BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah
(RENSTRA-SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten
Ogan Komering Ilir Tahun 2014-2019, maka sebagai penjabaran operasional yang lebih
konkrit dari perencanaan tersebut BPMPD Kabupaten OKI menyusun Rencana Kinerja
Tahunan (RKT) Tahun 2016.
Pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan
bagian integral dari pembangunan Propinsi Sumatera Selatan yang Transparan dan
Akuntabel sesuai dengan prinsis-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan,
berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan,
bertanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan yang harus dapat
mengakomodir tuntutan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Rencana Kinerja Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKT-SKPD)
BPMPD Kabupaten OKI Tahun 2016 sebagai dokumen rencana pembangunan jangka
pendek, RKT SKPD BPMPD Kabupaten OKI Tahun 2016, berisikan tentang kebijakan,
program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016.
1.2. Landasan Hukum
Dasar hukum penyusunan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah:
1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 01 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
3. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan
Negara;
4. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN);
6. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri atas Nomor 13
Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 01 Tahun 2014 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ogan
Komering Ilir Tahun 2014-2019;
17. Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 19 Tahun 2014 tentang Rencana Strategis
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan
Komering Ilir Tahun 2014-2019;
18. Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Nomor 09 Tahun 2016 tentang Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering
Ilir Tahun 2016.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ini adalah menyediakan
tolak ukur pelaksanaan pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk periode satu tahun, yaitu
tahun 2016, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang
dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan
Tujuan dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2016 adalah:
1. Menjabarkan RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Renstra Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Tahun 2014-2019 ke dalam
rencana pembangunan tahunan;
2. Menyediakan pedoman penyusunan kebijakan umum anggaran dan penetapan
plafon anggaran program dan kegiatan tahun 2016.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Tahun 2016, yaitu:
Berisikan evaluasi pelaksanaan RKT SKPD tahun 2015 dan capaian renstra,
analisis kinerja pelayanan, isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, review terhadap
rancangan awal RKPD dan penelaahan usulan program dan kegiatan
masyarakat.
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Berisi telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran RKT, dan
rumusan rencana program dan kegiatan.
BAB IV PENUTUP
Memuat kaidah pelaksanaan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa.
EVALUASI PELAKSANAAN RKT BADAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA TAHUN 2015
2.1. Evaluasi Pelaksanaan RKT Tahun 2015 dan Capaian Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab OKI
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan
Komering Ilir menyelenggarakan pemerintahan pada urusan wajib bidang
pemberdayaan masyarakat desa. Sesuai RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun
2014-2019, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
menyelenggarakan lima program pembangunan. Setiap program selanjutnya disusunkan
kegiatan-kegiatan yang mendukung. Program dan kegiatan tersebut diselenggarakan
dalam rangka menunaikan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa sebagai satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Ogan Komering
Ilir.
Untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam
renstra, setiap program dan kegiatan dibebani suatu indikator kinerja. Program dibebani
indikator kinerja yang bersifat hasil (outcome) sedangkan kegiatan dibebani indikator
kinerja yang bersifat keluaran (output). Target capaian kinerja ditetapkan dalam renstra
untuk lima tahun dan dijabarkan dalam target kinerja tahunan dalam RKT.
Rencana Kinerja Tahunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir memuat review hasil evaluasi pelaksanaan RKT
Tahun 2015. Pada tahun 2015, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir telah merencanakan 9 (sembilan) program 48
(empat puluh delapan) kegiatan yang didukung APBD sebesar 13.269.220.000 (tiga
belas milyar dua ratus enam puluh sembilan juta dua ratus dua puluh ribu rupiah), yang
tujuh) kegiatan dengan anggaran bertambah menjadi 13.669.420.000 (tiga belas milyar
enam ratus enam puluh sembilan juta empat ratus dua puluh ribu rupiah) dalam APBD
Perubahan Tahun 2015.
Dari 9 (sembilan) progam 47 (empat puluh tujuh) kegiatan pada Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dapat digambarkan pelaksanaan
masing-masing program/kegiatan, antara lain:
1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan terdapat 7 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 3.168.889.000 (96,65%) dari total anggaran Rp. 3.278.794.000,- dengan realisasi fisik program 96,22%, antara lain :
1) Kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
892.390.000,- (99,19%) dari total anggaran Rp. 899.710.000,- dengan
realisasi fisik kegiatan 99,16%. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada
kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan
terdiri dari Pokja I, Pokja II, Pokja III dan Pokja IV.
2) Kegiatan Pembinaan Administrasi Proyek PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM
MP) dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
661.030.000,- (90,19%) dari total anggaran Rp. 732.900.000,- dengan
realisasi fisik kegiatan 89,82%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 Kecamatan
yakni Kecamatan Air Sugihan, Kecamatan Cengal, Kecamatan Jejawi,
Kecamata Lempuing, Kecamatan Lempuing Jaya, Kecamatan Mesuji,
Kecamatan Mesuji Makmur, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kecamatan
Pedamaran Timur, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kecamatan Sungai
Menang, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kecamatan Teluk Gelam, Kecamatan
3) Kegiatan Pembinaan Administrasi Proyek PNPM Mandiri Perdesaan
Generasi (PNPM MPd Generasi) dengan realisasi anggaran belanja langsung
pada kegiatan ini Rp. 169.265.000,- (84,86%) dari total anggaran
Rp.199.470.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 80,56%. Kegiatan ini
dilaksanakan di 8 Kecamatan yakni Kecamatan Cengal, Kecamatan Jejawi,
Kecamatan Lempuing, Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Makmur,
Kecamatan Sungai Menang, Kecamatan Tanjung Lubuk dan Kecamatan
Teluk Gelam.
4) Kegiatan Pembinaan Pemilihan Kepala Desa dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 1.045.500.000,- (100%) dari total
anggaran Rp. 1.045.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,77%. Dalam
kegiatan ini terbentuk panitia Pilkades sebanyak 163 desa, terlaksananya
pemilihan kepala desa di 158 desa serta adanya kepala desa definitif di 158
desa. Terdapat 5 desa yang gagal mengikuti pemilihan kepala desa serentak
dikarenakan tidak ada calon atau calon tunggal.
5) Kegiatan Pendataan Profil Desa dan Profil Kelurahan dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 149.714.000,- (100%) dari
total anggaran Rp.149.714.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
Pendataan profil desa dan profil kelurahan dilaksanakan di 321
desa/kelurahan.
6) Kegiatan Sekretariat Pokjanal Posyandu dan Lomba Posyandu dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
250.990.000,-(99,80%) dari total anggaran Rp.251.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan
99,80%. Adapun pemenang pertama yaitu posyandu Wijaya Kusuma Desa
Terate Kecamatan Sirah Pulau Padang, pemenang kedua yaitu posyandu
posyandu Mawar Desa Mekar Wangi Kecamatan Mesuji, pemenang harapan
pertama yaitu posyandu Mawar Desa Pangarayan Kecamatan Tanjung Lubuk,
pemenang harapan kedua yaitu posyandu Boegenvil Desa Lubuk Makmur
Kecamatan Lempuing Jaya dan pemenang harapan ketiga posyandu Tongkol
Desa Ulak Tembaga Kecamatan Jejawi. Pemenang pertama diikutsertakan
dalam lomba posyandu tingkat propinsi, berdasarkan Keputusan Gubernur
Sumatera Selatan Nomor: 921/KPTS/DINKES/2015 tentang Pemenang
Lomba Desa dan Kelurahan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Lomba
Posyandu Berprestasi Tingkat Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2015,
Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan pemenang I Lomba Posyandu
Desa Tingkat Propinsi yaitu Posyandu Wijaya Kusuma II Desa Terate
Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir.
2. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan terdapat 1 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 55.480.000,- (95,99%) dari total anggaran Rp. 57.800.000,- dengan realisasi fisik program 95,99%, yakni :
1) Pelatihan Keterampilan Manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
55.480.000,- (95,99%) dari total anggaran Rp. 57.800.000,- dengan realisasi
fisik kegiatan 95,99%. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan
pengetahuan bagi kepala desa dan perangkat desa serta BPD sehingga dapat
mengerti dalam tata cara pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Peserta
terdiri dari kepala desa, sekretaris desa dan ketua BPD dengan rincian sebagai
berikut:
1. Kecamatan Mesuji Makmur diikuti oleh 20 desa dengan jumlah peserta
2. Kecamatan Cengal diikuti oleh 17 desa dengan jumlah peserta pelatihan
sebanyak 51 orang;
3. Kecamatan Sungai Menang diikuti oleh 18 desa dengan jumlah peserta
pelatihan sebanyak 54 orang;
4. Kecamatan Pedamaran Timur diikuti oleh 7 desa dengan jumlah peserta
pelatihan sebanyak 21 orang.
3. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa terdapat 11 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 1.904.468.900,- (99,12%) dari total anggaran Rp. 1.921.436.000,- dengan realisasi fisik program 98,30%, yakni :
1) Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Hasil Produksi dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 97.930.000,- (98,18%) dari
total anggaran Rp. 99.750.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,18%.
Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Propinsi dilaksanakan di
Kabupaten Musi Banyuasin dan Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG)
tingkat nasional dilaksanakan di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.
2) Sekretariat Alokasi Dana Desa dengan realisasi anggaran belanja langsung
pada kegiatan ini Rp. 346.750.000,- (99,32%) dari total anggaran
Rp.349.120.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,32%. Pelaksanaan
sekretariat alokasi dana desa dilaksanakan di 18 kecamatan.
3) Pelaksanaan Perlombaan Desa se-Kabupaten dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 229.222.000,- (100%) dari total
anggaran Rp. 229.222.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%. Adapun
pemenang pertama yaitu Desa Makarti Mulya Kecamatan Mesuji, pemenang
kedua yaitu Desa Ciptasari Kecamatan Mesuji Raya, pemenang ketiga yaitu
Desa Ulak Kemang Baru Kecamatan Pampangan, pemenang harapan pertama
yaitu Desa Tegal Sari Kecamatan Mesuji Makmur dan pemenang harapan
ketiga yaitu Desa Kota Bumi Kecamatan Tanjung Lubuk.
4) Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 249.544.000,- (100%) dari
total anggaran Rp. 249.544.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat
propinsi dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim dan Kegiatan Bulan Bhakti
Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat nasional dilaksanakan di
Propinsi Sulawesi Utara.
5) Pelaksanaan Lomba 10 Program Pokok PKK dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 183.710.000,- (99,48%) dari total
anggaran Rp. 184.670.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,48%.
Pemenang pertama yaitu Desa Jejawi Kecamatan Jejawi, pemenang kedua
yaitu Desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam, pemenang ketiga yaitu
Desa Ujung Tanjung Kecamatan Tulung Selapan, pemenang harapan pertama
yaitu Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang, pemenang
harapan kedua yaitu Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran, pemenang
harapan ketiga yaitu Desa Batu Ampar Baru Kecamatan Sirah Pulau Padang. 6) Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS)
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini
Rp.153.995.000,- (99,70%) dari total anggaran Rp. 154.460.000,- dengan
realisasi fisik kegiatan 99,70%. Pemenang pertama yaitu Desa Kota Bumi
Kecamatan Tanjung Lubuk, pemenang kedua yaitu Desa Bumi Harapan
Kecamatan Teluk Gelam dan pemenang ketiga yaitu Desa Lubuk Ketepeng
Kecamatan Jejawi.
7) Pemasyarakatan, Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna
Rp.133.567.000,- (99,74%) dari total anggaran Rp. 133.917.000,- dengan
realisasi fisik kegiatan 99,65%. Pada kegiatan ini mengikutsertakan 5 orang
dalam pelatihan pembuatan asap cair di posyantek Mitra Mandiri Kecamatan
Cimaung Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat.
8) Pemberdayaan Masyarakat Desa Penerima Program PAMSIMAS dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
114.604.000,-(97,01%) dari total anggaran Rp. 118.140.000,- dengan realisasi fisik kegiatan
96,75%. Kegiatan ini melakukan bimbingan teknis kepada 2 orang pengurus
BPSPAM dari 10 desa.
9) Penilaian Pasar Desa Tingkat Kabupaten dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 72.815.000,- (98,51%) dari total anggaran Rp.
73.915.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,51%. Adapun pemenang
pertama yaitu Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan,
pemenang kedua yaitu Desa Sinar Harapan Mulya Kecamatan Teluk Gelam
dan pemenang ketiga yaitu Desa Sumber Agung Kecamatan Lempuing. 10) Pemantapan Desa Persiapan Menjadi Desa Definitif dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 169.271.900,- (98,47%) dari
total anggaran Rp. 171.908.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,47%. 11) Pemantauan dan Administrasi Dana Desa Yang Bersumber dari APBN dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
153.060.000,-(97,62%) dari total anggaran Rp. 156.790.000,- dengan realisasi fisik
kegiatan 87,88%.
4. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa terdapat 3 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 832.176.200,- (99,42%) dari total anggaran Rp. 837.057.200,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,53%, yakni:
1) Bimtek/Pelatihan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dengan realisasi
total anggaran Rp. 408.795.200,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,54%.
Bimtek/pelatihan ini diikuti oleh aparatur Kecamatan (camat, sekretaris camat
dan kasi pemerintahan) di 18 Kecamatan dan 314 Kepala Desa dengan materi
pokok Undang-Undang Desa.
2) Penyusunan Pedoman dan Asistensi Pengelolaan Keuangan Desa dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
276.012.000,-(99,19%) dari total anggaran Rp. 278.262.000,- dengan realisasi fisik
kegiatan 99,19%. Kegiatan ini diikuti oleh 314 orang sekretaris desa.
3) Pembinaan Penyaluran Bantuan Keuangan Pemerintahan Desa/Kelurahan
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini
Rp.150.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 150.000.000,- dengan
realisasi fisik kegiatan 100%.
5. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran sebanyak 16 kegiatandengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 675.880.000,-(77,68%) dari total anggaran Rp. 870.060.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 86,93%, yakni :
1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat dengan realisasi anggaran belanja langsung
pada kegiatan ini Rp. 1.500.000,- (100%) dari total anggaran
Rp.1.500.000,-dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 71.240.000,- (63,36%) dari
total anggaran Rp. 112.440.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 57,61%. 3) Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 35.000.000,- (100%) dari total
anggaran Rp. 35.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 39,79%. Sisa
anggaran Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah sudah
4) Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/ Operasional
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
9.000.000,-(80,36%) dari total anggaran Rp. 11.200.000,- dengan realisasi fisik kegiatan
53,73%.
5) Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 151.100.000,- (97,81%) dari total anggaran
Rp. 154.480.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,81%.
6) Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 13.800.000,- (100%) dari total anggaran Rp.
13.800.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
anggaran Rp. 17.775.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
9) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 5.200.000,- (100%)
dari total anggaran Rp. 5.200.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%. 10) Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 166.710.000,- (99,83%) dari total
anggaran Rp. 167.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,11%.
11) Penyediaan Peralatan Rumah Tangga dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 5.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.
5.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
12) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
17.800.000,-(100%) dari total anggaran Rp. 17.800.000,- dengan realisasi fisik kegiatan
13) Penyediaan makanan dan minuman dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 8.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.
8.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
14) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 163.000.000,- (84,68%) dari
total anggaran Rp. 192.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 84,68%. 15) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 45.000.000,- (100%) dari
total anggaran Rp. 45.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,89%. 16) Penyediaan Jasa tenaga pendukung administrasi/teknis pelayanan kegiatan
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
53.700.000,- (98,35%) dari total anggaran Rp. 54.600.000,- dengan realisasi
fisik kegiatan 98,35%.
6. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, sebanyak 5 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 6.474.616.381,- (99,71%) dari total anggaran Rp. 6.493.772.800,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,70%, yakni :.
1) Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 6.269.382.381,- (99,75%) dari total anggaran
Rp. 6.285.232.800,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,75%. Jumlah
kendaraan dinas operasional roda dua yang diserahkan kepada
masyarakat/pihak ketiga sebanyak 314 unit motor dan kendaraan operasional
Badan PMPD sebanyak 2 unit mobil.
2) Pengadaan Meubeleur dengan realisasi anggaran belanja langsung pada
kegiatan ini Rp. 61.694.000,- (97,93%) dari total anggaran Rp.
63.000.000,-dengan realisasi fisik kegiatan 97,64%. Pengadaan mebeleur ini meliputi
sebanyak 1 unit, pengadaan meja kerja 1/2 biro sebanyak 11 unit, pengadaan
kursi kerja sebanyak 11 unit.
3) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 30.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.
30.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.
4) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional dengan realisasi
anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 108.540.000,- (98,19%) dari
total anggaran Rp. 110.540.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,14%. 5) Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur dengan realisasi anggaran belanja
langsung pada kegiatan ini Rp. 5.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.
5.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99.07%.
7. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan sebanyak 2 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 67.760.000,- (98,80%) dari total anggaran Rp. 70.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 96,08%, yakni :
1) Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
20.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 20.000.000,- dengan realisasi
fisik kegiatan 100%.
2) Penyusunan Laporan Renstra, Renja, Lakip dan IKU Tapkin SKPD dengan
realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.
47.760.000,-(95,52%) dari total anggaran Rp. 50.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan
94,51%.
1) Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 38.610.000,- (96,53%) dari total
anggaran Rp. 40.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 96,53%. Pengadaan
ini meliputi pengadaan pakaian dinas harian sebanyak 78 stel.
2) Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu dengan realisasi anggaran
belanja langsung pada kegiatan ini Rp.63.580.000,- (97,07%) dari total
anggaran Rp. 65.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,07%. Pengadaan
ini meliputi pakaian olahraga sebanyak 68 stel dan pengadaan pakaian kerja
lapangan sebanyak 68 stel.
9. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, sebanyak 1 kegiatan yakni Pendidikan dan Pelatihan Formal dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program dan kegiatan ini Rp. 23.600.000,- (67,43%) dari total anggaran Rp. 35.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 67,43%.
Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan
masyarakat desa selama periode Renstra ditunjukkan dengan tingkat capaian kinerja
yang sesuai dengan target yang ditetapkan setiap tahun dalam dokumen perencanaan.
Target kinerja yang ditetapkan setiap tahun merupakan parameter keberhasilan
pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun yang bersangkutan dalam 5 tahun periode
Renstra.
Secara umum beberapa faktor penyebab tidak tercapainya target kinerja
program adalah :
1. Adanya pegawai yang belum mengikuti bimtek/pelatihan sesuai dengan tugas
2. Tertundanya sebagian kegiatan karena belum terpetakannya jadwal kegiatan
dalam pencapaian target kinerja.
Implikasi yang timbul dari realisasi kegiatan yang tidak memenuhi target
kinerja yang ditetapkan adalah penyerapan dana yang tidak optimal sehingga
menyebabkan kurang efektifnya sistem perencanaan dan penganggaran dalam Renstra
SKPD. Oleh karena itu diperlukan kebijakan atau perencanaan yang strategis dalam
menyikapi hal tersebut, dengan melibatkan SKPD dan stake holder dalam merumuskan
program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada setiap tahun perencanaan.
Selain itu juga, tidak tercapainya target kinerja program berimplikasi
terhadap target kinerja sasaran dan kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan
sasaran RPJMD yang telah ditetapkan dalam RENSTRA.
Beberapa kebijakan/tindakan perencanaan dan pengganggaran yang perlu
diambil untuk faktor penyebab adalah sebagai berikut :
1. Perubahan target capaian kinerja akhir periode RENSTRA;
2. Perubahan parameter penilai prioritas kegiatan;
3. Efisiensi alokasi belanja;
4. Penambahan alokasi pagu anggaran.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kabupaten Ogan Komering Ilir dicapai dengan melaksanakan seluruh program yang
diamanatkan RPJMD Ogan Komering Ilir kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
kepada masyarakat sesuai bidang urusan yang dilimpahkan Pemerintah Kabupaten
Ogan Komering Ilir kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
Indikator kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir terletak pada sasaran pembangunan
dalam renstra. Indikator kinerja pelayanan merupakan indikator kinerja yang bersifat
hasil (outcome) dan menggambarkan indikator kinerja program-program yang
dilaksanakan dalam mencapai sasaran pembangunan dimaksud. Indikator kinerja
pelayanan ini dapat berupa indikator kinerja kunci (IKK) maupun indikator yang
dikreasikan guna mengukur tingkat layanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Analisis pencapaian kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir disajikan pada Tabel 2.1. Termasuk
dalam analisis tersebut adalah proyeksi kinerja pelayanan tahun rencana dan satu tahun
Berdasarkan data pada tabel 2.1 mengenai pencapaian kinerja pelayanan
BPMPD Kabupaten OKI terlihat bahwa hampir semua target indikator kinerja tercapai,
namun terdapat satu indikator kinerja yang tidak mencapai target yaitu indikator kinerja
persentase aparatur yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Tidak tercapainya target
indikator kinerja ini pada Tahun 2015 karena adanya pegawai yang belum mengikuti
bimtek/pelatihan sesuai dengan tugas serta jabatan yang ada.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir
Dalam pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dihadapkan pada
beberapa permasalahan, terutama permasalahan terkait pelayanan sebagaimana
disajikan pada tabel 2.1, dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Masih kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di
bidang teknis;
2. Masih terbatasnya sarana dan prasarana yang memadai baik untuk pelaksanaan
operasional pekerjaan di kantor maupun di lapangan;
3. Pelaksanaan Perubahan Anggaran yang mendekati akhir tahun anggaran sehingga
jadwal kegiatan yang belum terselesaikan menumpuk di akhir tahun.
Permasalahan tersebut bila tidak segera ditangani dengan tepat dapat
mempengaruhi pencapaian visi dan misi Bupati Ogan Komering Ilir dan terhadap
capaian program nasional di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal ini terkait
dengan capaian indikator kinerja yang ditetapkan dalam RPJMD yang pelaksanaannya
Tantangan (treaths) yang dihadapi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam pengembangan pelayanan
tahun 2016, antara lain sebagai berikut :
a. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan Masyarakat
dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang teknis; b. Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai baik untuk pelaksanaan
operasional pekerjaan di kantor maupun di lapangan;
c. Perubahan Anggaran yang mendekati akhir tahun anggaran mengakibatkan jadwal
kegiatan yang belum terselesaikan menumpuk di akhir tahun.
Peluang-peluang (opportunities) pengembangan pelayanan tahun 2016 di
lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan
Komering Ilir, antara lain sebagai berikut :
1. Pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki Badan
Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang
teknis;
2. Peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan operasional
pekerjaan di kantor maupun di lapangan;
3. Perencanaan kegiatan yang baik sehingga semua kegiatan dapat terselesaikan
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Sesuai uraian singkat tersebut di atas, isu penting yang strategis untuk
ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun 2016 adalah
peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan
Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang teknis, peningkatan
maupun di lapangan serta perencanaan kegiatan yang baik untuk dilaksanakan pada
tahun 2016.
2.4. Review terhadap (Rancangan Awal) RKPD
Penyusunan rancangan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir mengacu pada kerangka arahan
yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD. Oleh karena itu, penyusunan rancangan
RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan
Komering Ilir dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan penyusunan rancangan
awal RKPD, dengan fokus melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi
eksisting SKPD, evaluasi pelaksanaan RKT SKPD tahun-tahun sebelumnya dan
evaluasi kinerja terhadap pencapaian Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Telaahan teradap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan
antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis
kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dan
tingkat kinerja yang dicapai oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan arahan Bupati Ogan Komering Ilir terkait
prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD
berdasarkan rancangan awal RKPD.
Review terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi
prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tolak ukur atau
program/kegiatan untuk Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Tabel 2.2 berikut memberikan gambaran identifikasi program dan kegiatan
prioritas yang tercantum di dalam rancangan awal RKPD dibandingkan dengan
rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis
Rancangan awal dari RKT 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa meliputi 9 Program dan 47 Kegiatan. Berdasarkan tabel 2.2, terlihat
Kabupaten Ogan Komering Ilir terakomodir dalam hasil analisis kebutuhan SKPD.
Selain itu juga, pagu indikatif pada rancangan awal RKPD Kabupaten Ogan Komering
Ilir nilainya sama dengan pagu indikatif pada hasil analisis kebutuhan SKPD. Adapun
yang mengalami perubahan adalah nama kegiatan, indikator kinerja dan juga target
capaian, perubahan ini disesuaikan dalam hasil analisis kebutuhan SKPD.
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Berdasarkan inventarisasi usulan-usulan program/kegiatan dari masyarakat,
dilakukan penyesuaian dengan nomenklatur program/kegiatan yang berlaku. Kemudian
dilakukan penelitian kelengkapan informasi dari usulan, terutama mengenai jenis
kegiatan, indikator kinerja, lokasi, dan besaran volume kegiatan, bila perlu dilakukan
konfirmasi atau diberi catatan untuk dikonfirmasikan dengan hasil analisis kebutuhan
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering
Ilir.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan
Komering Ilir memeriksa apakah usulan program/kegiatan tersebut sesuai dengan
isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. Rekapitulasi usulan
program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering
Ilir disajikan dalam Tabel 2.3 berikut. Berdasarkan tabel 2.3 diketahui usulan program
dari pemangku kepentingan tahun 2015 Perubahan terdiri dari 4 program dan 23
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
Sesuai dengan tema RKP Nasional Tahun 2016 “Mempercepat Pembangunan
Infrastruktur untuk Memperkuat Fondasi Pembangunan yang Berkualitas”, maka
sasaran utama pembangunan nasional yang harus dicapai pada akhir tahun 2016 antara
lain yaitu:
1. Pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 sampai dengan 6,2 persen.
2. Penurunan angka pengangguran menjadi 5,2 sampai dengan 5,5 persen.
3. Penurunan angka kemiskinan menjadi 9 sampai dengan 10 persen.
4. Laju inflasi sebesar 3 sampai dengan 5 persen.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah menyesuaikan target
pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, angka kemiskinan dan laju inflasi
daerah dengan mengacu pada sasaran pembangunan nasional tersebut di atas.
Adapun prioritas pembangunan nasional yang ditetapkan dalam RPJMN 2015–
2019 yang harus disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah dalam menyusun
RKPD dan RKT SKPD tahun 2016, sebagai berikut:
1. Reformasi birokrasi dan tata kelola.
2. Pendidikan.
3. Kesehatan.
4. Penanggulangan kemiskinan.
5. Ketahanan pangan.
6. Infrastruktur.
7. Iklim investasi dan iklim usaha.
8. Energi.
9. Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.
10. Daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik.
12. 3 (tiga) bidang lainnya yaitu (1) bidang politik; hukum dan keamanan; (2) bidang
perekonomian; dan (3) bidang kesejahteraan rakyat.
Tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kabupaten Ogan Komering Ilir bersesuaian dengan prioritas pembangunan nasional
yaitu reformasi birokrasi dan tata kelola; pendidikan; kesehatan; penanggulangan
kemiskinan; ekonomi kreatif dan inovasi teknologi; bidang perekonomian dan bidang
kesejahteraan rakyat. Hal ini diindikasikan dengan pelaksanakan program Peningkatan
Keberdayaan Masyarakat Perdesaan; Program Pengembangan Lembaga Ekonomi
Perdesaan; Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa dan
Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan penetapan indikator
kinerja utama yaitu jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM); swadaya
masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat; PKK aktif; posyandu aktif;
tingkat pemenuhan administrasi bantuan keuangan kepada pemerintahan
desa/kelurahan; persentase aparatur desa terlatih; tingkat pemenuhan jasa administrasi
perkantoran; tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur; laporan keuangan dan
kinerja yang disampaikan tepat waktu; tingkat disiplin aparatur dan persentase aparatur
yang mempunyai kompetensi di bidangnya.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi, maka ditetapkan tujuan yang ingin
dicapai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Ogan
Komering Ilir pada tahun 2016 yaitu :
1. Mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa; 2. Meningkatkan kinerja aparatur.
Dalam upaya mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, maka ditetapkan
sasaran yang akan diwujudkan yaitu :
1. Meningkatnya keberdayaan masyarakat dan lembaga ekonomi perdesaan melalui
partisipasi masyarakat;
2. Meningkatnya kapasitas aparatur pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan; 3. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran;
4. Meningkatnya kualitas aparatur.
3.3. Program dan Kegiatan
Berdasarkan tingkat urgensi dan relevansinya, yang disesuaikan dengan
kebutuhan dan kemampuan untuk memecahkan isu-isu penting terkait penyelenggaraan
tugas dan fungsi SKPD dalam pembangunan daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir,
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering
Ilir pada tahun 2016 (tahun rencana) telah merumuskan program dan kegiatan sesuai
dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2016. Program dan kegiatan tersebut
merupakan hasil penyesuaian antara identifikasi kebutuhan program dan kegiatan
berdasarkan hasil analisis dengan arahan prioritas program dan kegiatan SKPD menurut
rancangan awal RKPD, serta mempertimbangkan hasil telaahan kebijakan nasional.
Perumusan program dan kegiatan telah mempertimbangkan hasil identifikasi
kebutuhan program dan kegiatan untuk prakiraan maju pada tahun 2017 (tahun sesudah
prakiraan maju dengan mempertimbangkan kemungkinan angka inflasi. Rumusan
BAB IV
PENUTUP
Rencana Kinerja Tahunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2016 merupakan dokumen perencanaan
tahunan sebagai pedoman penyusunan kebijakan umum anggaran dan penetapan plafon
anggaran program dan kegiatan tahun 2016. Pencapaian target pelayanan Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir
tidak akan tercapai tanpa dukungan seluruh aparatur Badan Pemberdayaan Masyarakat
dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir. Keberhasilan dalam
pelaksanaan RKT sangat ditentukan oleh kinerja dari seluruh staf dalam melaksanakan
tugas pokok, fungsi dan peran masing-masing secara optimal.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk bagi seluruh
lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam