• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perjanjian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah Persetujuan (tertulis atau dengan lisan) yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu

1

. Pada Pasal 1313 KUHPerdata mengemukakan “suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.”

Menurut kamus Hukum

2

, Wanprestasi berarti kelalaian, kealpaan, cidera janji, tidak menepati kewajibannya dalam perjanjian

3

. Dengan demikian, Wanprestasi adalah suatu keadaan dimana seorang debitur (berutang) tidak memenuhi atau melaksanakan prestasi sebagaimana telah ditetapkan dalam suatu perjanjian. Akibat dari wanprestasi itu biasanya dapat dikenakan sanksi berupa ganti rugi, pembatalan kontrak, peralihan risiko, maupun membayar biaya perkara.

Seperti yang terjadi dalam kasus wanprestasi PT Indomas Bahari Makmur, yaitu di kenakan sanksi dengan ganti rugi kepada PT Pundi Abadi Intisari dengan sita jaminan atas tanah dan bangunan ruko 4 lantai di daerah Pluit Raya No.5A, yang dalam putusan Mahkamah Agung No 1542k/Pdt/2013 di batalkan atas dita jaminan ruma tersebut oleh pengadilan.

Pengertian sita jaminan atau conservatoir beslag diatur dalam Pasal 227 ayat (1) HIR, Pasal 261 ayat (1) RBG atau Pasal 720 Rv

4

,yang secara yuridis merupakan upaya hukum yang diambil oleh pengadilan dengan menyita barang debitur yang mendahului pemeriksaan pokok perkara sebelum dijatuhkan putusan dalam perkara tersebut.

Perseroan Terbatas berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) menyebutkan bahwa pengertian Perseoan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan Pelaksananya.

1 Kamus Besar Bahasa Indonesia

2 Bryan A. Gamer, Black’s Law Dictionary, 8th edition, (St Paul : West, 2004)

3 Simanjuntak, Pokok-Pokok Hukum Perdata Indonesia, (Jakarta, Djambatan, 2009)

4 M.Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata, (Jakarta:Sinar Grafika, 2004), hal 339.

(2)

Berdasarkan Pasal 1 ayat (5) Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) menyebutkan bahwa pengertian Direksi dalam Perseroan Terbatas (“Perseroan”) adalah organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan anggaran dasar.

Pada kasus wanprestasi PT. Indomas Bahari Makmur yang digugat oleh PT Pundi Abadi Intisari atas ingkar janji/ wanprestasi dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1542K/PDT/2013. Pada tanggal 17 Januari 2008 terjadi perjanjian pengangkutan antara PT Indomas Bahari Makmur sebagai pemilik pupuk dan

PT Pundi Abadi Intisari sebagai pemilik kapal KM Kalimas Abadi yang berkapasitas muatan 750 MT.

PT Indomas Bahari Makmur melakukan wanprestasi atas perjanjian pengangkutan yang di setujui oleh PT Pundi Abadi dengan mengangkut 750MT pupuk urea dan di muat pada tanggal 19 Januari 2008 dari pelabuhan muat di sunda kelapa jakarta, menuju pelabuhan bongkar di Dumai, dengan uang tambang plus OPP sunda kelapa sebesar Rp. 165.000. per MT dengan cara bayar: 50% dibayar saat kapal selesai muat dan 50% saat selesai bongkar di pelabuhan Dumai.

Sampai melewati tanggal muat barang ke kapal, PT Indomas masih belum memenuhi sampai 750MT, baru 400MT yang muat ke dalam kapal KM Kalimas Abadi. Karena muatan masih belum sampai 750MT maka KM Kalimas Abadi masih belum di berangkatkan, dan PT Indomas membongkar kembali 400MT pupuk urea yang telah di muat ke dalam kapal, sehingga KM Kalimas tidak jadi berangkat.

Pada Tanggal 27 Maret 2008 terjadi perjanjian kesepakatan antara keduanya agar PT Indomas Bahari Makmur dapat mengeluarkan 400MT pupuk dari kapal KM Kalimas Abadi milik PT Pundi Abadi Intisari yang membatalkan perjanjian tertanggal 17 Januari 2008 tentang perjanjian pengangkutan.

PT Indomas meminta Mahkamah Agung untuk menyatakan pembatalan

perjanjian tertanggal 27 Maret 2008 dengan dalil bhawa perjanjian di lakukan dalam

keadaan terpaksa, padahal di dalam perjanjian tanggal 27 Maret 2008 tersebut yang

diketahui oleh Administrator Pelabuhan Sunda Kelapa; bahwa dengan demikian

Perjanjian Kesepakatan Tanggal 27 Maret 2008 tersebut telah memenuhi syarat

sahnya suatu perjanjian, sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1320 KUH

(3)

Perdata, sehingga karena sah menurut hukum dan berlaku mengikat sebagai undang- undang bagi para pihak yang membuatnya.

Dengan dibatalkan nya perjanjian pengangkutan tersebut, PT Pundi Abadi Intisari mengalami kerugian sebesar Rp. 1.337.394.900 (satu milyar tiga ratus tiga puluh juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah).

PT Pundi Abadi Intisari meminta PT Indomas Bahari Makmur untuk membayar ganti rugi beserta bunga atas perbuatan ingkar janji/wanprestasi sebesar Rp. 1.337.394.900 (satu milyar tiga ratus tiga puluh juta tiga ratus Sembilan puluh empat ribu Sembilan ratus rupiah) serta bunga 2% setiap bulannya sejak gugatan rekonvensi diajukan sampai dengan di bayar lunas.

Karena besar nya ganti kerugian yang harus dibayarkan oleh PT Indomas Bahari Makmur, maka PT Pundi Abadi Intisari meminta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk melakukan sita jaminan atas tanah seluas 60m

2

, berikut bangunan ruko 4 lantai yang berdiri di atasnya, yang terletak di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta, setempat dikenal umum sebagai Jalan Pluit Raya 5A Nomor 18, Ruko Wijaya Sakti, Jakarta Utara.

Semasa hidupnya (Alm) King Widyanto adalah direktur PT Indomas Bahari . Yerika Tan adalah pemegang 3000 lembar saham, dan satu satu nya ahli waris yang sah dari tuan (Alm) King Widyanto, karena (Alm) King Widyanto adalah suami sah Yerika Tan. Dengan meninggalnya tuan (Alm) King Widyanto, maka Yerika Tan adalah ahli waris yang sah menurut hukum.

(Alm) King Widyanto Telah membeli sebidang tanah HGB seluas 60m

2

, berikut bangunan ruko 4 lantai yang berdiri di atasnya, yang terletak di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta, setempat dikenal umum sebagai Jalan Pluit Raya 5A Nomor 18, Ruko Wijaya Sakti, Jakarta Utara, sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi, tanggal 21 Agustus 1997 Nomor 4314/1997 (“Tanah dan Bangunan”).

Telah diletakkan sita jaminan atas tanah dan bangunan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 24 September 2008. Penyitaan sehubungan dengan adanya gugatan perkara perdata antara PT Pundi Abadi Intisari selaku penggugat dan terbantah, melawan PT Indomas Bahari Makmur selaku tergugat dan terbantah perihal wanprestasi

Kasasi Mahkamah Agung memberikan putusan bahwa objek yang dikenakan

sita jaminan merupakan harta pribadi (Alm) King Widyanto bukan harta PT.

(4)

Indomas Bahari Makmur, oleh sebab itu tidak dapat disita sebagai jaminan atas utang PT. Indomas Bahari Makmur.

Dalam pencabutan sita jaminan, disebutkan bahwa “tanah dan bangunan”

tersebut harta pribadi (Alm) King Widyanto yang menurut surat wasiatnya yang sah,

“tanah dan bangunan” tersebut menajdi milik ahli waris. (Alm) King Widyanto dengan Yerika Tan menikah pada tanggal 30 Maret 1982 sebagaimana ternyata di dalam Akta Perkawinan Nomor 260/WNI/1982 dalam perkawinan mereka tidak terdapat perjanjian perkawinan sehingga harta benda yang diperoleh selama perkawinan, termasuk tanah dan bangunan yang tercantum atas nama (Alm) King Widyanto menjadi harta bersama dengan isterinya Yerika Tan selaku Pemegang saham mayoritas tunggal dan direktur utama. Yerika Tan sah menurut hukum atas kepemilikan atas tanah dan bangunan ruko 4 lantai di Jalan Pluit Raya 5A No. 18 Jakarta Utara karena menjadi ahli waris atas harta pribadi (Alm) King Widyanto.

Yerika Tan selaku pemilik saham mayoritas tunggal yang menjabat sebagai direktur utama pada saat Perjanjian pengangkutan yang di lakukan pada 17 Januari 2008, antara PT Pundi Abadi Intisari dan PT Indomas Bahari Makmur di setujui.

Yerika Tan Selaku Pemegang Saham Mayoritas Tunggal dapat dipertanggungjawabkan atas utang perseroan, sesuai dengan Doktrin Piercing The Corporate Veil. Pemegang saham dapat saja dimintai tanggung jawab, sepanjang

dapat dibuktikan terjadinya kerugian pada perseroan karena pemegang saham memanfaatkan PT untuk kepentingan pribadi. Pembelian tanah dan bangunan setelah Perseroan sebagai badan hukum didirikan, dan dijadikan domisili PT Indomas Bahari Makmur tapi dibeli atas nama pribadi (Alm) King Widyanto selaku pemegang saham mayoritas tunggal.

Berdasarkan hal-hal yang duraikan dalam latar belakang tersebut penulis

tertarik untuk meneliti dan menulis “ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN

HUKUM BAGI KREDITUR TERHADAP DEBITUR WANPRESTASI YANG

TIDAK MEMILIKI ASET ( Studi Pada Putusan Mahkamah Agung Nomor :

1542K/PDT/2013 Kasus PT Pundi Abadi Intisari VS PT Indomas Bahari

Makmur ) “

(5)

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi PT Pundi Abadi Intisari sebagai kreditur terhadap debitur wanprestasi PT Indomas Bahari makmur yang tidak memiliki aset?

1.3 Tujuan dan Kegunaan 1.3.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian skripsi ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi PT Pundi Abadi Intisari sebagai kreditur terhadap debitur wanprestasi PT Indomas Bahari Makmur yang tidak memiliki aset.

1.3.2 Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari dilakukannya penelitian ini ialah :

1. Guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi ilmu hukum dan mencapai Sarjana Hukum Universitas Bina Nusantara.

2. Sebagai suatu sarana bagi penulis untuk menguji kemampuan dan mengembangkan ilmu hukum yang diperoleh dari perkuliahan.

3. Untuk mengembangkan ilmu hukum yang diperoleh dari perkuliahan, sehingga hasil preskripsi dari pengembangan itu bermanfaat bagi kalangan mahasiswa fakultas hukum, almamater dan kalangan umum.

1.4 Metodologi Penelitian

1.4.1 Bentuk Penelitian

Terdapat dua bentuk penelitian, yaitu penelitian kepustakaan

(normatif) dengan penelitian lapangan (empiris), yang dimaksud dengan

penelitian kepustakaan adalah penelitian yang menekankan kepada

penggunaan data sekunder atau berupa norma hukum tertulis dan atau

wawancara dengan informan serta narasumber. Sementara itu yang dimaksud

dengan penelitian lapanagan adalah penelitian yang menekankan penggunaan

data primer yang diperoleh dari wawancara dengan responden dalam rangka

mengetahui efektifitas dan efisiensi suatu peraturan/hukum/kondisi tertentu

(6)

atau melakukan kejian terhadap norma hukum tidak tertulis. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terkait dengan skripsi ini berbentuk penelitian hukum normative yang bertujuan untuk meneliti kepastian hukum berdasarkan studi kepustakaan dan hukum positif yang ada.

1.4.2 Tipe Penelitian

Tipe Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah yuridis normatif

5

, yaitu penelitian yang mengacu kepada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma hukum yang ada di dalam masyarakat.

1.4.3 Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis

6

, yaitu mengungkapkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan teori hukum sebagai objek penelitian.

1.4.4 Bahan Hukum

Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tertier

7

. Yang dimaksud dengan bahan hukum primer adalah peraturan perundang-undangan. Bahan hukum primer yang digunakan oleh penulis diantaranya adalah KUHPerdata yang mengatur mengenai perjanjian dan wanprestasi, juga Undang-undang Perseroan Terbatas yang mengatur tentang perseroan dan organ di dalamnya. Untuk menjelaskan bahan hukum primer tersebut digunakan pula bahan hukum sekunder berupa buku-buku, skripsi, tesis, dan artikel-artikel dari surat kabar dan internet. Sedangkan penunjang digunakan bahan hukum tertier berupa Kamus dan Ensiklopedia.

5 Prof. Dr. H. Zainuddin Ali, M.A., Metode Penelitian Hukum, (Jakarta:Sinar Grafika, 2013). hal.175.

6 Ibid.

7 Ibid.

(7)

1.4.5 Sumber Data

Dalam penelitian ini, penulis mengambil sumber data Sekunder dan Primer

8

, sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, majalah, jurnal, peraturan perundang-undangan dan peraturan lain yang terkait dengan penelitian ini. Sedangkan sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya melalui wawancara.

1.4.6 Jenis Data

Berdasarkan cara diperolehnya jenis data dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

9

Yang dimaksud dengan data primer adalah data yang diperoleh langsung dari masyarakat (responden). Sementara itu data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan atau dokumentasi.

10

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana data yang digunakan penulis berasal dari bahan kepustakaan.

1.4.7 Metode Pengumpulan Data

Melalui metode penelitian kepustakaan penulis memperoleh data melalui penelitian dengan buku-buku, dokumen putusan pengadilan, dan perundang-undangan.

1.4.8 Jadwal Pengumpulan Data

Tabel 1 .1 Jadwal Pengumpulan Data

No Nama Data

Jadwal Pengumpulan

Data

Jenis Data

Teknik Pengumpulan

data 1 Putusan Pengadilan Negri Jakarta

Utara No.

133/Pdt/G/2008/PN.Jkt.Ut

22 Januari 2016

Sekunder Survey pada Pengadilan Negri Jakarta Utara

8 Ibid.

9 Sri Mamudji, dkk., Metode Penelitian dan Penulisan Hukum, ed.1, (Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005), hal.28.

10 Ibid., hal. 31.

(8)

2 Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 298/PDT/2009/PT.DKI

16 Desember 2015

Sekunder Media Online Website Putusan Mahkamah Agung 3 Putusan tahap kasasi Mahkamah

Agung No. 2026K/PDT/2010

20 Desember 2015

Sekunder Media Online Website Putusan Mahkamah Agung 4 Putusan tahap Peninjauan Kembali

putusan Makhamah Agung No.

39PK/PDT/2012

12 Desember 2015

Sekunder Media Online Website Putusan Makhamah Agung 5 Putusan Mahkamah Agung No.

1542K/PDT/2013

10 Desember 2015

Sekunder Media Online Website Putusan Makhamah Agung

1.4.9 Data Bahan Penelitian

Tabel 1.2 Data Penelitian

No Nama data Jenis data Teknik

pengumpulan Sumber data 1 Kasus

wanprestasi PT Indomas Bahari Makmur

Primer Survey di pengadilan Jakarta Utara &

online website putusan

makhamah agung

1. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (No.133/Pdt/G/2008/PN.

Jkt.Ut);

2. Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta (No.298/PDT/2009/PT.

DKI);

3. Putusan Mahkamah

Agung (No.

2026K/PDT/2010);

4. Putusan Peninjauan

Kembali (No.

39PK/PDT/2012);

(9)

5. Putusan Mahkamah

Agung (No.

1542KPDT/2013).

2 Wawancara sebagai data Primer

Primer Wawancara

dengan Bapak Albert Aries, S.H.,M.H

Wawancara dengan Narasumber Bapak Albert Aries, S.H., M.H.

4 Teori Sekunder Buku 1. Buku-buku tentang

Perseroan Terbatas.

2. Buku-Buku tentang Perjanjian

3. Buku-Buku tentang Tanggung Jawab Organ Perseroan Terbatas 4. Buku-Buku tentang

Piercing The Corporate Veil

3 Teori Sekunder Undang-undang dan

peraturan terkait

1. KUH Perdata

2. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

3. KUHD

4. HIR

Gambar

Tabel 1 .1 Jadwal Pengumpulan Data
Tabel 1.2 Data Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data dari daftar aset tetap dan laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi tahun 2011, 2012 dan 2013 yang telah didapat dari PT Terang

Berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data yang telah dilakukan pada laporan keuangan PT Hoge Honjo Halamea yang terdiri dari laporan posisi keuangan dan laporan laba

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan penulis terhadap data laporan keuangan, yaitu Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba/Rugi di PT PLN (Persero) Area Palembang,

Penulis tertarik melakukan praktik kerja magang di PT Margi Tunggal Abadi karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan berskala sedang yang produksi cat,

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji tentang impementasi pemberian ganti kerugian layanan paket di PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang

Terkait ganti rugi, dibandingkan dengan Keppres Nomor 55 Tahun 1993, Perpres Nomor 36 Tahun 2005, dan Perpres Nomor 65 Tahun 2006, komponen yang dinilai dan bentuk ganti rugi

Adapun kerangka pemikiran dari penelitian ini adalah penggunaan data yang diperoleh dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Tahun 2007-2018.Setelah data tersebut diperoleh,

Ganti rugi yang muncul dari wanprestasi adalah jika ada pihak-pihak dalam perjanjian yang tidak melaksanakan komitmentnya yang sudah dituangkan dalam perjanjian, maka menurut hukum dia