• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Indonesian Accounting Literacy Journal Vol. 01, No. 03, Juli 2021, pp. 727 – 733

©Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas , dan Leverage Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility

Zihanna Syafinatun Nayyiroh Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara E-mail: [email protected]

Subadriyah

Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara E-mail: [email protected]

Abstract: The purpose of this research is to analyze the influence of size, profitability, leverage, on the disclosure of social responsibility in the annual report. Scope of this research is descriptive quantitative with the research object of manufacturing companies in the basic industry and chemical sectors listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2019. This research is a quantitative research with multiple linear regression analysis. The data used are secondary data in the form of corporate financial reports for 2017 to 2019. The population used in this study is all 68 companies in the basic industry and chemical sector in the Indonesia Stock Exchange and a sample of 13 companies was obtained. The results of this study indicate that size has a significant positive effect on CSR disclosure, profitability has a negative effect on CSR disclosure, and leverage has a significant negative effect on CSR disclosure.

Keywords: Size, Leverage, Profitability, CSR Disclosure.

1. Pendahuluan

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap dampak khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan (Purnasiwi, 2011). Secara teoritik CSR didefinisikan sebagai tanggung jawab moral perusahaan terhadap para stakeholders terutama kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja maupun operasinya. Parameter keberhasilan suatu perusahaan dalam sudut pandang CSR adalah mengedepankan prinsip moral dan etis, yakni dengan menggapai suatu hasil terbaik tanpa merugikan masyarakat lainnya.

CSR muncul dilandasi pemikiran bahwa keberadaan perusahaan tidak terlepas dari lingkungannya. Oleh karena itu, setiap tindakan yang diambil perusahaan berdampak nyata terhadap kualitas kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat. CSR menekankan bahwa tanggung jawab perusahaan bukan sekedar kegiatan ekonomi, yaitu menciptakan laba demi kelangsungan hidup usaha, melainkan tanggung jawab sosial dan lingkungan juga. Hal ini yang menjadi dasar bahwa menguntungkan semata-mata pada kegiatan finansial tidak menjamin perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan (R. Nur et al., 2015). Namun, kesadaran perusahaan untuk mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan dinilai masih sangat rendah. Perusahaan akan mempertimbangkan besarnya biaya dan manfaat yang diperoleh dalam mengungkapkan informasi sosial perusahaan. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari pada besarnya biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan dengan sukarela akan mengungkapkan informasi tersebut.

Pentingnya pengungkapan CSR membuat banyak peneliti untuk melakukan penelitian dan

(2)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

diskusi tentang praktik serta motivasi perusahaan untuk melakukan pengungkapkan CSR. Beberapa peneliti yang terkait dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan telah banyak dilakukan, baik di dalam maupun diluar negeri. Seperti penelitian yang dilakukan oleh; (Dermawan, 2015); (Trinandi, 2018); (Dharmawan Krisna & Suhardianto, 2016);(Gusti et al., 2015) yang meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan CSR.

Salah satu factor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela CSR yaitu ukuran perusahaan.

Ukuran perusahaan (size) merupakan variabel penduga yang banyak digunakan untuk menjelaskan variasi pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan. Hal ini dikaitkan dengan teori agensi dimana perusahaan besar yang memiliki biaya keagenan yang lebih besar akan mengungkapkan informasi yang lebih luas untuk mengurangi biaya keagenan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan besar akan lebih banyak mengungkapkan informasi dari pada perusahaan kecil (Wahyuningsih &

Mahdar, 2019). Penelitian yang dilakukan oleh Dharmawan Krisna & Suhardianto (2016) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR.

Namun penelitian yang dilakukan oleh Trinandi (2018) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (size) berpengaruh positif terhadap pengungakapan CSR.

Faktor berikutnya adalah leverage. Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan semua kewajibannya kepada pihak lain. Perusahaan yang mempunyai leverage tinggi mempunyai kewajiban yang lebih untuk memenuhi kebutuhan informasi krediturnya termasuk pengungkapan tanggung jawab sosial. Semakin tinggi tingkat leverage semakin besar kemungkinan akan melanggar perjanjian kredit (Hijriah, 2019). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dermawan (2015) menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap CSR. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh M. Nur & Priantinah (2012) menyatakan bahwa variabel leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial.

Selain Ukuran Perusahaan dan leverage, Profitabilitas juga berpengaruh terhadap CSR.

Sudarmadji dan Sularto (2007) Profitabilitas merupakan suatu indikator kinerja yang dilakukan manajemen dalam mengelola kekayaan perusahaan yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan.

Secara garis besar, laba yang dihasilkan perusahaan berasal dari penjualan dan investasi yang dilakukan perusahaan. Secara umum, dalam menjabarkan penjualan menjadi laba menunjukan prestasi profitabilitas perusahaan. Maka salah satu tujuan perusahaan yaitu mencapai keuntungan yang nantinya akan dapat meningkatkan kesejahteraan parapemegang saham. Dalam penelitian yang dilakukan oleh M. Nur & Priantinah (2012) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap CSR. Namun penelitian yang dilakukan oleh Gusti et al. (2015) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap CSR. Perbedaan hasil penelitian tersebut yang membuat perlunya penelitian ulang dalam membuktikan pengaruh ukuran perusaaan, leverage dan profitabilitas terhadap pengungkapan CSR.

2. Kajian Pustaka

2.1. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan CSR

Size (Ukuran) perusahaan merupakan skala yang menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan dan struktur kepemikikan. Salah satu variabel penduga yang peling menjelaskan variasi kuantitas pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan (Trinandi, 2018). Size (Ukuran) perusahaan juga merupakan perusahaan yang memiliki rata-rata total penjualan bersih pada periode yang bersangkutan sampai dengan beberapa tahun. Untuk perusahaan yang berada pada pertumbuhan penjualan yang tinggi maupun rendah membutuhkan dukungan dari sumber daya perusahaan. Secara umum perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak dari pada perusahaan kecil. Hal ini karena perusahaan besar akan menghadapi resiko politis yang lebih besar dibanding perusahaan kecil. Secara teoritis perusahaan besar tidak akan lepas dari tekanan politis, yaitu tekanan untuk melakuakan pertanggung jawaban sosial perusahaan.

(3)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

Semakin besar ukuran perusahaan dan perkembangan perusahaan yang tinggi, maka pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan akan lebih banyak dilaporkan. Sedangkan semakin kecil umur perusahaan dan lemahnya perkembangan perusahaan, maka pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan akan lebih kecil dilaporkan. Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh (Dermawan, 2015) dan (M. Nur & Priantinah, 2012) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, maka hipotesis yang dapat dirumuskan adalah: ukuran perusahaan (Size) berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR.

2.2. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Pengungkapan CSR

Perusahaan dikatakan baik apabila memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta membuat manajemen bebas untuk mengungkapkan CSR kepada pemegang saham (Arjanggie & Zulaikha, 2015). Semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin besar pengungkapan informasi sosialnya. Penelitian ini menggunakan proksi Return on Asset (ROA) sebagai alat ukur karena rasio ini dapat mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba bersih pada sejumlah aset tertentu.

Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki perusahaan, maka semakin besar pula pengungkapan informasi sosial yang harus dilakukan oleh perusahaan. Hubungan antara profitabilitas dengan pengungkapan tangung jawab sosial perusahaan telah menjadi anggapan dasar untuk mencerminkan pandangan bahwa reaksi sosial memerlukan gaya manajerial. Sehingga semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin besar pengungkapan informasi social (Reni & Anggraini, 2006). Hal ini didasari dengan penelitian yang dilakukan oleh (M. Nur &

Priantinah, 2012), (Gusti et al., 2015) menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan hasil penjelasan diatas, maka hipotesisnya dapat dirumuskan adalah: Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR.

2.3. Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan CSR

Leverage merupakan alat ukur untuk mengukur seberapa besar perusahaan tergantung pada kreditur dalam membiayai aset perusahaan. Ketergantungan perusahaan terhadap utang dalam membiayai kegiatan operasinya tercemin dalam tingkat leverage. Leverage juga mencerminkan tingkat resiko keuangan perusahaan (Raharjo, 2017). Perusahaan yang mempunyai tingkat leverage tinggi berarti sangat bergantung pada pinjaman luar untuk membiayai asetnya. Sedangkan perusahaan yang mempunyai tingkat leverage rendah lebih banyak membiayai asetnya dengan modal sendiri.

Semakin tinggi tingkat leverage semakin besar perusahaan akan melanggar perjanjian kredit sehingga perusahaan akan berusaha untuk melaporkan laba sekarang lebih tinggi dibandingkan laba di masa depan. Perusahaan yang memiliki rasio leverage tinggi akan lebih sedikit mengungkapkan CSR supaya dapat melaporkan laba sekarang yang lebih tinggi (Dermawan, 2015). Perusahaan dengan tingkat rasio leverage yang rendah akan lebih banyak melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang tinggi, karena perusahaan harus menambah biaya-biaya untuk melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuatnya agar menjadi sorotan dari para pemegang hutang (debtholder). Sedangkan perusahaan dengan tingkat rasio leverage yang tinggi akan mengungkapkan tanggung jawab sosialnya lebih rendah, hal ini dikarenakan perusahaan harus mengurangi biaya-biaya untuk melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuatnya agar tidak menjadi sorotan dari para pemegang hutang (debtholder). Hal ini didasari dengan penelitian yang dilakukan oleh (Putri & Christiawan, 2014) dan (Gusti et al., 2015) menunjukkan bahwa leverage

(4)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

menunjukkan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan hasil penjelasan diatas, maka hipotesisnya dapat dirumuskan adalah: Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan CSR

3. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi.

Pengukuran variable dependen yaitu pengungkapan CSR mengadopsi Global Reporting Initiative (GRI) G4. Kategori pengungkapan GRI G4 adalah 91 Pengungkapan yang meliputi economic (EC), environment (EN), human rights (HR), labor practices (LP), product responsibility (PR) dan Society (SO).

Berikutnya data dihitung indeks CSR nya dengan menggunakan rumus berikut:

𝐶𝑆𝑅𝐼𝑗 = ∑𝑥𝑖𝑗 𝑋 100%

nj Keterangan:

CSRDIj : Corporate Social Responsibility Indeks Perusahaan

nj : Jumlah kriteria pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perusahaan j, nj ≤ 91

Xij : Point bagi indikator yang dilaksanakan (1 = Jika kriteria diungkapkan; 0 = Jika kriteria tidak diungkapkan)

Size (ukuran) perusahaan adalah skala dimana dapat dikalsifikasikan besar kecilnya perusahaan, dapat dinyatakan dalam total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan meliputi aktiva tetap, aktiva tidak berwujud dan lain-lain. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan jumlah karyawan, total aktiva, volume penjualan, atau peringkat indeks. Skala pengukuran untuk size perusahaan dengan Logaritma Natural (LN) (Kurnianingsih, 2013). Profitabilitas merupakan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.

Skala pengukuran untuk profitabilitas perusahaan adalah rasio. Adapun pengukuran dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus (Hijriah, 2019): Laba bersih setelah pajak dibagi total asset. Sedangkan leverage diproksikan dengan Debt ratio dengan rumus Total hutang dibagi total asset (Hijriah, 2019).

Sampel merupakan bagian dari populasi yang digunakan untuk melakukan pendekatan terhadap populasi. Sampel yang diambil dari populasi satu tidak dapat dipakai untuk mewakili populasi yang lain (Hijriah, 2019). Sampel yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah 13 perusahaan manufaktur pada sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar dibursa efek Indonesia pada periode 2017-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang berupa laporan tahunan periode 2017-2019.

4. Hasil dan Pembahasan

Size perusahaan merupakan perusahaan yang memiliki rata-rata total penjualan bersih pada periode yang bersangkutan sampai dengan beberapa tahun. Berdasarkan hasil uji t yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dihasilkan variabel size memiliki nilai t hitung sebesar 2,508 dan nilai signifikan sebesar 0,017. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 2,508 > 1.68957, dan memiliki tingkat nilai signifikan lebih kecil dari tingkat nilai α yaitu sebesar 0,017 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan size berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR diterima.

Dalam penelitian ini size mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR.

Hal ini dikarenakan pandangan perusahaan size sudah menganggap adanya efektifitas dari

(5)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

pengungkapan CSR. Perusahaan mengungkapkan bahwa pengungkapan aktivitas ini sudah dianggap sebagai kebijakan yang akan berdampak positif bagi perusahaan yang akan mendatang.

size ini yang menjelaskan bahwa perusahaan besar mempunyai biaya yang besar, perusahaan besar tidak akan lepas dari tekanan dan perusahaan yang lebih besar mempunyai aktivitas operasi yang banyak serta memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap masyarakat. Hal tersebut menyebabkan perusahaan yang lebih besar dituntut untuk memperhatikan atau menjaga informasi mengenai perusahaan. Hal ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dharmawan Krisna & Suhardianto (2016) yang menunjukkan bahwa size berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR.

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset dan modal saham (Hijriah, 2019). Pofitabilitas menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan dapat menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini bisa di interpretasikan sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efesiensi) di perusahaan pada periode tertentu. Berdasarkan hasil uji t yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dihasilkan variabel profitabilitas memiliki nilai t hitung sebesar -2,839 dan nilai signifikan sebesar 0,007. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar -2,839 < 1.68957, dan me

sebesar 0,007 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR ditolak. Artinya tinggi rendahnya profitabilitas suatu perusahaan tidak mempengaruhi pengungkapan CSR untuk melakukan pengungkapan CSR. Perusahaan yang mempunyai profitabilitas tinggi belum tentu banyak melakukan aktivitas sosial karena perusahaan lebih berorientasi pada laba semata. Selain itu perusahaan yang memperoleh laba tinggi maka perusahaan merasa tidak perlu untuk mengungkapkan pengungkapan sosial karena perusahaan sudah memperoleh kesuksesan secara finansial. Sedangkan pada saat perusahaan memperoleh leba yang rendah, maka terdapat persepsi bahwa pengguna laporan senang untuk membaca berita baik (good news) tentang kinerja perusahaan dalam bidang sosial seperti kinerja lingkungan. Dengan demikian tinggi rendahnya tingkat profitabilitas tidak dapat mempengaruhi pengungkapan CSR dalam perusahaan. Hasil ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Purnasiwi (2011) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif sinifikan terhadap pengungkapan CSR.

Selanjutnya, Leverage merupakan alat ukur untuk mengukur seberapa besar perusahaan tergantung pada kreditur dalam membiayai aset perusahaan. Ketergantungan perusahaan terhadap utang dalam membiayai kegiatan operasinya tercemin dalam tingkat leverage. Leverage juga mencerminkan tingkat resiko keuangan perusahaan (Raharjo, 2017). Berdasarkan hasil uji t yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dihasilkan variabel leverage memiliki nilai t hitung -3,994 dan nilai signifikan sebesar 0.000. hal ini dapat diketahui bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar -

yaitu sebesar 0,000 < 0,05. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negative signifikan terhadap pengungkapan CSR diterima. Artinya semakin rendahnya tingkat leverage dapat mempengaruhi pengungkapan CSR.

Perusahaan dengan tingkat rasio leverage yang rendah akan lebih banyak melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang tinggi, karena perusahaan harus menambah biaya-biaya untuk melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuatnya agar menjadi sorotan dari para pemegang hutang (debtholder). oleh karena itu, perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang rendah akan mempengaruhi pengungkapan CSR dalam perusahaaan. hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnasiwi (2011) yang menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negative signifikan terhadap pengungkapan CSR

(6)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

5. Kesimpulan

Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh size, profitabilitas, dan leverage, berpengaruh terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI pada tahun 2017-2019. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Size berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dikarenakan bahwa dilihat dari data size pada periode 2017-2019, menunjukkan bahwa perusahaan sektor industri dasar dan kimia memiliki ukuran perusahaan (size) yang semakin besar akan menunjukkan tingkat pengungkapan CSR yang tinggi, begitu juga sebaliknya.

2. Profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dikarenakan bahwa dilihat dari data profitabilitas pada periode 2017-2019, menunjukkan bahwa perusahaan sektor industri dasar dan kimia memiliki tingkat profitabilitas tinggi cenderung memberikan pengungkapan CSR yang semakin kecil. Sehingga tinggi rendahnya perusahaan mempengaruhi pengungkapan CSR.

3. Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dikarenakan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat leverage meningkatkan pengungkapan CSR.

Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang akan mempengaruhi pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Sehingga perusahaan yang memiliki tingkat leverage berpengaruh terhadap pengungkapan CSR.

Daftar Pustaka

Arjanggie, A. R., & Zulaikha, Z. (2015). Pengaruh Profitabilitas Dan Umur Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Diponegoro Journal Of Accounting, 4, 1–11.

Chariri, A., & Nugroho, F. A. (2009). Retorika Dalam Pelaporan Corporate Social Responsibility: Analisis Semiotikatas Sustainability Reporting Pt Aneka Tambang Tbk. 1996, 1–24.

Dermawan, D. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility.

Accounting Analysis Journal, 4(4). Https://Doi.Org/10.15294/Aaj.V4i4.9119

Dharmawan Krisna, A., & Suhardianto, N. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 18(2), 119–127.

Https://Doi.Org/10.9744/Jak.18.2.119-128

Ghozali. (2013a). Uji Glejser. Pengungkapan CSR Terhadap Profitabilitas, Komitmen Pimpinan Perusahaan, Leverage, Ukuran Perusahaan, Dan Ukuran Dewan Komisaris, 142.

Ghozali, I. (2013b). Ghozali, Imam (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gusti, I., Pradnyani, A., & Sisdyani, E. A. (2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali , Indonesia. 2, 384–397.

Hasan, Saipullah, M. A., & Andriany, Devy, M. H. (2015). Pengantar CSR (Sejarah,Pengertian, Dan Praksis).

Hijriah, A. (2019). Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 10(2), 295–307. Https://Jamal.Ub.Ac.Id/Index.Php/Jamal/Article/View/1131

Iqbal, M., & Faiqoh, S. (N.D.). Penerapan Gri-G4 Sebagai Pedoman Baku Sistem Pelaporan Berkelanjutan Bagi Perusahaan.

Nur, M., & Priantinah, D. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan corporate

(7)

Zihanna Syafinatun Nayyiroh, Subadriyah

Social Responsibility Di Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan Berkategori High Profile Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia). Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 1(2). Https://Doi.Org/10.21831/Nominal.V1i2.996

Nur, R., Astuti, P., & Trisnawati, R. (2015). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Manufaktur Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Serta Dampaknya Terhadap Reaksi Investor ( Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010-2013 ). Syariah Paper Accounting FEB UMS, 120–132.

Purnasiwi, J. (2011). Analisis Pengaruh Size, Profitabilitas. Doctoral Dissertation.

Putri, R. A., & Christiawan, Y. J. (2014). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Dan Leverage Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Business Accounting Review, 2(1), 2014.

Raharjo, S. T. (2017). Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Toshiba Di Semarang. Diponegoro Journal Of Management, 6(ISSN 2337-3792), 1–12.

Reni, F., & Anggraini, R. (2006). Pengungkapan Informasi Sosial Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan. (Studi Empiris Pada Perusahaan-

Perusahaan Yang Terdaftar Bursa Efek Jakarta),21, 23–26.

Http://Digilib.Mercubuana.Ac.Id/Manager/File_Artikel_Abstrak/Isi_Artikel_

699411403487.Pdf

Rofiqkoh, E., & Priyadi, M. P. (2016). Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan. 5(2015), 1–18.

Sugiyono. (2014). Metode Dan Prosedur Penelitian. E-Journal.

Trinandi, Y. Dan R. (2018). E-ISSN :2622-304X, P-ISSN : 2622-3031 Available Online At:Http://Proceedings.Stiewidyagamalumajang.Ac.Id/Index.Php/Progress.Proceedings, 1(1), 360–371.

Wahyuningsih, A., & Mahdar, N. M. (2019). Pengaruh Size, Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Csr Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Journal Of Chemical Information And Modeling, 53(9), 1689–1699.

Yuliana, R., Purnomosidhi, B., & Sukoharsono, E. G. (2008). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) Dan Dampaknya Terhadap Reaksi Investor. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 5(2), 245–276.

Https://Doi.Org/10.21002/Jaki.2008.12

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi Struktur, Nilai, dan Fungsi Syair “Sintung” Di Desa Tambaagung Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep,

Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa kualitas hidup sekolah pada siswa yang mengalami status gizi lebih dan status gizi normal memiliki persentase yang

Peserta Didik diharapkan dapat menjelaskan langkah-langkah membuat animasi sederhana menggunakan pemrograman visual versi online dengan mengerjakan evaluasi yang terkait pada

Komoditas yang mempunyai produksi terbesar adalah padi sawah yaitu dengan rata-rata produksi mencapai 1.079.780,05 ton/tahun atau 95,23% dari seluruh produksi komoditas

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikannya skripsi dengan judul “ ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGGUNAAN

menghentikan gerakan sampel saat berada di dalam detektor secara elektronik Sistem deteksi Sistem mekanik sample changer Sistem elektronik pengatur sampel

Perancangan alat pengendap debu meliputi pembuatan pembangkit tegangan tinggi searah (DC) menggunakan metoda penyearah pengali tegangan atau Walton- Cockroft

Kenaikan konduktivitas pada komposit (Ag 2 S) x (-Al 2 O 3 ) 1-x, seiring dengan kenikan suhu pemanasan dimungkinkan karena perlakuan panas pada bahan komposit