• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam rangka menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk dapat mengoptimalkan semua sumber daya yang ada dalam perusahaan seperti modal, mesin, bahan baku, material maupun manusia itu sendiri. Dalam sebuah perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yaitu karyawan. Apabila sebuah perusahaan memiliki modal yang besar dan mesin yang sangat baik, tanpa ada nya karyawan yang baik maka hasil yang akan didapat tidak akan seperti apa yang diinginkan.

Menurut (Simamora, 2006 : 15) Tanpa adanya sumber daya manusia, yang menggerakkan faktor-faktor produksi tersebut, sumber - sumber yang dimiliki tidak akan dapat produktif. Sumber daya manusia membuat sumber daya organisasi lainnya berjalan. Jadi karyawan juga berperan penting dalam sebuah perusahaan untuk dapat memajukan perusahaan dan mencapai tujuan perusahaan.Tujuan perusahaan ada yang dapat dicapai atau tidak, itu semua tergantung dengan kinerja karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut.

Perusahaan selalu berupaya untuk dapat mewujudkan tujuan perusahaan, salah satunya adalah dapat memiliki karyawan yang mempunyai kinerja yang baik. Kinerja karyawan dapat dilihat dari hasil setelah ia melakukan pekerjaan yang diberikan. Perusahaan dapat melihat apakah karyawa tersebut mempunyai kinerja yang baik atau tidak. Apabila karyawan memiliki kinerja yang baik maka tujuan perusahaan akan mudah untuk didapatkan, sebaliknya apabila kinerja karyawan buruk maka tujuan perusahaan akan sulit untuk dicapai. Pengaruh kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam menentukan berkembang atau tidak nya suatu perusahaan.

Kinerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikemukakan oleh Kuswandi (2004 : 27) antara lain kepuasan karyawan, kemampuan karyawan, motivasi, lingkungan kerja, serta kepemimpinan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kinerja karyawan agar mereka mempunyai kinerja yang baik.

(2)

Mengingat bahwa sumberdaya manusia (karyawan) adalah suatu aspek penting dalam sebuah perusahaan, maka perusahaan sudah semestinya melihat aspek – aspek kerja yang berkaitan dengan sumberdaya manusia. Salah satu aspek penting bagi karyawan adalah lingkungan kerja. Menurut Nitisemito (2001:183) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Dengan adanya lingkungan kerja yang baik maka akan mendukung para karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Contoh dari lingkungan kerja seperti ruangan kerja, suasana kerja, teman kerja dan lain sebagai nya.

Lingkungan kerja tidak hanya berbentuk fisik tetapi juga ada lingkungan non fisik. Menurut Sedarmayanti (2009:31) lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat memengaruhi karyawan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Sedangkan lingkungan kerja nonfisik adalah semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun dengan rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. Lingkunga kerja non fisik juga menjadi faktor penting karena manusia adalah makhluk sosial dan membutuhkan orang lain yang nyaman untuk diajak berkomunikasi.

Lingkungan kerja adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh managemen karna itu adalah salah satu faktor yang berkaitan langsung dengan kegiatan bekerja para karyawan. Lingkungan kerja yang nyaman secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sebaliknya apabila lingkungan kerja tidak mendukung maka akan dapat menurunkan kinerja dari karyawan yang ada dalam sebuah perusahaan.

Bukan hanya faktor lingkungan kerja saja yang berpengaruh terhadap kinerja. Motivasi juga berperan penting dalam membangun kinerja para karyawan. Tanpa adanya motivasi maka kinerja dari karyawan tidak akan membaik. Ada banyak motivasi bagi karyawan dalam bekerja antara lain untuk memenuhi kebutuhan premier, sandang, pangan, papan dan kebutuh lain yang bersifat internal. Dapat disadari bahwa alasan utama karyawan bekerja dalam perusahaan adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari – hari atau dengan kata lain kebutuhan ekonominya.

(3)

Menurut Hasibuan (2001 : 143) motivasi adalah “pemberian daya gerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengah segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi sangat berkaitan dengan kinerja karyawan, maka dengan adanya motivasi bagi seorang pegawai semakin meningkat kinerjanya. Motivasi juga dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap keberhasilan individu maupun organisasi dalam mencapai tujuan”.

Banyak cara untuk memotivasi karyawan yang bekerja dalam perusahaan. Salah satu contoh motivasi yang biasa diberikan oleh perusahaan seperti bonus, yang akan diberikan apabila karyawan dapat mencapai target yang diberikan oleh perusahaan. Secara tidak langsung karyawan tersebut termotivasi untuk mendapatkan bonus tersebut dan semangat itu berdampak kepada perusahaan. Dampak yang dapat dirasakan oleh perusahaan seperti meningkatnya penjualan dan profit perusahaan pun akan meningkat.

Penelitian ini dilakukan pada PT Sila Kencana Makmur yang bergerak dibidang Trading and Textile. Bahan textile yang mereka jual berupa busa atau foam yang digunakan untuk pembuatan helm. Dengan memiliki sumberdaya yang berpengalaman dan ahli dalam bidang nya, PT Sila Kencana Makmur sudah menjalankan beberapa proyek seperti membuat helm Honda, Yamaha dan lain sebagai nya.

Perusahaan ini dalam melakukan setiap aktivitasnya bergantung pada sumberdaya manusia yang ada. Dengan sumberdaya manusia yang ahli dan memiliki kinerja yang baik maka perusahaan akan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan. Agar sumberdaya manusia mereka dapat bekerja dengan baik maka peran lingkungan kerja dan motivasi akan berpengaruh untuk kinerja mereka.

Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Manager PT Sila Kencana Makmur, bahwa masalah yang dialami pada perusahaan tersebut terdapat pada lingkungan kerja mereka seperti tempat bekerja yang kurang nyaman, kurangnya pencahayaan membuat lingkungan kerja mereka kurang baik. Selain lingkungan kerja, faktor motivasi juga menjadi masalah pada perusahaan tersebut, kurangnya motivasi membuat karyawan mereka memiliki kinerja yang kurang baik.

(4)

Dengan adanya lingkungan kerja yang nyaman maka itu akan berpengaruh untuk meningkatkan kinerja karyawan. Lingkungan kerja mereka sangat berperan penting karena karyawan selalu melakukan aktivitasnya di tempat tersebut. Penataan ruang yang baik dan interaksi sesama karyawan dalam perusahaan dapat menentukan kinerja yang akan dihasilkan oleh karyawan. Selain itu, peran motivasi juga berkaitan dengan kebutuhan, sehingga manajemen perusahaan harus menaruh perhatian terhadap kebutuhan karyawan agar dapat memotivasi mereka dengan baik.

Oleh karena itu, faktor lingkungan kerja dan motivasi akan menjadi faktor yang dapat menjadikan karyawan mencapai kepuasan dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka. Dengan meningkatnya kinerja karyawan tersebut maka akan berimbas juga kepada perusahaan secara tidak langsung.

Tabel 1.1 Tingkat Absensi Karyawan PT Sila Kencana Makmur Tahun 2015

BULAN ABSENSI JUMLAH

IJIN SAKIT CUTI

JANUARI 1 2 3 6 FEBRUARI 3 8 2 13 MARET 2 6 0 8 APRIL 10 12 7 29 MEI 8 6 11 25 JUNI 8 13 18 39 JULI 8 3 1 12 AGUSTUS 16 13 1 30 SEPTEMBER 12 6 6 24 OKTOBER 12 19 9 40

(5)

Dari data tersebut dapat dilihat ternyata dalam 10 bulan terakhir semakin banyak karyawan yang tingkat absensi nya meningkat. Meningkatnya absensi karyawan dapat membuat permasalahan bagi perusahaan. Dalam indikator kinerja karyawan menurut Mathis kehadiran merupakan salah satu poin yang mencerminkan kinerja karyawan. Dari yang awal nya hanya berjumalah hanya 6 orang, meningkat terus pada bulan – bulan selanjut nya. Setelah melakukan wawancara kepada seorang karyawan PT Sila Kencana Makmur diketahui bahwa, ada beberapa faktor yang membuat tingkat absensi karyawan menjadi tinggi antara nya adalah lingkungan keja yang kurang nyaman dan kurang nya motivasi yang diberikan oleh perusahaan.

Dari uraian di atas, maka penulis memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul

“ Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja

Karyawan Pada PT Sila Kencana Makmur”. Diharapkan penelitian ini dapat

membantu perusahaan dalam memberikan masukan atau informasi mengenai permasalahan kinerja karyawan dalam perusahaan.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa masalah yang dapat di teliti antara lain :

1. Adakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

2. Adakah motivasi berpengruh terhadap kineja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

3. Adakah lingkungan kerja dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur

2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur

(6)

3. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur

Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan dan mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi sebagai slah satu syarat dalam menempuh ujian skripsi di Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen di Universitas Bina Nusantara. Berdasarkan perumusan masalah yang adapun tujuan penelitian ini adalah ingin

mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur.

1. Untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

2. Untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

3. Untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sila Kencana Makmur ?

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat di jabarkan sebagai berikut : 1. Bagi Praktisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk para pembuat keputusan agar dapat menjadikan lingkungan kerja menjadi nyaman dan

memotivasi karyawan sehingga kinerja karyawan dapat meningkat. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

2. Bagi Akademis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan kerja, motivasi, dan kinerja serta dapat juga sebagai pendukung penelitian selanjut nya.

(7)

3. Bagi Peneliti

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan

pendidikan sarjana (S1), penunjang dalam karir bekerja sehingga dapat bekerja lebih baik, suatu bekal untuk menjadi pekerja yang baik, dan dapat mengetahui betapa penting nya lingkungan kerja dan motivasi untuk meningkatkan kinerja bagi sebuah perusahaan.

4. Bagi Teoritis

Sebagai salah satu penunjang dalam penerpan ilmu manajemen SDM, khuus nya mengenai cara meningkatkan kinerja dari factor lingkungan kerja dan motivasi.

1.5 State of The Art (penelitian terdahulu)

No Nama Peneliti Judul Peneliti Hasil Penelitian 1. Thushel Jayaweera (2015) Impact of Work Environmental Factors on Job Performance, Mediating Role of Work Motivation: A Study of Hotel Sector In England

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang

signifikan antara bekerja faktor lingkungan dan prestasi kerja dan motivasi kerja

memediasi hubungan antara kondisi kerja dan prestasi kerja. Hasil penelitian juga menunjukkan

bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja

dan pekerjaan kinerja pekerja hotel. Hasil menunjukkan pentingnya bekerja kondisi dan motivasi kerja dalam menjelaskan

(8)

kerangka kerja

kondisi lingkungan dan prestasi kerja. Keterbatasan dan implikasi

dan penelitian juga dibahas. 2. Arman Abdul Razak, Mastura Jaafar, Shardy Abdullah and Samsiyah Muhammad Work Environment Factor And Job Performance: The Construction Project

Manager’s Perspective

faktor lingkungan dan prestasi kerja dan kedua untuk peringkat

lingkungan kerja ini faktor dalam urutan kepentingan.

Responden terdiri dari manajer proyek di

perusahaan konstruksi di seluruh wilayah utara Semenanjung Malaysia terpilih sebagai populasi

sampel. Kuesioner kemudian didistribusikan dan dikumpulkan. Dari analisis dilakukan pada data yang dikumpulkan, ditemukan

bahwa tingkat kinerja proyek Manajer memiliki korelasi yang

sangat tinggi dengan tingkat kewenangan serta jenis klien dalam proyek tertentu. Kepuasan

kerja juga dipengaruhi kinerja kerja dan itu menemukan bahwa

peringkat pentingnya faktor lingkungan kerja yang didominasi

oleh faktor dikaitkan dengan proyek-proyek yang dilakukan.

Temuan penelitian ini menganjurkan bahwa perhatian

(9)

lebih disengaja diberikan kepada faktor-faktor lingkungan kerja ini

dengan harapan meningkatkan prestasi kerja dari manajer proyek konstruksi. Hal ini pada gilirannya

akan diragukan lagi membuat keberhasilan proyek fenomena yang lebih di mana-mana daripada

biasa 3. Fauzilah Salleh, Zaharah Dzulkifli,Wasn Amalina Wan Abdullah and Nur Haizal Mat Yaakob Arifin (2011) The Effect of Motivation On Job Performance of State Government Employees in Malaysia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi afiliasi dan

prestasi kerja adalah terkait secara positif. Kesimpulan, strategi manajemen terutama dapat

dirumuskan sesuai dengan tingkat motivasi karyawan. 4. Niza Marzuki Husein dan Andrian Hady (2012) Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Karakteristik Individu Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Melati Di Kecamatan BanjarmasinTengah

Secara partial terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungankerja terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Melati di kecamatan Banjarmasin

Tengah. Secara partial terdapat pengaruh yang signifikan antara

karakteristik individu terhadap kepuasa kerja karyawan Hotel melati di kecamatan Banjarmasin

Tengah. Secara simultan atau secara bersama – sama terdapat

(10)

pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja dan karakteristik

induvidu terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Melati di kecamatan Banjarmasin Tengah.

5. Aldo Herlambang Gardjito, Mochammad Al Musadieq dan Gunawan Eko Nurtjahjono (2014) Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkunga Kerja Terhadap Kierja Karyawan (Studi pada Karyawan Bagian Produksi PT Karmand Mitra AndalanSurabaya)

Bersasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi

kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT

Karmand Mitra Andalan, ditujukkan dengan nilai signifikan t sebesar0 ,000 lebih kecil dari a =

0,05 (0,000 < 0,000)dengan koefisien regresi sebesar 0,636.

Lingkungankerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Karmand Mitra Andalan ditunjukkan dengan nilai

signifikan t sebesar 0,013 lebih kecil dari a = 0,05 dengan kkoefisien regresi sebesar 0,226.

Motivasi kerja dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh

tergnifikan terhadap kinerja karyawan PT Karmand Mitra Abadi, ditunjukkan dengan nilai signifikan F sebesar 0,000 lebih kecil dari a = 0,05 (0,000 < 0,05)

dan mampu memberikan kontribusi terhadap variabel prestasikerja 0,660 atau sebesar

(11)

66%. Sissanya 34% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak

diteliti dalam penelitian ini.

1.6 Rangkuman Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Thusel Jayaweera (2015) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan kerja, kinerja dan motivasi karyawan yang dilakukan di Hotel Sector di Inggris. Penelitian lain yang dilakukan oleh Arman Abdul Razak, Mastura Jaafar, Shardy Abdullah dan Samsiyah Muhammad (2012) bahwa lingkunga kerja dan prestasi kerja kedua nya adalah hal yang penting dalam urutan kepentingan dalam sebuah penelitian.

Dilihat dari beberapa penelitianyang telah di lakukan terdahulu dapat

disimpulkan bahwa lingkungan kerja sangat mempengaruhi kinerja karyawan yang dapat berdampak pada prestasi kerja karyawan. Selain lingkungan kerja, motivasi kerja pun ikut berperan dalam menentukan baik dan buruknya kinerja karyawan.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa ada hubungan yang signikfikan antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Jadi secara tidak langsung lingkungan kerja dan motivasi berperan penting dalam menentukan kinerja karyawan yang ada di dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Karyawan dengan kinerja yang baik maka secara tidak langsung akan berefek kepada profit yang akan di dapatkan oleh perusahaan dan karyawanpun akan loyal dengan perusahaan tersebut.

(12)

Gambar

Tabel 1.1 Tingkat Absensi Karyawan PT Sila Kencana Makmur Tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

pembiayaan tetep akan diberikan dengan jumlah pembiayaan di.. kurangi, hal ini tentunya akan berdampak kepada pihak BPRS Haji Miskin tersebut, yang mana nantinya

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Kemudian Anda juga harus menyatakan bahwa karena Anda mengajukan permohonan terhadap Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris yang

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu

Rencana ini menggambarkan arah, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan penyelenggaraan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang sesuai dengan tugas