10 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dalam membandingkan pengaruh di dalam suatu variabel. Beberapa penelitian terdahulu dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu
1 Nama Peneliti Felita Milka Angelina (2018)
Judul Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Hotel Zoom Jemursari Surabaya.
Variabel Kepemimpinan,kinerja,kepuasan kerja Hasil
Penelitian
1. Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
4. Kepemimpinan transformasional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening 2 Nama Peneliti Sigit Prasetyo (2014)
Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
Variabel Kepemimpinan,kompensasi,kinerja,kepuasan kerja Hasil
Penelitian
1. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
2. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
4. Gaya kepemimpinan melalui kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
3 Nama Peneliti Hendro Noor Ivansyah (2019)
Judul Pengaruh gaya kepemimpinan tranformasional dan
transaksional terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan
kerja sebagai variabel intervening pada karyawan PT Tunas Subur Utama Pacitan
Variabel Gaya kepemimpinan , kinerja, kepuasan kerja Hasil
Penelitian
1. Pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan secara parsial.
2. Pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan secara parsial.
3. Pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
4. Pengaruh tidak langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan lebih besar dari pengaruh secara langsung.
4 Nama Peneliti Nono Harsono (2016)
Judul Pengaruh kompensasi dan kepemimpinan
transformasional terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Usp Koveri Wilayah Kerja Surakarta Variabel Kompensasi, kepemimpinan, kinerja, kepuasan kerja Hasil
Penelitian
1. Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
4. Variabel kepuasan kerja berperan tidak signifikan sebagai pemediasi pengaruh variabel kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap variabel kinerja karyawan.
5 Nama Peneliti Yuyun Fitri Astuti (2015)
Judul Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada karyawan pamella supermarket 7.
Variabel Kepemimpinan, kompensasi, kinerja Hasil
Penelitian
1. Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
2. Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
3. Gaya kepemimpinan transformasional dan
kompensasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
6 Nama Peneliti Yoshi Tania (2017)
Judul Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.
Premier management consulting Variabel Gaya kepemimpinan, motivasi, kinerja Hasil
Penelitian
1. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh secara stimultan terhadap kinerja karyawan
2. Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan
7 Nama Peneliti Tomy Sun Siagian dan Hazmanan Khair (2018)
Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
Variabel Gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, kinerja, kepuasan kerja
Hasil Penelitian
1. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan kerja.
2. Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja karyawan.
3. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan.
4. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening
8 Nama Peneliti Teguh Rohmat Adi Putro (2019)
Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Wanakayu Hasilindo Surabaya
Variabel Gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, kinerja, kepuasan kerja
Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh secara dominan signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
4. Pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.
9 Nama Peneliti Ahmad Handoko (2015)
Judul Pengaruh Kepemimpinan transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
Variabel Kepemimpinan, motivasi, kinerja , kepuasan kerja
Hasil Penelitian
1. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja bepengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.
4. Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening hanya mampu memediasi motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
10 Nama Peneliti Dina Rani Cristanti (2020)
Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening
( PT. RIKA LESTARI ENGINEERING SEMARANG) Variabel Gaya kepemimpinan, kinerja karyawan, kepuasan kerja Hasil
Penelitian
1. Gaya kepemimpinan dalam kategori baik dan kinerja karyawan tinggi, sedangkan kepuasan kerja puas.
2. Ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan 3. Ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan
transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan.
4. Ada pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
5. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening.
Sumber : Berbagai jurnal
Persamaan : Dalam penelitian ini memiliki kesamaan beberapa variabel dengan penelitian terdahulu yaitu gaya kepemimpinan transformasional, kinerja karyawan, kepuasan kerja.
Perbedaan : Dalam penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian terdahulu yaitu pada penelitian (Astuti, 2015) dan (Tania, 2017) berupa tidak memiliki variabel kepuasan kerja sebagai intervening sedangkan peneliti sekarang menggunakan kepuasan kerja sebagai variabel intervening.
B. Landasan Teori
Landasan Teori ini menjelaskan mengenai definisi kinerja, gaya kepemimpinan, dan kepuasan kerja.
1. Kinerja Karyawan a. Pengertian Kinerja
Menurut (Moeheriono, 2012) kinerja karyawan ialah hasil kerja yang telah diraih oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sesuai dengan kewewenangannya, tugas dan tanggung jawab tiap-tiap individu dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar aturan dan sesuai moral ataupun etika.
Menurut (Tika, 2006) kinerja merupakan hasil dari suatu fungsi pekerjaan seseorang atau kelompok dalam sebuah organisasi yang bisa di pengaruhi oleh berbagai factor untuk bisa mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai karyawan dalam menjalankan tugasnya, hasil kerja yang dipengaruhi dari karyawan serta organisasi yang bersangkutan.
b. Faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja
Mangkuprawira. S & V. Hubeis (2007) menguraikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
1) Faktor Personal
Meliputi unsur pengetahuan, Keterampilan, kemampuan, kepercayaan diri yang dimiliki setiap orang.
2) Faktor Tim
Dukungan dan semangat yang diberikan rekan-rekan dalam tim, kepercayaan terhadap sesama anggota tim, kekompakan, dan keeratan anggota tim.
3) Faktor Kepemimpinan
Kualitas dari pemimpin tim dalam memberikan dorongan, semangat, bimbingan dan dukungan kerja kepada karyawan.
c. Indikator Kinerja
Indikator Kinerja Karyawan Menurut Setiawan, F & Kartika Dewi (2014) untuk mengukur kinerja dapat menggunakan indikator-indikator sebagai berikut:
1) Ketepatan penyelesaian tugas
Merupakan pengelolaan waktu dalam bekerja dan juga ketepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan
2) Kerjasama antar karyawan
Merupakan kemampuan karyawan untuk bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas yang ditentukan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.
2. Gaya Kepemimpinan
a. Pengertian gaya kepemimpinan transformasional
Menurut Robbins & Judge (2016) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional yaitu perilaku pemimpin yang dapat menginspirasi pengikutnya untuk lebih memilih kepentingan organisasi daripada kepentingan sendiri dan mampu mempunyai pengaruh yang dalam dan luar biasa terhadap para pengikutnya. Khuntia & Suar (2004) menegaskan bahwa pemimpin yang menerapkan kepemimpinan transformasional memberikan pengaruhnya kepada para pengikut dengan melibatkan pengikutnya berpartisipasi dalam penentuan tujuan,motivasi inspirasi, pemecahan masalah, serta melakukan pengarahan dan pemantauan atas tugas yang diberikan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan dari seorang pimpinan yang mampu mendatangkan perubahan di dalam diri karyawannya dengan mempengaruhi, menginspirasi, mengarahkan, mendorong bawahanya untuk dapat mencapai kinerja serta kepuasan kerja karyawan.
b. Indikator Gaya Kepemimpinan
Ada beberapa indikator gaya kepemimpian transformasional menurut Robbins & Coulter (2010)
1) Pengaruh ideal
Pengaruh ideal dipandang sebagai kombinasi dari ketertarikan, yang berkontribusi pada kemampuan besar untuk mendorong dan secara aktif mempromosikan visi tersebut kepada orang lain.
2) Motivasi Inspiratif
Motivasi inspiratif menggambarkan pemimpin yang mampu dalam mengkomunikasikan masa depan organisasi yang idealis. Pemimpin menggunakan komunikasi verbal atau penggunaan simbol-simbol yang ditujukan untuk memacu semangat bawahan. Pemimpin memotivasi bawahan akan arti penting visi dan misi organisasi sehingga seluruh bawahannya terdorong untuk memiliki visi yang sama. Kesamaan visi ini memacu bawahan untuk bekerja sama mencapai tujuan jangka panjang dengan optimis. Sehingga pemimpin tidak saja membangkitkan semangat individu tapi juga semangat tim.
3) Stimulasi Intelektual
Stimulus intelektual menjelaskan bahwa pemimpin dapat mendorong karyawan untuk memecahkan masalah lama dengan cara baru.
Pemimpin dapat mengembangkan kesadaran akan masalah yang dihadapi bawahannya. Kepemimpinan kemudian berupaya mengembangkan kemampuan bawahan untuk memecahkan masalah dengan pendekatan atau perspektif baru.
4) Perhatian yang Individual
Perhatian individu memperjelas bahwa pimpinan selalu memperhatikan karyawan dan memperlakukan, melatih, dan menasihati karyawan secara individual. Pimpinan mengajak karyawan untuk memperhatikan dan mengenali kemampuan orang lain.
Pemimpin memfokuskan karyawan pada pengembangan kekuatan pribadi mereka.
3. Kepuasan Kerja
a. Pengertian Kepuasan Kerja
Menurut (Mangkunegara, 2011) kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya.
Menurut (Sutrisno, 2012) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan senang atau bahagia seorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja yaitu sikap karyawan yang merasa puas dengan apa yang diberikan oleh perusahaan dan ditunjukan dengan perilaku karyawan terhadap perusahaan tersebut dengan kinerja berdasarkan kepuasan terhadap gaji, pekerjaan, rekan sekerja,serta atasan.
b. Faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
Menurut (Sutrisno, 2014) menyatakan bahwa faktor faktor yang bisa mempengaruhi kepuasan kerja adalah:
1) Faktor psikologis
Merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan, yang meliputi minat, ketentraman dalam pekerjaanya, sikap terhadap kerja- nya serta bakat dan keterampilan.
2) Faktor sosial
Merupakan faktor yang behubungan dengan interaksi sosial antar karyawan maupun karyawan dengan atasanya.
3) Faktor fisik
Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik karyawan, yang meliputi pekerjaan, peraturan, waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, peralatan kerja, keadaan ruang, suhu, penerangan, sirkulasi udara, kondisi kesehatan karyawan serta umur.
4) Faktor finansial
Merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan karyawan, yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, asuransi tunjangan, fasilitas yang di berikan, dan promosi jabatan.
c. Indikator Kepuasan Kerja
Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Indikator kepuasan kerja menurut (Hariandja, 2002) sebagai berikut :
1) Kepuasan kerja terhadap gaji
Gaji adalah imbalan berupa uang yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Jika jumlah bayaran atau gaji yang diterima seseorang sesuai dengan beban kerja, dan prestasinya di perusahaan, maka karyawan tersebut akan merasa puas karena merasa dihargai oleh perusahaan dimana dia bekerja.
2) Kepuasan kerja terhadap pekerjaan
Kepuasan kerja karyawan juga dipengaruhi oleh pekerjaan yang mereka lakukan. Kegiatan pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah memiliki bagian yang memuaskan atau tidak. Setiap profesi membutuhkan keahlian tertentu berdasarkan bidangnya masing- masing. Baik tidaknya pekerjaan suatu pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
3) Kepuasan kerja terhadap rekan sekerja
Rekan kerja dalam suatu perusahaan juga mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Hubungan yang baik dengan rekan kerja menjamin suasana kerja yang nyaman, tanpa tekanan, dan dapat saling membantu
4) Kepuasan kerja terhadap atasan
Atasan adalah orang yang mengendalikan kegiatan perusahaan, yang menetapkan kebijakan dan peraturan yang berlaku di dalam perusahaan. Cara atau gaya pemimpin dalam menjalankan perusahaan akan mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan karyawan.
C. Pengaruh Antar Variabel
1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan
Gaya Kepemimpinan merupakan sifat atau perilaku seorang pemimpin untuk membimbing atau mengarahkan bawahannya. Sebagai seorang pemimpin harus mampu mengelola suatu kelompok dengan baik agar mendapatkan hasil dari kinerja karyawan dengan maksimal. Dengan adanya pemimpin yang baik, maka kinerja yang dihasilkan karyawan akan semakin meningkat. Penelitian ini juga mendukung hasil penelitian (Cristanti, 2020) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan.
2. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja
Gaya Kepemimpinan dapat meningkatkan kepuasan kerja bagi bawahannya hal ini disebabkan karena kepedulian seorang pemimpin terhadap bawahannya dengan memberikan dorongan dan memberikan rasa percaya terhadap karyawan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Angelina, 2018) yang menunjukkan bahwa
Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini yang berbunyi “kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja pada Hotel Zoom Jemursari Surabaya”,dapat dinyatakan diterima.
3. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Semakin puas seorang karyawan dengan pekerjaan mereka dapat di ukur dengan kinerja karyawan yang di tunjukkan melalui ketepatan dalam penyelesaian tugas, dan kerjasama antar karyawan. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Nono, 2016) yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
D. Model Konseptual atau Kerangka Pikir
Kerangka pikir merupakan gambaran dari penelitian, atau bisa diartikan sebuah konseptual mengenai bagaimana suatu teori dari variabel yang telah diidentifikasikan penting terhadap suatu permasalahan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan (X), variabel intervening kepuasan kerja (Z), sedangkan untuk variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y).
Gaya kepemimpinan mengacu pada Robbins & Coulter (2010), ada 4 indikator yang biasa digunakan dalam gaya kepemimpinan, yaitu: 1. Pengaruh ideal, 2. Motivasi inspiratif, 3. Stimulasi Intelektual, 4. Perhatian yang individual.
Jadi jika seorang pemimpin memiliki gaya kepemimpinan seperti ini maka seorang pemimpin itu dapat membuat kinerja karyawannya semakin meningkat dan merasa puas dengan apa yang dikerjakannya.
Kepuasan kerja mengacu pada (Hariandja, 2002), ada 4 indikator yang bisa digunakan dalam kepuasan kerja, yaitu: 1) Gaji, 2) Pekerjaan itu sendiri, 3) Rekan kerja, 4) Atasan.
Kinerja mengacu pada Setiawan & Kartika (2014), ada 2 indikator yang bisa digunakan dalam kinerja, yaitu: 1) Ketepatan penyelesaian tugas, 2) Kerjasama antar karyawan.
Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu yang diuraikan di atas, maka kerangka pemikiran yang mendasari penelitian ini digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 merupakan kerangka konseptual yang dipakai dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini terdapat 1 variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan (X), 1 variabel terikat yaitu kinerja (Y), dan 1 variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z). Kerangka konseptual pada penelitian ini ditunjang oleh beberapa penelitian terdahulu. Penjelasan mengenai kerangka pikir di atas dapat di lihat bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh
Gaya Kepemimpinan
Kepuasan Kerja
Kinerja Karyawan
H2 H3
H4 H1
terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja.
E. Hipotesis
Berdasarkan paparan penelitian terdahulu dan tinjauan teori, dapat dibuat hipotesis sebagai berikut :
1. Penelitian (Cristanti, 2020) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan.
Kemudian penelitian (Tania, 2017) kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan penelitian (Astuti, 2015) gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
H1 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
2. Penelitian (Angelina, 2018) yang menunjukkan bahwa Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
Kemudian pada penelitian (Nono, 2016) Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan penelitian (Handoko, 2015) Kepemimpinan transformasional bepengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja.
H2 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan
3. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Nono, 2016) yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Kemudian pada penelitian (Putro, 2019) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan penelitian (Ivansyah, 2019) Pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
H3 : Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan 4. Penelitian Siagian & Khair (2018) menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan
berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening. Kemudian pada penelitian (Cristanti, 2020) Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening. Sedangkan penelitian (Putro, 2019) Pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.
H4 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh singnifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening