• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR MENANGANI SURAT MASUK DAN KELUAR SMK SWASTA TELADAN SUMATERA UTARA 1 MEDAN T.P. 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR MENANGANI SURAT MASUK DAN KELUAR SMK SWASTA TELADAN SUMATERA UTARA 1 MEDAN T.P. 2013/2014."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR MENANGANI

SURAT MASUK DAN KELUAR DI SMK SWASTA TELADAN SUMATERA UTARA 1 MEDAN

T.P. 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

OLEH :

ASTIKA ANDRYANI NASUTION NIM. 7102141004

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Menangani Surat Masuk Dan Keluar di SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan T.P. 2013/2014” yang

merupakan syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Ekonomi UNIMED.

Dalam proses penyelasian skripsi ini penulis banyak menemukan kendala, namun puji syukur semua dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan yang tulus yang diberikan oleh beragai pihak baik yang bersifat moril maupun materil. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, Selaku Rektor Universitas Negari Medan. 2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. Arwansyah, M.Si selaku ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi. 4. Bapak Drs. Jhonson, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi 5. Bapak Drs. Mangarap Sinaga, MS, selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Administrasi Perkantoran.

(6)

7. Bapak Drs. Cepat Barus, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberi arahan, kontribusi dan koreksi dalam penulisan skripsi ini.

8. Bapak/Ibu dosen penguji skripsi di Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran yang telah banyak memberikan masukan demi kesempurnaan skripsi ini.

9. Bapak/Ibu dosen dan staf di lingkungan Fakultas Ekonomi Unimed, khususnya Program Studi Administrasi Perkantoran yang telah banyak memberi sumbangan ilmunya selama penulis dalam perkuliahan.

10. Bapak Anton Sinaga, selaku kepala sekolah SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan yang telah menerima penulis melakukan penelitian di lingkungan Sekolah tersebut.

11. Ibu Junita Trisnawati Manurung, S.Pd dan Ibu Ernani Sirait, S.Pd selaku guru bidang studi di SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan yang telah membantu penulis selama melaksanakan penelitian di lingkungan sekolah tersebut.

(7)

memberikan semangat, motivasi, serta menghiburku. Terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini.

13. Untuk mas Gilang yang jauh disana terima kasih penulis ucapkan karena selama ini selalu memberi semangat dan perhatian yang penuh kepada saya walau kamu jauh disana dan Sahabat aku Sary Mutiara, Sri Dwi Fitryana, dan Rani Agustina dan Perdana Sembiring terima kasih untuk waktu kalian menemani dan selalu ada untuk aku serta support kalian selama ini, semoga persahabatan ini abadi.

14. Rekan-rekan seperjuangan sekaligus sahabat-sahabat aku yaitu Lidya Yuningsih, Desy Eka Rani, Elvi Layla Lubis, Mimi Khusminar, Nurhaima Harahap, Rahmi Karnita Rambe, Siti Zubaidah yang banyak membantu dan memberi saran/masukan kepada penulis. I Love U All dan juga untuk teman-teman seluruh mahasiswa pendidikan administrasi perkantoran ADP-B reguler’10 yang menjadi teman dalam canda, tawa, susah, senang, sedih

selama belajar di perguruan tinggi.

15. Juga untuk teman-teman PPLT 2013 di SMK NEGERI 1 KISARAN

(8)

Akhir kata penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan pendidikan dimasa yang akan datang dan memenuhi fungsi dengan semestinya. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, saya ucapkan Terima Kasih.

Medan, Juli 2014 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I : PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 5

1.3Pembatasan Masalah ... 6

1.4Rumusan Masalah ... 6

1.5Tujuan Penelitian ... 6

1.6Manfaat Penelitian ... 7

BAB II: KAJIAN PUSTAKA 2.1Kerangka Teoritis... 8

2.1.1 Hakikat Model Pembelajaran ... 8

2.1.2 Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining ... 11

2.1.3 Langkah-langkah Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining ... 13

(10)

Facilitator and Explaining ... 16

2.1.5 Metode Pembelajaran Konvensional... 17

2.1.6 Perbedaan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan Metode Pembelajaran Konvensional ... 20

2.1.7 Hasil Belajar ... 22

3.3Variable dan Definisi Operasional ... 35

3.3.1 Variabel Penelitian ... 35

3.3.2 Definisi Operasional... 35

3.4Rancangan Penelitian ... 36

3.5Prosedur Pelaksanaan Penelitian ... 38

3.6Jenis dan Desain Penelitian ... 39

3.6.1 Jenis Penelitian ... 39

(11)

3.7Teknik Pengumpulan Data dan Uji Instrumen ... 41

3.8.1 Menghitung Mean dan Standart Deviasi ... 47

3.8.2 Uji normalitas ... 47

3.8.3 Uji Homogenitas ... 49

3.8.4 Uji Hipotesis ... 49

(12)

4.3.3.Uji Hipotesis ... 60 4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 61 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ... 64 5.2 Saran ... 65 DAFTAR PUSTAKA ... 66 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kegiatan dalam Model Student Facilitator and Explaining ... 15

Tabel 2.2 Perbedaan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan Metode Pembelajaran Konvensional ... 21

Tabel 3.1 Populasi Penelitian ... 34

Tabel 3.2 Matriks Sampel Penelitian ... 35

Tabel 3.3 Rancangan Penelitian ... 37

Tabel 4.1 Rangkuman Data Hasil Penelitian ... 52

Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Nilai Validitas Tes ... 54

Tabel 4.3 Indeks Kesukaran ... 57

Tabel 4.4 Daya Beda Tes ... 58

Tabel 4.5 Uji Normalitas Pretes dan Postes ... 59

(14)

xii

DAFTAR GAMBAR

(15)

LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus

Lampiran 2 RPP Kelas Eksperimen Lampiran 3 RPP Kelas Kontrol Lampiran 4 Materi Pembelajaran Lampiran 5 Instrumen penelitian Lampiran 6 Kunci Jawaban

Lampiran 7 Tabulasi Validitas Tes Lampiran 8 Perhitungan Uji Validitas Tes Lampiran 9 Butir Soal

Lampiran10 Perhitungan Uji Reabilitas Tes Lampiran 11 Indeks Kesukaran

Lampiran 12 Uji Daya Beda

Lampiran 13 Data Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Lampiran 14 Data Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode

Pembelajaran Konvensional

Lampiran 15 Data Keterangan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Lampiran 16 Data Keterangan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol

(16)

Lampiran 18 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Kelas Kontrol

Lampiran 19 Uji Normalitas Lampiran 20 Uji Homogenitas Lampiran 21 Uji Hipotesis

(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Pendidikan sebagai salah satu aspek dalam meningkatkan sumber daya manusia terus diperbaiki dan direnovasi dari segala aspek. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tempat yang memiliki sejumlah populasi manusia pasti membutuhkan pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari peran pendidikan dalam pembentukan tingkah laku individu, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Potensi sumber daya manusia merupakan aset nasional sekaligus sebagai modal dasar pembangunan bangsa. Potensi ini hanya dapat digali dan dikembangkan serta dipupuk secara efektif melalui pembelajaran yang terarah dan terpadu, yang dikelola secara utuh dan optimal.

Namun dalam kenyataan, telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, tapi terobosan pemerintah tersebut belum sepenuhnya berhasil, bahkan cenderung terkesan hanya teori saja. Padahal kalau ditelaah, usaha yang dilakukan pemerintah lebih dari cukup karena terarah proses dan mekanismenya. Tidak hanya itu saja yang dilakukan, pemerintah juga melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar atau guru untuk dunia pendidikan.

(18)

kurikulum, pengadaan buku, sarana pendidikan, manajemen pendidikan di sekolah, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, karena guru merupakan unsur yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan proses belajar mengajar (PBM) yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Dengan demikian, pendidikan khususnya sekolah, harus memiliki system pembelajaran yang menekankan pada proses dinamis yang didasarkan pada upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Pendidikan harus mendesain pembelajarannya yang responsif dan berpusat pada siswa agar hasil belajar mereka terus meningkat. Tetapi hal ini tidak akan terjadi jika tidak adanya seorang guru yang membimbing dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

Guru merupakan salah satu unsur dalam proses belajar mengajar. Guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawabnya di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap rencana pembelajaran dapat tercapai.

(19)

Kooperatif yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining. Dimana model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and

Explaining yaitu rangkaian penyajian materi ajar yang diawali dengan

penyampaian kompetensi siswa yang harus dicapai, lalu menjelaskannya dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan pada siswa untuk mengulangi kembali untuk dijelaskan pada rekan-rekannya dan diakhiri dengan penyampaian semua materi kepada siswa.

(20)

mempunyai inisiatif untuk bertanya kepada guru, 3) Sibuk menyalin apa yang ditulis dan diucapkan guru, 4) Apabila ditanya oleh guru tidak ada yang mau menjawab tetapi mereka menjawab secara bersamaan sehingga suara tidak jelas, dan 5) Siswa terkadang ramai sendiri waktu guru menerangkan materi.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti di SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan bahwa hasil belajar Menangani Surat Masuk Dan Keluar yang dilihat dari nilai ulangan yang diperoleh siswa kelas XI AP SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan masih kurang maksimal, dari 60 siswa hanya 45,35% siswa yang dinyatakan lulus dan 54,65% lainnya tidak lulus dengan nilai rata-rata 5,5 padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Menangani Surat Masuk Dan Keluar 7,50. Masalah seperti ini bisa kita jumpai dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran dimana siswa menjadi facilitator dan juga menjadi penjelas terhadap suatu materi/kompetensi yang diberikan oleh guru dengan bahasanya sendiri dan dapat meyakinkan guru dan siswa lainnya dengan penjelasannya sendiri.

(21)

disampaikan guru dapat diterima siswa dengan baik sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yakni model

pembelajaran “Student Facilitator and Explaining”. Pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran “Student Facilitator and Explaining” guru

dapat menyajikan serangkaian penyajian materi ajar yang diawali dengan menyampaikan kompetensi siswa yang harus di capai, lalu menjelaskannya dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan pada siswa untuk mengulangi kembali untuk dijelaskan pada rekan-rekannya dan di akhiri dengan penyampaian semua materi pada siswa.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dan supaya dapat dilihat sejauh mana model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar menangani surat masuk dan keluar, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul sebagai berikut “Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Hasil Belajar Menangani Surat Masuk Dan Keluar di SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan T.P 2013/2014”.

1.2Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

(22)

2. Metode pembelajaran yang diterapkan khususnya pelajaran menangani surat masuk dan keluar masih menggunakan metode pembelajaran konvensional.

3. Model pembelajaran yang kurang bervariasi di dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

1.3Pembatasan masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah yang muncul sangat luas sehingga perlu pembatasan masalah. Maka masalah dalam penelitian ini dibatasi

pada “Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil

belajar Menangani Surat Masuk Dan Keluar di SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan T.P 2013/2014”.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dirumuskan : “Apakah ada pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil belajar Menangani Surat Masuk Dan Keluar SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan T.P 2013/2014”.

1.5 Tujuan Penelitian

(23)

Masuk Dan Keluar siswa kelas XI SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan T.P 2013/2014.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan peneliti tentang model pembelajaran Student Fasilitator and Explaining.

2. Menjadi bahan masukan kepada pihak sekolah dan guru mata pelajaran Menangani Surat Masuk Dan Keluar dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Fasilitator and Explaining.

3. Sebagai referensi bagi pihak Unimed dan pihak lain yang ingin melakukan penelitian yang sejenis yaitu mengenai Pengaruh Model Pembelajaran Student Fasilitator and Explaining terhadap hasil belajar Menangani Surat

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan antara lain : 1. Pengujian validitas dinyatakan valid apabila rhitung> rtabel, dan rtabel

diperoleh nilai = 0,312 pada taraf signifikan 95% dengan N = 40. Dari tabel uji validitas tes hasil perhitungan untuk soal nomor 1,rhitung> rtabelyaitu 0,489 > 0,312 yang berarti tes tersebut dinyatakan valid. Setelah dilakukan perhitungan dengan cara yang sama untuk masing-masing tes diperoleh dari 20 item tes yang diuji cobakan ternyata seluruh soal dinyatakan valid.

2. Untuk menafsirkan harga realibilitas dari tes soal maka hargaa tersebut dikonsultasikan ke tabel harga kritik rtabel dengan α = 0,05 jika rhitung> rtabel maka soal realibel. Dari hasil uji realibilitas tes diperoleh nilai 0,94> 0,312 yang berarti bahwa soal tersebut secara keseluruhan adalah reliabel.

3. Hasil belajar menangani surat masuk dan keluar yang diajarkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining di kelas XI AP SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan semester genap tahun pembelajaran 2013/2014 memiliki nilai rata-rata 73,33 dengan kategori baik dan dengan metode konvensional memiliki nilai rata-rata 68,8 dengan kategori kurang.

(25)

and Explaining dan model pembelajaran konvensional berpengaruh positif

dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dapat dilihat dari uji hipotesis dimana thitung > ttabel (3,89 > 2,00).

5.2 Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa saran, yaitu :

1. Disarankan kepada guru khususnya guru bidang studi menangani surat masuk dan keluar agar dalam kegiatan belajar mengajar guru diharapkan menjadikan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining sebagai alternative dalam mata pelajaran menangani surat masuk dan keluar untuk meningkatkan pemahaman, minat dan hasil belajar siswa. 2. Kepada SMK Swasta Teladan Sumatera Utara 1 Medan pemanfaatan

model pembelajaran Student Facilitator and Explaining hendaknya dioptimalkan dalam pembelajaran di sekolah karena dengan menggunakan model ini dapat memotivasi minat belajar siswa untuk aktif, saling membagi ilmu pengetahuan dan saling gotong royong sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. Suharmini. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Djamarah. 2010. Metode belajar mengajar konvensional.

http://cupitakyt.blogspot.com/2013/10/metode-belajar-mengajar-konvensional.html (26 02 2014; 14:34)

Fauziah. 2014. Penerapan Model Cooverative Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Pada Siswa Kelas VII Smp Negeri 1 Darul Kamal Tahun 2013/2014. Jurnal Biology Education. Volume 2 No. 2 April 2014 ISSN: 2302 416X Ferdian. 2010. Perbedaan Student Facilitator And Explaining Dan Metode

Konvensional. http://ferdian.blogspot.com2010/05konvensional-vs-studentfacilitatorandexplaining.html. (diakses 3 Maret 2014)

Gunawan, Ridwan. 2011. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student

Facilitator and Explaining.

http://proposalmatematika23.blogspot.com/2013/05/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_30.html. (diakses 28 Februari 2014)

Harahap, Nurmahni. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Terhadap Hasil Belajar Kognitif, Motivasi, Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Konsep Ekosistem Di Mtsn Model Banda Aceh. Volume IV Nomor 2. Juli – Desember 2013. ISSN 2086 – 1397

Irlinawati. Dewik. dkk. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Pada Perkalian Bilangan Bulat. Jurnal

Istarani. 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada Kholik, Muhammad. 2011. Metode Pembelajaran Konvensional.

(27)

Muanawar, Indra. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.

http://indramunawar.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-hasil.html diakses (3 Maret 2014)

Muhammad, Nurdin. 2011. Pembelajaran dengan Pendeketan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara

Mulyani, Sri dan Suyetti. 2009. Menangani Surat Masuk dan Keluar (Mail Handling). Jakarta: Erlangga.

Musriha. 2012. Pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X AK di SMK Swasta YPK Medan T.P. 2011/2012, Medan: Unimed

Ngalimun. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Pembinaan dan Pengembangan bahasa Departemen Pendidikan Nasional Pusat 2007. Korespondensi Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Permadani, Karunia, Galih, dkk. 2013. Pengembangan Electrik Torso Pada Pembelajaran Sistem Peredaran Darah untuk SMP. Unnes Journal Of Biology Education. Vol 1. Nomor 3. ISSN 2252-6579

Purwanto, Djoko. 2007. Korespondensi Bisnis Modren. Surakarta: Erlangga Rosyada, Ana. 2012. Pembelajaran Aktif.

http://www.kajianpustaka.com/2012/12/pembelajaran-aktif.html=1 (Diakses 28 Februari 2014, 10:30)

Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran Mengembankan Profesionalme Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana

Slameto, 2010. Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sriyono. Hary. 2013. Pembelajaran Aktif.

(28)

Syahputri, Mey. Dian. 2012. Pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XII IS di SMA Swasta Al-Maksum Cinta Rakyat T.P. 2012/2013, Medan: Unimed

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sulistyo, dkk. 2014. Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMANegeri 2 Wonosobo. Radiasi. Vol.4.No.1. Sulistyo

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Masmedia Buana

Pustaka

Usman. 2005. Menjadi guru professional. Bandung: Remaja Rosdakarya Wursanto. 2013. Penanganan surat Masuk.

Gambar

Tabel  2.1 Kegiatan dalam Model Student Facilitator and Explaining ................. 15
Gambar  3.4  Prosedur Penelitian  ...................................................................
tabel uji validitas tes hasil perhitungan untuk soal nomor 1,rhitung>

Referensi

Dokumen terkait