• Tidak ada hasil yang ditemukan

Registration Of The Ulayat Kaum Land Based On Personal Name Of Mamak Kepala Waris And Legal Consequences In Payakumbuh.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Registration Of The Ulayat Kaum Land Based On Personal Name Of Mamak Kepala Waris And Legal Consequences In Payakumbuh."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 Registration Of The Ulayat Kaum Land Based On Personal Name Of

Mamak Kepala Waris And Legal Consequences In Payakumbuh

Resfina Agustin Riza1, Syafril1, Adri1

1Jurursan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bung Hatta

E-mail: [email protected]

ABSTRACT

The ulayat land in Minangkabau consist of nagari’s ulayat, suku’s ulayat, kaum’s ulayat and rajo’s ulayat. Ulayat kaum land are the land of kaum communal that arrangemen using of that land depend on Mamak Kepala Waris. In Payakumbuh occurred the lawsuit between the kaum’s members with the childs and wife of Mamak Kepala Waris caused the registration process of ulayat kaum land based on personal name of Mamak Kepala Waris, because the there have proprietary based of personal name of Mamak Kepala Waris. The problem of this research are: how do the steps registration process of ulayat kaum land based on personal name of Mamak Kepala Waris? What is the caused of registration of ulayat kaum land based on personal name of Mamak Kepala Waris? What is the consequences of registration based on personal name of Mamak Kepala Waris?.the form of research is the sociological research that used the primary data and secondary data as a source of data. By the result of this research, the researcher process of ulayat kaum land based on personal name of Mamak Kepala Waris occured because that is easier in registration process or for the bail in the bank. The consequences of that registration of ulayat kaum land based on personal name of Mamak Kepala Waris can to buying selling, give grant/ donate the ulayat kaum land without asking the agreement to the kaum’s members before.

Key words: Registration, ulayat land, mamak

PENDAHULUAN

Daerah Sumatera Barat mempunyai unsur yang khas mengenai permasalahan tanah adat dimana pada daerah ini struktur kepemilikan dan penguasaan tanah berdasarkan asas kepemilikan bersama dan asas pewarisan matrilinial.

Pasal 1 angka 7 Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya

memberikan definisi tentang tanah ulayat yaitu bidang tanah pusaka beserta sumber daya alam yang ada di atasnya dan didalamnya diperoleh secara turun menurun merupakan hak masyarakat hukum adat di Propinsi Sumatera Barat.

(2)

2 ulayat kaum yaitu hak milik atas

sebidang tanah beserta sumber daya alam yang berada diatasnya dan didalamnya merupakan hak milik semua anggota kaum yang terdiri dari jurai/paruik yang penguasaan dan Pemanfaatannya diatur oleh mamak jurai/mamak kepala waris.

Untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi pemegang hak atas tanah, Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria telah memberikan dasar-dasarnya yaitu dalam pasal 19 dan Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari ketentuan Pasal 19 UUPA ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftarn Tanah dan telah digantikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Menteri negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Tanah ulayat kaum yang telah didaftarkan dan sudah terbit sertifikatnya seringkali muncul persoalan baik didalam kaum itu

sendiri maupun dengan pihak lain yang masih ada kaitan dengan kaum itu seperti dengan anak pisang atau bako. Sengketa antara kaum dengan anak pisang atau bako terjadi karena pada umumnya fungsi ganda mamak kepala waris, yaitu sebagai bapak dari anak dan istrinya dan mamak bagi kemenakan dari kaumnya. Ketika mamak kepala waris meninggal maka timbullah sengketa antara anak atau istri dengan kemenakan dalam kaumnya.

(3)

3 Atas Nama Pribadi Mamak Kepala

Waris dan Akibat Hukumnya di Payakumbuh”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk kedalam penelitian hukum sosiologis

(Socio-legal Research). Dalam mengumpulkan

bahan-bahan penelitian penulis menggunakan dua jenis data yaitu data primer adalah data yang diperoleh langsung dari penelitian di lapangan dengan melakukan wawancara langsung terhadap informan dan data sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap bahan-bahan kepustakaan, literatur-literatur yang berhubungan dengan judul. Terhadap semua data yang diperoleh dari hasil penelitian baik data primer maupun data sekunder disusun dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif yaitu analisis yang dilakukan dengan merangkai data yang telah diperoleh dan disusun secara sistematis kemudian diambil kesimpulan yang relevan dengan penelitian, sebagai jawaban terhadap masalah penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Langkah – Langkah Pendaftaran Tanah Ulayat Kaum Atas Nama Pribadi Mamak Kepala Waris di Payakumbuh

Pada dasarnya untuk pendaftaran tanah ulayat kaum diserahkan sepenuhnya kepada pemegang haknya atau penguasa tanah ulayat yang bersangkutan, apakah didaftarkan atas nama kaum atau hanya memakai nama pribadi mamak kepala waris saja.

Hasil wawancara penulis dengan bapak Junaidi, Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah di Badan Pertanahan Nasional RI Kantor Pertanahan Kota Payakumbuh menyebutkan langkah-langkah pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh yaitu dengan mengajukan permohonan pendaftaran tanah hak milik adat ke kantor Badan Pertanahan Nasional Payakumbuh dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:

(4)

4 persetujuan anggota kaum dan

mamak kepala waris, diketahui oleh wali nagari dan disahkan oleh ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN)

b. Surat pernyataan atau persetujuan pemancangan batas bidang tanah ulayat kaum, yang memuat hal-hal sebagai berikut:

1) Identitas pemohon 2) Letak bidang tanah

3) Pernyataan sebagai berikut:

a) Atas sebidang tanah tersebut telah dipasang tanda-tanda batasnya beberapa buah dan mendapat persetujuan dari batas sepadan.

b) Tanda batas dari besi atau beton.

c) Bidang tanah tersebut sampai saat ini belum diperjualbelikan dan tidak dalam sengketa. 4) Pengesahan mamak

kepala waris

c. Penyerahan silsilah atau ranji keturunan menurut adat Minangkabau.

Silsilah atau ranji merupakan gambaran seluruh keturunan kaum menurut sistim matrilineal, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Sebelum ranji diajukan ke kantor pertanahan ranji harus disahkan terlebih dahulu oleh ketua KAN.

d. Surat keterangan wali nagari atas penguasaan bidang tanah ulayat kaum.

Surat keterangan ini menyebutkan bahwa sepanjang pengetahuan dari wali nagari tidak ada pihak lain yang berhak atau menguasai kecuali pihak yang tersebut dalam surat ini, dan tidak pula dalam sengketa atau dipersengketakan pihak lain. e. Surat pernyataan persetujuan

atau kesepakatan anggota kaum terhadap pendaftaran tanah ulayat kaum.

(5)

5 kaum yang diatas namakan

pribadi mamak kepala waris. Surat pernyataan dibuat oleh mamak kepala waris dengan sepengetahuan anggota kaum dan ditanda tangani anggota kaum serta dibenarkan oleh peghulu suku.

Dalam pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris yang paling penting adalah ranji dan surat pernyataan kesepakatan atau persetujuan dari anggota kaum untuk mendaftarkan tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris. Setelah itu kegiatan dari tingkat Desa/Kelurahan, Camat sampai dengan kegiatan di Kantor Pertanahan.

2. Sebab-Sebab Terjadinya Pendaftaran Tanah Ulayat Kaum Atas Nama Pribadi Mamak Kepala Waris di Payakumbuh

Alasan untuk memudahkan dalam pendaftaran tanah ulayat kaum salah satu penyebab didaftarkan tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris, karena apabila didaftarkan atas nama kaum terlalu banyak nama yang ada dalam sertifikat tanah

ulayat kaum tersebut. Banyaknya anggota kaum yang berada dirantau atau tidak berada di dalam kampung sehingga atas kesepakatan anggota kaum tanah ulayat kaum didaftarkaan atas nama pribadi mamak kepala waris. Selain itu sertifikat tanah ulayat kaum yang pendaftarannya atas nama pribadi mamak kepala waris dianggap lebih mudah dijadikan agunan pinjaman ke bank untuk keperluan kaum.

(6)

6 Pendaftaran tanah ulayat

kaum atas nama pribadi mamak kepala waris juga disebabkan oleh tingkah laku mamak kepala waris yang tidak baik, yaitu mamak kepala waris memalsukan surat persetujuan dari anggota kaumnya untuk mendaftarkan tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris tersebut.

Jadi, sebab-sebab dilakukannya pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh adalah:

1. Memudahkan dalam melakukan pendaftaran tanah ulayat kaum karena tidak terlalu banyak nama.

2. Banyaknya anggota kaum berada di rantau atau berada di luar kampung sehingga dengan kesepakatan anggota kaum didaftarkan atas nama pribadi mamak kepala waris. 3. Sertifikat yang diterbitkan atas

nama pribadi mamak kepala waris dianggap lebih mudah untuk dijadikan anggunan pinjaman ke bank.

4. Perilaku tidak baik mamak kepala waris yang memalsukan surat persetujuan

anggota kaum untuk mendaftarkan tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris tersebut. 3. Akibat Pendaftaran Tanah Ulayat

Kaum Atas Nama Pribadi Mamak Kepala Waris di Payakumbuh

Terhadap tanah ulayat kaum yang didaftarkan atas nama salah seorang mamak kepala waris dari anggota kaumnya, maka mamak kepala waris tersebut tetap bertindak selaku pengelola dari tanah ulayat kaum tersebut. Dengan didaftarkan tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris dari kaumnya, tidak menyebabkan perubahan hak atau mengakibatkan peralihan hak atas tanah ulayat kaum tersebut dari milik komunal kaum menjadi hak milik mamak kepala waris secara pribadi. Karena fungsi pendaftaran tanah ulayat kaum disini hanya untuk memberikan kepastian hukum terhadap tanah ulayat kaum tersebut dengan mencantumkan nama pribadi mamak kepala waris dari kaum tersebut.

(7)

7 dalam jangka waktu atau

disewakan dan tidak dapat diperjualbelikan. Akan tetapi hukum adat Minangkabau mengatur pusako tinggi dapat diperjualbelikan atau dihibahkan atas sepakat seluruh anggota kaum atau adanya keadaan terpaksa atau terdesak yang membutuhkan uang tunai secepatnya. Keadaan terpaksa atau terdesak ini menurut hukum adat Minangkabau terdiri dari empat jenis yaitu:

1. Mayik tabujua di ateh rumah (mayat terbujur

di atas rumah)

2. Gadih gadang tak balaki (wanita dewasa

yang belum bersuami)

3. Rumah gadang

katirisan (rumah adat

yang telah tiris)

4. Mambangkik batang tarandam (membangkit

batang terendam) Apabila tanah pusako ini hendak diperjualbelikan harus mendapat kesepakatan dari kaumnya. Tetapi kenyataannya di Payakumbuh banyak ditemui jual beli tanah ulayat kaum yang dilakukan mamak kepala waris

tanpa persetujuan anggota kaumnya, dikarenakan pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris sehingga mamak beranggapan memiliki hak milik atas tanah ulayat kaum tersebut.

Pelaksanaan jual beli tanah ulayat kaum yang dilakukan oleh mamak kepala waris tanpa persetujuan anggota kaumnya karena terdorong oleh kebutuhan hidup yang kian mendesak dan sulit diperolehnya kesepakatan dari anggota kaum untuk menjual tanah ulayat kaumnya, tidak jarang mamak kepala waris memalsukan tanda tangan anggota kaum dalam pernyataan kesepakatan kaum untuk menjual tanah ulayat kaum.

Tidak hanya

memperjualbelikan tanah ulayat kaum tanpa persetujuan anggota kaumnya, mamak kepala waris juga menghibahkan tanah ulayat kaum tersebut kepada anaknya tanpa persetujuan dari seluruh anggota kaumnya, persetujuan merupakan syarat mutlak untuk kelangsungan hibah.

(8)

8 menghibahkannya, mamak kepala

waris juga menjadikan sertifikat tanah ulayat kaum sebagai agunan atau jaminan pinjaman ke bank, dengan sertifikat tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris, maka pihak bank akan memberikan pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah ulayat kaum tersebut.

SIMPULAN

1. Langkah – langkah pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh

mengajukan permohonan pendaftaran tanah hak milik adat ke kantor Badan Pertanahan Nasional Payakumbuh dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:

a. Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah

b. Surat pernyataan atau persetujuan pemancangan batas bidang tanah ulayat kaum

c. Penyerahan silsilah atau ranji keturunan menurut adat Minangkabau

d. Surat keterangan wali nagari atas penguasaan bidang tanah ulayat kaum e. Surat pernyataan

persetujuan atau kesepakatan anggota kaum terhadap pendaftaran tanah ulayat kaum.

Dalam pendaftaran tanah ulayat kaum yang paling penting adalah adanya ranji dan surat pernyataan kesepakatan anggota kaum, karena dengan adanya ranji dan surat pernyataan kesepakatan kaum pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama mamak kepala waris dapat dilaksanakan. Setelah dilengkapinya perihal di atas maka BPN akan mengurus untuk menerbitkan sertifikat.

2. Sebab-sebab terjadinya pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh

Adapun sebab-sebab terjadinya pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh adalah sebagai berikut:

(9)

9 ulayat kaum karena tidak

terlalu banyak nama.

b. Banyaknya anggota kaum berada di rantau atau berada di luar kampung sehingga dengan kesepakatan anggota kaum didaftarkan atas nama pribadi mamak kepala waris. c. Sertifikat yang diterbitkan atas

nama pribadi mamak kepala waris dianggap lebih mudah untuk dijadikan anggunan pinjaman ke bank.

3. Akibat pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris di Payakumbuh

Pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris mengakibatkan tanah yang semula tanah ulayat kaum merupakan hak komunal atau hak bersama anggota kaum dapat berubah menjadi hak milik pribadi. Sehingga mamak kepala waris dapat melakukan peralihan hak atas tanah ulayat kaum tersebut tanpa meminta persetujuan anggota kaum terlebih dahulu, seperti:

a. Memperjualbelikan tanah ulayat kaum tanpa persetujuan anggota kaum

b. Menghibahkan tanah ulayat kaum tanpa persetujuan anggota kaum

c. Menjadikan jaminan/agunan hutang di bank untuk keperluan pribadi

Pendaftaran tanah ulayat kaum atas nama pribadi mamak kepala waris juga mengakibatkan sengketa antara anggota kaum dengan anak dan istri mamak kepala waris setelah mamak kepala waris meninggal dunia, karena anak dan istri mamak kepala waris merasa berhak atas tanah ayahnya.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku- Buku

Abdurrahman, 1983, Aneka Masalah

Hukum Agraria Dalam

Pembangunan di Indonesia Seri Hukum Agraria II, Kotak Pos

272, Bandung.

Adrian Sutedi, 2007, Peralihan Hak

Atas Tanah dan

Pendaftarannya, Sinar Grafika,

Jakarta.

, 2011, Sertifikat Hak

Atas Tanah, Sinar Grafika,

(10)

10 A.P Parlindungan, 1990, Pendaftaran

Tanah di Indonesia, Mandar

Maju, Bandung.

, 1993, Komentar

Atas Undang-Undang Pokok Agraria, Mandar

Maju, Bandung.

Bambang Sunggono, 1996, Metodologi

Penelitian Hukum, PT

RajaGrafindo Persada, Jakarta. Boedi Harsono, 1999, Hukum Agraria

Indonesia, Sejarah

Pembentukan Undang-Undang

Agraria, Isi dan

Pelaksanaannya, Edisi Revisi,

Cetakan ke 8, Djambatan, djakarta.

, 2005, Hukum Agraria

Indonesia, (Sejarah

Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya), Djambatan,

Jakarta.

Eman Suparman, 2007, Hukum Waris

Indonesia Dalam Perspektif Islam, Adat dan BW, Refika

Aditama, Bandung.

Harmita Shah, 2006, Tesis, Kedudukan

Mamak Kepala Waris Dalam Harta Pusaka Tinggi, Program

Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Helmi Panuh, 2012, Peranan Kerapatan Adat Nagari Dalam Proses Pendaftaran Tanah Adat

di Sumatera Barat,

RajaGrafindo Persada, Jakarta. Iman Sudiyat, 1981, Hukum Adat

Sketsa Asas, Liberty,

Yogyakarta.

K. Wantjik Saleh, 1977, Hak Anda

Atas Tanah, Penerbit Ghalia

Indonesia, Jakarta.

Sajuti Thalib, 1985, Hubungan Tanah

Adat dengan Hukum Agraria di Minangkabau, Bina Aksara,

Bandung.

Soerjono Soekanto, 1986, Pengantar

Penelitian Hukum, UI-Press,

Jakarta.

Ter Haar Bzn, 1987, Asas-asas dan

Susunan Hukum Adat, Pradnya

Paramita, Jakarta.

B. Peraturan Perundang- Undangan Undang-Undang Dasar 1945

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

(11)

11 Nomor 3 Tahun 1997 tentang

Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor 16 Tahun 2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya

C. Sumber lainnya

Buku Pertanahan, 2012,Pendaftaran

Tanah Secara Sistematik,

http://bukupertanahan.blogspot. com/2012/07/pendaftaran-

tanah-secara-sistematik_2195.html?m=1 diakses tanggal 22 Januari 2014 jam 10 WIB

Hukum Online, 2013, Bagan Proses

Prosedur Pembuatan Sertipikat Tanah

http://m.hukumonline.com/klini k/detail/cl3406/bagan_proses_p rosedur-pembuatan-sertipikat-tanah diakses tanggal 25 Desember 2013 jam 22.00 WIB.

Maradong Pane, 2011, Kenapa Tanah

Yang Sudah Bersertifikat Di Sumbar Masih Sering Disengketakan,

http//maradongpane.blogspot.co

m/2011/08/kenapa-tanah-yang-sudah-bersertifikat.html?m=1 diakses tanggal 17 Oktober 2013 jam 21.00 WIB.

Syafril, 2011, Pendaftaran Hak Ulayat

Kaum dan Tanah Milik Adat di Sumbar,

Referensi

Dokumen terkait

Perkuliahan Micro Teaching dilaksanakan dengan baik, setiap kelompok hanya ada 6-8 mahasiswa, diampu oleh 3 dosen sekaligus, setiap pertemuan ada 3-4 mahasiswa yang

"alam reaksi tipe %%' transfer energi dari f!t!sensiti0er untuk !ksigen menghasilkan keadaan singlet ecited !ksigen' tepat disebut singlet !ksigen.

Teknik pengumpulan data menggunakan tes ( pretest dan posttest ) dan non tes (angket validasi ahli, angket respon guru, dan angket respon siswa). Validator

Teori ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Maria Asima (2012), gaya kepemimpinan, komitmen organisasi dan pemahaman mengenai good governance merupakan

Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik/ Claims on Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga International/ Claims on Tagihan Kepada Korporasi/ Claims on

ibu hamil mengalami konflik dalam dirinya antara pengetahuan yang dimihki berkaitan dengan kehamilannya dengan mitos-mitos seputar kehamilan yang harus diperhatikan demi kesehatan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap jenis-jenis tumbuhan yang digunakan berdasarkan wawancara dengan masyarakat, didapatkan 13 jenis tumbuhan

Dalam paper ini, akan membahas salah satu aplikasi pewarnaan graf (graph colo ring) , khususnya pewarnaan pada sisi graf G sedemikian sehingga tidak ada dua sisi yang