• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN II

KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 82 Tahun 2014

TANGGAL : 30 Desember 2014 INDIKATOR KINERJA UTAMA

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013-2018

NAMA SKPD : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

URUSAN PEMERINTAH YANG

DILAKSANAKAN : -Wajib : Urusan Ketenagakerjaan dan

Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil - Pilihan : Urusan Transmigrasi

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah bidang tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan dan catatan sipil berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan

FUNGSI :

1. Perumusan Kebijakan teknis bidang tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan dan pencatatan sipil;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang tenaga kerja,transmigrasi,kependudukan dan pencatatan sipil lingkup Provinsi dan Kab/Kota;

3. Pembinaan dan fasilitasi bidang tenaga kerja, trans- migrasi, kependudukan dan pencatatan sipil lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota;

4. Pelaksanaan tugas di bidang penempatan tenaga kerja dan transmigrasi, pelatihan kerja dan produktivitas, pengawasan ketenagakerjaan, hubungan industrial dan jaminan sosial, serta ketransmigrasian, kependu- dukan dan pencatatan sipil;

5. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang tenaga Kerja, transmigrasi, kependudukan dan pencatatan sipil;

6. Pelaksanaan kesekretariatan dinas;

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

TUJUAN DAN

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

PENJELASAN

(Alasan Pemilihan Indikator, Formulasi Pengukuran, Tipe Penghitungan dan

Sumber Data)

(1) (2) (3)

1. Meningkatkan kompetensi, produktivitas dan daya saing tenaga kerja.

1.1. Meningkatnya kompetensi, daya saing dan

produktivitas

tenaga kerja.

1) Produktivitas tenaga kerja ( dalam jutaan rupiah)

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengevaluasi apakah pelaksanaan pembangunan yang sedang

dilaksanakan memberikan pengaruh pada prosentase tingkat produktivitas tenaga kerja (peningkatan daya saing)

Formulasi Pengukuran:

Jumlah PDRB Angka Dasar Harga Konstan (ADHK) Jumlah tenaga Kerja

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

BPS Prov. Jateng

(2)

2) PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per tenaga kerja (dalam jutaan rupiah )

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui tingkat rata-rata pendapatan pekerja

Formulasi Pengukuran :

Jumlah PDRB Angka Dasar Harga Konstan Jumlah tenaga Kerja

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data : BPS Prov. Jateng 3) Proporsi tenaga kerja

yang berusaha sendiri dan pekerja keluarga terhadap total

kesempatan kerja

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui prosentase tenaga kerja yang

berusaha sendiri dan pekerja keluarga terhadap total kesempatan kerja.

Formulasi Pengukuran :

TK yang usaha sendiri & pekj kelg Jumlah kesempatan kerja

Tipe Penghitungan : Non Komulatif

Sumber Data : BPS Prov. Jateng 4) % tenaga kerja yang

mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang harus diberikan pada masyarakat apakah sudah sesuai dengan target SPM yang harus dipenuhi

Formulasi Pengukuran :

Jmlh tenaga kerja yang dilatih Jmlh Pendaftar Pelat Berbasis Komp

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 5) % tenaga kerja yang

mendapatkan pelatihan berbasis kemasyarakatan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan melalui pelatihan berbasis kemasyarakatan yang harus diberikan pada masyarakat apakah sudah sesuai dengan target SPM yang harus dipenuhi

Formulasi Pengukuran :

Jmh Tenaga Kerja yang dilatih

Jmh Pendaftar Pelat.Berbasis Kemasy

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng

X100%

X100%

X100%

(3)

6) % tenaga kerja yang mendapatkan

pelatihan berbasis kewirausahaan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan melalui pelatihan berbasis kewirausahaan yang harus diberikan pada masyarakat apakah sudah sesuai dengan target SPM yang harus dipenuhi

Formulasi Pengukuran :

Jmh Tenaga kerja yang dilatih

JmhPendaft Pelat.Berbasis Kewirausahaan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 7) % pembinaan

kelembagaan pelatihan dan produktivitas

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi pembinaan yang dilakukan terhadap lembaga pelatihan dan produktivitas. Indikator ini

digunakan dalam rangka peningkatan kualitas pencari kerja.

Formulasi Pengukuran :

Jmh pembinaan pelat dan produktivitas Jmh lembaga pelatihan & produktivitas

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 1.2. Meningkatnya

pengakuan kompetensi terhadap tenaga kerja

8) % tenaga kerja yang

disertifikasi  Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi prosentase tenaga kerja yang telah disertifikasi dari jumlah total tenaga kerja.

Formulasi Pengukuran :

Jmlh TK yang disertifikasi Jmlh tenaga kerja yang dilatih

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 2. Mengurangi tingkat pengangguran

2.1. Menurunnya

jumlah penganggur 9) Persentase Tingkat

Pengangguran terbuka  Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengevaluasi apakah pelaksanaan pembangunan yang sedang

dilaksanakan memberikan pengaruh pada penurunan angka

pengangguran, mengingat pembangunan di Jawa Tengah prioritasnya diarahkan pada penurunan pengangguran dan

X100%

X100%

X100%

(4)

seberapa banyak jumlah penduduk Jawa Tengah yang memasuki usia kerja dan menjadi pencari kerja.

Indikator ini dibutuhkan khususnya untuk pengambilan kebijakan di bidang ketenagakerjaan

Formulasi Pengukuran : Penganggur terbuka Angkatan kerja

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data : BPS Jawa Tengah 10) Rasio kesempatan

kerja terhadap

penduduk usia kerja

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengevaluasi seberapa banyak kesempatan kerja yang tersedia dibanding penduduk yang memasuki usia kerja di Jawa Tengah .

Indikator ini dibutuhkan khususnya untuk dasar pengambilan kebijakan di bidang ketenagakerjaan

Formulasi Pengukuran : Jumlah kesempatan kerja Jumlah penduduk usia kerja

Tipe Perhitungan Datanya : Komulatif

Sumber Data : BPS Jawa Tengah 11) % besaran pencari

kerja terdaftar yang ditempatkan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan melalui pelayanan penempatan tenaga kerja, yaitu jumlah pencari kerja terdaftar yang telah ditempatkan. Indikator ini digunakan untuk memenuhi target SPM

Formulasi Pengukuran :

Jmh Pencaker yang ditempatkan Jmh Pencari kerja yang terdaftar

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 12) % Partisipasi

angkatan kerja  Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi prosentase

partisipasi angkatan kerja yaitu ukuran yang menggambarkan

perbandingan jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja yang memberikan seberapa besar

pengaruhnya terhadap pembangunan dan untuk bahan pengambilan

X100%

X100%

X100%

(5)

kebijakan .

Formulasi Pengukuran :

Jumlah angkatan kerja Jumlah penduduk usia kerja

Tipe Penghitungan : Non Komulatif

Sumber Data :

BPS Provinsi Jawa Tengah 13) Jumlah

penempatan AKAN  Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi jumlah

penempatan tenaga kerja melalui mekanisme penempatan AKAN (Antar Kerja Antar Negara)

Formulasi Pengukuran :

Jumlah Penempatan AKAN (org) pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

BNP2TKI ; Hasil Monitoring dan Evaluasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jateng

3. Meningkatkan kualitas calon transmigran 3.1. Meningkatnya

calon transmigran mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan daerah penempatan

14) Jumlah calon transmigran yang mendapatkan pelatihan dasar umum (PDU)

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk meningkatkan kualitas calon transmigran yang ditempatkan sesuai dengan kebutuhan daerah penempatan

Formulasi Pengukuran :

Jumlah calon transmigran yang dilatih PDU pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 15) Kesepakatan

Kerjasama Antar Wilayah (Provinsi) dalam

pengembangan kawasan

transmigrasi

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah kesepakatan kerjasama antar wilayah (Provinsi) dalam

pengembangan kawasan transmigrasi

Formulasi Pengukuran :

Jumlah Provinsi yang mengikuti KSAD dalam tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng

X100%

(6)

16) Jumlah

transmigran yang ditempatkan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah transmigran yang ditempatkan pada daerah/lokasi penempatan

transmigran .

Formulasi Pengukuran : Jumlah transmigran yang

ditempatkan pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 4. Meningkatkan eksistensi peranan lembaga ketenagakerjaan

4.1. Meningkatnya peran dan fungsi sarana Hubungan Industrial di

perusahaan

17) Jumlah Lembaga Kerjasama/LKS Bipartit

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah LKS Bipartit yang ada, guna mendorong terciptanya kondisi

hubungan industrial yang harmonis di Jawa Tengah

Formulasi Pengukuran :

Jmh LKS Bipartit di Jawa Tengah pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 18) Jumlah PP

(Peraturan Perusahaan)

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah PP (Peraturan Perusahaan).

Indikator ini memfasilitasi pembuatan Peraturan Perusahaan yang

mendorong terciptanya kondisi hubungan industrial yang harmonis di Jawa Tengah

Formulasi Pengukuran :

Jumlah Peraturan Perusahaan di Jawa Tengah pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 19) Jumlah PKB

(Perjanjian Kerja Bersama)

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah PKB (Perjanjian Kerja

Bersama), dengan memfasilitasi pembuatan Perjanjian Kerja Bersama antara pengusaha dan pekerja

(Serikat Pekerja) akan mendorong

terciptanya kondisi hubungan

industrial yang harmonis di Jawa

Tengah

(7)

Formulasi Pengukuran :

Jumlah Perjanjian Kerja Bersama di Jawa Tengah pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng 4.2. Meningkatnya

pelayanan penyelesaian perselisihan hubungan industrial

20) % besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan yaitu pelayanan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, dengan memfasilitasi penyelesaian kasus yang diselesaikan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PB) antara pengusaha dan pekerja dalam rangka mendorong terciptanya

kondisi hubungan industrial yang harmonis di Jawa Tengah

Formulasi Pengukuran :

Jmlh Kasus yang diselesaikan dengan PBX100%

Jmlh Kasus yang dicatatkan / terdaftar

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

21) Jumlah kasus dan status penyelesaian Hubungan Industrial ( HI )

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengetahui dan mengevaluasi jumlah kasus dan status penyelesaian

hubungan industrial (HI) dalam rangka memberikan penyelesaian kasus tersebut guna mendorong terciptanya kondisi Hubungan Industrial yang Harmonis di Jawa Tengah dan sebagai bahan

pengambilan kebijakan.

Formulasi Pengukuran :

Jmh kasus dan status penyelesaian Hubungan Industrial ( HI )

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Prov. Jateng.

5. Meningkatkan upah tenaga kerja yang layak dan berkeadilan 5.1. Meningkatnya

Upah Minimum Kab/Kota (UMK)

22) Rasio Upah Minimum

Kab/Kota terhadap kebutuhan Hidup Layak (KHL)

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengevaluasi seberapa besar upah minimum kab./kota dibanding dengan KHL . Indikator ini dibutuhkan untuk dasar

pengambilan kebijakan di bidang

(8)

ketenagakerjaan kaitannya dengan perlindungan upah bagi pekerja dengan masa kerja di bawah 1 (satu) Tahun.

Formulasi Pengukuran :

Upah minimum kab./kota

Kebutuhan Hidup Layak kab/kota

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jateng

6. Mendorong terpenuhinya sarana kesejahteraan pekerja 6.1. Meningkatnya

fasilitasi

penyediaan fasilitas kesejahteraan

tenaga kerja di perusahaan

23) % besaran pekerja buruh yang

menjadi peserta jamsostek

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui prosentase pekerja yang diikut-

sertakan dalam jaminan sosial tenaga kerja, yang merupakan pelayanan dasar bidang ketenagakerjaan.

Indikator ini digunakan dalam rangka meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja dan mendorong kesejahteraan pekerja.

Formulasi Pengukuran :

Jmlh pekerja/buruh peserta jamsostek X100%

Jml tenaga kerja / buruh

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

24) Jumlah

perusahaan yang menyediakan fasilitas

kesejahteraan tenaga kerja

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah perusahaan yang

menyediakan fasilitas kesejahteraan tenaga kerja . Indikator ini digunakan dalam rangka meningkatkan dan mendorong kesejahteraan pekerja.

Formulasi Pengukuran : Jumlah perusahaan yang

menyediakan fasilitas kesejahteraan pekerja pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

7. Meningkatkan pengawasan dan perlindungan tenaga kerja, hygiene perusahaan, lingkungan

7.1. Meningkatnya pelayanan pengawasan ketenagakerjaan

25) % Besaran pemeriksaan perusahaan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui prosentase besaran pemeriksaan perusahaan yang merupakan

X100%

(9)

pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan yaitu pelayanan pengawasan ketenagakerjaan .

Indikator ini digunakan dalam rangka meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja.

Formulasi Pengukuran :

Jmlh perusahaan yang telah diperiksa X100%

Jmlh perusahaan yang terdaftar

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa

Tengah 26) % besaran

pengujian peralatan di perusahaan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui prosentase pengujian peralatan di perusahaan yang merupakan pelayanan dasar bidang

ketenagakerjaan yaitu pelayanan pengawasan ketenagakerjaan . Indikator ini digunakan untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja.

Formulasi Pengukuran :

Jmlh peralatan yang diuji X100%

Jmlh peralatan yang terdaftar

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa

Tengah 27) Jumlah

pelanggaran norma

ketenagakerjaan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah pelanggaran norma

ketenagakerjaan di perusahaan dalam rangka penegakan hukum

ketenagakerjaan. Indikator ini digunakan meningkatkan

perlindungan bagi tenaga kerja .

Formulasi Pengukuran : Jumlah pelanggaran norma

ketenagakerjaan pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

28) Jumlah angka

kecelakaan kerja  Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah angka kecelakaan kerja.

Indikator ini digunakan dalam upaya

penurunan angka kecelakaan kerja

(10)

dan meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja .

Formulasi Pengukuran :

Jumlah angka kecelakaan kerja pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

29) Jumlah

perusahaan yang menerapkan K3

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui jumlah perusahaan yang menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan

Kerja). Indikator ini digunakan untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja, peningkatan kualitas tenaga kerja dan penerapan K3 yang baik dan benar.

Formulasi Pengukuran :

Jumlah perusahaan yang menerapkan K3 pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

30) Menurunnya jumlah penyakit akibat kerja

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi jumlah penyakit akibat kerja. Indikator ini digunakan dalam rangka peningkatkan

perlindungan bagi tenaga kerja .

Formulasi Pengukuran :

Jumlah penyakit akibat kerja pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

31) Rasio Perusahaan

Zero Accident Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi Perusahaan yang memperoleh penghargaan Zero Accident. Indikator ini digunakan untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja dan kesadaran dalam melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disetiap tempat kerja.

(11)

Formulasi Pengukuran :

Jmlh perusahaan Zero Accident X100%

Jmlh persh menengah keatas terdaftar

Tipe Penghitungan : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah

8. Meningkatkan kualitas dan perlindungan tenaga kerja perempuan dan anak serta kesetaraan dan keadilan gender

8.1. Meningkatnya kesetaraan dan keadilan gender

32) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat

partisipasi angkatan kerja perempuan yaitu ukuran yang menggambarkan perbandingan jumlah angkatan kerja perempuan terhadap penduduk usia kerja perempuan yang memberikan seberapa besar pengaruhnya terhadap pembangunan dan untuk bahan

pengambilan kebijakan.

Formulasi Pengukuran :

Jmlh angkatan kerja perempuan

Jmlh penduduk usia kerja perempuan

Tipe Penghitungan : Non Komulatif

Sumber Data :

BPS Provinsi Jawa Tengah 8.2. Meningkatnya

kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak

33) Jumlah Pekerja Anak/jumlah pekerja dibawah umur (orang)

Alasan Pemilihan Indikator :

Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi jumlah pekerja anak/jumlah pekerja dibawah umur.

Indikator ini dipilih karena

merupakan salah satu indikator yang memberikan gambaran terhadap kualitas hidup dan perlindungn anak serta sebagai bahan pengambilan kebijakan ke depan

Formulasi Pengukuran :

Jmlh pekerja anak 10-17 th pada tahun berjalan

Tipe Penghitungan : Non Komulatif

Sumber Data : PPLS (BPS)

9. Meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil

9.1. Meningkatnya kepemilikan dokumen

kependudukan dan pencatatan sipil

34) Rasio penduduk memiliki e-KTP per wajib KTP

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengetahui dan mengevaluasi Rasio penduduk memiliki e-KTP per wajib KTP . Indikator ini dibutuhkan untuk dasar pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan

pencatatan sipil.

X100%

(12)

Formulasi Pengukuran :

Jml penduduk≥17thygberKTP Jml penduduk wajib berKTP

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri

35) Prosentase penduduk 0-18 Tahun memiliki Akta kelahiran

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi prosentase penduduk 0-18 Tahun memiliki Akta kelahiran. Indikator ini dibutuhkan untuk dasar

pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Formulasi Pengukuran :

Jml pend dk 0-18th berakte kelahiran Jml penduduk 0-18 th

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri

36) Jumlah

kabupaten/kota mengoperasikan SIAK

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi jumlah kabupaten/kota

mengoperasikan SIAK (Sistem Informasi Administrasi

Kependudukan) seberapa besar pengaruhnya pada standar pelayanan dan standar database kependudukan dan pencatatan sipil.

Indikator ini dibutuhkan untuk dasar pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Formulasi Pengukuran :

Jml kab/kota yang mengoperasikan SIAK pada tahun berjalan

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri

37) Kepemilikan Akte Kelahiran per 1000 penduduk

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi

X100%

X100%

(13)

kepemilikan Akte kelahiran per 1000 penduduk. Indikator ini dibutuhkan untuk dasar pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan

pencatatan sipil.

Formulasi Pengukuran :

Jml pendu duk memiliki akta kelahiran Jml penduduk

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri.

38) Prosentase Penduduk yang memiliki Akta kematian

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui dan mengevaluasi

prosentase penduduk yang memiliki Akta Kematian. Indikator ini

dibutuhkan untuk dasar

pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Formulasi Pengukuran :

Jml pendu duk memiliki akta kematian Jml penduduk

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri.

39) Rasio Pasangan yang memiliki Akta Nikah

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk

mengetahui dan mengevaluasi rasio

pasangan yang memiliki Akta Nikah.

Indikator ini dibutuhkan untuk dasar pengambilan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Formulasi Pengukuran :

Jml Pasangan nikah berakte nikah Jml keseluruhan pasangan nikah

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil Konsolidasi Data antara

Disdukcapil Kab/Kota, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan

Kependudukan Prov. Jateng dan Kementerian Dalam Negeri

10. Meningkatkan kualitas sumberdaya pelayanan bidang Nakertransduk 10.1 Meningkatnya

profesionalisme aparatur

40) Rasio Pegawai yang mengikuti Bintek

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui rasio pegawai yang

X100%

X100%

X100%

(14)

mengikuti Bintek/Bimbingan

Teknis/Pelatihan . Indikator ini untuk menunjukkan

kualitas aparatur dalam pelayanan bidang Nakertransduk.

Formulasi Pengukuran :

Jml pegawai yang mengikuti bintek Jml keseluruhan pegawai

Tipe Perhitungan Datanya : Non Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jateng .

10.2 Meningkatnya cakupan layanan pengukuran indeks kepuasan

masyarakat pada penyelenggara pelayanan public bidang

Nakertransduk

41) Terbentuknya Unit Pelayanan Publik (UPP)

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih

untukmengetahui jumlah Unit Pelayanan Publik (UPP) yang

terbentuk.

Indikator ini dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan publik (UPP) bidang Nakertransduk.

Formulasi Pengukuran :

Jml Unit Pelayanan Publik pada tahun berjalan

Tipe Perhitungan Datanya : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jateng

42) Pengukuran indeks kepuasan masyarakat pada UPP

Dinakertransduk

Alasan Pemilihan Indikator : Indikator ini dipilih untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat pada Unit Pelayanan

Publik (UPP) Dinakertransduk . Indikator ini dibutuhkan untuk

meningkatkan pelayanan publik (UPP) bidang Nakertransduk.

Formulasi Pengukuran :

Jml Pengukuran indeks kepuasan masyarakat pada tahun berjalan

Tipe Perhitungan Datanya : Komulatif

Sumber Data :

Hasil monitoring dan evaluasi pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jateng.

GUBERNUR JAWA TENGAH ,

GANJAR PRANOWO,SH

X100%

Referensi

Dokumen terkait

Peran dari penerapan program remedial terhadap anak yang mengalami kesulitan dalam membaca teks Arab, tergantung dari kemampuan guru dalam melaksanakan

Dengan mengetahui jumlah arsip statis yang dikelola sesuai NSPK dan berbasis TIK pada SKPD dan LKD sehingga penyelenggaraan Kearsipan lebah baik Perhitungan Indikator :. Jumlah

Perpotongan yang terakhir merupakan gabungan antara lintasan III dengan lintasan IV, yaitu daerah pengukuran yang berada di antara candi A dan makam dengan

Teks yang dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami pengetahuan kecakapan ilmiah dengan mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena

Fraksi hasil kolom Sephacryl S-200HR yang memiliki aktivitas keratinase dan disulfida reduktase tertinggi (fraksi 61 dan 65) digunakan pada pengujian substrat keratin yaitu

Indikator Kinerja Utama merupakan acuan kinerja yang digunakan oleh masing-masing unit kerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menetapkan

Vegetasi hutan rawa pada umumnya merupakan vegetasi campuran dengan bentuk tajuk yang berlapis dan memiliki juga jenis-jenis merambat dan sistem perakarannya mendatar, berbentuk

merupakan Activity Diagram data tumbuh kembang balita dari Aplikasi implementasi metode multi-objective optimization on the basis of ratio analysis dalam menentukan tumbuh kembang