• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

vii ABSTRAK

KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PT

GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK

Kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan. Rasio kinerja keuangan digunakan investor untuk mengambil keputusan investasi pada suatu perusahaan dan menentukan nilai perusahaan. Rasio kinerja keuangan yang umum dan akan diteliti adalah profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan dan pertumbuhan perusahaan. Initial Public Offering (IPO) adalah penawaran saham perdana yang dilakukan oleh perusahaan kepada investor umum (publik) melalui pasar modal.

Perusahaan yang melakukan IPO biasanya akan mengalami perubahan kinerja yang lebih baik sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan sebelum dan setelah IPO serta untuk mengetahui signifikansi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Data penelitian diperoleh dari riset langsung pada unit finance untuk laporan keuangan untuk tahun 2007-2010 dan publikasi laporan keuangan PT Garuda Indonesia Persero Tbk pada tahun 2012-2015. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji beda dan uji Regresi Berganda.

Hasil penelitian yang dilakukan dengan uji beda menunjukkan bahwa hanya likuiditas memiliki perbedaan yang signifikan setelah terjadi IPO. Uji Regresi berganda dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, leverage berpengaruh negative signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dan aktivitas perusahaan serta pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan

Kata kunci :Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, Aktivitas Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Initial Public Offering (IPO)

(2)

viii ABSTRACT

FINANCIAL PERFORMANCE BEFORE AND AFTER INITIAL PUBLIC OFFERING AND THE EFFECT TO FIRM VALUE OF PT GARUDA

INDONESIA (PERSERO) TBK

The financial performance is a feat achieved by the company in a given period which reflects the health level a company. Investors use various financial performance ratios todetermine the value of the company in order to make investment decisions. The ratios of general and financial performance examined within this research are profitability, leverage, liquidity, activity and growth of the company. Initial Public Offering (IPO)will be carried out by the company to the general investors (public) through the capital market. After undertaking an IPO, most companies generally perform better andas a result the benefit is greater to the investors. The purpose of this study was to determine differences in financial performance before and after the IPO, as well as to determine the significance of financial performance effect onfirm value. Datafor 2007-2010 were obtained from direct research of financial statements in the finance unit and also through analysis from financial statements publications of PT Garuda Indonesia PerseroTbk in 2012-2015. The analytical tools used in this research are Paired SampleT-Tests and Multiple Regression Tests.

The results of thePaired Sample T-Test showed that only liquidity had any significant difference after the IPO. The results of theMultiple Regression Test in this study showed that the profitability variable has insignificant positive effect on firm value, leverage has significant negative effect on firm value, liquidity has significant positive effect on firm value and company activities as well as company growth have insignificant negative effect on firm value.

Keywords : Profitability, Leverage, Liquidity, Company Activities, Company Growth, Initial Public Offering (IPO)

(3)

ix DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PRASYARAT GELAR ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN... iii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iv

PERSYARATAN BEBAS PLAGIAT ... v

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 8

1.3Tujuan Penelitian ... 8

1.4Manfaat Penelitian ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Investasi ... 10

2.1.1 Analisis Fundamental ... 12

2.1.2 Analisis Teknikal ... 15

2.2 Nilai Perusahaan ... 16

2.3 Kinerja Keuangan ... 20

2.4 Profitabilitas ... 21

2.5 Leverage ... 24

2.6 Likuiditas ... 27

2.7 Aktivitas Perusahaan ... 29

2.8 Pertumbuhan Perusahaan ... 31

2.9 Initial Public Offering (IPO) ... 33

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1Kerangka Berpikir ... 39

3.2Kerangka Konseptual ... 41

3.3Hipotesis Penelitian ... 42

BAB IVMETODE PENELITIAN 4.1Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian ... 48

4.1.1 Rancangan Penelitian ... 48

4.1.2 Ruang Lingkup Penelitian ... 48

4.2Variabel Penelitian ... 49

4.2.1 Identifikasi Variabel ... 49

4.2.2 Definisi Operasional Variabel ... 49

4.3Pengumpulan Data ... 52

4.3.1 Jenis dan Sumber Data ... 52

(4)

x

4.3.2Sampel Penelitian ... 53

4.3.3 Cara Pengumpulan Data ... 53

4.4Metode Analisis Data ... 53

4.4.1 Analisis Uji Beda ... 54

4.4.2 Analisis Regresi Berganda ... 56

BAB V PEMBAHASAN 5.1Hasil Penelitian ... 60

5.1.1 Analisis Deskriptif ... 60

5.1.2 Uji Asumsi Klasik ... 62

5.1.3Analisis Regresi Berganda ... 67

5.1.4 Uji F 68

5.1.5 Uji T 70

5.1.6 Analisis Uji Beda ... 73

5.2Pembahasan Hasil Penelitian ... 75

5.2.1 Perbedaan Variabel Profitabilitas Sebelum dan Sesudah IPO ... 75

5.2.2 Perbedaan Variabel Leverage Sebelum dan Sesudah IPO ... 76

5.2.3 Perbedaan Variabel Likuiditas Sebelum dan Sesudah IPO... 77

5.2.4 Perbedaan Variabel Aktivitas Perusahaan Sebelum dan Sesudah IPO 78

5.2.5 Perbedaan Variabel Pertumbuhan Perusahaan Sebelum dan Sesudah IPO 78 5.2.6 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan ... 79

5.2.7 Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan ... 80

5.2.8 Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan ... 81

5.2.9 Pengaruh Aktivitas Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan ... 82

5.2.10 Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan ... 82

5.3Implikasi Penelitian ... 84

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1Simpulan 86 6.2 Saran 88

DAFTAR PUSTAKA ... 90

(5)

xi

DAFTAR GAMBAR

No Nama Gambar Halaman

3.1 Kerangka Proses Berpikir ... 38

3.2 Kerangka Konseptual ... 40

5.1 Grafik Normal P_Plot of Regression Standardized Residual ... 60

5.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Regresi Coefficient ... 62

(6)

xii

DAFTAR TABEL

No Nama Tabel Halaman

1.1 Kinerja Keuangan ... 7

5.1 Analisis Deskriptif Setelah IPO ... 57

5.2 Hasil Uji Multikoleniaritas Regresi ... 61

5.3 Hasil Uji Autokorelasi Regresi ... 63

5.4 Hasil Analisis Regresi Setelah IPO ... 64

5.5 Hasil Uji F Setelah IPO... 65

5.6 Hasil Uji T Setelah IPO ... 67

5.7 Hasil Uji Paired Sample Test ... 70

(7)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

No Nama Tabel Halaman

1 Data Sampel Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Persero Tbk

Tahun 2007-2010 . ... 96

Data Sampel Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Persero Tbk Tahun 2012-2015 . ... 96

2 Analisis Output SPSS 1 (Descriptive Statistic) ... 98

3 Analisis Output SPSS 2 (RegresiBerganda) ... 99

4 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 104

5 Analisis Output SPSS Uji Beda ... 107

(8)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan tercatat adalah perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya di suatu Bursa Efek. Umumnya perusahan publik yang telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat luas (go public) selanjutnya mencatatkan sahamnya di Bursa Efek (Darmadji dan Hendy, 2001). Sebagai catatan, suatu efek yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum (public offering) tidak harus dicatatkan di suatu bursa. Dengan demikian suatu perusahaan yang menerbitkan saham tersebut merupakan perusahaan publik (public company) namun bukan Perusahaan Tercatat (listed company).

Penawaran umum (go public) adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksaannya. Kegiatan yang dilakukan pada saat Penawaran Umum adalah sebagai berikut : Periode Pasar Perdana yaitu ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh penjamin Emisi melalui para Agen penjual yang ditunjuk; Penjatahan Saham yaitu pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah Efek yang tersedia dan Pencatatan Efek di bursa, yaitu saat Efek tersebut mulai diperdagangkan di bursa.

Initial Public Offering (IPO) merupakan penawaran saham perdana yang dilakukan oleh suatu organisasi perusahaan kepada investor umum (publik)

(9)

2

melalui pasar modal. Penawaran saham perdana, merupakan kebijakan organisasi perusahaan didalam mencari dana tambahan untuk pengembangan ataupun untuk perluasan bisnis perusahaan yang mungkin tidak mencukupi modalnya pada saat ini. Sehingga diperlukan modal tambahan, dengan mengeluarkan saham-saham kepada masyarakat atau publik, sehingga dana dari penjualan saham tersebut dapat dipergunakan oleh organisasi perusahaan untuk tujuan pengembangan dan perluasan bisnis tersebut.

Pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan IPO tersebut adalah emiten itu sendiri, investor, underwriter dan Bursa Efek. IPO dikatakan sukses, jika sahamnya banyak diminati oleh investor. Penetapan harga jual saham dilakukan, setelah melakukan dan tercapainya kesepakatan antara emiten, underwriter dan investor. Emiten akan menjual sahamnya dengan harga yang setinggi-tingginya, underwriter sebagai jasa yang menjual saham-saham yang dilepaskan oleh emiten, berusaha agar seluruh saham-saham tersebut dapat terjual, sehingga mereka meminta agar harga saham diturunkan oleh emiten, agar saham tersebut dapat terjual, karena investor sebagai pihak yang membeli saham atau yang menanamkan dananya, pasti akan meminta agar harga saham tersebut semurah- murahnya. Tujuan IPO biasanya adalah untuk memperoleh dana dari IPO untuk melakukan pengembangan, perluasan dan ekspansi bisnis perusahaan, meningkatkan likuiditas perusahaan, terutama pemegang saham dan membangun reputasi dan membuat perusahaan semakin mempunyai nilai dimata publik.

Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (kode GIAA) mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada awal tahun 2011 dengan nominal

(10)

3

Rp 750/lembar saham. Pada penawaran perdana ini, harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus mengalami penurunan sampai menyentuh harga Rp 650/lembar saham (Pamungkas, 2013). Penelitian sebelumnya pada permasalahan ini pernah dilakukan di Cina (Peng, 2008) menemukan bahwa dengan adanya Initial Public Offering/IPO indeks pasar Cina mengalami kenaikan dalam jangka waktu yang pendek dari waktu listing yaitu 6 bulan. Penelitian yang dilakukan oleh (Subiakto, 2015) menyatakan bahwa kinerja keuangan PT Garuda Indonesia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan maskapai regional lainnya. Hal ini disebabkan kenaikan harga bahan bakar dan perusahaan memiliki 45 % hutang dan 55 % ekuitas. Meskipun studi tentang kinerja perusahaan yang melakukan IPO telah banyak dilakukan, namun penelitian di bidang ini masih merupakan studi yang menarik untuk diteliti, karena disamping temuannya tidak selalu konsisten, juga kebanyakan penelitian memfokuskan pada informasi non- keuangan.

Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.

Dalam portofolio dan investasi, ROE merupakan rasio keuangan yang banyak digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan (Kurniawan, 2013). Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diwakili oleh return on equity (ROE). Return on equity merupakan rasio yang sangat penting bagi pemilik perusahaan (the common stockholder), karena rasio ini menunjukkan keuntungan yang akan dinikmati oleh pemilik saham. Pertumbuhan ROE yang positif mencerminkan prospek perusahaan yang semakin baik karena berpotensi keuntungan yang diperoleh perusahaan akan meningkat. Perusahaan berhasil meningkatkan kepercayaan

(11)

4

investor serta akan mempermudah manajemen perusahaan untuk menarik modal dalam bentuk saham. Apabila terdapat kenaikkan permintaan saham suatu perusahaan, maka secara tidak langsung akan menaikkan harga saham perusahaan tersebut di pasar modal (Kusumajaya, 2011).

Leverage mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Leverage dalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio (DER). DER merupakan rasio yang membandingkan total utang dengan ekuitas.

Rasio ini mengukur persentase dari dana yang diberikan oleh para kreditur. Total utang meliputi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. DER mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajibannya dengan modal sendiri. Rasio ini merupakan rasio solvabilitas yang mengukur kemampuan kinerja perusahaan dengan mengembalikan hutang jangka panjangnya dengan melihat perbandingan antara total utang dengan ekuitasnya.

Dalam Balancing Theory disebutkan bahwa keputusan untuk menambah hutang tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga positif karena perusahaan berusaha menyeimbangkan manfaat dengan biaya yang ditimbulkan akibat hutang. Selama manfaat masih jauh lebih besar dari biaya hutang, maka hutang dapat ditambah (Kurniawan, 2013).

Likuiditas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Dividen merupakan arus kas keluar, maka semakin besar jumlah kas yang

(12)

5

tersedia maka dianggap baiknya likuiditas perusahaan, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen (Harjito dan Martono ,2002).

Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang baik sehingga akan menambah permintaan akan saham dan tentunya akan menaikkan harga saham. Harga saham juga akan cenderung mengalami penurunan jika investor menganggap perusahaan sudah terlalu likuid yang artinya terdapat aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan, dan tidak dimanfaatkannya aktiva tersebut akan menambah beban bagi perusahaan karena biaya perawatan dan biaya penyimpanan yang harus terus di bayar. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas yang diwakili oleh current ratio (CR) yaitu besarnya kemampuan aktiva lancar menutupi kewajiban lancar.

Aktivitas perusahaan digunakan untuk mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya yang berupa receivable turnover yaitu rasio yang dipergunakan dalam mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Rasio aktivitas mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya. Rasio aktivitas dinyatakan sebagai perbandingan penjualan dengan berbagai elemen aktiva. Semakin efektif dalam memanfaatkan dana, semakin cepat perputaran dana tersebut.

Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan size. Pertumbuhan perusahaan pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor eksternal, internal, dan pengaruh iklim industri lokal.

Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi, dalam hubungannya dengan leverage sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai sumber pembiayaannya agar

(13)

6

tidak terjadi keagenan (agency lost) antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan, sebaliknya perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah sebaiknya menggunakan hutang sebagai sumber pembiayaannya karena penggunaan hutang akan mengharuskan perusahaan tersebut membayar bunga secara teratur (Sriwardany, 2006).

Nilai perusahaan dinyatakan dengan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen. Besarnya dividen tersebut dapat mempengaruhi harga saham.

Apabila dividen yang dibayar tinggi, maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah maksimisasi nilai yang ditekankan pada maksimisasi laba yang mencakup ketidakpastian dan dimensi waktu.

Menurut Brigham & Houston (2009) terdapat beberapa pendekatan analisis rasio dalam penilaian market value, terdiri dari pendekatan price earning ratio (PER), price book value ratio (PBV), market book ratio (MBR), deviden yield ratio, dan deviden payout ratio (DPR). Tobin’s q adalah suatu proksi untuk mengukur suatu nilai perusahaan yang menunjukkan suatu performa manajemen dalam mengelola aktiva perusahaan. Nilai Tobin’s q menggambarkan suatu kondisi peluang investasi yang dimiliki perusahaan atau potensi pertumbuhan perusahaan (Sudiyatno, 2010). Penelitian ini menggunakan proksi nilai perusahaan yang diwakili oleh Tobin’s q.

(14)

7

Tabel 1.1 Kinerja Keuangan

Sumber: Data Diolah, 2016

Tabel 1.1 terlihat bahwa nilai ROE mengalami kenaikan dari tahun 2007 sampai 2009 kemudian mengalami fluktuasi sampai tahun 2015. Hal ini berarti prospek perusahaan meraih keuntungan meningkat pada tahun 2014. Nilai DER cukup stabil dimana semakin lama kemampuan perusahaan dalam membayar hutang mengalami peningkatan. Sedangkan nilai current ratio terbaik mengalami penurunan sampai tahun 2010 dan setelah IPO mengalami peningkatan. Nilai TATO yang cukup stabil mencerminkan perusahaan cukup efektif dalam memanfaatkan sumber dananya. Rasio growth ratio terbaik berada pada tahun 2007 dan pada tahun 2012 setelah perusahaan melakukan IPO.

Penelitian tentang nilai perusahaan menarik untuk diteliti karena berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan hasil-hasil penelitian yang kontroversi antara variabel dependent (X) yaitu profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan, penilaian pasar dan pertumbuhan perusahaan terhadap variabel independent (Y) yaitu nilai perusahaan. Penelitian ini untuk mengetahui

Ratio ROE DER Current

Ratio

TATO Growth

Ratio

2007 -2.63 174.61 87.10 138.77 20.49

2008 2.92 156.61 79.06 148.44 -3.71

2009 31.69 126.98 66.36 120.66 2.80

2010 14.91 111.80 22.46 142.94 -3.91

2012 5.69 122.43 84.40 137.91 14.09

2013 9.85 160.26 83.25 125.81 1.53

2014 40.58 166.80 66.47 126.85 -1.96

2015 17.75 180.18 84.28 115.26 7.40

(15)

8

pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan PT Garuda Indonesia pada saat sebelum dan sesudah terjadinya IPO (Initial Public Offering).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah :

1) Apakah terjadi perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan (profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan dan pertumbuhan perusahaan) sebelum dan sesudah IPO?

2) Bagaimana signifikansi pengaruh kinerja keuangan (profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan dan pertumbuhan perusahaan) terhadap nilai perusahaan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1) Untuk mengetahui signifikansi perbedaan kinerja keuangan (profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan dan pertumbuhan perusahaan) sebelum dan sesudah IPO.

2) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh kinerja keuangan (profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas perusahaan dan pertumbuhan perusahaan) terhadap nilai perusahaan.

(16)

9

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi banyak pihak yang berhubungan dengan penelitian ini, yaitu :

1) Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris menyangkut pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan sebelum dan sesudah IPO (Initial Public Offering) pada PT Garuda Indonesia, Persero, Tbk.

Bagi ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini akan menambah ilmu pustaka bagi yang berminat untuk meneliti lebih lanjut mengenai Initial Public Offering.

2) Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan informasi sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran bagi perusahaan di dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan. Bagi investor, pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi yang bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. Bagi perusahaan, akan menjadi masukan bahwa perubahan kinerja yang terjadi akan terus dipantau oleh pihak yang berkepentingan, apabila kinerja mengalami kenaikan maka kepercayaan investor pun akan meningkat.

Referensi

Dokumen terkait

dari marga Bani Abdul Manaf adalah Bani Muthalib dan Bani Abdus Syams yang.. menurunkan

Perlakuan dosis air limbah cucian beras, Miza plus dan interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar tanaman edamame.. Tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah bintil

Conbloc Indonesia Surya cabang Manado dapat dibuktikan, untuk variabel Keyakinan (X4) sebesar 1,837 dan kalau dikonsultasikan dengan t tabel sebesar 1,668 didapat

Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata komitmen organisasional karyawan kelompok pria sebesar 4,0392 , sedangkan responden kelompok wanita nilai rata-

Hasil analisis dan pengujian yang telah dilakukan menggunakan data latih sebanyak 360 data dari Identifikasi Cyberbullying pada Komentar Instagram menggunakan Metode Lexicon

karena aturan/disiplin dalam panca VŝOD Buddhis merupakan panduan atau standar dasar dari norma-norma perilaku baik dalam kehidupan yang berlaku universal.. 6ŝOD Berdasar

memilih saluran pemasaran adalah pengalaman berusahatani, sedangkan kebutuhan uang tunai, lama pendidikan formal, jarak, jumlah tanggungan keluarga, umur, dan luas

Demikian pentingnya peran pemimpin pada sebuah kelompok teater sepertinya akan menuntut kesiapan seorang pemimpin dengan kemampuan keartistikan dan keahlian manajemen yang