CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Informasi Umum
1.1.1 PERDA PEMBENTUKAN SKPD
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sumatera Barat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2011 tersebut diatas, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah dibidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
Adapun tugas pokok dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Penyusunan kebijaksanaan teknis dibidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 2) Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum lintas Kabupaten dan Kota
dibidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
3) Pembinaan teknis dibidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 4) Pembinaan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD).
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 1.1.2 VISI dan MISI
Visi adalah gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang realistik berisikan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu oleh unit organisasi. Di samping itu visi mengambarkan pandangan jauh ke depan kemana unit kerja akan dibawa pada kondisi yang dinginkan. Visi harus jelas dan mampu menarik komitmen dan mengerakan orang, menciptakan makna bagi kehidupan angota unit kerja/organisasi, menciptakan standar keunggulan, menjembatani keadaan sekarang dengan keaadan masa depan.
Dalam merumuskan visi organisasi hendaknya meliputi aspek-aspek, yaitu: mencerminkan apa yang ingin dicapai oleh unit kerja/organisasi; memberikan arah dan fokus strategi yang jelas; menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis yang terdapat dalam unit kerja/organisasi; memiliki orientasi terhadap masa depan sehinga segenap jajaran harus berperan dalam mendefinisikan dan membentuk masa depan unit kerja/organisasi; serta menjamin kesinambungan kepemimpinan unit kerja/organisasi.
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh unit kerja untuk mencapai visi yang telah ditetapkan agar tujuan kerja unit kerja dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyatan misi ini, diharapkan seluruh pegawai unit kerja dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal peran unit kerja secara lebih baik, dan dapat berpartisipasi dalam mendorong keberhasilannya. Dalam merumuskan misi, unit kerja/organisasi telah memperhatikan masukan dari para pihak yang berkepentingan dan memberikan peluang untuk perubahan/penyesuaian sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Adapun makna dari visi tersebut adalah Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat berusaha sungguh-sungguh memberdayakan Usaha koperasi dan UKM sebagai pelaku/ subyek perekonomian rakyat sehingga memiliki daya saing, tangguh serta mandiri. Kondisi ini diharapkan memungkinkan Koperasi dan UKM mempunyai posisi tawar dalam memecahkan masalah dengan bertumpu pada kepercayaan dan kemampuan sendiri.
Dalam merealisasikan visi dan memberikan arah serta tujuan yang akan diwujudkan, dan untuk memberikan fokus terhadap program yang akan dilaksanakan serta untuk menumbuhkan sense of participation and sense of belonging maka Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat menyatakan misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan kesadaran masyarakat dalam berkoperasi
2. Meningkatkan kapasitas koperasi untuk mengelola potensi ekonomi serta usaha simpan pinjam
3. Mengembangkan iklim usaha yang kondusif dan mendorong peningkatan daya saing produk-produk UMKM.
1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Reformasi manajemen keuangan negara, ditandai dengan diluncurkannya satu paket perundang-undangan bidang keuangan negara yakni UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara) membawa implikasi diperlukannya sistem pengelolaan keuangan negara yang
“Mewujudkan Koperasi dan UMKM yang tangguh, berdaya saing tinggi, berorientasi pasar dan berbasis sumber daya lokal Pada
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
transparan dan akuntabel. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara harus dilaksanakan dengan tertib, terkendali, efisien dan efektif.
Upaya konkrit mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dilingkungan pemerintah, mengharuskan setiap pengelola keuangan negara menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan dengan cakupan yang lebih luas dan tepat waktu. Laporan harus disajikan dalam bentuk Laporan Keuangan yang disusun berdasarkan proses akuntansi dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Seiring hal tersebut, Laporan Keuangan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat disusun dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD TA 2015. Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, Laporan Keuangan yang disusun meliputi :
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
2. Neraca,
3. Laporan Operasional (LO)
4. Catatan atas Laporan Keuangan.
5. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
Laporan Keuangan disusun bertujuan menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial maupun politik dengan :
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
menyediakan informasi mengenai cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan pemerintah daerah serta hasil-hasil yang telah dicapai.
menyediakan informasi mengenai bagaimana pemerintah daerah mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya.
menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi pemerintah daerah berkaitan dengan sumber penerimaannya.
menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan akibat kegiatan yang dilakukan dalam satu periode pelaporan.
Dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa Laporan Keuangan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan untuk penerapannya mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri No 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah. Selanjutnya mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 238/PMK-05/2011 tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintah maka disusunlah Kebijakan Akuntansi, Sistem Akuntansi dan Bagan Akun Standar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yaitu:
• Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penyusutan Barang Milik Daerah berupa Aset Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 81 Tahun 2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2014.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
tanggal 31 Desember 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2014.
Dalam penyusunan, pelaksanaan dan pelaporan penjabaran realisasi APBD TA 2015, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Guna mengurangi perbedaan struktur akun pendapatan dan belanja pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah maka dalam proses penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan dilakukan langkah pemetaan atau konversi. Konversi dilakukan dengan cara menelusuri kembali (trace back) pos-pos Laporan keuangan menurut Permendagri Nomor 13/2006 dengan pos-pos Laporan Keuangan menurut SAP.
1.1. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Landasan hukum yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan tahun 2015 adalah seperangkat ketentuan perundang-undangan berikut :
• Undang-Undang Dasar Republik Indonsia 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.
• Undang-Undang Nomor 61 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau Jo Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1979.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
• Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
• Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
• Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum , sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012
• Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
• Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
• Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
• Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
• Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
• Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2012 tentang Hibah
• Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
• Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah;
• Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
• Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi, Sistem Akuntansi dan Bagan Akun Standar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 82 Tahun 2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2014.
1.2. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan merupakan penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas , Laporan Perubahan SAL dan Laporan Arus Kas. Catatan atas Laporan Keuangan mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta informasi lainnya yang diperlukan.
Sistematika penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan TA 2015 meliputi hal-hal berikut :
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Informasi Umum
1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan 1.3. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 1.4. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
BAB II. EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
2.1. Ekonomi Makro
2.2. Kebijakan Keuangan
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 BAB III. IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan
3.2. Hambatan dan Kendala yang ada dalam Pencapaian Target yang telah ditetapkan
BAB IV. KEBIJAKAN AKUNTANSI
4.1. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
4.2. Basis Akuntansi yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan 4.3. Basis Pengukuran yang mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
4.4. Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang Ada Dalam Standar Akuntansi Pemerintah Daerah
BAB V. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
5.1. Penjelasan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 5.1.1. Pendapatan LRA
5.1.2. Belanja 5.2. Penjelasan Neraca
5.2.1. Aset 5.2.2. Kewajiban 5.2.3. Ekuitas Dana
5.3. Penjelasan Laporan Operasional (LO) 5.3.1. Pendapatan LO
5.3.2. Beban
5.4. Penjelasan Laporan Perubahan Ekuitas
5.5. Pengungkapan atas Pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.
BAB VI. PENJELASAN ATAS INFORMASI NON KEUANGAN
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
BAB II
Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan
Pencapaian Target Kinerja APBD
2.1 2.12.1
2.1 Ekonomi Makro
Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD Tahun 2015 yang bertujuan untuk terjapainya peningkatan pendapatan masyarakat yang tidak terlepas dari peran serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah, untuk itu perlu upaya yang nyata dan sungguh-sungguh dalam mengembangkan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui pola penataan perencanaan yang baik dan terarah.
Dalam hal ini kebijakan pengembangan Sektor Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sumatera Barat dititik beratkan pada peningkatan Peran Koperasi, daya saing dan peningkatan ekspor. Untuk itu peningkatan daya saing mutlak diperhatikan dalam memproduksi suatu produk baik untuk tujuan pasar ekspor maupun pasar dalam negeri.
2.2 2.22.2
2.2 Kebijakan Keuangan
Kebijakan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengelola APBD tahun anggaran 2015 pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat meliputi hal berikut :
2.2.1 2.2.1 2.2.1
2.2.1 Kebijakan Peningkatan Pendapatan
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 2.2.2
2.2.2 2.2.2
2.2.2 Kebijakan Belanja Daerah
Kebijakan pengeluaran / belanja ditempuh dengan meningkatkan prioritas dan rasionalitas belanja melalui penghematan dalam segala bidang, agar pencairan dana selama tahun Anggaran 2015 dapat sesuai dengan anggaran kas yang telah ditetapkan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat.
2.3 2.32.3
2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD
Penyusunan APBD Tahun 2015, ditempuh pendekatan budget is a plan, a plan is budget, dimana rencana kerja dan anggaran disusun secara terintegrasi. Alokasi anggaran disesuaikan dengan hasil yang akan dicapai. Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun anggaran telah diformulasikan dengan jelas dan dilengkapi dengan indikator kinerja.
Adapun pencapaian target kinerja program dan kegiatan pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Propinsi Sumatera Barat adalah sebagai berikut:
2.3.1 2.3.1 2.3.1
2.3.1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
1. Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Target kinerja tersedianya jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran selama 12 bulan.
2. Kegiatan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Target kinerja terlaksananya pembayaran rekening listrik, air dan telepon selama 12 bulan.
3. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Target kinerja terlaksananya pelayanan jasa kebersihan kantor selama 12 bulan.
4. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 5. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
Target kinerja tersedianya barang cetakan dan penggandaan administrasi perkantoran selama 12 bulan.
6. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan kantor Target kinerja tersedianya komponen instalasi listrik selama 12 bulan.
7. Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Tersedianya peralatan perlengkapan kantor(AC, Kipas angin, dll) sebanyak 7 unit Tersedianya TV (Home Teater) sebanyak 2 unit
Tersedianya pompa air sebanyak 3 unit Tersedianya kulkas sebanyak 3 unit.
8. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Target kinerja tersedianya kebutuhan bahan bacaan selama 12 bulan.
9. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman
Target kinerja tersedianya kebutuhan makan minum rapat selama 12 bulan.
10. Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam dan Luar Daerah
Target kinerja terlaksananya rapat, koordinasi dan konsultasi keluar dan dalam daerah selama 12 bulan.
11. Kegiatan Penyediaan Jasa Sopir kantor
Target Kinerja Tersedianya Jasa Sopir Kantor selama 12 bulan.
12. Kegiatan Penyediaan Jasa Pengaman Kantor
Target Kinerja tersedianya jasa pengaman kantor selama 12 bulan.
13. Kegiatan Penyediaan Jasa Informasi, Dokumentasi dan Publikasi
Target Kinerja tersedianya jasa informasi, dokumentasi dan publikasi selama 12 bulan.
14. Kegiatan Penyediaan Jasa Pembinaan Mental dan Fisik Aparatur Target Kinerja baiknya mental dan fisik aparatur selama 12 bulan.
2.3.2 2.3.2 2.3.2
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 1. Kegiatan Pengadaan Meubeler
Tersedianya meja work station sebanyak 12 unit Tersedianya lemari besi sebanyak 6 unit
Tersedianya kursi tunggu sebanyak 3 unit
Tersedianya kursi kerja eselon IV sebanyak 3 unit.
2. Kegiatan Pengadaan Komputer dan Jaringan Komputerisasi Tersedianya komputer sebanyak 5 unit
Tersedianya printer / ploter sebanyak 5 unit Tersedianya UPS / Stabilizer sebanyak 4 unit.
3. Kegiatan pengadaan peralatan studio, komunikasi dan informasi
Target kinerja tersedianya Alat Studio, Alat Komunikasi dan alat informasi Kamera dan Mic Komprehensi masing-masing sebanyak 1 unit.
4. Kegiatan pemeliharaan rutin / berkala peralatan studio, komunikasi dan informasi Target kinerja terpeliharanya alat studio, alat komunikasi, dan alat informasi sebanyak 20 unit.
5. Kegiatan Pemeliharaan rutin/Berkala Gedung Kantor
Target kinerja terpeliharanya gedung kantor sebanyak 1 gedung.
6. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional
Target kinerja terpeliharanya kendaraan operasional sebanyak 3 unit mobil dan 10 unit motor.
7. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Target kinerja terpeliharanya peralatan dan perlengkapan kantor sebanyak 56 unit.
8. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur
Target kinerja terpeliharanya meubeleur kantor sebanyak 188 bh.
9. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Komputer dan Jaringan Komputerisasi Target kinerja terpeliharanya komputer dan jaringan sebanyak 68 unit.
10. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Instalasi dan Jaringan
Target kinerja terpeliharanya instalasi dan jaringan sebanyak 2 gedung.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Target kinerja meningkatnya pengawasan terhadap pengelolaan aset SKPD selama 12 bulan.
12. Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor
Target kinerja terlaksananya rehap sedang berat gedung kantor sebanyak 1 gedung.
2.3.3 2.3.3 2.3.3
2.3.3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Kelengkapannya
Target kinerja tersedianya pakaian dinas dan kelengkapan bagi aparatur sebanyak 84 stel.
2.3.4 2.3.4 2.3.4
2.3.4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan
Terlaksananya Bimtek Implementasi peraturan perundang-undangan untuk 8 orang.
2.3.5 2.3.5 2.3.5
2.3.5 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
1. Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Target kinerja terlaksananya pembuatan laporan kinerja SKPD 6 jenis laporan (LAKIP, LKPJ, Laptah, Penetapan Kinerja 2015, RKT 2016).
2. Kegiatan Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran SKPD
Target kinerja tersusunnya perencanaan dan penganggaran SKPD sebanyak 6 dokumen.
3. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program dan Kegiatan SKPD
Target kinerja terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan SKPD di 19 Kab/Kota
4. Kegiatan Penatausahaan Keuangan SKPD
Target kinerja tersedianya tenaga yang mendukung sistem pelaporan keuangan selama 12 bulan.
5. Kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Data dan Informasi
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 2.3.6
2.3.6 2.3.6
2.3.6 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
1. Kegiatan Penilaian Koperasi Berprestasi / Koperasi Award
Target kinerja terlaksananya penilaian koperasi berprestasi sebanyak 20 koperasi di 19 Kab./Kota .
2. Kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Koperasi di Lokasi TMMD/N
Target kinerja terlaksananya penyuluahan koperasi dilokasi TMMD/N sebanyak 3 kab/kota, sebanyak 120 orang.
3. Kegiatan Pembenahan Koperasi Tidak Aktif
Target kinerja Terbenahinya koperasi tidak aktif pada 18 kab/kota.
4. Kegiatan Pengembangan Koperasi Berkualitas
Target kinerja terlaksananya Bimtek untuk peningkatan kualitas kelembagaan koperasi sebanyak 40 koperasi di 19 kab/kota.
5. Kegiatan Bimtek Peningkatan Peran Koperasi dalam Pengembangan Kelompok Usaha Strategis
Target kinerja jumlah kelompok usaha strategis yang mengikuti bimtek sebanyak 300 orang di 12 kab/kota.
6. Kegiatan Bimtek Peraturan Undang-undang Perkoperasian
Target kinerja terlaksananya Bimtek peraturan perundang-undangan perkoperasian di 19 Kab/kota.
7. Kegiatan Sertifikasi Pengelola Koperasi
Target kinerja terlaksananya grand desain revitalisasi koperasi di 6 Kab/kota.
8. Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Revitalisasi Koperasi Target kinerja terlaksananya implementasi grand desain koperasi di 6 Kab/kota.
9. Kegiatan Kebijakan Perpajakan Bagi Koperasi
Terlaksananya pembinaan kebijakan perpajakan bagi koperasi di 19 kab/kota
Terlaksananya koordinasi kebijakan perpajakan bagi koperasi sebanyak 188 koperasi.
2.3.7 2.3.7 2.3.7
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 1. Kegiatan Koordinasi Pengembangan Program Terpadu
Target kinerja terlaksananya koordinasi pengembangan program terpadu sebanyak 2 kl tim gerdu dan 7 wilayah rakor.
2. Kegiatan Perkuatan Produk UMKM Melalui Kemanan Pangan, Peningkatan Daya Saing
Target kinerja terlaksananya peningkatan produk UMKM sebanyak 2 kali, 5 Wilayah.
3. Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Pendaftaran Merk dan Sertifikasi Halal
Terlaksananya sosialisasi HKI pendaftaran merk dan sertifikasi halal sebanyak 45 orang dan 30 UKM.
Terlaksananya temu/fasilitas pendaftaran merk UKM sebanyak 15 UKM.
4. Kegiatan Penguatan Kelembagaan UMKM Dilokasi Sentra
Target kinerja terlaksananya peningkatan kelembagaan usaha dilokasi sentra sebanyak 4 kali di 4 lokasi sentra.
2.3.8 2.3.8 2.3.8
2.3.8 Program Peningkatan Kompetensi SDM UMKMK dan Aparatur Pembina UMKMK
1. Kegiatan Pelatihan Perkoperasian bagi pengelola LKM
Target kinerja terlaksananya Pelatihan Perkoperasian bagi pengelola LKM sebanyak 60 orang dari 19 Kab/Kota.
2. Kegiatan Pelatihan Akuntansi Bagi Pelaku UMKM
Target kinerja terlaksananya pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM sebanyak 60 orang dari 19 Kab/Kota 2 angkatan.
3. Kegiatan Pelatihan Pengembangan KSP bagi pengelola Koperasi
Target kinerja terlaksananya Pelatihan KSP bagi pengelola koperasi sebanyak 60 orang di 19 Kab/Kota 2 angakatan.
4. Kegiatan Pelatihan Penyusunan SKU Bagi Manajer Koperasi
Target kinerja terlaksananya pelatihan penyusunan SKU bagi Manajer koperasi sebanyak 60 orang dari 19 Kab/Kota 2 angkatan.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Target kinerja terlaksananya pelatihan perkoperasian bagi pembina sebanyak 60 orang di 19 Kab./Kota.
6. Kegiatan Pelatihan Wirausaha UMKM Alat dan Mesin
Target kinerja terlaksananya pelatihan wirausaha UMKM alat dan Mesin sebanyak 60 orang dari 19 Kab./Kota 2 angkatan.
7. Kegiatan Singkronisasi program pendidikan dan pelatihan perkoperasian dan UMKM Target kinerja terlaksananya Singkronisasi program pendidikan dan pelatihan perkoperasian dan UMKM dengan target 20 buku dari 19 Kab/Kota.
8. Kegiatan Pengiriman TOT Calon Widyaiswara (WI)
Target kinerja terlaksananya seminar widyaiswara, seminar umum, pengiriman diklat (widyaiswara / calon widyaiswara) dan atau workshop bagi widyaiswara sebanyak 2 orang mengikuti diklat bagi widyaiswara / calon widyaiswara.
9. Kegiatan Pengiriman Training of Trainer (TOT) Widyaiswara
Target Kinerja terlaksananya seminar widyaiswara, seminar umum, pengiriman diklat (widyaiswara) dan workshop bagi widyaiswara sebanyak 2 orang mengikuti diklat bagi widyaiswara.
2.3.9 2.3.9 2.3.9
2.3.9 Program Peningkatan Dukungan dan Akses Permodalan UMKMK
1. Kegiatan Registrasi dan Penataan PKL dengan Koperasi
Terlaksananya rakor registrasi dan penataan PKL dengan koperasi sebanyak 60 orang
Terlaksananya registrasi dan penataan PKL dengan Koperasi sebanyak 1.125 PKL di 7 kab/kota
Terlaksananya pembuatan buku harian PKL sebanyak 1.125 buku saku Terlaksananya launching bantuan modal PKL sebanyak 60 orang
2. Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Temu Permodalan dengan Modal Ventura bagi UMKM
Terlaksananya koordinasi dan sosialisasi modal ventura sebanyak 3 kali di 5 kab/kota Terlaksananya rapat koordinasi/monev modal ventura sebanyak 1 kali sebanyak 45 UMKM
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 2.3.10
2.3.10 2.3.10
2.3.10 Pengembangan Kemitraan UMKMK
1. Kegiatan Partisipasi Promosi Produk UMKM
Target kinerja terikutinya Promosi Produk UMKM sebanyak 11 even.
2. Kegiatan Penyusunan Data Base UMKM Pengrajin
Target kinerja terlaksananya penyusunan data base pengrajin sebanyak 40 buku.
3. Kegiatan Temu Mitra UMKM Pengrajin
Terlaksananya identifikasi UMKM Kerajinan di 19 kab/kota Terlaksananya Temu Mitra UMKM Kerajinan di 19 kab/kota.
4. Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi KUR
Terlaksananya Sosialisasi dan koordinasi KUR di 8 kab/kota
Terlaksananya monitoring dan evaluasi UMKM mendapatkan KUR di 8 Kab/kota Terlaksananya monev KUR sebanyak 25 orang.
5. Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Kemitraan PKBL - BUMN
Terlaksananya Sosialisasi dan koordinasi PKBL – BUMN di 8 kab/kota Terlaksananya monev program PKBL – BUMN sebanyak 1 kali di 8 kab/kota.
6. Kegiatan Temu Lembaga Pembina UMKM Kerajinan
Terlaksananya Identifikasi lembaga pembina UMKM Pengrajin di 8 kab/kota Terlaksananya temu mitra lembaga pembina UMKM Kerajinan sebanyak 75 orang.
7. Kegiatan Pengembangan Lembaga Pembina UMKM Kerajinan
Terlaksananya monev lembaga pembina UMKM kerajinan di 19 kab/kota
Terlaksananya temu mitra lembaga pembina UMKM Kerajinan sebanyak 200 UMKM.
2.3.11 2.3.11 2.3.11
2.3.11 Program Peningkatan Peranan Koperasi dalam Sektor Riil
1. Kegiatan Promosi Usaha Koperasi melalui Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi Terlaksananya Promosi KUMKM dalam rangka Harkop TK.Nasional sebanyak 1 kali Terlaksananya gemaskop TK.Provinsi sebanyak 1 kali.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Terlaksananya pembinaan usaha KUD / Koperasi sektor pertanian sebanyak 70 kop / KUD
Bantuan hand traktor untuk pengembangan usaha koperasi sebanyak 2 unit koperasi.
3. Kegiatan Pembinaan dan Verifikasi Koperasi Calon Penerima Bantuan Perkuatan Terlaksananya rapat / sosialisasi bantuan sarana sebanyak 1 kali 64 orang
Terlaksananya identifikasi dan verifikasi bantuan sarana ke kab/kota di 19 kab/kota.
4. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi di Sektor Aneka Usaha
Target kinerja terlaksananya pembinaan sektor aneka usaha di 3 wilayah sebanyak 120 orang peserta.
5. Kegiatan Koordinasi Pengembangan Usaha Koperasi Pasar (Koppas)
Terlaksananya pembinaan untuk pengembangan usaha Koppas sebanyak 16 kk Terlaksananya rapat koordinasi pengembangan usaha koppas sebanyak 1 kali
Bantuan alat kebersihan untuk usaha koperasi pengelola pasar tradisional sebanyak 2 unit koperasi.
6. Kegiatan Pengembangan Usaha Ritail Koperasi
Terlaksananya Bimtek pengembangan usaha retail sebanyak 90 orang
Tersedianya bantuan sarana retail untuk koperasi waserda (kopmart) sebanyak 7 paket.
7. Kegiatan Peningkatan Produk Unggulan Daerah dengan pendekatan OVOP melalui Koperasi
Terlaksananya Rakor Pembinaan OVOP melalui koperasi sebanyak 1 kali
Terlaksananya pertemuan / Bimtek pengembangan OVOP melalui koperasi sebanyak 2 kali
Terlaksananya pembinaan / pendampingan koperasi pengelola OVOP sebanyak 2 kali Terlaksananya koordinasi / pembinaan OVOP melalui koperasi sebanyak 1 kali.
2.3.12 2.3.12 2.3.12
2.3.12 Program Peningkatan Lembaga Keuangan Non Bank Dalam Pembiayaan UMKMK
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Terlaksananya KSP/USP-Kop, KJKS/UJKS-Kop yang dievaluasi sebanyak 112 koperasi Terlaksananya pembinaan permodalan di 19 kab/kota.
2. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan KSP/USP-Koperasi, KJKS/UJKS-Koperasi Pengelola Dana Bergulir
Terlaksananya jumlah KSP/USP-Kop, KJKS/UJKS-Kop pengelola dana bergulir yang dibina sebanyak 38 koperasi
Terlaksananya jumlah KSP/USP-Kop, KJKS/UJKS-Kop pengelola dana bergulir yang dikembangkan sebanyak 38 koperasi.
3. Kegiatan Pembinaan dan Percepatan Penilaian dan Kesehatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi
Terlaksananya pembinaan kesehatan usaha simpan pinjam koperasi di 19 kab/kota Terlaksananya rapat koordinasi dalam percepatan penilaian usaha simpan pinjam sebanyak 1 kali 45 orang.
4. Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Pengawasan Usaha Simpan Pinjam Koperasi Terlaksananya pembinaan dan pengawasan KSP/USP, KJKS/UJKS di 19 kab/kota Terlaksananya koordinasi dalam peningkatan peranana pengawas bagi KSP/USP, KJKS/UJKS Koperasi sebanyak 1 kali 50 orang.
5. Kegiatan Peningkatan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah
Terlaksananya peningkatan peran koperasi jasa keuangan syariah di 18 kab/kota Terlaksananya koordinasi peningkatan peran koperasi jasa keuangan syariah di 54 koperasi
Terlaksananya pengembangan usaha Maal KJKS ke Jogjakarta sebanyak 8 orang.
6. Kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam Koperasi dalam Rangka Mendukung Program Integrasi PKL
Terlaksananya pembinaan dan pelaksanaan usaha simpan pinjam koperasi integrasi PKL di 19 kab/kota
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
BAB III
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan
Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 12 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Propinsi Sumatera Barat.
Dalam Tahun Anggaran 2015, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat merencanakan penerimaan Pendapatan Daerah melalui Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD Perubahan) sebesar Rp.8.000.000,-yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, dan terealisasi sebesar Rp. 8.850.000,- ( 110.63 % ).
Sedangkan Belanja daerah untuk Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat sejumlah Rp. 14.643.524.017,- direncanakan untuk membiayai :
• Belanja Pegawai Rp.
7.108.930.837,-• Belanja Barang dan Jasa Rp. 7.008.493.180,-
• Belanja Modal Rp. 526.100.000,-
Capaian kinerja keuangan dalam pelaksanaan dan pengelolaan APBD tahun 2015 sebesar Rp. 13.400.784.011,- ( 91,51 % ) yang dapat diuraikan sebagai berikut :
• Belanja Pegawai Rp.
6.788.174.606,-• Belanja Barang dan Jasa Rp. 6.116.385.405,-
• Belanja Modal senilai Rp. 496.224.000,-
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
7.008.493.180,- terealisasi sebesar Rp. 6.116.385.405,- ( 87.27 %) serta dari anggaran Belanja Modal sebesar Rp. 526.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 496.224.000,-( 94.32 % ).
3.1.1 Pendapatan
Dari hasil pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2015 diperoleh realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp. 8.850.000,- ( 110.63 % ).
Secara rinci capaian perolehan pendapatan 2015 jika dibanding dengan anggaran tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut :
Perbandingan Realisasi dengan Anggaran Pendapatan Tahun 2015
N0 URAIAN ANGGARAN
REALISASI
2015 % Lebih/Kurang
ReaIisasi 2014
A
PENDAPATAN ASLI
DAERAH 8.000.000,- 8.850.000,- 110.63 850.000,- 31.797.070,-
1.
Pendapatan Retribusi Daerah
- Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
8.000.000,- 8.850.000,- 110.63 850.000,- 8.290.000,-
2. Lain-lain PAD yang Syah - - 23.507.070,-
Pada tabel di atas terlihat bahwa pencapaian dari Pendapatan Daerah sebesar Rp. 8.850.000,- (110.63%) dari anggaran sebesar Rp. 8.000.000,- hal ini terjadi pada Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah yang tercapai sebesar Rp. 8.850.000,- (110.63 %).
3.1.2 Belanja Daerah
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Pencapaian realisasi keuangan atas program dan kegiatan yang telah dialokasikan dalam DPA SKPD Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat tahun 2015 adalah sebagai berikut :
No KODE
REKENING NAMA KEGIATAN
LOK
I BELANJA OPERASI 14.117.424.017.- 12.904.560.011.- 91.41 1.212.864.006.-
1 Belanja Pegawai 7.108.930.837.- 6.788.174.606.- 95.49 320.756.231.-
Belanja Jalan, Irigasi dan
Jaringan - - - -
5 Belanja Aset Tetap Lainnya - - - -
6
Belanja Kontruksi dalam
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 DAYA AIR DAN LISTRIK
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
3.2 Hambatan dan Kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan.
Pada dasarnya, untuk pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan tidak ditemui hambatan atau kendala, tetapi untuk kegiatan yang pencapaian realisasi keuangannya dibawah 90 % sbb:
1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Target kinerja adalah tersedianya jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran selama 12 bulan dengan realisasi fisik100% dan realisasi keuangan Rp. 23.277.949,- atau sebesar 74,49%. Realisasi keuangan dibawah 90% karena Efisiensi pengiriman surat menyurat ( banyak melalui Faximilie )
2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Target kinerja adalah pembayaran listrik, telpon dan air selama 12 bulan dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 209,515,174,-atau sebesar 83.82 %.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 3. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Target kinerjanya adalah tersedianya kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor, yaitu : AC , Kipas angin dan lain-lain sebanyak 7 unit, TV sebanyak 2, pompa air sebanyak 3 unit, Kulkas sebanyak 3 unit dengan realisasi fisik 95% dan realisasi keuangan Rp. 119.095.000,- atau sebesar 81,99%. Rendahnya realisasi keuangan ini disebabkan adanya efisiensi dan rasionalisasi.
4. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
Target selama 12 bulan dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan Rp.12.660.000,- atau sebesar 89,15 %
Realisasi keuangan dibawah 90 % karena adanya Efisiensi atau rasionalisasi.
5. Penyedian makan dan minum
Target kinerjanya adala tersedianya makan dan minum rapat selama 12 bulan dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp.52.670.000,- atau sebesar 87,78 % realisasi keuangan dibawah 90 % karena sesuai dengan kebutuhan akan pelaksanaan rapat
6. Penyediaan Jasa Sopir Kantor
Target Kinerja tersedianya jasa supir kantor selama 12 bulan dengan realisasi fisik 95 % dan realisasi keuangan Rp.57.392.024,- atau sebesar 80,78 % realisasi keuangan dibawah 90 % karena adanya penambahan sopir pada anggaran perubahan sementara anggaran perubahan terjadi keterlambatan dalam pencairan, sehingga penambahan sopir tidak bisa dilaksanakan.
7. Penyediaan Jasa Informasi, Dokumentasi dan Publikasi
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 8. Penyediaan Jasa Pembinaan Mental dan Fisik Aparatur
Target kinerjanya adalah terlaksananya kegiatan selama 12 bulan, dengan realisasi fisik 85 % dan realisasi keuangan Rp.10.750.000 atau sebesar 68,47%. Kegiatan pembinaan mental dan fisik terdiri atas kegiatan senam pagi dan ceramah agama. Untuk kegiatan ini sering dilakukan bersamaan dengan kegiatan di Kantor Gubernur.
9. Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Studio, Komunikasi dan Informasi.
Target kinerjanya adalah terpeliharanya alat studio, alat komunikasi, dan alat informasi sebanyak 20 unit realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 7.980.000,- atau sebesar 49,88 % rendahnya realisasi keuangan karena Efektifitas pemeliharaan , pemeliharaan dilakukan terhadap barang-barang yang tidak bisa dipergunakan dan dimanfaatkan lagi.
10. Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas/ operasional
Target kinerjanya adalah terpeliharanya kendaraan operasional sebanyak 3 unit mobil, dan 10 unit motor dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 92.170.046,- atau sebesar 62,70%. Kegiatan ini realisasi keuangannya rendah karena pemeliharaan dilakukan sesuai dengan kerusakan dalam pemakaian kendaraan atau efektifitas dalam pemeliharaan.
11. Pemeliharaan rutin / berkala Meubeleur
Target kinerjanya adalah terpeliharanya meubeleur kantor sebanyak 188 buah dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 17.770.000,- atau sebesar 68,28%. Kegiatan ini realisasi keuangannya rendah karena pemeliharaan dilakukan sesuai dengan kerusakan dalam pemakaian Meubeleur atau efektifitas dalam pemeliharaan.
12. Pengelolaan, Pengawasan dan Pengendalian Asset SKPD.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
sebesar 70,16%. Realisasi dibawah 90% karena adanya salah pengganggaran rekening kegiatan yang tidak tepat , tidak sesuai dengan Pergub.
13. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan
Target kinerjanya adalah terlaksananya Bimtek implementasi peraturan perundang-undangan sebanyak 8 orang dengan realisasi fisik 40 % dan realisasi keuangan Rp. 6.115.000,- atau sebesar 12,23%. Realisasi dibawah 90% karena undangan bimtek yang datang tidak sesuai dengan kebutuhan Bimtek yang dibutuhkan.
14. Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran
Target kinerjanya adalah tersusunnya perencanaan dan penganggaran SKPD sebanyak 6 dokumen dengan realisasi fisik 95 % dan realisasi keuangan Rp.132,889,300.00
atau sebesar 83,31, karena adanya dana dekonsentrasi untuk fungsi pendidikan yg berhubungan dengan perencanaan maka anggaran koordinasi dengan kementrian koperasi dan UKM RI tidak di realisasikan, supaya tidak ada kegiatan ganda.
15. Monitoring dan Evaluasi Program dan Kegiatan SKPD
Target kinerjanya adalah terlaksananya monitoring dan evaluasi program dan kegiatan SKPD berupa 1 dokumen Monev dari 19 kabupaten/kota dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 106.335.500,- atau sebesar 89,48%. Rendahnya realisasi keuangan karena efisiensi anggaran BBM rapat-rapat dan perjalanan dinas .
16. Penilaian Koperasi Berprestasi/ Koperasi Awward
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 17. Sosialisasi dan Penguatan Koperasi di Lokasi TMMD/N
Program Tentara manunggal Masuk Desa/Nagari (TMMD/N) merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah serta masyarakat. dengan realisasi fisik 95 % dan realisasi keuangan Rp. 31.629.000.- atau sebesar 79,23%. Rendahnya realisasi keuangan karena efisiensi perjalanan dinas .
18. Pembenahan koperasi tidak aktif
Target Kinerja terbenahinya koperasi tidak aktif pada 18 Kab/Kota , dengan realisasi fisik100 % dan realisasi keuangan Rp. 43.740.900,- atau sebesar 89,93%. Rendahnya realisasi keuangan karena adanya anggaran sisa yang terdapat pada makan minum di DPA.
19. Bimtek Pengembangan koperasi berkualitas
Target kinerja terlaksananya Bimtek untuk peningkatan kualitas kelembagaan koperasi sebanyak 40 koperasi di 19 kab/kota, dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan Rp. 42.668.600,- atau sebesar 87,20% , rendahnya realisasi karena adanya efisiensi belanja cetak dan perjalanan Dinas.
20. Bimtek Peraturan Undang-Undang Perkoperasian
Target kinerja terlaksananya Bimtek peraturan Perundang-Undangan perkoperasian di 19 Kab/Kota, dengan realisasi fisik 90% dan realisasi keuangan Rp. 32.702.400,- atau sebesar 49,82%, rendahnya realisasi pada kegiatan dikarenakanTransport peserta tidak terealisasi 100 % karna kehadiranya tidak sesuai target.
21. Sertifikasi Pengelola Koperasi
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 22. Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi Revitalisasi Koperasi
Target kinerja terlaksananya implementasi Grand Desain Koperasi di 6 kab/kota, dengan realisasi fisik 90% dan realisasi keuangan Rp. 61.246.000,- atau sebesar 73,81%, rendahnya realisasi dikarenakan pada kegiatan ini ada perjalanan dinas yang diefisiensikan, dan juga ada transpor peserta yang tidak terealisasi karena kehadiran peserta tidak sesuai undangan.
23. Kebijakan Perpajakan Bagi Koperasi
Target kinerja terlaksananya pembinaan kebijakan perpajakan bagi koperasi di 19 kab/kota, terlaksananya koordinasi kebijakan perpajakan bagi koperasi sebanyak 188 koperasi dengan realisasi fisik 95% dan realisasi keuangan Rp. 45.545.000,- atau sebesar 73,97%, rendahnya realisasi dibawah 90 % disebabkan karena pada kegiatan ini ada perjalanan dinas yang diefisiensikan, dan juga ada transpor peserta yang tidak terealisasi karena kehadiran peserta tidak sesuai undangan.
24. Koordinasi Pengembangan Program Terpadu
Target Kinerja terlaksananya Koordinasi pengembangan program terpadu sebanyak 2 kl tim Gardu dan 7 wilayah Rakor dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 111.404.000,- atau sebanyak 86, 46 %, realisasi dibawah 90 % dikarenakan efisiensi perjalanan dinas , makan minum dan kehadiran perserta tidak sesuai target.
25. Koordinasi dan Sosialisasi Pendaftaran Merk dan Sertifikat Halal
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 26. Pengiriman Training Of Trainer (TOT) Widyaiswara
Target Kinerja terlaksananya seminar widiyaiswara , seminar umum, pengiriman diklat (widyaiswara) , dan workshop bagi widyaiswara sebanyak 2 org mengikuti diklat bagi widyaiswara , realisasi fisik 50% dan realisasi keuangan Rp. 3.846.849,- atau sebanyak 18,32 %. Rendahnya realisasi keuangan dibawah 90% disebabkan karena surat undangan untuk mengikuti TOT tidak sesuai dengan kebutuhan widyaiswara.
27. Temu Mitra UMKM Pengrajin
Terlaksananya Identifikasi UMKM kerajinan di 19 Kab/Kota , terlaksananya temu mitra UMKM kerajinan di 19 Kab/Kota dengan realisasi 100 %, realisasi keuangan Rp. 37.874.600,- atau sebanyak 76,04 % , rendahnya realisasi dibawah 90 % disebabkan karena adanya efisiensi Perjalanan Dinas.
28. Temu Lembaga Pembina UMKM Kerajinan
Terlaksananya Identifikasi lembaga Pembina UMKM pengrajin di 8 Kab/Kota, terlaksananya temu mitra lembaga Pembina UMKM kerajinan sebanyak 75 orang, dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 56.258.500,- atau sebanyak 83,79%, rendahnya realisasi disebabkan Honor narasumber pusat yang sudah tersedia pada DPA tidak bisa direalisasikan karena narasumber sudah dibayarkan melalui anggaran pusat, dan jumlah peserta yang hadir tidak sesuai dengan jumlah undangan.
29. Pengembangan Lembaga Pembina UMKM Kerajinan
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 30. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Koperasi Sektor Pertanian
Terlaksananya pembinaan usaha KUD / Koperasi sector pertanian sebanyak 70 Koperasi/ KUD dengan realisasi fisik 100 % dari realisasi keuangan Rp.81.976.300,- atau sebanyak 87,64 %, rendahnya realisasi dibawah 90 % dikarenakan Efisisensi Perjalanan dinas ke Kab/Kota dan luar Provinsi serta sisa transportasi peserta bimtek dan transportasi nara sumber pusat.
31. Pembinaan dan Pengembangan di sector aneka usaha
Target kinerja terlaksananya pembinaan sector aneka usaha di 3 wilayah sebanyak 120 orang peserta dengan realisasi fisik 90% dan realisasi keungan Rp. 54.277.750,- atau sebesar 62,87 %, rendahnya realisasi dibawah 90 % disebabkan karena Efisiensi Perjalanan dinas pelaksanaan bimtek aneka usaha di 3 wilayah dan perjalanan dinas ke kab/kota serta transport peserta Rapat karena tidak memenuhi surat undangan .
32. Koordinasi Pengembangan Usaha Koperasi Pasar (Koppas)
Terlaksananya pembinaan untuk pengembangan usaha Koppas sebanyak 16 KK, terlaksananya rapat koordinasi pengembangan usaha Koppas sebanyak 1 kl, bantuan alat kebersihan untuk usaha koperasi pengelola pasar tradisional sebanyak 2 unit koperasi dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan Rp. 55.746.550,- atau sebesar 86,80 %, rendahnya realisasi disebabkan karena adanya efisiensi perjalanan dinas luar provinsi.
33. Pengembangan Usaha Ritail Koperasi
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
34. Pembinaan dan Pengembangan KSP/USP-Koperasi,KJKS/UJKS-Koperasi Pengelola
Dana Bergulir
Target Kinerja terlaksananya jumlah KSP/USP-Koperasi, KSKS/UJKS-Koperasi Pengelola Dana Bergulir yang dibina sebanyak 38 Koperasi dan terlaksananya jumlah KSP/USP-Koperasi, KSKS/UJKS-Koperasi Pengelola Dana Bergulir yang dikembangkan sebanyak 38 Koperasi dengan realisasi fisik sebanyak 95 % dan realisasi keuangan Rp.45.717.500,- atau sebesar 76.04 %, rendahnya realisasi disebabkan kehadiran peserta rapat tidak sesuai dengan target di undangan dan juga adanya efisiensi Perjalanan Dinas
35. Pembinaan dan Percepatan Penilaian usaha simpan pinjam koperasi
Terlaksananya Pembinaan Kesehatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi di 19 Kab/Kota, terlaksananya rapat koordinasi dalam percepatan penilaian usaha simpan pinjam sebanyak 1 x 45 org, dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan sebanyak Rp. 51.443.350,-, atau sebesar 84,57 %, rendahnya realisasi keuangan dikarenakan ketidak hadiran Nara Sumber Pusat yang sudah dianggarkan pada anggaran Dinas, dan juga adanya efisiensi perjalanan dinas.
36. Pembinaan dan Peningkatan pengawasan Usaha Simpan Pinjam Koperasi
Terlaksananya Pembinaan dan Pengawasan KSP/USP-Koperasi, KJKS/UJKS-Koperasi di 19 Kab/Kota, terlaksananya Koordinasi dalam peningkatan peranan pengawas bagi KSP/USP, KJKS/UJKS Koperasi sebanyak 1 kali 50 orang, dengan realisasi fisik 95 % dan realisasi keuangan sebesar Rp.49.756.300,- atau sebesar 62,83 %, rendahnya realisasi dikarenakan adanya Efisiensi perjalanan Dinas
37. Peningkatan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan sebesar Rp. 117.878.550,- atau sebesar 80.66% rendahnya realisai disebabkan karena ketidak hadiran narasumber pusat dan efisiensi perjalanan dinas
38. Pembinaan Dan Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam Koperasi Dala Rangka
Mendukung Program Integrasi PKL
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan akuntansi meliputi dasar pengakuan, pengukuran dan pelaporan atas aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, belanja dan pembiayaan serta penyajian laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2015, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengacu kepada ketentuan umum tentang penyajian laporan keuangan instansi pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 36 Tahun 2009 tanggal 7 September 2009 tentang Perubahan Peraturan Gubernur Nomor : 110 Tahun 2008 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 37 Tahun 2010 tanggal 31 Agustus 2010 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2008 tentang Kebijaksanaan Akuntansi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 63 Tahun 2011 tanggal 8 Desember 2011 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Gubernur Nomor 110 Tahun 2008 tentang Kebijaksanaan Akuntansi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pergub No. 93 tahun 2012 tanggal 17 Desember 2012 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Gubernur No. 110 Tahun 2008 tentang Kebijakan Akuntansi pada Provinsi Sumatera Barat dan Pergub No. 5 tahun 2014 tanggal 24 Januari 2014 tentang Barang milik Daerah berupa Asset Tetap.
4.1 Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Sesuai ketentuan yang berlaku, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang merupakan pengguna anggaran / barang berkewajiban menyelenggarakan penatausahaan dan akuntansi atas pelaksanaan anggaran dengan menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan berupa :
a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). b. Neraca.
c. Laporan Operasional. d. Laporan Perubahan Ekuitas. e. Catatan Atas Laporan Keuangan.
4.2 Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, basis akuntansi yang digunakan dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam Neraca.
Pendapatan meliputi semua penerimaan di Kas Umum Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang menjadi hak pemerintah daerah dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. Pendapatan diakui pada saat kas diterima di Kas Umum Daerah. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto yaitu dengan membukukan penerimaan bruto.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Sedangkan ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aktiva dan hutang, yang terklasifikasi atas ekuitas dana lancar, ekuitas dana investasi dan ekuitas dana cadangan.
Mutasi pos-pos Aset, Kewajiban dan Ekuitas Dana di Neraca diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah daerah tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
4.3 Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Adapun basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat adalah sebagai berikut :
Pengukuran/ Penilaian Aset
a. Kas
Dicatat dan disajikan sebesar nilai nominalnya.
b. Piutang
Dicatat dan disajikan sebesar nilai nominal/nilai rupiah piutang yang belum dilunasi.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Investasi jangka pendek diakui berdasarkan bukti investasi dan dicatat sebesar nilai perolehan.
d. Persediaan disajikan sebesar :
• Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian. Biaya perolehan persediaan meliputi harga beli, ongkos angkut dan biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan terakhir diperoleh.
• Nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi.
e. Investasi Jangka Panjang
Secara umum, Investasi jangka panjang dicatat sebesar biaya perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi tersebut (at cost).
Pencatatan dan pelaporan untuk investasi berupa penyertaan modal pada perusahaan daerah mapun lembaga keuangan dipengaruhi oleh besaran porsentase kepemilikkan (saham) dari total ekuitas dan hak kendali atas perusahaan dan lembaga keuangan tersebut. Jika persentase kepemilikkan melebihi 20% dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memiliki kendali signifikan atas manajemen perusahaan maka digunakan metode ekuitas dan jika tidak maka digunakan metode biaya.
f. Tanah
Tanah dinilai dengan biaya perolehan yang mencakup harga pembelian/ pembebasan, biaya dalam rangka perolehan hak, biaya pematangan, pengukuran, penimbunan dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 g. Gedung dan Bangunan
Gedung dan bangunan dinilai dengan biaya perolehan dan jika penggunaan biaya perolehan tidak memungkinkan maka didasarkan pada nilai wajar/taksiran pada saat perolehan. Jika gedung dan bangunan dibangun secara swakelola maka nilainya meliputi biaya langsung tenaga kerja, bahan baku dan biaya tidak lansung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut . Jika gedung dan bangunan diperoleh melalui kontrak, biaya perolehan meliputi nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan serta jasa konsultan.
h. Peralatan dan Mesin
Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah pengeluaran yang telah dilakukan untuk memperoleh peralatan dan mesin tersebut sampai siap pakai. Biaya perolehan atas Peralatan dan Mesin yang berasal dari pembelian meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan. Biaya perolehan Peralatan dan Mesin yang diperoleh melalui kontrak, meliputi nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan dan jasa konsultan.
i. Jalan, Irigasi dan Jaringan
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Biaya perolehan untuk Jalan, Irigasi dan Jaringan yang dibangun secara swakelola meliputi biaya langsung dan tidak langsung, yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa peralatan, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, biaya pengosongan dan pembongkaran bangunan lama
j. Aset Tetap Lainnya
Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut sampai siap pakai. Biaya perolehan Aset Tetap Lainnya yang diperoleh melalui kontrak meliputi pengeluaran nilai kontrak, biaya perencanaan dan pengawasan, serta biaya perizinan. Biaya perolehan Aset Tetap Lainnya yang dibangun secara swakelola meliputi biaya langsung dan tidak langsung, yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa peralatan, biaya perencanaan dan pengawasan, biaya perizinan, biaya pengosongan dan pembongkaran bangunan lama.
k. Kontruksi Dalam Pengerjaan
Kontruksi Dalam Pengerjaan dicatat sebesar biaya perolehan.
Biaya perolehan Konstruksi yang dikerjakan secara swakelola meliputi :
• Biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi yang mencakup biaya pekerja lapangan termasuk penyelia, biaya bahan, pemindahan sarana, peralatan dan bahan-bahan dari dan ke lokasi
konstruksi, penyewaan sarana dan peralatan, serta biaya rancangan dan bantuan teknis yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015 Biaya perolehan konstruksi yang dikerjakan secara kontrak meliputi :
• Termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian pekerjaan.
• Pembayaran klaim kepada kontraktor atau pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi.
l. Penyusutan Asset Tetap
Penyusutan Asset Tetap dilakukan :
a. Untuk menyajikan nilai asset tetap secara wajar sesuai dengan manfaat ekonomi asset dalam laporan keuangan Pemerintahan Daerah.
b. Mengetahui potensi BMD dengan memperkirakan sisa masa manfaat suatu BMD yang masih dapat diharapkan dapat diperoleh dalam beberapa tahun ke depan.
c. Memberikan bentuk pendekatan yang lebih sistematis dan logis dalam mengganggarkan belanja pemeliharaan atau belanja modal untuk mengganti atau menambah asset tetap yang sudah dimiliki.
4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang Ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah.
Secara umum kebijakan akuntansi yang diterapkan pada pos-pos laporan keuangan telah sesuai dengan ketentuan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Pada tahun anggaran 2005, dilaksanakan penyusunan neraca awal Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, seiring hal tersebut dilaksanakan penilaian kembali atas seluruh aset-aset tetap daerah.
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
BAB V
PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
5.1 Penjelasan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 5.1.1 Pendapatan LRA
Penjelasan Pos-pos Pendapatan
Pendapatan Retribusi Daerah
Jumlah tersebut merupakan anggaran dan realisasi Pendapatan Retribusi Daerah dalam Tahun Anggaran 2015 dan 2014. Untuk realisasi Tahun 2015 mencapai 110,63% dari anggarannya. Bila dibandingkan dengan realisasi Tahun Anggaran 2014, maka terdapat kenaikan sebesar Rp.560.000,-
Pendapatan ini terdiri dari:
No.
No. Surat
Tanda Setoran
(STS)
Jenis Uraian Tanggal Setor Jumlah Ketera
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula dan Ruang Belajar
Retribusi (sewa ) Ruang Belajar
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa )Aula
Retribusi (sewa) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Ruang Belajar
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
Retribusi (sewa ) Aula
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Penerimaan pendapatan retribusi dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakai Kekayaan Daerah.
5.1.2 Belanja
Penjelasan Pos-pos Belanja
1. Belanja Operasi
No
a.
Perkiraan
Belanja Pegawai
Anggaran 2015
7.108.930.837
Realisasi 2015
6.788.174.606
%
95.49
Tahun 2014
6.675.691.898
Jumlah tersebut merupakan anggaran dan realisasi Belanja Pegawai Tahun Anggaran 2015 dan 2014. Untuk realisasi Tahun 2015 mencapai 95.49% dari anggarannya. Dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2014 terdapat kenaikan/penurunan sebesar Rp 112.482.708. Belanja Pegawai ini terdiri dari belanja tidak langsung berupa gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan PNS. Jumlah realisasi belanja tersebut terinci atas :
U R A I A N Tahun
Anggaran 2015 (Rp)
Realisasi
Tahun 2015 %
Realisasi tahun 2014
BELANJA TIDAK LANGSUNG 7,108,930,837 6,788,174,606 95.49 6.305.021.898
BELANJA PEGAWAI 7,108,930,837 6,788,174,606 95.49 6.305.021.898
Gaji dan Tunjangan 5,229,473,342 4,992,524,345 95.47 4.800.734.959
Gaji Pokok PNS/Uang Representasi 3,963,598,180 3,907,209,980 98.58 3.691.843.920
Tunjangan Keluarga 433,241,934 395,144,918 91.21 384.237.218
Tunjangan Jabatan 294,450,245 231,850,000 78.74 265.810.000
Tunjangan Fungsional 40,350,000 31,715,000 78.60 30.400.000
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
Tunjangan Beras 1) 247,592,832 220,358,340 89.00 211.721.600
Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus 99,201,397 80,031,634 80.68 88.149.286
Pembulatan Gaji 98,754 69,473 70.35 62.935
Tambahan Penghasilan PNS 1,879,217,495 1,795,650,261 95.55 1.504.286.939
Tambahan Penghasilan berdasarkan
beban kerja 1,717,717,495 1,636,050,261 95.25 1.334.286.939
Tambahan penghasilan berdasarkan
pertimbahan obyektif 161,500,000 159,600,000 98.82 170.000
Insentif Pemungutan 240,000 0 - 0
Insentif Pemungutan Retribusi Daerah 240,000 0 - 0
BELANJA LANGSUNG 0 0 0 370.670.000
Belanja Pegawai 0 0 0 370.670.000
JUMLAH BELANJA PEGAWAI 6.675.691.898
No
b.
Perkiraan
Belanja Barang dan Jasa
Anggaran 2015
7.008.493.180
Realisasi 2015
6.116.385.405
%
87.27
Tahun 2014
5.669.153.966
Jumlah tersebut merupakan anggaran dan realisasi Belanja Barang Tahun Anggaran 2015 dan 2014. Untuk realisasi Tahun 2015 mencapai 87.27% dari anggarannya. Dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2014 terdapat kenaikan/penurunan sebesar Rp. 447.231.439. Belanja Barang dan Jasa ini terdiri dari :
NO Perkiraan Anggaran 2015 Realisasi
2015
% Realisasi 2014
CALK DINAS KOPERASI & UMKM PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2015
2 Belanja Bahan/Material 15.360.000 15.116.000 98.41 27.456.500
3 Belanja Jasa Kantor 1.420.795.100 1.221.744.223 85.99 1.160.601.085
4 Belanja Premi Asuransi 15.800.000 10.901.500 69.00 6.167.800
5 Belanja Perawatan Kendaraan
Bermotor
131.200.000 81.268.546 61.94 86.002.531
6 Belanja Cetak dan
Penggandaan
217.440.080 195.599.200 89.96 193.700.900
7 BelanjaSewa
rumah/Gedung/Gudang/Parkir
41.700.000 36.200.000 86.81 51.600.000
8 Belanja Sewa Sarana Mobilitas 3.000.000 2.700.000 90.00 1.200.000
9 Belanja Sewa Perlengkapan dan
Peralatan Kantor
214.500.000 211.150.000 98.44 86.100.000
10 Belanja Makanan dan Minuman 318.610.000 259.836.000 81.55 279.800.000
11 Belanja Pakaian Dinas dan
Atributnya
42.000.000 41.580.000 99.00 30.014.000
12 Belanja Perjalanan Dinas 2.240.076.800 2.087.296.199 86.25 2.116.586.324
13 Belanja Pemeliharaan 319.290.000 292.719.550 91.68 177.101.900
14 Belanja Jasa Konsultansi 130.265.000 128.114.000 98.35 45.800.000
15 Belanja Jasa Lembaga 383.350.000 353.850.999 92.30 429.396.226
16 Belanja Honorarium Non
Pegawai
181.116.000 153.752.000 84.89 0
17 Honorarium PNS 518.670.000 480.170.000 92.58 0
18 Honorarium Non PNS 24.300.000 19.200.000 79.01 0
19 Belanja Kontribusi 21.272.000 0 0 40.248.200