• Tidak ada hasil yang ditemukan

03_Uraian_RKT 2016.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "03_Uraian_RKT 2016.docx"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Berdasarkan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah

(RENSTRA-SKPD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten

Ogan Komering Ilir Tahun 2014-2019, maka sebagai penjabaran operasional yang lebih

konkrit dari perencanaan tersebut BPMPD Kabupaten OKI menyusun Rencana Kinerja

Tahunan (RKT) Tahun 2016.

Pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan

bagian integral dari pembangunan Propinsi Sumatera Selatan yang Transparan dan

Akuntabel sesuai dengan prinsis-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan,

berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan,

bertanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan yang harus dapat

mengakomodir tuntutan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Rencana Kinerja Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKT-SKPD)

BPMPD Kabupaten OKI Tahun 2016 sebagai dokumen rencana pembangunan jangka

pendek, RKT SKPD BPMPD Kabupaten OKI Tahun 2016, berisikan tentang kebijakan,

program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016.

1.2. Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah:

1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 01 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

(2)

3. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan

Negara;

4. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

5. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional (RPJMN);

6. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan

Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan

Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan

Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat

Daerah;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

(3)

Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri atas Nomor 13

Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2012 tentang Pedoman

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,

Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 01 Tahun 2014 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ogan

Komering Ilir Tahun 2014-2019;

17. Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 19 Tahun 2014 tentang Rencana Strategis

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan

Komering Ilir Tahun 2014-2019;

18. Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Nomor 09 Tahun 2016 tentang Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan

Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering

Ilir Tahun 2016.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ini adalah menyediakan

tolak ukur pelaksanaan pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk periode satu tahun, yaitu

tahun 2016, yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang

dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan

(4)

Tujuan dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2016 adalah:

1. Menjabarkan RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Renstra Badan

Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Tahun 2014-2019 ke dalam

rencana pembangunan tahunan;

2. Menyediakan pedoman penyusunan kebijakan umum anggaran dan penetapan

plafon anggaran program dan kegiatan tahun 2016.

1.4. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Tahun 2016, yaitu:

Berisikan evaluasi pelaksanaan RKT SKPD tahun 2015 dan capaian renstra,

analisis kinerja pelayanan, isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, review terhadap

rancangan awal RKPD dan penelaahan usulan program dan kegiatan

masyarakat.

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Berisi telaahan terhadap kebijakan nasional, tujuan dan sasaran RKT, dan

rumusan rencana program dan kegiatan.

BAB IV PENUTUP

Memuat kaidah pelaksanaan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa.

(5)

EVALUASI PELAKSANAAN RKT BADAN PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA TAHUN 2015

2.1. Evaluasi Pelaksanaan RKT Tahun 2015 dan Capaian Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab OKI

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan

Komering Ilir menyelenggarakan pemerintahan pada urusan wajib bidang

pemberdayaan masyarakat desa. Sesuai RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun

2014-2019, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

menyelenggarakan lima program pembangunan. Setiap program selanjutnya disusunkan

kegiatan-kegiatan yang mendukung. Program dan kegiatan tersebut diselenggarakan

dalam rangka menunaikan tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa sebagai satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Ogan Komering

Ilir.

Untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam

renstra, setiap program dan kegiatan dibebani suatu indikator kinerja. Program dibebani

indikator kinerja yang bersifat hasil (outcome) sedangkan kegiatan dibebani indikator

kinerja yang bersifat keluaran (output). Target capaian kinerja ditetapkan dalam renstra

untuk lima tahun dan dijabarkan dalam target kinerja tahunan dalam RKT.

Rencana Kinerja Tahunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan

Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir memuat review hasil evaluasi pelaksanaan RKT

Tahun 2015. Pada tahun 2015, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan

Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir telah merencanakan 9 (sembilan) program 48

(empat puluh delapan) kegiatan yang didukung APBD sebesar 13.269.220.000 (tiga

belas milyar dua ratus enam puluh sembilan juta dua ratus dua puluh ribu rupiah), yang

(6)

tujuh) kegiatan dengan anggaran bertambah menjadi 13.669.420.000 (tiga belas milyar

enam ratus enam puluh sembilan juta empat ratus dua puluh ribu rupiah) dalam APBD

Perubahan Tahun 2015.

Dari 9 (sembilan) progam 47 (empat puluh tujuh) kegiatan pada Badan

Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dapat digambarkan pelaksanaan

masing-masing program/kegiatan, antara lain:

1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan terdapat 7 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 3.168.889.000 (96,65%) dari total anggaran Rp. 3.278.794.000,- dengan realisasi fisik program 96,22%, antara lain :

1) Kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

892.390.000,- (99,19%) dari total anggaran Rp. 899.710.000,- dengan

realisasi fisik kegiatan 99,16%. Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada

kegiatan Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan

terdiri dari Pokja I, Pokja II, Pokja III dan Pokja IV.

2) Kegiatan Pembinaan Administrasi Proyek PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM

MP) dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

661.030.000,- (90,19%) dari total anggaran Rp. 732.900.000,- dengan

realisasi fisik kegiatan 89,82%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 Kecamatan

yakni Kecamatan Air Sugihan, Kecamatan Cengal, Kecamatan Jejawi,

Kecamata Lempuing, Kecamatan Lempuing Jaya, Kecamatan Mesuji,

Kecamatan Mesuji Makmur, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kecamatan

Pedamaran Timur, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kecamatan Sungai

Menang, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kecamatan Teluk Gelam, Kecamatan

(7)

3) Kegiatan Pembinaan Administrasi Proyek PNPM Mandiri Perdesaan

Generasi (PNPM MPd Generasi) dengan realisasi anggaran belanja langsung

pada kegiatan ini Rp. 169.265.000,- (84,86%) dari total anggaran

Rp.199.470.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 80,56%. Kegiatan ini

dilaksanakan di 8 Kecamatan yakni Kecamatan Cengal, Kecamatan Jejawi,

Kecamatan Lempuing, Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Makmur,

Kecamatan Sungai Menang, Kecamatan Tanjung Lubuk dan Kecamatan

Teluk Gelam.

4) Kegiatan Pembinaan Pemilihan Kepala Desa dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 1.045.500.000,- (100%) dari total

anggaran Rp. 1.045.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,77%. Dalam

kegiatan ini terbentuk panitia Pilkades sebanyak 163 desa, terlaksananya

pemilihan kepala desa di 158 desa serta adanya kepala desa definitif di 158

desa. Terdapat 5 desa yang gagal mengikuti pemilihan kepala desa serentak

dikarenakan tidak ada calon atau calon tunggal.

5) Kegiatan Pendataan Profil Desa dan Profil Kelurahan dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 149.714.000,- (100%) dari

total anggaran Rp.149.714.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

Pendataan profil desa dan profil kelurahan dilaksanakan di 321

desa/kelurahan.

6) Kegiatan Sekretariat Pokjanal Posyandu dan Lomba Posyandu dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

250.990.000,-(99,80%) dari total anggaran Rp.251.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan

99,80%. Adapun pemenang pertama yaitu posyandu Wijaya Kusuma Desa

Terate Kecamatan Sirah Pulau Padang, pemenang kedua yaitu posyandu

(8)

posyandu Mawar Desa Mekar Wangi Kecamatan Mesuji, pemenang harapan

pertama yaitu posyandu Mawar Desa Pangarayan Kecamatan Tanjung Lubuk,

pemenang harapan kedua yaitu posyandu Boegenvil Desa Lubuk Makmur

Kecamatan Lempuing Jaya dan pemenang harapan ketiga posyandu Tongkol

Desa Ulak Tembaga Kecamatan Jejawi. Pemenang pertama diikutsertakan

dalam lomba posyandu tingkat propinsi, berdasarkan Keputusan Gubernur

Sumatera Selatan Nomor: 921/KPTS/DINKES/2015 tentang Pemenang

Lomba Desa dan Kelurahan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Lomba

Posyandu Berprestasi Tingkat Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2015,

Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan pemenang I Lomba Posyandu

Desa Tingkat Propinsi yaitu Posyandu Wijaya Kusuma II Desa Terate

Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir.

2. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan terdapat 1 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 55.480.000,- (95,99%) dari total anggaran Rp. 57.800.000,- dengan realisasi fisik program 95,99%, yakni :

1) Pelatihan Keterampilan Manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

55.480.000,- (95,99%) dari total anggaran Rp. 57.800.000,- dengan realisasi

fisik kegiatan 95,99%. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan

pengetahuan bagi kepala desa dan perangkat desa serta BPD sehingga dapat

mengerti dalam tata cara pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Peserta

terdiri dari kepala desa, sekretaris desa dan ketua BPD dengan rincian sebagai

berikut:

1. Kecamatan Mesuji Makmur diikuti oleh 20 desa dengan jumlah peserta

(9)

2. Kecamatan Cengal diikuti oleh 17 desa dengan jumlah peserta pelatihan

sebanyak 51 orang;

3. Kecamatan Sungai Menang diikuti oleh 18 desa dengan jumlah peserta

pelatihan sebanyak 54 orang;

4. Kecamatan Pedamaran Timur diikuti oleh 7 desa dengan jumlah peserta

pelatihan sebanyak 21 orang.

3. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa terdapat 11 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 1.904.468.900,- (99,12%) dari total anggaran Rp. 1.921.436.000,- dengan realisasi fisik program 98,30%, yakni :

1) Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Hasil Produksi dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 97.930.000,- (98,18%) dari

total anggaran Rp. 99.750.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,18%.

Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Propinsi dilaksanakan di

Kabupaten Musi Banyuasin dan Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG)

tingkat nasional dilaksanakan di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.

2) Sekretariat Alokasi Dana Desa dengan realisasi anggaran belanja langsung

pada kegiatan ini Rp. 346.750.000,- (99,32%) dari total anggaran

Rp.349.120.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,32%. Pelaksanaan

sekretariat alokasi dana desa dilaksanakan di 18 kecamatan.

3) Pelaksanaan Perlombaan Desa se-Kabupaten dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 229.222.000,- (100%) dari total

anggaran Rp. 229.222.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%. Adapun

pemenang pertama yaitu Desa Makarti Mulya Kecamatan Mesuji, pemenang

kedua yaitu Desa Ciptasari Kecamatan Mesuji Raya, pemenang ketiga yaitu

Desa Ulak Kemang Baru Kecamatan Pampangan, pemenang harapan pertama

(10)

yaitu Desa Tegal Sari Kecamatan Mesuji Makmur dan pemenang harapan

ketiga yaitu Desa Kota Bumi Kecamatan Tanjung Lubuk.

4) Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 249.544.000,- (100%) dari

total anggaran Rp. 249.544.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat

propinsi dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim dan Kegiatan Bulan Bhakti

Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat nasional dilaksanakan di

Propinsi Sulawesi Utara.

5) Pelaksanaan Lomba 10 Program Pokok PKK dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 183.710.000,- (99,48%) dari total

anggaran Rp. 184.670.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,48%.

Pemenang pertama yaitu Desa Jejawi Kecamatan Jejawi, pemenang kedua

yaitu Desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam, pemenang ketiga yaitu

Desa Ujung Tanjung Kecamatan Tulung Selapan, pemenang harapan pertama

yaitu Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang, pemenang

harapan kedua yaitu Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran, pemenang

harapan ketiga yaitu Desa Batu Ampar Baru Kecamatan Sirah Pulau Padang. 6) Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS)

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.153.995.000,- (99,70%) dari total anggaran Rp. 154.460.000,- dengan

realisasi fisik kegiatan 99,70%. Pemenang pertama yaitu Desa Kota Bumi

Kecamatan Tanjung Lubuk, pemenang kedua yaitu Desa Bumi Harapan

Kecamatan Teluk Gelam dan pemenang ketiga yaitu Desa Lubuk Ketepeng

Kecamatan Jejawi.

7) Pemasyarakatan, Pemanfaatan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna

(11)

Rp.133.567.000,- (99,74%) dari total anggaran Rp. 133.917.000,- dengan

realisasi fisik kegiatan 99,65%. Pada kegiatan ini mengikutsertakan 5 orang

dalam pelatihan pembuatan asap cair di posyantek Mitra Mandiri Kecamatan

Cimaung Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat.

8) Pemberdayaan Masyarakat Desa Penerima Program PAMSIMAS dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

114.604.000,-(97,01%) dari total anggaran Rp. 118.140.000,- dengan realisasi fisik kegiatan

96,75%. Kegiatan ini melakukan bimbingan teknis kepada 2 orang pengurus

BPSPAM dari 10 desa.

9) Penilaian Pasar Desa Tingkat Kabupaten dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 72.815.000,- (98,51%) dari total anggaran Rp.

73.915.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,51%. Adapun pemenang

pertama yaitu Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan,

pemenang kedua yaitu Desa Sinar Harapan Mulya Kecamatan Teluk Gelam

dan pemenang ketiga yaitu Desa Sumber Agung Kecamatan Lempuing. 10) Pemantapan Desa Persiapan Menjadi Desa Definitif dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 169.271.900,- (98,47%) dari

total anggaran Rp. 171.908.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,47%. 11) Pemantauan dan Administrasi Dana Desa Yang Bersumber dari APBN dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

153.060.000,-(97,62%) dari total anggaran Rp. 156.790.000,- dengan realisasi fisik

kegiatan 87,88%.

4. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa terdapat 3 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 832.176.200,- (99,42%) dari total anggaran Rp. 837.057.200,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,53%, yakni:

1) Bimtek/Pelatihan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dengan realisasi

(12)

total anggaran Rp. 408.795.200,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,54%.

Bimtek/pelatihan ini diikuti oleh aparatur Kecamatan (camat, sekretaris camat

dan kasi pemerintahan) di 18 Kecamatan dan 314 Kepala Desa dengan materi

pokok Undang-Undang Desa.

2) Penyusunan Pedoman dan Asistensi Pengelolaan Keuangan Desa dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

276.012.000,-(99,19%) dari total anggaran Rp. 278.262.000,- dengan realisasi fisik

kegiatan 99,19%. Kegiatan ini diikuti oleh 314 orang sekretaris desa.

3) Pembinaan Penyaluran Bantuan Keuangan Pemerintahan Desa/Kelurahan

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini

Rp.150.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 150.000.000,- dengan

realisasi fisik kegiatan 100%.

5. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran sebanyak 16 kegiatandengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 675.880.000,-(77,68%) dari total anggaran Rp. 870.060.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 86,93%, yakni :

1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat dengan realisasi anggaran belanja langsung

pada kegiatan ini Rp. 1.500.000,- (100%) dari total anggaran

Rp.1.500.000,-dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 71.240.000,- (63,36%) dari

total anggaran Rp. 112.440.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 57,61%. 3) Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 35.000.000,- (100%) dari total

anggaran Rp. 35.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 39,79%. Sisa

anggaran Kegiatan Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah sudah

(13)

4) Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/ Operasional

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

9.000.000,-(80,36%) dari total anggaran Rp. 11.200.000,- dengan realisasi fisik kegiatan

53,73%.

5) Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 151.100.000,- (97,81%) dari total anggaran

Rp. 154.480.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,81%.

6) Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 13.800.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

13.800.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

anggaran Rp. 17.775.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

9) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 5.200.000,- (100%)

dari total anggaran Rp. 5.200.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%. 10) Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 166.710.000,- (99,83%) dari total

anggaran Rp. 167.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,11%.

11) Penyediaan Peralatan Rumah Tangga dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 5.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

5.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

12) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

17.800.000,-(100%) dari total anggaran Rp. 17.800.000,- dengan realisasi fisik kegiatan

(14)

13) Penyediaan makanan dan minuman dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 8.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

8.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

14) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 163.000.000,- (84,68%) dari

total anggaran Rp. 192.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 84,68%. 15) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 45.000.000,- (100%) dari

total anggaran Rp. 45.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,89%. 16) Penyediaan Jasa tenaga pendukung administrasi/teknis pelayanan kegiatan

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

53.700.000,- (98,35%) dari total anggaran Rp. 54.600.000,- dengan realisasi

fisik kegiatan 98,35%.

6. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, sebanyak 5 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 6.474.616.381,- (99,71%) dari total anggaran Rp. 6.493.772.800,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,70%, yakni :.

1) Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 6.269.382.381,- (99,75%) dari total anggaran

Rp. 6.285.232.800,- dengan realisasi fisik kegiatan 99,75%. Jumlah

kendaraan dinas operasional roda dua yang diserahkan kepada

masyarakat/pihak ketiga sebanyak 314 unit motor dan kendaraan operasional

Badan PMPD sebanyak 2 unit mobil.

2) Pengadaan Meubeleur dengan realisasi anggaran belanja langsung pada

kegiatan ini Rp. 61.694.000,- (97,93%) dari total anggaran Rp.

63.000.000,-dengan realisasi fisik kegiatan 97,64%. Pengadaan mebeleur ini meliputi

(15)

sebanyak 1 unit, pengadaan meja kerja 1/2 biro sebanyak 11 unit, pengadaan

kursi kerja sebanyak 11 unit.

3) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 30.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

30.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 100%.

4) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional dengan realisasi

anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 108.540.000,- (98,19%) dari

total anggaran Rp. 110.540.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 98,14%. 5) Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur dengan realisasi anggaran belanja

langsung pada kegiatan ini Rp. 5.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp.

5.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 99.07%.

7. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan sebanyak 2 kegiatan dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program ini Rp. 67.760.000,- (98,80%) dari total anggaran Rp. 70.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 96,08%, yakni :

1) Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

dengan realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

20.000.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 20.000.000,- dengan realisasi

fisik kegiatan 100%.

2) Penyusunan Laporan Renstra, Renja, Lakip dan IKU Tapkin SKPD dengan

realisasi anggaran belanja langsung pada kegiatan ini Rp.

47.760.000,-(95,52%) dari total anggaran Rp. 50.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan

94,51%.

(16)

1) Pengadaan Pakaian Dinas beserta perlengkapannya dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp. 38.610.000,- (96,53%) dari total

anggaran Rp. 40.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 96,53%. Pengadaan

ini meliputi pengadaan pakaian dinas harian sebanyak 78 stel.

2) Pengadaan Pakaian khusus hari-hari tertentu dengan realisasi anggaran

belanja langsung pada kegiatan ini Rp.63.580.000,- (97,07%) dari total

anggaran Rp. 65.500.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 97,07%. Pengadaan

ini meliputi pakaian olahraga sebanyak 68 stel dan pengadaan pakaian kerja

lapangan sebanyak 68 stel.

9. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, sebanyak 1 kegiatan yakni Pendidikan dan Pelatihan Formal dengan realisasi anggaran belanja langsung pada program dan kegiatan ini Rp. 23.600.000,- (67,43%) dari total anggaran Rp. 35.000.000,- dengan realisasi fisik kegiatan 67,43%.

Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan

masyarakat desa selama periode Renstra ditunjukkan dengan tingkat capaian kinerja

yang sesuai dengan target yang ditetapkan setiap tahun dalam dokumen perencanaan.

Target kinerja yang ditetapkan setiap tahun merupakan parameter keberhasilan

pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun yang bersangkutan dalam 5 tahun periode

Renstra.

Secara umum beberapa faktor penyebab tidak tercapainya target kinerja

program adalah :

1. Adanya pegawai yang belum mengikuti bimtek/pelatihan sesuai dengan tugas

(17)

2. Tertundanya sebagian kegiatan karena belum terpetakannya jadwal kegiatan

dalam pencapaian target kinerja.

Implikasi yang timbul dari realisasi kegiatan yang tidak memenuhi target

kinerja yang ditetapkan adalah penyerapan dana yang tidak optimal sehingga

menyebabkan kurang efektifnya sistem perencanaan dan penganggaran dalam Renstra

SKPD. Oleh karena itu diperlukan kebijakan atau perencanaan yang strategis dalam

menyikapi hal tersebut, dengan melibatkan SKPD dan stake holder dalam merumuskan

program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada setiap tahun perencanaan.

Selain itu juga, tidak tercapainya target kinerja program berimplikasi

terhadap target kinerja sasaran dan kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan

sasaran RPJMD yang telah ditetapkan dalam RENSTRA.

Beberapa kebijakan/tindakan perencanaan dan pengganggaran yang perlu

diambil untuk faktor penyebab adalah sebagai berikut :

1. Perubahan target capaian kinerja akhir periode RENSTRA;

2. Perubahan parameter penilai prioritas kegiatan;

3. Efisiensi alokasi belanja;

4. Penambahan alokasi pagu anggaran.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Kabupaten Ogan Komering Ilir dicapai dengan melaksanakan seluruh program yang

diamanatkan RPJMD Ogan Komering Ilir kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

(18)

kepada masyarakat sesuai bidang urusan yang dilimpahkan Pemerintah Kabupaten

Ogan Komering Ilir kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.

Indikator kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir terletak pada sasaran pembangunan

dalam renstra. Indikator kinerja pelayanan merupakan indikator kinerja yang bersifat

hasil (outcome) dan menggambarkan indikator kinerja program-program yang

dilaksanakan dalam mencapai sasaran pembangunan dimaksud. Indikator kinerja

pelayanan ini dapat berupa indikator kinerja kunci (IKK) maupun indikator yang

dikreasikan guna mengukur tingkat layanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Analisis pencapaian kinerja pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir disajikan pada Tabel 2.1. Termasuk

dalam analisis tersebut adalah proyeksi kinerja pelayanan tahun rencana dan satu tahun

(19)
(20)
(21)

Berdasarkan data pada tabel 2.1 mengenai pencapaian kinerja pelayanan

BPMPD Kabupaten OKI terlihat bahwa hampir semua target indikator kinerja tercapai,

namun terdapat satu indikator kinerja yang tidak mencapai target yaitu indikator kinerja

persentase aparatur yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Tidak tercapainya target

indikator kinerja ini pada Tahun 2015 karena adanya pegawai yang belum mengikuti

bimtek/pelatihan sesuai dengan tugas serta jabatan yang ada.

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir

Dalam pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya Badan Pemberdayaan

Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dihadapkan pada

beberapa permasalahan, terutama permasalahan terkait pelayanan sebagaimana

disajikan pada tabel 2.1, dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Masih kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan

Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di

bidang teknis;

2. Masih terbatasnya sarana dan prasarana yang memadai baik untuk pelaksanaan

operasional pekerjaan di kantor maupun di lapangan;

3. Pelaksanaan Perubahan Anggaran yang mendekati akhir tahun anggaran sehingga

jadwal kegiatan yang belum terselesaikan menumpuk di akhir tahun.

Permasalahan tersebut bila tidak segera ditangani dengan tepat dapat

mempengaruhi pencapaian visi dan misi Bupati Ogan Komering Ilir dan terhadap

capaian program nasional di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal ini terkait

dengan capaian indikator kinerja yang ditetapkan dalam RPJMD yang pelaksanaannya

(22)

Tantangan (treaths) yang dihadapi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam pengembangan pelayanan

tahun 2016, antara lain sebagai berikut :

a. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan Masyarakat

dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang teknis; b. Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai baik untuk pelaksanaan

operasional pekerjaan di kantor maupun di lapangan;

c. Perubahan Anggaran yang mendekati akhir tahun anggaran mengakibatkan jadwal

kegiatan yang belum terselesaikan menumpuk di akhir tahun.

Peluang-peluang (opportunities) pengembangan pelayanan tahun 2016 di

lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan

Komering Ilir, antara lain sebagai berikut :

1. Pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki Badan

Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang

teknis;

2. Peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan operasional

pekerjaan di kantor maupun di lapangan;

3. Perencanaan kegiatan yang baik sehingga semua kegiatan dapat terselesaikan

sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Sesuai uraian singkat tersebut di atas, isu penting yang strategis untuk

ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun 2016 adalah

peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki Badan Pemberdayaan

Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di bidang teknis, peningkatan

(23)

maupun di lapangan serta perencanaan kegiatan yang baik untuk dilaksanakan pada

tahun 2016.

2.4. Review terhadap (Rancangan Awal) RKPD

Penyusunan rancangan RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir mengacu pada kerangka arahan

yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD. Oleh karena itu, penyusunan rancangan

RKT Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan

Komering Ilir dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan penyusunan rancangan

awal RKPD, dengan fokus melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi

eksisting SKPD, evaluasi pelaksanaan RKT SKPD tahun-tahun sebelumnya dan

evaluasi kinerja terhadap pencapaian Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Telaahan teradap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan

antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis

kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra Badan

Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dan

tingkat kinerja yang dicapai oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan

Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan arahan Bupati Ogan Komering Ilir terkait

prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD

berdasarkan rancangan awal RKPD.

Review terhadap rancangan awal RKPD, meliputi kegiatan identifikasi

prioritas program dan kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tolak ukur atau

(24)

program/kegiatan untuk Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Tabel 2.2 berikut memberikan gambaran identifikasi program dan kegiatan

prioritas yang tercantum di dalam rancangan awal RKPD dibandingkan dengan

rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)

Rancangan awal dari RKT 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintahan Desa meliputi 9 Program dan 47 Kegiatan. Berdasarkan tabel 2.2, terlihat

(33)

Kabupaten Ogan Komering Ilir terakomodir dalam hasil analisis kebutuhan SKPD.

Selain itu juga, pagu indikatif pada rancangan awal RKPD Kabupaten Ogan Komering

Ilir nilainya sama dengan pagu indikatif pada hasil analisis kebutuhan SKPD. Adapun

yang mengalami perubahan adalah nama kegiatan, indikator kinerja dan juga target

capaian, perubahan ini disesuaikan dalam hasil analisis kebutuhan SKPD.

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Berdasarkan inventarisasi usulan-usulan program/kegiatan dari masyarakat,

dilakukan penyesuaian dengan nomenklatur program/kegiatan yang berlaku. Kemudian

dilakukan penelitian kelengkapan informasi dari usulan, terutama mengenai jenis

kegiatan, indikator kinerja, lokasi, dan besaran volume kegiatan, bila perlu dilakukan

konfirmasi atau diberi catatan untuk dikonfirmasikan dengan hasil analisis kebutuhan

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering

Ilir.

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan

Komering Ilir memeriksa apakah usulan program/kegiatan tersebut sesuai dengan

isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. Rekapitulasi usulan

program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering

Ilir disajikan dalam Tabel 2.3 berikut. Berdasarkan tabel 2.3 diketahui usulan program

dari pemangku kepentingan tahun 2015 Perubahan terdiri dari 4 program dan 23

(34)
(35)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

(36)

Sesuai dengan tema RKP Nasional Tahun 2016 Mempercepat Pembangunan

Infrastruktur untuk Memperkuat Fondasi Pembangunan yang Berkualitas, maka

sasaran utama pembangunan nasional yang harus dicapai pada akhir tahun 2016 antara

lain yaitu:

1. Pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 sampai dengan 6,2 persen.

2. Penurunan angka pengangguran menjadi 5,2 sampai dengan 5,5 persen.

3. Penurunan angka kemiskinan menjadi 9 sampai dengan 10 persen.

4. Laju inflasi sebesar 3 sampai dengan 5 persen.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir telah menyesuaikan target

pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, angka kemiskinan dan laju inflasi

daerah dengan mengacu pada sasaran pembangunan nasional tersebut di atas.

Adapun prioritas pembangunan nasional yang ditetapkan dalam RPJMN 2015–

2019 yang harus disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah dalam menyusun

RKPD dan RKT SKPD tahun 2016, sebagai berikut:

1. Reformasi birokrasi dan tata kelola.

2. Pendidikan.

3. Kesehatan.

4. Penanggulangan kemiskinan.

5. Ketahanan pangan.

6. Infrastruktur.

7. Iklim investasi dan iklim usaha.

8. Energi.

9. Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.

10. Daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik.

(37)

12. 3 (tiga) bidang lainnya yaitu (1) bidang politik; hukum dan keamanan; (2) bidang

perekonomian; dan (3) bidang kesejahteraan rakyat.

Tugas dan fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

Kabupaten Ogan Komering Ilir bersesuaian dengan prioritas pembangunan nasional

yaitu reformasi birokrasi dan tata kelola; pendidikan; kesehatan; penanggulangan

kemiskinan; ekonomi kreatif dan inovasi teknologi; bidang perekonomian dan bidang

kesejahteraan rakyat. Hal ini diindikasikan dengan pelaksanakan program Peningkatan

Keberdayaan Masyarakat Perdesaan; Program Pengembangan Lembaga Ekonomi

Perdesaan; Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa dan

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan penetapan indikator

kinerja utama yaitu jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM); swadaya

masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat; PKK aktif; posyandu aktif;

tingkat pemenuhan administrasi bantuan keuangan kepada pemerintahan

desa/kelurahan; persentase aparatur desa terlatih; tingkat pemenuhan jasa administrasi

perkantoran; tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur; laporan keuangan dan

kinerja yang disampaikan tepat waktu; tingkat disiplin aparatur dan persentase aparatur

yang mempunyai kompetensi di bidangnya.

(38)

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi, maka ditetapkan tujuan yang ingin

dicapai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Ogan

Komering Ilir pada tahun 2016 yaitu :

1. Mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa; 2. Meningkatkan kinerja aparatur.

Dalam upaya mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, maka ditetapkan

sasaran yang akan diwujudkan yaitu :

1. Meningkatnya keberdayaan masyarakat dan lembaga ekonomi perdesaan melalui

partisipasi masyarakat;

2. Meningkatnya kapasitas aparatur pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan; 3. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi perkantoran;

4. Meningkatnya kualitas aparatur.

3.3. Program dan Kegiatan

Berdasarkan tingkat urgensi dan relevansinya, yang disesuaikan dengan

kebutuhan dan kemampuan untuk memecahkan isu-isu penting terkait penyelenggaraan

tugas dan fungsi SKPD dalam pembangunan daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir,

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering

Ilir pada tahun 2016 (tahun rencana) telah merumuskan program dan kegiatan sesuai

dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2016. Program dan kegiatan tersebut

merupakan hasil penyesuaian antara identifikasi kebutuhan program dan kegiatan

berdasarkan hasil analisis dengan arahan prioritas program dan kegiatan SKPD menurut

rancangan awal RKPD, serta mempertimbangkan hasil telaahan kebijakan nasional.

Perumusan program dan kegiatan telah mempertimbangkan hasil identifikasi

kebutuhan program dan kegiatan untuk prakiraan maju pada tahun 2017 (tahun sesudah

(39)

prakiraan maju dengan mempertimbangkan kemungkinan angka inflasi. Rumusan

(40)
(41)
(42)
(43)

BAB IV

PENUTUP

Rencana Kinerja Tahunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan

Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2016 merupakan dokumen perencanaan

tahunan sebagai pedoman penyusunan kebijakan umum anggaran dan penetapan plafon

anggaran program dan kegiatan tahun 2016. Pencapaian target pelayanan Badan

Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir

tidak akan tercapai tanpa dukungan seluruh aparatur Badan Pemberdayaan Masyarakat

dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ogan Komering Ilir. Keberhasilan dalam

pelaksanaan RKT sangat ditentukan oleh kinerja dari seluruh staf dalam melaksanakan

tugas pokok, fungsi dan peran masing-masing secara optimal.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk bagi seluruh

lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam

Referensi

Dokumen terkait

RKA - SKPD 2.1 Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah. RKA - SKPD 2.2 Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Menurut Program dan

Pengecatan Tower dan Penggantian Seling Tower 4 Titik Rp 68,000,000 Pengadaan Langsung Peningkatan Grounding Tower 11 Titik Rp 97,900,000 Pengadaan Langsung - Belanja

11 12 13 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Program Peningkatan Peran Perempuan di

RINCIAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA LANGSUNG PROGRAM DAN PER KEGIATAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KODE REKENING URAIAN JUMLAH (Rp) RINCIAN PERHITUNGAN Volume Harga

6 Terlaksananya partisipasi masyarakat dlm pembangunan desa Terlaksana/Tidak Terlaksana Terlaksana 4 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 7 Terlaksananya

6 Terlaksananya partisipasi masyarakat dlm pembangunan desa Terlaksana/Tidak Terlaksana Terlaksana 4 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 7 Terlaksananya

REKAPAN REALISASI PROGRAM KEGIATAN BELANJA LANGSUNG APBD SKPD SE KABUPATEN ROTE NDAO.. TAHUN ANGGARAN

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa Kegiatan :. - Pembinaan kelompok masyarakat