• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME 12 NO. 1, JANUARI 2017

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS

ISSN 2302-514X

Pengaruh Adverse Selection dan Negative Framing pada Kecenderungan Eskalasi Komitmen Ni Kadek Ari Puspa Sari, Made Gede Wirakusuma

Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Desa Anantawikrama Tungga Atmadja, Komang Adi Kurniawan Saputra

Pengaruh Good Corporate Governance dan Budaya Tri Hita Karana pada Kinerja Bank Perkreditan Rakyat I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri, I G. K. A. Ulupui, Ni Gusti Putu Wirawati

Peran Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Ida Najati, Endar Pituringsih, Animah

Pemahaman Akuntansi, Profesionalisme, dan Kinerja Pemeriksa Pajak pada KPP Pratama Se-Bali Maria Mediatrix Ratna Sari, I Dewa Gde Dharma Suputra, Ni Luh Supadmi

Pengaruh Perilaku Follower Investor pada Volatilitas Saham Made Dewi Ayu Untari

Akuntabilitas dalam Perspektif Ajaran Karma Phala sebagai Pedoman untuk Membangun Karakter Auditor

Ida Ayu Budhananda Munidewi

(2)

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis (JIAB), terbit dua kali setahun bulan Januari dan bulan Juli.

JIAB berisikan tulisan hasil penelitian empiris dan kajian teoretis pada bidang akuntansi dan bisnis.

Dewan Editor I Dewa Nyoman Badera I Gusti Ngurah Suaryana

Dodik Ariyanto

Editor Pelaksana I Gusti Ayu Eka Damayanthi

Ayu Aryista Dewi

Pelaksana Tata Usaha I Ketut Suadnyana Kadek Dicky Agus

Alamat Redaksi

Ruang Jurnal, Gedung Program Ekstensi Lantai I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Jl. PB. Sudirman Denpasar - Bali Telp. 0361 - 255511 / Fax. 0361-223344 E-mail: [email protected] http://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/index

JIAB

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS ISSN 2302-514X

VOLUME 12 NO. 1, JANUARI 2017, Hal. 1-64

(3)

Kata Pengantar

Pengaruh Adverse Selection dan Negative Framing pada Kecenderungan Eskalasi Komitmen

Ni Kadek Ari Puspa Sari, Made Gede Wirakusuma...

Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Desa

Anantawikrama Tungga Atmadja, Komang Adi Kurniawan Saputra...

Pengaruh Good Corporate Governance dan Budaya Tri Hita Karana pada Kinerja Bank Perkreditan Rakyat

I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri, I G. K. A. Ulupui, Ni Gusti Putu Wirawati...

Peran Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan

Ida Najati, Endar Pituringsih, Animah ...

Pemahaman Akuntansi, Profesionalisme, dan Kinerja Pemeriksa Pajak pada KPP Pratama Se-Bali

Maria Mediatrix Ratna Sari, I Dewa Gde Dharma Suputra, Ni Luh Supadmi...

Pengaruh Perilaku Follower Investor pada Volatilitas Saham

Made Dewi Ayu Untari ...

Akuntabilitas dalam Perspektif Ajaran Karma Phala sebagai Pedoman untuk Membangun Karakter Auditor

Ida Ayu Budhananda Munidewi ...

Indeks Subjek ...

Indeks Pengarang ...

Mitra Bebestari ...

Pedoman Penulisan Artikel ...

ii

1-6

7-16

17-24

25-35

36-43

44-53

54-64 65 66 67 68-69

JIAB

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS ISBN 2302 - 514X

VOLUME 12 NO. 1, JANUARI 2017, Hal. 1-64

DAFTAR ISI

(4)

PENGANTAR REDAKSI

Pembaca yang terhormat,

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis (JIAB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. JIAB diterbitkan dengan mengacu pada Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala (Nomor 49/Dikti/Kep/2011) serta Pedoman Penulisan Artikel JIAB yang disertakan pada bagian akhir jurnal ini. JIAB bertujuan sebagai media informasi dan pertukaran artikel ilmiah antara staf pengajar, alumni, mahasiswa, praktisi maupun pemerhati ilmu pengetahuan di bidang akuntansi dan bisnis. Redaksi JIAB menerima berbagai artikel ilmiah hasil riset empiris maupun kajian teoretis terkait dengan ilmu akuntansi dan bisnis yang tentunya belum pernah dipublikasikan pada media lain.

Penerbitan JIAB Volume 12 No. 1, Januari 2017 ini menampilkan tujuh artikel ilmiah dengan berbagai topik menarik dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Topik jurnal terbitan nomor ini terdiri dari Kecenderungan eskalasi komitmen, Pencegahan Fraud dalam pengelolaan keuangan desa, Good Gorvorate Governance dan budaya Tri Hita Karana pada kinerja Bank Perkreditan Rakyat, Sistem Akuntansi instansi berbasis akrual, Kinerja pemeriksaan pajak pada KPP Pratama seBali, Perilaku Follower Investor pada Volatilitas saham, dan akuntanbilitas dalam perspektif ajaran Karma phala.

Selamat membaca

Redaksi

JIAB

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS ISSN 2302 - 514X

VOLUME 12 NO. 1, JANUARI 2017, Hal. 1-64

(5)

Indeks Subjek

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS (JIAB) Volume 12 No. 1, Januari 2017

A

Adverse selection, 1

adverse selection, 2, 3, 4, 5 accrual, 25

akrual 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34 Accounting information 36

Akuntabilitas auditor 54, 59, 60, 61, 62 Auditor accountability 54

auditor’s character 54 B

budaya lokal 17, 20, 21, 22 behavior 44, 45, 47, 48 C

Corporate Governance 17, 21, 23 F

fraud, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19 follower investor 45, 46, 50, 52

followers investor 44 G

Good Corporate Governance 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23

H

hukum karma phala 54, 55, 57, 59, 62, 63 E

escalation of commitment 1 eskalasi komitmen 1, 2, 3, 4, 5 K

keuangan desa, 8, 9, 10, 12, 13, 14

kompetensi aparatur 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15

kinerja 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23 Kementerian 25, 26, 28, 29 kinerja pemeriksa pajak 36 karakter auditor 54, 63

karma phala 55, 56, 57, 58, 59, 61, 62 L

local culture, 17 M

moralitas 8, 9, 10, 11, 14, 15 Ministry, 25

N

negative framing, 1, 2, 3, 4 S

sistem pengendalian internal 7, 8, 9, 10, 11, 14, 15

SAIBA 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 34 stock volatility 44

P

performance 17

pemahaman akuntansi 36, 38, 39, 40, 42 profesionalisme 36, 37, 38, 40, 42 professionalism 36

perilaku follower investor 44, 45, 47, 48, 49, 50, 51, 52

T

tax audit performance 36V

volatilitas saham 44, 46, 47, 48, 49, 50, 52

(6)

Adi Kurniawan Saputra, K., 7 Anantawikrama Tungga Atmadja, 7 Animah, 25

Ari Puspa Sari, N.K, 1 Asri Dwija Putri, I.G.A.M, 17 Budhananda Munidewi, I.A, 54 Dahma Suputra, I.D.G, 36 Dewi Ayu Untari, M, 44 Endar Pituringsih, 25 Ida Najati, 25

Maria Madiatrix Ratna Sari, 36 Supadmi, N.L, 36

Ulupui, I.G.K.A, 17 Wirakusuma, M.G, 1 Wirawati, N.G.P, 17

Indeks Pengarang

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS (JIAB)

Volume 12 No. 1, Januari 2017

(7)

Dr. I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri, SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana) Dr. I Gusti Ayu Ketut Agung Ulupui, SE.,M.Si.Ak (Universitas Negeri Jakarta)

Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana) Prof. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,M.Si (Universitas Pendidikan Nasional)

Luh Putu Mahyuni, Ph.D, CA (Universitas Pendidikan Nasional) Dr. Ni Made Dwi Ratnadi, SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana)

Dr. I Ketut Sujana, SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana) Dr. I Gde Ary Wirajaya, SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana)

Dr. I Putu Sudana,SE.,M.Si.Ak (Universitas Udayana) Yuliansyah, MSA.Ph.D (Universitas Lampung)

Mitra Bebestari (Reviewer) Sebagai Penelaah Ahli Volume 12 No. 1, Januari 2017

Untuk Penerbitan Volume 12 No. 1, Januari 2017, semua naskah diserahkan kepada Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis (JIAB) telah ditelaah oleh

Mitra Bebestari berikut ini.

Redaksi Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis (JIAB) menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada para

Mitra Bebestari (Reviewer) atas bantuan mereka.

(8)

1. Ketentuan Umum

a) Artikel yang diterima adalah karya ilmiah hasil kajian empiris maupun konseptual di bidang Ilmu Akuntansi dan Bisnis dan belum pernah dipublikasikan dalam media cetak lainnya.

b) Artikel diketik pada kertas A4 (21 x 29,7 cm) margin kiri/atas/kanan/bawah berurutan: 4 / 3 / 4 /  3 cm, menggunakan huruf Times New Roman, jarak 2 spasi sebanyak 20 - 30 halaman termasuk daftar pustaka.

c) Artikel dikirim melalui http://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/user/register untuk login, lakukan terlebih dahulu register untuk memperoleh password dan usename, setelah itu login dengan user dan password yang telah dibuat klik new submission ikuti langkah panduan alur kontributor jurnal, terakhir klik Active Submission. Setelah selesai informasikan kepada pengelola melalui email ke [email protected] dengan format: nama, alamat instansi, No HP, disertai CV dan alamat korespondensi.

2. Sistematika Penulisan Artikel

a) JUDUL, maksimal 15 kata bahasa Indonesia, atau 12 kata dalam bahasa Inggris, menggunakan huruf kapital ukuran 14pt, bold.

b) Nama penulis, ditulis lengkap tanpa gelar dan tanpa jabatan ukuran huruf 12pt, bold, ditulis berderet ke bawah (dalam hal penulis lebih dari 1) dimulai dari penulis utama, dilengkapi nama lembaga, alamat email (akan dipublikasi), dan nomor telepun (tidak dipublikasi).

c) Abstrak memuat ringkasan riset antara lain masalah, tujuan, metode, hasil, dan kontribusi hasil penelitian. Abstrak disajikan setelah judul terdiri atas 100-250 kata ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak diberikan kata kunci (keywords) 3-5 kata untuk memudahkan penyusunan indeks artikel.

d) PENDAHULUAN (tanpa judul) berisi latar belakang penelitian, rumusan masalah dan manfaat penelitian, landasan teori, serta pengembangan hipotesis.

e ) METODE PENELITIAN berisi data dan sumber data, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data.

f) HASIL DAN PEMBAHASAN berisi hasil pengujian hipotesis, hasil analisis data penelitian dan deskriptif statistik yang diperlukan.

g) SIMPULAN berisi kesimpulan riset, dengan disertai saran dan keterbatasan.

h) REFERENSI memuat semua sumber yang dirujuk dalam penulisan artikel.

i) Lampiran memuat tabel, gambar, dan instrumen riset yang digunakan.

3. Ketentuan tambahan

a) Semua halaman (termasuk lampiran, dan referensi) diberi nomor urut halaman.

b) Setiap tabel atau gambar diberikan nomor urut yang diletakkan di bagian tengah (centre) tabel atau gambar, judul diletakkan setelah nomor yang sesuai dengan isi tabel atau gambar. Sumber data diletakkan di bagian bawah kiri tabel atau gambar. Format pembuatan garis pada tabel hanya untuk kepala dan akhir, seperti contoh berikut:

Keterangan Jumlah

Biaya Terkendali 31,467,838,904 Biaya Tidak Terkendali 9,193,232,398 Sumber: Laporan Keuangan Hotel X, tahun

Tabel 2.

Laporan Anggaran Hotel X tahun 2010 Pedoman Penulisan Artikel

JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN BISNIS (JIAB) VOLUME 12 NO. 1, JANUARI 2017, Hal. 1-64

(9)

c) Kutipan dan rujukan dalam teks ditulis menggunakan teknik rujukan berkurung (nama akhir penulis, tahun: nomor halaman)

Contoh:

 Satu sumber kutipan dengan satu penulis (Bertrand, 2009: 500)

 Satu sumber kutipan dengan dua penulis (Frucot dan Shearon, 2011: 25)

 Satu sumber dengan lebih dari dua penulis (Ariyani dkk., 2010: 12) atau (Hotstede et al., 1990:

42)

 Dua sumber kutipan dengan penulis yang berbeda (Ana, 2011: 16; Agung, 2002: 21)

 Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama (Agung, 2012: 23, 2012:19), jika tahun publikasi sama (Agung, 2012a: 15, 2012b: 26)

 Sumber kutipan yang berasal dari pekerjaan suatu institusi sebaiknya menyebutkan akronim institusi yang bersangkutan, misalnya (IAI, 2011: 10)

d) Daftar referensi (hanya yang menjadi sumber kutipan) dibuat dengan ketentuan penulisan sebagai berikut:

Daftar referensi disusun alfabetis sesuai dengan nama penulis atau nama institusi disertai tahun publikasi, judul jurnal atau buku teks, nama jurnal atau penerbit, nomor halaman bila perlu.

Contoh:

 Mertha dan Budiartha. 2009. Profesionalisme Badan Pengawas Mendorong Kemajuan LPD.

Buletin Studi Ekonomi, Vol.14.3: 249-256.

 Linther, Jhon. 2007. Distribution of Incomes of Corporation of Among Dividends, Retained Earnings, and Taxes. The American Review. 97-113.

 Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

e) Pengacuan dan pengutipan harus sesuai dengan aturan non-plagiarisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.17 Tahun 2010.

f) Hal-hal yang dilakukan oleh penulis artikel yang terkait dengan masalah perijinan, pengutipan, atau penggunaan software komputer untuk pembuatan artikel, pengolahan data, dan hal lain yang terkait dengan HAKI, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis artikel.

Gambar 2. Akuntabilitas Auditor dalam Perspektif Karma Phala

Sumber: Data diolah, 2016

Motivasi

Kewajiban Sosial

Pengabdian Pada Profesi Hukum Karma

Phala

(10)

Pembaca Yang Terhormat,

Dengan ini kami menawarkan berlangganan Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis (JIAB) dengan harga sebagai berikut:

Untuk satu tahun (dua kali penerbitan) ditambah ongkos kirim.

 Rp. 100.000,00 untuk wilayah Bali

 Rp. 150.000,00 untuk wilayah diluar Bali

——————————————————————————————————————

FORMULIR BERLANGGANAN

Mohon dicatat sebagai pelanggan Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis FEB UNUD

Nama : ...

Alamat : ...

...(kode pos ...) No telp/Hp : ...

Alamat email : ...

Berita Pengiriman Uang Langganan Dengan ini saya kirimkan uang sebesar:

Rp.100.000,00 untuk langganan 1 tahun (2 nomor), mulai Nomor…...…..

Tahun……….

Rp. 150.000,00 untuk langganan 1 tahun (2 nomor), mulai Nomor……...…..

Tahun……….

Uang tersebut telah saya kirim melalui Bank BPD Kantor Cabang Universitas Udayana Denpasar, No rek : 034.02.02.00194-3 Atas Nama: Sari Mertha

Bukti transfer dan formulir berlangganan dapat dikirim ke FEB Unud JL. PB Sudirman Denpasar, atau di fax ke No fax 0361-241929/241930, atau di email: [email protected] atau [email protected]

Tanggal/tandatangan

(11)

PEMAHAMAN AKUNTANSI, PROFESIONALISME, DAN KINERJA PEMERIKSA PAJAK PADA KPP PRATAMA SE-BALI

Maria Mediatrix Ratna Sari1 I Dewa Gde Dharma Suputra2

Ni Luh Supadmi3

1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan memperbaiki kinerja pemeriksa pajak dalam melaksanakan tugas pemeriksaan, melalui pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme pemeriksa. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme petugas pemeriksa pajak dalam penyelesaian pemeriksaan pajak pada KPP Pratama se-Bali.

Teori dan konsep dalam penelitian ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear bergada.

Pengujian kualitas data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme memengaruhi kinerja pemeriksa pajak. Semakin tinggi tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme maka semakin tinggi kinerja pemeriksa pajak dalam penyelesaian pemeriksaan pajak pada KPP Pratama se-Bali.

Kata kunci : Pemahaman akuntansi, profesionalisme, kinerja pemeriksa pajak

PENDAHULUAN

Undang-undang Perpajakan memberikan wewenang kepada fiskus untuk melakukan penelitian serta penyelidikan terhadap Wajib Pajak (WP) yang diduga kurang atau tidak patuh melaksanakan kewajiban perpajakannya atau terhadap wajib pajak yang meminta kelebihan pembayaran pajak (Mardiasmo, 2011:41). Direktorat Jenderal Pajak

pemeriksa pajak perbulannya sebanyak delapan (8) Surat Perintah Pemeriksaan (SPP) pajak. Penilaian kinerja pemeriksa pajak, Dirjen Pajak menetapkan standar prestasi per pemeriksa pajak per bulan, standar prestasi per pemeriksa pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah 6 laporan pemeriksaan pajak (LPP) sedangkan di Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa) dan

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 12, No. 1, Januari 2017

36

THE UNDERSTANDING OF ACCOUNTING, PROFESSIONALISM AND TAX INSPECTORS’ TASKS AT BALI KPP PRATAMA

ABSTRACT

This study aims to improve the performance of tax inspectors in carrying out the inspection tasks, through understanding of financial accounting information and professionalism. While the specific purpose of this study was to determine the effect of the level of understanding of financial accounting information and professionalism of the tax inspectors in the settlement of tax audits on KPP Pratama in Bali. Theories and concepts used in this study is the Minister of Finance Regulation No. 17 / PMK.03 / 2013 on Procedures for Tax Audit. The data analysis technique used in this study is the multiple linear regression, to test the quality of the data using validity and reliability, and classical assumption. The test results show that understanding of financial accounting information and professionalism affect the performance of tax inspectors. The higher level of financial accounting information understanding and professionalism, then higher performance of tax inspectors in the settlement of tax audits on KPP Pratama in Bali.

Keywords: Accounting information, professionalism, tax audit performance

(12)

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme petugas pemeriksa pajak dapat dilakukan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, pendidikan moral dan etika bagi pemeriksa pajak. Akan tetapi yang terjadi dilapangan jumlah wajib pajak tidak sebanding dengan jumlah pemeriksa pajak yang ada, sehingga berdampak pada beban dan proses pemeriksaaan petugas pemeriksa pajak. Padahal, peran petugas pemeriksa pajak sangat menentukan efektivitas pemeriksaan pajak itu sendiri, yang pada akhirnya berdampak kepada peningkatan kepatuhan wajib pajak (Cohen, 2004).

Keberhasilan dan kinerja seseorang dalam hal ini adalah petugas pajak banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme, dan komitmentnya terhadap suatu bidang yang ditekuni. Profesionalisme merupakan keahlian yang dimiliki oleh sesorang terkait dengan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki.

Petugas pemeriksa pajak sebagai individu yang memegang peran dan kedudukan dituntut memiliki profesionalisme yang tinggi agar dalam melaksanakan pekerjaanya dapat berjalan efektif.

Petugas pemeriksa pajak yang mengenali dengan baik keahlian dan ketrampilan yang dimiliki akan lebih mudah menjalankan tugas dan pekerjaanya dengan lebih baik dibandingkan individu lain yang kurang mampu mengenali keahliannya (Sutarjo, 2008).

Dengan demikian, dapat dikatakan kompetensi dan profesionalisme pemeriksa pajak sangat diperlukan guna melaksanakan tugas secara efisien dan efektif.

Mendasarkan pada hal itu maka tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme bagi petugas pemeriksa pajak pada penyelesaian pemeriksaan pajak di Kantor Pelayan Pajak (KPP) Pratama se-Bali.

Dalam struktur keuangan negara, tugas dan fungsi penerimaan pajak dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Jenis-jenis pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi (1) pajak penghasilan (PPh), (2) pajak pertambahan nilai (PPN), dan (3) pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Pajak menurut Rochmat Soemitro dalam Mardiasmo (2011:1), pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Sistem pemungutan pajak dapat dibagi menjadi empat (Ilyas, 2007:22), yaitu (1)Official assessment system adalah suatu sistem

pemungut pajak (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar (pajak yang terutang) oleh seseorang. (2)Semi self assessment system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang pada fiskus dan Wajib Pajak untuk menentukan besarnya pajak seseorang yang terutang.

(3) Self assessment system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang penuh kepada Wajib Pajak untuk menghitung, memperhitungkan, menyetorkan, dan melaporkan sendiri besarnya utang pajak. (4)Withholding system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang pada pihak ketiga untuk memotong/memungut besarnya pajak yang terutang. Pihak ketiga yang telah ditentukan tersebut selanjutnya menyetor dan melaporkannya kepada fiskus.

Sistem perpajakan yang dianut sekarang ini, yaitu dengan sistem Self Assesment, anggota masyarakat wajib pajak (WP) diberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri pajak terhutang (Self Assesment) dengan melalui surat pemberitahuan pajak (SPT).

Dalam hal ini pemerintah memberi kebebasan tinggi terhadap wajib pajak, maka dari itu pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap kebebasan wajib pajak ini harus sekecil mungkin.

Dasar dilakukannya pemeriksaan pajak antara wajib pajak dengan fiskus untuk menghitung besarnya pajak terutang, dan juga sebagai konsekuensi dianutnya sistem Self Assesment dimana wajib pajak menghitung pajaknya sendiri dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) kepada fiskus.

Pemeriksaan adalah serangka ian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/

atau bukti yang dilaksanakan secara obyektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang- undangan perpajakan. Sasaran pemeriksaan pajak adalah untuk mencari adanya 1) Interpretasi terhadap undang-undang yang tidak benar, 2) Kesalahan hitung, 3) Penggelapan secara khusus dari penghasilan, 4)Pemotongan dan pengurangan tidak sesungguhnya yang dilakukan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya (Mardiasmo, 2006:41).

Dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 17/PMK.03/2013 pasal 1 disebutkan pemeriksa pajak adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan direktorat jenderal (dirjen) pajak atau tenaga ahli yang ditunjuk oleh direktur jenderal pajak yang diberi tugas, 37

Sari, Suputra dan Supadmi. Pemahaman Akuntansi....

(13)

pemeriksaan dengan dilengkapi kartu identitas diri yang berlaku 1 atau 2 tahun tergantung kebijakan kepala kantor yang bersangkutan. Peraturan menteri keuangan Nomor 17/PMK.03/2013 juga mensyaratkan pemeriksaan dilaksanakan oleh pemeriksa pajak yang memenuhi persyaratan telah mendapat pendidikan teknis yang cukup dan memiliki keterampilan sebagai pemeriksa pajak, menggunakan ketrampilannya secara cermat dan seksama, jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara, dan taat terhadap berbagai ketentuan dan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Informasi adalah semua data yang mempunyai arti bagi pihak pemakai. Akuntansi keuangan adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interprestasi, dan komunikasi informasi keuangan untuk digunakan oleh pihak-pihak di dalam maupun diluar perusahaan (Kieso, 2013).

Hasil akhir dari proses akuntansi keuangan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi- transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan yang direkonsiliasi dengan koreksi fiskal akan menghasilkan laporan keuangan fiskal (Suandy, 2008:

15). Pemeriksa pajak diwajibkan memiliki kompetensi dalam menganalisa informasi dalam pembukuan maupun pencatatan wajib pajak.

Pemahaman informasi akuntansi dapat diperoleh dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja.

Flippo dalam Wijaya (2011) mendefinisikan jenjang pendidikan adala h tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan sesorang yang dikembangkan. Jenjang pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Pelatihan sangat diperlukan bagi suatu perusahaan karena bermanfaat bagi perusahaan dan individu. Tujuan pelatihan adalah mengembangkan karyawan agar lebih terampil, terdidik dan terlatih secara professional dan siap dipakai dalam bidangnya masing-masing (Acemoglu, 2001 ; Ek, 2010).

Menurut Hariandja (2002), ada tiga syarat pelatihan yang baik, yaitu pelatihan harus membantu pegawai menambah kemampuannya, pelatihan harus menghasilkan perubahan dalam kebiasaan bekerja dari pegawai dalam sikapnya terhadap pekerjaan,

pula pengalaman yang didapatnya sesuai dengan pekerjaan yang pernah atau sedang dilakukan (Siagan, 2004; Shaffer, 2012). Menurut Djauzak (2004), faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengalaman kerja seseorang adalah waktu, frekuensi, jenis, tugas, penerapan, dan hasil. Hasil penelitian Pratiwi (2007) menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan sesorang (baik dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman) dapat membantu pemeriksa pajak dala m menyelesaikan tugas pemeriksaan.

Mendasarkan pada riset-riset tersebut maka hipotesisi yang dapat diajukan adalah:

H1: Tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan petugas pemeriksa pajak berpengaruh pada penyelesaian pemeriksaan pajak pada KPP Pratama se-Bali.

Komitmen profesionalisme merupakan tingkat loyalitas pada profesinya seperti yang di persepsikan oleh individu. Lama bekerja mempenga ruhi pandangan profesionalisme, hubungan dengan sesama profesi, keyakinan terhadap peraturan profesi dan pengabdian pada profesi. Hal ini di sebabkan bahwa semenjak awal tenaga profesional telah dididik untuk menjalankan tugas-tugas yang komplek secara independen dan memecahkan permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas-tugas dengan menggunakan keahlian dan dedikasi mereka secara profesional (Schwartz,1996) dalam Trisnaningsih (2003).

Pemberian jasa profesional yang kompeten membutuhkan pertimbangan yang cermat dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian profesional.

Kompetensi profesional dapat di bagi menjadi dua tahap yang terpisah yaitu pencapaian kompetensi profesional dan pemliharaan kompetensi profesional.

Pemeliharaan kompetensi profesional membutuhkan kesadaran dan pemahaman yang berkelanjutan terhadap per kembanga n teknis profesi dan perkembangan bisnis yang relevan. Profesional merupakan orang yang melakukan kegiatan atau menjalani profesi tertentu, sedangkan profesionalisme menurut Harefa (1999) dalam Halim (2003:13) adalah sikap atau perilaku seseorang dalam melakukan profesi tertentu. Sebagai profesional, petugas pemeriksa pajak mengakui tanggung jawabnya terhadap masyarakat, terhadap klien, dan terhadap

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 12, No. 1, Januari 2017

38

(14)

kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap peraturan profesi, hubungan dengan sesama profesi.

Hasil penelitian Pratiwi (2007) dan Safitri (2016) menunjukan bahwa pemeriksa pajak yang melaksanakan tugasnya secara profesional cenderung melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Berdasarkan pada latar belakang masalah dan teori yang relevan, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut.

H2: Profesionalisme petugas pemeriksa pajak berpengaruh pada penyelesaian pemeriksaan pajak pada KPP Pratama se-Bali.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menjelaskan pengaruh tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme pemeriksa pajak pada kinerja pemeriksa pajak yang diproksikan dengan jumlah penyelesaian pemeriksaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama se-Bali. Model penelitian tersaji pada Gambar 1.

Penelitian dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama se-Bali, yang meliputi KPP Pratama Denpasar Barat, KPP Pratama Denpasar Timur, KPP Pratama Badung Selatan, KPP Pratama Badung Utara, KPP Pratama Gianyar, KPP Pratama

Tabanan, dan KPP Pratama Singaraja. Objek kajian dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan dan profesionalisme petugas pemeriksa pajak pada jumlah penyelesaian pemeriksaan pajak sebagai proksi kinerja pemeriksa pegawai pajak.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman informasi akuntansi keuangan petugas pemeriksa pajak (X1), yang diukur berdasarkan prestasi belajar sesuai dengan transkrip nilai para pemeriksa pajak. Variabel bebas kedua yaitu profesionalisme petugas pemeriksa pajak (X2), diukur menggunakan 8 item pertanyaan dan pernyataan yang menunjukkan pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap peraturan profesi, dan hubungan dengan sesama profesi.

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penyelesaian pemeriksaan pajak, yang diukur menggunaka n report rat io (R R) dengan membandingkan antara banyaknya penyelesaian pemeriksaan terhadap lembar hasil pemeriksaan (LHP) standar.

Sampel dalam penelitian sebanyak 47 orang atau responden. Jumlah responden penelitian tersaji pada Tabel 1. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner yang disebar berjumlah 47 eksemplar.

Gambar 1. Model Penelitian Sumber: Data diolah, 2015

Tabel 1.

Jumlah Pegawai Fungsional Pemeriksa Pajak di KPP Pratama se-Bali

Unit Kantor Fungsional Pemeriksa Pajak

(Orang)

Denpasar Barat 8

Denpasar Timur 10

Badung Utara 6

Badung Selatan 10

Tabanan 4

Gianyar 5

Singaraja 4

Total 47

39

Sari, Suputra dan Supadmi. Pemahaman Akuntansi....

Penyelesaian Pemeriksaan Pajak

Tingkat Pemahaman Informasi Akuntansi Keuangan

Profesionalisme Pemeriksa Pajak

(15)

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan diuji pada tingkat signifikansi 0,05 dengan formulasi sebagai berikut.

Y =  + 1X1 + 2X2 +  ...(1) Keterangan :

Y = Penyelesaian Pemeriksaan Pajak (report ratio/RR)

 = Konstanta

X1 = Pemahaman informasi akuntansi keuangan (pak)

X2 = Profesionalisme (pro)

1 = Koefisien regresi Pemahaman Informasi Akuntansi Keuangan

2 = Koefisien regresi profesionalisme

= Error term (variabel pengganggu) HASIL DAN PEMBAHASAN

Responden dalam penelitian ini adalah pemeriksa pajak pada KPP Pratama se-Bali yang berjumlah 47 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kuesioner yang disebar. Kuesioner yang kembali sebanyak 40 kuesioner, 7 kuesioner tidak kembali dikarenakan responden sedang melaksanakan tugas ke luar daerah, sehingga tingkat respon sebesar 85,11 persen. Adapun deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin, jabatan, pendidikan, dan tempat bertugas seperti disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2.

Deskripsi Responden

No. Uraian Jumlah

1. Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan

40

- 40

2. Jabatan Pemeriksa Pajak (PP) PP Muda PP Pertama PP Penyelia PP Pelaksana

PP Pelaksana Lanjutan

13 12 5 7

3 40

3. Pendidikan Sarjana strata 3

Sarjana strata 2 Sarjana strata 1 Diploma 3

1 1 34

4 40

4. Tempat Bertugas KPP Pratama Badung Utara

KPP Pratama Badung Selatan KPP Pratama Denpasar Timur KPP Pratama Denpasar Barat KPP Pratama Tabanan KPP Pratama Gianyar KPP Pratama Singaraja

5 9 9 7 3 4

3 40

Sumber: Data diolah, 2015

Uji validitas dilakukan dengan melihat korelasi antara masing-masing indikator (profesionalisme1 sampai profesionalisme8) terhadap total skor konstruk

> 60% maka instrumen cukup reliabel. Normalitas data diuji menggunakan metode Kolmogorov- Smirnov (K-S) menghasilkan bahwa koefisien

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 12, No. 1, Januari 2017

40

(16)

kurang dari 10 yaitu sebesar 1.855 maka dikatakan tidak ada multikolinearitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan metode Glejser. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.500 untuk tingkat pemahaman akuntansi keuangan (pak) dan variabel profesionalisme (pro) diatas 0.05. Hal ini berarti tidak ada satupun variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, maka tidak ada heteroskedastisitas.

Hasil statistik deskriptif menunjukkan jumlah responden sebanyak 40 orang, dengan tingkat

penyelesaian pemeriksaan minimum sebesar 1.59 LHP dan maksimum sebesar 3.98 LHP. Rata-rata penyelesaian pemeriksaan adalah 2.8130 dengan standar deviasi sebesar 0.59990. Tingkat pemahaman akuntansi keuangan menunjukkan nilai terendah sebesar 2.37 dan nilai tertinggi sebesar 3.93 dengan rata-rata nilai sebesar 3.3388 dan standar deviasi sebesar 0.38192. Profesionalisme menunjukkan nilai terendah sebesar 2.00 dan tertinggi sebesar 4.00 dengan nilai rata-rata sebesar 3.2898 dan standar deviasi sebesar 0.48789. Data secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3.

Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Pak 40 2.37 3.93 3.3388 .38192

Pro 40 2.00 4.00 3.2898 .48789

RR 40 1.59 3.98 2.8130 .59990

Valid N (listwise) 40

Hasil pengujian menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0.536 yang berarti 53,6% var iasi penyelesaian pemeriksaan pajak (report rate/RR) dapat dijelaskan oleh variasi dari tingkat pemahaman

Sumber: Data diolah, 2015

akuntansi keuangan dan profesionalisme, sedangkan sisanya 46,4% dijelaskan oleh sebab lain di luar model.

Ringkasan koefisein diterminasi dapat dilihat pada Tabel 4.

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .748a .559 .536 .40881

Tabel 4.

Koefisien Determinasi

Sumber: Data diolah, 2015

Dari hasil pengujian diperoleh nilai F sebesar 34.490 dengan probabilitas 0.000 .yang lebih kecil dari 0.05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak (RR), atau dapat dikatakan bahwa tingkat

pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak. Hasil pengolhan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5.

Uji F

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 7.852 2 3.926 23.490 .000a

Residual 6.184 37 .167

Total 14.035 39

Sumber: Data diolah, 2015

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pema haman akuntansi keuangan (pak) dan profesionalisme (pro) signifikan pada 0.05, dengan probabilitas signifikansi untuk pak sebesar 0.019 dan pro sebesar 0.004 (Tabel 6), ha l tersebut

Sehingga disimpulkan bahwa variabel tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak (RR) dipengaruhi oleh pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme pega wai pemeriksa pa jak.

Persamaan regresi berganda dapat dijelaskan 41

Sari, Suputra dan Supadmi. Pemahaman Akuntansi....

(17)

RR = -0.921 + 0.570 pak + 0.556 pro + 0.580 ...(2) Konstanta sebesar -0.921 menyatakan bahwa jika variabel bebas, yaitu pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme pegawai pemeriksa pajak dianggap konstan, maka rata-rata tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak sebesar -0.921 LHP.

Koefisien regresi pemahaman akuntansi keuangan (pak) sebesar 0.570 menyatakan bahwa setiap

peningkatan pemahaman akuntansi keuangan sebesar 1 satuan akan meningkatkan penyelesaian pemeriksaan pajak sebesar 0.570 LHP. Sedangkan koefisien regresi profesionalisme pegawai pemeriksa pajak (pro) sebesar 0.556 menyatakan bahwa setiap peningkatan profesionalisme sebesar 1 satuan akan meningkatkan penyelesaian pemeriksaan pajak sebesar 0.556 LHP.

Tabel 6.

Uji Hipotesis

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -.921 .580 -1.587 .121

Pak .570 .233 .363 2.444 .019

Pro .556 .183 .452 3.043 .004

Sumber: Data diolah, 2015

Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme memengaruhi tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan, yang menetapkan kriteria yang harus dipenuhi oleh pemeriksa pajak. Adanya pendidikan teknis dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh pemeriksa pajak menunjukkan kompetensi pemeriksa pajak dalam memahami akuntansi keuangan.

Sedangkan kriteria mengutamakan kepentingan negara, jujur dan bersih dari tindakan tercela serta taat pada ketentuan dan peraturan perundang- undangan perpajakan menunjukkan sikap profesional yang harus dimiliki oleh pemeriksa pajak. Semakin tinggi pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme pemeriksa pajak maka semakin cepat proses pemeriksaan diselesaikan sehingga semakin tinggi rasio penyelesaian pemeriksaan. Hal ini juga berarti bahwa jika pencapaian rasio penyelesaian pemeriksaan diatas standar pemeriksaan yang telah ditetapkan maka menunjukkan adanya peningkatan kinerja pemeriksa pajak.

Berdasarkan rencana strategis Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2012-2014, sebagai penjabaran misi Direktorat Jenderal Pajak dalam mencapai visi untuk menghimpun penerimaan negara secara optimal adalah peningkatan efektivitas pengawasan.

Salah satu bentuk pengawasan adalah kegiatan pemeriksa an pajak. P eningka tan efektivit as

baik wajib pajak badan maupun orang pribadi, yang diharapkan bermuara pada meningkatnya kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan meningkatnya kontribusi terhadap penerimaan negara dari sektor perpajakan (Surat Edaran Menteri Keuangan No. SE- 15/PJ/2014).

SIMPULAN

Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa tingkat pemahaman akuntansi keuangan dan profesionalisme pemeriksa pajak memengaruhi tingkat penyelesaian pemeriksaan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama se-Bali. Hasil penelitian ini sejalan dengan ketentuan yang terkandung dalam Peraturan Menteri Keuangan no. 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Direktorat Jenderal Pajak agar senantiasa menjaga dan mempertahankan kondisi yang ada dengan tetap memberikan pelatihan- pelatihan dan penyuluhan-penyuluhan moral, agar para pemeriksa pajak tetap teguh memegang prinsip- prinsip moral dan berpijak pada ketentuan yang ada.

Bagi peneliti selanjutnya, bisa mengembangkan penelitian ini pada lokasi dan dimensi waktu yang berbeda, serta menambahkan variabel bebas yang lain seperti komitmen organisasi, budaya organisasi dan motivasi diri.

REFERENSI

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol. 12, No. 1, Januari 2017

42

(18)

Cohen, Aaron and Yardena Kol, 2004. Profesionalism anf Organizational Citizenship Behavior. Journal of Managerial Pcichology. ABI/INFORM Global. Vol.19, No. 4 386-405.

Djauzak, Ahmad. 2004. Petunjuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Ek, Tsui. 2010. Sectoral Job Training as an Intervention to Improve Health Equity.

American Journal of Public Health [100 Suppl 1:s88-94].

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga.

Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

Halim, Abdul. 2003. Auditing I. Dasar-dasar Audit Laporan Keuangan. Edisi Ketiga. Yogyakarta:

UPP AMP YKPN.

Hariandja, Marihot. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Grasindo.

Hastuti, Theresia Dwi, Stefani L.L., dan Clara S.

2003. Hubungan Antara Profesionalisme Auditor dengan Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi VI. Universitas Airlangga, Surabaya 16-17 Oktober 2003.

Ilyas, Wirawan B. dan Richard Burton. 2007. Hukum Pajak. Jakarta: Salemba Empat.

Kieso Donald, Weygandt Jerry, Warfield Terry, 2013.

Intermediate Accounting. Thirteenth Edition.

Jakarta. Penerbit Erlangga.

Mardiasmo. 2011. Perpajakan – Edisi Revisi 2011.

Yogyakarta: ANDI.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.03/

2013 Tentang Tata Cara Pemeriksaan. 7 Januari 2013.

Prat iwi, Dewa Ayu Putri. 2007. Pengaruh Pengalaman Kerja dan Pela tihan Kerja Pemer iksa Pajak pada Penyelesaian Pemeriksaan Pajak (Studi Kasus Pemeriksa Pajak pada KPP Denpasar Timur dan Denpasar Barat). E Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

Safitri, Devi. 2016. Pengaruh Pelatihan Teknis Perpajakan, Profesionalisme, Akuntabilitas, Perencanaan Pemeriksaan Pajak, Batasan

Waktu, dan Konflik Peran Terhadap Kinerja Pemeriksa Pajak. Jurnal Akuntansi. Vol.5.

No.1. Oktober 83-98.

Shaffer, Maria. 2010. Choices, Challenges, and Career Consequences of Global Work Experiences: A Review and Future Agenda.

Journal of Management. (38: 1282 – 1327).

Siagan, Sondang P. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi ke I. Jakarta: Bumi Aksara.

Simbolon, Tabitha Insani Maranatha; Sumadi, I Kadek. 2013. Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Kinerja Pemeriksa Pajak di KPP Pratama Denpasar Timur dan Badung Selatan. E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. 3.3: 198-215.

Suandy, Early , 2008, Perencanaan Pajak, Edisi 4, Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. 2007. Metode Peneli tian Bisnis.

Bandung: JF Alfa Beta.

Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-15/PJ/

2014 Tentang Rencana dan Strategi Pemeriksaan Tahun 2014.

Sutarjo, Anggit.2008.Pengaruh Budaya Organisasi, Sisem Kompensasi, Promosi Jabatan, dan Profesionalisme terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Bank BRI Cabang Klaten.

Jurnal STIE Aub Surakarta. Vol.1 no 2 September.

Trisnaningsih, Sri.2003. Pengaruh Komitmen Terhadap Kepuasan Kerja Auditor, Motivasi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia UPN Veteran Surabaya, Vol. 6 mei 199-216.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Utama, Made Suyana. 2008. Aplikasi Analisis Kuantitatif. Denpasar: FE Unud.

Wijaya, Rudy. 2011. Pengaruh Pelatihan Kerja, Pengalaman Kerja, Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, dan Lingkungan Keja Terhadap Kinerja Pemeriksa Pajak pada KPP Pratama Denpasar Barat dan Denpasar Timur). E Jurnal Akuntansi. Universitas Udayana. Denpasar.

43

Sari, Suputra dan Supadmi. Pemahaman Akuntansi....

(19)

Gambar

Gambar 1. Model Penelitian Sumber: Data diolah, 2015

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh sistim informasi terintegrasi dan motivasi terhadap kinerja guru akuntansi pada SMK

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna akhir paket program sistem informasi akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh struktur audit, konflik peran, independen komitmen organisasi, independensi

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Sistem Pengendalian Intern, Dan

Tujuan dari penulisan ini adalah pertama, memberikan bukti empiris pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas. Kedua, memberikan

Tujuan dari penelitian agar memperoleh bukti empiris yang bisa diuji hipotesisnya dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independensi yang terdiri dari

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menguji secara empiris pengaruh dari motivasi, ketrampilan sosial dan minat belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi

Dalam topik tingkat kesulitan keuangan dan konservatisme akuntansi, teori signaling menjelaskan bahwa jika kondisi keuangan dan prospek perusahaan baik,