• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI. pengaruh di dalam suatu variabel. Beberapa penelitian terdahulu dapat dilihat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI. pengaruh di dalam suatu variabel. Beberapa penelitian terdahulu dapat dilihat"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

10 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dalam membandingkan pengaruh di dalam suatu variabel. Beberapa penelitian terdahulu dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu

1 Nama Peneliti Felita Milka Angelina (2018)

Judul Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Hotel Zoom Jemursari Surabaya.

Variabel Kepemimpinan,kinerja,kepuasan kerja Hasil

Penelitian

1. Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

2. Kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

4. Kepemimpinan transformasional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening 2 Nama Peneliti Sigit Prasetyo (2014)

Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening

Variabel Kepemimpinan,kompensasi,kinerja,kepuasan kerja Hasil

Penelitian

1. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

2. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

4. Gaya kepemimpinan melalui kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

3 Nama Peneliti Hendro Noor Ivansyah (2019)

Judul Pengaruh gaya kepemimpinan tranformasional dan

transaksional terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan

(2)

kerja sebagai variabel intervening pada karyawan PT Tunas Subur Utama Pacitan

Variabel Gaya kepemimpinan , kinerja, kepuasan kerja Hasil

Penelitian

1. Pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan secara parsial.

2. Pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan secara parsial.

3. Pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

4. Pengaruh tidak langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan lebih besar dari pengaruh secara langsung.

4 Nama Peneliti Nono Harsono (2016)

Judul Pengaruh kompensasi dan kepemimpinan

transformasional terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Usp Koveri Wilayah Kerja Surakarta Variabel Kompensasi, kepemimpinan, kinerja, kepuasan kerja Hasil

Penelitian

1. Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

2. Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

4. Variabel kepuasan kerja berperan tidak signifikan sebagai pemediasi pengaruh variabel kompensasi dan kepemimpinan transformasional terhadap variabel kinerja karyawan.

5 Nama Peneliti Yuyun Fitri Astuti (2015)

Judul Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada karyawan pamella supermarket 7.

Variabel Kepemimpinan, kompensasi, kinerja Hasil

Penelitian

1. Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

2. Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

3. Gaya kepemimpinan transformasional dan

kompensasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

6 Nama Peneliti Yoshi Tania (2017)

Judul Pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.

(3)

Premier management consulting Variabel Gaya kepemimpinan, motivasi, kinerja Hasil

Penelitian

1. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh secara stimultan terhadap kinerja karyawan

2. Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan

7 Nama Peneliti Tomy Sun Siagian dan Hazmanan Khair (2018)

Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening

Variabel Gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, kinerja, kepuasan kerja

Hasil Penelitian

1. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan kerja.

2. Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja karyawan.

3. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan.

4. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening

8 Nama Peneliti Teguh Rohmat Adi Putro (2019)

Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Wanakayu Hasilindo Surabaya

Variabel Gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, kinerja, kepuasan kerja

Hasil Penelitian

1. Hasil Penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh secara dominan signifikan terhadap kepuasan kerja.

2. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

4. Pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

9 Nama Peneliti Ahmad Handoko (2015)

Judul Pengaruh Kepemimpinan transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening

Variabel Kepemimpinan, motivasi, kinerja , kepuasan kerja

(4)

Hasil Penelitian

1. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja bepengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja.

2. Kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.

4. Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening hanya mampu memediasi motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

10 Nama Peneliti Dina Rani Cristanti (2020)

Judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening

( PT. RIKA LESTARI ENGINEERING SEMARANG) Variabel Gaya kepemimpinan, kinerja karyawan, kepuasan kerja Hasil

Penelitian

1. Gaya kepemimpinan dalam kategori baik dan kinerja karyawan tinggi, sedangkan kepuasan kerja puas.

2. Ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan 3. Ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan

transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan.

4. Ada pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

5. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening.

Sumber : Berbagai jurnal

Persamaan : Dalam penelitian ini memiliki kesamaan beberapa variabel dengan penelitian terdahulu yaitu gaya kepemimpinan transformasional, kinerja karyawan, kepuasan kerja.

Perbedaan : Dalam penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian terdahulu yaitu pada penelitian (Astuti, 2015) dan (Tania, 2017) berupa tidak memiliki variabel kepuasan kerja sebagai intervening sedangkan peneliti sekarang menggunakan kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

(5)

B. Landasan Teori

Landasan Teori ini menjelaskan mengenai definisi kinerja, gaya kepemimpinan, dan kepuasan kerja.

1. Kinerja Karyawan a. Pengertian Kinerja

Menurut (Moeheriono, 2012) kinerja karyawan ialah hasil kerja yang telah diraih oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sesuai dengan kewewenangannya, tugas dan tanggung jawab tiap-tiap individu dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar aturan dan sesuai moral ataupun etika.

Menurut (Tika, 2006) kinerja merupakan hasil dari suatu fungsi pekerjaan seseorang atau kelompok dalam sebuah organisasi yang bisa di pengaruhi oleh berbagai factor untuk bisa mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai karyawan dalam menjalankan tugasnya, hasil kerja yang dipengaruhi dari karyawan serta organisasi yang bersangkutan.

b. Faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja

Mangkuprawira. S & V. Hubeis (2007) menguraikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:

(6)

1) Faktor Personal

Meliputi unsur pengetahuan, Keterampilan, kemampuan, kepercayaan diri yang dimiliki setiap orang.

2) Faktor Tim

Dukungan dan semangat yang diberikan rekan-rekan dalam tim, kepercayaan terhadap sesama anggota tim, kekompakan, dan keeratan anggota tim.

3) Faktor Kepemimpinan

Kualitas dari pemimpin tim dalam memberikan dorongan, semangat, bimbingan dan dukungan kerja kepada karyawan.

c. Indikator Kinerja

Indikator Kinerja Karyawan Menurut Setiawan, F & Kartika Dewi (2014) untuk mengukur kinerja dapat menggunakan indikator-indikator sebagai berikut:

1) Ketepatan penyelesaian tugas

Merupakan pengelolaan waktu dalam bekerja dan juga ketepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan

2) Kerjasama antar karyawan

Merupakan kemampuan karyawan untuk bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas yang ditentukan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.

(7)

2. Gaya Kepemimpinan

a. Pengertian gaya kepemimpinan transformasional

Menurut Robbins & Judge (2016) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional yaitu perilaku pemimpin yang dapat menginspirasi pengikutnya untuk lebih memilih kepentingan organisasi daripada kepentingan sendiri dan mampu mempunyai pengaruh yang dalam dan luar biasa terhadap para pengikutnya. Khuntia & Suar (2004) menegaskan bahwa pemimpin yang menerapkan kepemimpinan transformasional memberikan pengaruhnya kepada para pengikut dengan melibatkan pengikutnya berpartisipasi dalam penentuan tujuan,motivasi inspirasi, pemecahan masalah, serta melakukan pengarahan dan pemantauan atas tugas yang diberikan.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan dari seorang pimpinan yang mampu mendatangkan perubahan di dalam diri karyawannya dengan mempengaruhi, menginspirasi, mengarahkan, mendorong bawahanya untuk dapat mencapai kinerja serta kepuasan kerja karyawan.

b. Indikator Gaya Kepemimpinan

Ada beberapa indikator gaya kepemimpian transformasional menurut Robbins & Coulter (2010)

(8)

1) Pengaruh ideal

Pengaruh ideal dipandang sebagai kombinasi dari ketertarikan, yang berkontribusi pada kemampuan besar untuk mendorong dan secara aktif mempromosikan visi tersebut kepada orang lain.

2) Motivasi Inspiratif

Motivasi inspiratif menggambarkan pemimpin yang mampu dalam mengkomunikasikan masa depan organisasi yang idealis. Pemimpin menggunakan komunikasi verbal atau penggunaan simbol-simbol yang ditujukan untuk memacu semangat bawahan. Pemimpin memotivasi bawahan akan arti penting visi dan misi organisasi sehingga seluruh bawahannya terdorong untuk memiliki visi yang sama. Kesamaan visi ini memacu bawahan untuk bekerja sama mencapai tujuan jangka panjang dengan optimis. Sehingga pemimpin tidak saja membangkitkan semangat individu tapi juga semangat tim.

3) Stimulasi Intelektual

Stimulus intelektual menjelaskan bahwa pemimpin dapat mendorong karyawan untuk memecahkan masalah lama dengan cara baru.

Pemimpin dapat mengembangkan kesadaran akan masalah yang dihadapi bawahannya. Kepemimpinan kemudian berupaya mengembangkan kemampuan bawahan untuk memecahkan masalah dengan pendekatan atau perspektif baru.

(9)

4) Perhatian yang Individual

Perhatian individu memperjelas bahwa pimpinan selalu memperhatikan karyawan dan memperlakukan, melatih, dan menasihati karyawan secara individual. Pimpinan mengajak karyawan untuk memperhatikan dan mengenali kemampuan orang lain.

Pemimpin memfokuskan karyawan pada pengembangan kekuatan pribadi mereka.

3. Kepuasan Kerja

a. Pengertian Kepuasan Kerja

Menurut (Mangkunegara, 2011) kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya.

Menurut (Sutrisno, 2012) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan senang atau bahagia seorang pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja yaitu sikap karyawan yang merasa puas dengan apa yang diberikan oleh perusahaan dan ditunjukan dengan perilaku karyawan terhadap perusahaan tersebut dengan kinerja berdasarkan kepuasan terhadap gaji, pekerjaan, rekan sekerja,serta atasan.

(10)

b. Faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja

Menurut (Sutrisno, 2014) menyatakan bahwa faktor faktor yang bisa mempengaruhi kepuasan kerja adalah:

1) Faktor psikologis

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan, yang meliputi minat, ketentraman dalam pekerjaanya, sikap terhadap kerja- nya serta bakat dan keterampilan.

2) Faktor sosial

Merupakan faktor yang behubungan dengan interaksi sosial antar karyawan maupun karyawan dengan atasanya.

3) Faktor fisik

Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik karyawan, yang meliputi pekerjaan, peraturan, waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, peralatan kerja, keadaan ruang, suhu, penerangan, sirkulasi udara, kondisi kesehatan karyawan serta umur.

4) Faktor finansial

Merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan karyawan, yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, asuransi tunjangan, fasilitas yang di berikan, dan promosi jabatan.

(11)

c. Indikator Kepuasan Kerja

Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Indikator kepuasan kerja menurut (Hariandja, 2002) sebagai berikut :

1) Kepuasan kerja terhadap gaji

Gaji adalah imbalan berupa uang yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Jika jumlah bayaran atau gaji yang diterima seseorang sesuai dengan beban kerja, dan prestasinya di perusahaan, maka karyawan tersebut akan merasa puas karena merasa dihargai oleh perusahaan dimana dia bekerja.

2) Kepuasan kerja terhadap pekerjaan

Kepuasan kerja karyawan juga dipengaruhi oleh pekerjaan yang mereka lakukan. Kegiatan pekerjaan yang dilakukan seseorang apakah memiliki bagian yang memuaskan atau tidak. Setiap profesi membutuhkan keahlian tertentu berdasarkan bidangnya masing- masing. Baik tidaknya pekerjaan suatu pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.

3) Kepuasan kerja terhadap rekan sekerja

Rekan kerja dalam suatu perusahaan juga mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Hubungan yang baik dengan rekan kerja menjamin suasana kerja yang nyaman, tanpa tekanan, dan dapat saling membantu

(12)

4) Kepuasan kerja terhadap atasan

Atasan adalah orang yang mengendalikan kegiatan perusahaan, yang menetapkan kebijakan dan peraturan yang berlaku di dalam perusahaan. Cara atau gaya pemimpin dalam menjalankan perusahaan akan mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan karyawan.

C. Pengaruh Antar Variabel

1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan

Gaya Kepemimpinan merupakan sifat atau perilaku seorang pemimpin untuk membimbing atau mengarahkan bawahannya. Sebagai seorang pemimpin harus mampu mengelola suatu kelompok dengan baik agar mendapatkan hasil dari kinerja karyawan dengan maksimal. Dengan adanya pemimpin yang baik, maka kinerja yang dihasilkan karyawan akan semakin meningkat. Penelitian ini juga mendukung hasil penelitian (Cristanti, 2020) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan.

2. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja

Gaya Kepemimpinan dapat meningkatkan kepuasan kerja bagi bawahannya hal ini disebabkan karena kepedulian seorang pemimpin terhadap bawahannya dengan memberikan dorongan dan memberikan rasa percaya terhadap karyawan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Angelina, 2018) yang menunjukkan bahwa

(13)

Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini yang berbunyi “kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja pada Hotel Zoom Jemursari Surabaya”,dapat dinyatakan diterima.

3. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Semakin puas seorang karyawan dengan pekerjaan mereka dapat di ukur dengan kinerja karyawan yang di tunjukkan melalui ketepatan dalam penyelesaian tugas, dan kerjasama antar karyawan. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Nono, 2016) yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

D. Model Konseptual atau Kerangka Pikir

Kerangka pikir merupakan gambaran dari penelitian, atau bisa diartikan sebuah konseptual mengenai bagaimana suatu teori dari variabel yang telah diidentifikasikan penting terhadap suatu permasalahan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan (X), variabel intervening kepuasan kerja (Z), sedangkan untuk variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y).

Gaya kepemimpinan mengacu pada Robbins & Coulter (2010), ada 4 indikator yang biasa digunakan dalam gaya kepemimpinan, yaitu: 1. Pengaruh ideal, 2. Motivasi inspiratif, 3. Stimulasi Intelektual, 4. Perhatian yang individual.

Jadi jika seorang pemimpin memiliki gaya kepemimpinan seperti ini maka seorang pemimpin itu dapat membuat kinerja karyawannya semakin meningkat dan merasa puas dengan apa yang dikerjakannya.

(14)

Kepuasan kerja mengacu pada (Hariandja, 2002), ada 4 indikator yang bisa digunakan dalam kepuasan kerja, yaitu: 1) Gaji, 2) Pekerjaan itu sendiri, 3) Rekan kerja, 4) Atasan.

Kinerja mengacu pada Setiawan & Kartika (2014), ada 2 indikator yang bisa digunakan dalam kinerja, yaitu: 1) Ketepatan penyelesaian tugas, 2) Kerjasama antar karyawan.

Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu yang diuraikan di atas, maka kerangka pemikiran yang mendasari penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1 merupakan kerangka konseptual yang dipakai dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini terdapat 1 variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan (X), 1 variabel terikat yaitu kinerja (Y), dan 1 variabel intervening yaitu kepuasan kerja (Z). Kerangka konseptual pada penelitian ini ditunjang oleh beberapa penelitian terdahulu. Penjelasan mengenai kerangka pikir di atas dapat di lihat bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh

Gaya Kepemimpinan

Kepuasan Kerja

Kinerja Karyawan

H2 H3

H4 H1

(15)

terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja.

E. Hipotesis

Berdasarkan paparan penelitian terdahulu dan tinjauan teori, dapat dibuat hipotesis sebagai berikut :

1. Penelitian (Cristanti, 2020) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan.

Kemudian penelitian (Tania, 2017) kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan penelitian (Astuti, 2015) gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

H1 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

2. Penelitian (Angelina, 2018) yang menunjukkan bahwa Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

Kemudian pada penelitian (Nono, 2016) Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan penelitian (Handoko, 2015) Kepemimpinan transformasional bepengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja.

H2 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan

3. Penelitian ini mendukung hasil penelitian (Nono, 2016) yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

(16)

Kemudian pada penelitian (Putro, 2019) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan penelitian (Ivansyah, 2019) Pengaruh signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.

H3 : Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan 4. Penelitian Siagian & Khair (2018) menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan

berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening. Kemudian pada penelitian (Cristanti, 2020) Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening. Sedangkan penelitian (Putro, 2019) Pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

H4 : Gaya kepemimpinan Transformasional berpengaruh singnifikan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening

Gambar

Tabel 2.1  Hasil Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Hasil kajian terhadap hubungan antara absensi dengan kinerja menunjukan bahwa korelasi yang signifikan atau nyata terdapat pada variabel megisi absen, penerapan absen,

Pada penelitian ini, nilai fitness ROI ditentukan oleh seberapa besar penghematan energi yang dihasilkan oleh variasi jenis kaca dan penggunaan insulasi atap

Proses pengembangan instrumen penelitian terdiri dari dua bagian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas yang digunakan untuk menguji tiap item pernyataan yang terdapat

Berdasarkan polusi udara (bau) terdapat 23 orang (57,5%) terganggu, bau busuk ini tidak bisa diterima oleh masyarakat dalam intensitas dan konsentrasi yang tinggi karena akan

Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan September 2014 dibandingkan Agustus 2014 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan September 2014, indeks ini

Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap disiplin kerja guru SMK

Konsep ini diharapkan dapat menjawab keprihatinan atas survei tingkat literasi masyarakat dunia pada tahun 2012, yang terlihat masih ada beberapa negara yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara hormon testosteron darah dengan kadar kalsium ranggah muda rusa Timor sebesar 0,825 dan hubungan negatif