Sobat emotioner pasti dah gak asing lagi ama yang namanya kamera digital…, nah dikesempatan ini kita lebih mengenalkan kamera digital ni ke sobat-sobat, nah salah satu temen kita juga kebetulan hoby ama yang namanya foto foto, namanya riza , kamera yang dia punya canon EOS 40D, ya udah simak aja yuk ulasan dari abang riza ini menggenai kamera digital…
Kamera adalah alat pokok dalam bidang fotografi. Sedang fotografi sendiri dapat diartikan sebuah produk teknologi baru hasil dari akumulasi berbagai inovasi, pengalaman, obsesi dan teknologi serta ilmu pengetahuan. Sebuah konsep fotografi akan terwujud atau tereksekusi dengan baik, bila sang fotografernya mampu menguasai teknis dasar dari ilmu fotografi tersebut; konsep teknis maupun konsep artistik. Bicara fotografi takkan pernah lepas dari beberapa topik berikut ini:
- Lensa - Diafragma - Shutterspeed - Good Exposure - ISO/ASA
LENSA
Secara umum diartikan sebagai sekeping gelas optik, plastik cetakan atau bahan tembus cahaya lainnya yang dibatasi oleh bidang lengkung dan dirancang untuk membentuk gambar bayangan pada bidang fokus. Permukaan lensa merupakan sebagian dari sebuah bola, pusat bola ini disebut pusat kelengkungan (centre of curvature ) lensa.
DIAFRAGMA
Suatu lubang di dalam lensa kamera tempat masuknya cahaya saat melakukan pemotretan.
Pada lensa, lubang ini dibentuk oleh lempengan logam tipis yang berada didalam berada atau dibelakang lensa yang membentuk lubang yang dapat dilebarkan atau diciutkan (dipersempit).
Ukuran lubang diafragma dilambangkan dengan deretan angka kelipatan akar dua, biasanya diawali 1,4; 2; 2,8; 4; 5,6; 8; 11; 16; 22; 32; dan 45. Penentu jarak antara lensa dan film yang berfungsi menajamkan gambar dan mengatur jauh dekatnya obyek yang akan dipotret.
Penentuan fokus dilakukan dengan memutar angka - angka yang sudah ditentukan pada gelang pengatur jarak (ring fokus). Pada gelang tersebut tertulis angka 0,45; 0,5; 0,7; 1;3 dan seterusnya.
SHUTTERSPEED
Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama beberapa waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam . Kecepatan rana pada kamera biasanya ditampilkan dalam bentuk angka-angka absolut 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000, 2000, 4000, 8000, dan seterusnya. Kecepatan rana juga berfungsi mengimbangi bukaan diafragma (aperture) dalam menentukan pencahayaan.
GOOD EXPOSURE
1. Selang waktu yang diperlukan oleh sebuah film untuk dikenai cayaha sampai
terbentuknya sebuah atau banyak gambar yang dapat dibuat pada segulungan film.
2. Dalam praktik fotografi konvensional, pencahayaan (exposure) dapat diartikan sebagai kombinasi dari kecepatan rana (shutter speed) dan bukaan diafragma (aperture) yang dipilih agar mendapatkan negatif yang diinginkan. Suatu gambar dikatakan under exposure apabila gambar tersebut tidak memiliki detail didaerah shadow (bagian paling gelap yang masih memiliki detail), sedangkan over exposure apabila tidak memiliki detail di daerah hig light (bagian paling terang yang masih memiliki detail) sehingga terlihat seperti terbakar.
ISO/ASA
ISO (di kamera digital) dan ASA (di kamera film), adalah ukuran sensitivitas sensor. Semakin tinggi angka ISO, semakin sensitif sensor tersebut, sehingga bila Anda memotret dengan
setting ISO tinggi, foto di tempat gelap pun terlihat terang. Semakin tinggi ISO, semakin besar
efek samping yang ditimbulkan yaitu hilangnya detail foto dan munculnya bintik2 (disebut juga dengan noise), selain itu gambar menjadi kurang kontras. Kadang kala, ada juga fotografer yang dengan sengaja mengeset ISO tinggi dengan tujuan menghasilkan karya yang artistik menyerupai efek film. Jadi bila ingin foto Anda bersih dari noise, maka
gunakanlah ISO serendah
mungkin, misalnya ISO 100 atau 200.
TIPS & TRIKS
1. Kenali Kamera Anda
Acap kali setelah membeli kamera, kita keluar dari toko, pulang kerumah, mengeluarkan kamera dari dalam dus dan tak sabar inginmencobanya. Buku panduan hanya dilihat sepintas.
Malas membaca informasi di dalam puluhan atau ratusan halamannya. Padahal,dengan membaca manual, kita jadi tahu bagaimana mengendalikan eksposure (belum tahu artinya eksposure? Baca manualkameranya), menggunakan beberapa mode pencahayaan, mengatur resolusi kamera dan bagaimana menggunakan flash.Pengetahuan tentang kamera, akan menjadi sangat berguna saat kita harus mengabadikan momen penting.
2. Belajar mengendalikan Flash
Salah satu elemen penting dalam dunia digital adalah mengendalikan flash. Secara pribadi, aku tidak terlalu suka dengan modeautomatic flash yang ada pada kamera digital. Kadang, di situasi tertentu kita perlu mematikan atau menyalakan flash tersebut.Contohnya, saat motret di luar ruang, automatic flash sering kali tidak menyala saat motret diluar ruang. Bahkan ada beberapa orangyang mengganggap nggak perlu pake flash kalo motret di luar ruang. Padahal, kita perlu flash, terutama bila model atau objek yangkita foto berada di dalam bayangan (dibawah pohon misalnya) atau ada matahari di belakangnya.Sebaliknya, motret didalam ruangan dengan flash
kadang juga menghasilkan warna kulit yang tidak natural. Atau malah ada titikmerah seperti hantu di matanya. Silahkan cari mode red eye reduction di manual anda untuk
menghilangkannya.
3. Menggunakan mode macro
Hampir semua digital kamera yang beredar dipasaran mempunyai mode ini. Mode yang cocok untuk memotret bunga, serangga atau ingin sekadar tahu detail dari sebuah koin. Umumnya dilambangkan dengan symbol bunga (sekali lagi, cek manual book kamera Anda, benarkah simbolnya bunga?).Setelah mengaktifkan mode ini, silahkan pilih subjek, pastikan mengunci focus dengan menekan setengah tombol pelepas rana dankemudian atur komposisi. Juga jangan lupa kenali jarak minimum focus antara kamera dengan objek (hal ini ada di manual bookkamera anda) karena kalau terlalu dekat kamera tidak akan fokus.
4. Motret lah dengan sejajar, jangan miring miring.
Salah satu aturan dasar fotografi adalah memegang kamera dengan sejajar. Karena kamera digital dilengkapi LCD, dengan mudahkita dapat memanfaatkan garis bantu horizontal dan vertikalnya. Contohnya, saat memotret matahari terbenam, garis cakrawalasebaiknya lurus.
5. Menggunakan Tripod
Tripod alias kaki tiga akan berguna saat berada di suasana dimana kita berhadapan dengan kondisi pemotretan yang kurang cahaya.Ingin motret suasana kota di waktu malam misalnya.
Atau bahkan saat jiwa narsis meraung raung dari diri kita, alias ingin ikut di foto.Kamera bisa diatur ke mode timer, dan kita bisa ikut didalamnya.
6. Mengganti-ganti ISO
ISO atau International Standard Organisation adalah angka yang digunakan untuk
menunjukkan kepekaan film (sensor CCD atauCMOS di dunia digital). Nama lainnya adalah ASA (American Standard Association) atau DIN (Deutsche Industrie Norm).Saat mengambil gambar tak bergerak, seperti memotret bunga, sebaiknya selalu gunakan ISO rendah. Namun saat mengambilgambar objek bergerak, seperti akan motret anak kecil yang sedang bermain, gunakan ISO yang lebih tinggi, 400 misalnya.Perlu diingat, bahwa penggunaan ISO tinggi memungkinkan kita motret dengan kecepatan shutter yang lebih tinggi dan juga tempatyang lebih gelap disbanding dengan ISO rendah. Namun, ini penggunaan ISO tinggi juga membuat noise (jaman film, setara dengangrain alias butiran pembentuk gambar) yang lebih besar.
7. Gunakan kapasitas kartu memory yang cukup
Sama seperti kita harus memiliki rol film yang cukup dimasanya, memory card adalah tempat penyimpanan data digital dan pastikankapasitasnya memadai. Nggak lucu kan, kalo momen belum habis namun memory card kita sudah penuh. Mengingat harga yangterus terjangkau alias murah, belilah memory dengan kapasitas minimal 1 Giga Byte.