• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELAKSANAAN

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

PT. BPR NUSAMBA TEMON

TAHUN 2019

(2)
(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN………...1

BAB II DIREKSI………...3

A. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi... 3

B. Struktur, Komposisi dan Independensi Direksi... 3

C. Rapat Direksi ……….……... 4

D. Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain bagi Direksi ... 5

E. Masa Jabatan...5

F. Sertifikasi Profesi Direksi Bank...6

G. Komite – komite Tingkat Direksi………...6

BAB III DEWAN KOMISARIS………..………. 8

A. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris... 8

B. Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris... 9

C. Struktur, Komposisi dan Independensi Dewan Komisaris... 12

D. Rapat Dewan Komisaris ………... 12

E. Masa Jabatan………... 13

F. Sertifikasi Profesi Dewan Komisaris Bank... 13

G. Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain bagi Dewan Komisaris …… 14

BAB IV BENTURAN KEPENTINGAN……….. 15

BAB V KEPATUHAN ... 16

A. Tugas dan Tanggung Jawab Kepatuhan adalah:... 16

B. Program Kerja Tahun 2019 dan Realisasinya ... 17

BAB VI AUDIT INTERN... 19

BAB VII AUDITOR EKSTERN... 22

BAB VIII BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT... 24

BAB IX RENCANA BISNIS ... 26

A. Arah Kebijakan dan Langkah-langkah Strategis yang Akan Ditempuh.26 B. Indikator Keuangan Utama Bank dan Proyeksi... 27

C. Target Jangka Pendek dan Menengah …... 28

BAB X TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN dan NON KEUANGAN BANK ... 29

A. Kepemilikan Saham ……... 29

B. Hubungan Keuangan dan Keluarga……... 29

(4)

C. Shares Option …... 29

D. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah ……... 29

E. Penyimpangan Internal (Internal Fraud) ... 30

BAB XI CORPORATE GOVERNANCE ASSESSMENT………... 31

A. Self Assessment ... 31

B. Kesimpulan Umum ...35

BAB XIII PENUTUP ... 36 LAMPIRAN ...

A. Lampiran Kertas Kerja Self Assesment...

(5)

BAB I PENDAHULUAN

BPR Nusamba Temon didirikan berdasarkan akta Notaris 106/29-Sept-1989 Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir berdasarkan akta notaris No. 99 /14-Sept-2015 dan telah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan Surat Keputusan No. : AHU-AH.01.03-0966375 tanggal 22-Sept-2015

BPR Nusamba Temon beroperasi sejak 17 Februari 1990 yang berkantor pusat di Temon BPR Nusamba Temon yang selanjutnya disebut ”Bank”, menyadari bahwa akuntabilitas merupakan salah satu tolak ukur yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah Bank bagi pemegang saham dan stakeholders lainnya. Berangkat dari alasan tersebut maka selaras dengan perkembangan usahanya, Bank secara berkesinambungan untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance - GCG) yang baik dan prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan usahanya.

Sesuai dengan POJK No. 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Pelaksanaan Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat, maka Bank terus berupaya mengoptimalkan penerapan tata kelola perusahaan, kepatuhan dan manajemen risiko.

Dalam melaksanakan tata kelola, Bank tidak hanya berpedoman pada ketentuan dan peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan tata kelola sebagaimana disebutkan di atas, namun juga berpedoman pada ketentuan internal dan peraturan perundangan- undangan yang berlaku lainnya seperti :

1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

2. Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

3. Undang-undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 7 Tahun 2009 tentang Lembaga Penjamin Simpanan;

4. Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang;

5. Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/20/PBI/2010 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.

(6)

6. Peraturan Bank Indonesia No. 7/7/PBI/2005 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah;

7. Peraturan Bank Indonesia No. 10/10/PBI/2008 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 7/7/PBI/2005 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah;

8. Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen;

9. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 1/POJK.07/2013 tanggal 26 Juli 2013 tentang pedoman perlindungan konsumen sektor jasa keuangan;

10. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 2/SEOJK.07/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

11. Anggaran Dasar BPR Nusamba beserta perubahan-perubahannya;

12. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat.

13. Pedoman dan Kebijakan Pelaksanaan Good Corporate Governance BPR Nusamba Temon.

14. Pedoman dan Kebijakan Pelaksanaan Penerapan Anti Pencucian Uang &

Pencegahan Pendanaan Terorisme BPR Nusamba Temon.

Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut diatas, berikut ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan tata kelola yang terdiri atas transparansi pelaksanaan tata kelola dan kesimpulan umum hasil self-assessment pelaksanaan tata kelola di Bank.

(7)

BAB II DIREKSI

A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI

Berdasarkan Pedoman dan Tata Tertib Direksi yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank yang telah ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan merujuk kepada Undang-Undang Perseroan Terbatas, ketentuan-ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan, tugas dan tanggung Jawab Direksi, adalah:

1. Memastikan terselenggarannya pelaksanaan Good Corporate Governance atau tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang operasional berdasarkan dengan prinsip kehati – hatian.

2. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank.

3. Direksi wajib mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan Perundang - Undangan yang berlaku.

4. Direksi wajib menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan / atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

5. Direksi wajib bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

6. Direksi wajib mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian.

7. Direksi wajib menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.

B. STRUKTUR, KOMPOSISI DAN INDEPENDENSI DIREKSI

 Pada tahun 2019 telah diadakan Rapat Umum Pemegang Luar Biasa (RUPSLB) sebagai berikut :

1. RUPS LB Tgl 06 Feb 2019

Persetujuan pengunduran diri anggota Dekom 2. RUPS LB Tgl 14 Mei 2019

Pengangkatan anggota Dekom 3. RUPS LB Tgl 01 Nov 2019

Pengangkatan anggota Direksi dan Dekom Pengunduran diri anggota Dekom

(8)

Struktur, komposisi dan independensi Direksi dapat digambarkan sebagai berikut :

No. Nama Direksi Jabatan Independen/

Tdk Independen 1. ANGGA LESMANA,

S.IP, MM

Direktur Utama Independen

C. RAPAT DIREKSI

Direksi menyelenggarakan rapat 1 (satu) kali dalam sebulan, akan tetapi diluar jadwal tersebut Direksi dapat mengundang pejabat untuk mengadakan rapat membahas hal-hal yang perlu diketahui dan/atau mendapat keputusan segera.

Selain itu, Direksi juga secara berkala mengundang Dewan Komisaris untuk melakukan rapat gabungan mendiskusikan kinerja dan perkembangan Bank secara umum.

Selama tahun 2019 , telah diselenggarakan sebanyak 5 (lima) kali rapat gabungan antara Direksi Dewan Komisaris dan pejabat.Rekapitulasi kehadiran dalam rapat Direksi dan rapat gabungan antara Direksi dengan Dewan Komisaris selama tahun 2019 adalah sebagai berikut:

No. Nama Pejabat

Absensi

Kehadiran Prosentase

1. ROHADI, SH 5 100 %

2. NURHAYATI, SE, MM 5 100 %

3. ANGGA LESMANA, S.IP, MM

1 20 %

4. HERWIN YUSWANTO, SE 5 100 % 5. SRI TOPO PRIHATIN, SE 1 20 %

6. SITI HAJAR, SE 2 40 %

7. RENI HERTI ANISA, S.Pd 1 20 %

Acara rapat Direksi dan rapat gabungan Direksi dengan Dewan Komisaris seluruhnya diselenggarakan bergantian tempat.Seluruh anggota Direksi telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Pedoman Kerja Direksi Bank mengenai minimum kehadiran dalam rapat dan jumlah minimum rapat yang diselenggarakan.Keputusan dalam setiap rapat Direksi dan rapat gabungan Direksi dengan Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

Seluruh keputusan rapat telah dituangkan dalam Risalah Rapat dan didokumentasikan dengan baik.

(9)

D. KEBIJAKAN REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN BAGI DIREKSI

Total remunerasi Direksi selama tahun 2019 adalah sebagai beriku :

NO. JENIS REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN

JUMLAH DITERIMA OLEH DIREKSI (KOTOR) tahun 2019

Jumlah ( orang ) Jutaan Rp 1. Remunerasi ( gaji,

bonus, tunjangan rutin, tantiem dan fasilitas lainnya dalam bentuk non natura )

3 616.300

2. Fasilitas lain dalam

bentuk natura

(perumahan,

transportasi, asuransi kesehatan dll)-dalam rupiah

3 194.801

JUMLAH REMUNERASI PER ORANG Tahun 2019

JUMLAH DIREKSI

Diatas Rp 250 juta

2 Diatas Rp. 150 juta s/d Rp. 250 juta NIHIL Diatas Rp. 50 juta s/d Rp. 150 juta 1

Dibawah Rp. 50 juta NIHIL

Total 3

E. MASA JABATAN

Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai masa jabatan dari masing-masing anggota Direksi Bank:

(10)

No. Nama Jabatan Masa Jabatan

Jabatan Berakhir

Persetujuan RUPS

Persetujuan OJK

1. ANGGA

LESMANA, S.IP, MM

Direktur Utama

3 thn 01-11-2022 01-11-2019 19-12-2019

F. SERTIFIKASI PROFESI DIREKSI

Sampai dengan Tahun 2019, seluruh anggota Direksi Bank telah lulus program Sertifikasi Profesi Direktur yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) LKM Certif, dengan perincian sebagai berikut:

NO. NAMA DIREKSI JABATAN SERTIFIKASI

1 ANGGA LESMANA,S.IP, MM DIRUT 651001210618932015

G. KOMITE-KOMITE DI TINGKAT DIREKSI

Dalam menjalankan tugasnya, Direksi dibantu oleh Komite kredit yang bertugas untuk memberikan saran dan rekomendasi yang berhubungan dengan kebijakan- kebijakan dan arahan-arahan Direksi.

Komite-Komite tersebut adalah Komite Kredit.

Komite Kredit adalah Komite operasional yang membantu Direksi baik dalam mengevaluasi dan/ atau memutuskan pengeluaran Kredit, perpanjangan dan perubahan Kredit dalam batas wewenang yang berlaku.

1. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Kredit adalah sebagai berikut:

a. Mengevaluasi dan memberikan rekomendasi persetujuan atau penolakan Kredit berdasarkan usulan Marketing Officer dan / atau kantor cabang.

b. permohonan, perpanjangan dan perubahan Kredit yang perlu mendapatkan pesertujuan Dewan Komisaris atas usulan dariDireksi.

2. Keanggotaan Komite Kredit

Keanggotaan Komite Kredit adalah sebagai berikut, Ketua : Direktur Utama

Anggota : Accoun Officer Kabid Pemasaran Kabid Kredit

(11)

BAB III

DEWAN KOMISARIS

A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank dan merujuk kepada Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan khususnya ketentuan-ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan, tugas dan tanggung jawab utama Dewan Komisaris adalah mengawasi Direksi dalam menjalankan operasional Bank. Dalam melakukan tugas pengawasan tersebut, maka Dewan Komisaris:

1.Dewan Komisaris Wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance atau tata kelola yang baik.

2.Dewan Komisaris wajib melakukan pengawasan atas terselenggaranya pelaksanaan Good Corporate Governanceatau tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi dimana paling kurang harus diwujudkan dalam:

a. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi.

b. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris.

c. Benturan kepentingan

d. Penetapan fungsi kepatuhan, audit intern dan audit ekstern.

e. Penerapan fungsi Manajemen Risiko termasuk pengendalian intern.

f. Batas Maksimum Pemberian Kredit.

g. Rencana Bisnis

h. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.

3.Dewan Komisaris wajib melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi.

4.Dalam melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada butir 3, Dewan Komisaris wajib memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank.

5.Dalam melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada butir 3, Dewan komisaris dilarang terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasioanl Bank, kecuali pengambilan keputusan untuk pemberian Kredit kepada Direksi sepanjang kewenangan Dewan Komisaris tersebut ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank atau dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

6.Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan/atau rekomendasi dari hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, auditor intern, Dewan Komisaris dan/atau auditor ekstern.

(12)

7. Dewan Komisaris wajib memberitahukan secara tertulis kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya:

a. Pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan Perbankan;

b. Suatu kondisi yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

8. Dewan komisaris wajib memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang harus di evaluasi dan dilakukan pengkinian secara berkala.

B. PENGAWASAN DAN REKOMENDASI DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris selama tahun 2019 telah melakukan pengawasan-pengawasan, antara lain :

1. Pelaksanaan Rencana Bisnis Bank, berupa penilaian aspek kuantitatif dan kualitatif terhadap realisasi Rencana Bisnis, termasuk penerapan kepatuhan terhadap ketentuan.

2. Penilaian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Bank, seperti kinerja keuangan khususnya terkait faktor permodalan (capital), rentabilitas (earnings), kualitas asset, manajemen, dan sensitivitas terhadap risiko pasar.

3. Perbaikan atas temuan Hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan.

4. Kecukupan Permodalan Bank.

5. Kualitas Aktiva Produktif (KAP) 6. Likuiditas Bank

7. Tingkat Kesehatan dan Profil Risiko Bank

8. Pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

9. Mengawasi tindak lanjut hasil temuan audit intern, kualitas dan pengembangan Operasional, khususnya kecukupan dan keefektifan Sistem Pengendalian Intern.

10. Penerapan GCG dan Manajemen Risiko serta kepatuhan Bank terhadap peraturan-peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan perundang-undangan lainnya.

11. Penerapan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme .

Dewan Komisaris telah memberikan rekomendasi agar Direksi memberikan perhatian khusus dan melakukan perbaikan-perbaikan, antara lain:

1. Dewan Komisaris telah memberikan pendapat dan rekomendasi kepada Direksi sehubungan dengan tidak tercapainya Rencana Kerja tahun 2019

2. Kebijakan Direksi melakukan reorganisasi dan restaffing, perlu disosialisasikan kepada segenap jajaran SDM , serta diimbangi oleh kejelasan dalam Uraian

(13)

Jabatan bagi para karyawan pimpinan dan kejelasan perincian tugas bagi segenap karyawan pelaksana.

3. SDM sebagai pendukung utama untuk pengembangan kinerja Bank, harus secara terus menerus mendapat pembinaan antara lain :

a. Program pendidikan/training bagi seluruh SDM secara berkelanjutan.

Peningkatan profesionalisme/kompetensi sumber daya Manusia sebagai aset utama Bank secara kualitas maupun kuantitas, tetap harus menjadi perhatian manajemen karena akan meningkatkan kualitas daya saing Bank dibandingkan dengan kompetitor. Kegiatan pendidikan harus menjadi kegiatan sehari-hari dan terus menerus untuk menciptakan Sumber Daya Manusia di semua lapisan yang professional di bidangnya masing-masing.

Kegiatan training-training yang terus menerus akan dapat mencegah terjadinya kerugian yang terjadi karena human eror akibat SDM yang tidak memiliki kompetensi.

b. Adanya kebijakan dan prosedur di bidang SDM yang meliputi tata laksana penerimaan karyawan, jenjang penggajian, kepangkatan, rotasi/mutasi, promosi/demosi, pemberian penghargaan, pemberhentian dsb, dapat menekan fluktuasi keluar/masuk SDM sekecil mungkin. Tenaga-tenaga yang telah terdidik dan memiliki profesionalisme yang semakin tinggi dapat terus mengabdikan dirinya di Bank serta memberikan ketentraman &

suasana kerja produktif bagi seluruh SDM. Karyawan dapat mengetahui hak-hak dan kewajibannya dan dapat memprediksi jenjang karir yang jelas setelah masa kerja tertentu.

4. Kebijakan Direksi untuk mengembangkan Kredit dan pendanaan, harus dilaksanakan berdasarkan prinsip kehati-hatian , serta diimbangi oleh fungsi pengawasan yang baik melalui optimalisasi fungsi Internal Control dan SKAI.

Fungsi audit harus dilaksanakan terhadap setiap segmen Kredit mencakup pelaksanaan/kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian, prinsip syariah sampai dengan fungsi remedial dan kualitas penagihan (collection) sebagai bagian dari mitigasi risiko.

5. Reorganisasi dan restaffing, yang antara lain dengan SDM Kredit Mikro ke unit- unit kerja lain, perlu dijaga agar kolektibilitas Kredit mikro tidak memburuk, terutama kegiatan cash pickup pembayaran angsuran oleh Relationship Officer yang ada di satuan kerja operasional Cabang. Budaya nasabah mikro adalah

“jemput bola”, jarang bertransaksi ke kantor Bank. Tenaga untuk melakukan collection Kredit Mikro harus tetap ada, tidak dirangkap oleh AO yang juga bertugas memasarkan produk Kredit.

(14)

6. Bank perlu meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, tidak hanya melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) secara disiplin, namun juga harus memberikan pelayanan yang prima berdasarkan etika profesionalisme melebihi tingkat harapan dari nasabah, yang dapat memberikan nilai tambah sebagai daya saing dengan kompetitor yang ada (beyond customer expectation).

7. Perlu terus dilakukan perbaikan secara berkelanjutan (continuously improvement) untuk lebih mencapai tingkat kepuasan nasabah yang prima (customer satisfaction). Hal ini tentunya sangat sejalan dengan industri Perbankan yang menjalankan usaha atas dasar kepercayaan serta dapat mengemban amanah yang dititipkan oleh para nasabah Bank.

8. Untuk memelihara pelaksanaan GCG pada posisi yang baik , agar dilakukan antara lain :

a. Evaluasi terhadap Kebijakan dan Prosedur/Pedoman Kerja yang sudah ada, apakah perlu direvisi atau tidak, terkait dengan perkembangan bisnis maupun adanya ketentuan ekstern/perundang-undangan yang berubah atau baru.

b. Uraian Jabatan para Karyawan Pimpinan dan uraian tugas para karyawan yang sudah ada agar di evaluasi, agar sesuai dengan perubahan organisasi yang menunjang Rencana Bisnis Bank.

c. Percepatan pelayanan kepada nasabah tetap terjaga dengan baik tanpa adanya pelanggaran terhadap prosedur maupun service level agreement antar organisasi/satuan kerja di Bank. Tetap memperhatikan prinsip fairness bahwa setiap satuan kerja/organisasi melaksanakan tugas sesuai dengan batasan tugas dan tanggung jawabnya.

9. Bank harus senantiasa meningkatkan prinsip kehati-hatian didalam proses pemberian kredit, dalam rangka memitigasi risiko kredit dan meminimalisir potensi timbulnya NPL. Sedangkan NPL yang ada agar diupayakan untuk segera diselesaikan. Bila debitur masih beritikad baik maka penyelesaiannya melalui negosiasi atau bila perlu restrukturisasi, sedangkan bila itikad debitur sudah tidak baik maka penyelesaiannya melalui proses hukum.

10. Didalam kegiatan pengembangan bisnis Bank harus senantiasa berusaha memitigasi risiko-risiko inherent yang masih termasuk kategori high maupun moderate to high secara terus menerus sehingga dapat ditekan pada level setinggi-tingginya moderat, karena risiko-risiko inheren akan berpengaruh kepada penilaian tingkat kesehatan Bank. Risk Control System Kredit, kepatuhan, Likuiditas, Operasional, dasar Kepatuhan, agar terus ditingkatkan

(15)

kualitasnya, sehingga yang sementara dinilai Marginal dapat ditingkatkan kualitasnya meningkat menjadi Fair, Satisfactory bahkan Strong.

11. Sesuai dengan visi Bank menjadi Bank yang tumbuh dan berkembang secara sehat, bahwa Bank telah menentukan fokus ekpansi usaha kedepan adalah pada segmen pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM), Dewan Komisaris menilai bahwa segmen pasar yang dipilih tahun 2019 dan beberapa tahun kedepan sudah tepat, untuk dasar melakukan akselerasi pertumbuhan bisnis Bank.

C. STRUKTUR, KOMPOSISI DAN INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS

Struktur, Komposisi dan Independensi Dewan Komisaris Bank adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil keputusan RUPS yang dituangkan dalam akta notaril Risalah RUPS BPR Nusamba Temon No. 1 tanggal 02 Mei 2017 yang disahkan oleh kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU- AHA.01.03-0133283 tanggal 04 Mei 2017 dan surat OJK No. S-306/KO- 031/2017 dan Persetujuan OJK No. S.898/KO-031/2019 tanggal 19 Des 2019, seluruh Dewan Komisaris telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan dan telah diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) :

No. Nama Dewan

Komisaris

Jabatan Independen/

Tdk Independen

1. ROHADI, SH Komisaris Utama Independen

2. NURHAYATI, SE, MM Komisaris Independen

2. Jumlah anggota Dewan Komisaris sebanyak 2 (dua) orang dan Direksi hanya 1 (satu) orang

3. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi.

4. Dengan demikian, anggota Dewan Komisaris memenuhi jumlah, komposisi, kriteria dan independensi sesuai ketentuan Otoritas jasa Keuangan

.

(16)

D. RAPAT DEWAN KOMISARIS

1. Rapat Dewan Komisaris wajib diselenggarakan paling kurang 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Selama tahun 2019 telah diselenggarakan rapat Dewan Komisaris sebanyak 5 kali sbb :

No. Nama Pejabat Rapat Dewan Komisaris Kehadiran Prosentase

1. ROHADI, SH 5 100 %

2. REJA WIDODO, SE 2 40 %

3. NURHAYATI, SE, MM 1 20 %

2. Seluruh rapat Dewan Komisaris dan rapat gabungan antara Dewan Komisaris dengan Direksi dan Pejabat berlokasi yang berbeda secara bergantian.

3. Keputusan dalam setiap rapat Dewan Komisaris dan rapat gabungan antara Dewan Komisaris dengan Direksi dan Pejabat dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

4. Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik.

E. MASA JABATAN Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai masa jabatan dari masing-masing

anggota Dewan Komisaris Bank:

No. Nama Jabatan Masa

Jabatan

Jabatan Berakhir

Persetujuan RUPS

Persetujuan OJK 1. ROHADI, SH Komut 3 tahun 02-05-2020 02-05-2017 No. S-

306/KO.031 /2017 tgl 08-06-2017 2. NURHAYATI

, SE, MM

Komisaris 3 tahun 01-11-2022 01-11-2019 No.

S.898/KO.0 31/2019 tgl 19-12-2019

(17)

F. SERTIFIKASI PROFESI DEWAN KOMISARIS

Sampai dengan tahun 2019, Anggota Dewan Komisaris Bank yang telah lulus program Sertifikasi Profesi Dewan Komisaris yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Professi (LSP) LKM Certif,adalah sebagai berikut:

NO. NAMA DEWAN KOMISARIS JABATAN SERTIFIKASI

1 ROHADI, SH KOMUT 651001210610652014 2 NURHAYATI, SE, MM KOMISARIS -

G. KEBIJAKAN REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN BAGI DEWAN KOMISARIS Total remunerasi Dewan Komisaris selama tahun 2019 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

JENIS REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN

JUMLAH DITERIMA OLEH DEWAN KOMISARIS (KOTOR)

tahun 2019 Jumlah (org) Jutaan Rp.

1. Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem dan fasilitas lainnya dalam bentuk non natura)

4 347.420

2. Fasilitas lain dalam bentuk natura

(perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dll)- dlm rupiah

4 98.099

JUMLAH REMUNERASI PER ORANG Tahun 2019

JUMLAH KOMISARIS

Diatas Rp.200 juta 1

Diatas Rp. 150 juta s/d Rp. 200 juta NIHIL Diatas Rp. 100 jutas/d Rp. 150 juta NIHIL

Dibawah Rp. 100 juta 3

Total 4

(18)

BAB IV

BENTURAN KEPENTINGAN

Benturan kepentingan (conflict of interest) adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Bank dengan kepentingan ekonomis pribadi pihak-pihak terafiliasi (Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi) yang dapat merugikan Bank. Setiap bentuk benturan kepentingan akan berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan kebijakan maupun penerapan GCG secara keseluruhan. Untuk menghindari pengaruh negatif dari benturan kepentingan tersebut, maka Bank perlu mengatur lebih lanjut batasan-batasan tertentu yang berhubungan dengan benturan kepentingan tersebut sebagai berikut :

1. Jika terjadi benturan kepentingan antara Bank dengan pihak-pihak terafiliasi, maka Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif lainnya dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan Bank serta wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusan.

2. Pengungkapan benturan kepentingan tersebut di atas harus dituangkan dalam risalah rapat dengan mencatat nama pihak-pihak yang memiliki benturan kepentingan serta dasar pertimbangan pengambilan keputusan.

3. Guna menghindari pengambilan keputusan yang berpotensi merugikan Bank atau mengurangi keuntungan Bank, maka Bank harus memiliki dan menerapkan kebijakan intern mengenai :

a. Pengaturan penanganan benturan kepentingan yang mengikat setiap pengurus dan pegawai antara lain tata cara pengambilan keputusan.

b. Pengaturan lebih lanjut tentang prosedur pengambilan keputusan sebagaimana tertuang dalam Standar Operation & Procedure (SOP) maupun melalui pengaturan kewenangan memutus.

c. Pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan harus ditatausahakan atau dicatat dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik.

4. Direksi dan pajabat eksekutif harus sedapat mungkin menghindari terjadi benturan kepentingan dengan pihak terafiliasi lainnya dalam pengambilan keputusan yang dapat menimbulkan kerugian bagi Bank.

(19)

BAB V KEPATUHAN

Bank senantiasa berusaha untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan dan hukum yang berlaku, standar-standar, etika dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Tujuan dari upaya-upaya tersebut adalah agar masing-masing unit kerja dalam Bank terbudaya untuk senantiasa patuh dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan reputasi Bank. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 4/POJK.3/2015 Bank wajib menunjuk salah satu bagian yang membawahkan fungsi Kepatuhan

A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PETUGAS KEPATUHAN ADALAH:

1. Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan. Perjanjian yang dibuat oleh Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan antara lain Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) atau Business Plan. Sedangkan komitmen yang dibuat oleh Bank adalah kesanggupan Bank untuk memenuhi perintah dan larangan dari Otoritas Jasa Keuangan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu serta komitmen menindak lanjuti hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan.

2. Merumuskan strategi guna mendorong terciptanya Budaya Kepatuhan Bank;

3. Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsip-prinsip kepatuhan yang akan ditetapkan oleh Direksi;

4. Menetapkan sistem dan prosedur kepatuhan yang akan digunakan untuk menyusun ketentuan dan pedoman internal Bank; memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan Bank telah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Melakukan kajian kepatuhan terhadap proposal Kredit diatas jumlah tertentu.

6. Melakukan pengkajian atas Kebijakan dan Prosedur Bank atau Kebijakan Strategis yang memerlukan persetujuan Direksi. Mekanisme pengkajian dari Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan yang diatur dalam prosedur tersendiri.

7. Meminimalkan Risiko Kepatuhan Bank.

8. Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan dan/atau keputusanyang diambil Direksi Bank tidak menyimpang dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(20)

9. Melakukan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan Fungsi Kepatuhan.

10. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan mempunyai Kewajiban sebagai berikut:

a. Mencegah Direksi Bank agar tidak menempuh kebijakan dan/atau menetapkan keputusan yang menyimpang dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

b. Melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya secara berkala kepada Direktur Utama dengan tembusan Dewan Komisaris.

c. Menyampaikan laporan ke Otoritas Jasa Keuangan mengenai pokok-pokok pelaksanaan tugas Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan sebagaimana diatas dan laporan khusus mengenai kebijakan dan/atau keputusan direksi yang menurut pendapat Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan telah menyimpang dari peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Laporan ini disampaikan setiap semester.

11. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan dibantu oleh Pejabat Eksekutif dan staff yang membawahkan fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko.

B. PROGRAM KERJA TAHUN 2019 DAN REALISASINYA 1. Revisi Kebijakan APU & PPT

2. Bank senantiasa meningkatkan pengawasan manajemen atas penerapan APU

& PPT dengan mengoptimalkan sistem informasi dalam proses pemantauan dan identifikasi transaksi yang mencurigakan, Kebijakan APU & PPT adalah sebagai berikut:

3. Memantau pelaksanaan Program APU & PPT dengan memberdayakan fungsi Unit Kerja Khusus (UKK).

4. Mensosialisasikan Pedoman Kerja APU & PPT dalam rangka peningkatan pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM) Bank.

5. Melengkapi dan mengkinikan data nasabah secara berkelanjutan.

6. Pengelompokan nasabah dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko (Risk Based Approach).

7. Uji kepatuhan persetujuan penyediaan dana besar.

8. Mereview Kebijakan dan Prosedur Kepatuhan (Corporate Compliance) agar lebih mengakomodasi peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

9. Revisi SOP GCG dan Manajemen Risiko

(21)

10. Menyempurnakan laporan Profil Risiko dan TKS untuk kepentingan konsolidasi dengan induk perusahaan

11. Penyempurnaan identifikasi, pengukuran, monitoring dan kontrol terhadap profil risiko.

12. Pemberdayaan Fungsi Unit Kerja Khusus dalam rangka Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris. Sosialisasi peraturan Otoritas Jasa Keuangan kepada unit-unit kerja terkait

13. Pemantauan tindak lanjut terhadap hasil temuan pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan& Divisi Internal Audit (SKAI).

14. Pemantauan pemenuhan ketentuan Good Corporate Governance (GCG) BPR.

15. Selama tahun 2019, Bank dapat menjaga kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan.

16. Beberapa indikator yang dapat mencerminkan pelaksanaan fungsi kepatuhan Bank, antara lain:

17. Tidak terdapat pelanggaran atau pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

18. Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan memperhitungkan Resiko Kredit dan risiko pasar adalah di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (

>12%).

19. Rasio NPL-gross sebesar 4.35 % dan NPL– net sebesar 4.23 %

20. Rasio Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) terhadap PPAP yang wajib dibentuk adalah sebesar 93.10%.

21. Laporan keuangan konsolidasi BANK tahun 2019

22. sedang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs. SUPRIHADI & REKAN 23. Berdasarkan laporan kepada OJK, tidak terdapat kasus yang signifikan dalam

hal kepatuhan.

(22)

BAB VI AUDIT INTERN

Terpenuhinya secara baik kepentingan Bank dan Masyarakat penyimpan dana merupakan bagian dari misi Audit Intern Bank. Hal ini perlu dikemukakan karena sebagai badan usaha, didalam Bank terdapat berbagai macam kepentingan dari pihak- pihak terkait, seperti pemilik, manajemen, pegawai dan nasabah.

Walaupun terdapat perbedaan kepentingan diantara pihak-pihak terkait tersebut, namun pada hakekatnya kepentingan tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu tercapainya Bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar.

Dalam kaitan ini, audit intern Bank berfungsi untuk memastikan terwujudnya Bank yang sehat, berkembang secara wajar dan dapat menunjang perekonomian nasional.

Agar misi tersebut dapat terlaksana dengan baik, diperlukan mekanisme pengendalian umum. Selanjutnya, perlu dilakukan penataan dan penegasan peranan Dewan Komisaris dalam hubungannya dengan Fungsi Audit Intern Bank.

Dalam rangka pelaksanaan manajemen risiko yang baik, pengendalian intern yang tepat serta tata kelola perusahaan yang baik, maka diperlukan suatu fungsi yang dapat melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang telah dilakukan oleh Bank. Divisi Internal Audit yang melaksanakan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagai organisasi yang independen menjalankan kegiatan audit intern Bank.

Dalam menjalankan fungsinya, SKAI telah melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Melakukan audit secara independen

b. Melakukan penilaian terhadap kecukupan dan efektifitas Sistem Pengendalian Intern BANK

c. Melakukan pemantauan perkembangan tidak lanjut yang dilakukan oleh audit.

6.1. Tujuan dan Cakupan Audit.

1. Tujuan Audit

Tujuan audit adalah memeriksa dan menilai kecukupan serta efektifitas struktur pengendalian intern dalam semua fungsi terutama Bidang kredit, Operasional, TSI, dan lainnya

2. Cakupan Audit

Pelaksanaan pemeriksaan difokuskan pada risiko kredit, pada aktivitas Kredit, risiko stratejik, risiko operasional, risiko likuiditas dan risiko kepatuhan dengan

(23)

pertimbangan pengaruh relatif cukup besar terhadap kondisi Kantor Capem dan Divisi dibandingkan dengan risiko lainnya

6.2. Struktur Organisasi Satuan Kerja Audit Intern.

 Kedudukan SKAI dalam Struktur organisasi sebagai berikut :

6.3. Program Kerja Selama Tahun 2019 dan Realisasinya

Realisasi Kerja SKAI yang telah mendapat persetujuan dari Direktur Utama, menitik beratkan pada hal-hal sebagai berikut:

a. Berdasarkan realisasi pelaksanaan Audit selama tahun 2019 terdapat beberapa kesimpulan pemeriksaan sebagai berikut:

1. Pemeriksaan harian, meliputi:

 Pemeriksaan tabungan dan deposito – sampling

 Pemeriksaan berkas kredit – sampling

 Pmeriksaan biaya umum harian di mutasi

 On the sport dana maupun kredit

 On the sport kantor kas

2. Program pemeriksaan 2 kali dalam 1 bulan terkait Cash Opname kantor pusat dan kantor kas serta pemeriksaan kesekretariatan

3. Program pemeriksaan bulanan meliputi;

 Saldering pinjaman termasuk pinjaman karyawan

 Pemeriksaan pph pasal 2 ayat 2, 21, 23 dan 25

 Pemeriksaan rekonsiliasi bank

 Pemeriksaan BDD, UMB, AYDA dll

 Pemeriksaan biaya, sewa, umum

 Pemeriksaan persediaan ATK DEWAN KOMISARIS

DIREKTUR UTAMA

SKAI

DIREKTUR

(24)

4. Program pemeriksan 1 kali dalam 6 bulan

 Saldering jaminan

 Saldering Bilyet Deposito

5. Program pemeriksaan 1 kali dalam 12 bulan

 Pemeriksaan PH

(25)

BAB VII

AUDITOR EKSTERN

Auditor eksternal memiliki peran penting dalam kerangka kerja Good Corporate Governance (GCG). Direksi menyadari bahwa tugas yang dilaksanakan oleh para auditor eksternal untuk mendukung kelancaran tugas Manajemen Bank.

Direksi telah menunjuk KAP “Drs. SUPRIHADI & REKAN” sebagai akuntan Publik untuk melakukan Audit atas Laporan Keuangan BPR Nusamba Temon tahun 2018.

Laporan Keuangan Bank tahun 2018 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik “ Drs.

SUPRIHADI & REKAN”. Surat Komentar (Management Letter) atas hasil audit laporan keuangan yang diterima dari auditor independen telah menjadi perhatian manajemen untuk ditindak lanjuti.

Kantor Akuntan Publik “Drs. SUPRIHADI & REKAN” melaksanakan audit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia dan terdaftar OJK.

Dalam rangka peningkatan transparansi kondisi keuangan, BPR Nusamba Temon menyusun dan menyajikan laporan keuangan dalam bentuk dan cakupan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia, yang terdiri dari :

1. Neraca

2. Laporan Laba Rugi

3. Laporan Perubahan Ekuitas 4. Laporan Arus Kas

5. Catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi tentang komitmen dan 6. kontinjensi.

Informasi yang tercantum dalam Laporan Keuangan Tahunan yang disajikan kepada masyarakat luas terdiri dari :

1. Informasi umum, yang terdiri dari mengenai kepengurusan, kepemilikan, perkembangan usaha Bank dan kelompok usaha Bank, stragetegi dan kebijakan manajemen serta laporan manajemen.

2. Laporan Keuangan tahunan.

3. Opini dari Akuntan Publik/ auditor eksternal.

4. Seluruh aspek transparansi dan informasi.

5. Seluruh aspek pengungkapan sesuai SAK ETAP dan PA BPR.

(26)

6. Jenis risiko dan potensi kerugian yang dihadapi oleh Bank.

7. Informasi lainnya.

(27)

BAB VIII

BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT

Selama tahun 2019 tidak terdapat pelanggaran dan/ atau pelampauan terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ( POJK ) No. 49/POJK.03/2017 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

Jumlah total baki debet penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan debitur/ group selama tahun 2019, adalah sebagai berikut: Penyediaan Dana Pihak Terkait

No. Bulan Modal BMPK Maks Realisasi

1 Januari 8.392.502 10 % 839.250

2 Februari 8.425.204 10 % 842.520

3 Maret 8.450.039 10 % 845.004

4 April 7.989.644 10 % 798.964

5 Mei 8.070.004 10 % 807.000

6 Juni 8.106.356 10 % 810.635

7 Juli 7.401.428 10 % 740.143

8 Agustus 7.423.206 10 % 742.320

9 September 7.464.628 10 % 746.463

10 Oktober 7.472.696 10 % 747.269

11 November 7.515.255 10 % 751.525

12 Desember 7.588.521 10 % 758.852

(28)

Penyediaan Dana Pihak Tidak Terkait dan kelompok ( group obligor )

No. Bulan Modal BMPK Individual GROUP 30 %

1 Januari 8.392.502 20 % 1.678.500 2.517.750 2 Februari 8.425.204 20 % 1.685.040 2.527.560 3 Maret 8.450.039 20 % 1.690.008 2.535.012 4 April 7.989.644 20 % 1.597.928 2.396.892 5 Mei 8.070.004 20 % 1.614.000 2.421.000 6 Juni 8.106.356 20 % 1.621.270 2.431.905 7 Juli 7.401.428 20 % 1.480.286 2.220.429 8 Agustus 7.423.206 20 % 1.484.640 2.226.960 9 September 7.464.628 20 % 1.492.926 2.239.389 10 Oktober 7.472.696 20 % 1.494.538 2.241.807 11 November 7.515.255 20 % 1.503.050 2.254.575 12 Desember 7.588.521 20 % 1.517.704 2.276.556

(29)

BAB IX RENCANA BISNIS

A. Arah Kebijakan dan Langkah-langkah Strategis yang Akan Ditempuh

Bank yang resmi beroperasi sejak 17 Februari 1990 terus mengerahkan segala potensi yang ada untuk menjadi BPR terbaikdalam industri Perbankan nasional.

Masuknya Bank ini kedalam segmen pembiayaan mikro pada bulan Februari menjadi tonggak peristiwa sebagai entry point dalam menuju Visi: “ Menjadi Bank yang terpercaya dan membangun Masa Depan “. Pada kuartal pertama tahun 1990 manajemen sepakat untuk memperkokoh pondasi perusahaan sebagai Bank dengan melakukan pengembangan segmen baru untuk percepatan pertumbuhan aset perusahaan, namun tetap fokus pada segmen ritel. Pada tahun ini pula, Bank melengkapi berbagai produk pembiayaan maupun pendanaan ritel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bulan Desember 2019 adalah saat yang perlu diperhatikan oleh Bank karena asset mengalami penurunan, sehingga asset hanya sebesar Rp 48.838.012.000,- ada penurunan sebesar Rp 3.800.163.000,

Untuk menaikan posisi tersebut, manajemen mematok proyeksi aset sebesar Rp 54.995.587,- pada akhir tahun 2020, atau meningkat 12.6 % dibandingkan bulan Desember 2019 sebesar Rp 48.838.012,-

Adapun tolak ukur pencapaian sekaligus merupakan arah kebijakan Bank dari tahun 2019 dapat digambarkan sebagai berikut:

(30)

Memperkokoh Pondasi Melalui Pengembangan Produk dan Segmen Bisnis Baru

No. Keterangan

Des 2019

(realisasi) Juni 2020 Des 2020

1 Asset 48.838.012 50.159.853 54.995.587

2 Kredit 34.077.104 36.521.731 38.585.797 3 Dana Pihak ketiga 40.873.622 40.897.881 45.170.990 4 Modal disetor 4.646.000 4.646.000 4.646.000 5 L/R th berjalan

(sebelum pajak )

1.001.285 964.618 1.575.305

6 Pertumbuhan Asset 2.71 % 9.64 %

B.Indikator Keuangan Utama BANK dan Proyeksi RASIO-RASIO

No. Rasio Des

2019

Juni 2020 Des 2020 1. Rasio KPMM (%) 26.66 27.90 27.40 2. Rasio Modal Inti (%) 25.98 27.24 26.69 3. Rasio K A P (%) 2.27 1.98 1.50 4. Rasio

PPAP/PPAPWD (%)

100.00 100.00 100.00

5. NPL Gross (%) 3.95 3.22 2.50

6. NPL Netto (%) 3.36 2.82 2.15

7. Rasio Kredit/Total Aktiva Produktif (%)

72.06 75.95 72.84 8. Rasio Return On

Asset ( ROA ) (%)

6.74 5.42 3.87

9. Rasio Net Interest Margin (NIM) (%)

15.12 18.76

10. Rasio BOPO (%) 92.11 88.00 85.01 11. Cash Rasio (%) 14.61 10.92 16.59 12. Loan to Deposit

Ratio(LDR) (%)

70.38 75.34 73.31

(31)

C. Target Jangka Pendek dan Menengah

1. Melihat ketatnya persaingan industri Perbankan nasional dalam memperkuat struktur likuditas melalui penghimpunan dana pihak ketiga, maka Bank akan menjalankan strategi penggalangan dana melalui pemenuhan tenaga pemasaran pendanaan (funding officer atau FO) minimal dua orang per cabang, pembuatan produk pendanaan yang kompetitif dan menarik bagi nasabah, meluncurkan kartu Debit yang bekerja sama dengan jaringan Prima, program cross selling dengan nasabah pembiayaan serta penambahan jaringan kantor cabang melalui konsep Distribution Channel (DC).

2. Bisnis pembiayaan juga akan menjalankan strategi berupa pengembangan SDM, percepatan proses, pengembangan produk dan aktifitas baru, strategi pemasaran yang fokus serta perbaikan kualitas pembiayaan.

3. Pada saat yang bersamaan, Bank akan membenahi teknologi dan sistem informasi, meningkatkan brand awareness melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan edukasi yang bersinergi dengan Pemerintah, OJK dan instansi terkait lainnya, dengan mengikuti pameran dan wawancara di media elektronik dan cetak.

(32)

BAB X

TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN dan NON KEUANGAN BANK

A. . Kepemilikan Saham

Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak ada, berikut tabelnya:

NAMA KEPEMILIKAN

BANK % PERUSAHAAN

LAIN

%

Dewan Komisaris

- - nihil -

- - nihil -

- - nihil -

Direksi

- - nihil -

- - nihil -

- - nihil -

- - nihil -

B. Hubungan Keuangan dan Keluarga

Hubungan keuangan dan Hubungan Keluarga anggota Dewan Komisaris dan Direksi Tidak terdapat hubungan keuangan dan hubungan keluarga diantara sesama Dewan Komisaris dan Direksi Bank

.

C. Shares Option

Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank tidak memiliki hak opsi terhadap saham Bank. Dan pada saat ini Bank tidak mempunyai kebijakan Shares Option tersebut.

D. Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah

Yang dimaksud dengan gaji adalah hak pegawai yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari Bank kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan

(33)

perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pegawai dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah dilakukan.

Gaji yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan pegawai tetap Bank per bulan terangkum dalam perbandingan dibawah ini:

1. Rasio gaji pegawai tertinggi dan terendah adalah 4.6: 1 2. Rasio gaji Direksi tertinggi dan terendah adalah 1.3 : 1 3. Rasio gaji Komisaris tertinggi dan terendah adalah 1.3 : 1 4. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi adalah 2.4 : 1

E. . Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Penyimpangan internal adalah penyimpangan/ kecurangan yang dilakukan oleh pengurus, pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing) terkait dengan proses kerja dan kegiatan operasional Bank yang mempengaruhi kondisi keuangan Bank secara signifikan. Terkait dengan Fraud, PT. BPR Nusamba Temon di tahun 2019 “NIHIL “ ( tidak terdapat fraud )

(34)

BAB XI

GOOD CORPORATE GOVERNANCE ASSESSMENT

A. Self Assessment

Sesuai dengan Peraturan POJK No.4/POJK.3/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank, maka Bank diwajibkan untuk melakukan self assessment atas implementasi GCG di Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Temon. Self Assessment tersebut dilakukan terhadap 9 aspek pada posisi Bank per 31 Desember 2019

Kesimpulan dan peringkat pelaksanaan GCG untuk masing-masing faktor adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris

 Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan Komisaris sangat sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kompleksitas usaha BANKserta telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

 Seluruh anggota Dewan Komisaris mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen.

 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip GCG, telah berjalan sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

 Rapat Dewan Komisaris terselenggara sangat efektif dan efisien.

 Aspek transparansi anggota Dewan Komisaris sangat baik dan tidak pernah melanggar ketentuan/peraturan yang berlaku.

 Peringkat 1 dengan nilai 0.27 predikat SANGAT BAIK 2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi

 Jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Direksi sangat sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank serta telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

 Seluruh anggota Direksi mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen.

 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi telah memenuhi prinsip- prinsip GCG, berjalan sangat efektif dan tidak ada kelemahan minor.

 Rapat Direksi terselenggara secara sangat efektif dan efisien.

 Aspek transparansi anggota Direksi sangat baik dan tidak pernah melanggar ketentuan/perundangan yang berlaku

 Peringkat 2 dengan nilai 0.44 predikat BAIK

(35)

3. Penanganan benturan kepentingan

 Bank memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian benturan kepentingan yang sangat lengkap dan efektif.

 Seluruh benturan kepentingan telah diungkap dalam setiap keputusan, telah dilengkapi dengan risalah rapat, telah diadministrasikan dan terdokumentasi dengan sangat baik.

 Benturan kepentingan tidak merugikan atau mengurangi keuntungan Bank.

 Peringkat 1 dengan nilai 0.22 predikat SANGAT BAIK 4. Penerapan fungsi kepatuhan Bank

 Kepatuhan Bank tergolong sangat baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dan komitmen yang telah dibuat.

 Pelaksanaan tugas dan independensi Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan berjalan sangat efektif.

 Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan melakukan review secara berkala mengenai kepatuhan seluruh satuan kerja operasional.

 Pedoman, sistem dan prosedur kerja seluruh jenjang organisasi tersedia secara sangat lengkap, kini dan sangat sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

 Peringkat 2 dengan nilai 0.27 predikat BAIK

5. Penerapan fungsi audit intern

 Pelaksanaan fungsi audit intern Bank telah berjalan efektif, pedoman intern sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan namun terdapat kelemahan minor yang telah/dapat diatasi dengan tindakan rutin.

 SKAI menjalankan fungsinya secara independen dan obyektif.

 Peringkat 2 dengan nilai 0.23 predikat BAIK 6. Penerapan fungsi audit ekstern

 Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik sangat efektif dan sesuai dengan persyaratan minimum yang ditetapkan dalam ketentuan.

 Kualitas dan cakupan hasil audit Akuntan Publik sangat baik.

 Pelaksanaan audit dilakukan oleh Akuntan Publik/KAP sangat independen dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

 Peringkat 1 dengan nilai 0.03 predikat SANGAT BAIK

(36)

7. Batas Maksimum Pemberian Kredit

 Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis yang up to date dan lengkap untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar.

 Tidak ada pelanggaran BMPK dan maupun prinsip kehati-hatian.

 Diversifikasi penyediaan dana merata atau jumlah penyediaan dana besar/debitur inti dibandingkan dengan total penyediaan dana tidak signifikan.

 Pengambilan keputusan dalam penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan secara independen.

 Peringkat 2 dengan nilai 0.17 predikat BAIK 8. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan

 Bank transparan dalam menyampaikan informasi keuangan dan non-keuangan kepada publik melalui homepage dan media yang memadai.

 Cakupan informasi keuangan dan non-keuangan tersedia secara tepat waktu, lengkap, akurat, kini dan utuh.

 Bank transparan menyampaikan informasi produk dan jasa, menerapkan pengelolaan pengaduan nasabah dengan efektif serta memelihara data dan informasi pribadi nasabah secara memadai.

 Cakupan laporan pelaksanaan GCG lengkap, akurat, kini dan utuh, telah disampaikan secara tepat waktu kepada shareholder sesuai ketentuan yang berlaku.

 Sistem Informasi Manajemen Bank khususnya terkait Sistem Pelaporan Internal BANKmampu menyediakan data dan informasi dengan tepat waktu, akurat, lengkap dan handal serta efektif untuk pengambilan keputusan manajemen.

Peringkat 2 dengan nilai 0.21 predikat BAIK

9. R B B ( Rencana Bisnis Bank )

 Pringkat 2 dengan nilai 0.15 predikat BAIK

(37)

NO. FAKTOR PERINGKAT BOBOT NILAI

1. Pelaksanaan tugas dan

tanngung jawab Direksi 1.97 20 % 0.44

2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris

1.62 15 % 0.27

3. Penanganan benturan kepentingan

2.00 10 % 0.22

4. Penerapan fungsi kepatuhan Bank

2.46 10 % 0.27

5. Penerapan fungsi audit intern

2.03 10 % 0.23

6. Penerapan fungsi audit ekstern

1.00 2.5 % 0.03

7. Penerapan Manajemen Resiko termasuk sistem pengendalian intern

0.00 10 % 0.00

8. Batas Maksimum

Pemberian Kredit

2.00 7.5 % 0.17

9. Rencana Bisnis 1.83 7.5 % 0.15

10. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan

2.50 7.5 % 0.21

(38)

A. Kesimpulan Umum

Berdasarkan hasil self assessmentyang dilakukan, hasil penilaian GCG pada Bank posisi tahun 2019 dapat kami simpulkan sebagai berikut:

1. Nilai komposit yang diperoleh Bank adalah 1.98 yang termasuk kategori BAIK.

2. Terhadap nilai komposit yang diperoleh, Bank berpendapat masih terdapat beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan agar implementasi GCG lebih baik lagi, antara lain Pelaksanaan GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank, kelengkapan organisasi, peningkatan kualitas SDM, peningkatan pelaksanaan fungsi audit intern Bank, peningkatan sistem pengendalian intern Bank pada seluruh jajaran organisasi.

3. Disamping itu, Bank juga memiliki kekuatan atas implementasi GCG yaitu bahwa kultur GCG yang telah terbentuk pada organisasi Bank, di mana pemegang saham, manajemen dan seluruh karyawan memiliki komitmen untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan atas kelemahan yang ada sehingga implementasi GCG Bank semakin baik dari waktu ke waktu.

(39)
(40)

LAMPIRAN

Self Assessment

(41)

Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR

Profil BPR Nama BPR Alamat BPR Posisi Laporan Modal Inti BPR Total Aset BPR Bobot Faktor BPR

BPR NUSAMBA TEMON

Jl. Raya Temon No. 64 Temon Kulon Progo Desember 2019

Rp 7,417,606 Rp 48,838,012 B

(42)

SB B CB KB TB

1 2 3 4 5

1

1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50M:

Jumlah anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.

BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:

Jumlah anggota Direksi paling sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.

2) Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama, atau kota/kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama, atau kota/kabupaten di provinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.

v

Direktur Utama tinggal di Kulon Progo satu kabupaten dengan Kantor Pusat BPR Nusamba Temon

3) Anggota Direksi tidak merangkap jabatan pada Bank, Perusahaan Non Bank dan/atau lembaga lain (partai politik atau organisasi kemasyarakatan). v

Anggota direksi hanya menjabat di BPR Nusamba Temon

4) Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.

v

Anggota direksi tidak memiliki hubungan keluarga dengan sesama direksi

5) Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan kecuali memenuhi persyaratan yaitu untuk proyek yang bersifat khusus yang dari sisi karakteristik proyeknya membutuhkan adanya konsultan; telah didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan, dan jangka waktu pekerjaan, serta biaya; dan perorangan dan/atau penyedia jasa profesional adalah pihak independen yang memiliki kualifikasi untuk proyek yang bersifat khusus dimaksud.

v

Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan, kecuali proyek-proyek tertentu

6) Seluruh anggota Direksi telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS termasuk perpanjangan masa jabatan Direksi telah ditetapkan oleh RUPS sebelum berakhir masa jabatannya.

v

Direktur Utama telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dgn persetujuan RUPS tgl 01-11-2019 dan persetujuan OJK tgl 19-12- 2019

Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala

Penerapan 3 4 0 0 5

Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan

Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 6

Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%

No Kriteria/Indikator

Skala Penerapan

Keterangan Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)

12 2.00 1.00 v

BPR Nusamba Temon per Desember 2019 hanya memiliki satu Direktur yaitu Direktur Utama dan tidak bertindak sebagai Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan

(43)

SB B CB KB TB

1 2 3 4 5

1

7) Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas.

v

Surat Kuasa hanya dibuat pada saat direksi ada dinas luar dan surat kuasa tersebut ada batasan-batasannya dengan menunjuk kepala bidang.

8) Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.

v

Hasil audit sudah ditindaklanjuti sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.

9) Direksi menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.

v Setiap bulan sudah rutin mengirimkan laporan kepada Dewan Komisaris 10) Pengambilan keputusan rapat Direksi yang bersifat

strategis dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.

v

Jika terdapat perbedaan pendapat akan dilakukan musyawarah untuk

menyamakan pendapat tersebut sehingga mencapai mufakat

11) Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.

v

Direksi hanya menerima remunerasi dan fasilitas lainnya hanya dari yang ditetapkan oleh RUPS

12) Anggota Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan

keikutsertaan pegawai BPR dalam

pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.

v

Sudah diadakan pelatihan-pelatihan baik kepada karyawan maupun pejabat secara berkelanjutan

13) Anggota Direksi mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati- hatian.

v

Direksi telah lulus Sertif dengan Nomor:

651001210618932015 dan lulus fit &

proper test.Selain itu ditunjukkan dengan NPL dibawah 5 yaitu 4.35%

14) Direksi memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan rapat.

v

BPR sudah memiliki pedoman dan tata tertib kerja direksi

Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala

Penerapan 1 14 0 0 0

Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan

Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8

Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%

No Kriteria/Indikator

Skala Penerapan

Keterangan Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)

15 1.875

0.75

Referensi

Dokumen terkait

10) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi Audit Intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris dengan tembusan

2) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah memiliki dan mengkinikan pedoman kerja serta sistem dan prosedur untuk

2) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah memiliki dan mengkinikan pedoman kerja serta sistem dan prosedur untuk

10 SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada Direktur Utama dan

SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah memiliki dan mengkinikan pedoman kerja serta sistem dan prosedur untuk

10) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada Direktur Utama dan

Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris

Hasil Penerapan Tata Kelola H* 9 SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada