• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI TARIK. Dr. Ir. Wijang W. Raharjo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UJI TARIK. Dr. Ir. Wijang W. Raharjo"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

UJI TARIK

Dr. Ir. Wijang W. Raharjo

(2)

APA ITU UJI TARIK?

Uji tarik adalah salah satu uji mekanik (stress – strain) yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan bahan

terhadap gaya tarik.

Ada 3 cara pembebanan yang dilakukan untuk mengetahui hubungan stress – strain :

1.

Uji tarik

2.

Uji tekan

3.

Uji puntir/geser

(3)

UJI MEKANIK (STRESS – STRAIN)

Uji tarik Uji tekan

Uji Geser

Sumber : Callister, 1990

Uji puntir

a. Tegangan Geser

b. Regangan Geser a. Tegangan

b. Regangan

Tegangan geser adalah fungsi dari torsi yang diterapkan (T), sedangkan regangan geser berhubungan dengan sudut puntir ()

(4)

Prinsip uji tarik

Uji tarik dilakukan dengan cara spesimen ditarik hingga putus. Dengan menarik spesimen maka dapat diketahui bagaimana material tersebut bereaksi terhadap gaya tarikan dan mengetahui sejauh mana material tersebut bertambah panjang

Mesin uji tarik

Sumber : Callister, 1990

(5)

Mengapa uji tarik diperlukan?

Dengan melakukan uji tarik maka akan diperoleh profil tarikan yang lengkap berupa kurva hubungan antara gaya tarik dengan perubahan panjang yang sangat diperlukan dalam proses desain yang menggunakan material tersebut.

Kurva hasil uji tarik www.infometrik.com

(6)

Tipikal hasil uji tarik

• Bahan ulet

(Garis warna hijau)

Terjadi pertambahan panjang yang besar sehingga memiliki nilai regangan yang besar juga

• Bahan getas

(Garis warna merah)

Terjadi pertambahan panjang yang sangat kecil sehingga memiliki nilai regangan yang sangat kecil juga.

Sumber : https://www.nde-ed.org

(7)

Sifat material yang diperoleh dari hasil uji tarik

Kekuatan Tarik : tegangan maksimum yang mampu ditahan struktur pada pembebanan tarik

Kekuatan Luluh : Tegangan yang terjadi di batas antara daerah elastis dengan plastis

Keuletan : ukuran derajat deformasi plastis pada saat putus.

𝜎

𝑢

=𝑃

𝑢

/𝐴

o

(N/m

2

)

𝜎

𝑦

=𝑃

𝑦

/𝐴𝑜 (N/m

2

)

ℇ = ∆𝑙 𝑙𝑜 x100%

(8)

STRESS

Tegangan merupakan gaya per unit luas dari material yang menerima gaya tersebut.

/ m

2

A N Force

 

STRENGTH

Kekuatan merupakan kemampuan bahan untuk menahan deformasi tanpa kerusakan. Semakin besar beban yang mampu diterima oleh material maka material tersebut dapat dikatakan memiliki kekuatan yang tinggi

STIFFNESS

Kekakuan : sifat yang didasarkan pada sejauh mana bahan mampu menahan perubahan bentuk. Ukuran kekakuan suatu bahan dapat dilihat dari nilai modulus elastisitasnya. yang diperoleh dengan membagi tegangan satuan dengan perubahan bentuk satuan-satuan yang disebabkan oleh tegangan tersebut.

(9)

HARDNESS

Kekerasan : ukuran kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat penetrasi pada permukaan.

TOUGHNESS

Ketangguhan: kemampuan bahan untuk menyerap energi hingga spesimen putus. Energi yang diserap digunakan untuk berdeformasi dan mengikuti arah pembebanan yang terjadi.

Ketangguhan suatu material dapat dilihat dari luas daerah di bawah kurva stress-strain. Semakin besar luas daerah di bawah kurva, maka material tersebut dikatakan semakin tangguh

(10)

RESILIENCE

Kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada waktu berdeformasi secara elastis dan kembali ke bentuk semula apabila beban dihilangkan. Modulus of resilience dapat ditentukan dengan menghitung luas area yang terdapat di bawah daerah elastis

www.nptel.ac.in

(11)

YIELD STRENGTH

Besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi plastis.

Sebagian besar material mengalami perubahan sifat dari elastis menjadi plastis, yang berlangsung sedikit demi sedikit dan titik saat deformasi plastis mulai terjadi, sukar ditentukan secara teliti, sehingga tegangan luluh dihitung pada perpotongan antara kurva tegangan-regangan dengan garis sejajar dengan kemiringan kurva pada regangan tertentu, yaitu sebesar 0.002 atau

0.2% offset Tegangan luluh pada

0.002 regangan

Tegangan luluh di daerah luluh yang jelas

Sumber : Callister, 1990

(12)

ULTIMATE TENSILE STRENGTH

http://www.wikimedia.org

Besarnya tegangan yang diperoleh dari hasil perbandingan gaya maksimum terhadap luas penampang spesimen mula-mula

𝜎

𝑢

= 𝑃𝑚𝑎𝑘𝑠

𝐴𝑜

(13)

FRACTURE STRENGTH

Besar tegangan yang terjadi pada saat spesimen putus. Engineering fracture strength memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan ultimate tensile strength, karena gaya yang terjadi dibagi luas penampang mula-mula. Tetapi pada kondisi sesungguhnya nilai fracture strength lebih besar karena gaya dibagi luas penampang aktual yang lebih kecil dibandingkan luas penampang mula-mula.

Sumber : Callister, 1990

(14)

MODULUS OF ELASTICITY

Gradien kurva dalam daerah elastis dimana perbandingan tegangan dan regangan selalu konstan

E = Δ𝝈

Δℇ (N/m

2

)

Sumber : Callister, 1990

(15)

ELASTIC REGION

Suatu daerah yang apabila spesimen diberi gaya sebelum batas luluh dan apabila gaya tersebut dihilangkan maka spesimen akan kembali ke kondisi semula atau tidak ada pertambahan panjang pada spesimen.

PLASTIC REGION

Suatu daerah dimana bahan mengalami pertambahan panjang akibat pembebanan dan apabila beban tersebut dihilangkan maka bahan tersebut tidak bisa kembali ke bentuk semula. Apabila beban tersebut ditambah secara kontinu maka bahan juga akan mengalami pertambahan panjang secara kontinu hingga putus.

http://www.thumpertalk.com

(16)

Standard uji tarik komposit

ASTM D638-90

Sumber : Gibson, 1994

Referensi

Dokumen terkait

Dari peninjauan histogram rata- rata penyusutan yang ditunjukkan pada gambar 7 menunjukkan bahwa dari percobaan yang dilakukan menggunakan mesin rotational molding

Model Pembelajaran Financial Literacy untuk membangun karakter non konsumerisme dan jiwa wirausaha pada sekolah dasar, adalah suatu model pembangunan karakter yang

Apakah terjadi peningkatan pendapatan usaha, setelah anda memperoleh pinjaman dana dari telkoma. Berapakah pendapatan hasil usaha anda

1. Diharapkan dari hasil penelitian ini, dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pembangunan Ilmu Hukum pada umumnya dan bagi pengembangan Ilmu Hukum Pidana

Analisis tersebut memanfaatkan aplikasi fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengukur bagaimana elastisitas modal dan elastisitas tenaga pada industri furniture dari kayu

Kemungkinan memiliki serum 25- (OH) D konsentrasi lebih rendah dari 20 ng / ml (kekurangan vitamin D) versus status vitamin D non kekurangan diperkirakan melalui regresi logistik

graf duplikasi dan split dapat dilabelkan dan memiliki fungsi pelabelan graceful ganjil, maka langkah – langkah yang akan dilakukan adalah menotasikan titik dan sisi,

Dari kajian ini ditemukan bahwa Dampak Covid 19 terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada triwulan I tahun 2020, mencapai 1,48 persen (yoy), pada triwulan II-2020,