PEMODELAN PROSES BISNIS
Definisi Pemodelan proses Bisnis
Pemodelan Proses Bisnis adalah lintas fungsional, biasanya penggabungan pekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Business Process Modelling (BPM) atau Pemodelan Proses Bisnis(PPB) merupakan diagram yang umum mewakili urutan kegiatan. PPB secara implisit berfokus pada sebuah proses, tindakan dan kegiatan(job). Sumber Daya(Resource) yang digambarkan dalam PPB menunjukkan bagaimana mereka akan diproses.
Pemodelan Proses Bisnis adalah lintas fungsional, biasanya penggabungan pekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam situasi lebih rumit, Pemodelan Proses juga dimasukan pada aktivitas proses eksternal pada organisasi dan sistem yang dimasukkan ke dalam sebuah proses primer / utama.
Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis cenderung dianalisis dan direpresentasikan secara lebih rinci dari pada di organisasi kecil, karena skala dan kompleksitasnya lebih besar.
Pemodelan Proses Bisnis merupakan istilah modern dan metodologi yang telah berkembang melalui berbagai tahapan, dimulai dari era ‘pembagian kerja’ pada tahun 1700-an, ketika manufaktur pertama pindah dari industri rumahan ke Pabrik.
Proses Bisnis merupakan suatu kumpulan aktivitas(job) terstruktur yang saling berkaitan untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu, atau yang menghasilkan output(keluaran) produk atau jasa untuk meraih suatu tujuan tertentu.
Pengertian Pemodelan Proses Bisnis Menurut Para Ahli
Di Bawah ini adalah beberapa Proses Bisnis dari para Ahli yaitu;
Hammer dan Champy (tahun 1994, p35)
Proses bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang memerlukan satu atau lebih masukan / input dan membentuk suatu keluaran / output yang memiliki nilai yang diinginkan pelanggan.
Indrajit (tahun 2002, p3)
Proses bisnis adalah sejumlah aktivitas yang mengubah sejumlah input menjadi output untuk orang lain.
Paul Harmon (tahun 2003)
Proses Bisnis adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis dimana mencakup inisiasi input, transformasi dari suatu informasi, dan menghasilkan output.
Manfaat Dan Tujuan Proses Bisnis
Manfaat Proses Bisnis
adalah untuk memudahkan pemahaman alur proses secara terintegrasi
Tujuan Proses Bisnis
adalah untuk mendefiniskan langkah langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu tujuan.
Diagram Model Proses Bisnis
Diagram Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai sebuauh tujuan, dan bukan hasil kinerja dari suatu proses. Hasil akhir diagram proses bisnis ini adalah melakukan perbaikan pada cara proses bisnis itu bekerja.
Fokus perbaikan Diagram Proses Bisnis adalah pada ‘nilai plus(+)’ yang membuat layanan pelanggan dan pengalaman yang lebih baik ke customer, serta mengurangi waktu atau usaha yang terbuang.
Jenis Model Proses Bisnis
Terdapat 2 jenis utama dari Model Proses Bisnis Yaitu:
1. Model awal (situasi saat ini)
2. Situasi baru yang memiliki tujuan dan harapan kedepan yang difungsikan untuk menganalisis, menguji, menerapkan dan meningkatkan proses.
Tujuan dari pemodelan ini adalah untuk menggambarkan proses yang lengkap, memungkinkan manajer, konsultan beserta staf untuk meningkatkan aliran dan merampingkan sebuah proses.
Hasil proyek pemodelan proses bisnis
Hasil dari proyek pemodelan proses bisnis pada dasarnya iyalah:
1. nilai tambah pelanggan
2. mengurangi biaya perusahaan,
3. menyebabkan peningkatan pada keuntungan.
Jenis Proses Bisnis
Terdapat 3 jenis proses bisnis:
1. Proses manajemen, iyalah proses yang mengendalikan operasional dari sistem.
2. Proses operasional, iyalah proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran tujuan utama.
3. Proses pendukung, iyalah mendukung proses inti, namun harus ada sebuah proses pendukung.
Proses Pemodelan Proses Bisnis
Proses bisnis melingkupi hal-hal sebagai berikut, yaitu:
1. Proses bisnis mempunyai Tujuan atau sasaran.
2. Proses bisnis Membutuhkan input.
3. Proses bisnis Menghasilkan output.
4. Proses bisnis Membutuhkan sumber daya untuk memproses masukan.
5. Proses bisnis harus melakukan Aktifitasnya secara berurutan.
6. Proses bisnis harus dapat melibatkan lebih dari satu bagian.
7. Proses bisnis dapat Memberi keuntungan dan kemudahan untuk semua pelanggan
Profil / Gambaran Proses Bisnis
Berikut ini Profil proses bisnis:
Nama Proses Bisnis Penjualan buku.
Goal Proses Bisnis
Customer mendapatkan buku yang diinginkan.
Trigger
Permintaan customer tentang buku pada pihak Toko Buku.
Input
permintaan buku.
Output
penerimaan buku.
Pelaku Proses Bisnis 1. Customer
2. Pramuniaga 3. Bag. Gudang, 4. Kasir
Deskripsi aktifitas
Pihak toko buku menyediakan sample untuk dilihat oleh customer. Selanjutnya customer melakukan permintaan buku berdasarkan sample yang disediakan oleh toko buku. kemudian pramuniaga membuatkan permintaan buku berupa nota rangkap dan diberikan ke bagian gudang dan customer. Bagian gudang melakukan pengecekan stok buku yang ada di gudang berdasarkan kode buku dari nota yang diberikan oleh pramuniaga.
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas Beserta Faktornya
Selanjutnya apabila stok ada , buku dikemas dan diantar bagian gudang ke pramuniaga untuk dibuatkan nota pembayaran. Kemudian nota diberikan ke customer untuk dibayar ke kasir. Selanjutnya customer membayar berdasarkan harga dari nota yang diberikan oleh pramuniaga. Kemudian customer mendapatkan struk sebagai bukti pembayaran dan buku yang telah di bayar.
Proses Bisnis Improvement
Berikut ini proses bisnis improvement.
Ukuran Kinerja
Dari hasil proses bisnis yang terjadi, pada aktifitas melakukan permintaan buku sampai melakukan transaksi prosedur yang ada terlihat kurang efisien. ketika banyak customer yang melakukan permintaan buku. Karena apabila terjadi banyak permintaan buku akan banyak mengeluarkan nota sehingga menambah pengeluaran toko buku.
Prosedur diatas juga memerlukan banyak pramuniaga. Apabila menumpuknya customer yang akan membeli buku di toko buku Cakrawala maka menyebabkan customer merasa tidak nyaman dalam berbelanja.
Usulan Perbaikan Proses Bisnis
Penyediaan buku yang akan dijual pada rak buku yang tersedia, sehingga customer dapat mengambil langsung buku pada rak buku yang tersedia dan dapat langsung membayar dikasir. Dengan prosedur seperti ini maka tidak memerlukan nota.
Untuk mengupdate stok di rak buku dilakukan oleh pramuniaga.
Pengertian Analisa Proses Bisnis
Analisa proses bisnis adalah kajian dan evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan- kegiatan proses bisnis Perusahaan untuk mengidentifikasikan dampak dari kegiatan tersebut dalam menciptakan nilai atau menambah nilai terhadap bisnis Perusahaan.
Analisa proses bisnis merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan perusahaan pada saat perusahaan akan melakukan rekayasa proses bisnis. Untuk lebih menjelaskan hubungan antara analisa proses bisnis dengan rekayasa ulang proses bisnis, terlebih dahulu kita lihat tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam rangka melakukan rekayasa ulang proses bisnis.
Rekayasa Ulang Proses Bisnis
dalam melakukan rekayasa ulang proses bisnis ada 3 tahap besar yaitu:
Identifikasi Value Chain
Pada tahap ini dilakukan identifikasi kegiatan-kegiatan pada setiap fungsi perusahaan yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya. Kegiatan-kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang secara bersama akan membentuk suatu kombinasi proses yang dapat memberikan nilai tambah bagi proses bisnis perusahaan.
Besar kecilnya nilai tambah yang diberikan oleh suatu kegiatan pada proses bisnis Perusahaan sangatlah bersifat tergantung faktor internal perusahaan antara lain strategi bisnis, sumberdaya dan fasilitas produksi yang dimiliki dan visi dari pemimpinnya, serta faktor eksternal antara lain kondisi kompetisi, kondisi industri, peraturan pemerintah, dan faktor sosio ekonominya.
Tahap Analisa Setiap Kegiatan Dalam Proses Bisnis
Analisa terhadap setiap kegiatan dalam proses bisnis perusahaan dari segi waktu, bottlenecks, biaya untuk mengidentifikasikan dampak setiap kegiatan dalam menciptakan atau menambah nilai bisnis Perusahaan. Dalam tahap analisa proses bisnis ini juga dilakukan identifikasi peluang-peluang untuk melakukan perbaikan dan perancangan ulang proses bisnis agar proses bisnis lebih efisien.
Tahap Perancangan Proses Bisnis Yang Baru
Perancangan Proses bisnis yang baru dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam menambah nilai proses bisnis perusahaan. Hasil rancangan baru proses bisnis kemudian diimplementasikan dan dilakukan review.
Dari tahapan-tahapan rekayasa ulang proses bisnis yang diberikan oleh Whitten, dapat terlihat dengan jelas bahwa kegiatan analisa proses bisnis merupakan bagian dari kegiatan rekayasa ulang proses bisnis. Dalam melakukan analisa proses bisnis, kegiatan dilakukan hingga tahap kedua sedangkan dalam melakukan rekayasa ulang proses bisnis, kegiatan diteruskan hingga tahap ketiga.
Pengertian analisa proses bisnis tidaklah dapat dilepaskan dari pengertian rekayasa ulang proses bisnis karena analisa proses bisnis merupakan bagian dari rekayasa ulang proses bisnis. Untuk mempunyai gambaran dan pengertian yang lebih baik dan lebih menyeluruh mengenai analisa proses bisnis maka dalam pembahasan berikut ini akan dibahas beberapa pengertian rekayasa ulang proses bisnis.
Pemodelan Proses Bisnis
Pemodelan proses menggambarkan alur dari aktivitas bisnis dari sebuah perusahaan. Tujuan dari pemodelan ini adalah membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut, mengerti dan memahami setiap langkah dari proses tersebut, sehingga perusahaan dapat mencapai keuntungan yang maksimal dari pemodelan proses.
Dalam pemeodelan bisnis proses, metode yang digunakan dalam menggambarkan setiap alur proses harus dapat dimengerti oleh setiap pihak yang terkait dengan proses tersebut. Alur proses harus digambarkan dengan jelas agar tidak terjadi persepsi akan suatu proses yang berbeda.
Untuk menggambarkan peta yang pertama yaitu peta bisnis proses, perlu dipahami bahwa yang digambarkan ialah kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi tersebut beserta dengan hubungan-hubngannya.
Departemen atau unit kerja tidak boleh digambarkan dan juga menjadi landasan pembuatan alur proes, dikarenakan dapat terjadi duplikasi proses antar departemen, sehingga membuat peta bisnis proses tidak menggambarkan proses- proses yang sebenarnya terdapat dalam sebuah organisasi. Dalam menggambarkan model proses bisnis dikenal sebuah metode atau tool yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam menggambarkan proses- prosesnya.
Metode itu disebut dengan Business Process Model and Notation atau yang dikenal dengan BPMN. BPMN adalah standar untuk pemodelan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis untuk menentukan proses bisnis dalam Proses Bisnis Diagram, didasarkan pada teknik flowchart sangat mirip dengan diagram aktivitas dari Unified Modeling Language (UML).
Tujuan dari BPMN adalah untuk mendukung manajemen proses bisnis, baik untuk pengguna teknis dan pengguna bisnis, dengan menyediakan notasi yang intuitif untuk pengguna bisnis, namun dapat mewakili proses yang kompleks. BPMN juga digunakan untuk menggabungkan proses bisnis dengan teknologi informasi.
Dengan adanya BPMN diharapkan, pengguna dapat mengerti secara keseluruhan mengenai alur-alur proses karena digambarkan secara sederhana dengan simbol- simbol yang mudah dimengerti. Di dalam BPMN terdapat beberapa elemen yang mendasari dari metode ini,
1. Flow Objects Events, Activities (Aktitivitas otomatis / manual), Gateways
2. Connecting Objects 3. Swim Lanes
4. Artefacts
Dalam menuliskan proses menggunakan BPMN, beberapa simbol dasar yang dapat dipakai adalah seperti berikut
Gambar 1. Simbol BPMN Sumber google.com
Dibawah ini merupakan contoh sebuah proses yang menggunakan model BPMN
Gambar 2. Proses dengan BPMN
Seiring berkembangnya teknologi informasi, BPMN erat dengan penggunaan software sehingga muncul istilah yang disebut process automation. Process Automation atau proses otomatisasi merupakan sebuah langkah menggabungkan antara software dengan proses. BPMN mengambil peran dengan menggambarkan proses yang dapat dimengerti oleh software dan juga manusia yang akan menjalankan proses tersebut.
Dengan adanya BPMN diharapkan proses bisnis dapat digambarkan, dimengerti dan dieksekusi dengan baik oleh pengguna. Contoh lain penggunaan BPMN dalam penggambaran proses bisnis seperti gambar 3
Gambar 3. Proses Kolaborasi Sumber: Object Mangement Group
Dalam menggambarkan proses, BPMN memfasilitasi berbagai macam proses yang kompleks. Seperti di gambar 3, BPMN dapat menggambarkan dua proses yang menggabungkan antara proses yang dilalui pasien dan yang proses yang harus dilakukan oleh dokter. Dengan BPMN penggambaran dua proses tersebut dapat digabungkan dengan notasi-notasi yang dimiliki oleh BPMN.
Gambar 4. Simbol BPMN Sumber google.com
Dengan adanya metode BPMN ini, pemodelan proses dalam suatu organisasi dapat disusun berdasarkan suatu simbol atau bahasa yang mudah dimengerti dan dapat dieksekusi dengan menggunakan aplikasi bisnis proses. Software-software yang dapat digunakan untuk mengeksekusi proses bisnis dengan notasi BPMN adalah Bizagi Modeller. Software ini berfungsi dalam menjalankan setiap langkah aktivitas
yang perlu dilakukan. Dalam menggambarkan proses tersebut, dapat dilakukan dengan mudah, karena menggunakan fungsi drag and drop, sehingga pengguna hanya perlu memilih dan menaruh di kanvas yang ada. Kemudian, pengguna dapat memahami dan mengeksekusi proses tersebut sesuai dengan apa yang digambarkan.
Event
Penjelasan berikut ini menunjukkan sebuah elemen dalam BPMN yang disebut sebagai event.
Berdasarkan referensi dari spesifikasi BPMN 2.0 (yang dapat dibaca di www.omg.org/spec/BPMN/2.0/), sebuah event adalah sesuatu yang mungkin
“terjadi” selama menjalankan proses. Spesifikasi BPMN memakai istilah throw dan catch untuk menggambarkan perilaku event. Sebuah event memicu suatu kejadian (throw) atau menunggu hingga kejadian tertentu terjadi (catch).
Sebagai contoh, saya akan membuat diagram BPMN dari proses bisnis untuk sebuah toko reparasi komputer:
Setelah komputer rusak diterima, teknisi akan memeriksa apakah komputer tersebut dapat diperbaiki atau tidak. Bila tidak, teknisi akan menghubungi pelanggan untuk memberi tahu bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan. Proses perbaikan komputer meliputi perbaikan hardware, konfigurasi software, atau keduanya. Setelah proses perbaikan, komputer akan diuji secara otomatis. Bila selama pengujian ditemukan kesalahan, proses perbaikan perlu diulangi kembali. Komputer kemudian dikembalikan ke pelanggan melalui jasa pengiriman. Sebuah faktur juga dikirim ke pelanggan pada saat bersamaan. Pelanggan kemudian membayar berdasarkan jumlah yang tertera di faktur.
Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut ini:
Gambar 1 – Proses Bisnis Toko Reparasi Komputer
Pada BPMN, terdapat tiga jenis event, yaitu start event, end event dan intermediate event.
Sebuah start event menunjukkan kapan proses akan dimulai. Pada Gambar 1, start event menunjukkan bahwa proses akan dimulai saat komputer rusak diterima. Sebaliknya, sebuah end event menunjukkan akhir dari sebuah proses.
Sebuah intermediate event dapat muncul selama alur eksekusi. Bila intermediate event tersebut tidak berisi (tidak berwarna hitam), maka ia mewakili sebuah catch event yang akan menunggu hingga trigger terjadi. Sebaliknya bila intermediate event tersebut berisi (berwarna hitam), maka ia mewakili sebuah throw event yang menunjukkan bahwa trigger telah terjadi. Sebagai contoh, pada Gambar 1, terdapat sebuah catch intermediate event yang terlihat seperti berikut ini:
Contoh intermediate event
Gambar di atas menunjukkan bahwa setelah faktur dikirim ke pelanggan, maka proses akan menunggu hingga pembayaran diterima. Sebelum pembayaran diterima, proses tidak akan lanjut ke langkah berikutnya. Ini adalah salah satu contoh dimana BPMN terlihat lebih sederhana: bila memakai UML Activity Diagram, saya harus menggunakan gateway untuk menggambarkan kondisi ini.
Sebuah intermediate event juga dapat diletakkan dalam activity. Event seperti ini disebuah intermediate boundary event. Sebagai contoh, pada Gambar 1 terdapat intermediate boundary event seperti berikut ini:
Contoh intermediate boundary event
Gambar di atas menunjukkan alur eksekusi yang akan ditempuh bila terjadi kesalahan (yang diwakili oleh intermediate boundary event bertipe error) selama mengerjakan aktifitas pengujian hasil perbaikan.
Sampai disini, ada dua jenis penanda event yaitu message dan error. BPMN menyediakan masih banyak lagi jenis penanda event lainnya. Penjelasan lebih lengkap dapat dijumpai di spesifikasi BPMN.
Selain message dan error, sering digunakan event berjenis timer, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:
Contoh Penggunaan Event Timer
Gambar di atas menunjukkan sebuah proses yang akan selalu dikerjakan setiap hari Minggu pada jam 16:00.
Event escalation yang baru diperkenalkan di BPMN 2.0 dapat dipakai untuk menunjukkan eskalasi atau menghubungi pihak yang lebih tinggi (lebih berkepentingan). Contoh penggunaan event escalation dapat dijumpai diagram yang dikutip dari katalog contoh BPMN (http://www.omg.org/cgi-bin/doc?dtc/10-06- 02):
Contoh Event Escalation
Condition event dapat dipakai untuk event yang di-throw atau men-catch kondisi tertentu. Kondisi haruslah sesuatu yang pasti dan dapat dievaluasi. Sebagai contoh, diagram berikut ini memakai condition event sebagai startup event:
Contoh Condition Event
Gateway
Dalam BPMN gateway terbagi atas 5 fungsi. Gateway digunakan untuk memisahkan maupun menggabungkan alur flow yang sudah kita buat.
1. Exclusive OR (XOR) Decision/Merge based on data
2. Exclusive OR (XOR) Decision/Merge based on an event 3. Inclusive OR (OR) Decisions/Merge
4. Complex Decision/Merge 5. Parallel Fork/Join
Data based XOR Gateway Contoh :
Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa Requestor mengajukan suatu permohonan, kemudian Approver menilai permohonan itu sesuai dengan penilaian atau tidak?
Jika tidak sesuai, makan permohonan itu dikembalikan kepada Requestor, namun jika sesuai maka permohonan akan di terima.
Event Based XOR Gateway Contoh :
Dari gambar di atas bisa diliat suatu proses ketika seorang laki-laki hendak mengajak jalan pacarnya, disini terdapat 2 pilihan yg berdasarkan jawaban dari pacarnya, Ya/ Tidak. Jika Tidak, maka ia akan lanjut bermain game online, namun jika jawaban nya Ya, maka dia akan bersiap-siap untuk pergi.
Perbedaan nya dengan Data Based XOR adalah, hasil percabangan di node Jawaban itu selalu default, namun pada kasus Data Based XOR itu hanya boleh ada
1 yang default.
Inclusive OR Gateway Contoh :
Dari gambar di atas bisa di lihat suatu proses ketika User baru membeli mobil,dan ketika user hendak mengendarai mobil, user dihadapkan dengan pilihan, apakah mobilnya perlu dibersihkan terlebih dahulu? apakah perlu diisi bensin terlebih dahulu? apakah user tidak perlu melakukan apa apa?
Dalam contoh Inclusive Gateway di atas, user boleh memilih salah satu dari 3 pilihan tersebut, bisa 2, maupun semua pilihan tersebut dipilih. Jika User memilih untuk dibersihkan terlebih dahulu, ia baru bisa mengendarai mobil jika proses membersihkan mobil telah selesai, jika user memutuskan untuk Isi Bensin dan Membersihkan Mobil terlebih dahulu, maka ia baru bisa mengendarai Mobil jika 2 proses itu telah selesai.
Dalam Inclusive Gateway, user boleh bebas menjalankan berapa banyak pilihan yang ada, namun semua pilihan yang sudah dipilih harus terselesaikan terlebih dahulu baru bisa lanjut ke proses selanjutnya.
Complex Decision Gateway Contoh :
Dari gambar diatas bisa dilihat proses mengikut tes ujian masuk universitas, dimana syarat untuk masuk diharuskan diatas 1000. Jika mendapat Nilai 800-1000, maka ia harus membaca lagi buku persiapan dan kemudia mengikuti ujian lagi, namun jika nilai nya tetap dibawah 1000, maka ia harus mengulangi lagi proses tersebut. Sama halnya jika user mendapat nilai dibawah 800, ia harus mengikuti kelas tambahan dan mengikuti ujian lagi, namun jika nilainya masi dibawah 1000, maka ia harus mengulangi lagi proses tersebut. Jika user sudah mendapat nilai diatas 1000, maka ia baru bisa masuk ke Universitas tersebut.
Dalam Complex Gateway, hanya yang dapat melewati syarat yang bisa lanjut ke
proses selanjutnya.
Parallel Gateway Contoh :
Dari gambar diatas bisa dilihat suatu proses untuk menjadi kaya. User diwajibkan untuk banyak berdoa dan berusaha. Jika User hanya melakukan berusaha saja, maka ia tidak akan bisa menjadi kaya, begitupula jika user hanya banyak berdoa tanpa melakukan usaha, ia pun tidak akan menjadi kaya. Jika user sudah melakukan keduanya, maka ia bisa menjadi kaya.
Dalam parallel gateway semua proses harus dilakukan terlebih dahulu baru bisa melanjutkan ke proses selanjutnya.
Task
Task merepresentasikan elemen proses yang paling mendasar, yang menetapkan unit kerja dalam sebuah proses, dalam BPMN sebuah task merepresentasikan aktivitas atomik dalam sebuah proses, jadi sebuah task digunakan ketika ada sebuah pekerjaan dalam sebuah proses yang tidak akan di pecah lagi menjadi pekerjaan yang lebih detail
Pada tulisan ini akan dibahas mengenai 4 Task yang ada pada jBPM yaitu Script Task, Service Task, Business Rule Task dan User Task.
1. Script Task
Merepresentasikan sebuah script yang harus dijalankan dalam sebuah proses.
Script task dieksekusi oleh sebuah business process engine secara teknis dia merepresentasikan sebuah kode yang akan diproses. Script task memiliki satu buah incoming connection dan satu buah outgoing connection.
Kolom action menyatakan apa yang perlu dijalankan dalam sebuah script task melalui code (contohnya : Java,MVEL). Code dalam script task dapat mengakses segala variable baik lokal maupun global. Ketika script task menyelesai kan actionnya, dia akan melanjutkan menuju node selanjutnya. Pada JBPM sebuah script task memiliki beberapa properti yaitu:
Id Id dari sebuah node.
Name Nama display dari sebuah node.
Action Script yang akan dijalankan oleh sebuah node.
Tabel 1. Properties dari Script Task
Ada beberapa peringatan ketika menggunakan script task dalam JBPM yaitu:
1. Script task akan langsung dijalankan.
2. Jangan berinteraksi dengan eksternal service(contohnya : API Paypal) dalam script task. Meskipun dapat berinteraksi, sistem/mesin tidak akan mengetahuinya. Secara umum akan lebih bijaksana ketika menggunakan service task.
3. Outgoing dalam script task jangan berupa exceptions. Runtime exceptions harus dimanage dalam script dengan mentransformasikannya sehingga dapat dihandle di dalam script.
Beberapa contoh node dalam Script task:
Menghitung total harga dengan mengalikan jumlah barang dengan harga barang.
Mengganti sebuah status dari barang.
2. Service task
Berbeda dengan Script task, Service task mewakili segala pekerjaan yang dikerjakan diluar mesin (external service) contohnya : Mengirim email, log pesan dan menggunakan API dari aplikasi lain. Pada JBPM sebuah Service task memiliki beberapa properti yaitu
Id Id dari sebuah node
Name Nama display dari sebuah node
Parameter mapping Data dari variable process yang akan dijadikan parameter, kemudian di salin
Result mapping Data yang akan disalin dari proses service task yang sudah selesai ke variable proses
On-entry and on-exit actions
tindakan yang akan diekseskusi setelah masuk atau keluar dari node service task
Tabel 2. Properties dari Service Task
Additional parameter yaitu parameter tambahan untuk service task. Contohnya: service task Email membutuh kan parameter tambahan seperti From, To, Subject and Body.
Anda dapat menggunakan Additional parameter untuk memberi parameter secara
“Langsung” atau melalui variable proses yang akan dipakai pada parameter mapping.
Beberapa contoh node dalam Service task:
Proses pembayaran via paypal
Penyimpanan image di arsip secara online
Konversi uang menggunakan converter online
Contoh penggunaan Service task dan Script task dalam BPMN untuk Online Shop process yang sederhana
Gambar 1. Contoh penggunaan Service Task dan Script Task 3. Business Rule Task
Business Rule Task menyediakan suatu mekanisme untuk suatu proses agar dapat memberikan input ke business rule engine dan mendapatkan output dari kalkulasi yang disediakan oleh business rule engine.
Business rule adalah sekumpulan aturan atau kondisi dari suatu proses bisnis.
Proses dan rule harus dianggap sebagi suatu kesatuan yang saling melengkapi.
Terdapat beberapa notasi untuk mendefinisikan business rule yaitu decision trees, decision tables atau Textual representation.
Pada gambar ini dijelaskan contoh-contoh notasi business rule
Gambar 2. Contoh notasi Business Rule Contoh penggunaan Business Rule Task:
Gambar 3. Contoh penggunaan Business Rule Task
Pada gambar diatas terdapat satu business rule task yaitu Calculate risks.
Task ini akan menghitung biaya asuransi sesuai dengan customer data (output dari
activity Wait for personal data) dan akan menghasilkan output Risks and price yang akan digunakan untuk mengirimkan penawaran produk yang sesuai dengan hasil output business rule task.
Pada umumnya business rule terbagi menjadi 4 kategori yaitu:
1. Derivation rules
Digunakan untuk proses komputasi suatu value berdasarkan input data contohnya Master Data Management menggunakan rule << 5C = 3A + 2B >> untuk assignment C ketika value dari A dan B berubah. Penggunaan pada BPMN yaitu business rule task yang terhubung pada data element.
2. Integrity Rules
Digunakan untuk memeriksa konsistensi nilai-nilai dalam konteks data lainnya.
Contohnya dengan rule yang sama << 5C = 3A + 2B >> bisa digunakan untuk memeriksa apakah A, B, dan C adalah konsisten. Penggunaan pada BPMN yaitu business rule task yang terhubung pada event (activity atau sub-processes).
3. Reaction Rules
Digunakan untuk megambil keputusan dalam flow control. Penggunaan pada BPMN yaitu business rule task yang terhubung ke Gateway. Jalan mana yang harus diambil terkait dengan hasil evaluasi rule.
4. Deontic Rules
Digunakan untuk mendefinisikan fakta di organisasi seperti responsibilities dan relationship. Pada BPMN rule ini didefisikan pada Pools atau Lane.
Pada jBPM Business Rule task merepresentasikan sekumpulan rule yang akan dievaluasi. Rule akan dievaluasi setelah mencapai node Business Rule task.
Business Rule task harus memiliki 1 incoming connection dan 1 outgoing connection.
Rules didefisikan pada file yang berbeda menggunakan format file Drools rule.
Notasi Business Rule yang digunakan yaitu Textual Representation. Dalam BPMN kita dapat mengelompokkan rule-rule yang dibuat ke dalam 1 rule-flow group dengan menggunakan atribut ruleflow-group di header rule. Pengelompokkan ini berguna untuk mengurangi kompleksitas dan mempermudah ketika ada perubahan rule.
Ketika proses mencapai Business Rule task, engine akan mengeksekusi rule yang ada di ruleflow-group yang sesuai. Semua rule yang ada di ruleflow-group tersebut akan dieksekusi sampai selesai sebelum proses berjalan ke node selanjutnya.
Properties dari Business Rule Task di BPMN yaitu:
Id Id dari node business rule task, bersifat unique (tidak boleh ada yang sama)
Name
Nama dari node business rule task tersebut
RuleFlowGroup
Nama dari ruleflow-group yang merepresentasikan sekumpulan rule dari node business rule task tersebut
Tabel 3. Properties dari Business Rule Task
Keuntungan menggunakan business rule task yaitu:
1. Separation of Concern
Business rule lebih cocok digunakan untuk ekspresi yang bersifat deklaratif dibandingkan dengan process model. Sebagian besar, penggunaan dari notasi procedural akan mengakibatkan spaghetti code (source code programnya sangat kompleks, terlalu banyak exceptions, goto (label), terlalu banyak if, sehingga source code terlihat sangat tidak beraturan dan susah dipahami).
2. Re-Usability
Dengan mendefinisikan rule pada tempat yang tepat, tidak hanya bisa diintegrasikan dengan business process lain, tetapi juga dengan aplikasi atau sistem lain.
3. Flexibility
Business rule dapat dengan mudah disesuaikan dengan perubahan kebutuhan bisnis.