• Tidak ada hasil yang ditemukan

mereka. Menurut Schouten (2007), Facebook merupakan salah satu media yang dapat menstimuli terjadinya self disclosure (pengungkapan diri) Perkembangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "mereka. Menurut Schouten (2007), Facebook merupakan salah satu media yang dapat menstimuli terjadinya self disclosure (pengungkapan diri) Perkembangan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN FACEBOOK DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI

PADA SISWA-SISWI DI SMA NEGERI 8 BEKASI

Putri Ratna Juwita

Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan yang positif antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri pada siswa- siswi di SMA Negeri 8 Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan Facebook dan pengungkapan diri. Sampel penelitian berjumlah 120 orang, yang terdiri dari 60 siswa dan 60 siswi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment Karl Pearson. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,681 dengan Sig.(1-tailed) = 0,000 (p >

0,01), maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang positif antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri pada siswa-siswi di SMA Negeri 8 Bekasi.

Kata Kunci: Intensitas Penggunaan Facebook, Pengungkapan Diri

PENDAHULUAN

Siswa-siswi di SMA adalah individu-individu yang berusia remaja.

Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami perkembangan mencapai kematangan fisik, mental, sosial, dan emosional (dalam Ali & Asrori, 2004).

Dalam berkomunikasi dengan sesamanya, remaja pada dasarnya melakukan pengungkapan diri.

Menurut Morton (dalam Dayakisni, 2003) pengungkapan diri merupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi di dalam pengungkapan

diri ini bersifat deskriptif atau evaluatif.

Menurut Knapp dan Vangelisti (dalam Derlega, 1993), pengungkapan diri tidak muncul dengan sendirinya, namun memerlukan proses dan waktu serta rasa percaya untuk membangun munculnya pengungkapan diri.

Pengungkapan diri biasanya akan muncul di saat hubungan antara kedua individu atau lebih sudah terjalin dengan lebih akrab dan sudah terjalin rasa percaya di antara keduanya.

Facebook adalah situs yang memungkinkan penggunanya untuk mengungkapkan informasi mengenai diri pengguna, pemikiran, perasaan dan berbagai hal lainnya dalam profil

(2)

mereka. Menurut Schouten (2007), Facebook merupakan salah satu media yang dapat menstimuli terjadinya self disclosure (pengungkapan diri)

Perkembangan Facebook yang sangat baik dengan tawaran-tawaran kumpulan aplikasi yang lebih menarik, maka para remaja dengan semangat dan antusias menggunakan aplikasi- aplikasi yang sesuai dengan kesukaannya sehingga orang pun tertarik. Begitupun dengan banyaknya aplikasi dalam Facebook, memungkinkan para remaja dapat mengungkapkan diri mereka pada aplikasi Information Profile (Informasi Profil), Status, Wall (Dinding Komentar), Chat, Message (Pesan), maupun Comments (Komentar).

Pemanfaatan fasilitas-fasilitas pada Facebook akan mengacu pada tingkat intensitas penggunaan Facebook yang semakin tinggi, dan cenderung pengguna Facebook yaitu siswa-siswi untuk mengungkapkan dirinya kepada teman-teman Facebook-nya melalui fasilitas- fasilitas Facebook yang mendukung.

Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai hubungan antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri. Oleh karena itu, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : apakah ada hubungan antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri pada siswa-siswi SMA Negeri 8 Bekasi.

Hipotesis

Dari uraian diatas maka dapat ditarik suatu hipotesis yaitu ada

hubungan positif antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri.

METODE PENELITIAN

Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan Facebook (X) dan variabel terikatnya adalah pengungkapan diri (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner intensitas penggunaan Facebook dan pengungkapan diri. Skala intensitas penggunaan Facebook disusun berdasarkan dimensi intensitas penggunaan Facebook yang dikemukakan oleh Ellison, dkk (2007) yaitu banyaknya teman (friends) yang dimiliki pengguna, lamanya pengguna menghabiskan waktu mengakses Facebook, hubungan emosional antara pengguna dengan Facebook, Facebook menjadi bagian aktivitas sehari-hari pengguna, dan untuk bertemu teman- teman baru (meet new people) dalam Facebook. Sedangkan untuk skala pengungkapan diri disusun berdasarkan tingkatan pengungkapan diri menurut Powell (dalam Dayakisni, 2003) yang terdiri dari basa-basi, membicarakan orang lain, menyatakan gagasan atau pendapat, perasaan, dan hubungan puncak.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMA Negeri 8 Bekasi yang berada dikelas X-XII.

Jumlah subjek 120 orang yang terdiri dari 60 pria dan 60 perempuan.

Pengujian validitas alat ukur digunakan korelasi Product Moment Pearson sedangkan untuk mengetahui reliabilitas alat ukur peneliti

(3)

menggunakan teknik Alpha Cronbach.

Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 15.0 for windows.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan uji validitas pada skala intensitas penggunaan Facebook, dari 120 skala yang disebarkan terdapat 35 aitem yang valid dengan korelasi total aitem antara 0,312 sampai dengan 0,568, koefisien reliabilitas sebesar 0,882 sehingga skala dapat dinyatakan reliabel.

Sedangkan untuk skala pengungkapan diri, terdapat 39 aitem yang valid dengan korelasi total aitem antara 0,313 sampai dengan 0,554, koefisien reliabilitas sebesar 0,884 sehingga skala dapat dinyatakan reliabel.

Hasil dari analisis data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,681 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,01). Berdasarkan nilai tersebut, maka hipotesis penelitian diterima yang artinya ada hubungan yang positif antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri pada siswa-siswi di SMA Negeri 8 Bekasi.

Berdasarkan perhitungan Mean Empirik (ME) dan Mean Hipotetik (MH) pada skala intensitas penggunaan Facebook, didapatkan mean empirik sebesar 92,03 yang berada pada kategori rata-rata. Hal Ini menunjukkan bagaimana seorang subjek menggunakan jejaring sosial, Facebook dalam kehidupan sehari- harinya. Kecenderungan subjek menggunakan Facebook akan membantu dalam proses peningkatan

pengungkapan dirinya. Pada penelitian ini menunjukkan subjek memiliki intensitas yang cukup dalam menggunakan Facebook dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan pada variabel pengungkapan diri memiliki mean empirik yaitu 98,00 yang berarti pengungkapan diri subjek berada pada kategori rata-rata. Hal ini menunjukkan bagaimana seorang subjek mampu berbagi infromasi, mampu terbuka dengan subjek lainnya ketika dihadapkan pada suatu permasalahan atau suatu diskusi.

Subjek berusaha mengungkapkan diri mereka untuk mendapat dukungan emosional dan cara penyelesaian masalah mereka.

Berdasarkan kelas, subjek dengan intensitas penggunaan Facebook tertinggi adalah pada kelas XII. Hal ini menunjukkan intensitas penggunaan Facebook siswa kelas XII lebih tinggi dibandingkan dengan kelas X dan kelas XI. Subjek pada kelas XII memiliki umur berkisar 17 tahun – 18 tahun, hal ini sesuai dengan pertanyaan Ofcom (dalam Krisilla, 2009), yang menunjukkan bahwa pengguna situs jejaring sosial adalah mereka yang berusia 16 sampai 24 tahun.

Sedangkan pengungkapan diri tertinggi berada pada subjek kelas XII dibandingkan dengan kelas X dan XI.

Hal ini mungkin dipengaruhi oleh subjek yang mulai membina hubungan akrab. Subjek mulai membentuk kelompok teman yang memiliki minat, kemampuan dan kemauan yang sama dan banyak menghabiskan waktu mereka untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang serta

(4)

menginginkan kedekatan emosional dalam kelompok mereka.

Berdasarkan jenis kelamin, subjek dengan intensitas penggunaan Facebook tertinggi adalah laki-laki.

Menurut Caldwell dan Peplau (1982, dalam Derlega, 1993), wanita lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya hanya untuk mengobrol daripada laki-laki. Dalam penelitian ini, hal tersebut tidak terbukti, mungkin ini terjadi karena karakteristik psikososial laki-laki dan perempuan yang berbeda dan lingkungan pergaulan mereka yang berbeda pula. Sedangkan pengungkapan diri tertinggi berada pada subjek laki-laki. Menurut Wheeler, Reis dan Nezlek (1983, dalam Derlega, 1993), bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam pengungkapan diri. Hal-hal tersebut tidak terbukti, mungkin dipengaruhi oleh karakteristik psikososial mereka yang berbeda. Laki-laki lebih dapat meningkatkan hubungan yang akrab dengan teman-temannya. Laki-laki lebih percaya dalam suatu hubungan untuk meningkatkan kualitas pengungkapan diri mereka, serta pengaruh lingkungan pergaulan mereka yang membuat pengungkapan diri itu terjadi lebih besar daripada perempuan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yang berarti terdapat hubungan yang positif antara intensitas penggunaan Facebook dengan pengungkapan diri

pada siswa-siswi di SMA Negeri 8 Bekasi.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut:

1. Bagi siswa-siswi disarankan dapat meningkatkan pengungkapan diri dan lebih mengatur waktu yang tepat untuk menggunakan Facebook.

2. Bagi para Orang tua, diharapkan mengontrol anak-anaknya dalam menggunakan Facebook di kehidupan sehari-hari di rumah,

serta membantu untuk

meningkatkan pengungkapan diri anak-anaknya tidak hanya melalui media jejaring sosial tetapi dalam lingkungan rumah.

3. Bagi para Guru-guru, diharapkan mengontrol siswa-siswinya dalam penggunaan Facebook di lingkungan sekolah, baik dalam belajar mengajar maupun dalam waktu istirahat, serta membantu

siswa-siswinya untuk

meningkatkan pengungkapan diri tidak hanya melalui media jejaring sosial tetapi melalui kegiatan- kegiatan sekolah maupun kegiatan-kegiatan di luar sekolah.

4. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan mampu melakukan penelitian-penelitian yang lebih

mendalam agar dapat

menyumbangkan teori-teori yang lebih baik dari teori-teori yang sudah ada sebelumnya.

Diharapkan juga dapat menambahkan variabel lain dan metode penelitian berbentuk

(5)

wawancara dalam penelitian selanjutnya agar hasil penelitian yang diperoleh lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ali, M., & Asrori, M. (2004).

Psikologi remaja. Jakarta: PT.

Bumi Aksara.

[2] Dayakisni, T., & Hudaniah.

(2003). Psikologi Sosial. Buku I. Malang : UMM Press.

[3] Derlega, V.J., Metts, S., Petronio, S., Margulis, S.T.

(1993). Self Disclosure.

London: Sage Publications.

[4] Ellison, N. B., Steinfield, C., &

Lampe, C. (2007). The Benefits of Facebook “Friends:” Social Capital and College Students’

Use of Online Social Network Sites. Journal of Computer- Mediated Communication,

12(4), artikel 1.

http://jcmc.indiana.edu/vol12/is sue4/ellison.html.

[5] Krisilla, Klara. (2009).

Perbedaan Self-Disclosure Melalui Media Facebook Antara Remaja Dan Dewasa Muda. Skripsi. (Tidak Diterbitkan). Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Banyak penelitian telah dilakukan namun belum ada yang menyebutkan pada posisi mana letak pressure tap yang paling baiik.Oleh karena itu timbul permasalahan

Data yang diperoleh meliputi data hasil observasi keterlaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran, data hasil observasi aktivitas belajar peserta didik, dan data

Berbagai produk NRT terbukti meningkatkan keberhasilan usaha berhenti merokok (50- 70%) pada orang dengan adiksi nikotin yang mempunyai motivasi kuat untuk berhenti merokok dan

Hasil analisis finansial hanya sistem TJTI pada tingkat suku bunga 18% yang layak diusahakan, sedangkan pada tingkat suku bunga 20 % tidak layak diusahakan.

Fasilitas utama dari sinepleks ini adalah studio bioskop utama yang hadir bagi mereka yang menyukai menonton film dalam keramaian.. Salah satu fasilitas utama

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (Path analysis). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara langsung

Pada penelitian yang dilakukan oleh Christi (2016) yang mengukur intensitas bising di dua pemukiman berbeda, dapat diketahui bahwa pemukiman yang tidak terpapar

Tetapi selepas Israel berjaya menduduki wilayah-wilayah Palestin yang lain pada 1967, beberapa pemimpin Tebing Barat telah mencuba –dalam beberapa cara- untuk mewujudkan satu