• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Experiential Marketing terhadap Loyalitas Konsumen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Experiential Marketing terhadap Loyalitas Konsumen."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Ekonomi Indonesia sedang tumbuh cepat, dan pertumbuhan proporsi konsumen menengah ke atas akan membawa gelombang belanja konsumen yang semakin besar. Oleh karena itu strategi pemasaran menjadi salah satu alternatif perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Untuk itu perusahaan dalam memasarkan produknya melibatkan pelanggan secara emotional dan psikologikal, yaitu dengan menggunakan experiential marketing. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan membahas pengaruh experiential marketing terhadap loyalitas konsumen pada Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung di lingkungan Universitas Kristen Maranatha. Experiantial Marketing dapat dinilai dari segi Sense,

Feel, Think, Act, Relate. Metode yang digunakan adalah non probability sampling

sampling yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 115 responden di sekitar lingkungan Universitas Kristen Maranatha. Kemudian dianalisa secara kuantitatif dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian yang dihasilkan diperoleh bahwa pengaruh experiential marketing mempengaruhi loyalitas konsumen sebesar 28,8%. Dengan kata lain loyalitas konsumen dipengaruhi experiential

marketing sebesar 28,8% dan sisanya 71,2% berasal dari faktor-faktor lainnya di luar

penelitian.

Kata Kunci : Experiential Marketing, Sense, Feel, Think, Act, Relate, Loyalitas

(2)

x

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

The economy of Indonesia is rapidly growing that will bring a big wave of consumers from middle and upper class people proportionally. Therefore, marketing strategy has become one of the company alternatives to meet the needs of it's consumers. That way some companies are involving their clients emotionally and psychologically by using experiential marketing method. Based on the statement above, this research will talk about the influence of experiential marketing method against the consumers loyalty at Bread Talk (Cihampelas Walk Branch) in Bandung at Maranatha Christian University. Experiential marketing method can be determined by sense, feel, think, act, relate. The method is called "non probability sampling" which is distributing questionnaires to 115 respondents around the campus of Maranatha Christian University. Then it will be quantitatively analysed by using double regression test. The result of the research showing the experiential marketing method has influenced 28.8% of consumers loyalty. So basically consumers loyalty is influenced by experiential marketing method for about 28.8% and the rest of 71.2% comes from different factors exclude the research.

Keywords: Experiential Marketing, Sense, Feel, Think, Act, Relate, Consumers

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

SURAT PERNYATAAN MENGADAKAN PENELITIAN TIDAK MENGGUNAKAN PERUSAHAAN ... iv

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

(4)

xii

Universitas Kristen Maranatha

2.1.3.4 Act ... 14

2.1.3.5 Relate ... 15

2.1.4 Loyalitas konsumen ... 16

2.1.5 Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Loyalitas konsumen ... 17

2.2 Riset Empiris ... 19

2.3 Rerangka Pemikiran ... 22

2.4 Rerangka Teoritis ... 23

2.5 Pengembangan Hipotesis ... 25

2.6 Model Penelitian ... 26

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 27

3.2 Definisi Operasional Variabel ... 27

3.3 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ... 32

3.3.1 Populasi ... 32

3.3.2 Sampel ... 32

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel ... 32

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 33

3.5 Metode Analisis Data ... 31

3.6 Pengujian Instrumen ... 37

3.6.1 Uji Validitas ... 37

3.8 Analisis Regresi Berganda ... 51

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden ... 52

4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden ... 52

(5)

4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden ... 54

4.2 Hasil Tanggapan Responden ... 55

4.2.1 Sense ... 55

4.2.2 Feel ... 59

4.2.3 Think ... 62

4.2.4 Act ... 64

4.2.5 Relate ... 66

4.2.6 ... 69

4.3 Analisis Regresi Berganda ... 72

4.3.1 Model Summary ... 72

4.3.2 Model Anova ... 72

4.3.3 Uji Signifikansi Parameter individual ... 73

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 76

4.4.1 Sense... 76

4.4.2 Feel ... 77

4.4.3 Think... 78

4.4.4 Act ... 79

4.4.5 Relate ... 79

4.5 Implikasi Manajerial ... 80

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 82

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 83

5.3 Saran... 83

DAFTAR PUSTAKA ... 85

(6)

xiv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar I Rerangka Pemikiran ... 22

Gambar II Rerangka Teoritis ... 23

Gambar III Model Hipotesis ... 26

Gambar IV Grafik Histogram Normalitas ... 48

Gambar V Scatterplots Uji Normalitas ... 48

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel I Riset Empiris ... 19

Tabel II Variabel Operasional ... 29

Tabel III Penelitian Skor pada Skala Likert ... 35

Tabel IV Uji Korelasi terhadap Konstruk Sense ... 38

Tabel V Uji Korelasi terhadap Konstruk Feel ... 39

Tabel VI Uji Korelasi terhadap Konstruk Think ... 40

Tabel VII Uji Korelasi terhadap Konstruk Act ... 41

Tabel VIII Uji Korelasi terhadap Konstruk Relate ... 42

Tabel IX Uji Korelasi terhadap Konstruk Loyalitas Konsumen ... 43

Tabel X Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Sense ... 44

Tabel XI Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Feel ... 45

Tabel XII Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Think ... 45

Tabel XIII Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Act ... 46

Tabel XIV Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Relate ... 46

Tabel XV Uji Reliabilitas terhadap Cronbach Alpha dengan Konstruk Loyalitas Konsumen ... 47

Tabel XVI Uji Multikolinearitas ... 49

Tabel XVII Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden ... 52

Tabel XVIII Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden ... 53

Tabel XIX Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden ... 54

Tabel XX Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung melaui Ketertarikan akan Layout ... 55

Tabel XXI Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung melaui Aroma dari Produk ... 56

Tabel XXII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung melaui Rasa dari Produk ... 57

Tabel XXIII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung melaui Tekstur dari Produk ... 58

(8)

xvi

Universitas Kristen Maranatha

Tabel XXV Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Kenyamanan ... 60

Tabel XXVI Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Komunikasi yang Baik ... 61

Tabel XXVII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Inovasi Produk ... 62

Tabel XXVIII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Variasi Produk ... 63

Tabel XXIX Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Kualitas Produk ... 64

Tabel XXX Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Pelayanan Sesuai Kebutuhan ... 65

Tabel XXXI Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Hubungan Baik dengan Pelanggan ... 66

Tabel XXXII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Citra Baik ... 67

Tabel XXXIII Pengalaman Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung melaui Kesan Baik ... 68

Tabel XXXIV Setelah Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung memberikan Pengalaman, Saya Tertarik untuk mengetahui

Loyalitas Konsumen dengan Pembelian Secara Teratur ... 69

Tabel XXXV Setelah Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung memberikan Pengalaman, Saya Tertarik untuk mengetahui

Loyalitas Konsumen dengan Tidak Berpindah ke Tempat Lain .... 70

Tabel XXXVI Setelah Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung memberikan Pengalaman, Saya Tertarik untuk mengetahui

Loyalitas Konsumen dengan Mereferensikan kepada Orang lain ... 71

Tabel XXXVII Uji Koefisien Determinasi ... 72

Tabel XXXVIII Model Anova ... 72

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Kuesioner ... 89

Lampiran B Hasil Tabulasi Data ... 94

Lampiran C Hasil Uji Validitas ... 100

Lampiran D Hasil Uji Reliabilitas ... 107

Lampiran E Hasil Uji Asumsi Klasik ... 114

Lampiran F Hasil Uji Frekuensi dan Tanggapan Responden ... 117

Lampiran G Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 125

(10)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa tahun mendatang, konsentrasi populasi konsumen menengah ke atas

akan tetap memadati lima propinsi di Jawa. Ekonomi Indonesia sedang tumbuh cepat,

dan pertumbuhan proporsi konsumen menengah ke atas akan membawa gelombang

belanja konsumen yang semakin besar. Di tahun 2020, jumlah populasi konsumen

menengah ke atas Indonesia diperkirakan meningkat dua kali lipat dari tahun 2012,

dari 74 juta jiwa menjadi 141 juta jiwa. Konsumen ini merupakan daya tarik tinggi

Indonesia, konsumsi mereka sudah bergerak dari produk kebutuhan dasar ke produk

kenyamanan dan kemudahan (Wiraspati, 2013).

Demi memenuhi kebutuhan konsumen yang telah bergerak dari produk

kebutuhan dasar menjadi produk kenyamanan dan kemudahan, para pemasar

memerlukan suatu strategi. Dari banyaknya strategi yang ada, strategi pemasaran

menjadi salah satu alternatif strategi yang tepat. Hal tersebut juga sebagai salah satu

syarat agar suatu perusahaan dapat sukses dalam persaingan.

Dalam persaingan bisnis yang bebas ini, syarat agar suatu perusahaan dapat

sukses dalam persaingan tersebut adalah berusaha mencapai tujuan untuk

menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka

setiap perusahaan harus dapat menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa

(11)

BAB I PENDAHULUAN 2

Banyak hal yang dapat diciptakan dan dilakukan demi memenuhi kebutuhan

dan keinginan konsumen. Bisnis dalam dunia kuliner pun bisa menjadi salah satu

pilihannya. Seiring dengan makin populernya wisata kuliner, bisnis kuliner pun

semakin diminati. Banyak orang menggeluti dunia kuliner dengan berbagai kemasan

dan keunggulannya masing-masing. Namun, tidak sedikit pula pebisnis kuliner yang

akhirnya gulung tikar karena belum memiliki persiapan matang dalam

menghadapinya dinamisme dunia kuliner (Utomo, 2013).

Mengacu pada kondisi sekarang ini maka digunakanlah suatu bentuk

pemasaran yang mencoba menganalisis konsumen dengan menggunakan

model-model psikologis dalam menganalisis perilaku konsumen yaitu experiential

marketing. Dalam pendekatan ini, pemasar menciptakan produk atau jasa dengan

menyentuh panca indra konsumen, menyentuh hati, dan merangsang pikiran

konsumen. Jika produk dapat menyentuh nilai emosional pelanggan secara positif

maka dapat menjadi memorable experience antara perusahaan dan pelanggan. Hal ini

berpengaruh sangat baik bagi perusahaan karena pelanggan yang puas biasanya

menceritakan pengalamannya menggunakan jasa suatu perusahaan kepada orang lain

(Schmitt dalam Rahmawati, 2003)

Keberhasilan menciptakan persepsi positif di benak konsumen merupakan

faktor penting dalam kesuksesan produk atau merek. (Zarem, 2000 dalam Idelle,

2012) mengutip pernyataan Sanders, Direktur Yahoo, yang menyatakan bahwa

pengalaman merupakan dasar perekonomian baru untuk semua industri. Seorang

pemasar perlu memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi pelanggannya,

(12)

BAB I PENDAHULUAN 3

Universitas Kristen Maranatha

pada konsumen di produk dan merek dan menimbulkan rasa kepemilikan kepada

merek tersebut.

Pemasar berusaha melibatkan pelanggan secara emosional dan psikologikal

ketika mengkonsumsi produk yang ditawarkan pemasar. (McCole, 2005 dalam

Nehemia, 2011) menyatakan experiential marketing merupakan salah satu bentuk

perkembangan pemasar yang diharapkan dapat menjembatani antara dunia akademis

dan praktek.

Konsep experiential marketing dapat membangun hubungan yang langgeng

dengan pelanggan, yaitu pemasar melihat keadaan emosi dari pelanggannya. Hal ini

juga diperkuat pendapat Schmitt dalam Kartajaya (2006), yang menyatakan

experiential marketing dapat dihadirkan melalui lima unsur yaitu sense (panca

indera), feel (perasaan), think (cara berpikir), act (tindakan) dan relate (hubungan).

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan jangka panjang dan juga

mengikat konsumen dengan memberikan pengalaman yang tak terlupakan ketika

menikmati produk dari perusahaan tersebut.

“Kepuasan dan loyalitas konsumen adalah hal yang utama pada era

persaingan yang semakin ketat” (Kotler dalam Suputra dan Farhansyah, 2011).

Dalam situasi persaingan yang demikian perusahaan mulai memberikan perhatian

lebih terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen.

Loyalitas pelanggan dapat ditingkatkan melalui sentuhan emosional. Hal ini

dilakukan karena mengingat pelanggan tidak hanya sebagai makhluk rasional tetapi

juga emosional salah satunya adalah dengan pendekatan experiential marketing

(Bernd Smith, 1999 dalam Wibowo, 2011) yang mengemas emosi secara komersial.

(13)

BAB I PENDAHULUAN 4

sosok yang memiliki nilai emosional yaitu satu pandangan yang menekankan adanya

hubungan antara produsen dengan pelanggan sampai pada tahap diterimanya

pengalaman tak terlupakan oleh pelanggan.

Salah satu contoh dari experiential marketing menurut (Nurhidayat, 2013)

salah satu sektor jasa pariwisata di Jawa Tengah adalah Taman Wisata Kyai

Langgeng yang terletak di Kota Magelang. Taman Wisata Kyai Langgeng mencoba

menggunakan konsep experiantial marketing untuk menciptakan loyalitas

pengunjungnya. Dengan berbagai pilihan rekreasi dan fasilitas, Taman Kyai

Langgeng mencoba ingin menghadirkan experiance bagi pengunjung. Taman Kyai

Langgeng terus mengembangkan desain produk dan pelayanan, yang terintegrasi,

unik dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, berdasarkan

pengalamannya pada saat merasakan jasa Taman Wisata Kyai Langgeng

Namun ada tanggapan berbeda dari beberapa peneliti mengenai adanya

pengaruh antara experiential marketing terhadap loyalitas konsumen. Menurut Idelle

(2012) “experiential marketing yang diukur ternyata tidak memiliki pengaruh yang

positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya loyalitas pelanggan dan experiential

marketing tidak menunjukan adanya kontribusi yang signifikan terhadap loyalitas

pelanggan”. Adapun menurut Sari (2012) bahwa experiential marketing memiliki

lima elemen, tetapi hanya 2 elemen yang berpengaruh signifikan sedangkan 3 elemen

lainnya tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas. Tetapi menurut Anwar

(2010) bahwa kekuatan variabel experiential marketing dalam mempengaruhi

loyalitas cukup besar. Dan menurut Astuti dan Putri (2010) secara simultan

(14)

BAB I PENDAHULUAN 5

Universitas Kristen Maranatha

Dengan adanya perbedaan hasil penelitian diatas, peneliti ingin mengetahui

apakah experiential marketing pada perusahaan Bread Talk khususnya cabang

Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota Bandung berpengaruh pada loyalitas konsumen.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini akan membahas tentang

adakah pengaruh experiential marketing pada perusahaan Bread Talk cabang

Cihampelas Walk (Ciwalk) kota Bandung. Maka peneliti melakukan penelitian

dengan judul “PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP

LOYALITAS KONSUMEN”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dikemukakan rumusan masalah dalam

penelitian ini sebagai berikut :

1. Apakah Experiential Marketing yang terdiri dari sense, feel, think, act dan relate

berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan pada Bread Talk cabang Cihampelas

Walk (Ciwalk) Kota Bandung?

2. Faktor manakah dari dimensi Experiential Marketing yang paling kuat

berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan pada Bread Talk cabang Cihampelas

(15)

BAB I PENDAHULUAN 6

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang identifikasi masalah diatas, maka dikemukakan

tujuan penelitian ini sebagai berikut :

1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh sense, feel, think, act, dan relate

terhadap loyalitas pelanggan pada Bread Talk cabang Cihampelas Walk (Ciwalk)

Kota Bandung.

2. Untuk menguji dan menganalisis faktor manakah yang memiliki pengaruh paling

kuat terhadap loyalitas pelanggan pada Bread Talk cabang Cihampelas Walk

(Ciwalk) Kota Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan dari penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi kepada:

• Bagi Penulis:

Menambah dan memperdalam pengetahuan peneliti khususnya mengenai

experiential marketing dan loyalitas konsumen yang didapatkan baik selama

kuliah maupun selama praktek di lapangan dalam rangka penulisan skripsi ini.

• Bagi Pihak Lain:

Dapat bermanfaat sebagai bahan dokumentasi untuk melengkapi sarana yang

dibutuhkan dalam penyediaan bahan studi bagi pihak-pihak yang

(16)

82 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh experiemtial marketing terhadap

loyalitas konsumen pada Bread Talk Cabang Cihampelas Walk (Ciwalk) Kota

Bandung, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

• Nilai signifikansi (α) pada sense yang diperoleh dari analisis regresi adalah

sebesar 0.109, yang berarti Ho diterima karena nilai signifikansi (α) dari faktor

sense nilainya lebih dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa sense tidak

berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di lingkungan Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

• Nilai signifikansi (α) pada feel yang diperoleh dari analisis regresi adalah

sebesar 0.560, yang berarti Ho diterima karena nilai signifikansi (α) dari faktor

feel nilainya lebih dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa feel tidak

berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di lingkungan Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

• Nilai signifikansi (α) pada think yang diperoleh dari analisis regresi adalah

sebesar 0.685, yang berarti Ho diterima karena nilai signifikansi (α) dari faktor

think nilainya lebih dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa think tidak

berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di lingkungan Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

• Nilai signifikansi (α) pada act yang diperoleh dari analisis regresi adalah

(17)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 83

act nilainya lebih dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa act tidak

berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di lingkungan Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

• Nilai signifikansi (α) pada relate yang diperoleh dari analisis regresi adalah

sebesar 0.000, yang berarti Ho ditolak karena nilai signifikansi (α) dari faktor

relate nilainya lebih kecil dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa relate

berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen di lingkungan Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

Besarnya pengaruh experiential marketing terhadap loyalitas konsumen adalah

sebesar 28,8% dan sisanya adalah 71,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Berarti

pengaruh yang diberikan oleh experiential marketing terhadap loyalitas

konsumen tidak begitu besar yaitu hanya sebesar 28,8%.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini hanya menggunakan faktor experiential marketing

untuk menguji loyalitas konsumen.

• Penelitian ini hanya dilakukan di sekitar lingkungan Universitas Kristen

Maranatha.

5.3 Saran

• Untuk penelitian kedepannya bisa menggunakan faktor lainnya selain

experiential marketing untuk mengukur loyalitas konsumen, bisa

(18)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 84

Universitas Kristen Maranatha • Sebaiknya pengumpulan data tidak hanya dilakukan disekitar lingkungan

Universitas Kristen Maranatha, bisa dilakukan di pusat keramaian seperti

(19)

DAFTAR PUSTAKA 85

DAFTAR PUSTAKA

Algifari,2003. “Statiska Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis”.Jakarta : UPP AMPYKPN

Andreani, Fransisca. 2007. “Experiential Marketing(Sebuah Pendekatan Pemasaran). ”Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol. 2, No. 1, h. 1-8

Anwar, Tezza Adriansyah. (2010). Pengaruh Experiential Marketing Universitas Widyatama Terhadap Loyalitas Mahasiswa. The 4th PPm National Conference

on Management Research Jakarta, 25 November 2010. Hal 1-15.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta.

Astuti, Sri Rahayu Tri dan Putri, Yuwandha Anggia. (2010). Analisis Pengaruh

Experiential Marketing Terhadap Loyalitas Pelanggan Hotel “X” Semarang.

Aset, Februari 2010, hal 191-199 Vol.12 No.2. ISSN 1693-928X.

Cooper, D.R & P.S. Schindler. 2001. Business Research Methods, 7th

Edition,McGraw-Hill Companies, Inc., New York.

Edris, Mochamad. (2009). Pemasaran Toyota Kijang Innova Melalui Pendekatan

Experiential Marketing. ISSN : 1979-6889

Guilford, I.P., and B. Fucter. 1973. Fundamental Statistics in Psychology and

Education, 5th edition. McGraw-Hill, Kogakusha, Ltd: Tokyo

Hair et all,. (1998). Multivariate Data Analysis, Fifty Edition, Prentice Hall, Upper

Saddle River : New Jersey.

Hamzah, Amir. 2007. Anlisis Experiential Marketing, Emotion Branding, dan Brand

Trust terhadap Loyalitas Merek Mentari. Jurnal Usahawan, hal 22-28.

Hasan, Iqbal. (2002). Pokok-pokok Materi Statistik 1, edisi kedua, Jakarta: Bumi Aksara.

(20)

DAFTAR PUSTAKA 86

Universitas Kristen Maranatha

Jogiyanto, H.M, (2010). Metode Penelitian bisnis : Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman, Yogyakarta : BPFE.

Kartajaya, Hermawan. (2006). Hermawan Kartajaya On Marketing Mix Seri 9

Elemen Marketing. Bandung: PT Mizan.

Kasali, Rhenald, Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting dan Positioning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001, hlm. 51.

Kartajaya, Hermawan. (2005). Positioning Diferensiasi Brand: Memenangkan Persaingan dengan Segitiga Positioning-Diferensiasi-Brand, Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

Kartajaya, Hermawan. (2005). Marketing in Venus. Jakarta: Mark Plus & Co.

Komalasari, Fitri. (2012). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap keputusan Pembelian produk Handphone NokiaEseries.

Kotler, Philip. (2009). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi Milenium. Jakarta Prenhalindo.

Kotler, Philip., dan Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi 13, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Kotler,Philip dan Amstrong. 1997. Prinsip-prinsipPemasaran. Edisi ketiga. Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Margaretha, Mouren. 2004. “Studi mengenai loyalitas pelanggan pada divisi asuransi kumpulan AJP bumi Putra”. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia,Vol. iii, No. 3, halaman 289-308

Maulana, Renzo Haris, Yulasmi, dan Zefriyenni. (2013). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Pondok Ikan Bakar Aru-Lubeg Cabang Khatib Sulaiman Padang.

Nazir. (1998). Strategi Periklanan Pada Ecommerce Perusahaan Top Dunia, Penerbit Andi, Yogyakarta.

(21)

DAFTAR PUSTAKA 87

Novia, Vivi. (2012). Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Customer Loyalty Pada pelanggan Restoran Koki Sunda Di Pekanbaru. Jurnal Manajemen Universitas Riau 2012.

Nurhidayat. (2013). Pengaruh Experiential Marketing Purchasing Pada Loyalitas Pelanggan (survei Pada Pengunjung Taman Wisata Kyai Langgeng).

Rachmawati, Rina. (2011). Peranan bauran pemasaran (marketing Mix) Terhadap Peningkatan Penjualan (Sebuah Kajian Terhadap Bisnis Restoran). Jurnal Kompetensi Teknik Vol.2 No 2, Mei 2011. Hal 143-150.

Rahmawati. (2003). Pengaruh Sense dan Feel dari Experiential Marketing Pada Konsumen Soto Gebrak. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3 No 2 Agustus, hal 109-121.

Rini, Endang Sulistya. 2009. Menciptakan Pengalaman Konsumen dengan

Experiential Marketing. 02. 15-20.

Rini, Endang. 2009. “Menciptakan Pengalaman Konsumen dengan Experiential

Marketing.” Jurnal Manajemen Bisnis, Vol. 2, No. 1, h. 15-20.

Sari, Mareta Kemala. (2012). Pengaruh Penerapan Experiential Marketing Terhadap Loyalitas konsumen Kartu Pra Bayar Simpati Telkomsel. Economica, Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat Vol. 1 No.1, Oktober 2012.

Sari, Maulina Mayang. (2013). Analisis Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Loyalitas Pelanggan pada Waroeng Steak & Shake Cabang Tuanku Tambusai Pekanbaru.

Sekaran, Uma. (2003). Research Mentod for Bussiness A Skill-Building Approach, 4th ed., New York : John wiley and Sons, inc

Selang, Christian A.D. (2013). Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Jurnal EMBA Vol.1 No.3 Juni 2013. Hal 71-80.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis, edisi enam. Bandung : Alfabet

(22)

DAFTAR PUSTAKA 88

Universitas Kristen Maranatha

Sunjoyo et al. (2013). Aplikasi SPSS untuk SMART Riset (Program IBM SPSS 21.0).Bandung: Alfabeta 2013.

Suputra, I Gusti Nyoman Kaler dan Farhansyah, Teuku. (2011). Analisis Keouasan yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan Pasca Bayar Telkomsel (Kartu Hallo) pada Gerai Haloo di Tabanan.

Utomo, Happy Ferdian Syah. (2013). Tips Memulai Bisnis Kuliner. Kabar 24, 20 Juni 2013 | 12:19 WIB diakses dari http://www.bisnis-jabar.cpm/index.php/berita/tips-memulai-bisnis-kuliner pada tanggal 2 September 2013

Wibowo, Lili Adi. (2011). Experiential Marketing Pengaruhnya Terhadap Branded

Customer Experience dan Loyalitas Pelanggan Restoran dan Cafe Serta

Dampaknya Pada Citra Bandung Sebagai Destinasi Pariwisata Indonesia.

Wiraspati, Rangga. (2013). Pertumbuhan Kelas Menengah Atas Indonesia Meluas ke Daerah. SWA, 6 Maret 2013 diakses dari http://swa.co.id/business-research/bcg-pertumbuhan-kelas-menengah-atas-indonesia-meluas-ke-daerah pada tanggal 2 September 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil uji t membuktikkan bahwa pengaruh yang paling dominan dari kelima variabel kepuasan experiential marketing terhadap loyalitas konsumen di Celebrity Fitness

Bagi akademisi, yaitu sebagai tambahan referensi tentang emotion marketing , experiential marketing, kepuasan dan loyalitas pelanggan kedepan khususnya

Skripsi dengan judul PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN INDOMARET POINT adalah hasil karya saya dan dalam Skripsi ini tidak terdapat karya

Kesembilan, Fildzah 2017 dengan skrispsi berjudul “Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Loyalitas Nasabah melalui Kepuasan Nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Gresik” hasil

(3) Experiential marketing dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada Larissa Aesthetic Center Cabang Kudus..

Sehingga dalam penelitian ini experiential marketing berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung.Adanya pengaruh yang signifikan antara experiential marketing dan kepuasan

SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh Experiential Marketing dan Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Lotte Grosir

Artinya experiential marketing yang baik akan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, semakin baik experiential marketing maka akan semakin meningkat loyalitas pelanggan