cara pandang bahwa suatu

masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dapat diberdayakan.

ABCD (Asset Based Community Development) pengembangan

komunitas berbasis asset, fokus pada kekuatan dan aset, bukan pada masalah

dan kebutuhan (“gelas setengah penuh”). Dirancang untuk merangsang

pengorganisasian komunitas, serta mengaitkan dan mengungkit dukungan dari

institusi luar. Metode, tingkah laku, sikap, dan alat bantu untuk

mengidentifikasi aset, kekuatan, dan peluang: “Bukan pemetaan tapi

pengorganisasian”. Mengurangi fokus pada riset, lebih fokuspada aksi.

25

(47)

33

B. Teknik Pengumpulan Data

Dalam cara kerja ABCD (Asset Bassed Community Development),

mengaplikasikan metodologi yang paling jelas dan sengaja menggunakan

pendekatan berbasis aset untuk pengembangan organisasi dan pemberdayaan

komunitas. Setiap pendekatan ini berkembang dari beberapa pengalaman,

sektor, dan tujuan yang cukup berbeda-berbeda. Walaupun pada dasarnya

semua mengandung pesan-pesan berbasis aset yang serupa, setiap metodologi

memiliki penekanan atau kontribusi khusus terhadap pendekatan berbasis

asset secara keseluruhan. Bagian ini akan menjelaskan metode atau tehnik apa

saja yang digunakan untuk mengenali asset, kekuatan dan potensi yang ada

dalam masyarakat :

1. Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry)

Cara yang digunakan dalam proses ‘wawancara apresiatif’ yang

digunakan dalam memulai proses untuk melibatkan semua orang dalam

organisasi atau komunitas, dan mengkombinasikan yang terbaik dari apa yang

sudah pernah terjadi untuk mencapai visi yang paling diinginkan dan inklusif

di masa mendatang. Proses AI terdiri empat tahap yaitu Discovery, Dream,

Design dan Destiny.26

26

(48)

34

 Discovery (Menemukan) adalah proses pencarian yang mendalam tentang

hal-hal positif, hal-hal yan perna dicapai, dan pengalaman-pengalaman

keberhasilan di masa lalu.

 Dream (Impian) adalah dari informasi yang diperoleh sebelumnya, orang

kemudian mulai membayangkan masa depan yang diharapkan. Pada tahap

ini semua orang mengeksplorasi harapan dan impian mereka baik untuk

diri mereka sendiri maupun untuk organisasi

 Design (Merancang) adalah pada tahap ini orang mulai merumuskan

strategi, proses dan sistem, membuat keputusan dan mengembangkan

kalaborasi yang mendukung terwujudnya perubahan yang diharapkan.

 Destiny (lakukan) adalah tahap dimana setiap orang dalam orgaanisasi

mengimplementasikan berbagai hal yang sudah dirumuskan pada tahap

design. Tahap ini berlangsung ketika organisasi secara kontinyu

menjalankan perubahan, memantau perkembangannya, dan

mengembangkan dialog, pembelajaran dan inovasi-inovasi baru

2. Pemetaan Komunitas (community mapping)

Pemetaan komunitas adalah cara untuk memperluas akses ke

pengetahuan lokal.27 Fungsi dari pemetaan komunitas adalah memperbaiki

dan meningkatkan keterlibatan publik dalam pemetaan, memberikan

masyarakat dan anggotanya berkesempatan untuk mengevaluasi sebuah

27

(49)

35

program/keputusan untuk masa depan komunitas, proses pengumpulan dan

meningkatkan data geospasial, meningkatkan pengetahuan komunitas tentang

wilayah komunitas.

Tujuan dari pemetaan ini adalah komuitas belajar memahami dan

mengidentifikasi kekuatan yang sudah mereka miliki sebagai bagian dari

kelompok. Apa yang bisa dilakukan dengan baik sekarang dan siapa di antara

mereka yang memiliki keterampilan dan sumberdaya. Daftar lengkap aset

yang bisa dipetakan adalah : Aset personal atau manusia, Asosiasi atau aset

sosial, Institusi, Aset alam, Aset fisik, Aset keuangan, Aset spiritual dan

cultura.

3. Penulusuran Wilayah (transect)

Penelusuran Wilayah adalah garis imajiner sepanjang suatu area

tertentu untuk menangkap keragaman sebanyak mungkin.28 Kegiatan ini

dilakukan deengan berjalan kaki sepanjang garis itu dan mendokumentasikan

hasil pengamatan, penilaian terhadap berbagai aset dan peluang dapat

dilakukan.

4. Pemetaan Asosiasi dan Institusi

Proses interaksi yang mendasari terbentuknya lembaga-lembaga sosial

yang terbentuk karena memenuhi faktor kesadaran akan kondisi yang sama,

28

(50)

36

adanya relaasi sosial dan orientasi pada tujuan yang telah ditentukan. Dan

juga norma atau aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus

yang sifatnya mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu yaitu

simbol, nilai, aturan main, dan tujuan.29.

5. Pemetaan Asset Individu (Individual Inventory Skill)

Alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemetaan individual

asset antara lain kuisioner, interview dan focus group discussion.30 Pemetaan

asset individu bertujuan untuk memtakan potensi apa saja yang dimiliki

masyarakat.

6. Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket)

Alat yang berguna untuk mempermudah warga atau komunitas untuk

mengenal berbagai perputaran asset ekonomi lokal yang mereka miliki.

Hasilnya bisa dijadikan untuk meningkatkan kekuatan secara kolektif dan

membangun secara bersama.31 Dengan adanya Leaky Bucket, warga Balun

dapat mengetahiu perputaran keuangan keluarganya dan dapat mengatur

pengeluaran dan pendapatan dengan seimbang.

7. Skala Prioritas (Low hanging fruit)

29

Ibid,hal. 62

30

Ibid, hal. 62

31

(51)

37

Salah satu cara atau tindakan yang cukup mudah untuk diambil dan

dilakukan untuk menentukan manakah salah satu mimpi mereka bisa

direalisasikan dengan menggunakan potensi masyarakat itu sendiri tanpa ada

bantuan dari pihak luar.32 Masyarakat Balun dapat menentukan potensi mana

yang paling diutamakan untuk dikembangkan.

C. Subjek Dampingan

Subjek dampingan dalam hal ini selain peneliti sendiri juga pemuda

Desa Balun. Pendekatan yang digunakan adalah ABCD (Assed Based

Community Development) yang menenkankan kepada partisipasi serta

kemandirian masyarakat untuk mengelola semua asset yang mereka miliki.

D. Strategi Pendampingan

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam strategi pendampingan

melalui pendekatan ABCD adalah:

1. Melihat Aset dan Peluang

Langkah ini menampilakan hasil dari inventarisasi asset dan pemetaan,

sehingga setiap orang dapat menilai asset dan peluang yang dimiliki

masyarakat.

2. Identifikasi Tujuan Masyarakat/skala prioritas masyarakat

32

(52)

38

Berdasarkan aset dan peluang, tujuan apa yang akan kita lakukan atau

direalisasikan di masyarakat sehingga kelompok masyarakat mampu

mengidentifikasi skala prioritas/sesuatu yang akan dikerjakan dengan

kekuatan masyarakat tanpa adanya bantuan dari luar.

3. Identifikasi asset masyarakat untuk mencapai tujuan

Pada poin ini masyarakat atau kelompok komunitas dapat mengidentifikasi

asset yang di prioritaskan untuk mencapai tujuan.

4. Meyakinkan kelompok-kelompok inti masyarakat untuk melakukan

kegiatan.33 Kelompok inti masyarakat membuat komitmen yang jelas dan

keterlibatannya dalam kegiatan, serta memilih satu pemimpin untuk

bertanggung jawab dalam merealisasikan mimpi masarakat. Jika asset dan

kesempatan yang mudah difokuskan tercapai dan sukses maka masyarakat

akan mencoba kegiatan yang lebih besar.

E. Teknik analisis Data

Penentuan subyek maupun informasi penelitian menggunakan

pertimbangan Snow ball sampling (berkembang mengikuti informasi atau data

yang diperlukan). Sehingga memungkinkan melibatkan pihak diluar lokasi

penelitian yang dipandang mengerti dan memahami keadaan sosial yang ada

dalam masyarakat lokasi penelitian.

33

(53)

Analisis data dalam penelitian berlangsung bersamaan dengan

penggunaan data diantaranya adalah melalui tiga tahap yaitu reduksi data,

penyajian data dan verifikasi data. Namun ketiga tahap tersebut berlangsung

secara interaktif, analisis data ini digambarkan sebagai berikut.34 Teknik yang

digunakan dalam penelitian pendampingan ini adalah ABCD (Asset Based

Community Development). Tahap yang dilakukan adalah design dengan

menggunakan low hanging ruit, diagram alur dan diagram venn, bertujuan

untuk mengetahui asset yang dimiliki serta mengidentiikasi peluang yang

ada.35 Define digunakan untuk melihat pelaksanaan program pilihan

masyarakat melalui lembar monitoring, design program kerja.

F. Teknik Validasi Data

Dalam pendampingan ini tidak menutup kemungkinan kesalahan,

untuk menghindari kesalahan data yang sudah terkumpul. Dalam hal ini yang

peneliti lakukan untuk menghindari kesalahan dan ketidakbenaran data,

adapun teknik yang peneliti gunakan dalam memeriksa kevalidan data dalam

penelitian adalah triangulasi. Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi

diartikan sebagai teknik yang menggabungkan dari berbagai teknik

pengumpulan data dan sumber yang telah ada.36Bila peneliti melakukan

34

Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), hal. 98-97

35

Nadhir salahuddin, dkk, Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya, (LPPM IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2015), hal. 99-100

36

(54)

40

pengumpulan data dengan triangulasi berarri peneliti sekaligus menguji

kredibilitas data.

Triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi teknik, sumber data dan

waktu.37Triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama

dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan wawancara, observasi dan

dokumentasi.

Triangulasi sumber, dilakukan dengan cara mengecek data yang telah

diperoleh melalu beberapa sumber, yang telah dianalisis oleh peneliti

sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Hal itu dapat dicapai dengan

jalan:38 (1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil

wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum

dengan apa yang dikatakannya secara pribadi; (3) membandingkan apa yang

dikatakan orang dengan situasi penelitian; (4) membandingkan keadaan dan

perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang; (5)

memban-dingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

Triangulasi waktu artinya mengumpulkan data dilakukan pada

berbagai kesem-patan, pagi, siang dan sore hari. Dengan triangulasi dalam

pengumpulan data tersebut, maka dapat diketahui apakah narasumber

37

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: ALFABETA, 2012), hal. 241

38

(55)

41

memberikan data yang sama atau tidak.39Kalau narasumber memberikan data

yang berbeda, maka berarti datanya belum kredibel.

39

(56)

41

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Desa Balun

Balun merupakan sebuah desa yang masih memegang erat nilai-nilai

sejarahnya, kata Balun besar terhadap terbentuknya desa Balun sejak tahun

1600-an.40Mbah Alun yang dikenal sebagai Sunan Tawang Alun I atau Mbah

Sin Arih konon adalah Raja Blambangan bernama Bedande Sakte Bhreau

Arih yang bergelar Raja Tawang Alun I yang lahir di Lumajang tahun 1574.

Dia merupakan anak dari Minak Lumpat yang menurut buku Babat Sembar

adalah keturunan Lembu Miruda dari Majapahit (Brawijaya). Mbah Alun

belajar mengaji di bawah asuhan Sunan Giri IV (Sunan Prapen). Selesai

mengaji beliau kembali ke tempat asalnya untuk menyiarkan agama Islam

sebelum diangkat menjadi Raja Blambangan.

Selama pemerintahannya (tahun 1633-1639) Blambangan

mendapatkan serangan dari Mataram dan Belanda hingga kedaton

Blambangan hancur. Saat itu Sunan tawang Alun melarikan diri ke arah barat

menuju Brondong untuk mencari perlindungan dari anaknya yaitu Ki Lanang

Dhangiran (Sunan Brondong), lalu diberi tempat di desa kuno bernama

Candipari (kini menjadi desa Balun) untuk bersembunyi dari kejaran musuh.

40

Sejarah Desa Balun,Balun, Turi, Lamongan,

(57)

42

Disinilah Sunan Tawang Alun I mulai mengajar mengaji dan menyiarkan

ajaran Islam sampai wafat Tahun 1654 berusia 80 tahun sebagai seorang

Waliyullah.

Sebab menyembunyikan identitasnya sebagai Raja, maka beliau

dikenal sebagai seorang ulama dengan sebutan Raden Alun atau Sin Arih.

Sunan Tawang Alun I sebagai ulama hasil gemblengan Pesantren Giri.41

Kedaton ini menguasai ilmu Laduni, Fiqh, Tafsir, Syariat dan Tasawuf.

Sehingga dalam dirinya dikenal tegas, kesatria, cerdas, Alim, Arif, persuatif,

dan yang terkenal adalah sifat toleransinya terhadap orang lain, terhadap

budaya lokal dan toleransinya terhadap agama lain.

Desa tempat makam Mbah Alun ini kemudian disebut Desa Mbah

Alun dan kini Menjadi Desa Balun, Kecamatan Turi. Dan makamnya sampai

sekarang masih banyak di ziarahi oleh orang-orang dari daerah lain, apalagi

bila hari Jum’at kliwon banyak sekali rombongan-rombongan peziarah yang

datang ke desa Balun.

Pasca G 30S PKI tepatnya pertengahan tahun 1967 Kristen dan Hindu

mulai masuk dan berkembang di Desa Balun.42 Berawal dari adanya

pembersihan pada orang-orang yang terlibat dengan PKI termasuk para

pamong desa yang diduga terlibat. Akibatnya terjadi kekosongan kepala desa

dan perangkatnya. Maka, untuk menjaga dan menjalankan pemerintahan desa

41

Wawancara dengan Sumitro (tokoh agama Islam Desa Balun), pada tanggal 2 Juni 2016

42

(58)

43

ditunjuklah seorang prajurit untuk menjadi pejabat sementara di desa Balun.

Prajurit tersebut bernama Pak Batih yang beragama Kristen. Dari sinilah

Kristen mulai dapat pengikut, kemudian pak Batih mengambil teman dan

pendeta untuk membabtis para pemeluk baru. Karena sikap keterbukaan dan

toleransi yang tinggi dalam masyarakat Balun maka penetrasi Kristen tidak

menimbulkan gejolak. Di samping itu kristen tidak melakukan dakwa dengan

ancaman atau kekerasan.

Pada tahun yang sama yakni akhir tahun 1967 juga masuk pembawa

agama Hindu yang datang dari desa sebelah yaitu Plosowayuh. Adapun tokoh

sesepuh Hindu adalah bapak Tahardono Sasmito.43Agama hindu inipun tidak

membawa gejolak pada masyarakat umumnya. Masuknya seseorang pada

agama baru lebih pada awalnya lebih disebabkan oleh ketertarikan pribadi

tanpa ada paksaan. Sebagai agama pendatang di desa Balun, Kristen dan

Hindu berkembang secara perlahan-lahan. Mulai melakukan sembahyang di

rumah tokoh-tokoh agama mereka, kemudian pertambahan pemeluk baru dan

dengan semangat swadaya yang tinggi mulai membangun tempat ibadah

sederhana dan setelah melewati tahap-tahap perkembangan sampai akhirnya

berdirilah Gereja dan Pura yang megah.

Desa Balun adalah salah satu desa tua yang ada di kabupaten

Lamongan yang masih memelihara budaya-budaya terdahulunya. Di samping

43

(59)

44

itu keanekaragaman agama semakin memperkaya budaya desa Balun dan

yang menjadi ciri khas adalah interaksi sosial di antara warganya yang plural

tentu, agama (Islam, Kristen, Hindu). Sejak masuknya Hindu dan Kristen

tahun 1967 dan Islam sebagai agama asli.

Tahun 1967 sebagai saksi adanya penghormatan atas perbedaan

agama. Adanya menjungjung tinggi tentang agama, adanya perbedaan itu

bukan diingkari melainkan untuk dihargai. Peristiwa itu mampu menghipnotis

dan memberikan ajaran tentang toleransi kepada masyarakat tentang arti

persatuan yang utuh. Rasa naisonal yang tinggi membuat masyarakat lebih

mengedepankan rasa toleransi.

B. Letak Geografis Desa BalunU

Balun merupakan salah satu desa di Jawa Timur yang terletak di

Kecamatan Balun Kabupaten Lamongan. Untuk menempuhnya, memerlukan

waktu sekitar 15 menit, karena jauhnya jarak dari ibu kota ke Kecamatan

yakni 4 km. Luas wilayah desa Balun sekitar 621,103 ha terdiri dari

pemukiman umum seluas 22,85 ha, sawah tambak seluas 491,433 ha dan

ladang/ tegalan seluas 88, 65 ha.44

Desa Balun terdiri dari 2 djusun, yaitu Dusun Balun dan Dusun

Ngagrik. Dengan batas-batas desa yang telah ditentukan yakni:45

44

Kondisi Geografis, Data Geografis dan Demografis Desa Balun, Hal. 1

45

(60)

45

Utara : Desa Ngujungrejo

Selatan : Kelurahan Sukorejo Kec. Lamongan

Timur : Desa Gedongboyo Untung

Barat : Desa Tambakploso

Gambar 4.1 : Tugu Batas Ds. Balun Kec. Turi Kab. Lamongan

Desa Balun dilewati 2 sungai besar yaitu Kali Mengkuli dan Kali

Plalangan serta dibela sungai kecil bernama Kali Ulo. Kondisi hidrologi

ditentukan oleh 3 telaga sebagai mata air yang digunakan untuk kebutuhan

sehari-hari. Ketinggian desa Balun relatif datar, namun demikian terjadi

kemiringan yakni bagian antara Kali Ulo sampai Kali Mengkuli ketimur

merupakan merupakan tegalan, pekarangan dan tambak musiman. Sementara

antara Kali Ulo dan Kali Plalangan adalah dataran rendah merupakan tambak

(61)

46

Bedasarakan hidrologi yang ada, masyarakat memanfaatkan perairan

sebagai sumber kehidupan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan

bersama, dengan modal kerukunan yang terjalin sangat rapi, gejala yang

demikian sangatlah berpengaruh untuk membuat stuktur sosial yang ada dan

berjalan dimasyarakat Balun. Tak jarang, masyarakat, individu saling

tolong-menolong untuk mencukupi kebutuhan, sawah, ladang, rumah tangga, dan

lai-lain.

Gambar. 4.2: Peta wilayah Ds. Balun Kec. Turi Kab. Lamongan46

Berdasarkan peta diatas, terdapat beberapa asset yang terdapat di Desa

Balun antara lain; rumah ibadah (Masjid, Gereja dan Pure), pesantren, 15 toko yang

46

Figur

Tabel 1.1: Jadwal Pendampingan
Tabel 1 1 Jadwal Pendampingan. View in document p.24
Gambar 4.1 : Tugu Batas Ds. Balun Kec. Turi Kab. Lamongan
Gambar 4 1 Tugu Batas Ds Balun Kec Turi Kab Lamongan. View in document p.60
Gambar. 4.2: Peta wilayah Ds. Balun Kec. Turi Kab. Lamongan46
Gambar 4 2 Peta wilayah Ds Balun Kec Turi Kab Lamongan46. View in document p.61
Tabel. 4.2 Tamatan Sekolah Masyarakat50
Tabel 4 2 Tamatan Sekolah Masyarakat50. View in document p.64
Tabel 5.1 Kegiatan Yang Pernah Dilakukan Karang Taruna
Tabel 5 1 Kegiatan Yang Pernah Dilakukan Karang Taruna. View in document p.70
Tabel 5.4 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Balun
Tabel 5 4 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Balun. View in document p.73
Tabel 5.6 Hasil Panen Tambak di Desa Balun
Tabel 5 6 Hasil Panen Tambak di Desa Balun. View in document p.76
Gambar 5.1 : Mayoritas Penduduk Balun Bekerja
Gambar 5 1 Mayoritas Penduduk Balun Bekerja. View in document p.76
Tabel. 5.7 Transect Wilayah Desa Balun Kecamatan Turi
Tabel 5 7 Transect Wilayah Desa Balun Kecamatan Turi. View in document p.77
Tabel. 5.8 Usia Produktif Masyarakat Desa Balun60
Tabel 5 8 Usia Produktif Masyarakat Desa Balun60. View in document p.79
Tabel. 5.9 Tamatan Sekolah Masyarakat61
Tabel 5 9 Tamatan Sekolah Masyarakat61. View in document p.80
            Tabel 6.3Bumbu-Bumbu Yang Dipakai Dalam Pembuatan
Tabel 6 3Bumbu Bumbu Yang Dipakai Dalam Pembuatan. View in document p.104
Gambar 6.8 Dokumentasi kelompok saat produksi bandeng presto
Gambar 6 8 Dokumentasi kelompok saat produksi bandeng presto. View in document p.109
Gambar 6.9  Proses Pengemasan Bandeng Presto
Gambar 6 9 Proses Pengemasan Bandeng Presto. View in document p.111

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Latar Belakang DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Fokus Pendampingan DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Pihak-Pihak Terkait DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Agenda Pendampingan DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Sistematika Penulisan DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Karang Taruna Definisi Konsep Perubahan Sosial Landasan Teori Pengembangan Masyarakat Islam Menggunakan Dakwah Bil Hal Penelitian Terdahulu yang Relevan Pendekatan DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Teknik Pengumpulan Data DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Subjek Dampingan Strategi Pendampingan Teknik analisis Data DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Teknik Validasi Data DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Sejarah Desa Balun DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Letak Geografis Desa Balun Kondisi Demografi Desa Balun Pendidikan Masyarakat Desa Balun Kesehatan Masyarakat Desa Balun Tujuan Karang Taruna Aset Institusi Tugas dan Fungsi Karang Taruna Keorganisasian, Keanggotaan dan Kepengurusan Aset Ekonomi DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Aset Manusia DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Aset Fisik DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Aset Sosial DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Discovery DAKWAH PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KARANG TARUNA DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN. Pendidikan Kritis Untuk Pemuda Karang Taruna Melalui Diskusi Mengolah Bahan Baku Destiny 1. Pengolahan Bandeng Presto