• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA PT.BPR.BUKIT TANJUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA PT.BPR.BUKIT TANJUNG"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TRANSPARANSI PENERAPAN TATA KELOLA PT.BPR.BUKIT TANJUNG

A.

Pengungkapan Penerapan Tata Kelola

1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi

No. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Direksi 1. Nama : I Nyoman Pendi,S.E.

NIK*) : 5103051609640015

Jabatan : Direktur utama(Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan)

Tugas dan Tanggung Jawab Direktur Utama :

1. Bertanggung jawab kepada Komisaris dan Pemegang Saham.

2. Menyusun Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Bisnis bank yang akan dijadikan pedoman agar arah dan tujuan perusahaan mengacu kepada Visi dan Misi dan menyampaikan Laporan tersebut kepada OJK dan Perbarindo.

3. Menetapkan kebijakan Prinsip Mengenal Nasabah ( KYC ).

4. Memastikan bahwa kebijakan Princip Mengenal Nasabah telah diterapkan dan dilaksanakan oleh unit-unit kerja secara konsisten.

5. Memantau pelaksanaan penerimaan nasabah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

6. Bertanggung jawab atas tercapainya Rencana Bisnis Bank kepada para Pemegang Saham dan Bank Indonesia / Otoritas Jasa Keuangan.

7. Membuat/menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS setelah sebelumnya diaudit oleh akuntan Publik dan telah ditelaah oleh Dewan Komisaris.

8. Mewakili Perseroan baik didalam maupun diluar pengadilan.

9. Bersama Direktur melakukan pengawasan dan pengendalian secara efektif terhadap seluruh kegiatan operasional harian.

10. Memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai dengan undang-undang dan peraturan Bank Indonesia / Otoritas Jasa Keuangan.

11. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan oleh Dewan Komisaris dan Pemegang Saham.

12. Mampu menjadi suri teladan kepada bawahan.

13. Berpedoman pada Struktur Organisasi dalam menetapkan wewenang tanggung jawab dan hubungan laporan yang jelas, serta memastikan pendelegasian wewenang berjalan efektif.

14. Bersama Direktur memasarkan produk – produk BPR dan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap debitur terutama debitur yang bermasalah.

Tugas dan tanggung jawab Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan :

1.

Menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan BPR telah

memenuhi seluruh peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian termasuk memberikan pendapat yang berbeda (dissenting opinion) apabila terdapat kebijakan dan/atau keputusan yang menyimpang dari peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau peraturan perundang-undangan lain;

2.

Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha BPR tidak menyimpang dari peraturan perundangundangan;

3.

Memantau dan menjaga kepatuhan BPR terhadap seluruh komitmen yang dibuat oleh BPR kepada Otoritas Jasa Keuangan dan otoritas lain;

4.

Memastikan terlaksananya sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh unit kerja terkait mengenai peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkini peraturan perundang-undangan lain yang relevan;

5.

Melaporkan kepada anggota Direksi lainnya dan Dewan Komisaris secara tertulis terkait pelanggaran kepatuhan yang dilakukan oleh pegawai BPR;

dan

6.

Melapor kepada Dewan Komisaris secara tertulis terkait pelanggaran kepatuhan yang dilakukan oleh Direksi BPR;

(2)

2. Nama :Kemala Dewi,S.Si.

NIK*) :5201096011880009

Jabatan :Direktur

Tugas dan Tanggung Jawab Direktur :

1. Melaksanakan kebijakan yang telah digariskan oleh Direktur Utama.

2. Memantau pengkinian profil nasabah dan profil transaksinya.

3. Membantu menyusun Rencana Bisnis Bank agar sesuai dengan Visi dan Misi perusahaan.

4. Mengevaluasi Rencana Kerja agar tujuan dan sasaran yang direncanakan tercapai.

5. Melakukan pengawasan terhadap operasional bank, sehingga operasional bank berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia / Otoritas Jasa Keuangan.

6. Bertanggung Jawab atas semua Laporan keuangan bank ( Neraca dan Laba Rugi) terhadap Komisaris dan Pemegang Saham.

7. Bertanggung jawab terhadap semua laporan yang wajib disampaikan baik kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan maupun kepada Instansi terkait lainnya.

8. Bertanggung jawab / memonitor terhadap pelaksanaan kegiatan operasional sehari – hari.

9. Memantau pengelolaan / menjaga Likuiditas dan Resiko – Resiko yang mungkin timbul dalam kegiatan operasional.

10. Mengembangkan dan menjaga pertumbuhan dana untuk tetap tumbuh agar LDR terjaga pada tingkat yang wajar.

11. Menjalin hubungan, menjaga citra, nama baik dan menjaga rahasia bank maupun nasabah.

12. Membantu tugas – tugas yang diberikan oleh Dirut untuk memperlancar usaha.

13. Menetapkan rencana pengembangan dan pengadaan Teknologi Informasi yang mencakup kegiatan:

a) mengevaluasi, menyetujui, dan memantau proses pengembangan dan pengadaan Teknologi Informasi yang digunakan.

b) memastikan bahwa BPR memiliki perjanjian kerjasama dengan penyedia jasa Teknologi Informasi.

14. Menetapkan kebijakan dan prosedur terkait penyelenggaraan Teknologi Informasi yang memadai dan mengomunikasikannya secara efektif;

15. Memantau kecukupan kinerja dan upaya peningkatan penyelenggaraan Teknologi Informasi;

16. Memastikan bahwa Teknologi Informasi yang digunakan BPR dapat mendukung perkembangan usaha, pencapaian tujuan bisnis, dan kelangsungan pelayanan terhadap nasabah.

17. Memastikan terdapat peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang terkait dengan penyelenggaraan dan penggunaan Teknologi Informasi diantaranya melalui pendidikan, pelatihan, atau sertifikasi yang memadai dan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran atas pengamanan informasi;

18. Memastikan tersedianya sistem pengelolaan pengamanan informasi (information security management system) yang efektif;

19. Memastikan tersedianya kebijakan dan prosedur penyelenggaraan Teknologi Informasi yang memadai dan dikomunikasikan serta diterapkan secara efektif

20. Memastikan adanya dokumentasi terhadap setiap perubahan dan pengembangan yang dilakukan pada Sistem Elektronik termasuk perangkat lunak, baik yang dilakukan secara mandiri (in-house) maupun bekerjasama dengan penyedia jasa Teknologi Informasi.

Tindak Lanjut Rekomendasi Dewan Komisaris**):

1. Direksi akan berusaha memenuhi permintaan Dewan Komisaris paling lambat akhir tahun 2021.

(3)

2. Adapun upaya-upaya yang akan dilakukan untuk penurunan NPL tersebut adalah dengan cara sebagai berikut :

➢ Langkah prepentif yaitu meminimalisir risiko kredit dengan melakukan analisa kredit yang lebih baik dan selektif.

➢ Langkah represif yaitu dengan cara :

✓ Melakukan penagihan secara intensif.

✓ Melakukan Restrukturisasi kredit (3R) yaitu dapat berupa:

• Penjadwalan kembali angsuran ( Rescheduling ).

• Persyaratan kembali kredit ( reconditioning)

• Penataan kembali ( restructuring ).

✓ Melakukan Agunan Yang Diambil Alih ( AYDA ) dan Hapus Buku.

3. Tetap menjalin hubungan baik dengan deposan dan penabung serta memberikan pelayanan yang terbaik.

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) Termasuk tindak lanjut atas rekomendasi Dewan Komisaris yang belum dilaporkan dalam laporan penerapan Tata Kelola tahun sebelumnya.

2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Dewan Komisaris

No. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Dewan Komisaris 1. Nama :I Nyoman Sueca,S.E.

NIK*) :5102082112580005

Jabatan :Komisaris Utama

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris Utama:

1. Bertanggung jawab kepada Pemegang Saham.

2. Menyetujui Rencana Kerja dan Laporan keuangan Tahunan yang dibuat oleh Direksi.

3. Memantau pertumbuhan Bank dengan mengamati tercapai/tidaknya target yang telah dicapai dalam Rencana Kerja Tahunan.

4. Melakukan pengawasan terhadap tugas Direksi dalam menjalankan usaha BPR sehingga tidak terjadinya penyimpangan dari ketentuan yang berlaku serta meminta penjelasan Direksi tentang operasional Bank.

5. Mengadakan rapat hasil pemeriksaan/ pemantauan intern bank sekurang- kurangnya 4 kali dalam setahun.

6. Membuat Laporan hasil pengawasan dalam bentuk Laporan komisaris ( Laporan Semesteran ), laporan evaluasi penialain KAP dan menyampaikannya kepada Bank Indonesia / OJK.

7. Mengetahui realisasi kredit untuk pihak terkait.

8. Mengawasi dan memantau tindak lanjut hasil temuan pemeriksaan audit intern, audit akuntan, pemeriksaa umum OJK.

9. Berperan aktif untuk memastikan Direksi telah melakukan perbaikan- perbaikan bila terjadi permasalahan dalam bidang keuangan ( Pendanaan dan kredit yang ditemukan auditor ).

10. Bersama komisaris memberikan rekomendasi kepada Direksi masalah menunjukan KAP yang ditugaskan melakukan audit terhadap laporan keuangan tahunan.

11. Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan Manajemen Resiko 12. Memastikan penerapan Manajemen Resiko oleh Direksi

13. Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan Manajemen Resiko

14. Mengevaluasi dan memutuskan permohonan Direksi yang berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris 15. Mengarahkan dan memantau rencana pengembangan dan pengadaan

Teknologi Informasi yang bersifat mendasar antara lain:

a. Perubahan secara signifikan terhadap konfigurasi Teknologi Informasi atau Aplikasi Inti Perbankan;

(4)

b. Pengadaan Aplikasi Inti Perbankan baru;

c. Kerja sama dengan penyedia jasa Teknologi Informasi; dan/atau d. Pengembangan dan pengadaan Teknologi Informasi mendasar

lainnya yang dapat menambah dan/atau meningkatkan risiko dan;

16. Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi terkait penyelenggaraan Teknologi Informasi.

2. Nama :I Made Mardiartha

NIK :5103052503640004

Jabatan :Komisaris

Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris:

1. Bertanggung jawab kepada Komisaris Utama dan Pemegang Saham.

2. Melakukan pengawasan terhadap tugas Direksi dalam menjalankan usaha BPR sehingga tidak terjadinya penyimpangan dari ketentuan yang berlaku serta meminta penjelasan Direksi tentang operasional Bank.

3. Mengetahui realisasi kredit untuk Komisaris Utama dan Direksi.

4. Melakukan pengawasan dan penerapan terhadap ketentuan operasional bank.

5. Tugas-tugas pengawasan lainnya yang dikoordinasikan oleh komisaris utama.

6. Bersama komisaris Utama memberikan rekomendasi kepada Direksi masalah menunjukan KAP yang ditugaskan melakukan audit terhadap laporan keuangan tahunan.

Rekomendasi kepada Direksi:

1. Dewan Komisaris menyarankan menunjuk Pejabat Eksekutif yang membawahi fungsi Kepatuhan,Manajemen Risiko dan APU PPT.

2. Menurunkan NPL sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Menjaga likuiditas.

3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite (jika ada)

a.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite

No. Tugas dan Tanggung Jawab Komite 1. Komite Audit

Tugas dan Tanggung Jawab:

2. Komite Pemantau Risiko Tugas dan Tanggung Jawab:

3. Komite Remunerasi dan Nominasi Tugas dan Tanggung Jawab:

(5)

b.

Struktur, Keanggotaan, Keahlian, dan Independensi Anggota Komite

No. Nama NIK

*)

Keahlian

**)

Komite **) Pihak

Independen (Ya/Tidak) Audit Pemantau

Risiko

Remunerasi dan Nominasi 1.

2.

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) Diisi dengan kompetensi dan/atau pengalaman masing- masing anggota komite sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Komite.

***) Diisi dengan: ketua, anggota, atau tidak menjabat.

c.

Program Kerja dan Realisasi Program Kerja Komite

*) Jumlah program kerja yang dilaporkan sama dengan Realisasi Program Kerja.

B.

Kepemilikan Saham Direksi

1. Kepemilikan Saham Anggota Direksi pada BPR

No. Nama Anggota Direksi

NIK*) Nominal (Rp)

Persentase Kepemilikan

(%) 1. I Nyoman Pendi,S.E. 5103051609640015 50.000.000 5%

2. Kemala Dewi,S.Si. 5201096011880009 166.000.000 16,6%

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

2. Kepemilikan Saham Anggota Direksi pada Perusahaan Lain No Program Kerja dan Realisasi Kerja Komite *) 1 Komite Audit

Program Kerja : Realisasi :

Jumlah Rapat : 2 Komite Pemantau Risiko

Program Kerja : Realisasi : Jumlah Rapat : 3 Komite Remunerasi dan Nominasi

Program Kerja : Realisasi : Jumlah Rapat :

(6)

No. Nama Anggota Direksi

NIK*) Sandi Bank Lain*)/**)

Nama Perusahaan

Lain

Persentase Kepemilikan

(%)

1. I Nyoman Pendi,S.E. 5103051609640015 - - -

2. Kemala Dewi,S.Si. 5201096011880009 - - -

*) NIK dan sandi bank lain hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) Dalam hal perusahaan lain merupakan bank lain, sandi yang dilaporkan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan BPR.

C.

Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi dengan Anggota Direksi Lain, Anggota Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham BPR

1. Hubungan Keuangan Anggota Direksi pada BPR

No.

Nama Anggota

Direksi

NIK*)

Hubungan Keuangan**) Anggota

Direksi Lain

Anggota Dewan Komisaris

Pemegang Saham 1. I Nyoman Pendi,S.E. 5103051609640015 Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2. Kemala Dewi,S.Si. 5201096011880009 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) - Dalam hal terdapat hubungan keuangan, diisi dengan “Nama – Hubungan Keuangan”.

Hubungan keuangan dapat berupa antara lain menerima dan/atau memberikan penghasilan, bantuan keuangan, pinjaman, dan/atau menjadi penjamin atau mendapat jaminan, contoh “Bapak A – Pinjaman”.

-

Dalam hal anggota Direksi memiliki hubungan keuangan dengan lebih dari satu pihak pada masing-masing kolom, maka dapat ditambahkan dengan dipisahkan oleh tanda koma (,).

-

Dalam hal tidak terdapat hubungan keuangan, diisi dengan “Tidak Ada”.

2. Hubungan Keluarga Anggota Direksi pada BPR

No.

Nama Anggota

Direksi

NIK*)

Hubungan Keluarga **) Anggota

Direksi Lain

Anggota Dewan Komisaris

Pemegang Saham 1. I Nyoman Pendi,S.E. 5103051609640015 Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2. Kemala Dewi,S.Si. 5201096011880009 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) - Dalam hal terdapat hubungan keluarga, diisi dengan “Nama-Hubungan Keluarga

(7)

”contoh “Bapak A – Saudara Sepupu”.

-

Dalam hal anggota Direksi memiliki hubungan keluarga dengan lebih dari satu pihak pada masing-masing kolom, maka dapat ditambahkan dengan dipisahkan oleh tanda koma (,).

-

Dalam hal tidak terdapat hubungan keluarga, diisi dengan “Tidak Ada”.

D.

Kepemilikan Saham Dewan Komisaris

1. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada BPR

No. Nama Anggota Dewan

Komisaris NIK*) Nominal (Rp)

Persentase Kepemilikan

(%) 1. I Nyoman Sueca,S.E. 5102082112580005 50.000.000 5%

2. I Made Mardiartha 5103052503640004 70.000.000 7%

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

2. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris pada Perusahaan Lain

No.

Nama Anggota

Dewan Komisaris

NIK*)

Sandi Bank Lain*)/**)

Nama Perusahaan

Lain

Persentase Kepemilikan

(%) 1. I Nyoman Sueca,S.E. 5102082112580005 - Tidak ada - 2. I Made Mardiartha 5103052503640004 - Tidak ada -

*) NIK dan sandi bank lain hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) Dalam hal perusahaan lain merupakan bank lain, sandi yang dilaporkan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai laporan bulanan bank perkreditan rakyat.

E.

Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dengan Anggota Dewan Komisaris Lain, Anggota Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR

1. Hubungan Keuangan Anggota Dewan Komisaris pada BPR

No.

Nama Anggota

Dewan Komisaris

NIK*)

Hubungan Keuangan**) Anggota Dewan

Komisaris Lain

Anggota Direksi

Pemegang Saham 1. I Nyoman Suaca,S.E. 5102082112580005 Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2. I Made Mardiartha 5103052503640004 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) - Dalam hal terdapat hubungan keuangan, diisi dengan “Nama – Hubungan Keuangan”.

Hubungan keuangan dapat berupa antara lain menerima dan/atau memberikan penghasilan, bantuan keuangan, pinjaman, dan/atau menjadi penjamin atau mendapat jaminan, contoh “Bapak A– Pinjaman”.

(8)

-

Dalam hal anggota Dewan Komisaris memiliki hubungan keuangan dengan lebih dari satu pihak pada masing-masing kolom, maka dapat ditambahkan dengan dipisahkan oleh tanda koma (,).

-

Dalam hal tidak terdapat hubungan keuangan, diisi dengan “Tidak Ada”.

2. Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris pada BPR

No.

Nama Anggota

Dewan Komisaris

NIK*)

Hubungan Keluarga **) Anggota Dewan

Komisaris Lain

Anggota Direksi

Pemegang Saham 1. I Nyoman Suaca,S.E. 5102082112580005 Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2. I Made Mardiartha 5103052503640004 Tidak ada Tidak ada Tidak ada

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) - Dalam hal terdapat hubungan keluarga, diisi dengan “Nama-Hubungan Keluarga

”, contoh “Bapak A – Saudara Sepupu”.

-

Dalam hal anggota Dewan Komisaris memiliki hubungan keluarga dengan lebih dari satu pihak pada masing-masing kolom, maka dapat ditambahkan dengan dipisahkan oleh tanda koma (,).

-

Dalam hal tidak terdapat hubungan keluarga, diisi dengan “Tidak Ada”.

F.

Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS

1. Paket/Kebijakan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS

No.

Jenis Remunerasi

(Dalam 1 Tahun)

Direksi Dewan Komisaris

Jumlah Orang

Jumlah Keseluruhan

(Rp)

Jumlah Orang

Jumlah Keseluruhan

(Rp)

1. Gaji*) 2 orang 180.000.000

2. Tunjangan 2 0rang 52.800.000 2 orang 94.800.000 3. Tantiem

4. Kompensasi berbasis saham 5. Remunerasi

lainnya**)

Total 2 orang 232.800.000 2 orang 94.800.000

(9)

*) Gaji merupakan gaji pokok, tidak termasuk tunjangan yang diterima Direksi dan Dewan Komisaris serta keluarga.

**) Remunerasi lainnya bagi pengurus BPR dan ditetapkan berdasarkan RUPS dengan memperhatikan tugas, wewenang, tanggung jawab, dan risiko dari masing-masing anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris.

2. Uraian Fasilitas Lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang Ditetapkan Berdasarkan RUPS

No.

Jenis Fasilitas Lain (Dalam 1 Tahun)

Uraian Fasilitas Disertai dengan Jumlah Fasilitas (Unit)

Direksi Dewan Komisaris

1. Perumahan

2. Transportasi Mobil dan Sepeda Motor 3. Asuransi Kesehatan

4. Fasilitas lainnya*)

*) Fasilitas lainnya dapat dirinci dan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing BPR, misalnya fasilitas komunikasi.

G.

Rasio Gaji Tertinggi dan Gaji Terendah

Rasio gaji tertinggi dan gaji terendah dalam perbandingan.

Keterangan*) Perbandingan**)

(a/b) : 1 Rasio gaji pegawai yang tertinggi (a) dan gaji pegawai yang

terendah (b)

1,97 : 1

Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji anggota Direksi yang terendah (b)

1,46 : 1

Rasio gaji anggota Dewan Komisaris yang tertinggi (a) dan gaji anggota Dewan Komisaris yang terendah (b)

1,59 : 1

Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji anggota Dewan Komisaris yang tertinggi (b)

2,37 : 1

Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi (a) dan gaji Pegawai yang tertinggi (b)

2,02 : 1

*) Gaji yang dimaksud merupakan gaji keseluruhan yang diterima mencakup gaji pokok dan tunjangan dalam 1 (satu) tahun.

**) Contoh perhitungan perbandingan rasio gaji Gaji pegawai yang tertinggi = Rp200.000.000,00 Gaji pegawai yang terendah = Rp50.000.000,00

Rasio Gaji Pegawai yang tertinggi dengan terendah

(10)

Rasio gaji pegawai yang tertinggi dan gaji pegawai yang terendah dilaporkan dalam pecahan terkecil

(11)
(12)

H.

Frekuensi Rapat Dewan Komisaris

1. Pelaksanaan Rapat Dalam 1 (Satu) Tahun

No. Tanggal Rapat Jumlah Peserta Topik/Materi Pembahasan 1. 21 Maret 2020 5 orang 1.Rencana Bisnis BPR

2.Isu-Isu Strategis BPR

3.Evaluasi/Penetapan Kebijakan Strategis 4.Evaluasi Realisasi Rencana Bisnis BPR 2. 20 Juni 2020 5 orang

3. 19 September 2020 5 orang 4. 19 Desember 2020 5 orang

2. Kehadiran Anggota Dewan Komisaris No. Nama Anggota

Dewan

Komisaris NIK*)

Frekuensi Kehadiran Tingkat Kehadiran**)

(dalam %) Fisik Telekonferensi

1. I Nyoman Sueca,S.E. 5102082112580005 4 - 100%

2. I Made Mardiartha 5103052503640004 4 - 100%

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**) Tingkat Kehadiran =

Frekuensi Kehadiran Fisik + Frekuensi Kehadiran Telekonferensi

Jumlah Rapat Keseluruhan x 100%

I.

Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Jumlah Penyimpangan

Internal*) (Dalam 1 Tahun)

Jumlah Kasus (Satuan) yang Dilakukan Oleh Anggota Direksi Anggota Dewan

Komisaris

Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Total Fraud Telah Diselesaikan Dalam Proses Penyelesaian**)

(13)

Jumlah Penyimpangan

Internal*) (Dalam 1 Tahun)

Jumlah Kasus (Satuan) yang Dilakukan Oleh Anggota Direksi Anggota Dewan

Komisaris

Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Tahun Sebelum-

nya

Tahun Laporan

Belum Diupayakan Penyelesaian- nya***) Telah

ditindaklanjuti Melalui Proses Hukum

*) BPR harus menjelaskan lebih lanjut mengenai upaya penyelesaian penyimpangan internal oleh BPR. Dalam hal terdapat penyimpangan internal yang belum diupayakan penyelesaiannya, dapat dijelaskan upaya penelitian yang telah dilakukan.

**) Termasuk penyimpangan internal yang belum diselesaikan sebelumnya sampai dengan tahun laporan.

***) Merupakan penyimpangan internal yang masih dalam proses penelitian.

J.

Permasalahan Hukum yang Dihadapi

Permasalahan Hukum

Jumlah (Satuan)

Perdata Pidana

Telah Selesai (telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap)

- -

Dalam Proses

Penyelesaian - -

Total NIHIL NIHIL

BPR harus menjelaskan lebih lanjut mengenai upaya penyelesaian permasalahan hukum oleh BPR.

(14)

K.

Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan

No.

Pihak yang Memiliki

Benturan Kepentingan Pengambil Keputusan Jenis Transaksi

Nilai Transaksi

(Jutaan Rupiah)

Keterangan

**) Nama Jabatan NIK*) Nama Jabatan NIK*)

1.

2.

NIHIL

*) NIK hanya disampaikan dalam pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

**)Keterangan diisi dengan:

-

Kesesuaian dan/atau ketidaksesuaian transaksi dengan ketentuan intern; dan

-

Menjelaskan keterkaitan antara pihak yang memiliki benturan kepentingan dengan

pengambil keputusan.

L.

Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik

No. Tanggal Pelaksanaan

Jenis Kegiatan (Sosial/

Politik)

Penjelasan

Kegiatan Penerima Dana Jumlah (Rp) 1.

2.

NIHIL

Mengetahui

( I Nyoman Sueca, SE ) Komisaris Utama

Nusa Dua, 26 April 2021.

PT. BPR. Bukit Tanjung

( I Nyoman Pendi, SE ) Direktur Utama

(15)
(16)

Referensi

Dokumen terkait

Posisi PD BPR Bank Daerah Karanganyar berdasarkan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2019 menunjukkan modal inti sebesar Rp.. dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

PT BPR Kridadhana Citranusa berkomitmen untuk senantiasa melakukan penyelarasan pelaksanaan GCG sesuai dengan standar Tata Kelola yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa

Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/POJK.0312015 tanggal 31 Maret 2015 perihal Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan Peraturan

Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi Audit Ekstern sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan

Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi Audit Ekstern sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan

Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi Audit Ekstern sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan

Laporan Pelaksanaan dan Pokok – Pokok Hasil Audit Intern ini dibuat untuk memenuhi kewajiban Bank dalam hal melaksanakan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan