RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Sekolah : SMA Negeri 1 Cirebon Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XII / Satu
Materi Pokok : Akuntansi sebagai Sistem Informasi Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (1 Kali Pertemuan) Kompetensi Dasar :
3.1. Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi 4.1. Menyajikan akuntansi sebagai sistem informasi I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat :
1. Mengidentifikasi prinsip dasar dan konsep dasar akuntansi 2. Mengidentifikasi bidang-bidang akuntansi
3. Menjelaskan profesi akuntan 4. Menjelaskan etika profesi akuntan 5. Mengidentifikasi etika profesi akuntan
6. Mempresentasikan akuntansi sebagai sistem informasi II. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Minggu II
Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu Pendahuluan a) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses belajar
mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, berdoa, presensi (absensi, kebersihan kelas, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
b) Peserta didik disinggung tentang materi minggu lalu yaitu Akuntansi kemudian menghubungkannya dengan prinsip, bidang, dan profesi akuntansi dan kondisi kegiatan suatu perudahaan dalam kehidupan sehari-hari.
c) Peserta didik ditegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
d) Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok (kelompok I, II, III, IV, V, dan VI) dan diberikan waktu untuk diskusi 30 menit.
15 menit
Inti a) Sebelum peserta didik mempelajari prinsip dasar akuntansi, bidang akuntansi, profesi akuntan dan etika profesi akuntan, peserta didik dapat diberikan apersepsi dengan menanyakan tentang perbedaan para pemakai informasi akuntansi yang mereka ketahui.
b) Kelompok I dan II ditugaskan untuk melakukan kajian tentang Prinsip Dasar akuntansi melalui buku-buku yang tersedia termasuk ke perpustakaan.
c) Kelompok III dan IV ditugaskan untuk melakukan kajian tentang Bidang-bidang akuntansi melalui buku-buku yang tersedia termasuk ke perpustakaan.
d) Kelompok V dan VI ditugaskan untuk melakukan kajian tentang Profesi akuntan dan etika profesi akuntan m elalui
150 menit
Kegiatan Deskripsi waktu buku-buku yang tersedia termasuk ke perpustakaan.
e) Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai dengan masalah yang dikaji. Hasil kajian itu sebaiknya didukung dengan gambar-gambar yang relevan.
f) Kelompok I, II dan III ditunjuk oleh guru untuk mempresentasikan kajiannya kemudian kelompok IV, V dan VI yang tidak presentasi dapat mengajukan pertanyaan.
g) Peserta didik diminta menuliskan hasil diskusi pada lembar kertas kerja.
h) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada guru.
Penutup a) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi tersebut.
b) Peserta didik diminta untuk mengumpulkan kertas kerja hasil diskusinya.
c) Guru menutup pembelajaran minggu ke-2 ini dengan memberikan ringkasan tentang makna prinsip, bidang dan
15 menit
Lampiran 1 Penilaian Sikap
No Nama Siswa
Nilai Karakter Bangsa
religius jujur tolreansi disiplin kerjasama kreatif mandiri demokrasi Rasaingintahun kebangsaan Cintatanahair Menghargaiprestasi Bersahabat/komukiasi Cintadamai Gemarmembaca Pedulilingkungan Pedulisosial Tanggungjawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penilaian Pengetahuan
Jawablah pertanyaan pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas 11 Apa yang dimaksud dengan prinsip dasar akuntansi ? sebutkan ! … 12 Apa yang dimaksud dengan konsep dasar akuntansi ? jelaskan ! … 13 Sebut dan jelaskan delapan bidang-bidang akuntansi !
14 Sebut dan jelaskan delapan profesi akuntan !
15 Apa yang dimaksud dengan etika profesi akuntan ?, Mengapa etika profesi akuntan harus dijunjung tinggi ?
Lampiran 3
Penilaian Ketrampilan
No Nama Siswa
Praktik Produk Proyek Portofolio
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Materi
Prinsip Dasar Akuntansi
Prinsip dasar akuntansi adalah prinsip atau sifat-sifat yang mendasari akuntansi dan seluruh outputnya. termasuk laporan keuangan yang dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postulat akuntansi, dan konsep teoretis akuntansi. Selain prinsip akuntansi menjadi dasar bagi pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. Ada banyak pihak yang memberikan pandangan secara berbeda tentang prinsip dasar akuntansi.
Prinsip-prinsip dasar akuntanii secara umum adalah sebagai berikut : 1. Prinsip Harga Pokok (Cost Principle)
Prinsip int menghendaki aset dan kewajiban dicatat sesuat dengan harga perolehan atau nilai perolehan awal (historical cost), yaitu jumlah pengorbanan yang diukur dalam satuan mata uang dari kas yang dibelanjakan, atau barang lain yang diserahkan untuk memperoleh barang dan jasa hingga barang tersebut slap digunakan.
2. Prinsip Pendapatan (Revenue Principle)
Pnnstp ini menyatakan bahwa realisasi penghasilan adalah ketika adanya penjualan atau penyerahan jasa. bukan pada saat pembayarannya.
3. Prinsip Penandingan (Matching Principle)
Prinsip ini menghendaki adanya ketetapan dalam menandingkan
penghasitan satu periode buku dengan biaya untuk memperoleh penghasilan tersebut.
Penghasilan yang melebihi satu periode tidak diperkenankan untuk ditandingkan dengan biaya yang melebihi satu periode.
4. Prinsip Objektivitas (Objectivity Principle)
Semua pos yang dicanlumkan dalam laporan keuangan hendaknya didukung oleh bukti-bukti yang objektif atau bukti-bukti yang dapat ditertma kebenarannya.
5. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Prinsip ini menghendakt transaksi yang sejenis hams dicatat dan dilaporkan dengan cara atau metode yang sama dari satu periode he periode berikutnya.
6. Prinsip Pengungkapan (Disclosure Principle)
Prinsip ini menghendaki agar laporan keuangan disajikan dengan cara yang tidak memihak, dapat dipahami, dan tepat waktu. Hal int dikenal sebagai prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle).
8. Prinsip Materialitas (Materiality Principle)
Laporan keuangan hanya berisi informasi yang dianggap cukup penting (material) dalam memengaruhi penilaian dan keputusan. Materialitas berkaitan dengan dampak suatu item terhadap hasil operasi dan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Suatu item akan dianggap material jika pencantuman atau pengabaian item tersebut memengaruhi atau mengubah penilaian seorar.g pengguna laporan keuangan.
9. Prinsip Kesatuan Usaha (Business Entity Principle)
Prinsip kesatuan usaha adalah perusahaan dianggap sebagai badan atau orang yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dad pemilik. Prinsip ini menghendaki pemisahan secara tegas antara perusahaan dengan pemilik. Oleh karena itu. laporan keuangan perusahaan terpisah dad laporan keuangan pemiliknya
10. Prinsip Kelangsungan Usaha (Going Concern Principle/ Continuity Principle)
Kelangsungan usaha berarti perusahaan didirikan untuk jangka waktu lama atau tak terbatas dan tidak akan dilikuidasi (dibubarkan) sehingga perusahaan dapat merealisasikan
rencananya.
11. Prinsip Dasar Keuangan (Monetary Principle)
Dalam buku lain ada juga yang menggunakan istilah unit pengukuran (unit of measure), atau pengukuran dan penilaian (measurement and valuation). Prinsip ini menghendaki agar penyusunan laporan keuangan disajikan dalam bentuk satuan mata uang tertentu (unit moneter setempat yaitu: rupiah, dolar, dan sebagainya) sehingga ada kesatuan pemahaman dad pembaca laporan keuangan. Penggunaan satuan mata uang sebagai Sat ukur
mempunyal dua implikasi, yaitu akuntansi menghasilkan laporan keuangan yang dinyatakan dalam satuan mata uang dan informasi akuntansi bersifat kuantitatif.
12. Prinsip Periode Akuntansi (Time Period Principle)
Periode akuntansi maksudnya akuntansi merupakan laporan dan proses atas kegiatan perusahaan yang dilakukan secara berkala untuk satu periode tertentu, misalnya satu tahun, triwulan (tiga bulan), atau caturwulan (empat bulan). Periode yang paling umum adalah satu tahunan, mulal dad 1 Januari sampai 31 Desember pada tahun yang sama.
Bidang-bidang Akuntansi
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi urnum (general accounting), yang membahas mengenai penyusunan laporan keuangan secara berkala sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pihak- pihak ekstemal yang berkepentingan. Laporan keuangan yang dihasilkan bersifat serba guna (general purpose) mengingat bahwa pihak-pihak di luar perusahaan yang mempunyai
kepentingan banyak ragamnya. Tiap perusahaan wajib untuk mengikuti SAK yang mempakan aturan-aturan yang telah disetujui bersama. SAK dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia 1AI) dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
2 Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi pemeriksaan atau auditing berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas atas
laporan keuangan oleh akuntan publik ataupun akuntan internal. Pemeriksaan di sini terutarna menyangkut kewajaran dan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-pnnsip akuntansi yang berlaku umum. Tujuan utamanya adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya. Hal yang mendasari auditing adalah objektivitas dan independensi pemeriksa. kerahasiaan, serta pengumpulan bukti- bukti yang cukup dan relevan yang dilakukan melalui pengujian terhadap catatan-catatan akuntansi dan prosedur-prosedur lainnya. Dalam melakukan audit, akuntan wajib mengikuti standar auditing dan kode etik akuntan. Standar auditing juga dikeluarkan oleh IAI dalam bentuk Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya mernfokuskan pembahasannya pada perencanaan, penetapan,
pengendalian, dan penghitungan biaya produksi di perusahaar, manufaktur sampai pada distribust barang. Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulican dan menganalisis data mengenai biaya yang telah dan yang akan terjadi. Informasi yang dihasilkan berguna bagi manajemen sebagai alai pengendalian atas kegiatan yang telah dilakukan dan
berrnanfaat untuk membuat rencana di masa mendatang.
4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi Manajemen merupakan akuntansi yang secara khusus berisi tentang informasi yang berguna bagi manajemen suatu organisasi Biasanya berhubungan dengan identifikasi beberapa alternatif tindakan dan memilih yang terbaik. Slain itu, akuntansi manajemen juga melakukan fungsi pengendalian atas kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan
mempertimbangkan berbagai altematif dalam pengambilan keputusan.
5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan merupakan akuntansi yang bertugas menghitung besamya pajak yang hams dibayar, mulai dari penentuan besamya pajak, pengisian SPFT, sampai dengan
mewakili perusahaan dengan petugas perpajakan. laporan akuntansi yang digunakan untuk tujuan perpajakan betbeda dengan laporan akuntansi untuk tujuan lain. Hal ini karena laporan akuntansi untuk tujuan pajak, konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan telah ditetapkan oleh peraturan perpajakan.
6. Akuntansi Penganggaran (Budgeting)
Akuntansi penganggaran bertugas menyasun perencanaan anggaran yang meliputi pengalokasian dana, besarnya dana, sumber dana. dan taksiran keuangan di periode mendatang dalam kaitannya dengan penyusunan anggaran suatu perusahan pada satu periode tertentu di masa datang. Anggaran adalah sarana
Bab I Akuntansi sebagai Sistern Informasi dan Persamaan Dasar Akuntansi I 9
untuk menjabarkan tujuan perusahaan, yang berisi rencana kegiatan-kegiatan yang elan dilaksanakan di masa datang serta nilai uang yang terlibat di dalamnya. Dengan
dengan ketentuan undang-undang yang berlalcu.
8. Akuntansi Syariah (Syariah Accounting)
Akuntansi syariah memiliki landasan utama yang bersumber pada Alguran, hadis, dan fatwa syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional. Salah satu implikasi kesesuaian dengan syariah ini adalah tidak digunakannya konsep pengukuran present value sebagaimana yang blase diterapkan secara umum dalam akuntansi konvensional. Di Indonesia, adanya perbedaan karakteristik antara bisnis yang berlandaskan pada syariah dengan bisnis konvensional menyebabkan lAl membuat pedoman (yang terakhir dikeluarkan tahun 2007), yakni Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS). KDPPLKS ini cakupannya untuk transaksi syariah pada bank syariah dan jenis institusi bisnis lain. balk yang berupa entitas syariah maupun entitas konvensional yang bertransaksi dengan skema syariah.
9. Sistem Akuntansi (Accounting System) Sistem akuntansi merupakan
bidang akuntansi yang khusus bertugas menciptakan langkah-Iangkah atau prosedur akuntansi dalam suatu perusahaan. Dengan penerapan sistem akuntansi, informasi dapat tersedia tepat waktu dalam bentuk yang berrnanfaat dan biaya yang wajar. Dengan demikian, perusahaan akan terhindar dari pemborosan. Sistem ini menyediakan informasi keuangan dan nonkeuangan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi secara efektif. Sistem informasi ini memproses informasi yang diperiukan untuk menyusun laporan keuangan kepada pemegang saham, lueditur, instansi pemerintah, pemimpin perusahaan, pegawai, dan pihak-pihak lain.
G. Profesi Akuntan
Salah satu manfaat mempelajari akuntansi adalah tersedianya kesempatan berkarier yang luas. Ada beberapa karier atau profesi yang dapat ditawarkan ketika kalian mempelajan dan menguasai ilmu akuntansi Seseorang yang ahli dalam bidang akuntansi disebut akuntan.
Untuk memperoleh sebutan akuntan, seseorang hams lulus pendidikan Program Strata 1 (Si) Program Studi Akuntansi. Setelah itu, masih hams menempuh pendidikan profesi.
Berikut ini adalah penjelasan singlet mengenai berbagai bidang profesi akuntan.
1. Akuntan Pendidik
Akuman nendidik adalah akuntan yang bekerja pada lembaga pendidikan
yang tugas utamanya mengajar dan mengembangkan ilmu akuntansi. Contoh akuntan pendidik adalah pengajar akuntansi, penyusun kurikulum akuntansi, dan penyusun buku- buku akuntansi.
2. Akuntan Publik
Akuntan publik adalah akuntan yang melakukan pemeriksaan (audit) secara independen dan memberikan jasa untuk kepentingan perusahaan dengan imbalan tertentu. Untuk menjadi seorang akuntan publik hams lulus ujian profesi dan memiliki register akuntan yang
dikeluarkan oleh Kernenterian Keuangan, melalui Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dalam mengaudit, akuntan publik hams bekerja sesuai SPAP (Standar ProfesIonal Akuntan Publik), kode etik, dan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum.
3. Akuntan Internal
Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan dan berstatus pegawai atau
karyawan perusahaan tersebut, misalnya sebagai kepala bagian akuntansi atau wakil
direktur keuangan. Akuntan internal dapat bertindak sebagai auditor untuk seluruh kegiatan perusahaan.
4. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pegawai pada lembaga-lembaga pemenntah atau badan usaha milik negara, seperti BPK (Badan Pemerilcsa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan berbagai inspektorat kementerian yang berhubungan dengan penggunaan anggaran negara.
Etika Profesi Akuntan
Etika profesi akuntan adalah pnnsip moral yang mengatur hubungan antara akuntan dengan pelanggannya, sesama rekan akuntan. dan masyarakat. Akuntan memiliki tanggung jawab profesi untuk memberikan informasi pada pihak-pihak dengan beragam kepentingaan. Oleh karena itu, etika profesi rnutlak dimiliki oleh seorang akuntan. Etika profesional dalam praktik akuntansi di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (1AI). Kode etik ini mengatur standar mutu terhadap peiaksanaan pekerjaan akuntan untuk menjaga
kepercayaan masyarakat terhadap pekerjaan profesinya. Beberapa etika profesi dalam akuntansi, antara lain sebagai berikut.
1. Tanggung jawab profesi, seorang akuntan hares serantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam kegiatan yang dilakukan serta mempertahankan
independensinya.
2. Kepentingan publik, seorang akuntan wajib bertindak alas dasar pelayanan kepada publik.
3. Integritas. seorang akuntan hams memenuhi tanggung jawab profesional-nya dengan integritas setinggi mungkin.