• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

7 2.1. Sistem

Dalam bidang sistem informasi, sistem diartikan sebagai sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses trasnformasi yang teratur.

Apabila suatu komponen tidak memberikan kontribusi terhadap sistem untuk mencapai tujuan, tentu saja komponen tersebut bukan bagian dari sistem.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama ntuk mecapai suatu tujuan tertentu.

Mempelajari suatu sistem lebih mengena bila mengetahui terlebih dahulu apakan sistem itu. Pengertian tentang sistem pertama kali dapat di peroleh dari definisi sistem itu.

Jika kita perhatikan dengan seksama, diri kita juga terdiri dari berbagai sistem yang berfungsi untuk menghantar kita kepada tujuan hidup kita. Sudah banyak ahli yang mengungkapkan berbagai sistem yang bekerja dalam diri manusia, misalnya sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi penyakit cacar dan diptheri. Namun masih banyak pula berbagai sistem yang belum dapat diungkapkan dengan teknologi yang sekarang telah dimiliki oleh manusia, misalnya sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi penyakit AIDS. Contoh lain sistem yang ada pada diri manusia adalah sistem pernafasan, yang berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi tubuh untuk mengeluarkan zat asam arang yang merupakan sampah dari hasil pembakaran di dalam tubuh. Sistem pernafasan terdiri dari unsur-unsur yang membentuk struktur sistem pernafasan dan setiap unsur struktur sistem tersebut bekerja dengan suatu pola tertentu untuk memenuhi tujuan sistem seperti yang telah di sebutkan diatas.

(2)

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungan nya dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum yaitu sebagai berikut:

1. Setiap sistem terdiri dari berbagai unsur. Sistem pernafasan kita terdiri dari suatu kelompok unsur, yaitu hidung, saluran perafasan, paru-paru, dan darah. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari sub sistem yang lebih kecil, yang terdiri pula dari kelompok-kelompok unsur yang terjadi pula dari kelompok-kelompok unsur yang membentuk subsistem tesebut.

2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berkaitan erat satu sama lain dimana sifat serta kerjasama antara unsur didalam sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.

3. Unsur-unsur didalam sistem tersebut bekerja sama untuk mecapai tujuan sistem. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu. Sistem pernafasan kita bertujuan untuk menyediakan oksigen dan membuang karbon dioksida dari tubuh kita bagi kepentingan kelangsungan hidup kita. Unsur sistem tersebut berupa hidung, saluran pernafasan, paru-paru, dan darah yang bekerja sama satu dengan yang lainnya dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Suatu sistem merupakan sistem dari sistem lain yang lebih besar.

Sistem pernafasan kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh. Contoh sistem lain adalah sistem penceraan makanan, sistem peredaran darah, dan sistem pertahanan tubuh.

Dari uraian diatas tersebut maka timbul pertanyaan, "Untuk apa suatu sistem diciptakan?". Suatu sistem di buat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau secara runtin terjadi. Pendekatan sistem merupakan suatu silsafat atau persepsi tentang struktur yang menkoordinasikan tentang kegiatan-kegiatan dan operasi-operasi dalam suatu organisasi dengan cara yang efisien dan paling baik.

(3)

Suatu sistem dapat dirumuskan sbagai setiap kumpulan komponen atau subsistem yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Dengan pendekatan sistem yang berhubungan dengan komponen perseorangan dan kita lebih menekankan peran nya di dalam sistem dari pada peran nya sebagai suatu keseluruhan individu.

Keberhasilan komponen-komponen yang di pertimbangkan secara bersama sebagai suatu sistem mungkin jauh lebih besar daripada jumlah keberhasilan setiap komponen yang di pertimbangkan secara terpisah (Sutabri, Tata. 2012).

2.2. Informasi

Menurut (Sutabri, Tata. 2012) Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang memiliki nilai tambah. Informasi dapat dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Informasi strategis. Informasi ini digunakan untuk mengambil keputusan jangan panjang, yang mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan, dan sebagainya

2. Informasi taktis. Informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jalan menengah, seperti informasi tren penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun rencana penjualan.

3. Informasi teknis. Informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stok, retur penjualan, dan laporan kas harian.

Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi akan mengolah data yang akan menjadi informasi atau mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi yang menerimanya.

Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Keputusan dapat terkisar dari keputusan berulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.

Nilai informasi dilukiskan paling berarti dalam konteks pengambilan keputusan.

(4)

Untuk dapat beguna informasi harus didukung oleh pilar sebagai berikut:

1. Tepat kepada orang nya (relevance), yaitu informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan di bahas dengan informasi tersebut.

2. Tepat Waktu (Timeless), yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.

3. Tepat nilai (Accurate), yaitu informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bisa dan tidak menyesatkan.

Keluaran yang tidak didukung ketiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna.

2.3. Perancangan Sistem

Hasil dari aliran kerja tahapan analisis, seperti dapat kita lihat dan bahas dalam bagian-bagian sebelumnya, adalah model analisis yang merupakan model kenseptual yang menganalisis spesifikasi-spesifikasi kebutuhan sistem atau perangkat lunak dengan cara melakukan penghalusan dan melakukan penstrukturan lebih jauh terhadap nya. Kita ulang sedikit bahwa model analisis pada dasarnya mencakup elemen-elemen penting sebagai berikut:

1. Paket-Paket analisis, Paket-Paket layanan, dan kebergantungan- kebergantungan, serta isi nya masing-masing. Paket analisis dapat melokasi perubahan-perubahan pada proses bisnis, perilaku aktor, atau sejumlah use case yang berhubungan erat. Paket-paket layanan akan melokalisasi perubahan pada layanan-layanan tertentu yang di tawarkan sistem atau perangkat lunak dan mereka memanifestasikan dirinya sebagai instrument utama untuk mengembangkan penggunaan ulang komponen selama tahapan analisis.

2. Kelas-kelas analisis, tanggungjawab-tanggungjawab mereka, atribut-atribut mendasar yang dimiliki kelas-kelas analisis, relasi- relasi antar kelas analisis. serta spesifikasi-spesifikasi kebutuhan kasus masing-masing kelas kendali, kelas entitas, dan kelas

(5)

pembatas akan melokalisasi perubahan-perubahan pada perilaku serta informasi yang mereka informasikan. Perubahan-perubahan pada perilaku serta informasi yang mereka representasikan.

Perubahan-perubahan pada antar muka pengguna atau antarmuka komunikasi biasanya dapat dilokalilsasi pada satu atau lebih kelas- kelas entitas, sementara itu perubahan-perubahan pada kendali, koordinasi, urutan-urutan, transaksi-transaksi, dan beberapa logika bisnis yang kompleks, yang melibatkan beberapa objek entitas biasanyan dapat dilokalisasi pada satu atau lebih kelas kendali.

3. Realisasi use case akan melokalisasi perubahan-perubahan pada use case. juka use case berubah, relasinya pada umumnya juga perlu di rubah.

4. Penampilan arsitektural medel analisis, termasuk didalam nya elemen-elemen yang secara arsitektur signifikan.

Seperti telah kita bahas sebelumnya, model analisis merupakan asupan utama dari aktivitas perancangan yang di lakukan selanjutnya. Saat menggunakan model analisis untuk tujuan ini, analisis sistem berusaha (jika mungkin) mempertahan nya struktur yang terdefinisi pada model analisis saat kita melakukan perancangan sistem dengan menangani bagian-bagian utama dari spesifikasi-spesifikasi kebutuhan non fungsional dan batasan-batasan lain yang berhubungan dengan lingkungan implementasi. Lebih spesifik, model analisis akan berimbas pada model perancangan dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Paket-paket analisis dan paket-paket layanan akan memiliki imbas utama pada perancangan subsistem perancangan-perancangan subsistem layanan, baik pada lapisan yang spesifik terhadap aplikasi maupun lapisan aplikasi secara umum. Dalam banyak kasus ada hubungan yang dapat terlacak dengan mudah antara paket-paket layanan dengan subsistem-subsistem yang berhubungan dengan nya.

2. Kelas-kelas analisis akan bertindak sebagai perspesifikasi saat kelas-kelas perancangan di rancang pada tahap perancangan.

(6)

Teknologi-teknologi yang berbeda akan keterampilan-keterampilan yang juga berbeda akan di perlukan saat kelas-kelas analisis dengan berbagai stereotype yang berbeda di rancang pada tahap perancangan.

3. Realisasi use case pada tahapan analisis pada dasarnya memiliki 2 kegunaan yang paling utama. Yang pertama adalah realisasi use case pada tahap analisis akan membatu pembuatan spesifikasi use case yang tepat.

Pada tahap perancangan, analisis atau perancangan sistem akan membentuk sistem atau perangkat lunak dan membentuknnya (termasuk atsitekturnya) yang mengatasi semua spesifikasi kebutuhan termasuk semua spesifikasi non-kebutuhan serta batasan-batasan lain yang di buat daripadanya.

Asupan yang utama untuk tahapan perancangan model analisis, yaitu model- model analisis. Model-model analisis pada dasarnya menyediakan pemahaman yang rinci tentang spesifikasi sistem atau perangkat lunak yang sedang di kembangkan. Dengan demikian, secara lebih terinci, analisis atau perancangan sistem bisa memahami bahwa tujuan dari perancangan pada dasarnya adalah untuk hal-hal yang terdaftar berikut ini.

1. Mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sistem atau perangkat lunak tentang hal-hal yang berkaitan dengan spesifikasi-spesifikasi kebutuhan non fungsional dan batasan- batasan yang berkaitan dengan bahasa pemrograman berorientasi objek yang akan digunakan, penggunaan-ulang komponen (commponent rushable), sistem oprasi yang mendasari sistem atau perangkat lunak, teknologi-teknologi pembenaran komponen (deplotment) dan teknologi-teknologi konkruensi, teknologi- teknologi, dan sebagainya.

2. Membuat asupan-asupan yang sesuai, yang menunjuk pada aktifitas selanjutnya (tahapan implementasi), dengan menangkap spesifikasi kebutuhan pada sub sistem yang bersifat mandiri,

(7)

antarmuka untuk subsistem-subsistem yang bersangkutan, dan kelas-kelas yang mengimplemenatasikan antarmuka-antarmuka.

3. Mendapatkan kemampuan untuk mendekomposisi pekerjaan implementasi dengan membaginya ke bagian-bagian kecil yang lebih mudah di kelola oleh berbagai anggota untuk pengembang yang berbeda.

4. Menangkap atau mengenali antarmuka-antarmuka utama yang menghubungkan suatu subsistem dengan subsistem lain nya lebih awal dalam siklus hidup pengembangan sistem perangkat lunak (SDLC).

5. Mampu memvisualisasikan dan mampu memeberi keterangan- keterangan tentang model-model perancangan menggunakan notasi yang umum di mengerti oleh semua anggota tim pengembang sistem atau perangkat lunak.

6. Membuat abstraksi yang mulus tentang implementasi sistem atau perangkat lunak dalam arti implementasi nantinya akan merupakan penghalusan yang bersifat langsung dari model-model perancangan member tambahan yang di perlukan, tetapi pada dasarnya tidak merubah struktur dasarnya (Nugroho, Adi. 2010).

2.4 Tata Kelola

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) tata adalah aturan (biasanya dipakai dalam kata majemuk), kaidah, aturan, dan sususnan cara menyusun sistem. Dan kelola adalah mengendalikan, menyelenggarakan (pemerintahan, dan sebagainya), megurus (perusahaan, proyek, dan sebagainya).

Jadi tata kelola dapat di simpulkan bahwa aturan-aturan, kaidah atau susunan untuk mengurus dan menyelenggarakan organisasi baik itu pemerintahan, perusahaan, maupun proyek. Atau suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan barang atau jasa.

Rancangan ini pada umumnaya digambrarkan sebagai rancangan lantai, yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan, tanah, bangunan dan sarana lain) untuk mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran barang, aliran

(8)

informasi, dan tata cara yang di perlukan untuk mencapai tujuan usaha secara ekonomis dan aman.

2.5 Perpustakaan

Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti kitab, buku- buku, kitab primbon. Kemudian kata pustaka mendapat walan per dan akhiran an, menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti kumpulan buku-buku bacaan, bibliotek, dan buku-buku kesusastraan (Kamus Besar Bahasa Indonesia- KBBI). Kemudian istilah pustakaloka yang berarti tempat atau ruangan perpustakaan. Pengertian yang lebih umum dan luas tentang perpustakaan yaitu mencakup suatau ruangan, bagian dari gedung atau bangunan, atau gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang di susun dan diatur sedemikian rupa, segingga mudah untuk di cari dan di pergunakan apabila sewaktu-waktu di perlukan oleh pembaca. Perpustakaan di lengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana, seperti ruang baca, rak buku, rak majalah, meja kursi baca, kartu-kartu katalog, sistem pengolahan tertentu, dan ditempatkan karyawan atau petugas yang melaksanakan kegiatan perpustakaan agar semua dapat berjalan sebagai mana mestinya.

Dengan begitu, sebuah perpustakaan memiliki ciri-ciri dan persyaratan tertentu, seperti tersedianya ruangan atau gedung, yang dipergunakan khusus untuk perpustakaan, adanya koleksi bahan pustaka atau bacaan dan sumber informasi lain nya, adanya petugas yang menyelenggarakan kegiatan dan melayani pemakai, adanya sarana dan prasarana yang di perlukan, adanya komunitas masyarakat pemakai, diterapkannya suatu sistem atau mekanisme tertentu yang merupakan tata cara, prosedur dan aturan-aturan agar segala sesuatu nya berlangsung secara lancar. Selanjutnya masih berhubungan dengan perpustakaan, kita sering mendengar istilah pustakawan. Pustakawan adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan, ahli perpustakaan. Dalam pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pustakawan adalah orang yang bekerja, memiliki kemampuan, pengalaman dan keahlian untuk mengelola dan mengajarkan pekerjaan perpustakaan (NS,Sutarno. 2012)

(9)

Pada perpustakaan untiversitas mercu buana sendiri menggunakan teori DDC (Dewey Decimal Classification) untuk mengatur tata kelola peletakan buku, DDC adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang di ciptakan oleh Melvil Dewey pada tahun 1876, dan sejak itu telah banyak di modifikasi dan di kembangkan dalam 23 kali refisi yang telah terjadi hingga tahun 2011.

2.6 SDLC (System Development Life Cycle)

Pada awal pembangunan perangkat lunak, para pembuat program (programmer) langsung melakukan pengkodean perangkat lunak tanpa menggunakan prosedur atau tahapan pengembangan perangkat lunak. Dan di temuilah kendala-kendala seiring denganperkembangan skala sistem-sistem perangkat yang semakin besar.

SDLC dimulai dari tahun 1960-an, untuk mengembangkan sistem skala usaha besar secara fungsional untuk para konglongmerat pada zaman itu. Sistem- sistem yang di bangun mengelola informasi kegiatan dan rutinitas dari perusahaan-perusahaan yang berpotensi memiliki data yang besar dalam perkembangan nya.

SDLC atau System Development Life Cycle atau sering disebut juga dengan Software Development Life Cycle adalah proses pengembangan atau merubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang di gunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik).

Tahapan-tahapan yang ada pada SDLC secara Global adalah sebagai berikut:

1. Inisiasi (Initiation), tahap ini biasanya di tandai dengan pembuatan proposal proyek perangkat lunak.

2. Pengembangan konsep sistem (System concept development), mendefinisikan lingkup konsep termasuk dokumen lingkup sistem, analisis manfaat biaya, manajemen rencana, dan pembelajaran kemudian sistem.

(10)

3. Perencanaan (Planning), mengembangkan rencana manajemen proyek dan dokumen perencanaan lain nya. Menyediakan dasar untuk mendapatkan sumber daya (resources) yang di butuhkan untuk memperoleh solusi.

4. Analisis kebutuhan (Requirments analysis), menganalisis kebutuhan pemakai sistem perangkat lunak (user) dan mengembangan kebutuhan user. Membuat dokumen kebutuhan fungsional.

5. Desain (Design), mentransformasikan kebutuhan detail menjadi kebutuhan yang sudah lengkap, dokumen desai sistem focus pada bagaimana dapat memenuhi fungsi-fungsi yang di butuhkan.

6. Pengembangan (Develoment), mengkonfersi desain ke sistem yang lengkap termasuk bagaimana memperoleh dan melakukan instalasi lingkungan sistem yang di butuhkan, membuat basis data dan mempersiapkan prosedur yang di butuhkan, mempersiapkan berkas atau file pengujian, pengodean, pengompilasian, memperbaiki dan membersihkan program, peninjau pengujian.

7. Integrasi dan pengujian (Integrasi dan test), mendemonstasikan sistem perangkat lunak bahwa telah memenuhi kebutuhan yang di spesifikasikan pada dokumen kebutuhan fungsional. Dengan disertakan oleh menjamin kualitas (Quality assurance) dan user.

Menghasilkan laporan analisis pengujian,

8. Implementasi (Implementation), Termasuk pada persiapan implementasi, implementasi perangakat lunak pada lingkungan produksi (lingkungan pada user) dan menjalankan resolusi dari permasalahan yang teridentifikasi dari fase integrasi dan pengujian.

9. Operasi dan pemeliharaan (Opration and maintenance), meneskripsikan pekerjaan untuk mengoplrasikan dan memelihara sistem informasi pada lingkungan produksi (lingkungan pada user), termasuk implementasi akhir dan masuk pada proses peninjauan.

(11)

10. Disposisi (Dispotition), mendeskripsikan aktifitas akhir dari pengembangan sistem dan membangun data yang sebenarnya sesuai denga aktifitas user.

Ada beberapa model SDLC yang dapat di gunakan. Semua memiliki kelemahan dan kelebihan pada setiap model SDLC. Hal terpenting adalah mengenali tipe pelanggan (Nugroho, Adi. 2010).

2.7 Analisa Berorientasi Objek

Analisa berorientasi objek (ooa) adalah tahapan untuk menganalisis spesifikasi atau kebutuhan akan sistemyang akan di bangun dengan konsep berorientasi objek, apakah benar kebutuhan yang ada dapat diimplementasikan menjadi sebuah sistem berorientasi objek. (Rosa, Salahudin. 2012).

2.8 Desain Berorientasi Objek

Desain berorientasi objek (ood) adalah tahapan perantara untuk memetakan spesifikasi atau kebutuhan sistem yang akan di bangun dengan konsep berorientasi objek ke desain pemodelan agar lebih mudah diimplementasikan dengan pemrograman berorientasi objek. (Rosa, Salahudin. 2012).

2.9 Metode Waterfall

Metode waterfall merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umum nya. menurut (Rosa, Salahudin. 2012) model SDLC air terjun (waterfall) sering di sebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari requirment lalu menuju ketahap design, coding dan unit testing, integration dan system testing, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang di lalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap design harus menunggu tahap sebelumnya yaitu tahap requirment.

(12)

2.9.1 Fase Model Waterfall

Identifikasi Proyek &

Seleksi

Inisiasi Proyek &

Prencanaan

Analisis

Perancangan Logika

Perancangan Fisik

Implementasi

Pemeliharaan

Gambar 2.1 Model Waterfall (Nugroho, Adi. 2010)

1. Identifikasi proyek dan seleksi, tujuan nya yaitu pemahaman awal situasi bisnis

2. Inisiasi proyek dan perencanaan, tujuan nya untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan bagaimana sistem dapat membantu menyelesaikan permasalahan.

3. Analisis, tujuan nya untuk menganalisis situasi bisnis untuk menspesifikasikan dan menstrukturkan kebutuhan pengguna dan menyeleksi fitur.

4. Perancangan Logika, tujuan nya untuk mendapatkan dan menstukturkan kebutuhan sistem secara keseluruhan.

5. Perancangan fisik, tujuan nya yaitu mengembangkan spesifikasi teknologi.

6. Implementasi 7. Pemeliharaan

(13)

2.10 Metode Pengujian

Pengujian perangkat lunak adalah proses menjalankan dan mengevaluasi sebuah perangkat lunak secara manual maupun otomatis untuk mencari kesalahan dan menguju apakah perangkat lunak sudah memenuhi kualitas persyaratan atau belum dan juga untuk menentukan perbedaan antara hasil yang di harapkan dengan hasil yang sebenarnya.

Testing adalah sebuah proses yang dijelaskan sebagai siklus hidup dan merupakan bagian dari proses rekayasa perangkat lunak secara terintegrasi demi memastikan kualitas dari perangkat lunak serta memenuhi kebutuhan teknis yang telah di sepakati dari awal (Rizky, Soetam. 2011).

2.10.1 Metode White Box

White box testing adalah jenis testing yang lebih berkonsentrasi terhadap isi dari perangkat lunak itu sendiri. Jenis ini lebih banayak berkonssentrasi kepada source code dari perangkat lunak yang di buat (Rizky, Soetam. 2011).

Metode white box atau yang di sebut juga dengan glass box testing merupakan metode perancangan testcase yang menggunakan struktur kontrol dari perancangan prosedural untuk mendapatkan test case. Dengan menguunakan metode whote box akan dapat diperoleh test case yang:

1. Menjamin seluruh jalur independen di dalam modul yang di kerjakan sekurang-kurangnya sekali.

2. Mengerjakan seluruh kepastian logical.

3. Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasan nya.

4. Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validasi.

(14)

2.10.2 Metode Black Box

Pengujuan fungsional atau pengujian kotak hitam merupakan pendekatan pengujian yang ujian nya di turunkan dari spesifikasi program atau komponen (Rizky, Soetam. 2011). Sistem merupakan kotak hitam yang perilakunya hanya dapat di tentukan dengan mempelajari input dan output yang berkaitan. Nama lain untuk cara ini adalah pengujian fungsionalitas dan bukan implementasi perangkat lunak.

Kunci pada pengujian cacat adalah memilih input yang memiliki probabilitas besar sebagai anggota himpunan. Pada banyak kasus, pemilihan ini berdasar pengalaman rekawasawan uji sebelum nya. Mereka memakai pengetahuan domain untuk mengidentifikasi kasus uji yang mungkin mengungkap cacat.

Dengan black box analisis sistem akan memperoleh kumpulan kondisi dari input yang akan di kerjakan seluruh keperluan fungsional program.

Tujuan metode ini untuk mencari kesalahan-kesalahan pada:

1. Fungsi yang salah atau hilang 2. Kesalahan pada interface

3. Kesalahana pada struktur data atau akses database 4. Kesalahan perormasi

5. Kesalahan inisiasi dan terminasi 2.11 UML ( Unified Modelling Language )

UML singkatan dari unified modeling language yang berarti bahasa pemodelan standar. Berarti UML memiliki sintaks dan semantik. Ketika kita membuat moodel menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang harus diikuti. Bagaimana elemen pada model-model yang kita buat berhubungan satu dengan yang lain nya, harus mengikuti standar yang ada. UML bukan hanya sekedar diagram tetapi juga menceritakan konteksnya.

(15)

Blok pembangunan utama UML adalah diagrtam. Beberapa diagram ada yang rinci (jenis timing diagram) dan lain nya yang bersifat umum (misalnya diagram kelas). Para pengembang sistem berorientasi objek menggunakan bahasa model untuk menggambarkan, membangun dan mendokumentasikan sistem yang mereka rancang. Intinya UML merupakan alat komunikasi yang konsisten dalam mensuport para pengembang sistem saat ini (Prabowo Pudjo Widodo, Herlawati, 2011).

UML tipe 2.0 adalah suatu metode terbuka yang digunakan untuk menspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan mendokumentasikan artifak- artifak dari suatu pengembangan sistem piranti perangkat lunak yang bebasis pada objek. Seperti bahasa-bahasa lainnya. UML mendefinisikan notasi dan syntax.

Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak dan UML 2 terdiri dari 13 jenis diagram resmi seperti yang tertulis berikut ini :

Gambar 2.2 Diagram UML (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2012)

UML (Unified Modeling Language) adalah „bahasa‟ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma „berorientasi objek‟. Pemodelan ( modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-

(16)

permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah di pelajari dan dipahami. Sebagai contoh alih-alih membawa planet bumi ke meja kita, kita mungkin membawa peta-peta tentang bagian bumi tertentu untuk di pelajari lebih jauh. Dalam hal ini, sasaran model adalah abstraksi segala sesuatu yang ada di planet bumi menjadi gambaran-gambaran yang lebih mudah di pelajari dan di pahami. Adapun tujuan pemodelan (dalam kerangka pengembangan sistem atau perangkat lunak aplikasi) adalah serupa dengan yang kita singgung diatas, yaitu sebagai sarana analisis, pemahaman, visualisasi, dan komunikasi antar anggota tim pengembang (saat seorang analis atau perancang perangkat lunak bekerja dalam tim yang beranggotakan beberapa atau banyak anggota), serta sebagai sarana dokumentasi (yang bermanfaat untuk menelaah, perilaku perangkat lunak secara seksama serta bermanfaat untuk melakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah selesai di gunakan) (Nugroho, Adi. 2010).

2.11.1 Use Case Diagram

Menurut (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011), Use Case Diagram, merupakan pemodelan untuk kelakukan sistem informasi yang akan dibuat. Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, Use Case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi itu.

Syarat penamaan pada Use Case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada Use Case yaitu pendefinisian apa yang disebut actor dan Use Case.

Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

Use Case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit – unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

(17)

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011)

Simbol Nama Simbol Keterangan

Actor1

aktor

Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri , jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang;

biasanya dinyatakan

menggunakan kata benda diawal frase nama aktor

UseCase1

Use case

Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antara unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja diawal frase nama use case

«extends» Ekstensi atau extend

Relasi use case tambahan kesebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan

Include

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau syarat dijalankan use case ini.

(18)

Generalisasi

Disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen dapat merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.

Asosiasi atau association

Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor

Use case digunakan untuk memodelkan fungsionalitas-fungsionalitas sistem atau perangkat lunak dilihat dari pengguna yang ada di luar sistem (yang sering dinamakan sebagai seorang actor). Use case pada dasarnya merupakan unit fungsionalitas koheren yang diekskresikan sebagai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor dan sistem. Kegunaan dari use case adalah untuk mendaftarkan actor-aktor dan usecase-use case dan memperlihatkan aktor-aktor mana yang berpartisipasi dalam masing-masing use case. Ikon-ikon berbentuk orang adalah aktor-aktornya sementara elips-elips yang ada menggambarkan fungsionalitas-fungsionalitas sistem(Nugroho, Adi. 2010).

(19)

Gambar 2.3 Use Case (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2012)

(20)

2.11.2 Activity Diagram

Menurut (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011), Activity diagram

menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa Activity diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011)

Simbol Nama symbol Keterangan

Status Awal

Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sbuah status awal

Aktivitas

Aktivitas yang

dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja

Percabangan atau decision

Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktvitas lebih dari satu

Status akhir

Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir

Penggabungan atau join

Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu

aktivitas

(21)

Swimlane

Memisahkan organisasi

bisnis yang

bertanggung jawab terhadap aktifitas yang terjadi.

2.11.3 Sequence Diagram

Menurut (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011), sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada usecase dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan sequence diagram maka harus diketahui objek – objek yang terlibat dalam sebuah Use Case beserta metode – metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.

Gambar 2.4 Model Sequence diagram memasukan data pustaka (Rosa A.S- M.Shalahuddin, 2012)

Sequence diagram memperlihatkan intekasi sebagai diagram dua dimensi.

Dimensi vertical adalah sumbu waktu, waktu bertambah dari atas ke bawah.

Dimensi horizontal memperlihatkan peran pengklasifikasi yang mempresentasikan objek-objek Mandiri yang terlibat dalam kolaborasi. Masing- masing peran pengklasifikasi dipresentasikan sebagian kolom-kolom vertical dalam sequence diagram sering disebut sebagai garis waktu (lifeline). Selama objek ada, peran digambarkan dengan garis tegas. Selama aktifasi prosedur pada objek aktif, garis waktu digunakan sebagai garis ganda. Pesan-pesan digambarkan sebagai suatu tanda panah dari garis waktu suatu objek ke garis waktu objek lain nya. Panah panah yang menggambarkan aliran pesan antar peran pengklasifikasi

(22)

digambarkan dalam urutan waktu kejadian dari atas kebawah (Nugroho, Adi.

2010).

2.11.4 Class Diagram

Menurut (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011), class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas – kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Kelas- kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi – fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis – jenis kelas berikut :

1. Kelas main : kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan

2. Kelas yang menangani tampilan sistem : kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai

3. Kelas yang diambil dari pendefinisian Use Case : kelas yang menangain fungsi- fungsi yang hahrus ada diambil dari pendefinisian Use Case

4. Kelas yang diambil dari pendefinisisan data : kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data

Tabel 2.3 Simbol Class Diagram (Rosa, Salahudin 2011)

Simbol Nama symbol Keterangan

Kelas Kelas pada struktur

system

Antarmuka atau interface

Sama dengan konsep interface dalam pemprograman

berorientasi objek

Asosiasi Relasi antar kelas

dengan makna umum

(23)

Asosiasi berarah

Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan ooleh kelas yang lain, asosiasi biasanya disertai dengan multiplicity

Generalisasi Relasi antar kelas

dengan makna

generalisasi sepesialisasi

Kebergantungan Relasi antar kelas

dengan makna

kebergantungan antar kelas

Agregasi Relasi antar kelas

dengan makna semua bagian.

Gambar 2.5 Class Diagram 2.12 Perancangan Berorientasi Objek

Perancangan berorientasi objek merupakan tahap lanjutan setelah analisa sistem yang merupakan proses spesifikasi yang terperinci atau pendefinisian dari

(24)

kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan utnuk rancang bangun implementasi yang menggambarkan suatu sistem di bentuk untuk mengembangkan suatu sistem baru dilakukan dengan menguraikan hubungan proses-proses dalam bentuk diagram-diagram.

Fokus dari desain obyek adalah perancangan struktur data dan algoritma yang diperlukan untuk implementasi setiap kelas. Perancangan berorientasi objek bertujuan untuk:

1. Sistematika proses desain

2. Menghasilkan pendesainan model diagram 2.13 Basis Data (Database)

Menurut (Connolly dan Begg, 2010) database merupakan kumpulan dari data logical yang berhubungan dan deskripsi dari data tersebut yang dirancang untuk kebutuhan informasi suatu perusahaan.

Sistem database dapat terbagi 4 komponen penting, yaitu :

1. Data, merupakan informasi yang disimpan dalam suatu struktur tertentu yang terintegrasi.

2. Hardware, merupakan perangkat keras berupa komputer dengan media penyimpanan sekunder yang digunakan untuk menyimpan data karena pada umumnya database memiliki ukuran yang benar.

3. Software, merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan pengelolaan databse. Perangkat lunak ini biasanya disebut dengan databse management system (DBMS).

4. User, merupakan pengguna yang menggunakan data yang tersimpan dan terkelola. User dapat berupa seorang yang mengelola database tersebut dengan databse administrator (DBA) bisa juga end user yang mengambil hasil dari pengelolaan databse melalui bahasa query.

Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi sejumlah objek basis data (seperti tabel, indeks dan lain-lain. Di

(25)

samping berisi data, setiap basis data juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara rinci). (Fathansyah, 2012).

Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti : 1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang

diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundansasi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

3. Kumpulan file atau tabel atau arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.

Sedangkan Menurut (Connolly dan Begg, 2010) database merupakan kumpulan dari data logical yang berhubungan dan deskripsi dari data tersebut yang dirancang untuk kebutuhan informasi suatu perusahaan.

Sistem database dapat terbagi 4 komponen penting, yaitu :

1. Data, merupakan informasi yang disimpan dalam suatu struktur tertentu yang terintegrasi.

2. Hardware, merupakan perangkat keras berupa komputer dengan media penyimpanan sekunder yang digunakan untuk menyimpan data karena pada umumnya database memiliki ukuran yang benar.

3. Software, merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan pengelolaan database. Perangkat lunak ini biasanya disebut dengan databse management system (DBMS).

4. User, merupakan pengguna yang menggunakan data yang tersimpan dan terkelola. User dapat berupa seorang yang mengelola database tersebut dengan databse administrator (DBA) bisa juga end user yang mengambil hasil dari pengelolaan database melalui bahasa query.

(26)

2.14 SQL

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang di gunakan untuk mengelola data pada RDBMS. Awal nya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus.

SQL mulai berkembang pada tahun 1970-an. SQL mulai di gunakan sebagai standar yang resmi pada tahun 1986 oleh ANSI (American National Organization for Standarization) dan pada tahun 1987 oleh ISO (Intenational Organization Standarization) dan di sebut sebagai SQL-86. Pada perkembangannya, SQL beberapa kali dilakukan revisi.

Meskipin SQL diadopsi dan diacu sebagai bahasa standar oleh hampir sebagian besar RDBMS yang bereddar saat ini, tetapi tidak semua standar yang tercantum dalam SQL diimplementasikan oleh seluruh DBMS tersebut. Sehingga kadang-kadang ada perbedaan perilaku (hasil yang di tampilkan) oleh DBMS yang berbeda padahal query yang di masukan sama. (Rosa AS, M Salahudin, 2011)

DDL - Data Definition Language merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database.

Seperti definisi yang telah dijelaskan di atas, DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) dan menghapus (drop) struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database.

Objek-objek database pada yang dimaksud - pada MySQL - adalah sebagai berikut :

1. Database 2. Table 3. View 4. Index

5. Procedure (Stored Procedure) 6. Function

(27)

7. Trigger

DML - Data Manipulation Language merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam tabel seperti memasukkan, merubah dan menghapus isi data - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.

DML sendiri adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan pekerjaan mengolah data di dalam tabel - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database seperti tabel, column, dan sebagainya.

2.15 MySQL

Penyimpanan data yang fleksibel dan cepat akses nya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis. Database sendiri berfungsi sebagai penampung data yang anda inputkan melalui form website. Selain itu dapat juga dibalik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database kedalam halaman website. Jenis database yang sangat populer dan digunakan pada banyak website diinternet sebagai bank data adalah MySQL. MySQL menggunakan SQL dan bersifat gratis, selain itu MySQL dapat berjalan di berbagai platform, antara lain Linux,Windows dan sebagainya.

Sebagai contoh, jika anda memberikan fasilitas kepada pengunjung website untuk mengisi sebuah form semisal buku tamu, maka anda dapat menampung data dalam buku tamu tersebut dalam sebuah database. Contoh lain adalah jika anda ingin menampilkan artikel ygn dinamis dan mudah untuk di update, anda dapat menyimpan artikel tersebut dalam sebuah database dan menampilkannya dalam halaman website.

Database MySQL dapat dibuat dengan menggunakan tampilan jendela phpmyAdmin atau menggunakan script PHP. Penulisan menyarankan untuk membuat dan menyiapkan database dengan menggunakan jendela phpmyAdmin (Madcoms, 2009)

(28)

“MYSQL” adalah sistem manajemen database. Database sendiri merupakan struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses, dan memproses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MYSQL server. Selain itu MYSQL dapat dikatakan sebagai basis data terhubung (RDBMS). Database terhubung menyimpan data pada tabel – tabel terpisah. Hal ini akan menambah kecepatan dan fleksibilitas. MYSQL pertama kali dirintis oleh seorang programmer database bernama Michael Widenius. MYSQL adalah perangkat lunak database yang dapat digunakan baik sebagai client maupun server. (Andrea Adelheid , Khairil Nst, 2012)

MySQL (My Strukture Query Language) atau yang biasa dibaca “mai-se- kuel” adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh menggunakannnya dan tidak dicekal. Saat kita mendengar open source, kita ingat dengan sistem operasi handal keturunan Unix, yaitu Linux.

MySQL sebenarnya produk yang berjalan pada platform Linux. Karena sifatnya yang open source, dia dapat dijalankan pada semua platform baik Windows maupun Linux. Selain itu, MySQL jga merupakan program pengakses database yang besifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (banyak pengguna). Saat ini database MySQL telah digunakan hampir oleh semua programer database, apalagi dalam pemrograman web.

Kelebihan lain dari MySQL adalah ia menggunakan bahasa Query standar yang dimiliki SQL (Structure Query Language). SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang telah distandarkan untuk semua program pengakses database seperti Oracle, Posgres SQL, SQL Server, dan lain-lain.

Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). MySQL dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open source seperti PHP maupun yang tidak, yang ada pada platform Windows seperti Visual Basic, Delphi, dan lainnya.

(29)

Gambar 2.6 PHP MyAdmin

2.16 PHP

Pada sub bab ini akan dibahas secara sekilas tentang apa dan bagaimana PHP itu. Hal ini bertujuan agar anda lebih mudah memahami crtipt-script PHP yang nanti akan anda gunakan dan digabung dengan halaman web anda yang lain nya

Bahasa pemrograman PHP adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam sebuah webserver. Script-script PHP yang anda buat harus tersimpan dalam sebuah server dan di eksekusi atau diproses dalam server tersebut. Dengan menggunakan program PHP, sebuah website akan lebih interaktif dan dinamis.

Sebagai media penulisan script PHP, anda juga dapat menggunakan beberapa program, diantaranya adalah NotePad, DreamWeaver, atau PHP Expert Editor. Dalam penulisan buku ini menggunakan program DreamWeaver sebagai media penulisan script PHP (Madcoms, 2009)

PHP atau yang memiliki kepanjangan PHP Hypertext Preprocessor merupakan suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website dinamis (Saputra,2012). PHP menyatu dengan kode HTML, maksudnya adalah beda kondisi. HTML digunakan sebagai pembangun atau pondasi dari kerangka layout web, sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya sehingga dengan adanya PHP tersebut, web akan sangat mudah di-maintenance.

(30)

PHP diperkenalkan pada tahun 1994 sebagai sebuah kumpulan script freeware yang berbasis Perl dan dikenal sebagai “Personal Home Page” tools.

Pembuatnya bernama Rasmus Lerdorf. Ternyata paket tersebut banyak mengundang minat para developer dan profesional. Pada tahun 1995, sebuah milis dibuat untuk menyediakan tempat diskusi termasuk memberikan feedback, perbaikan bug dan ide-ide kode script tersebut.

Terdorong untuk mengembangkan paket aslinya dengan fitur-fitur tambahan, Lerdorf mengeluarkan PHP-F1 (atau PHP2 pada tahun 1995). Versi ini sudah memiliki kemampuan untuk mengambil informasi yang dikirim dari form web dan mengubahnya menjadi variabel yang dapat digunakan. Hal yang penting dari fungsi ini adalah bahwa kita bisa menangkap dan mengolah variabel tadi sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi web yang interaktif dan lebih kompleks.

Kira-kira pada waktu yang sama, PHP berubah dari kerajaan satu orang menjadi pekerjaan kelompok yang terdiri dari 7 orang developer utama. Mereka memperbaiki syntax dan menambahkan fungsi dan metode tambahan, serta kemampuan bagi programer PHP lain untuk meningkatkan kemampuan bahasa PHP tersebut dengan modul-mudul plug in.

Dengan dirilisnya versi 3 pada tahun 1998, PHP akhirnya tumbuh dengan sendirinya. Seperti C dan Perl, PHP adalah bahasa pemrograman terstruktur dengan variabel, fungsi, dan kelas. Kemiripan PHP dengan bahasa-bahasa tersebut mendorong para programer yang berpengalaman untuk pindah ke PHP dan kemudahan penggunaanya secara cepat menumbuhkan pengguna-pengguna baru.

Pada versi PHP3 ini, PHP juga sudah memiliki dukungan terhadap berbagai macam database antara lain MySQL, mSQL, ODBC, Oracle, dan Sybase. Selain itu, PHP versi ini juga sudah bisa bekerja dengan gambar, file, FTP, XML, dan teknologi lainnya.

Versi PHP4 dibangun kembali dengan prosesor utama yang lebih kuat, mesin PHP baru (mungkin anda lebih kenal dengan istilah Zend) menawarkan perbaikan kecepatan yang signifikan dibandingkan versi-versi PHP sebelumnya.

(31)

PHP4 juga mendukung pengguna session (cara yang lebih mudah untuk bekerja dengan cookies), serta berbagai perbaikan tambahan kecil lainnya.

Hingga saat ini, PHP masih bersifat gratis dan merupakan pelopor dalam gerakan open source. Namun demikian, tidak seperti kebanyakan proyek-proyek open source lainnya, PHP semakin menjadi penting karena semakin banyak organisasi dan bisnis yang menggunakan PHP.

Bagi developer profesional, salah satu hal yang paling menarik adalah diluncurkannya Zend Encoder, yang memungkinkan kode sumber PHP di enkripsi. Encorder tersebut memang tidak gratis, tetapi menjanjikan kemungkinan untuk penjualan script-script PHP. (Adhi Prasetio, 2012).

PHP atau FI (Personal Home Page atau Form Interface) merupakan nama awal dari PHP.Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff. PHP, awalnya merupakan program CGI yang dikhususkan untuk menerima input melalui form yang ditampilkan dalam browser web.

software ini disebarkan dan dilisensikan sebagai software open source (gratis). PHP secara resmi merupakan kepanjangan dari PHP Hypertext preprocessor, merupakan bahasa script server-side yang disisipkan pada halaman HTML. (Heni A. Puspitasari,2010).

(32)

2.16.1 Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain

1. Disisipkan pada halaman HTML. (Heni A. Puspitasari,2010). PHP atau FI (Personal Home Page atau Form Interface) merupakan nama awal dari PHP. Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff.

PHP, awalnya merupakan program CGI yang dikhususkan untuk menerima input melalui form yang ditampilkan dalam browser web.

2. Software ini disebarkan dan dilisensikan sebagai software open source (gratis). PHP secara resmi merupakan kepanjangan dari PHP Hypertext preprocessor, merupakan bahasa script server-side yang

2.17 Mengenal Adobe Dream Weaver

Dream weaver merupakan software dari adobe yang digunakan sebagai HTML editor professional untuk mendisain web secara visual, dan dapat juga digunakan untuk mengelola situs atau halaman web. Selain itu DreamWeaver memberikan keleluasaan kepada anda untuk menggunakannya sebagai media penulisan bahasa pemrograman web.

Dalam pengembangan nya saat ini Dreamweaver banyak digunakan para desainer web maupun programmer web. Dengan kemampuan fasilitas yang optimal dalam jendela dasign, membuat program ini untuk mendisain web untuk para desainer web pemula sekalipun. Sedangkan kemampuan Dreamweaver untuk berinteraksi dengan beberapa bahasa pemrograman seperti PHP, ASP, JavaScript, dan yang lain nya juga memberikan fasilitas maksimal kepada desainer web yang menyertakan bahasa pemrograman web di dalam nya (Madcoms, 2009)

“Dreamweaver adalah sebuah HTML editor prtofessional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web. Versi terbaru saat ini adalah Dreamweaver CS 6. Terdapat beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk mendesaign web saja tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi web dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman web.

(33)

Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Desaigner maun Web programmer dalam mengembangkan suatu situs Web . Hal ini disebabkan ruang kerja, fasilitas dan kemampuan Dreamweaver yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektifitas dalam design maupun membangun suatu situs web, antara lain : JPS, PHP, ASP dan CouldFusion. (Andrea Adelheid, Khairil Nst, 2012)

Gambar 2.7 Dreamweaver 8.3.2 2.18 Mengenal Adobe Illustrator

Adobe illustrator merupakan program grafis berbentuk vector. Apa itu vektor? Vektor adalah tampilan gambar yang terbentuk dari sususan garis.

Berbeda dengan program berbasis bitmap yang disusun berdasarkan pixel, gambar vektor bersifat lebih fleksibel karna dapat di perbesar tanpa negngalami penurunan kualitas. Kelebihan lain nya, vektor lebih sedikit menggunakan memori dalam membuat proyek.

Jadi, apa sebenarnya fungsi dari illustrator? Illustrator banyak di gunakan untuk membuat berbagai keperluan desain sepereti poster, brosur, packaging produk, kaos, website, menu DVD, logo ikon, kalendre, kartu ucapan dan sebagainya.

(34)

Selain itu, Adobe Illustrator juga sangat “powerfull” untuk membuat ilustrasi artwork komik.

Mengapa illustrator? Alasan bahwa program ini di buat oleh Adobe sepertinya sudah cukup, karna tentu saja akan sangat kopatible dengan program adobe yang lain seperti photoshop, flash, after effect, dan premiere (fandi, 2010).

2.19 XAMPP

XAMPP Adalah perangkat yang menggabungkan tiga aplikasi ke dalam satu paket, yaitu Apache, MySQL, Dan PHP MyAdmin. Dengan XAMPP pekerjaan Anda akan sangat dimudahkan, karena dapat menginstalasi dan mengkonfigurasi ketiga aplikasi tadi secara sekaligus dan otomatis.

XAMPP telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Versi yang terbaru adalah revisi dari edisi sebelumnya, sehingga lebih baik dan lebih lengkap.

Aplikasi utama dalam paket Xampp setidaknya terdiri atas web server Apache, MySQL, FileZilla, Mercury, Tomcat.

Gambar 2.8 Control Panel XAMPP

Gambar

Gambar 2.1 Model Waterfall (Nugroho, Adi. 2010)
Gambar 2.2 Diagram UML (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2012)
Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2011)
Gambar 2.3 Use Case (Rosa A.S-M.Shalahuddin, 2012)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web

Lembar jawaban SR01 pada soal nomor 3 diketahui bahwa subjek kurang memahami soal dengan baik, pemahaman soal dan pemikiran suatu rencana siswa belum memahaminya.

Sedangkan pembahasan yang dipilih peneliti lebih fokus pengenalan hewan peliharaan dengan media buku interaktif yang berjudul “Perancangan Buku Interaktif Pengenalan

Penjualan merupakan salah satu kegiatan paling penting dalam setiap usaha terutama yang bergerak dibidang perdagangan. Untuk membantu dan mengawasi kegiatan penjualan maka

Tindakan yang diperkirakan dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap teknologi pembelajaran adalah pemberian tugas untuk membuat media pembelajaran berbasis

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul “Dinamika perikanan purse seine yang berbasis di PPN Pekalongan, Jawa Tengah” adalah karya saya sendiri dengan arahan

Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain, Penyelenggara dan pengelola melakukan kegiatan identifikasi kebutuhan bahan bacaan masyarakat sehingga bahan bacaan yang ada

Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap waktu mencit bertahan di rotarod antara 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak herba putri malu (Mimosa pudica