• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kadar kalsium serum pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan | Kurniasari | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 23109 46383 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kadar kalsium serum pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan | Kurniasari | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 23109 46383 1 PB"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Distribusi karakteristik subjek penelitian
Tabel 2. Analisis bivariat perbedaan kadar kalsium serum pada anak stunting dan tidak stunting
Tabel 4. Analisis multivariat variabel bebas dan variabel luar terhadap kejadian stunting

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan status gizi anak usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta.

Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar Hb dan serum Fe antara kelompok yang diberi F100 dengan kelompok yang diberi formula tepung tempe tetapi bermakna pada

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subjek (82,9%) memiliki kadar glukosa darah puasa tinggi (>126 mg%) yang dapat pula dikategorikan sebagai kadar gula

Hasil uji statistik pada kadar kalsium menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang mengalami disharmoni

Subjek penelitian dengan kadar asam urat rendah-normal dengan asam urat tinggi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap keluaran fungsional

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai indeks SCORAD maka semakin rendah kadar serum 25-hydroxyvitamin-D dan rerata kadar serum 25(OH)D tertinggi terdapat

Penelitian lain di India pada tahun 2013 mengemukakan bahwa pada pasien dengan gangguan sensorineural, didapati kadar kalsium serum rendah pada kedua kelompok

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan yaitu 5,6 kali lebih berisiko untuk mengalami kejadian stunting